Anda di halaman 1dari 3

A.

PENYELESAIAN LINIER
Suatu sistem persamaan linear belum tentu punya solusi, keberadaan solusi ini sangat
tergantung dari sistem persamaan linear itu sendiri. Suatu sistem persamaan linear (SPL),
dalam keterkaitanya dengan solusi, mempunyai tiga kemungkinan, yaitu :
a. SPL mempunyai solusi tunggal
b. SPL mempunyai solusi tak hingga banyak
c. SPL tidak mempunyai solusi
Masalah solusi SPL ini dapat diilustrasikan dalam diagram kartesius. Misalkan SPL
terdiri dari dua persamaan dan dua peubah (x dan y). Setiap persamaan pada SPL dapat
direpresentasikan dalam bentuk suatu garis. Suatu SPL dikatakan mempunyai solusi tunggal
jika dua garis tersebut berpotongan di satu titik (lihat gambar 1.1.a). Sementara itu, SPL
tersebut dikatakan mempunyai solusi tak hingga jika dua garis tersebut berimpit (lihat gambar
1.1.b), sedangkan SPL tersebut dikatakan tidak mempunyai solusi jika dua garis tersebut tidak
pernah berpotongan/sejajar (lihat gambar 1.1.c).

Gambar 1.1 a. SPL solusi tunggal. b. SPL solusi tak hingga. c. SPL tidak punya solusi

Jika suatu SPL memiliki solusi (tunggal atau tak hingga banyak) maka SPL tersebut
dinamakan SPL konsisten. Sementara itu, SPL yang tidak mempunyai solusi dinamakan SPL
yang tak konsisten.Persamaan linear homogen jika nilai persamaan sama dengan nol,
nonhomogen jika nilainya tidak sama dengan nol.
Persamaan linear atau disebut juga sebagai persamaan garis adalah persamaan yang
mengandung peubah dengan pangkat tertinggi 1. Suatu persamaan linear minimal
mengandung satu peubah. Persamaan linear dengan satu peubah bisa diselesaikan secara
langsung dengan menggunakan konsep aljabar. Sedangkan untuk persamaan linear dua
peubah atau lebih, untuk mendapatkan penyelesaiannya memerlukan minimal persamaan
sebanyak peubah pada masing-masing persamaan. Dua persamaan linear atau lebih yang
memiliki penyelesaian yang sama disebut sebagai sistem persamaan linear. Sistem persamaan
linear bisa diselesaikan dengan menggunakan metode grafik, substitusi {saja), eliminasi
(saja), campuran substitusi-eliminasi, dan dengan menggunakan matriks.
Perhatikan contoh sistem persamaan linear dua peubah berikut ini.

3x-y = 2 ... (1)

x + y = 6... (2)

Berikut ini adalah penyelesaian sistem persamaan linear pada contoh di atas dengan
menggunakan beberapa metode.

Penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan metode grafik


Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan menggunakan metode grafik
adalah dengan menggambar grafik kedua persamaan pada satu koordinat kartesius dan
penyelesaiannya merupakan titik potong kedua grafik. Agar diperoleh penyelesaian yang
akurat, perlu diperhatikan ketika menggambar koordinat kartesiusnya. Pastikan satuan pada
kedua sumbu sama dan konsisten. Perhatikan gambar grafik persamaan linear di bawah
berikut ini.
Perhatikan bahwa kedua garis tersebut berpotongan di satu titik, yaitu titik (2,4). Titik ini
merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear di atas. Dengan demikian, kita peroleh
penyelesaian sistem persamaan linear di atas adalah x = 2 dan y = 4.