Anda di halaman 1dari 9

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software

http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

RESPIRASI

Dasar oksigenasi
Respirasi adalah pertukaran gas yang
masuk dan keluar melalui kerjasama
dengan sistem kardiovaskular dan kondisi
hematologis.
Konsentrasi oksigen di atmosfir adalah 20,9
% akan masuk ke alveoli melalui
mekanisme ventilasi kemudian terjadi
proses pertukaran gas yang disebut proses
difusi. Difusi adalah perpindahan oksigen
dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi
rendah dimana konsentrasi oksigen yang
tinggi dialveoli akan beralih ke kapiler paru
selanjutnya didistribusikan lewat darah
dalam 2 bentuk taitu 1,34 ml oksigen terikat
dengan 1 gram Hb dengan persentasi
kejenuhan yang disebut dengan saturasi
oksigen 0,003 ml, oksigen terlarut dalam
100 ml plasma pada tekanan parsial
oksigen di arteri adalah 1 mmhg.
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Kandungan oksigen : (1,34 X Hb X SaO2 +


0,003 x PaO2
Transpor oksigen : (10 X kandungan oksigen) x
cardiac output.
Ventilasi alveolar berbanding lurus dengan
banyaknya udara yang masuk keluar paru,
laju nafas, udara dalam jalan nafas serta
keadaan metabolik.
Banyaknya udara masuk keluar paru dalam
setiap kali bernafas disebut sebagai volume
tidal yang bervariasi tergantung berat badan.
Volume tidal dewasa:500 – 700 ml dengan
menggunakan wrights spirometer. Volume
nafas yang berada di jalan nafas dan tidak
ikut dalam pertukaran gas disebut dead
space dengan nilai normal sekitar 150-180 ml
yang terbagi atas tiga yaitu : anatomik dead
space, alveolar dead space dan physiologic
dead space. Anatomik dead space : volume
nafas yang berada didalam mulut, hidung
dan jalan nafas yang tidak terlibat dalam
pertukaran gas.
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Alveolar dead space : volume nafas


yang telah berada di alveoli tersebut
tidak ada suplai darah. Udara yang
ada di alveoli jauh lebih besar
jumlahnya dari pada aliran darah
pada alveoli tersebut. Ventilasi
alveolar dapat diperoleh dari selisih
volume tidal dan ruang rugi dengan
laju nafas dalam 1 menit VA : (VT-
VD) X RR. Sedangkan tekanan
parsial oksigen di alveolar, diperoleh
dari fraksi oksigen, inspirasi FiO2
yaitu 20,9 % yang ada di udara,
tekanan udara, tekanan uap air,
tekanan parsial karbondioksida di
arteri PaO2 : FiO2(760 – 47) –
(PaCO2 : 0,8)
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Terapi oksigen adalah mempertahankan


oksigenasi jaringan yang adekuat
Tujuan pemberian oksigen
1. Mengatasi hipoksemia sesuai hasil
analisa gas darah
2. Menurunkann kerja nafas dan miokard
Syarat – syarat
1. Konsentrasi oksigen udara inspirasi
dapat terkontrol
2. Tidak terjadi penumpukan
karbondioksida
3. Mempunyai tahanan jalan nafas yang
rendah
4. Efisien dan ekonomis
5. Nyaman untuk pasien
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Indikasi
• Klien dengan kadar oksigen arteri rendah
dari hasil AGD
• Klien dengan peningkatan kerja nafas,
respon tubuh terhadap keadaan
hipoksemia melalui peningkatan laju dan
dalamnya pernafasan serta adanya kerja
otot – otot pernafasan
• Klien dengan peningkatan kerja miokard,
jantung berusaha mengatasi gangguan
oksigenasi melalui peningkatan laju pompa
jantung yang adekuat.
Obyek
• Sianosis
• Hipovolemi
• Perdarahan
• Anemia berat
• Keracunan karbondioksida
• Asidosis
• Selama dan setelah pembedahan
• Klien tidak sadar
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Metode pemberian

1. Sistem aliran rendah : diberikan untuk


menambah konsentrasi udara ruangan.
Ditujukan untuk klien yang memerlukan
oksigen tetapi masih mampu bernafas
dengan pola pernafasan normal
a. kateter nasal : aliran 1 – 6 L/menit,
konsentrasi 24% - 44 %, kelemahan
konsentrasi oksigen kurang dari 45
persen
b. nasal kanul
c. sungkup muka sederhana : aliran 5 – 8
L/menit dengan konsentrasi oksigen 40
– 60 %
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

a. sungkup muka dengan kantong


rebreathing : aliran 8 – 12
L/menit, dengan konsentrasi 60 –
80 %
b. sungkup muka dengan kantong
non rebreathing : aliran 8 – 12
L/menit konsentrasi oksigen 99 %
Efek samping oksigenasi
n Kebakaran : oksigen
memudahkan terjadinya
kebakaran
n Depresi ventilasi
n Kercunan oksigen : atelektasis
dan kerusakan surfaktan
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

ASKEP

Pengkajian
- Batuk

- Lendir

- Sesak nafas

- Kecepatan nafas

- Irama nafas

- Usaha nafas

- Sianosis
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

- Berkeringat
- Peningkatan suhu tubuh
- Abnormalitas sistem
pernafasan dan kardiovaskuler
- Analisa gas darah
- Foto thorax
Diagnosa keperawatan
- Gangguan bersihan jalan nafas
- Gangguan pola nafas
- Bersihan jalan nafas tidak
efektif