Anda di halaman 1dari 2

Dasar Teori

Instruksi Counter
Instruksi counter ini bersifat dikrit, nilai counter value akan berkurang apabila
menerima masukan berupa sinyal diskrit. Berikut adalah format penulisan untuk instruksi
counter:
CNT 0000 #5, dengan keterangan:
CNT : instruksi counter
0000 : initial value (0000 – 9999)
#5 : counter value

Instruksi move
Instruksi move digunakan untuk menggandakan atau copy nilai bilangan dari satu
alamat memori ke alamat memori yang lain. Penggunaannya cukup mudah berikut format
penggunaan instruksi move :
MOV D0 D1
Misalkan D0 telah terisi nilai &100 (100 desimal, simbol “&” adalah penanda bahwa nilai
yang
dimasukkan berupa bilangan desimal sedangkan “#” adalah penanda bilangan
heksadesimal), dengan demikian nilai tersebut akan digandakan atau copy ke alamat D1.
Gambar 17 adalah contoh ladder diagram penggunaan instruksi MOV.
Sesuai dengan namanya compare, instruksi ini digunakan untuk membandingkan dua atau
lebih variabel. Pemakaian instruksi ini secara umum digunakan bersamaan dengan coil atau
mov. Ada dua tipe instruksi compare disini yaitu CMP dan dengan memasukkan operator
kondisi secara langsung.

Instruksi compare
Untuk pemakaian masing – masing
instruksi, apabila yang akan dibandingkan hanya dua variabel saja maka kita dapat
menggunakan instruksi CMP. Sedangkan jika membandingkan lebih dari dua variabel,
pemrograman lebih efisien dengan memasukkan operator kondisi secara langsung. Berikut
format penggunaan instruksi CMP:
CMP D0 D1
Format tersebut membandingkan nilai yang ada di dalam memori D0 dengan nilai di dalam
alamat D1. Karena berkaitan dengan perbandingan, tentu ada beberapa kondisi yang dipakai,
untuk itu pemakaian instruksi CMP tidak dapat berdiri sendiri. Instruksi ini dibantu dengan
kontaktor sesuai tujuan perbandingan itu sendiri. Ada berbagai kontaktor bantu yang dapat
digunakan diantaranya:
P_EQ = Equal Flag, merupakan kondisi “sama dengan”
P_NE = Not Equal Flag, merupakan kondisi “tidak sama dengan”
P_LE = Less Equal Flag, merupakan kondisi “kurang dari sama dengan”
P_LT = Less Than Flag, merupakan kondisi “kurang dari”
25
P_GE = Greater Equal Flag, merupakan kondisi “lebih dari sama dengan”
P_GT = Greater Than Flag, merupakan kondisi “lebih dari”
Contoh penggunaan instruksi CMP terdapat pada gambar 18.
Gambar 18. Instruksi CMP
Jika membandingkan lebih dari dua variabel maka dapat kita gunakan operator kondisi secara
langsung berikut adalah beberapa contoh format penggunaan dan cara pembacaannya:
= D0 D1 (Apakah nilai D0 sama dengan nilai D1?)
>< D0 D2 (Apakah nilai D0 tidak sama dengan D2?)
<= D1 D2 (Apakah nilai D1 kurang dari sama dengan D2?)
< D2 D3 (Apakah nilai D2 kurang dari D3?)
>= D3 D1 (Apakah nilai D3 lebih dari sama dengan D1?)
> D1 D3 (Apakah nilai D1 lebih dari D3?)

Kesimpulan