Anda di halaman 1dari 2

RESIKO-RESIKO DALAM USAHA BUDIDAYA AYAM PETELUR

Jun.07, 2010 in Pengetahuan Umum, Usaha Budidaya Peternakan


Titik Kritis
Faktor Penentu Keberhasilan
Beberapa hal yang menjadi faktor keberhasilan dalam usaha ternak ayam ras petelur adalah
sebagai berikut.
1. Sifat ayam petelur biasanya memerlukan suasana tenang, pencahayaan yang cukup dan
perlakuan dari petugas kandang yang hati-hati.
2. Ayam ras sangat sensitif terhadap perubahan manajemen baik dalam hal pakan, tenaga
kerja maupun lingkungan sekitar, sehingga memerlukan pengawasan yang ketat.
3. Perubahan secara mendadak yang tidak diinginkan ternak akan dapat menurunkan
produksi telur sampai 50 %.
4. Menghadapi pasar yang semakin mengglobal, persaingan yang kemungkinan datang
berasal dari negara lain, sehingga perlu diwaspadai.
5. Pola konsumsi masyarakat sering fluktuatif harus selalu diantisipasi secermat mungkin.
6. Teknologi pemeliharaan ayam petelur memerlukan upaya sebaik-baiknya dalam hal
menjaga standar kebutuhan pakan baik kuantitas maupun kualitas, cahaya dan suasana
lingkungan.
7. Usaha ayam ras petelur dituntut untuk selalu menghasilkan produk yang diinginkan
konsumen dalam hal warna, ukuran dan kualitas bahkan bentuk kemasan yang sesuai
dengan tuntutan selera masyarakat.
8. Adanya persaingan global, maka tuntutan untuk berproduksi dengan harga yang lebih
murah juga menjadi keharusan, sehingga perlu diantisipasi melalui penerapan atau
pengenalan teknologi (pakan, obat-obatan dan peralatan) yang efisien.
9. Kerjasama antara peternak kecil, menengah dengan perusahaan besar untuk menjamin
kelangsungan produksi dan pemasaran.
10. Mengantisipasi fluktuatif harga produksi dan sarana produksi dengan perencanaan dan
evaluasi jangka panjang.
Faktor Penyebab Kegagalan
Beberapa hal yang menjadi faktor kegagalan dalam usahaternak ayam ras petelur adalah
sebagai berikut.
1. Tidak cermat dalam manajemen pemeliharaan yang dapat mengakibatkan kematian
tinggi atau penurunan produktivitas dan kualitas.
2. Tidak mampu dalam mengantisipasi perubahan.
3. Sistem pengadaan pakan tidak memadai, seperti dalam pengangkutan dan penyimpanan
pakan.
4. Penanganan kesehatan kurang teratur.
5. Memulai usaha pada saat yang tidak tepat karena tidak adanya upaya memprediksi
situasi yang fluktuatif atau keterbatasan kemampuan dalam strategi investasi.
6. Bagi pelaku yang baru memulai usaha, cederung tidak menguasai teknik peramalan
yang cermat serta kepercayaan berlebihan (over convident).
7. Penurunan harga secara mendadak yang sering terjadi karena produksi yang melimpah
dari wilayah lain.
Pengaruh Aturan Internasional terhadap Perdagangan Komoditas
Beberapa fenomena penting dalam peraturan internasional menyangkut perdagangan komoditas
dapat dicatat sebagai berikut.
1. Penghapusan subsidi dan proteksi bagi investasi setiap negara.
2. Tuntutan produk dalam kualitas, kesehatan, dan kemanan.
3. Penghapusan pajak ekspor-impor.
4. Kebebasan distribusi produk satu negara ke negara lain kecuali dengan pembatasan
dengan alasan rasional dan manusiawi.
5. Sanksi bagi negara yang melanggar kesepakatan.
Peraturan internasional yang mengarah penciptaan sistem perdagangan bebas antar negara
tersebut dapat merupakan peluang sekaligus tantangan yang berarti bagi pengembangan bisnis
ayam ras petelur nasional. Peluang ekspor dengan sendirinya meningkat tetapi hal ini
memerlukan persiapan dan penanganan lebih serius karena adanya batasan-batasan tertentu
yang dapat menjadi kendala pemasaran. Peluang ekspor secara lebih terbuka khususnya untuk
ke negara yang saat ini sebagai pengimpor terbesar yakni negara Jerman, Belanda, Perancis,
Inggris, Belgia, Luxemburg, dan Italia.
Terbukanya pintu ekspor bukan berarti menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan, karena
dalam waktu bersamaan pesaing dari luar negeri dengan kapasitas teknologi yang lebih efisien
akan juga semaksimal mungkin bermain memasuki pasar yang sama termasuk pasar domestik
dalam negeri. Antisipasi secara lebih serius perlu dilakukan mengingat perkembangan tuntutan
dalam hal food safety, biosafety, dan environment safety telah menjadi komitmen dalam era
perdagangan bebas.
Pada sisi lain, pemerintah tidak memiliki hak lagi untuk memberikan proteksi kecuali untuk
keperluan terbatas seperti untuk pemberdayaan masyarakat, sementara industri ayam ras
petelur dalam negeri hingga saat ini masih memerlukan pembinaan dan proteksi tertentu.
Perdagangan bebas yang akan berlangsung apabila tidak diimbangi dengan peningkatan efisiensi
produksi, regulasi dalam transportasi dan perdagangan serta perbaikan sistem pelayanan
peternakan akan membawa dampak kurang menguntungkan bagi perkembangan bisnis ayam ras
petelur dalam negeri. Mekanisme pasar yang sangat dinamis dalam bentuk pasar persaingan
sempurna setiap saat dapat menekan harga telur di pasar yang pada akhirnya berakibat
meruginya pengusaha dalam negeri.