Anda di halaman 1dari 4

Christoporus Bagas Prasetyo Dosen pengampu :

15.D1.0083 Bpk. Thomas Budi

PENGANTAR MANAJEMEN
Bab 18
Monitoring and Controling
Apa itu controling? Dan mengapa sangat penting?
 Controlling adalah suatu proses dalam pengawasan, membandingkan, dan memeriksa
kinerja suatu pekerjaan.
 Kenapa Controlling menjadi sangat penting? Karena semua managers harus
mengontrol kinerja dari setiap perencanaan yang sudah berjalan untuk mengevaluasi
apakah perencanaan tersebut dapat berjalan dengan lancar atau mungkin mengalami
beberapa kendala yang berakibat untuk kinerja yang kurang efisien dan jika berjalan dengan
lancar mungkin kedepannya akan ada perencanaan yang lebih baik lagi untuk meningkatkan
standar dari kinerja yang sebelumnya . Dan tidak lupa ini harus dilakukan untuk melihat
seberapa baik tenaga kerja beserta manajer mencapai tujuan mereka. tujuan seperti yang
terkait dengan pengertiannya, yaitu:

1. Pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan, prosedur dan perintah yang telah
ditetapkan.

2. Hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

3. Sarana yang ada dapat didayagunakan secara efektif dan efisien.

4. Dapat diketahui kelemahan dan kesulitan organisasi dan untuk dicari jalan perbaikannya.

Berdasarkan maksud tujuan dari dilaksanakannya pengawasan tersebut diharapkan dapat


mencapai target tentang adanya kepastian terhadap kualitas dan kuantitas pekerjaan,
meminimalisir pemborosan bahan, tenaga, biaya dan pikiran sehingga dapat diketahui
perkembangan dari tiap-tiap taraf dan langkah-langkah kegiatan serta dapat diketahui pula
ada atau tidaknya perubahan dan perlu atau tidaknya perbaikan, penyesuaian rencana,
bimbingan, pengarahan dan system yang diterapkan.
 Proses Pengawasan
Berikut tahap proses pengawasan :

1. Mengukur kinerja yang sebenarnya

Ada 4 cara yang biasa di gunakan seperti Observasi , Laporan Statistik , Laporan Oral
,dan Laporan Tertulis.
Biasanya pengukuran ini di lihat dari Kepuasan tenaga kerja akan fasilitas yang ada
dan absensi yang biasa mereka lakukan setiap hari dimana mereka bekerja

2. Membandingkan Kinerja yang sebenarnya terhadap Standarnya

Tahap perbandingan menentukan keragaman diantara kinerja yang


sebenarnya dan dengan aturan kinerja yang standar. Meskipun beberapa
keragaman dalam kinerja dapat diharapkan dalam semua aktivitas, sangat kritis
untuk menentukan jangkauan keragaman yang dapat diterima . Deviasi diluar
jangkauan memerlukan perhatian.

3. Mengambil tindakan Manajerial

Tergantung Pada apa yang menjadi masalahnya, seorang manajer bisa


mengambil tindakan yang benar yang berbeda, bukan kinerjanya. Manajer harus
mampu membuat suatu keputusan dengan efektif yang bagaimana untuk dapat
mengambil tindakan benar yang tiba-tiba, yang memeriksa masalah dalam saat yang
bagaimana untuk mengambil tindakan benar yang dasar. Dalam tahapan ini,
manajer juga dapat mengambil tindakan untuk dapat menyelesaikan masalah, yaitu
dengan merevisi standar yang ditetapkan.

4. Keputusan Manajerial dalam Controlling

Aturan Standar merupakan tujuan yang dikembangkan selama proses


perencanaan. Tujuan ini mengandung yang berbasis dalam proses pengawasan, yang
melibatkan pengukuran dalam kinerja yang sebenarnya dan membandingkan dengan
yang aturan standar.
 Mengorganisasikan Pengontrolan dan kinerja dari pekerja

Controlling untuk Kinerja organisasi dan karyawan


Kinerja merupakan sesuatu yang penting, yaitu adalah suatu akhir dan hasil dalam suatu
pekerjaan yang telah dilakukan.

Manajer prihatin dengan kinerja organisasi – terutama dengan hasil yang telah
diakumulasikan dalam seluruh aktivitas kerja sebuah organisasi

Dalam mengukur Kinerja suatu organisasi , seorang manajer perlu mengetahui bagaimana
tingkat produktivitas dalam perusahaan tersebut, apabila tingkat produktivitas dalam suatu
organisasi rendah, maka kemungkinan dapat disebabkan oleh tingkat Controlling dalam
perusahaan tersebut kurang memadai, kinerja karyawan sangat mempengaruhi tingkat
produktivitas dalam suatu organisasi, maka seorang manajer perlu meningkatkan dalam
fungsi pengawasan organisasi tersebut supaya setiap tenaga kerja dapat mampu menyadari
dan meningkankan kinerjanya melalui pendekatan-pendekatan yang telah dilakukan oleh
seorang manajer itu sendiri.

Efektivitas Organisasi merupakan suatu pengukuran telah sesuai dalam tujuan organisasi,
dan betapa baiknya perusahaan telah mencapai tujuannya. Ini merupakan garis bawah
seorang manajer dan seperti apa petunjuk keputusan manajerial dalam mendesain strategi
dan aktivitas kerja dan dalam mengkoordinasi kerja karyawan.

Controlling dalam Kinerja Karyawan


Manajer juga memiliki keprihatinan terhadap ketenagakerjaan dalam mengawasi kinerja
karyawan, yaitu memastikan upaya kerja karyawan dalam segi kuantitas maupun kualitas
yang dibutuhkan bersama untuk dapat menggapai tujuan organisasi. Semua itu dapat
dilakukan manajer dengan menerapkan tahapan proses pengawasan , hal ini sangat penting
dalam menerapkan kinerja yang mendapat umpan balik efektif dan untuk menjadi
persiapan, apabila diperlukan, gunakan tindakan yang disiplin- tindakan yang digunakan
manajer untuk dapat menguatkan standar kerja organisasi dan regulasi.

Dan pada akhir terdapat kontrol umpan balik, yaitu bagaimana umpan balik yang diberi oleh
pihak lain terhadap bagaimana kinerja organisasi yang sangat dipengaruhi oleh kinerja
manajer dalam fungsi pengawasan yang mencakup keseluruhan aktivitas kerja
ketenagakerjaan dalam membantu mencapai tujuan organisasi.
Alat untuk Mengukur Kemampuan Berorganisasi
Feedforward / Concurrent/Feedback Controls
adalah pengambilan tindakan manajerial sebelum terjadinya sebuah masalah

Concurrent Control
adalah dimana Manajer berinteraksi langsung dengan bawahannya
Feedback Control adalah yang pertama feedback control memberikan informasi yang
penting dalam efektifnya perencanaan dan yang kedua meningkatkan motivasi

Financial Controls
Manajer dapat menggunakan penghitungan financial tradisional seperti analisis rasio dan
anilisis budget

Informations Control
Pengaturan pemberian informasi agar terhindar dari kebocoran informasi yang mungkin
berakibat pada perusahaan tersebut

Balanced Scorecard
Mengevaluasi kemampuan organisasi yang tidak hanya dari pandangan financial , Scorecard
yang balanced melihat pada 4 area penting yaitu Finansial , Customer , Proses Internal ,dan
Manusia atau Inovasi atau Aset yang berkembang

Benchmarking for Best Practices


Pelatihan untuk mencapai kinerja yang superior untuk menandingi kinerja competitor
maupun non-competitor