Anda di halaman 1dari 2

PABRIK SEMEN PORTLAND POZZOLAND DARI BAGASSE ASH DENGAN PROSES

KERING

Nama Mahasiswa :1. Muhammad Fatah Wibiseno 10411500000059


2. Zulaikah 10411500000068
Program Studi : Teknik Kimia Industri
Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Danawati Hari Prajitno, M.Pd

ABSTRAK
Di Indonesia setidaknya ada 64 buah pabrik gula yang saat ini masih beroperasi dengan berbagai
kapasitas dan menghasilkan sisa pembakaran bagasse pada boiler (ketel) berupa abu bagasse. Jumlah
produksi abu bagasse kira – kira 0,3% dari berat tebu, sehingga bila sebuah pabrik gula memiliki kapasitas
5000 ton perhari maka abu bagasse yang dihasilkan sebesar 15 ton perhari. Pemanfaatan limbah abu
ampas tebu sebagai bahan substitusi semen tentunya akan mengurangi pencemaran lingkungan karena
berkurangnya emisi gas rumah kaca khususnya CO2 akibat produksi semen.
Proses pembuatan semen yang terpilih adalah proses kering. Terdiri dari proses Penyiapan bahan
baku. Batu Kapur dan tanah liat. Di crusher batu kapur ini dipecah oleh hammer yang berputar, sehingga
terjadi size reduction menjadi 10 cm dan tanah liat yang berbentuk bongkahan melewati roll pada clay
cutter sehingga terjadi size reduction menjadi diameter rata-rata 10 cm. Tanah liat dan batu kapur yang
berdiameter 10 cm di limestone clay mix akan di reclaimer lalu dibawa belt conveyor menuju ke bin mix,
lalu menuju proses penggilingan awal. Material yang berupa pasir silika, pasir besi, batu kapur high grade
dan mix pile keluar dari binnya masing-masing kemudian ditimbang terlebih dahulu dengan weight feeder
baru diangkut oleh belt conveyor menuju bucket elevator untuk diumpankan pada roller mill, Untuk partikel
yang masih kasar akan di recycle lagi yang dibawa oleh belt conveyor untuk disalurkan ke bucket elevator
menuju ke belt conveyor yang dikembalikan lagi ke roller mill. Produk dari roller mill akan masuk melalui
Bucket elevator yang diangkut oleh belt conveyor ke dalam blending silo, dari blending silo dialirkan ke
kiln feed bin kemudian diangkut oleh bucket elevator ke hopper sebelum diumpankan ke preheater yang
terdiri dari 4 Cyclone. Cyclone stage IV umpankan ke dalam kiln dengan suhu masuk 855 oC. Disini material
akan mengalami proses pembakaran menjadi clinker dan diumpankan ke kiln lalu cinker keluar dengan
suhu 1250-1450 oC, sehingga terjadi reaksi dalam fasa cair menghasilka senyawa clinker (C2S, C3A, C4AF,
dan C3S) dan akan mengalami pendinginan lebih lanjut di dalam clinker cooler. Sebagai media pendingin
digunakan udara luar yang di hembuskan oleh 5 fan. Proses penggilingan akhir dimulai dari proses
penyiapan bahan-bahan tambahan yaitu gypsum dengan diameter > 3 cm dan bagasse ash. Sebelum
gypsum ditambahkan, dihancurkan terlebih dahulu kedalam hammer crusher sehingga diameternya
menjadi <3 cm, selanjutnya ditransportasikan ke dalam bin sementara bagasse ash langsung
ditransportasikan ke dalam bin . Lalu gypsum dan bagasse ash didalam bin diumpankan ke dalam ball mill.
di ball mill campuran semen digiling kembali menjadi semen yang berukuran 325 mesh untuk digiling
bersama-sama dengan clinker sehingga membentuk semen.
Pabrik semen yang akan didirikan berkapasitas 600.000 ton/tahun dan rencana akan dibangun di
Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Semen adalah suatu zat perekat hidraulik dimana senyawa-senyawa
yang dikandungnya akan mempunyai daya rekat terhadap batuan jika semen tersebut sudah bereaksi
dengan air. Pabrik ini menggunakan bahan baku batu kapur dan tanah liat dengan bahan aditif bagasse
ash dengan proses kering

Kata kunci : Semen, Bagasse Ash, Batu kapur.