Anda di halaman 1dari 9

TUGAS

PRODUKSI PAKAN NON HIJAUAN

MAKALAH

DI SUSUN OLEH :

RIRIN PUJI LESTARI 23010115120052


HUSNI SASTRA WIJAYA 23010115140187

PROGRAM STUDI S1 PETERNAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2018
BAB I

PENDAHULUAN

Kacang gude yang ada di Indonesia merupakan persebaran dari kacang

gude India, dapat tumbuh dan sudah dibudidayakan sejak lama. Masyarakat

mengenal kacang gude sebagai tanaman asli Indonesia. Tanaman kacang gude

juga merupakan kacang tahunan dengan umur yang tidak terlalu panjang, hanya 1-

5 tahun. Buah berbentuk polong lurus atau bentuk sabit berisi kira – kira 4 sampai

dengan 9 butir biji yang bundar. Panjang polong kacang gude dapat mencapai 7,5

cm, lurus/membengkok seperti sabit, membulat, menjorong/agak persegi. Biji

kacang gude mempunyai warna macam–macam, dan berwarna putih, krem,

coklat. Pemanfaatan kacang-kacangan di Indonesia masih kurang optimal. Bagian

tumbuhan legum mulai dari akar, batang, bunga, biji, umbi, dan daun memiliki

morfologis sangat spesifik dan dapat dimanfaatkan. Tumbuhan legum merupakan

tumbuhan dikotil, lebih dikenal masyarakat sebagai kacangkacangan. Berbagai

jenis tumbuhan legum adalah kacang kedelai, kacang panjang, kacang kapri,

buncis, kacang tolo, kacang gude, bengkuang, kacang hijau, kacang merah,

kacang tanah.

Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui manfaat kacang gude

sebagai pakan ternak. Manfaat dari makalah ini adalah dapat memanfaatkan

kacang gude sebagai pakan ternak secara optimal.


BAB II

PEMBAHASAN

Kacang-kacangan merupakan sumber protein, lemak, dan karbohidrat.

Kacang-kacangan lokal tidak kalah dalam kandungan protein, begitu pula kualitas

protein yang ditentukan oleh susunan asam amino. Secara umum, kacang-

kacangan lokal memiliki kelebihan asam amino esensial lisin, tetapi kekurangan

asam amino sulfur seperti metionin dan sistin. Namun, kekurangan ini dapat

dikompensasi dengan cara mengombinasikannya dengan protein serealia yang

mengandung metionin dan sistin. Berdasarkan data FAO (1982) kacang gude

mengandung 20–22% protein, 65% karbohidrat, 1.2% lemak.

Kacang gude merupakan sumber serat kasar yang baik, juga mineral

penting seperti besi, sulfur, kalsium, potasium, mangan, dan vitamin larut air

terutama thiamin, riboflavin, niasin. Kandungan mineral kacang gude beserta

profil proteinnya mirip dengan kedelai, kecuali methionin yang kadarnya rendah.

Meski demikian kacang gude mengandung lebih banyak mineral, lemak 10 kali

lebih tinggi, vitamin A 5 kali lebih banyak dan vitamin C tiga kali lebih banyak

dibandingkan kacang-kacangan lain. Polong muda kacang gude lebih kaya Fe, Cu,

dan Zn daripada polong tua.

Pertumbuhan tanaman kacang gude membutuhkan pH optimum berkisar

antar 4,5-8,4. Pertumbuhan kacang gude memerlukan banyak cahaya matahari dan

tidak tahan terhadap kondisi lembab,tanaman gude tidak tahan terhadap hujan

salju. Suhu optimum pertumbuhannya berkisar 18°C-29°C. Tetapi pada


kelembaban dan kesuburan tanah yang cukup, kacang gude dapat tumbuh pada

suhu rata-rata diatas 350. Tanaman gude membutuhkan curah hujan sekitar 600 -

1.000 mm pertahun. Kacang gude adalah spesies kacang-kacangan yang berasal

dari India. Kacang gude (Cajanus cajan (L) Millsp) termasuk dalam famili

Leguminoceae genus Cajanus. Berikut klasifikasi kacang gude adalah :

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Fabales

Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)

Genus : Cajanus

Spesies : Cajanus cajan (L.) Millsp


Struktur Daun dan Bunga Kacang Gude
Bentuk Daun dan Buah Kacang Gude

Kacang yang di Inggris dikenal dengan nama Pigeon pea ini memiliki

banyak nama lokal di Indonesia diantaranya adalah kacang hiris (Sunda), kacang

bali, kacang gude, gude, kacang kayu (Jawa), kance (Bugis), kacang iris dan

kacang turis. Tanaman ini diduga berasal dari Afrika, Pusat keanekaragaman yang

kedua adalah India yang saat ini sudah menyebar sampai negara-negara tropis dan

sub tropis. Daerah penanaman kacang gude di Indonesia adalah Yogyakarta,


Surakarta, Madiun, Bondowoso, Malang, Probolinggo, Bali, NTB dan NTT.

Potensi hasil panen kacang gude adalah sebesar 2,5 ton/ha.

Kacang gude juga banyak digunakan sebagai pakan ternak. Daunnya

merupakan pakan yang sangat baik dengan nilai gizi yang tinggi. Biji gude telah

direkomendasikan sebagai alternatif jagung, bungkil kedelai atau bungkil kacang

tanah dalam pakan broiler di Nigeria. Jenis gude tertentu juga digunakan sebagai

kayu bakar, keranjang tenun, dan atap di desa-desa Afrika. Pemanfaatan kacang

gude sebagai pakan ternak akan membantu mengurangi biaya pemenuhan

kebutuhan pakan namun gizi ternak tetap terpenuhi, sehingga penanaman kacang

gude di setiap rumah tangga memberi banyak manfaat.

Salah satu kacang-kacangan di Indonesia yang belum begitu banyak

dimanfaatkan sebagai sumber pangan layaknya kedelai adalah kacang gude.

Kacang gude mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin yang cukup

tinggi. Berdasarkan pengujian di Laboratorium memberikan pengaruh terhadap

kandungan protein kecap. Dari hasil analisis diketahui bahwa kandungan protein

pada substitusi 0% sebesar 2,08%, substitusi 10% sebesar 2,86%, substitusi 20%

sebesar 3,13%, sedangkan pada substitusi 30% sebesar 4,20%.Uji kadar protein

menunjukkan adanya peningkatan jumlah protein yaitu dari konsentrasi kecap

substitusi kacang gude 0% kadar proteinnya 2,08%, pada konsentrasi substitusi

30% kadar proteinnya meningkat menjadi 4,20%. Melalui penelitian ini

diharapkan masyarakat lebih memanfaatkan kacang gude yang dapat diolah

menjadi kecap karena memberikan tingkat kesukaan yang baik, serta sebagai salah

satu sumber protein nabati yang berbasis bahan makanan lokal.


BAB III

KESIMPULAN

Kacang gude merupakan sumber serat kasar yang baik, juga mineral

penting seperti besi, sulfur, kalsium, potasium, mangan, dan vitamin larut air

terutama thiamin, riboflavin, niasin. Kandungan mineral kacang gude beserta

profil proteinnya mirip dengan kedelai, kecuali methionin yang kadarnya rendah.

Kacang gude juga banyak digunakan sebagai pakan ternak. Pemanfaatan kacang

gude sebagai pakan ternak akan membantu mengurangi biaya pemenuhan

kebutuhan pakan namun gizi ternak tetap terpenuhi, sehingga penanaman kacang

gude di setiap rumah tangga memberi banyak manfaat.


DAFTAR PUSTAKA

Desinta. A. 2014. Pengaruh Substitusi Kacang Gude (Cajanus cajan) Terhadap


Kadar Protein Dan Daya Terima Kecap Kedelai. Unnes Journal of Public
Health. 3 (3).

Maintang, A. P. Hanifa dan R. Agustin. 2014. Potensi kacang gude sebagai


komponen diversifikasi pangan. Seminar Nasional.

Primiani, C. N. dan Pujiati. 2016. Leguminoceae kacang gude (Cajanus cajan) dan
manfaatnya untuk kesehatan. Seminar Nasional Hasil Penelitian.