Anda di halaman 1dari 3

1.

Setuju, karena deviasi standar dipakai untuk menghitung penyimpanan dari nilai rata –
rata, yang dimana semakin besar penyimpanan maka makin besar pula resikonya
(penyimpanan = indicator resiko).

4. Kelemahan VAR (Value At Risk)

a. VAR ditunjukan pada kondisi normal Market Environment sehingga tidak dapat
menangkap Event Risk dari execeptional market circimtance.

b. VAR didasarkan kepada End Of Day sehingga tidak dapat menghitung intra day
trading.

c. Masa depan tidak dapat selalu diperkirakan berdasarkan kejadian masa lalu.

5. Karena perhitungan model VAR itu berpengaruh pada histori data masa lalu yang mana jika
data satu hari dengan satu bulan otomatis memliki perbedaan banyaknya data atau jumlah
data.

6. Sebagai contoh kelompok kami mengambil seperti yang dibuku yakni kondisi ekstrim saat
Rusia tidak bisa membayar lagi utang utangnya di tahun 1990-an, saat kondisi ekstrim ini
terjadi maka hal ini akan sangat berpengaruh mulai dari kenaikan tingkat bunga yang
ekstrim, penurunan harga saham yang ekstrim serta hal lainnya.

Kondisi ini dapat ditanggunglangi dengan dari pihak perusahaan dapat menanamkan modalnya
tidak hanya pada Negara asalnya, menyimpan uangnya untuk kebutuhan hal yang tak
terduga seperti ini.

Dari pihak investor , kami sarankan untuk tidak hanya menanamkan modalnya kepada satu
tempat melainkan beberapa tempat lain (sebagai gambaran saat rusia mengalami penurunan
tentu saja itu tidak terlalu tepengaruh kepada Asia, Afrika, maupun lainnya).

Market Environment = Lingkungan Pasar

Event Risk = kejadian risiko

Exeptional market Circimtance = keadaan risiko yang luar biasa

End Of Day = hari akhir


Intra Day Trading = aksi melakukan penjualan dalam satu hari kerja saham atau batas
maksimal dua hari

Faktor fundamental ekonomi =

Terjadinya peristiwa besar dalam ekonomi dan politik =

Campur tangan financial authorities =

Perimbangan kekuatan permintaan dan penawaran =

Likuiditas pasar =

Suburnya kegiatan arbitrage =

Resiko pasar adalah merupakan kondisi yang dialami oleh suatu perusahaan yang
disebabkan oleh perubahan situasi pasar di luar dari kendali perusahaan.

Munculnya resiko pasar karena harga pasar bergerak dalam arah yang merugikan
organisasi atau perusahaan.

VAR adalah kerugian maksimum yang tak akan dilewati untuk suatu probabilitas yang
didefinisikan sebagai tingkat kepercayaan (confidence level) selama suatu periode waktu tertentu.

VAR metode historis (back simulations) mengukur resiko berdasarkan data – data historis dari
unit yang akan diukur. Selanjutnya data yang telah dikumpulkan diurutkan yang dimulai dengan
data terkecil sampai terbesar. Dari urutan ini selanjutnya dapat dilakukan dengan data terkecil
sampai yang terbesar.

VAR metode modeling

VAR simulasi monte carlo

Simulasi Monte Carlo berisi simulasi berulang proses acak yang dikaitkan dengan harga dan suku
bunga pasar. Masing-masing simulasi menciptakan suatu nilai yang mungkin untuk portfolio pada
horizon yang ditargetkan. Jika skenario simulasi diulang-ulang makin banyak, akan diperoleh nilai
yang makin stabil. VaR dihitung dari distribusi yang diperoleh dari hasil simulasi tersebut.
Tahapan mengukur VaR dengan pendekatan simulasi Monte Carlo:

1.Identifikasi seluruh faktor risiko relevan.

2.Bentuk jalur-jalur harga, menggunakan angka acak yang dihasilkan oleh generator pembangkit
angka acak.

3.Nilai portfolio untuk setiap jalur atau skenario. Setiap jalur menciptakan seperangkat nilai untuk
faktor risiko untuk setiap sekuritas dalam portfolio yang akan digunakan sebagai input pemodelan
harga. Proses ini diulang-ulang sampai diperoleh distribusi yang stabil.

GENERAL MARKET RISK

Disebabkan kebijkan yg dilakukan oleh suatu lembaga terkait sehingga dapat


mempengaruhi sluruh sector bisnis

SPECIFIK MARKET RISK

Adalah suatu bentuk resiko yang hanya dialami secara khusus pada satu sector atau
sebagian bisnis saja tanpa bersifat menyeluruh.