Anda di halaman 1dari 25

BAB XII

International Trade Theory and Development Strategy

Beberapa dekade saat ini hubungan diantara antar negara memiliki kecenderungan
meningkat, hal tersebut dapat terjadi karena beberapa pengaruh di dalam keadaan dunia saat
ini. Salahsatu contohnya ialah bagaimana peran globalisasi menjadi faktor utama sebagai
besarnya perubahan perekonomian kearah perdagangan bebas diantara negara. Tetapi
keadaan saat ini masih terjadi perbedaan yang mendasar diantara negara maju dan negara
berkembang. Sebab, masih terjadi perbedaan kondisi perdagangan diantara negara-negara
tersebut. akibat beberapa proteksi yang dilakukan. Maka untuk mengatasi hal tersebut, dunia
sepakat mendirikan Lembaga yang mengatur jalannya perdagangan diantara negara dengan
dibentukan organisasi perdagangan dunia World Trade Organization (WTO) sebagai pihak
yang mengatur jalannya perdagangan diantara negara di dunia bagi anggotanya yang
terdaftar.
Kebijakan Perdagangan Bagi Negara Sedang Berkembang
Terdapat beberap pilihan yang dapat menjadi pilihan negara sedang berkembang dalam
menentukan kebijakan dalam perdagangan internasionalnya.
Outward Looking, merupakan pilihan kebijakan perdagangan internasional suatu negara
dengan melihat keluar atau lebih menekankan pada perdagangan dengan negara lain yang
berimplikasi pada penerapan pedagangan bebas dengan negara-negara lainnya. Maka yang
terjadi ialah negara tersebut menjadi penganut perdagangan bebas lalu lebih mengenal
tentang budaya internasional dalam pandangan kebijakan perdagangnya.
Inward Looking, pilihan ini merupakan kebalikan dari kebijakan yang pertama, negara
dengan penganut kebijakan ini lebih memiliki pandangan dalam kebijakan perdangannya
lebih memproteksi dengan negara luar lainnya, lalu yang dilakukan ialah lebih melihat
kedalam negeri dengan membangun industry subtitusi impor dengan menjaga budaya
nasionalnya.
Outward and Inward Looking, merupakan kebijakan yang di anut oleh suatu negara
dengan melihat keluar dan kedalam dalam penentuan kebijakannya. Maka karakteristik dari
negara ini lebih seimbang dalam melihat kebijakan perekonomian yang menganut pasar
bebas akantetapi menganut proteksi perdagangan dilain sisi. Maka kecenderungan negara
lebih mengatur perdagangan pada sector yang dianggap menjadi vital atau sangat penting
bagi hajat hidup orang banyak menjadi lingkup proteksi, sedangkan dalam sector yang
lainnya lebih memberikan kepada pasar sebagai penentu dalam perdagangannya. Sehingga
porsi yang diberikan terhadap berbagai sector ekonominya lebih disesuaikan dan
diseimbangkan.
Pertimbangan yang diambil oleh negara sedang berkembang bergantung kepada penilaian
dan analisis yang dilakukan oleh negara tersebut dengan kondisi realitas negaranya masing-
masing. Akantetapi dengan berbagai kemajuan teknologi informasi yang ada saat ini,
banyak negara sedang berkembang mempertimbangkan untuk lebih membuka diri dan
melakukan perdagangan internasional karena pertimbangan globalisasi yang semakin luas
saat ini mendorong negara-negara di dunia untuk lebih beradaptasi demi bisa bertahan di
kancah internasional.
Lima pertanyaan mendasar mengenai perdagangan dan pembangunan
1. bagaimana pengaruh perdagangan internasional terhadap kecepatan,struktur, dan
karakter pertumbuhan ekonomi di negara sedang berkembang?
“Perdagangan sbg mesin pertumbuhan” (trade as an engine of growth) inilah yg
sebenarnya menjadi pusat perdebatan tradisional yg msh terus berlangsung.
2. bagaimana perdagangan internasional mengubah sebaran distribusi pendapatan dan
kekayaan dalam suatu negara dengan negara lainnya?

Dalam arti pertanyaan tersebut ialah bagaimana pengaruh perdagangan internasional


dapat menimbulkan kesejahteraan dalam lingkup domestik serta internasional atau
bahkan sebaliknya memperburuk keadaan.

3. Pertanyaan selanjutnya ialah apakah menyebabkan memperparah ketimpangan yang


sudah ada?
Maksudnya ialah seperti apa keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan dari
perdagangan internasional lalu siapa yang diuntungkan dan dirugikan.
4. Apa sajakah kondisi atau syarat yg hrs dipenuhi agar perdagangan internasional dpt
membantu NSB dlm mencapai tujuan2 pembangunan nasionalnya ??
5. Bisakah NSB menentukan sendiri seberapa banyak mereka berdagang ?
Pentingnya Ekspor Ke Negara Berkembang Lainnya
Negara berkembang memiliki kecenderungan membutuhkan perdagangan bebas jika
dibandingkan dengan negara maju. Sebab yang terjadi diantara negara berkembang
memiliki pola perbedaan mengenai sector ekonomi yang dijadikan sebagai
perdagangan bebasnya. Misalnya negara-negara teluk dan timur tengah mengandalkan
ekspor bahan bakar yang besar sebagai sector utama perdagangan. Perbedaaan porsi
tersebut terjadi di negara-negara berkembang lainnya, semisal negara-negara amerika
latin yang memiliki sector utama dalam sector barang komoditi. Lain halnya dengan
negara maju yang proporsi perbedaan sector dalam kegiatan ekspornya lebih terbagi
dan seimbang dalam berbagai sektornya, lalu sector utama dalam perekonomiannya
memiliki karakteristik barang manufaktur. Akantetapi negara-negara berkembang
ternyata lebih membutuhkan perdagangan bebas di bandingkan dengan negara maju.
Karena sumber pendapatan nasional utama berada pada ekspor barang tertentu lebih
dominan.
The Terms of Trade and the Prebisch-Singer Hypothesis

Teori ini berasal dari dua ahli ekonomi yang bernama Raul Prebisch dan Han W Singer
pada tahun 1950. Kedua pakar tersebut mengekspolari berbagai dampak negatif dari
perdagangan internasional terhadap negara sedang berkembang. Mereka berpendapat
bahwa nilai tukar perdagangan negara sedang berkembang akan mengalami
penurunan akibat dari rendahnya elastisitas permintaan barang komoditi primer
terhadap perubahan pendapatan pihak importir. Maka dalam kurun waktu jangka
panjang yang terjadi ialah terjadinya transfer pendapatan antara negara miskin
terhadap negara kaya. Transfer pendapatan dari negara miskin ke negara kaya dapat
dicegah melalui usaha pembangunan dan perlindungan sector manufaktur domesitik
di negara berkembang, dengan cara strategi industrialisasi subtitusi impor. Dengan
menggunakan metode alternative yang dilakukan oleh PBB melalui penelitian Alf
Maizels memberikan hasil bahwa penurunan riil atas harga produk manufaktur yang
di ekspor oleh negara berkembang adalah sekitar 3.5 % per tahun pada dekade 1980.
The Traditional Theory of International Trade
Teori Perdagangan Internasional dilandasi berbagai konsepsi terutama :
Keunggulan Komparatif (Comparative Ad vantage Principle) menyatakan bahwa
sesuai ke mampuan dan SDA yg dimiliki, suatu negara akan lebih menguntungkan
memproduksi dan mengekspor jenis komoditi tertentu, dan mengekspor jenis komoditi
lainnya
Konsepsi spesialisasi yg menyatakan bahwa suatu negara lebih menguntungkan hanya
melakukan produksi komoditi yang paling cocok dgn kemampuan serta SDA dan
melakukan pertukaran dengan komoditi lain.
Konsepsi Biaya Relatif dan Perbedaan Harga yang menyatakan bahwa beberapa jenis
komoditi tertentu lebih murah di produksi di suatu negara, sedangg harganya relatif lebih
baik/tinggi di negara lain sehingga lebih menguntungkan
Ketiga Konsepsi tersebut yang melandasi Teori dan Praktek Perdagangan Internasional
yang menguntungkan, bahkan antara mitra dagang (trading partners) yang tidak seimbang
sekalipun. Teori ini didasarkan pada penilaian tenaga kerja yang menyatakan bahwa nilai
atau harga suatu harga produk ditentukan oleh jumlah waktu atau jam kerja yang
diperlukan untuk menghasilkan produk tersebut. menurut teori Cost comparative
advantage menyatakan bahwa suatu negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan
internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang dimana negara
tersebut dapat berproduksi relative lebih efisien serta mengimpor barang dimana negara
tersebut berproduksi kurang efisien.
Teori keunggulan komparatif klasik tentang perdagangan bebas merupakan model statis
yang didasarkan atas satu faktor variable biaya tenaga kerja dan pendekatan spesialiasi
penuh untuk menunjukan keuntungan dari perdagangan. Model yang dikembangkan oleh
David Ricardo dan John Stuart Mill dimodifikasi dan disempurnakan pada abad 20 oleh
dua pakar ekonomi Swedia Eli Hecksher dan Bertil Ohlin, dengan cara memasukan
perbedaan-perbedaan berbagai faktor produksi pada spesialisasi internasional.
Teori perdagangan bebas internasional, termasuk Teori Kandungan Faktor Produksi,
dilandasi atas 6 (enam) asumsi dasar :
1. Semua sumber daya bersifat statis, jumlahnya tetap, mutunya konstan,
penggunaannya penuh dan tidak ada mobilitas internasional
2. Teknologi produksi tetap atau serupa, dan bebas tersedia bagi semua negara,
selera konsumen juga tetap, dan kedaulatan konsumen bebas dari pengaruh
produsen
3. Di dalam negeri, faktor produksi mobilitasnya sempurna diantara kegiatan-
kegiatan produksi, dan perekonomian sebagai keseluruhan dalam persaingan
sempurna, tidak ada resiko dan ketidakpastian
4. Pemerintah tidak berperan dalam hubungan ekonomi internasional, karena
perdagangan dilakukan oleh para produsen sendiri yg ingin meminimumkan
biaya dan memaksimalkan laba, sehingga harga internasional terbentuk dari
Demand (permintaan) dan Supply (penawaran)
5. Perdagangan berimbang untuk masing-masing negara setiap saat, dan semua
perekonomian dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan harga internasional
dengan minimum dislokasi
6. Keuntungan dari perdagangan (gain from trade) yg diperoleh negara memberi
manfaat bagi para warga negara
Asumsi tersebut sering tidak sesuai dengan realita hubungan ekonomi
internasional termasuk perdagangan internasional yang dialami oleh NSB
Latihan Soal

9. In what ways is the emergence of China as the “workshop of the world” an


opportunity for other developing countries, and in what ways is it a threat?

Cina saat ini menjadi salahsatu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang

cukup signifikan, karena saat ini yang dilakukan Cina dalam perdagangan

internasionalnya melakukan ekspansi besar kepada setiap negara-negara.

Mengapa Cina dikatakan workshop of the world” karena dengan sumber daya

yang ada, cina memiliki sumber modal perekonomian yang besar saat ini, nilai

investasi Cina di berbagai negara memiliki nilai yang cukup tinggi, maka dengan

investasi tersebut Cina mampu menjadi negara yang merangsang pertumbuhan

ekonomi bagi negara berkembang lainnya dengan cara menanamkan modal di

negara tujuan. Maka hal tersebut dapat memicu pertumbuhan ekonomi di

beberapa sector. Akantetapi yang menjadi ancaman ialah apabila suntikan dana

investasi tersebut terlalu berlebih sedangkan terdapat beberapa dana yang

disalurkan dengan cara pinjaman, membutuhkan pengembalian yang cukup

besar terhadap negara yang meminjam. Selain itu dengan perdagangan

internasional terbuka akan mempengaruhi peredaran barang suatu negara akan

cenderung menguasasi pasar di negara tujuannya yang dapat melemahkan dan

memperburuk kondisi pasar domestic.

10. Explain the distinction between primary and secondary inward- and
outward-looking development policies.

Pandangan utama mengenai bagaimana negara berkembang mengambil

kebijakan perdagangan dalam perdagangan internasionalnya yang pertama

mengenai inward looking yaitu karakteristik kecenderungan negara yang

memiliki pandangan tersebut ialah menerapkan perekonomian tertutup dengan

konsentrasi terhadap dalam negeri sehingga yang memiliki pandangan terhadap


budaya nasional. Maka kebijakan yang dimilikinya ialah lebih banyak peran

negara yang mengontrol kegiatan perekonomiannya. Lalu kedua ialah pandangan

outward looking yaitu negara-negara yang memiliki pandangan perekonomian

yang terbuka dengan negara lainnya dalam melakukan perdangannya sehingga

percampuran pandangan terhadap budaya internasional lebih luas. Karakteristik

negara dengan pandangan tersebut cenderung memiliki pandangan terhadap

pasar bebas yang dilakukan secara internasional, maka pertukaran antar negara

lebih besar disegala sector ekonomi.

11. Briefly summarize the range of commercial policies available to developing


countries, and explain why some of these policies might be adopted.

Terdapat beberapa kebijakan perdagangan yang dapat diterapkan oleh negara-

negara berkembang. Kebijakan tersebut dibuat untuk beberapa tujuan, salahsatu

untuk menjaga pasar domestic suatu negara. Kebijakan ekspor dan impor yang

diterapkan beberapa negara dapat menguntungkan beberapa negara, penetapan

pajak perdangan dan tarif kouta impor merupakan salahsatu kebijakan yang

dapat terapkan sebagai sumber pendapatan negara. Fungsi penting kebijakan

perdagangan merupakan kebijakan yang dibuat agar keadaan perekonomian

negara tersebut agar terjadi kestabilan bahkan diharapkan terjadinya

pertumbuhan perekonomian, sebab dengan kebijakan perekonomian terbuka

secara wajar akan menyebabkan keadaan perekonomian negara tersebut

mengalami pertumbuhan lalu proses pembangunan perekonomian yang terjadi

akan tercapai.
12. What are the possibilities, advantages, and disadvantages of export
promotion in developing nations with reference to specific types of commodities
(e.g., primary food products, raw materials, fuels, minerals, manufactured
goods)?
Kemungkinan yang terjadi apabila terjadi kenaikan ekpor di negara berkembang

ialah akan menambah pendapatan nasional negara tersebut apabila nilai net ekpor

mengalami surplus. Beberapa negara berkembang memang banyak memproduksi

beberapa barang komoditi yang menjadi barang utama dalam perdagangan

internasionalnya. Beberapa keuntungan dari negara berkembang yang memiliki

sumber ekspor utama dalam barang komoditas ialah sebagai sumber utama

pendapatan negaranya yang dapat digunakan sebagai dana untuk melakukan

pembangunan perekonomian. Sedangkan kekurangan yang terjadi ialah apabila

negara berkembang tersebut mengandalkan salahsatu barang komoditas tersebut

memiliki risiko yang tinggi terhadap deficit anggaran. Contohnya apabila negara

yang memiliki sumber pendapatan negara dari ekspor minyak, lalu apabila terjadi

penurunan harga minyak dunia yang akan berdampak murahnya harga minyak

yang menyebabkan berkurangnya pendapatan negara dari komoditas tersebut

menjadi risiko akibat bergantungnya negara terhadap komoditas tersebut.

14. Explain some of the arguments in support of the use of tariffs, quotas, and
other trade barriers in developing countries.
Untuk menjaga kestabilan perdagangan suatu negara dengan negara lain

diperlukan suatu kebijakan yang dapat melindunginya, salahsatu dari semua

kebijkan yang ada ialah dengan kebijakan diatas. Akantetapi hal tersebut dapat

menjadi penghalang perdagangan di negara berkembang, hal tersebut terjadi

akibat tidak terjadinya kesepakatan win win solution dalam perjanjian

antarnegara. Maka hal tersebut dapat menjadi pengahalang dalam perdagangan

internasional. Maka dalam perdagangan internasional perlu kesepakatan saling

menguntungkan diantara kedua negara dengan menerapkan kebijakan


perekonomian yang secara ekonomis menguntugkan diantara negara-negara

yang bekerja sama.

Rangkuman Bab XI
Development Policymaking and the Roles of Market,
State, and Civil Society
Peran pemerintah dalam melakukan pembangunan di Asia Timur selama ini
menunjukan suatu kemajuan. Akantetapi yang terjadi di belahan negara lain
misalnya dibeberapa negara Afrika, Amerika Latin, peran pemerintah mengalami
rintangan. Maka pembahasan dalam bab ini ialah menguji hubungan keseimbangan
pasar dan negara dalam proses pembangunan ekonomi.

Untuk mencapai keseimbangan antara peran pasar dan negara memang meliki
tantangan. Seperti yang terjadi semenjak berakhirnya perang dunia kedua dan
proses deconolisation di sebuah negara, maka yang terjadi ialah banyaknya kasus
korupsi, buruknya pemerintah. Menjadi penghalang dalam proses penyeimbangan
diantara pasar dan negara di negara-negara berkembang.

Development Planning: Concepts and Rationale

Selama berakhirnya perang dunia kedua dan decolonization, negara-negara


dalam masa tersebut menitikberatkan dalam pembangunannya ialah lebih
terkonsentrasi kepada proses pembangunan ekonomi. Setelah itu pada decade 80 an
beberapa orang di negara berkembang lebih berfokus dan mempertanyakan
mengenai kelayakan dan kepantasan formulasi yang digunakan dalam proses
pembangunan, lalu perencanaan menjadi pandangan yang ada di negara-negara
dalam proses berjalannya pemerintahannya.
Perencanaan nasional menjadi suatu anggapan yang dipercaya oleh banyak
kalangan untuk menganggulangi berbagai rintangan yang dihadapi dalam proses
pembangunan dan dapat menjadi hal yang mendorong untuk proses pertumbuhan
ekonomi. Maka dalam mengatasi kemiskinan dalam negara dibutuhkan perencanaan
yang menyeluruh.
The Nature of Development Planning
Perencanaan ekonomi ialah suatu percobaan yang secara sadar dilakukan oleh suatu
negara untuk memformulasi keputusan mengenai pengalokasian faktor produksi
dalam suatu industry yang berbeda, lalu memutuskan seberapa banyak total produk
yang diproduksi dalam suatu periode. Lalu pengertian dari perencanaan ekonomi
ialah dokumen yang tertulis mengenai target secara kuantitatif yang telah ditetapkan
oleh suatu pemerintahan yang terdiri dari kebijakan-kebijakan suatu negara
mengenai targetan yang ingin dicapai dalam suatu periode. Hal lain yang perlu
dibahas mengenai perencanaan menyeluruh ialah serangkaian target untuk
memenuhi faktor utama dalam perekonomian nasional.
Planning in Mixed Developing Economies
Banyak di negara berkembang dalam penyusunan formulasi perencanaan
pembangunan ekonominya menerapkan prinsip perekonomian campuran, maka
karakteristik perekonomianya ialah dalam sector ekonomi produktivnya dikuasai
oleh sector swasta lalu dalam operasinya melalui pengawasan dari sector publik.
Pembagian proporsi dinegara dengan corak perekonomian memliki banyak variasi
atau perbedaan diantara negara lainnya.bagaimanapun, perekonomian campuran
sering dibedakan secara substansial dari segi kepemilikan pemerintah dan
kontrolnya. Sektor swasat di negara berkembang secara khas dibandingkan dengan
empat bentuk sederhana pada kepemilikan swasta.
Teori Pertumbuhan Dan Pembangunan Daerah

Pada hakekatnya, inti dari teori-teori pertumbuhan tersebut berkisar pada dua hal
yaitu : pembahasan yang berkisar tentang metode dalam menganalisis perekonomian
suatu daerah dan teori-teori yang membahas tentang faktor-faktor yang
menentukan pertumbuhan ekonomi suatu daerah tertentu.

Untuk menganalisis perekonomian suatu daerah sangat sulit karena :

 Data tentang daerah sangat terbatas.


 Data yang tersedia umumnya tidak sesuai dengan data yang dibutuhkan
untuk menganalisis daerah.
 Data tentang perekonomian daerah sangat sukar dikumpulkan, sebab
perekonomian daerah lebnih terbuka dibandingkan dengan perekonomian
nasional.
 bagi NSB, disamping kekurangan data, data yang terbatas itu pun banyak
yang sulit untuk dipercaya, sehingga menimbulkan kesulitan untuk
melakukan analisis yang memadai tentang keadaan perekonomian suatu
daerah.

Perencanaan Pembangunan Daerah

Dalam pembangunan wilayah di suatu negara dan daerah diperlukan suatu


perencanaan dan penganggaran. Perencanaan berfungsi sebagai pedoman atau
acuan untuk mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu, perencanaan diperlukan agar
pembangunan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Disamping itu,
perencanaan sendiri membutuhkan penganggaran agar program-program yang
tertuang dalam perencanaan dapat terlaksana dan tercapai secara maksimal dan
sesuai dengan harapan yang diinginkan. . Rancangan awal rencana pembangunan
jangka menengah daerah memuat visi, misi kepala daerah, strategi pembangunan
daerah, kebijakan umum, kerangka ekonomi daerah, dan juga program skpd. Dari
rancangan awal rencana pembangunan jangka menengah daerah, skpd menyusun
renstra skpd yang juga berupa program skpd. Kemudian program skpd tersebut juga
menjadi bahan masukan kembali pada rancangan awal RPJMD. BAPPEDA
kemudian meyelenggarakan musyawarah rencana pembangunan jangka menengah
daerah guna penyusunan rancangan akhir RPJMD. Rancangan akhir RPJMD
kemudian ditetapkan sebagai rencana pembangunan jangka menengah daerah
untuk digunakan sebagai penyusunan rancangan Rencana Kerja Perangkat Kerja
Daerah (RKPD).

Peran Pemerintah Dalam Pembangunan Ekonomi


Aturan main proses penyusunan program-program pembangunan yang dilakukan
selama ini sesungguhnya merupakan mekanisme ideal, artinya berniat
mengakomodasikan sebesar-besarnya aspirasi masyarakat (desa). Proses penyusunan
program pembangunan, dilakukan melalui tahapan-tahapan yang dimulai dari tingkat
desa yaitu kegiatan musyawarah pembangunan desa, kemudian dibawa ke tingkat
kecamatan melalui diskusi unit daerah kerja pembangunan, demikian seterusnya
hingga disalurkan di tingkat kabupaten/kota yang melibatkan lintas unit-unit kerja
kabupaten/kota. Namun mengapa mekanisme yang cukup baik tersebut tetap
dianggap kurang dapat mengakomodasikan hal-hal yang sesungguhnya diinginkan
masyarakat ? Seperti yang telah dikemukakan di atas, kesalahan tentu akan
dialamatkan kepada tidak dilakukannya secara sungguh-sungguh participant
observation atau grounded research oleh aparatur yang terlibat secara fungsional
dalam proses penyusunan program-program pembangunan, kepada masyarakat desa
dimana proyek-proyek pembangunan tersebut berlokasi. Jika dilakukan secara benar,
penerapan mekanisme tersebut memastikan terjadinya identifikasi yang menyeluruh
dan mendalam hingga ke tingkat grassroots terhadap yang sesungguhnya dibutuhkan
masyarakat, walaupun harus melalui proses-proses yang akan menghabiskan banyak
waktu dan tenaga.

Adanya kekhawatiran pemerintah (daerah) dengan alasan akan sulitnya


mengakomodasikan keinginan masyarakat yang begitu banyak—jika dilakukan
transparansi seluas mungkin kepada masyarakat, harus sudah mulai ditinggalkan dan
harus dianggap sebagai suatu konsekuensi logis dan buah dari kekurangtepatan
orientasi implementasi program-program pembangunan yang dilakukan selama ini.
Langkah bijaksana yang dilakukan oleh aparatur pemerintah terhadap kondisi-
kondisi yang telah terlanjur terjadi tersebut, pertama-tama tentu harus dimaknai
sebagai suatu rangkaian dari keseluruhan belajar sosial.

Proses pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung makna, terdapatnya


faktor inisiatif yang berasal dan berkembang dari masyarakat sendiri, sedangkan
peranan pemerintah bertindak sebagai penampung dan mempertimbangkan keluhan
masyarakat. Dalam hal ini aparatur pemerintah (daerah) sangat dituntut agar memiliki
kepekaan serta kemampuan untuk dapat memberi respon, terhadap inisiatif dan
keluhan yang berasal dari tingkat bawah daripada menonjolkan kepentingan mereka
sendiri atau berdalih pada menjaga kewibawaan pemerintah. Dalam kenyataan,
inisiatif dan keluhan masyarakat bawah seringkali diabaikan, dan untuk memperoleh
perhatian dan tanggapan mereka terpaksa mengambil jalan pintas walaupun kadang-
kadang merupakan pelanggaran hukum, yaitu dengan melakukan pengrusakan
ataupun pembakaran.

Pada hakikatnya partisipasi sosial mengandung makna agar masyarakat lebih


berperan dalam proses pembangunan, mengusahakan penyusunan program-program
pembangunan melalui mekanisme dari bawah ke atas (bottom up), dengan
pendekatan memperlakukan manusia sebagai subyek dan bukan obyek
pembangunan. Hal ini dipertegas oleh Philip J. Eldridge (1995) “participation means
a shift in decision making power from more powerful to poor, disadvantages, and less
influential groups.” Keberdayaan rakyat merupakan kemampuan dan kebebasan
untuk membuat pilihan-pilihan, baik yang menyangkut penentuan nasib sendiri
maupun perubahan diri sendiri atas dasar kekuatan sendiri sebagai faktor penentu.

Logika Perencanaan Pembangunan


Terdapat beberapa argument yang menyatakan bahwa setiap melakukan
pembangunan akan dihadapkan beberapa peristiwan diantaranya , kegagalan pasar,
yang menyatakan bahwa setiap proses pembangunan akan dihadapkan dengan
tingginya harga suatu barang akibat dari kegagalan pasar dalam menentukan harga.
Mobilisasi dan alokasi merupakan salahsatu akibat dari perencanaan pembangunan
yang akan terhalang oleh beberapa permasalah dalam mobilisasi dan alokasi dari
faktor produksi guna melakukan pembangunan disuatu negara. Dampak dan perilaku
psikologis merupakan dampak yang ditimbulkan dengan perubahan pola perilaku
masyarakat dalam proses pembangunan.

Soal Latihan :

9. What features of the political process make effective development


policymaking so difficult?
Jadi hubungan diantara politik dan ekonomi berhubungan satu sama lain, karena

berbagai kebijakan pemerintah mengenai perpolitikan suatu negara

mempengaruhi keadaan ekonomi suatu negara tersebut. selain itu hal

berkabilikan dapat terjadi bahwa ekonomi dapat memperngaruhi berbagai

kebijakan politik yang diambil suatu pemerintah yang sedang berjalan. Maka

proses politik perlu kesinambungan dengan kebijakan ekonomi yang diambil

harus sesuai dengan proses perencanaan sebelumnya. Sebab jika kebijakan

pemerintah yang hanya melihat politik saja tentu akan memperngaruhi

perekonomian suatu negara tersebut, apakah tetap dalam koridor perencanaan

pembangunan atau sudah diluar jalur rencana pembangunannya. Maka secara

efektif seharusnya kebijakan politik pemerintah dan kebijakan perekonomian

harus tetap murni bertujuan terhadap pembangunan nasional.

10. Why is development participation not used more often, despite its potentially
decisive role in ensuring the success of development policies?

Karena dalam pelaksanaan pembangunan dihadapkan dengan beberapa peristiwa

yang dapat menghambat proses pembangunan, yaitu diantaranya beberapa

kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan perpolitikan yang dapat

menghambat perekonomian suatu negara karena perbedaab kepentingan yang

dimiliki maka sebagai partisipan pembangunan ternyata tidak selalu secara

berbanding lurus dengan kebijakan pembangunannya. Selain itu dihadapkan

dengan beberapa masalah dalam logika perencanaan pembangunan yang

merupakan berbagai peristiwa yang sering terjadi akibat dari perencanaan

tersebut.
11. Do you think that setting goals for development could in itself help a developing
nation to achieve those goals? Why or why not?
Jadi peran dari perencanaan tujuan pembangunan sangat dibutuhkan oleh setiap

negara guna mencapai apa yang menjadi targetnya dalam suatu pembangunan. Peran

perencanaan tersebut memang berguna sebagai pedoman yang menjadi acuan bagi

pemerintah untuk membuat berbagai kebijakan yang berhubungan dengan

perekonomiannya. Akantetapi peran diantara partisipan perencanaan pembangunan

harus seimbang. Karena perencanaan pembangunan bukan hanya melibatkan

pemerintah sebagai regulator yang memegang berbagai kebijakan, selain itu butuh

konstribusi peran dari masyarakat untuk mendukung proses perencanaan

pembangunan sesuai dengan porsinya. Maka jika peran keduanya seimbang sesuai

dengan porsinya masing-masing perumusan kebijakan pembangunan dalam suatu

negara lebih mudah dicapai karena peran masing-masing dalam suatu proses

pembangunan berjalan sebagai mestinya.

12. Discuss the potential role of NGOs in relation to the government and private
sectors. What are the most important potential areas of comparative advantage of
NGOs? What are the most important “voluntary failures” that can inhibit NGOs
from realizing their comparative advantages in development activities?

Peran organisasi non pemerintahan memang memiliki peran yang potensial dalam

proses pembangunan. Dalam praktiknya NGO memiliki andil dalam berperan

aktif dalam masyarakat, karena apa yang menjadi tujuan dari NGO biasanya

langsung berperan aktif dengan masyarakat langsung. Selain itu banyak dari NGO

yang memang tujuan utama adanya organisasi tersebut untuk sosial. Maka dengan

potensi tersebut organisasi yang memiliki lahan dalam lingkup sosial biasanya

memliki penilaian terhadap analisis biaya dan manfaat sosial lebih besar terhadap

pertimbangan manfaat sosial, terlebih jika tujuan dari NGO tersebut sejalan

dengan proses pembangunan suatu negara maka menjadi potensi bagi suatu

negara guna mencapai kemudahan dalam proses perencanaan dan pembangunan

suatu negara.
Rangkuman Bab IX
Agricultural Transformation and Rural Development

The Imperative of Agricultural Progress and Rural Development

Apabila terjadi migrasi penduduk yang memiliki ijazah sekolah dan tidak menuju kota-kota
di Afrika, Asia, dan Amerika Latin telah menunjukan suatu hal yang belum pernah terjadi
sebelumnya dalam sejarah. Hal tersebut dapat terlihat dari besarnya stagnasi daerah
terpencil di pedesaan. Meskipun secara riil hampir 2 juta orang di negara berkembang
kurang dan jarang mencukupi untuk tetap ada di dalam pencaharian argikultural. Lebih dari
3.1 juta orang hidup di daerah pedesaan di negara berkembang pada tahun 2013. Lalu
seperempatnya berada di dalam garis kemiskinan yang ekstream. Selain itu urbanisasi
terjadi di beberapa negara berkembang. Lebih dari 60 % penduduk yang melakukan
urbanisasi berada didaerah pinggiran dan berada di negara-negara dengan tingkat
pendapatan rendah dan menengah.
Hal penting yang menjadi perhatian ialah dua pertiga dari penduduk miskin berada di lokasi
pedesaan dan pertanian menjadi sumber pencahariannya. The United Nations Food and
Agriculture Organization mengestimasikan pada tahun 2012 sekitar 820 juta orang tidak
mampu mencukupi kebutuhan makan dan dasarnya. Secara ekonomi pembangunan
trasional peran pertanian menjadi sector pendukung dalam melakukan proses industrialisasi
ekonomi.
Proses Transpormasi Pertanian
Pembangunan pertanian pada dasarnya adalah proses transformasi pertanian.
Proses transformasi pertanian merupakan proses perubahan dalam berbagai aspek bidang
pertanian yang mencakup bidang teknologi, Lembaga ekonomi , dan sosial pertanian.
Salahsatu faktor terpenting dalam pembangunan ekonomi Indonesia ialah sector pertanian
yang menjadi penerapan berbagai hasil dari pekerjaan manusia dalam rangka
mengendalikan secara biologis terhadap tumbuhan dan hewan yang dapat di manfaatkan
kembali oleh manusia.
Usaha pertanian memiliki dua ciri penting yaitu:
1. Selalu melibatkan barang dalam volume besar
2. Proses produksi yang memiliki resiko yang relatif tinggis
Dalam rangka meningkatkan taraf hidup kelompok masyarakat yang paling miskin, upaya
yang dilakukan harus langsung diarahkan kepada kelompok penduduk yang bersangkutan.
Karena pada umumnya mereka tinggal di pedesaan dan bekerja di sektor pertanian, maka
kunci pengentasan kemiskinan terletak pada pembangunan sektor pertanian secara
sungguh-sungguh. Revolusi hijau sangat berperan dalam meningkatkan jumlah kawasan
garapan dan menaikkan output. Namun, manfaat yang dihsilkan tidak selalu menyebar ke
wilayah lain atau mendukung pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Gambaran produksi pertanian berbeda sekali dengan yang dialami oleh negara-negara
dunia ketiga. Di negara-negara miskin, metode produksi pertanian dari waktu ke waktu
tidak mengalami perubahan berarti. Dengan teknologi pertanian dan penggunaan masukan
(input) tradisional diluar tenaga kerja manusia yang sama, kita mengetahui dari prinsip
perolehan hasil yang semakin berkurang (diminishing returns) bahwa jika semakin banyak
orang yang mengerjakan sebidang lahan maka tingkat produktivitas marjinal akan
semakin menurun sebagai hasil akhirnya standar hidup petani pedesaan di negara-negara
dunia ketiga terus memburuk. Sehingga antara negara maju dan negara berkembang
muncul suatu kesenjangan yang disebut sebagai kesenjangan produktivitas.
Struktur Pertanian di berbagai Dunia
Perbandingan sekilas antara produktivitas pertanian di negara maju dengan negara
berkembang akan memperjelas gambaran suram tersebut. Sebenarnya, sistem atau pola
pertanian yang ada di dunia ini dapat dibagi menjadi 2 pola yang berbeda yaitu:
 Pola pertanian di negara-negara maju yang memiliki tingkat efisiensi tinggi, dengan
kapasitas produksi dan rasio output per tenaga kerja yang juga tinggi, sehingga
jumlah petani yang sedikit dapat menyediakan bahan pangan bagi seluruh
penduduk.
 Pola pertanian yang tidak atau kurang berkembang yang terjadi di negara-negara
berkembang. Tingkat produktivitasnya begitu rendah sehingga hasil yang diperoleh
seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan para petaninya sendiri. Jangankan
untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduk daerah perkotaan, untuk keperluan
sehari-hari para petani itu saja, hasil-hasil pertanian yang ada tidak mencukupi.
Sehingga antara negara maju dan negara berkembang muncul suatu kesenjangan yang
disebut sebagai kesenjangan produktivitas. Dari hal ini dapat dilihat dan dibuktikan
bahwa tingkat kesenjangan produktifitas antara negara maju dengan negara
berkembang cukup tinggi dan hal ini merupakan sebuah keadaan yang sangat
memprihatinkan.
Faktor Penyebab Kurangnya Kinerja Pertanian di Negara Berkembang
Karena banyak negara berkembang yang memiliki daerah pertanian yang cukup
luas namun tidak bisa memanfaatkan kelebihan luas lahan pertanian yang mereka miliki.
Negara tersebut masih terpengaruh oleh para teoritisi barat bahwa yang didengung-
dengungkan adalah bagaimana cara membangun dan memajukan perekonomian suatu
bangsa yaitu dengan cara mengubah perekonomian agraris menjadi perekonomian
industri, dan banyak negara berkembang yang meletakkan dasar pemikiran itu dalam
struktur tatanan perekonomian mereka. Ternyata strategi tersebut sangat tidak cocok
untuk diterapkan di negara-negara tersebut. Hal ini terjadi karena memang infrastruktur
pembangunan industri di negara tersebut memang belum tersedia secara lengkap. Maka
salah satu akibat yang ditimbulkan dari masalah ini adalah tingginya angka migrasi para
penduduk dari desa ke kota. Dari kejadian ini maka sebab dan masalah yang ditimbulkan
di negara tersebut adalah:
1. Lapangan pekerjaan di kota semakin sedikit.
2. Lahan garapan pertanian di desa mulai terbengkelai.
3. Semakin sedikitnya tenaga kerja yang ada untuk mengelola lahan pertanian yang
luas.
4. terabaikannya sektor yang sangat penting dalam perumusan prioritas
pembangunan oleh pemerintahan negara yang bersangkutan.
Adapun faktor pendorong terjadinya transformasi pertanian adalah:
1. Ditemukannya varietas baru
2. Adanya tekanan kependudukan
3. Goncangan produksi
4. Intensitas panen
5. Penggunaan pupuk dan air
Tahap – Tahap Pembangunan Pertanian
1. Pertanian tradisional (subsisten), Sistem pertanian tradisional adalah sistem
pertanian yang masih bersifat ekstensif dan tidak memaksimalkan input yang ada.
Sistem pertanian tradisional salah satu contohnya adalah sistem ladang berpindah.
Sistem ladang berpindah telah tidak sejalan lagi dengan kebutuhan lahan yang
semakin meningkat akibat bertambahnya penduduk. Sistem pertanian ini merupakan
sistem yang dimulai sejak manusia memilih mulai menetap dan berladang pada satu
lokasi saja. Pada Pertanian tradisional biasanya lebih ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan hidup para petani dan tidak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi petani,
sehingga hasil keuntungan petani dari hasil pertanian tradisional tidak tinggi, bahkan
ada yang sama sekali tidak ada dalam hasil produksi pertanian.
2. Tahap pertanian tradisional menuju pertanian modern (tahap terdiversivikasi)
Pola pertanian terdiversifikasi merupkan tahap perantara yang harus dilalui
dalam proses transisi dari pola produksi pertanian subsisten menjadi produksi
pertanian yang terspesialisasi. Keberhasilan atau kegagalan usaha – usaha
transformasi pola pertanian tradisional ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan
dan keterampilan petani saja, tetapi yang lebih penting, semua itu bergantung pada
faktor lingkungan yang akan dihadapi petani seperti kondisi sosial, komersial dan
kelembagaan.
3. Sistem Pertanian Modern (pertanian terspesialisasi)
Pertanian terspesialisasi merupakan tahap akhir dan bentuk yang paling maju dari
unit usaha pertanian. Karakteristik – karakteristik umum dari pertanian terspesialisasi
adalah pengutamaan jenis tanaman tertentu, pemakaian modal secara intensif,
penggunaan teknik produksi secara modern yang hemat, serta pengembangan skala
ekonomis yang besar untuk mengurangi biaya dan memaksimalkan keuntungan.
Pertanian modern juga bertumpu pada pasokan eketernal berupa bahan-bahan kimia
buatan (pupuk dan pestisida).
Penerapan pertanian organik, memberikan manfaat bagi masyarakat dalam upaya
pemberdayaan ekonomi rakyat antara lain:
a. Produksi pertanian organik jauh dibawah hasil produksi sistem konvensional.
b. Minimnya akses transportasi pada lokasi-lokasi yang memenuhi syarat untuk
budidaya pertanian organik.
c. Pertanian modern memerlukan biaya produksi relatif lebih rendah dibandingkan
pertanian konvensional.
d. Pendapatan petani modern sedikit lebih besar dibanding dengan petani
konvensional.
e. Menciptakan lapangan kerja baru dan keharmonisan kehidupan sosial di
pedesaan.
Startegi Menuju Industrialisasi Pertanian.
1. Perubahan teknologi dan inovasi.
Pada sebagian besar NSB, teknologi baru dibidang pertanian dan inovasi – inovasi
dalam kegiatan kegiatan pertanian merupakan prasyarat bagi upaya dalam
peningkatan outout dan produktivitas. Ada dua sumber inovasi teknologi yang bisa
meningkatkan hasil – hasil pertanian, kedua sumber ini mempunyai implikasi yang
sangat berbeda bagi pembangunan pertanian di NSB. Inovasi teknologi pertama
adalah pengenalan terhadap mekanisme pertanian sebagai ganti tenaga kerja
manusia.
2. Kebijakan – kebijakan penunjang.
Seluruh keuntungan dari pembangunan usaha tani kecil tidak akan bisa dicapai jika
pemerintah tidak menciptakan kebijakan atau sistem kelembagaan yang menunjang,
misalnya berupa insentif – insentif yang diperlukan, kesempatan – kesempatan
berusaha dalam kegiatan ekonomi dan kemudahan untuk memperoleh input yang
diperlukan memungkinkan output yang dihasilkan oleh para petani meningkat.
Aspek penting lainnya yaitu kebijakan pemerintah menyangkut penetapan harga
komoditi pertanian, terutama harga biji – bijian bahan pangan pokok dengan cara
menerapkan kebijakan harga yang benar – benar mencerminkan kondisi pasar
internal (harga yang ditetapkan sesuai dengan harga harga yang berlaku di pasar,
sehingga menjamin adanya sejumlah keuntungan bagi petani).
Syarat - Syarat Pembangunan Pertanian Dan Daerah Pedesaan
A. Syarat – Syarat Pembangunan Pertanian
Pembangunan pertanian tidak dapat terlaksana hanya oleh para petani sendiri.
Pertanian tidak dapat berkembang melalui tahap subsisten tanpa adanya
perkembangan yang sesuai pada bidang – bidang kehidupan nasional lainnya
dari masyarakat dimana pertanian itu dilaksanakan. Untuk meningkatkan
produktivitas pertanian, setiap petani semakin lama semakin tergantung pada
sumber – sumber luar lingkungannya. Petani meningkatkan kadar kesuburan
tanah dengan menambahkan pupuk pada lahan pertanian.
Selain melakukan hal – hal diatas, ada syarat – syarat mutlak yang harus ada
dalam pembangunan pertanian. 5 syarat mutlak yang harus dipenuhi yaitu:
1. Adanya pasar untuk hasil – hasil usaha tani.
2. Teknologi yang terus berkembang.
3. Tersedianyan bahan-bahan dan alat-alat produksi.
4. Adanya perangsang produksi bagi para petani.
5. Tersedianya pengangkutan yang lancar dan continue.
B. Syarat – syarat Pembangunan Pedesaan
Di daerah pedesaan pada sebagian besar negara berkembang umumnya
mempunyai luas lahan yang sempit, modal relatif kecil, sedangkan jumlah
tenaga kerja yang ada melimpah. Ada pokok yang merupakan syarat terpenting
yang harus segera di penuhi dalam rangka merealisasikan setiap strategi
pengembangan sektor – sektor pertanian dan pembangunan pedesaan yang
berorientasi pada kepentingaan masyarakat umum.
Latihan Soal !
9. What is meant by comprehensive or integrated rural development?
What criteria would you use to decide whether or not such integrated
rural development was or was not taking place?

Pembangunan secara komprehensif di masyarakat pedesaan merupakan

salahsatu cara untuk menunjang kemajuan didaerah pedesaan. Hal

tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik pembangunan yang ada

di daerah desa. Karakteristik penduduk desa yang memiliki mata

pencaharian sebagai petani harus disesuaikan dalam proses

pembangunannya. Proses pembangunan yang komprehensif pada sector

pertanian dapat menunjang pembangunan untuk terciptanya kemajuan

yang ada di desa. Maka dibutuhkan beberapa kriteria untuk mencapai

kemajuan pembangunan melalui sector pertanian. Kriteria tersebut


mencakup beberapa hal yang perlu dicapai oleh suatu sector pertanian

suatu negara. Apabila kriteria telah dicapai maka proses transformasi

pertanian dapat dicapai memalui beberapa tahapan dan syarat yang

perlu dipenuhi.

11. If land reform is efficient, why do you think it is not more commonly
implemented?

Secara konseptual penerapan pengalihan tanah dapat memberikan

pemerataan distribusi lahan bagi petani. Hal tersebut dapat menjadi

syarat pembangunan di pedesaan. Akantetapi yang terjadi ialah proses

tersebut tidak banyak terimplementasikan. Karena dalam penerapan saat

ini masih terjadi ketidakadilan dalam pemerataannya. Selain itu hanya

beberapa pihak yang menguasai tanah. Sebab saat ini yang terjadi ialah

sebagian besar lahan tanah menurut beberapa sumber yang terkait

mengatakan hanya dikuasi oleh 1 % persen orang dari populasi

penduduk. Maka hal tersebut mencerminkan land reform tidak berjalan

dengan baik meskipun suatu hal yang efisien dalam melakukan

pembangunan pedesaan.

10. What explains sharecropping? To what extent do you think your


explanation justifies the practice?

Sistem pertanian bagi hasil merupakan salah satu cara untuk membangun

suatu desa. Proses bagi hasil dalam pertanian turut membantu

menciptakan lapangan pekerjaan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan

cara land reform, maka pemilik tanah melakukan sistem bagi hasil dengan

cara petani menggarap tanah lalu hasilnya dilakukan pembagian hasil

sesuai dengan perjanjian. Perlu diterapkan sistem keadilan diantara

pemilik lahan dengan petani yang menggarap dengan dilakukan

pengawasan oleh pihak yang terkait. Selain itu dapat dilakukan dengan
mendirikan suatu koperasi unit desa yang bertugas menghimpun dan

mengatur segala kebutuhan petani. Salahsatunya proses land reform agar

terjadinya keadilan diantara beberapa pihak, maka KUD tersebut dapat

menjadi perantaranya.

12. Why is a proper understanding of risks faced by smallholder farmers


of such fundamental importance to agricultural development policy?

Karena dengan memahami berbagai risiko yang dihadapi oleh para petani

penggarap dapat menjadi acuan bagi penerapan kebijakan pembangunan

perekonomian. Sebab secara mayoritas di negara berkembang, jumlah

petani penggarap lahan memiliki kecenderungan yang besar dalam

populasinya. Selain itu perlu adanya anggaran dari pemerintah pusat bagi

pembangunan infrastruktur daerah pedesaan sehingga arus transportasi

dan pengangkutan dari desa ke kota atau sebaliknya akan lancar.

Diharapkan dengan infrastruktur yang memadai maka masyarakat akan

semakin lancar untuk melakukan proses perdagangan sehingga hal ini juga

akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bersangkutan

14. The poorest farmers tend to work on farms with the poorest soil and
water conditions. Do you think this is the cause, the effect, or both?

Menurut saya hal tersebut merupakan sebab dan akibat yang saling

berkesinambungan. Keadaan petani yang miskin tentu terdesak dengan

pemenuhan kebutuhan hidupnya yang tetap harus dipenuhi. Keadaan

tersebut mengharuskan petani tersebut tetap mencari kerja demi

pemenuhan kebutuhan hidupnya bahkan yang paling dasar. Tidak ada

pilihan lain karena dengan keadaan yang serba terbatas maka untuk itu

petani tersebut tetap bekerja meskipun di dalam keadaan tanah yang tidak

baik serta kondisi air yang tidak baik pula. Maka yang terjadi ialah

peristiwa tersebut cenderung terus berputar bagaikan lingkaran yang tidak


ada ujungnya secara turun temurun. Maka untuk keluar dari keadaan

tersebut diperlukan peningkatan sumber daya manusia dan alamnya agar

proses pembangunan tetap ada dengan cara melakukan transforamsi

pertanian yang memberikan kemajuan.