Anda di halaman 1dari 2

DAFTAR PUSTAKA

1. Yousafzai YM, Khan S, Raziq F. 2010. β-Thalassemia Trait:


Haematological Parameters. J Ayub Med Coll Abbottabad 22 (4): 84-6.
2. Herdata. N. H, 2008. Thalasemia Mayor: welcome & joining pediatric
hematology oncology in Indonesia.
3. Tamam, M. 2009. Pekan Cegah Thalasemia. Rotari Internasional
Thalassemia D 3410-3420.
4. WHO. 2012. The global burden of disease update. Diakses pada tanggal 28
Maret 2018 dari
www.who.int/healthinfo/global_burden_disease/GBD_report_2004update_f
ull.pdf.
5. Wahyuni, M. S. 2010. Perbandingan kualitas hidup anak penderita
thalasemia dengan saudara penderita thalasemia yang normal. Diakses
pada tanggal 28 Maret 2018 dari http://repository.usu.ac.id.
6. Online PR. 2014. Jumlah Penderita Talasemia Tercatat 6.647 Orang.
Bandung: Pikiran Rakyat. Diakses pada tanggal 28 Maret 2018 dari:
http://www.pikiran-rakyat.com/horison/2015/05/29/329047/tahun-2014-
jumlah-penderita-talasemia-tercatat-6647-orang.
7. RI BPDPKDK. 2009. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS)
Provinsi Jawa Barat Tahun 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
8. Hassan R dan Alatas H. 2002. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak Bagian
19 Hematologi h. 419-450. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia.
9. Lawrence TM, dkk. 2003. Diagnosis Dan Terapi Kedokteran Penyakit
Dalam. Jakarta: Salemba Medika.
10. Ganie, Ratna Akbari. 2005. Talasemia: Permasalahan dan Penanganannya.
Diakses pada tanggal 2 April 2018 dari: http://www.usu.ac.id.?files/
pidato/ppgb_2005_ratna_akbari_ganie.pdf.
11. Cotran RS, Kumar V, Collins T. 1999. Robbins Pathologic basis of diseases
(Sixth Edition). Philadelphia: WB Saunders Co.

30
31

12. Purnomo S. 2000. Kapita Selekta – Ilmu kedokteran molekuler. Jakarta: CV.
Agung Seto. p.17-30
13. Purnawan J. 1982. Kapita selekta kedokteran. Jilid 2 (Edisi ketiga). Jakarta:
Media Aeskulapius FKUI. p.33-39
14. Dewoto HR, Wardhini SBP. 2007. Antianemia defisiensi dan eritropoietin.
Farmakologi dan Terapi (Edisi kelima). Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
p.794-803
15. Hoffbrand AV, Pettit JE. 1996. Kapita Selekta Hematologi (Edisi kedua).
Jakarta: ECG. p.78-83
16. Sunarto. 1996. Diagnostik molekuler talasemia. Berkala Ilmu Kedokteran
28 (1): 44-51.
17. Soeparman, Waspadji S. 1999. Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Persatuan
Ahli Penyakit Dalam Indonesia. p 121-29
18. Notopuro H. 1999. Harapan terapi gen pada penderita talasemia.
MEDIKA 25 (3): 181-84.
19. Suryo. 2005. Genetika manusia. Yogyakarta: UGM Press. p 107-110
20. Fascies Cooley. Diakses pada tanggal 2 April 2018 dari:
http://www.google.co.id/images?hl=
id&source=imghp&biw=1230&bih=621&q=fascies+cooley&gbv=2&aq=f
&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
21. WHO. 1994. Thalasemia International Federation. Nicosia Cyprus.
22. Tarwoto dan Wartonah. 2008. Keperawatan Medical Bedah Gangguan
Sistem Hematologi. Jakarta: Trans Info Media.
23. Atul Mehta dan Victor Hoffbrand. 2006. At a Glance Hematologi, Ed.2.
Jakarta: Erlangga.
24. Ronald A, and Richard A. 2004. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan
Laboratorium. Ed.11, Jakarta: EGC..