Anda di halaman 1dari 9

NAMA : Fitriansyah Fajri

NIM : 17 111 024 310 385


KELAS : 6/A Manajemen Keuangan

SOAL KUIS 1

1. a) Perilaku organisasi merupakan salah satu sistem, apa yang dimaksud dengan sistem
dan berikan contohnya?
b) 4 unsur dalam organisasi, sebutkan, uraikan, jelaskan, dan berikan contohnya!
2. a) mengapa perilaku organisasi terkai tindakan-tindakan manusia dapat terukur dan
dapat
diamati, uraikan dan jelakas?

b) tingkat analitis dalam perilaku organisasi selalu meperhatian individu/masyarakat,


infrastruktur, suprastruktur, dan tidak lepas perhatiannya terhadap faktor-faktor
lingkungan?

3. a) tujuan memehami perilaku organisasi setidaknya ada 3 hal:


1. prediksi
2. eksplanasi
3. pengendalian
uraikan dan jelaskan dari masing-masing hal tersebut dan berikan gambar

b) perilaku individu dipengaruhi oleh:


1. effort
2. ability
3. situasi lingkugan
uraikan dan jelaskan dari masing-masing hal tersebut dan berikan gambar

4. a) perilaku dapat dimodifikasi ke arah baik itu organisasi maupun individu yaitu:
1. atecedence
2. behaviaor
3. konsekuensi
apa yang dimaksud dengan hal tersebut, uraikan, jelaskan dan berikan contohnya

b) uraikan dan jelaskan pengetahuan anda tentang politik bila menghadapi pilpres 2018.
Uraikan terkait dengan perlaki organisasi politik/partai masing-masing
JAWAB
1. a) Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu
untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa
Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang
dijelaskan oleh beberapa ahli.
Contoh sistem informasi:
 Sistem layanan/informasi akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh
data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester. Dengan
adanya layanan sistem informasi ini, sangat memudahkan mahasiswa dalam setiap
kepentingannya,

 Sistem pemesanan tiket secara online, misalnya pemesanan tiket kereta atau
pesawat. Melalui sistem informasi ini kita tidak harus lagi cape antri di loket untuk
membeli tiket, kita cukup buka internet kemudian melakukan transaksi untuk
pembelian atau pemesanan tiket yang kita perlukan, sehingga menghemat waktu
juga hemat tenaga dan meminimalisir kemungkinan kehabisan tiket.

 Sistem SMS Banking dan Internet Banking, SMS Banking adalah layanan
informasi perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon
Selular/handphone dengan menggunakan media SMS (short message service).
SMS Banking merupakan layanan yang disediakan Bank menggunakan sarana
SMS untuk melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan ,
misalnya cek saldo, mutasi rekening,pembayaran (kartu kredit), dan pembelian
(pulsa isi ulang).

b) 1. Sebagai wadah atau tempat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama
Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang
dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya
organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab
setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan.
Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak,
sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau
mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam
pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang

2. Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang


Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja
sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan
dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata
lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan
untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses
sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-
pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.

3. Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing


Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau
pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian
kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain
tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana
hubungan antara yang satu dengan yang lain.

4. Ada tujuan tertentu (tujuan bersama/tujuan organisasi)


Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu
perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik
hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi tidak baik. Selain itu dengan cara
mengorganisasi secara baik akan mendapat keuntungan antara lain sebagai berikut :
- Pelaksanaan tugas pekerjaan mempunyai kemungkinan dapat dilaksanakan secara
efisien dan efektif
Organisasi juga mempunyai unsur-unsur pendukung agar bisa berjalan dan terlaksana,
berikut unsur-unsur organisasi :
 Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering
disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari
semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri
dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi,
para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-
masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama
merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

 Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang
dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu,
semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan
menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama
merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

 Tujuan bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang
apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa
yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai
melalui prosedur, program, pola (network).

 Peralatan (equipment)
Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari semua
sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah,
gedung/bangunan/kantor).

 Lingkungan (environment)
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi.
kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan
(regulation) yang telah ditetapkan. Dan juga beberapa tujuan tertentu,

2. a) Karena didalam organisasi terdapat struktur oraganisasi yang di khususkan untuk


memantau kinerja seseorang. Jadi didalam organisasi terdapat juga yg namanya
training/pelatihan yang memang organisasi berikan demi kemajuan suatu organisasi. Dari
pelatihan tersebut nantinya akan dipilih lagi seseorang yang sangat berkompten dibidang
tersebut. Maka dari itu tindakan – tindakan manusia dapat diukur dan diamati oleh
organisasis itu sendiri.

b) Tingkat Analisis Dalam Perilaku Organisasi


 pada tingkat individu, kejadian yang terjadi dalam organisasi dianalisis dalam
hubungannya dengan perilaku seseorang dan interaksi kepribadian dalam suatu
situasi. Masing-masing orang dalam organisasi memiliki sikap, kepribadian, nilai
dan pengalaman yang berbeda bedayang mempengaruhinya dalam berperilaku.

 Pada tingkat kelompok, perilaku anggota kelompok dipengaruhi oleh dinamika


anggota kelompok, aturan kelompok, aturan kelompok dan nilai-nilai yang dianut
oleh kelompok.

 Pada tingkat organisasi, kejadian-kejadian yang terjadi dalam kontek struktur


organisasi, struktur dan posisi seseorang dalam organisasi membawa pengaruh
pada setiap interaksi sosial dalam organisasi.

Struktur organisasi mempengaruhi bagaimana informasi dikomunikasikan dan keputusan


tersebut. Faktor lingkungan eksternal memiliki pengaruh yang kuat pada masing-masing
tingkatan analisis. Misalnya rendahnya produktivitas, karyawan yang malas/tidak masuk
kerja. Kelambanan dalam penyelesaian unjuk rasa dan dipihak lain banyaknya desakan
factor lingkungan yang mempengaruhi efektifitas organisasi, seperti: Tuntutan konsumen
akan produk yang berkualitas tinggi, persaingan yang bersifat global, fluktuasi ekonomi,
tuntutan gaya hidup.

3. a) Tujuan memahami perilaku organisasi


Setiap disiplin ilmu pasti memiliki tujuan, begitu juga dengan disiplin ilmu perilaku
organisasi. Menurut Nimran, Tujuan memahami perilaku organisasi yaitu :
 prediksi
Bisa memprediksi perilaku orang merupakan suatu keuntungan besar karena
dengan begitu kita dapat menjalin komunikasi yang baik dengan orang tersebut.
Dengan bisa memprediksi perilaku orang lain, sehingga kita dapat berpikir, bersikap
dan bertindak dengan tepat dalam berkomunikasi dengan orang tersebut. Nimram
mengatakan bahwa keteraturan perilaku dalam organisasi memberikan kemungkinan
kepada kita untuk melakukan prediksi atas perilaku-perilaku anggota organisasi pada
masa yang akan datang.

 Eksplanasi
Tujuan mempelajari perilaku organisasi yang kedua adalah untuk menjelaskan
berbagai peristiwa yang terjadi dalam organisasi. Eksplanasi berarti bahwa kita akan
berusaha menjawab pertanyaan mengapa suatu peristiwa terjadi, mengapa karyawan
malas dan lain sebagainya. Dengan mempelajari perilaku organisasi maka kita
mencoba untuk menjelaskan atau memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
seperti itu.

 Pengendalian
Tujuan mempelajari perilaku organisasi yang terakhir yaitu untuk pengendalian.
Semakin banyak perilaku-perilaku individu atau kelompok dalam organisasi yang
dapat diprediksi dengan tepat dan dapat dijelaskan dengan baik, sehingga nantinya
pemimpin organisasi itu akan semakin mudah dalam melakukan fungsi pengendalian
atas karyawannya sehingga perilaku individu maupun kelompok akan menjadi positif
dan fokus pada pencapaian tujuan. Namun di sisi lain, perilaku yang destruktif, yang
kurang baik, bisa dihindari atau dicegah.

b) Kinerja Individu
Perilaku individu dapat dipengaruhi oleh effort (usaha), ability (kemampuan) dan situasi
lingkungan
1. Effort
Usaha individu diwujudkan dalam bentuk motivasi. Motivasi adalah kekuatan yang
dimiliki seseorang dan kekuatan tersebut akan melahirkan intensitas dan ketekunan
yang dilakukan secara sukarela. Motivasi ada 2 macam ;

a. Motivasi dari dalam : keinginan yang besar yang muncul dari dalam diri
individu tersebut untuk mencapai tujuan-tujuan dalam hidupnya.
b. motivasi dari luar : motivasi yang bersumber dari luar diri yang menjadi kekuatan
bagi individu tersebut untuk meraih cita-tujuan-tujuan hidupnya seperti pengaruh
atasan, teman, keluarga, dsb.

2. Ability
seorang individu diwujudkan dalam bentuk komoetensi. Individu yang kompeten
memiliki pengetahuan dan keahlian. Sejak dilahirkan setiap individu dianugerahi
Tuhan dengan bakat dan kemampuan. Bakat adalah kcerdasan alami yang bersifat
bawaan. Kemampuan adalah kecerdasan individu yang diperoleh malalui belajar.

3. Situasi Lingkungan
Lingkungan dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Situasi yang
kondusif misalnya dukungan dari atasan, teman kerja, sarana dan prasarana yang
memadai, dll. Situasi lingkungan yang negatif misalnya suasana kerja yang tidak
nyaman karena sarana san prasarana yang tidak memadai, tidak adanya dukungan dari
atasan, teman kerja, dll.

4. a) antecedents
dapat dideskripsikan sebagai orang, tempat, sesuatu, atau kejadian yang datang
sebelum perilaku terbentuk yang dapat mendorong kita untuk melakukan sesuatu atau
berkelakuan tertentu. Antecedents ini keberadaanya tidak dapat dikendalikan.
Karakteristik utama dari antecedents adalah sebagai berikut (Isaac, 2000):
a. Selalu ada sebelum perilaku terbentuk
b. Menyediakan informasi tertentu
c. Selalu berpasangan dengan consequences
d. Consequences yang muncul bisa jadi merupakan antecedents
e. Antecedents tanpa diikuti consequences mempunyai dampak jangka pendek
Beberapa contoh variabel yang dikategorikan sebagai antecedents antara lain
tujuan, sasaran, insentif, deskripsi jabatan (job description), kebijakan, prosedur, standar,
kaidah-kaidah formal, regulasi, hasil rapat, peralatan, bahan mentah, kondisi kerja,
pengarahan dan instruksi. Antecedents ini mempengaruhi perilaku dan kinerja seseorang,
tetapi tidak menjamin bahwa output yang dihasilkan benar-benar bisa terjadi. Sistem
insentif, pelatihan, dan pengembangan kemungkinan merupakan antecedents yang efektif
untuk mengubah perilaku dan meningkatkan kinerja, namun tidak semuanya bisa
menghasilkan output sebagaimana dikehendaki.
Perilaku seseorang yang “dominan” di organisasi juga merupakan antecedents. Tindakan
seorang pimpinan atau pegawai yang sangat berprestasi, maka akan mempengaruhi para
pegawai yang lain. Jika seorang pimpinan datang ke kantor lebih awal dan pulang lebih
akhir maka para bawahan dan pegawai lain akan melakukan tindakan yang sama dengan
pimpinannya. Jadi seseorang akan meniru apa yang telah dilakukan oleh orang lain yang
dianggap mempunyai pengaruh besar di dalam organisasi.
Memilih Antecedents yang Benar
Perilaku pegawai pada umumnya akan mengikuti antecedents khusus. Sebuah antecedents
yang spesifik dan berpasangan dengan consequences kemungkinan merupakan jenis
antecedents terbaik yang mampu meningkatkan kinerja sebagaimana dikehendaki. Jika
sebuah prosedur tidak didukung para pegawai, maka mereka akan menggunakan prosedur
lama. Untuk membantu para manajer memilih antecedents yang benar sehingga bias
memperbaiki dan meningkatkan kinerja. Tiga tingkatan antecedents paling kuat adalah:
1. Mendeskripsikan target kinerja secara jelas (misalnya tujuan utama, deskripsi
jabatan, akuntabilitas, standar dan prioritas).
2. Mempunyai hubungan dengan suatu consequences khusus (misalnya
peringatan, rambu-rambu lalulintas dan sebagainya)
3. Perilaku terjadi hanya ada permintaan atau tuntutan sebelumnya (misalnya ada
orang tua di kediamannya yang sedang minta tolong, seorang pengunjung
minta pengarahan, seorang pimpinan memasuki ruang rapat)

b) Behavior
Behaviour (perilaku) merupakan segala apa yang kita lihat pada saat kita
mengamati seseorang melakukan aktivitas/pekerjaan (Ayers dalam Issaac, 2000). Suatu
pinpoint adalah deskripsi khusus dari kinerja yang mengacu pada tindakan (proses) dari
seseorang atau outcome yang dihasilkan (Daniels dalam Issaac, 2000). Jadi jika sebuah
organisasi tidak merumuskan pinpoint ini dengan jelas maka tidak mungkin bisa
menetapkan ukuran kinerja secara obyektif dan melakukan perubahan perilaku secara
tepat.

Teori motivasi menjelaskan bagaiamana individu-individu dapat dipengaruhi untuk


bisa menyesuaikan diri pada perilaku yang baru. Sebagian besar strategi organisasi adalah
mensyaratkan terjadinya perubahan perilaku di tempat kerja. Dalam hal ini sebenarnya
yang terjadi adalah proses penyesuaian diri pada perilaku baru yang akan dibentuk tersebut
oleh individu dan organisasi. Dalam hal ini akan terjadi proses pembelajaran baik bagi
individu maupun organisasi tentang perilaku mana yang sukses dan mana yang gagal. Jadi,
model pengukuran kinerja diharapkan mampu menjadikan entitas menjadi sebuah
organisasi pembelajaran (learning organisation)

c) Konsekuinsi
kejadian-kejadian yang mengikuti perilaku dan mengubah adanya kemungkinan
perilaku akan terjadi kembali di masa datang. Consequences mempengaruhi perilaku
dengan 2 (dua) cara, yaitu dengan meningkatkan perilaku dan mengurangi perilaku
tertentu. Terdapat 4 (empat) consequences keperilakuan, dua meningkatkan perilaku
tertentu dan dua lainnya menguranginya (Daniels, 1989):
1. Konsekuinsi yang meningkatkan perilaku tertentu:
a. Positive reinforcement (R+), misalnya memperoleh sesuatu yang kita inginkan.
b. Negative reinforcement (R-), misalnya melepaskan diri atau menghindari segala

2. Konsekuinsi yang menurunkan perilaku tertentu:


a. Mendapatkan segala sesuatu yang tidak kita inginkan (P+), misalnya hukuman.
b. Gagal untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan (P-), misalnya adanya
punahnya (extinction) peluang.

R+ secara teknis dapat didefinisikan sebagai berbagai macam consequences yang


kemungkinan dapat meningkatkan perilaku di masa datang dengan lebih banyak.
Sementara R- merupakan consequences menguatkan sebuah perilaku yang mengurangi
atau mengakhiri consequences itu sendiri. Jadi R- ini adalah sebuah sangsi yang bisa
membuat para pemegang jabatan bekerja lebih keras untuk melepaskan diri atau
menghindari sesuatu yang sebetulnya tidak diinginkan terjadi pada dirinya.
Sebaliknya, P+ adalah consequences yang mengurangi perilaku yang mengikutinya.
Sebuah hukuman, dengan demikian merupakan prosedur untuk mengurangi perilaku agar
di masa datang perilaku seperti itu tidak terulang kembali. P- dapat mengurangi perilaku.
Suatu pemunahan (extinction) dapat terjadi secara mendadak dan biasanya justru sering
meningkatkan perilaku individu segera setelah extinction ini terjadi.

Model pengukuran kinerja dapat didesaian dengan mengadopsi teori analisis sistem
(system analysis theory) agar bisa menghubungkan antara tujuan primer dan tujuan
sekunder organisasi. Analisis sistem adalah proses yang sistematis dan terorganisasi untuk
mengidentifikasi secara mendetail suatu prosedur untuk mengumpulkan, memanipulasi
dan mengevaluasi data tentang sebuah organisasi yang ditujukan tidak hanya untuk
menentukan apakah harus dikerjakan tetapi juga untuk memastikan cara terbaik untuk
memperbaiki fungsi sistem ( Skidmore dalam Issac, 2000).Teori analisis sistem berusaha
untuk menyatukan berbagai macam variabel dalam satu akun (rekening) yang akan
mempengaruhi fungsi entitas setiap hari. Teori ini cocok digunakan untuk organisasi sektor
publik. Jika kita memisahkan sistem ke dalam pemerintah daerah, maka komite dan
departemen akan membentuk sub sistem.

Selanjutnya kita mungkin akan menganalisis antecedents, behaviour dan


consequences yang dominan dalam konteks input, proses dan output. Agar model
pengukuran kinerja bisa efektif maka sebaiknya antecedents dan consequences yang bisa
mempengaruhi perilaku setiap hari ditentukan pertama kali. Jadi penting kiranya untuk
menentukan tujuan sekunder secara khusus yang diperlukan untuk mencapai tujuan primer
dan bagaimana pencapaian ini nanti dinilai.

b) partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk
dengan tujuan umum. politik dalam suatu negara yang bercirikan mandiri dalam hal
finansial, memiliki platform atau haluan politik tersendiri, mengusung kepentingan-
kepentingan kelompok dalam urusan politik, dan turut menyumbang political development
sebagai suprastruktur politik.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
 politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan
bersama (teori klasik Aristoteles)
 politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
 politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan
kekuasaan di masyarakat
 politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan
public.