Anda di halaman 1dari 14

PROGRAM KERJA (PROKER)

SUB KOMITE MUTU KEPERAWATAN

BADAN LAYANAN UMUM DAERAH ( BLUD )


RUMAH SAKIT KONAWE
TAHUN 2017
PROGRAM KERJA SUB KOMITE MUTU KEPERAWATAN
BLUD RUMAH SAKIT KONAWE
TAHUN 2017

A. PENDAHULUAN
Pelayanan yang berkualitas merupakan cerminan dari sebuah proses yang
berkesinambungan dengan berorientasi pada hasil yang memuaskan. Dalam perkembangan
masyarakat yang semakin kritis, mutu pelayanan rumah sakit tidak hanya disorot dari aspek
klinis medisnya saja namun juga dari aspek keselamatan pasien dan aspek pemberian
pelayanannya, karena muara dari pelayanan rumah sakit adalah pelayanan jasa.
Peningkatan mutu adalah program yang disusun secara objektif dan sistematik untuk
memantau dan menilai mutu serta kewajaran asuhan terhadap pasien, menggunakan peluang
untuk meningkatkan asuhan pasien dan memecahkan masalah-masalah yang terungkap.
(Jacobalis S, 1989).

B. LATAR BELAKANG
Rumah Sakit adalah suatu Institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, padat pakar
dan padat modal. Kompleksitas ini muncul karena pelayanan di rumah sakit menyangkut
berbagai fungsi pelayanan, pendidikan dan penelitian, serta mencakup berbagai tingkatan
maupun jenis disiplin. Agar rumah sakit harus memiliki sumber daya manusia yang
professional baik dibidang teknis medis maupun administrasi kesehatan. Untuk menjaga dan
meningkatkan mutu, rumah sakit harus mempunyai suatu ukuran yang menjamin
peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Pengukuran mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit sudah diawali dengan penilaian
akreditasi rumah sakit yang mengukur dan memecahkan masalah pada tingkat input proses.
Pada kegiatan ini rumah sakit harus melakukan berbagai standard dan prosedur yang telah
ditetapkan. Rumah sakit.
Untuk menjamin mutu pelayanan yang diterima oleh masyarakat di BLUD Rumah
Sakit Konawe (secara khusus di bidang pelayanan keperawatan ) Maka Sub Komite mutu
pelayanan keperawatan membuat program kerja untuk meningkatkan pelayanan keperawatan
di BLUD Rumah Sakit Konawe.

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


1. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan/kebidanan di BLUD Rumah Sakit
Konawe.
2. Tujuan Khusus
a. Mewujudkan profesionalisme dalam pelayanan keperawatan/ kebidanan.
b. Memberikan masukan kepada pimpinan rumah sakit berkaitan dengan
profesionalisme perawat/bidan dalam memberikan pelayanan keperawatan/kebidanan.
c. Menyelesaikan masalah-masalah terkait dengan penerapan disiplin dan kode etik
keperawatan/kebidanan.

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Tata Kelola dan Administrasi Keperawatan
a. Menyusun data dasar profil tenaga keperawatan sesuai area praktik
b. Sosialisasi Sistem Jenjang Karir kepada semua perawat
c. Merekomendasikan perencanaan pengembangan profesional berkelanjutan tenaga
keperawatan (continuing profesional develepment/CPD)
1) Mengadakan pertemuan ilmiah, pelatihan internal rumah sakit, berdasarkan hasil
assesment kompetensi dan kemajuan IPTEK
2) Mengadakan kegiatan ilmiah, pelatihan di luar rumah sakit bagi perawat sesuai
area praktik pada setiap jenjang karir
3) Merekomendasikam program pendidikan formal dilingkungan keperawatan sesuai
kualifikasi kompetensi pada setiap jenjang karir.
4) Mengadakan pembimbingan orientasi pada staf keperawatan baru sesuai
kompetensi yang telah ditetapkan.
2. Mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi standar mutu asuhan
keperawatan
a. Sosialisasi penggunaan SAK dan SPO bidang keperawatan
b. Revisi SAK menjadi NIC/NOC
c. Menyusun dan mengembangakan metode asuhan keperawatan profesional di BLUD
RS konawe
d. Menyusun dan mensosialisasikan standar etik profesi, hak dan kewajiban
perawat/bidan, hak dan kewajiban pasien dan peraturan rawat inap.
e. Pemantauan kelengkapan asessmen awal keperawatan 24 jam pertama
f. Memantau, mengevaluasi dan memastikan kepatuhan perawat/bidan terhadap SAK
dan SPO
g. Mengevaluasi dan meningkatkan mutu dokumentasi keperawatan/kebidanan
h. Mengidentifikasi dan memberikan rencana pengelolaan, pengadaan dan penggunaan
alat-alat kesehatan serta linen untuk pelayanan keperawatan
3. Mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi indikator penilaian mutu pelayanan
keperawatan
a. Aspek pelayanan
1) Pemantauan kejadian Dekubitus
2) Pemantauan kejadian ISK
3) Pemantauan kejadian infeksi luka infus
4) Pemantauan kejadian infeksi luka operasi
5) Pemantauan kejadian kematian pasien di rumah sakit
6) Pemantauan kejadian kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir
7) Pemantauan kejadian kematian pasca bedah
b. Aspek tingkat kepuasan pasien
1) Survey persepsi pasien terhadap mutu askep di rumah sakit
2) Mengidentifikasi dan mencari solusi pemecahan masalah terhadap adanya
keluhan pasien/keluarga.
c. Aspek keselamatan pasien
1) Pemantauan kesalahan identifikasi
2) Pemantauan kesalahan pemberian informasi
3) Pemantauan pasien jatuh
4) Pemantauan kejadian kesalahan obat
5) Pemantauan ketersediaan obat/alat emergency
6) Pemantauan ketersediaan oksigen
7) Pemantauan ketersediaan suction.
4. Melaksanakan upaya pengendalian mutu keperawatan
a. Audit keperawatan/supervisi keperawatan
b. Pembahasan kasus (diskusi refleksi kasus/presentasi kasus)
5. Memfasilitasi proses pendampingan bagi staf keperawatan yang membutuhkan, yaitu:
a. Sedang mengalami sanksi disiplin/mendapatkan pengurangan clinical privilege.
b. Sedang dalam proses hukum.
c. Sedang dalam masa pemulihan kewenangan klinis (mengacu pada hasil ujian
assement)

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Metode Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan program kerja sub komite mutu keperawatan dilakukan dengan
menggunakan beberapa metode pelaksanaan, yaitu sebagai berikut :
a. Pengumpulan data
b. Identifikasi dan penyusunan data
c. Survey/observasi
2. Tahapan Pelaksanaan
a. Sosialisasi Program
b. Pembentukan susunan organisasi
c. Pelaksanaan kegiatan
d. Monitoring dan Evaluasi
e. Pelaporan
F. SUMBER DANA
BLUD Rumah Sakit Konawe.

G. SASARAN
1. Perawat
2. Bidan

H. SKEDUL (JADWAL) PELAKSANAAN KEGIATAN


(terlampir)

I. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh sub komite mutu Keperawatan, setiap 3
bulan (triwulan).

J. PENCATATAN DAN PELAPORAN KEGIATAN


Pencatatan dalam bentuk laporan hasil kegiatan, yang kemudian diserahkan kepada ketua
komite keperawatan danoleh ketua komite keperawatan diteruskan kepada direktur BLUD
Rumah Sakit Konawe.

K. PENUTUP
Demikian telah disusun program kerja peningkatan mutu dan keselamatan pasien Rumah
Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Diharapkan dengan program kerja ini, dapat dipakai
sebagai pedoman kerja dalam meningkatkan mutu pelayanan.
PROGRAM KERJA SUB KOMITE MUTU KEPERAWATAN
BLUD RUMAH SAKIT KONAWE
TAHUN 2017

NO KEGIATAN TUJUAN SISTEM/MEKANISME WAKTU KETERANGAN


A. Tata Kelola dan Administrasi Keperawatan
1. Menyusun data dasar profil 1. UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Setiap tenaga keperawatan harus mengisi Bulan februari- - Koordinasi dengan
tenaga keperawatan sesuai area Sakit form profil tenaga keperawatan dan harus april tahun bidang
praktik 2. PP No. 32 tahun 1996 tantang tenaga melengkapi lampiran yang harus 2017 keperawatan
kesehatan disertakan berupa : - Koordinasi dengan
3. PERMENKES RI No. 49 tahun 2013 bidang
a. Surat Penugasan klinik dari Direktur
tentang komite keperawatan rumah sakit kepegawaian
b. Ijazah terakhir (SPK, D3, D4, S1,
4. PERMENKES Ners, S2 Kes, S2 Sp, S2 Lainnya)
No.HK.02.02/MENKES/148/I/2010 c. Sertifikat pelatihan (Minimal ada
tentang izin dan penyelenggaraan praktik sertifikat BLS/BHD/BTCLS, IPSG/
perawat sebagaimana telah diubah dengan Patien Safety/PPI, K3, dan sertifikat
PERMENKES No. 17 tahun 2013. pendukung keahlian/ sesuai
5. Secara khusus mapping profil akan kompetensinya)
dijadikan Data Base tenaga keperawatan
d. Uraian tugas dari atasan langsung
yang berfungsi untuk keperluan e. SIP/ STR
Akreditasi, menganalisa kebutuhan tenaga
keperawatan, peningkatan mutu profesi
dan menentukan pemberian tunjangan
kinerja sesuai jenjang karir.
2. Sosialisasi Sistem Jenjang Karir 1. PP No. 32 tahun 1996, tentang tenaga Melakukan uji kompetensi jenjang karir Bulan februari - Koordinasi dengan
kepada semua perawat kesehatan perawat (ujian Assesment) oleh assesor 2017 pihak diklat RS
2. SK KEPMENKES No. 1239 tahun 2001 yang telah di tunjuk. Proses - Koordinasi dengan
tentang registrasi dan praktik perawat pelaksanaannya dibagi dalam empat tahap bidang
3. SK MENPAN No. yaitu tahap pendaftaran, tahap proses keperawatan
94/KEP/M.PAN/11/2001 tentang jabatan pemenuhan kompetensi, tahap uji
fungsinal perawat dan angka kreditnya kompetensi (tertulis dan praktik) dan
4. Tujuan secara khusus yaitu meningkatkan tahap penetapan jenjang karir yang baru.
professionalisme dan akuntabilitas
perawat klinik yang bekerja di BLUD RS
Konawe sehingga mutu pelayanan
keperawatan juga meningkat.
3. Merekomendasikan 1. Pengembangan keprofesian berkelanjutan 1. Menentukan keterampilan karyawan - Koordinasi dengan
perencanaan pengembangan bagi perawat ini sesuai UU No. 36 tahun yang diperlukan untuk mencapai pihak diklat RS
profesional berkelanjutan 2009 tentang Kesehatan pasal 27 yang strategi kualitas yang ditentukan oleh - Koordinasi dengan
tenaga keperawatan (continuing menyatakan : Tenaga kesehatan dalam Rumah Sakit dengan menggunakan bidang
profesional develepment/CPD) melaksanakan tugasnya berkewajiban metode diantaranya adalah observasi, keperawatan
a. Mengadakan pertemuan mengembangkan dan meningkatkan wawancara, ujian assesment dan - Melakukan
ilmiah, pelatihan internal pengetahuan dan keterampilan yang sistem saran. kerjasama dengan
rumah sakit, berdasarkan dimiliki. 2. Melakukan penilaian kebutuhan pusat pendidikan
hasil assesment kompetensi 2. Secara khusus tujuan PKB perawat pelatihan secara periodik untuk dan pelatihan
dan kemajuan IPTEK Indonesia adalah meningkatkan mengidentifikasi topik topik yang tenaga keperawatan
b. Mengadakan kegiatan kompetensi profesional setiap perawat baru. terakreditasi.
ilmiah, pelatihan di luar sesuai dengan perkembangan ilmu 3. Menggunakan proses identifikasi
rumah sakit bagi perawat pengetahuan dan tekonologi di bidang kebutuhan berkelanjutan yang
sesuai area praktik pada kesehatan khususnya keperawatan, dengan meliputi evaluasi terhadap pelatihan
setiap jenjang karir memperhatikan kebutuhan masyarakat, yang telah diikuti karyawan dan saran
c. Merekomendasikam sehingga mutu pelayanan keperawatan dari unit bisnis maupun para manajer
program pendidikan formal dapat ditingkatkan akan diperlukannya suatu pelatihan
dilingkungan keperawatan baru.
sesuai kualifikasi 4. Melakukan Benchmarking (patok
kompetensi pada setiap duga) terhadap rumah sakit lain untuk
jenjang karir. menentukan apa yang mereka lakukan
d. Mengadakan pembimbingan dan dimana mereka melakukan
orientasi pada staf program pelatihan bagi para
keperawatan baru sesuai karyawannya.
kompetensi yang telah 5. Menentukan syarat minimal dan
ditetapkan. membuat list daftar usulan bagi
tenaga keperawatan yang ingin
melanjutkan pendidikan.

B. Mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi standar mutu asuhan keperawatan


1. Sosialisasi penggunaan SAK 1. UU No. 38 tahun 2014 tentang 1. Membuat jadwal sosialisasi Bulan februari - Koordinasi dengan
dan SPO bidang keperawatan keperawatan 2. Sosialisasi melibatkan kepala ruangan 2017 pihak diklat RS
2. UU RI No. 36 tahun 2009 tentang dan supervisi. - Koordinasi dengan
kesehatan 3. Sosialisasi dilakukan diruang bidang
3. UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah keperawatan atau ruangan khusus keperawatan
Sakit dalam bentuk diskusi, bimbingan
4. KEPMENKES RI No. langsung dan atau dalam bentuk
129/MENKES/SK/II/2008 tentang seminar.
2. Revisi SAK menjadi NIC/NOC standart pelayanan minimal rumah sakit 1. Membentuk tim penyusun dengan Bulan maret- - Koordinasi dengan
5. KEPMENKES RI No. berkoordinasi dengan bidang juni tahun bidang
1457/MENKES/SK/XII/2003 tentang keperawatan 2017 keperawatan
standart pelayanan minimal bidang 2. Menggunakan buku asuhan - Bekerja sama
kesehatan di kabupaten/kota keperawatan aplikasi Nanda dengan institusi
6. PERMENKES NIC/NOC pendidikan
No.HK.02.02/MENKES/148/I/2010 keperawatan/kebid
tentang izin dan penyelenggaraan praktik anan
perawat sebagaimana telah diubah dengan
3. Memantau, mengevaluasi dan PERMENKES No. 17 tahun 2013 1. Audit keperawatan Sertiap hari - Koordinasi dengan
memastikan kepatuhan 7. SK Direktorat Pelayanan Medik No. YM 2. Melakukan supervisi terjadwal bidang
perawat/bidan terhadap SAK 00.03.2.6.7637 tahun 1993 tentang 3. Melibatkan kepala ruangan keperawatan
dan SPO Standar asuhan Keperawatan (SAK) di
rumah sakit
8. Secara khusus tujuan penerapan SAK dan
SPO yaitu menjaga konsistensi tingkat
penampilan kenerja; meminimalkan
kegagalan, kesalahan dan kelalaian;
parameter untuk menilai mutu pelayanan;
memastikan penggunaan sumber daya
secara efisien dan efektif; menjelaskan
alur tugas, wewenang dan tanggung
jawab; mengarahkan pendokumentasian
yang adekuat dan akurat; dan menjamin
pemberian pelayanan keperawatan yang
berkualitas.
4. Menyusun dan 1. KEPMENKES RI No. Mekanime penyusunan dan Bulan maret- - Koordinasi dengan
mengembangakan metode 129/MENKES/SK/II/2008 tentang pengembangan metode Asuhan april tahun bidang
asuhan keperawatan profesional standart pelayanan minimal rumah sakit Keperawatan profesional melalui rapat 2017 keperawatan
di BLUD RS konawe 2. PERMENKES RI No. 10 tahun 2015 intensif anggota Tim Penyusun dan
5. Mengevaluasi dan tentang standart pelayanan keperawatan di selanjutnya dibahas dalam Lokakarya - Koordinasi dengan
meningkatkan mutu rumah sakit khusus yang para pesertanya terdiri dari Kepala bidang
dokumentasi 3. PERMENKES Bidang keperawatan
keperawatan/kebidanan No.HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Keperawatan, Komite Keperawatan,
tentang izin dan penyelenggaraan praktik kepala ruangan, perawat dan bidan.
perawat sebagaimana telah diubah dengan Lokakarya
PERMENKES No. 17 tahun 2013 tersebut bertujuan untuk memperoleh
4. SK Direktorat Pelayanan Medik No. YM masukan, kesepakatan dan
00.03.2.6.7637 tahun 1993 tentang kesamaan persepsi/pemahaman tentang
Standar asuhan Keperawatan (SAK) di metode Asuhan Keperawatan
rumah sakit meliputi isi termasuk cara menilai
5. Secara khusus bertujuan mengembangkan penerapan metode tersebut di Rumah
standar asuhan keperawatan yang ada Sakit.
menjadi lebih berkualitas dan memberi
kesempatan kepada tenaga keperawatan
untuk mengembangkan tingkat
kemampuan profesionalnya dalam
menegakkan asuhan keperawatan
6. Menyusun dan 1. UUD 1945, sebagaimana diatur dalam 1. Membentuk tim penyusun yang Setiap hari - Koordinasi dengan
mensosialisasikan standar etik Pasal 28 F dan 28 J tentang hak asasi berkoordinasi langsung dengan humas bagian humas
profesi, hak dan kewajiban manusia. dan bidang keperawatan rumah sakit
perawat/bidan, hak dan 2. UU No. 14 Tahun 2008 tentang 2. Membuat dan mengusulkan kepada - Koordinasi dengan
kewajiban pasien dan peraturan Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) bidang keperawatan untuk diteruskan bidang
rawat inap. 3. UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah kepada bagian humas rumah sakit. keperawatan
Sakit 3. Sosialisasi dilakukan secara
4. Surat Edaran Dirjen Pelayanan Medik No. berkesinambungan terutama pada
YM.01.04.3.5.2504 tentang Pedoman Hak pasien/keluarga pasien yang baru
dan Kewajiban Pasien, Dokter dan Rumah masuk baik secara lisan maupun
Sakit. tertulis.
5. Secara khusus bertujuan menciptakan dan
mempertahankan kepercayaan antara
perawat dan klien, perawat dan perawat
juga antara perawat dan masyarakat serta
demi terciptanya keamanan dan
kenyamanan dalam pelayanan di rumah
sakit
7. Pemantauan kelengkapan 1. KEPMENKES RI No. Menentukan indikator penilaian Setiap hari - Koordinasi dengan
asessmen awal keperawatan 24 129/MENKES/SK/II/2008 tentang pelaksanaan asessment awal pasien bidang
jam pertama standart pelayanan minimal rumah sakit berupa kuisioner atau daftar cheklist yang keperawatan,
2. PERMENKES RI No. 10 tahun 2015 berisi : komite medik, unit
tentang standart pelayanan keperawatan di 1. Kelengkapan informasi dari data penunjangdan unit
rumah sakit khusus keadaan fisik, psikologis, sosial, dan terkait lainnya
3. SK Direktorat Pelayanan Medik No. YM riwayat kesehatan pasien.
00.03.2.6.7637 tahun 1993 tentang 2. Analisis informasi dan data termasuk
Standar asuhan Keperawatan (SAK) di hasil laboratorium dan “Imajing
rumah sakit Diagnostic” (Radiologi) untuk
4. Memberi bantuan yang paripurna dan mengidentifikasi kebutuhan pelayanan
efektif pada semua orang yang kesehatan pasien.
memerlukan pelayanan kesehatan sesuai 3. Rencana pelayanan untuk memenuhi
dengan sistem kesehatan nasional serta semua kebutuhan pasien yang telah
menghasilkan keputusan tentang diidentifikasi.
pengobatan pasien yang harus segera
dilakukan dan kebutuhan pengobatan
lanjutan untuk emergensi, elektif atau
pelayanan terencana, bahkan ketika
kondisi pasien berubah
8. Mengidentifikasi dan 1. UU RI No. 44tahun 2009 bahwa rumah Tahapan yang perlu dievaluasi dalam Pada akhir - Koordinasi dengan
memberikan rencana sakit menjamin ketersediaan alat proses perencanaan yaitu tahun bidang
pengelolaan, pengadaan dan kesehatan 1. Tahap pemilihan alat sesuai keperawatan
penggunaan alat-alat kesehatan 2. UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kebutuhan - Koordinasi dengan
serta linen untuk pelayanan kesehatan, menjamin ketersediaan, 2. Kompilasi pemakaian dengan bidang
keperawatan pemerataan dan keterjangkauan penggunaan, perencanaan
perbekalan kesehatan 3. Metode yang digunakan dalam - Koordinasi dengan
3. Secara khusus dapat memperlancar menghitung kebutuhan alat bagian keuangan
kegiatan pelayanan pasien sehingga 4. Proyeksi kebutuhan dan penyesuaian
berdampak bagi peningkatan kualitas dengan anggaran.
pelayanan utamanya mutu asuhan
keperawatan yang diberikan kepada
pasien

C. Mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi indikator penilaian mutu pelayanan keperawatan


1. Aspek pelayanan 1. UU RI No. 38 tahun 2014 tentang 1. Audit keperawatan Setiap hari - Koordinasi dengan
a. Pemantauan kejadian keperawatan 2. Supervisi keperawatan bidang
Dekubitus 2. UU RI No. 36 tahun 2009 tentang 3. Rapat rutin keperawatan yang keperawatan
b. Pemantauan kejadian ISK kesehatan membahas pelaksanaan program Setiap hari - Koordinasi dengan
c. Pemantauan kejadian 3. KEPMENKES RI No. menjaga mutu yaitu : Setiap hari bidang pelayanan
infeksi luka infuse 129/MENKES/SK/II/2008 tentang - Menetapkan masalah mutu medik
d. Pemantauan kejadian standart pelayanan minimal rumah sakit - Menetapkan penyebab masalah Setiap hari - Koordinasi dengan
infeksi luka operasi 4. PERMENKES RI No. 10 tahun 2015 mutu pelayanan keperawatan bagian rekam
e. Pemantauan kejadian tentang standart pelayanan keperawatan di - Menetapkan cara penyelesaian Setiap hari medik
kematian pasien di rumah rumah sakit khusus masalah mutu
sakit 5. PERMENKES - Melaksanakan cara penyelesaian
No.HK.02.02/MENKES/148/I/2010 masalah mutu
f. Pemantauan kejadian tentang izin dan penyelenggaraan praktik - Menilai hasil dan menyusun saran
kematian ibu melahirkan perawat sebagaimana telah diubah dengan tindak lanjut
dan bayi baru lahir PERMENKES No. 17 tahun 2013 4. Melaporkan ke pihak terkait untuk
g. Pemantauan kejadian 6. SK Direktorat Pelayanan Medik No. YM dibahas dan diputuskan bersama Setiap hari
kematian pasca bedah 00.03.2.6.7637 tahun 1993 tentang
Standar asuhan Keperawatan (SAK) di
rumah sakit
7. Secara khusus sebagai tolok ukur dalam
meningkatkan mutu pelayanan dan upaya
menurunkan angka insiden keselamatan
pasien.

2. Aspek tingkat kepuasan pasien 1. UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah 1. Membuat kuisioner, Minggu I - Koordinasi dengan
a. Survey persepsi pasien Sakit mensosialisasikan dan membagikan pertriwulan bidang
terhadap mutu askep di 2. KEPMENKES RI No. kepada pasien/keluarga untuk di isi keperawatan
rumah sakit 129/MENKES/SK/II/2008 tentang 2. Mengumpulkan, merekap dan - Koordinasi dengan
b. Mengidentifikasi dan standart pelayanan minimal rumah sakit mempresentasikan hasil temuan. Minggu I bidang pelayanan
mencari solusi pemecahan 3. Surat Edaran Dirjen Pelayanan Medik No. 3. Rapat rutin keperawatan yang pertriwulan medik
masalah terhadap adanya YM.01.04.3.5.2504 tentang Pedoman Hak membahas pelaksanaan program
keluhan pasien/keluarga dan Kewajiban Pasien, Dokter dan Rumah menjaga mutu yaitu :
Sakit. - Menetapkan masalah mutu
4. Secara khusus sebagai dasar dalam upaya - Menetapkan penyebab masalah
peningkatan mutu penerapan standar mutu pelayanan keperawatan
asuhan keperawatan dengan melibatkan - Menetapkan cara penyelesaian
pasien dalam perencanaan dan masalah mutu
pelaksanaan pelayanan kesehatan - Melaksanakan cara penyelesaian
masalah mutu
- Menilai hasil dan menyusun saran
tindak lanjut
4. Melaporkan ke pihak terkait untuk
dibahas dan diputuskan bersama

3. Aspek keselamatan pasien 1. UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah 1. Audit keperawatan Setiap hari - Koordinasi dengan
a. Pemantauan kesalahan Sakit 2. Supervisi keperawatan bidang
identifikasi 2. UU RI No. 38 tahun 2014 tentang 3. Rapat rutin keperawatan yang keperawatan
b. Pemantauan kesalahan keperawatan membahas pelaksanaan program Setiap hari - Koordinasi dengan
pemberian informasi 3. PERMENKES menjaga mutu yaitu : bagian rekam
c. Pemantauan pasien jatuh No.1691/MENKES/PER/VIII/2011 - Menetapkan masalah mutu Setiap hari medik
d. Pemantauan kejadian 4. PERMENKES - Menetapkan penyebab masalah Setiap hari - Koordinasi dengan
kesalahan obat No.HK.02.02/MENKES/148/I/2010 mutu pelayanan keperawatan bagian perencanaan
e. Pemantauan ketersediaan tentang izin dan penyelenggaraan praktik - Menetapkan cara penyelesaian Setiap hari
obat/alat emergency perawat sebagaimana telah diubah dengan masalah mutu
f. Pemantauan ketersediaan PERMENKES No. 17 tahun 2013 - Melaksanakan cara penyelesaian Setiap hari
oksigen 5. KEPMENKES RI No. masalah mutu
129/MENKES/SK/II/2008 tentang - Menilai hasil dan menyusun saran
g. Pemantauan ketersediaan Setiap hari
standart pelayanan minimal rumah sakit tindak lanjut
suction
6. KEPMENKES RI No. 4. Melaporkan ke pihak terkait untuk
129/MENKES/SK/II/2008 tentang dibahas dan diputuskan bersama
standart pelayanan minimal rumah sakit
7. Secara khusus menjamin bahwa semua
bantuan diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan pasien dan mengurangi
kesenjangan/kelalaian dalam melakukan
tindakan keperawatan.

D. Melaksanakan upaya pengendalian mutu keperawatan

1. Audit keperawatan/supervisi 1. UU RI No. 38 tahun 2014 tentang Cara supervisi : Setiap hari - Koordinasi dengan
keperawatan keperawatan 1. Secara langsung pada kegiatan bidang
2. SK Direktorat Pelayanan Medik No. YM keperawatan yang sedang berlangsung keperawatan
00.03.2.6.7637 tahun 1993 tentang untuk memberikan pengarahan atau
Standar asuhan Keperawatan (SAK) di petunjuk dengan cara mendiskusikan
rumah sakit kasus-kasus pasien secara mendalam,
3. PERMENKES RI No. 10 tahun 2015 mendukung para perawat untuk
tentang standart pelayanan keperawatan di mengubah atau memodifikasi asuhan
rumah sakit khusus keperawatan, dan mendukung
4. Secara khusus yaitu untuk memberi pengembangan keterampilan
bantuan, membimbing atau mereview dan keperawatan dalam memberikan
mengevaluasi keefektifan asuhan asuhan keperawatan.
keperawatan serta menetapkan 2. Secara tidak langsung dilakukan
kelengkapan dan keakuratan melalui laporan baik tertulis maupun
pendokumentasian asuhan keperawatan lisan.
2. Pembahasan kasus (diskusi 1. Menciptakan iklim yang menunjang Presentase kasus pada setiap unit/ruangan Setiap 4 bulan - Koordinasi dengan
refleksi kasus/presentasi kasus) proses belajar mengajar dalam kegiatan perawatan dengan melibatkan komite sekali bidang
pendidikan bagi perkembangan tenaga medik dan unit terkait lainnya. keperawatan,
keperawatan komite medik dan
2. Menjadi indikator peningkatan mutu bidang terkait
keperawatan dalam pemecahan masalah lainnya.
keperawatan
3. Memberi kesempatan kepada tenaga
keperawatan untuk mengembangkan
tingkat kemampuan profesionalnya
E. Memfasilitasi proses pendampingan bagi staf keperawatan yang membutuhkan, yaitu:

1. Sedang mengalami sanksi 1. UUD 1945, sebagaimana diatur dalam 1. Audit keperawatan Situasional - Koordinasi dengan
disiplin/mendapatkan Pasal 28 F dan 28 J tentang hak asasi 2. Rapat komite bidang
pengurangan clinical privilege. manusia 3. Pelaksanaan pendampingan keperawatan,
2. Sedang dalam proses hukum. 2. UU RI No. 38 tahun 2014 tentang Situasional komite medik dan
keperawatan bidang terkait
3. UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah lainnya.
Sakit
4. Secara khusus membantu dalam
pemecahan kasus dan memberikan
perlindungan hukum sesuai dengan aturan
yang berlaku.
3. Sedang dalam masa pemulihan 1. UUD 1945, sebagaimana diatur dalam CE (clinic edukator) dan melakukan Selama 3 bulan - Koordinasi dengan
kewenangan klinis (mengacu Pasal 28 F dan 28 J tentang hak asasi “couch” bimbingan pasca bidang
pada hasil ujian assement) manusia (preceptor/mentorship) berdasarkan hasil pengumuman keperawatan
2. UU RI No. 38 tahun 2014 tentang ujian assesment ujian - Koordinasi dengan
keperawatan asessment tim assesor.
3. SK MENPAN No.
94/KEP/M.PAN/11/2001 tentang jabatan
fungsinal perawat dan angka kreditnya
4. Secara khusus yaitu membimbing dan
membantu perawat/bidan untuk
mendapatkan pemulihan kewenangan
klinis yang akan berefek pada peningkatan
kemampuan profesional dalam bekerja.