Anda di halaman 1dari 4

Application Note

Pengetahuan komponen pasif Elektronika II AN-02

Oleh: Tim Digiware

ada artikel sebelumnya telah dijelaskan bahwa resistor dan capasitor merupakan komponen
pasif elektronika. Didalam artikel ini akan dibahas mengenai kapasitor, dimana pokok bahasan
akan dititikberatkan pada pengetahuan tentang jenis kapasitor, cara mencari nilai dari
kapasitor, dan penggunaan kapasitor berdasarkan jenisnya.

Macam dan Penggunaan Kapasitor

Kapasitor merupakan komponen pasif elektronika yang sering dipakai didalam merancang
suatu sistem yang berfungsi untuk mengeblok arus DC, Filter, dan penyimpan energi listrik.
Didalamnya 2 buah pelat elektroda yang saling berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah
insulator. Sedangkan bahan yang digunakan sebagai insulator dinamakan dielektrik. Ketika
kapasitor diberikan tegangan DC maka energi listrik disimpan pada tiap elektrodanya. Selama
kapasitor melakukan pengisian, arus mengalir. Aliran arus tersebut akan berhenti bila kapasitor
telah penuh. Yang membedakan tiap - tiap kapasitor adalah dielektriknya. Berikut ini adalah jenis
– jenis kapasitor yang banyak dijual dipasaran.

Electrolytic Capacitor

Elektroda dari kapasitor ini terbuat dari alumunium yang


menggunakan membran oksidasi yang tipis. Karakteristik utama dari
Electrolytic Capacitor adalah perbedaan polaritas pada kedua
kakinya. Dari karakteristik tersebut kita harus berhati – hati di dalam
pemasangannya pada rangkaian, jangan sampai terbalik. Bila
polaritasnya terbalik maka akan menjadi rusak bahkan
“MELEDAK”. Biasanya jenis kapasitor ini digunakan pada
rangkaian power supply, low pass filter , rangkaian pewaktu.
Kapasitor ini tidak bisa digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi.
Biasanya tegangan kerja dari kapasitor dihitung dengan cara mengalikan tegangan catu daya
dengan 2. Misalnya kapasitor akan diberikan catu daya dengan tegangan 5 Volt, berarti
kapasitor yang dipilih harus memiliki tegangan kerja minimum 2 x 5 = 10 Volt.

Tantalum Capacitor

Merupakan jenis electrolytic capacitor yang elektrodanya terbuat


dari material tantalum. Komponen ini memiliki polaritas, cara
membedakannya dengan mencari tanda + yang ada pada tubuh
kapasitor, tanda ini menyatakan bahwa pin dibawahnya memiliki
polaritas positif. Diharapkan berhati – hati di dalam pemasangan
komponen karena tidak boleh terbalik. Karakteristik temperatur dan
frekuensi lebih bagus daripada electrolytic capacitor yang terbuat
dari bahan alumunium dan kebanyakan digunakan untuk sistem

Application note Halaman 1


yang menggunakan sinyal analog. Contoh aplikasi yang menggunakan kapasitor jenis ini adalah
noise limiter, coupling capacitor dan rangkaian filter.

Ceramic Capacitor
Kapasitor menggunakan bahan titanium acid barium untuk
dielektriknya. Karena tidak dikonstruksi seperti koil maka komponen
ini dapat digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi. Biasanya
digunakan untuk melewatkan sinyal frekuensi tinggi menuju ke
ground. Kapasitor ini tidak baik digunakan untuk rangkaian analog,
karena dapat mengubah bentuk sinyal. Jenis ini tidak mempunyai
polaritas dan hanya tersedia dengan nilai kapasitor yang sangat
kecil dibandingkan dengan kedua kapasitor diatas.

Multilayer Ceramic Capacitor

Bahan material untuk kapasitor ini sama dengan jenis kapasitor


keramik, bedanya terdapat pada jumlah lapisan yang menyusun
dielektriknya. Pada jenis ini dielektriknya disusun dengan banyak
lapisan atau biasanya disebut dengan layer dengan ketebalan 10
s/d 20 µm dan pelat elektrodanya dibuat dari logam yang murni.
Selain itu ukurannya kecil dan memiliki karakteristik suhu yang lebih
bagus daripada kapasitor keramik. Biasanya jenis ini baik digunakan
untuk aplikasi atau melewatkan frekuensi tinggi menuju tanah.

Polyester Film Capacitor

Dielektrik dari kapasitor ini terbuat dari polyester film. Mempunyai


karakteristik suhu yang lebih bagus dari semua jenis kapasitor di
atas. Dapat digunakan untuk frekuensi tinggi. Biasanya jenis ini
digunakan untuk rangkaian yang menggunakan frekuensi tinggi, dan
rangkaian analog. Kapasitor ini biasanya disebut mylar dan
mempunyai toleransi sebesar ±5% sampai ±10%.

Polypropylene Capacitor

Kapasitor ini memiliki nilai toleransi yang lebih tinggi dari polyester
film capacitor. Pada umumnya nilai kapasitansi dari komponen ini
tidak akan berubah apabila dirancang disuatu sistem dimana
frekuensi yang melaluinya lebih kecil atau sama dengan 100KHz.
Pada gambar disamping ditunjukkan kapasitor polypropylene
dengan toleransi ±1%.

Application note Halaman 2


Kapasitor Mika

Jenis ini menggunakan mika sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor


mika mempunyai tingkat kestabilan yang bagus, karena temperatur
koefisiennya rendah. Karena frekuensi karakteristiknya sangat
bagus, biasanya kapasitor ini digunakan untuk rangkaian resonansi,
filter untuk frekuensi tinggi dan rangkaian yang menggunakan
tegangan tinggi misalnya: radio pemancar yang menggunakan
tabung transistor. Kapasitor mika tidak mempunyai nilai kapasitansi
yang tinggi, dan harganya relatif mahal.

Polystyrene Film Capacitor

Dielektrik dari kapasitor ini menggunakan polystyrene film . Tipe ini


tidak bisa digunakan untuk aplikasi yang menggunakan frekuensi
tinggi, karena konstruksinya yang sama seperti kapasitor elektrolit
yaitu seperti koil. Kapasitor ini baik untuk aplikasi pewaktu dan filter
yang menggunakan frekuensi beberapa ratus KHz. Komponen ini
mempunyai 2 warna untuk elektrodanya, yaitu: merah dan abu –
abu. Untuk yang merah elektrodanya terbuat dari tembaga sedangkan warna abu – abu
terbuat dari kertas alumunium.

Electric Double Capacitor (Super Capacitor)

Jenis kapasitor ini bahan dielektriknya sama dengan kapasitor


elektrolit. Tetapi bedanya adalah ukuran kapasitornya lebih besar
dibandingkan kapasitor elektrolit yang telah dijelaskan di atas.
Biasanya mempunyai satuan F. Gambar bentuk fisiknya dapat
dilihat di samping, pada gambar tersebut kapasitornya memiliki
ukuran 0.47F. Kapasitor ini biasanya digunakan untuk rangkaian
power supply.

Trimmer Capacitor

Kapasitor jenis ini menggunakan keramik atau plastik sebagai


bahan dielektriknya. Nilai dari kapasitor dapat diubah – ubah
dengan cara memutar sekrup yang berada diatasnya. Didalam
pemutaran diharapkan menggunakan obeng yang khusus, agar
tidak menimbulkan efek kapasitansi antara obeng dengan tangan.

Tuning Capacitor

Kapasitor ini dinegara Jepang disebut sebagai “Varicons”, biasanya


banyak sekali digunakan sebagai pemilih gelombang pada radio.
Jenis dielektriknya menggunakan udara. Nilai kapasitansinya dapat
dirubah dengan cara memutar gagang yang terdapat pada badan
kapasitor kekanan atau kekiri.

Application note Halaman 3


Nilai Kapasitor

Untuk mencari nilai dari kapasitor biasanya dilakukan dengan melihat angka/kode yang
tertera pada badan kapasitor tersebut. Untuk kapasitor jenis elektrolit memang mudah, karena
nilai kapasitansinya telah tertera dengan jelas pada tubuhnya. Sedangkan untuk kapasitor
keramik dan beberapa jenis yang lain nilainya dikodekan. Biasanya kode tersebut terdiri dari 4
digit, dimana 3 digit pertama merupakan angka dan digit terakhir berupa huruf yang menyatakan
n
toleransinya. Untuk 3 digit pertama angka yang terakhir berfungsi untuk menentukan 10 , nilai n
dapat dilihat pada tabel dibawah.

Misalnya suatu kapasitor pada badannya tertulis kode 474J, berarti nilai kapasitansinya
4
adalah 47 + 10 = 470.000 pF = 0.47µF sedangkan toleransinya 5%. Yang harus diingat didalam
mencari nilai kapasitor adalah satuannya dalam pF (Pico Farad).

Daftar Referensi

- http://www.interq.or.jp/japan/se-inoue/e_parts.htm
- http://www.rohm.com/en/capacitor/what1.html

Application note Halaman 4