Anda di halaman 1dari 6

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESULITAN MAKAN

PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI TK GOWATA DESA TAENG


KEC. PALLANGGA KAB. GOWA

Hariani1, Mangsur M Nur2, Nurhidayah3


1POLTEKKES Kemenkes Makassar
2STIKES Nani Hasanuddin Makassar
3Universitas Hasanuddin Makassar

ABSTRAK

Kesulitan makan adalah suatu keadaan dimana anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau
mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah yang sesuai
usia secara fisiologis (alamiah dan wajar) yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan,
mengunyah, menelan hingga sampai terserat dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa
pemberian vitamin dan obat tertentu.(Widodo, 2009). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan
antara peran orang, lingkungan, jenis makanan dan gangguan psikologis dengan kesulitan makan pada
anak usia 3-5 tahun di Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. Gowa. Penelitian ini merupakan jenis
penelitian Survey Analitikdengan rancangan Cross Sectional study, populasi dalam penelitian ini adalah
orang tua dari anak didik TK sebanyak 60 orang didapatkan 53 responden.Pengumpulan data
dilakukan dengan kuesioner, analisa data mecakup analisis univariat dengan mencari distribusi
frekuensi, analisis bivariat dengan uji Chi-square (α=0,05). Hasil analisis bivariat di dapatkan hubungan
antara peran orang tua dengan kesulitan makan pada anak (ρ=0,006), terdapat hubungan antara
lingkungan dengan kesulitan makan pada anak (ρ=0,001), terdapat hubungan antara jenis makanan
dengan kesulitan makan pda anak (ρ=0,001), dan terdapat hubungan antara gangguan psikologis
dengan kesulitan makan pada anak (ρ=0,007). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat
hubungan antara peran orang tua, lingkungan, jenis makanan, dan gangguan psikologis dengan
kesulitan makan pada anak.

Kata kunci : Kesulitan Makan, Peran Orang Tua, Lingkungan, Jenis Makanan, Gangguan Psikologis

PENDAHULUAN kebutuhan nutrisi yang tidak seimbang seperti


Keluhan kesulitan makan didapatkan pada tidak suka makan, tidak mau atau tidak mampu
50 orang dari 109 orang subjek (45,9%), semua untuk makan padahal yang tidak disukai makan
memiliki gejala klinis esofagitis refluks. Subjek tersebut mengandung gizi yang seimbang
yang mengalami kesulitan makan 72% telah sehingga harapan dalam pemenuhan gizi
mengalami keluhan lebih dari 6 bulan (72%). harus selaras,serasi dan seimbang tidak
Riwayat regurgitasi ditemukan pada 44%, dan terlaksana, disamping itu pada anak sakit dapat
riwayat pemakaian NGT/ETT 10%. Sebagian di jumpai masalah masukan nutrisi yang kurang
besar subjek yang mengalami kesulitan makan sedangkan kebutuhan dalam tubuh semakin
memiliki status gizi kurang (58%) dan memiliki meningkat sehingga akan membutuhkan
gejala klinis. (Soepardi Soedibyo, dkk, 2009) makanan tambahan seperti kalori, vitamin, dan
Klinik perkembangan anak Affiliated mineral. (Behrman, RE dkk, 1996 dikutip oleh
Program for children Development di Alimul, 2012)
Universitas George town melaporkan jenis Gangguan makan merupakan penyakit
kesulitan makan pada anak sesuai dengan kompleks yang dapat meyerang anak dan
jumlahnya adalah hanya mau makan makanan remaja. Awalnya gangguan makan tersebut
cair atau lumat: 27,3%, kesulitan menghisap, hanya di laporkan pada golongan sosial
mengunyah atau menelan: 24,1%. Kebiasaan ekonomi menengah dan atas, tetapi pada saat
makan yang aneh dan ganjil: 23,4% tidak dilaporkan juga pada golongan sosial ekonomi
menyukai variasi banyak makanan : 11,1% rendah. Kelainan ini juga ditemukan pada
keterlambatan makan sendiri: 8,0% Mealing berbagai kelompok etnik dan ras. Bulimia
time tantrum: 6,1% (Widodo, 2009) Nervosa (BN) sering di jumpai daripada
Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak Anoreksia Nervosa (AN). Dilaporkan 19% dari
haruslah seimbang diantara zat gizi lain, pelajar wanita usia lanjut di belanda
mengingat banyak sekali yang kita temukan menunjukan gejala bulimia. Prevalensi BN
berbagai masalah dalam pemenuhan 1500 kasus dari 100.000 wanita muda. Onset

661
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 5 Nomor 6 Tahun 2015 ● ISSN : 2302-1721
rata-rata kejadian BN pada umur 18-19 tahun, dengan menggunakan jasa komputer progran
kelainan tersebut relatif lebih jarang pada masa SPSS versi 16,0.
remaja awal. (Kusumawati, 2010).
Dari informasi awal yang telah di dapat HASIL PENELITIAN
saat KKN pada orang tua dari murid TK Analisis Univaribel
Gowata desa Taeng kecamatan pallangga Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan
kabupaten Gowa umumnya orang tua Jenis Kelamin Anak Di TK Gowata Desa Taeng
mengeluh kesulitan makan pada anaknya Kec. Pallangga Kab. Gowa
berupa makan berlama lama, menepis suapan, Jenis Kelamin Jumlah (n) Persen(%)
menunda waktu makan dan hanya ingin Laki Laki 23 43,4
makanan tertentu saja. Menurut data yag Perempuan 30 56,6
diperoleh, jumlah murid TK Gowata desa Jumlah 53 100,0
Taeng kecamatan Pallangga Kabupaten gowa
yang akan dijadikan sebagai responden adalah Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan
sebanyak 53 orang. Umur Anak Di TK Gowata Desa Taeng Kec.
Pallangga Kab. Gowa
BAHAN DAN METODE Umur Anak(Tahun) Jumlah (n) Persen (%)
Desain, Lokasi, Populasi dan Sampel 3 7 13,2
Penelitian ini adalah survey analitik 4 14 26,4
dengan rancangan Cross Sectional study. 5 32 60,4
Dalam penelitian ini ingin mengetahui faktor- Jumlah 53 100,0
faktor yang berhubungan dengan kesulitan
makan pada anak usia 3-5 tahun di TK Gowata Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan
Kab. Gowa. Populasi dalam penelitian ini Peran Orang Tua Di TK Gowata Desa Taeng
adalah orang tua dari anak didik TK sebanyak Kec. Pallangga Kab. Gowa
60 didapatkan 53 rseponden sesuai dengan Peran Orang Tua Jumlah (n) Persen (%)
Baik 26 49,1
kriteria insklusi. Adapun kriteria dari sampel
Kurang 27 50,9
adalah sebagai berikut : Jumlah 53 100,0
1. Kriteria insklusi
a. Ibu yang mempunyai anak yang berumur Tabel 4 Distribusi Responden Berdasarkan
3-5 tahun Lingkungan Di TK Gowata Desa Taeng Kec.
b. Sehat jasmani dan rohani Pallangga Kab. Gowa
c. Mau diwawancarai
2. Kriteria ekslusi Lingkungan Jumlah (n) Persen %
a. Ibu mempunyai anak yang berumur Baik 44 83,0
kurang dari 3 tahun. Kurang Baik 9 17,0
b. Ibu dan anak yang sedang sakit Jumlah 53 100,0
c. Tidak bersedia diwawancarai
Tabel 5 Distribusi Responden Berdasarkan
Pengumpulan Data Jenis Makanan Di TK Gowata Desa Taeng Kec.
Metode pengumpulan data yang Pallangga Kab. Gowa
digunakan menggunakan teknik wawancara Jenis Makanan Jumlah (n) Persen (%)
terpimpin (Kuesioner) dan data di ambil dari Sehat 33 62,3
kantor TK Gowata Gowata Desa Taeng Tidak Sehat 20 37,7
Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Jumlah 53 100,0

Tabel 6 Distribusi Responden Berdasarkan


Analisis Data
Psikologi Anak Di TK Gowata Desa Taeng Kec.
Langkah pertama yang dilakukan
Pallangga Kab. Gowa
dalam penelitian ini adalah cleaning, coding, Psikologi Anak Jumlah (n) Persen (%)
skoring dan entering kedalam program SPSS Baik 40 75,5
untuk melihat apakah faktor-faktor yang Kurang Baik 13 24,5
berhubungan dengan kesulitan makan pada Jumlah 53 100,0
anak usia 3-5 tahun. Dengan menggunakan uji
statistik Chi-square dengan tingkat kemaknaan Tabel 7 Distribusi Responden Berdasarkan
α = 0,05, artinya Ho ditolak bila uji statistik Kesulitan Makan Di TK Gowata Desa Taeng
menunjukkan nilai ρ α 0,05, dan Ha diterima Kec. Pallangga Kab. Gowa
ρ α 0,05 berarti ada faktor-faktor yang Kesulitan
Jumlah (n) Persen (%)
berhubungan dengan kesulitan makan pada Makan
anak usia 3-5 tahun di TK Gowata Kab. Gowa., Baik 46 86,8
Sulit Makan 7 13,2
Jumlah 53 100,0

662
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 5 Nomor 6 Tahun 2015 ● ISSN : 2302-1721
Analisis Bivariabel Kesulitan Makan
Tabel 8 Hubungan Antara Peran Orang Tua Jenis Total
dengan Kesulitan Makan Pada Anak Di TK Tidak sulit Sulit
Makanan makan makan
Gowata Desa Taeng Kec. Pallangga Kab.
n % n % n %
Gowa.
Sehat 33 62,3 0 0 33 62,3
Kesulitan Makan Tidak
Peran 13 24,5 7 13,2 20 37,7
Tidak sulit Sulit Total Sehat
Orang
Tua makan makan Jumlah 46 86,8 7 13,2 53 100,0
n % n % n % ρ = 0,001
Baik 26 49,1 0 0 26 49,1
Kurang Berdasarkan tabel 10 menunjukan bahwa
20 37,7 7 13,2 27 50,9
Baik dari 33 responden (62,3) yang memiliki jenis
100, makanan sehat dan tidak sulit makan,
Jumlah 46 86,8 7 13,2 53
0 sedangkan terdapat 0 responden (0%) yang
ρ = 0,006 Jenis makanannya sehat tapi sulit makan. Dari
13 responden (24,5%) yang memiliki jenis
Berdasarkan tabel 8 menunjukan bahwa makanan tidak sehat dan tidak sulit makan,
dari 26 responden (49,1%) dengan peran orang sedangkan terdapat 7 Responden (13,2%)
tua baik dan anaknya tidak sulit makan, yang jenis makanannya tidak sehat dan
sedangkan 0 Responden (0%) peran orang tua anaknya mengalami sulit makan.
baik anaknya sulit makan.Dari 20 responden
(37,7%) yang peran orang tua kurang baik dan Tabel 11 Hubungan Antara Psikologis Anak
anaknya tidak sulit makan, sedangkan 7 dengan Kesulitan Makan Pada Anak Di TK
Responden (13,2%) yang peran orang tua Gowata Desa Taeng Kec. Pallangga Kab.
kurang baik anaknya sulit makan. Gowa.

Tabel 9 Hubungan Antara Lingkungan dengan Kesulitan Makan


Kesulitan Makan Pada Anak Di TK Gowata Psikologis
Tidak Total
Anak Sulit
Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. Gowa. sulit
makan
Kesulitan Makan makan
Tidak sulit Sulit Total n % n % n %
Lingkungan makan makan Baik 38 71,7 2 3,8 40 75,5
n Kurang
n % n % % 8 15,1 5 9,4 13 24,5
Baik
44 100,
Baik 42 79,2 2 3,8 83,0 Jumlah 46 86,8 7 13,2 53
0
9 ρ = 0,007
Kurang baik 4 7,5 5 9,4 17,0
Jumlah 46 86,8 7 13,2 53 100,0 Berdasarkan tabel 11 menunjukan bahwa
ρ = 0,001 dari 38 responden (75,5%) yang memiliki
psikologis anak yang baik dan tidak sulit
Berdasarkan tabel 9 menunjukan bahwa makan, sedangkan terdapat 2 responden
dari 42 responden (79,2%) yang memiliki (3,8%) yang memiliki psikologi anak baik dan
lingkungan baik dan anaknya tidak sulit makan, anaknya sulit makan.Dari 8 responden (15,1%)
sedangkan terdapat 2 responden (3,8) dengan yang memiliki psikologis anak kurang baik dan
lingkungan baik dan anaknya sulit makan.Dari tidak sulit makan, sedangkan terdapat 5
4 responden (7,5%) yang memiliki lingkungan Responden (9,4%) yang memiliki psikologi
kurang baik dan anaknya tidak sulit makan, anak kurang baik dan anaknya sulit makan.
sedangkan terdapat 5 Responden (9,4%) yang
lingkungannya kurang baik anaknya tidak PEMBAHASAN
mengalami sulit makan. 1. Hubungan Antara Peran Orang Tua dengan
Kesulitan Makan Pada Anak Di TK Gowata
Tabel 10 Hubungan Antara Jenis Makanan Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. Gowa.
dengan Kesulitan Makan Pada Anak Di TK Setelah dilakukan uji statistik
Gowata Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. Chi-square diperoleh nilai ρ=0,006 dengan
Gowa. demikian ρ=0,006 <α=0,05 sehingga Ha
diterima dengan interpretasi “Ada
Hubungan Antara Peran Orang Tua Dengan
Kesulitan Makan Pada Anak Usia 3-5 Tahun
Di TK Gowata Desa Taeng Kec. Pallangga
Kab. Gowa.

663
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 5 Nomor 6 Tahun 2015 ● ISSN : 2302-1721
Sebagaimana yang telah di kemukan sampai akhir hayatnya. Segala sesuatu
oleh (Adiningsi, 2010) bahwa ibu yang yang ada di sekitar anak baik di keluarga
berperan sebagai orang tua tunggal dan maupun tempat bermain yang dapat
pencari nafka utama. Juga pada anak mempengaruhi perilaku makan.
tunggal yang makan sendiri tanpa teman, Penelitian ini sejalan dengan penelitian
atau juga disebabkan anak yang di asuh yang dilalukanfitriani (2009), bahwa
oleh pengasuh yang kurang memahami lingkungan anak dapat berpengaruh pada
anak (secara psikologis), pengasuh yang tingkat pola makan anak yang dilakukan
berlaku kurang sabar. sehingga setiap orang tua harus
Penelitian ini sejalan dengan mengusahankan agar faktor-faktor yang
penelititan yang dilakukan oleh Fadillah termasuk dalam lingkungan dapat
(2009),mengatakan bahwa dari 19 orang diusahakan sedemikian rupa sehingga
anak dengan suasana makan bersama nantinya mempunyai pengaruh positif
keluarga di dapatkan sebagian besar terhadap pola makan.
terdapat pada anak tidak mengalami Menurut asumsi peneliti bahwa
kesulitan makan yaitu sebanyak 11 orang lingkungan yang baik dan anaknya tidak
(57,9 %). sulit makan 42 responden (79,2%) karena
Menurut asumsi peneliti, Peran orang kemungkinan anak tersebut bergantung
tua baik dan anaknya tidak sulit makan 26 kepada lingkungan apabila lingkungan baik
responden (49,1%) karena orang tua maka anak pun nyaman begitu pula
memberikan perhatian khusus tentang sebaliknya sebagaimana dalam teorinya
makanan anak. yang dilandasi oleh rasa Nurfadillah (2009) bahwa lingkungan anak
kasih sayang sehingga anak tersebut dapat berpengaruh pada tingkat pola
merasa nyama dalam keluarga tersebut, makan. Sedangkan lingkungan yang baik
sedangkan peran orang tua kurang baik dan dan anaknya sulit makan 2 responden
anaknya tidak sulit makan 20 responden (3,8%) kemungkinan anak tersebut tidak
(37,7%) kemungkinan anak tersebut tidak bergantung kepada lingkungan karena
bergantung dengan orang tuanya dalam hal mungkin orang lebih memperhatikan
mengatur jadwal makan atau perhatian masalah variasi makanan yang telah
khusus sehinga anak tersebut terbiasa diberikan kepada anak sehingga anak
dengan kondisi yang ada dalam tersebut terbiasa dengan kondisi tersebut.
keluarganya itu. Dan peran orang tua Kemudian lingkungan yang kurang baik dan
kurang baik dan anaknya sulit makan 7 anaknya tidak sulit makan 4 responden
responden (13,2%) kemungkinan orang tua (7,5%) kemungkinan anak tersebut sudah
menyajikan makan disamakan dengan terbiasa dengan lingkungan tersebut dalam
orang dewasa sehigga nafsu makan anak keluarganya sejak kecil sehingga persoalan
berkurang orang tua memaksa anaknya lingkungan tidak terlalu di perhatikan dalam
makan dengan porsi tertentu sesuai keluarganya sedangkan lingkungan kurang
keinginan orang tua (8,2%). baik dan anaknya sulit makan 5 rsponden
2. Hubungan Antara Lingkungan dengan (9,4%) karena anak tersebut tidak merasa
Kesulitan Makan Pada Anak Di TK Gowata nyama pada saat makan dalam lingkungan
Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. Gowa. yang kurang baik sehinga hal itu membuat
Setelah dilakukan uji statistic Chi- anak lama kelamaan berpengaruh pada
square diperoleh nilai ρ=0,001 dengan sulitan makan selanjutnya pada saat
demikian ρ=0,001 <α=0,05 sehingga Ha diberikan makan karena kondisi lingkungan
diterima dengan interpretasi Ada Hubungan yang kurang baik. Maka lingkungan yang
Antara Lingkungan Dengan Kesulitan baik juga berpengaruh besar terhadap
Makan Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di TK kesulitan makan pada anak.
Gowata Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. 3. Hubungan Antara Jenis Makanan dengan
Gowa. Kesulitan Makan Pada Anak Di TK Gowata
Menurut (Mansur Herawati, 2014) Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. Gowa.
Lingkungan merupakan faktor yang sangat Setelah dilakukan uji statistic Chi-
menentukan tercapai atau tidaknya potensi square diperoleh nilai ρ=0,001 dengan
bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan demikian ρ=0,001 <α=0,05 sehingga Ha
memungkinkan tercapainya potensi bawaan diterima dengan interpretasi “Ada
dan sebaliknya lingkungan yang kurang baik Hubungan Antara Jenis Makanan Dengan
akan menghambat potensianya. Kesulitan Makan Pada Anak Usia 3-5 Tahun
Lingkungan ini merupakan lingkungan bio- Di TK Gowata Desa Taeng Kec. Pallangga
fisika-psiko-sosial yang memengaruhi Kab. Gowa.
individu setiap hari, mulai dari konsepsi

664
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 5 Nomor 6 Tahun 2015 ● ISSN : 2302-1721
Penelitian ini sejalan dengan yang Di Perumahan Top Amin Mulya Jakabaring
penelitiannya Rahmawati (2011),yang Palembang Tahun.2009”, dimana dari
menyatakan bahwa didapatkan adanya 59,3% anaknya mengalami kesulitan makan
hubungan antara jenis makanan dengan pda penelitiannya semuanya mengalami
kesulitan makan pada anak. Hal ini tekanan dari orang tua atau pengasuhnya
dibuktikan dengan hasil penelitian yang sehingga psikologi anak mempengaruhi
menunjukkan bahwa dari 30 responden perilaku makan
mayoritas responden yaitu 16 responden Menurut asumsi peneliti psikologi anak
memiliki jenis makanan kurang baik, baik dan anaknya tidak sulit makan 38
terdapat 14 responden yang anaknya rsponden (71,7%) karena mungkin orang
mengalami sulit makan sedangkan hanya 2 yang memberikan makanan pada anak
responden yang tidak sulit makan. dengan kasih sayang, perhatian dan lain-
Menurut asumsi peneliti bahwa jenis lain sehinga anak tersebut tidak merasa
makanan yang sehat dan anaknya tidak sulit terbebani psikologisnya ketika makan,
makan 33 responden (62,3%) karena sedangkan psikologi anak yang baik dan
mungkin pengetahuan orang tua tentang anaknya sulit makan 2 rsponden (3,8%)
variasi makanan sangatlah di perhatikan kemungkinan anak tersebut psikoliginya
dalam keluarga sehinga anak tersebut dalam keadaan baik akan tetapi
merasa senang ketika makanan yang lingkungannya yang kurang mendukung
diberikan itu bervariasi pada saat makan sehinga mengganggu nafsu makan anak
sedangkan jenis makanan yang kurang menurun, sedangkang psikologi anak tidak
sehat dan anaknya tidak sulit makan 13 baik dan anaknya tidak sulit makan 8
responden (24,5%) kemungkinan anak responden (15,1%) kemungkinan anak
tersebut terbiasa jajan di sekoah sehingga tersebut terbiasa dengan kondisi dalam
hanya menyukai jenis makanan tertentu jadi keluarganya yang suka marah marah ketika
kalau orang tuanya memberikan variasi di panggil makan akan tetapi hidangan
makanan anak tidak terlalu menyukainya makanan yang disediakan oleh ibunya
kalau bukan jajanan yang ada di sekolah memberikan variasi makanan yang
sedangkan jenis makanan yang kurang semenarik mungkin untuk menarik
sehat dan anaknya sulit makan 7 responden perhatian anak untuk makan, dan yang
(13,2%) kemungkinan anak tersebut harus psikologi anaknya tidak baik dan anaknya
menjadi perhatian orang bahwa jenis sulit makan 5 responden (13,2%).
makanan kurang baik maka mana nafsu
makan anak akan terganggu maka pada KESIMPULAN
saat mau memberikan makan pada anak Ada Hubungan Antara Peran Orang Tua
orang harus memberikan variasi makanan dengan Kesulitan Makan, lingkungan, jenis
yang semenarik mungkin untuk menarik makanan, dan psikologis Pada Anak Di TK
perhatian anak untuk makan. Gowata Desa Taeng Kec. Pallangga Kab.
4. Hubungan Antara Psikologis Anak dengan Gowa.
Kesulitan Makan Pada Anak Di TK Gowata
Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. Gowa. SARAN
Berdasarkan uji statistic Chi-square 1. Kepada masyarakat khususnya orang tua
diperoleh nilai ρ=0,007 dengan demikian yang berada di Desa Taeng Kec Pallngga
ρ=0,007 <α=0,05 sehingga Ha diterima Kab. Gowa agar memperhatikan pola
dengan interpretasi “Ada Hubungan Antara makan anaknya karena pola makan yang
Gangguan Psikologis Dengan Kesulitan teratrur menghasilkan status gizi yang baik
Makan Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di TK yang menunjang kesehatan anak.
Gowata Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. 2. Kepada peneliti selanjutnya yang berminat
Gowa. Menurut teori ungkapkan oleh untuk meneliti tentang faktor-faktor yang
Widodo (2009), Gangguan pskologis bisa berhubungan dengan kesulitan makan pada
dianggap sebagai penyebab bila kesulitan anak usia 3-5 tahun diharapkan lebih
makan itu waktunya bersamaan dengan memperdalam penelitian untuk memperoleh
masalah psikologis yang dihadapi. Bila hasil yang lebih memuaskan.
faktor psikologis tersebut membaik maka 3. Kepada petugas kesehatan agar
gangguan kesulitan makanpun akan memberikan penyuluhan tentang
membaik. pentingnya memberikan jenis makanan
Hasil penelitin ini sejalan dengan yang baik dan benar.
penelitiannya fitriani (2009) dengan judul 4. Kepada orang tua agar menjaga lingkungan
“Gambaran Penyebab Kesulitan Makan yang selalu bersih di lingkungan keluargaitu
Pada Anak Usia Prasekolah Usia 3-5 Tahun sendiri

665
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 5 Nomor 6 Tahun 2015 ● ISSN : 2302-1721
DAFTAR PUSTAKA

Anonim http : // www. materi sma. Com / 2014 / 03 / macam - macam - gangguan - sistem-pencernaan .
html diakses pada jam19.09 tanggal 27-05-2014

Adiningsi Sri.2010.Waspadai Gizi Balita Anda. penerbit Gramedia-Jakarta.

Anggraini, Yanti. 2008. Menu Sehat Alami Untuk Batita Dan Balita. Demedia Jakarta

Fitriani Fadillah. Gambaran Penyebab Ksulitan Makan Pada Anak Usia Prasekolah Usia 3-5 Tahun Di Perumahan
Top Amin Mulya Jakabaring Palembang Tahun.2009. Skripsi Tidak Di Terbitkan. Banda Aceh.
STIKES U’Budiyah Banda Aceh

Harinda Loraine.2012. Proporsi dan status gizi pada anak usia prasekolah dengan kesulitan makan di semarang.
Skripsi tidak di terbitkan. Semarang. Fakultas kedokteran. Universitas diponerogo.

Hidayah Alimul Aziz.2012. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Salemba medika. Jakarta.

Hidayah Alimul Aziz.2009. pengantar kebutuhan dasar manusia. Salemba medika. Jakarta.

Hidayah Alimul Aziz. 2014, Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Penerbit salemba medika.

Judarwanto Widodo,2009.kesulitan makan, pemberian nutrisi dan gangguan perilaku. (online) http://
childrenclinic.wordpress. Com/2009/08/02/ sulit-makan-dan-gangguan- perilaku/ diakses pada jam
17.37 tanggal 27-05-2014

Jurnal psikologi.Budi andayani. Profil keluarga anak anak bermasalah. http://jurnalpsikologi.files.profil-keluarga-


anak-anak-bermasalah-UGM-tahun-2009.pdf. Diakses pada tanggal 20/09/2014 jam 23.21wita.

Jurnal, syatriani sri. Faktor yang berhubungan dengan status gizi


bayi.http://jurnalmediagizipangan.files.wordpress. Com /2012/03/10-faktor- yang- berhubungan-
dengan- status- gizi- bayi-di-kelurahan-bira-kota- makassar-tahun-2010.pdf. Diakses pada tanggal
9/05/2014 jam 16.00 wita

Kusuma wati erna & Proverawati atikah.2011. Ilmu gizi untuk keperawatan dan kesehatan. penerbit Medical Book.

Mansur herawati & Budiarti temu. 2014. psikologi ibu dan anak. Edisi 2. penerbit salemba medika-Jakarta

Mariana Hanna.2013. Perilaku Ibu Dalam Mengatasi Kesulitan Makan Pada Anak Dibawah Usia Lima Tahun
(Balita) Di Kelurahan Hutang Tonga-Tonga Sibolga. Skripsi tidak di terbitkan. Universitas Sumatra
utara.

Notoatmojo soekidjo. 2012. Metodologi penelitian kesehatan. edisi revisi. Diterbitkan oleh PT Rineka Cipta

Nurjannah. 2013. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Picky Eater (Sulit Makan) Pada Balita Di
TK Negeri Pembina Kec. Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Skripsi Tidak Di Terbitkan. Banda Aceh.
STIKES U’Budiyah Banda Aceh

Rahmawati. 2011. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesulitan Makan Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di TK
Perwanida Batu-Batu Kabupaten Soppeng.Skripsi Tidak Di Terbitkan. Makassar. STIKES Nani
Hasanuddin.

Riyadi sujono & sukarmin. 2009. Asuhan keperawatan pada anak.penerbit Graha Ilmu-yogyakarta

Sugiyono, 2013. Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung

Soedibyo Soepardi, Mulyani Lia Raden. Kesulitan makan pada pasien pediatri rawat jalan.
http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/11-2-1.pdf diakses pada tnggal 5-06-14 jam 16.00

666
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 5 Nomor 6 Tahun 2015 ● ISSN : 2302-1721