Anda di halaman 1dari 8

M A K A LA H

BAT U BARA
“Arti Kualitas Batubara”

Kelompok 3

Nama :
 M. Lianda Alvero
 Kiki Hardianti
 Tri Walensi
 Wenny Oktavia
 Yosi Triani

Kelas : A.2
Jurusan : Teknik Pertambangan Batubara
Mata Kuliah : Batubara

Akademi Komunitas Negeri (AKN) Lahat


Tahun Ajaran 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat-Nya, sehingga kami
dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman bagi pembaca dalam pemahaman mahasiswa tentang “Arti Kualitas
Batubara“.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini kedepannya.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami
miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Lahat, 25 November 2016

Kelompok 3
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...................................................................................................................... ii

Daftar isi ................................................................................................................................ iii

Bab I Pendahuluan ................................................................................................................ 1

A. Latar Belakang .......................................................................................................... 1


B. Tujuan ....................................................................................................................... 2
C. Pokok Pembahasan ................................................................................................... 2

Bab II Pembahasan

A. Arti Kualitas Batubara Pada Pemanfaatannya .......................................................... 3


B. Parameter Kualitas Yang Akan Sangat Mempengaruhi Pemanfaatannya ................. 3
C. Parameter Kegunaan Dari Kualitas Batubara .......................................................... 6
D. Faktor Yang Menjadi Alasan Batubara Sebagai Sumber Energi Alternatif .............. 7

Bab III Penutup

A. Kesimpulan ............................................................................................................... 6

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Batubara merupakan sumber energi dari bahan alam yang tidak akan membusuk,
tidak mudah terurai berbentuk padat. Oleh karenanya rekayasa pemanfaatan batubara ke
bentuk lain perlu dilakukan.
Pemanfataan yang diketahui biasanya adalah sebagai sumber energi bagi Pembangkit
Listrik Tenaga Uap Batubara, sebagai bahan bakar rumah tangga (pengganti minyak tanah)
biasanya dibuat briket batubara, sebagai bahan bakar industri kecil; misalnya industri
genteng/bata, industri keramik. Abu dari batubara juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar
sintesis zeolit, bahan baku semen, penyetabil tanah yang lembek. Penyusun beton untuk
jalan dan bendungan, penimbun lahan bekas pertambangan,; recovery magnetit, cenosphere,
dan karbon; bahan baku keramik, gelas, batu bata, dan refraktori; bahan penggosok
(polisher); filler aspal, plastik, dan kertas; pengganti dan bahan baku semen; aditif dalam
pengolahan limbah (waste stabilization).
Baik buruknya suatu kualitas batubara ditentukan oleh penggunaan batubara itu
sendiri. Batubara yang berkualitas baik untuk penggunaan tertentu, belum tentu baik pula
untuk penggunaan yang lainnya, begitu juga sebaliknya Kualitas suatu batubara dapat
ditentukan dengan cara analisa parameter tertentu baik secara fisik maupun secara kimia.

B. Tujuan
Makalah ini di buat untuk menambah wawasan mahasiswa lebih mengetahui dan
memahami arti kualitas batubara.

C. Pokok Pembahasan
1. Arti Kualitas Batubara Pada Pemanfaatannya
2. Parameter Kualitas Yang Akan Sangat Mempengaruhi Pemanfaatannya
3. Parameter Kegunaan Dari Kualitas Batubara
4. Faktor Yang Menjadi Alasan Batubara Sebagai Sumber Energi Alternatif

BAB II

PEMBAHASAN

A. Arti Kualitas Batubara Pada Pemanfaatannya


Pada pemanfaatan batubara perlu diketahui sifat-sifat yang akan ditunjukan oleh
batubara tersebut, baik sifat kimiawi, fisik dan mekanis. Sifat-sifat ini akan dapat dilihat atau
disimpulkan dari data kualitas batubara hasil analisis dan pengujiannya. Dari sejumlah data
kualitas yang ada daripadanya dapat diambil harga rata-ratanya, misalnya kandungan air,
abu dan lain yang bersifat kimiawi, tetapi ada pula yang tidak dapat diambil harga rata-
ratanya melainkan harus dilihat harga minimum dan maksimum, seperti pada harga
hardgrove index dan titik leleh abu.

B. Parameter Kualitas Yang Akan Sangat Mempengaruhi Pemanfaatannya


Beberapa parameter kualitas yang akan sangat mempengaruhi pemanfaatannya
terutama sebagai bahan bakar adalah :
1. Kandungan air
Kandungan air ini dapat dibedakan atas kandungan air bebas (free
moisture), kandungan air bawaan (inherent moisture) dan kandungan air
total (total moisture). Kandungan air ini akan banyak pengaruhnya pada
pengangkutan, penanganan, penggerusan maupun pada pembakarannya.

2. Kandungan abu
Selain kualitas yang akan mempengaruhi penanganannya, baik
sebagai fly ash maupun bottom ash tetapi juga komposisinya yang akan
mempengaruhi pemanfaatannya dan juga titik leleh yang dapat
menimbulkan fouling pada pipa-pipa. Dalam hal ini kandungan Na2O
dalam abu akan sangat mempengaruhi titik leleh abu. Abu ini dapat
dihasilkan dari pengotor bawaan (inherent impurities) maupun pengotor
sebagai hasil penambangannya. Komposisi abu seyogyanya diketahui
dengan baik untuk kemungkinan pemanfaatannya sebagai bahan
bangunan atau keramik dan penanggulangannya terhadap masalah
lingkungan yang dapat ditimbulkannya.

3. Zat terbang (Volatile Matter)


Kandungan zat terbang sangat erat kaitannya dengan kelas batubara
tersebut, makin tinggi kandungan zat terbang makin rendah kelasnya.
Pada pembakaran batubara, maka kandungan zat terbang yang tinggi akan
lebih mempercepat pembakaran karbon padatnya dan sebaliknya zat
terbang yang rendah lebih mempersukar proses pembakaran. Nisbah
kandungan carbon tertambat terhadap kandungan zat terbang disebut fuel
ratio.
Fuel Ratio Berbagai Jenis Batubara :

Jenis Batubara Fuel Ratio


1. Coke 92
2. Antrasit 24
3. Semi antrasit 8.6
4. Bitumen
*) Low volatile 2.8
*) Medium volatile 1.9
*) High volatile 1.3
5. Lignit 0.9

4. Nilai Kalor (Fuel Ratio)


Harga nilai kalor merupakan penjumlahan dari harga-harga panas
pembakaran dari unsur-unsur pembentuk batubara. Harga nilai kalor yang
dapat dilaporkan adalah harga gross calorific value dan biasanya dengan
besar air dried, sedang nilai kalor yang benar-benar dimanfaatkan pada
pembakaran batubara adalah net calorific value yang dapat dihitung
dengan harga panas latent dan sensible yang dipengaruhi oleh kandungan
total dari air dan abu.

5. Hardgrove Grindability Index (HGI)


Hardgrove Grindability Index merupakan petunjuk mengenai mudah
sukarnya batubara untuk digerus. Harga Hardgrove Grindability Index
diperoleh dengan rumus :

HGI = 13,6 + 6,93 W

W adalah berat dalam gram dari batubara lembut berukuran 200 mesh.
Makin tinggi harga HGI makin lunak batubara tersebut. Suatu PLTU
biasanya disiapkan untuk menggunakan kapasitas penggerusan terhadap
suatu jenis batubara dengan HGI tertentu.

6. Sifat Caking dan Coking


Kedua sifat tersebut ditunjukan oleh nilai muai bebas (free swelling
index) dan harga dilatasi, yang terutama memberikan gambaran sifat fisik
pelunakan batubara pada pemanasannya.
Harga-harga yang ditunjukan oleh hasil analisis dan pengujian tersebut
diperoleh dari sejumlah sample dengan menggunakan tata cara tertentu
dan terkendali. Sedangkan pada kenyataannya pemanfaatannya sangat
berbeda. Oleh karenanya perlu dilakukan pemantauan oleh pemakai
batubara terhadap hasil pembakaran sebenarnya. Dengan demikian akan
diperoleh angka-angka yang dapat dikorelasi terhadap hasil analisis dan
pengujian dari sampel batubara.

C. Parameter Kegunaan Dari Kualitas Batubara


Cukup banyak parameter untuk menentukan kualitas batubara antara lain :

1. Total moisture (%) *) **) ***)


2. Inherent moisture (%) *) **) ***)
3. Ash content (%) *) **)
4. Volatile matter (%) *) **)
5. Fixed carbon
6. Calorific value (kcal/kg) *) **)
7. Total sulphur (%) ***
8. Index hardgrove *) **)
9. Index muai bebas ***)
10.Roga index ***)
11. Gray king ***)
12.Diatometri ***)
13.Nitrogen (%) **)
14.Phosphor *)
15.P2O5 *)
16.Plastometri ***)
Keterangan :
*) Diperlukan datanya untuk PLTU
**) Diperlukan datanya untuk bahan bakar
***) Diperlukan datanya untuk industry kokas metallurgi

D. Faktor Yang Menjadi Alasan Batubara Sebagai Sumber Energi Alternatif


Ada beberapa faktor yang menadi alasan batubara digunakan sebagai sumber energi
alternatif, yaitu:
1. Cadangan batubara sangat banyak dan tersebar luas. Diperkirakan terdapat
lebih dari 984 milyar ton cadangan batubara terbukti (proven coal reserves) di
seluruh dunia yang tersebar di lebih dari 70 negara.
2. Negara-negara maju dan negara-negara berkembang terkemuka memiliki
banyak cadangan batubara.
3. Batubara dapat diperoleh dari banyak sumber di pasar dunia dengan pasokan
yang stabil.
4. Harga batubara yang murah dibandingkan dengan minyak dan gas.
5. Batubara aman untuk ditransportasikan dan disimpan.
6. Batubara dapat ditumpuk di sekitar tambang, pembangkit listrik, atau lokasi
sementara.
7. Teknologi pembangkit listrik tenaga uap batubara sudah teruji dan handal.
8. Kualitas batubara tidak banyak terpengaruh oleh cuaca maupun hujan.
9. Pengaruh pemanfaatan batubara terhadap perubahan lingkungan sudah
dipahami dan dipelajari secara luas, sehingga teknologi batubara bersih (clean
coal technology) dapat dikembangkan dan diaplikasikan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Batubara merupakan bahan baku pembangkit energy dipergunakan untuk industry.
Mutu dari batubara akan sangat penting dalam menentukan peralatan yang dipergunakan.
Untuk menentukan kualitas batubara, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah : High
heating value (kcal.kg), Total moisture (%), Inherent moisture (%), Volatile matter (%), Ash
content (%), Sulfur content (%), coal size (%), Hardgrove grindability index (<3mm, 40mm,
50mm), Fixed carbon (%), Phosposrus/chlorine (%), Ultimate analysis : (carbon, hydrogen,
oxygen, nitrogen, sulfur, ash), ash fusion temperature.
Beberapa parameter kualitas yang akan sangat mempengaruhi pemanfaatannya
terutama sebagai bahan bakar adalah :
1. Kandungan air
2. Kandungan abu
3. Zat terbang (Volatile Matter)
4. Nilai Kalor (Fuel Ratio)
5. Hardgrove Grindability Index (HGI)
6. Sifat Caking dan Coking