Anda di halaman 1dari 19

PROPOSAL

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)


STIMULASI PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI)
SESI II
MENGONTROL HALUSINASI DENGAN CARA MENGHARDIK

DI SUSUN OLEH :

PUTRI DIAH KUSUMA

PROGRAM PROFESI KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan
hidayahnya kami dapat menyelesaikan Proposal TAK ini dengan
baik.Proposal TAK yang berjudul ”Stimulasi Gangguan Persepsi Sensori (
Halusinasi )” disusun untuk memenuhi tugas mahasiswa mata kuliah Profesi
keperawatan jiwa.

Pada kesempatan ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dosen mata kuliah keperawatan jiwa yang telah memberikan bimbingan


dan pengarahan dalam penyelesaian proposal TAK ini.
2. Pembimbing Lahan yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan
dalam penyelesaian TAK ini.
3. Serta rekan – rekan kelompok dan semua pihak yang terkait dalam
penyelesaian dan penyusunan proposal TAK ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena
itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi
kesempurnaan proposal TAK ini Kedepan.

Akhir kata, semoga proposal ini berguna dan bermanfaat bagi semua pihak
yang membaca, serta dapat dijadikan sebagai bahan untuk menambah
pengetahuan para mahasiswa, dan pembaca.

Jakarta , 26 April 2017

Penyusun
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)
STIMULASI PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI)

I. Latar Belakang
Terapi Aktivitas Kelompol (TAK): sosialisasi TAK adalah upaya
memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan
sosial. Salah satu gangguan hubungan sosial pada pasien gangguan jiwa adalah
gangguan persepsi sensori: Halusinasi merupakan salah satu masalah keperawatan
yang dapat ditemukan pada pasien gangguan jiwa. Halusinasi adalah salah satu
gejala gangguan jiwa di mana pasien mengalami perubahan sensori persepsi;
merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan perabaan atau
penghiduan.Pasien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada.Dampak dari
halusinasi yang diderita klien diantaranya dapat menyebabkan klien tidak
mempunyai teman dan asik dengan pikirannya sendiri.Salah satu penanganannya
yaitu dengan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok yang bertujuan untuk
mengidentifikasi halusinasi dan mengontrol halusinasi yang dialaminya.

Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSKD Duren sawit
khususnya Ruang Belimbing sebagian besar pasien menderita halusinasi.Oleh
karena itu, perlu diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang halusinasi.

II. Landasan Teori


Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang
menggunakan aktivitas yang menggunakan aktivitas mempersepsikan berbagai
stimulasi yang terkait dengan pengalaman dengan kehidupan untuk didiskusikan
dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau
alternatif penyelesaian masalah.
Dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi dibagi dalam
5 sesi, yaitu:
A. Sesi I : Klien mengenal halusinasi
B. Sesi II : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
C. Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap -cakap dengan
orang lain
D. Sesi IV : Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal
E. Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat

III. Tujuan
A. Tujuan umum
Klien dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengontrol halusinasi
dalam kelompok secara bertahap.
B. Tujuan khusus
1. Klien dapat mengenal halusinasi.
2. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
3. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain.
4. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas
terjadwal.
5. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat.

IV. Sesi yang digunakan


A. Sesi I : Klien mengenal halusinasi
B. Sesi II : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
C. Sesi III :Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan
orang lain
D. Sesi IV : Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas
terjadwal
E. Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat
V. Klien
A. Kriteria klien
1. Klien gangguan orientasi realita yang mulai terkontrol.
2. Klien yang mengalami perubahan persepsi.
B. Proses seleksi
1. Mengobservasi klien yang masuk kriteria.
2. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
3. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
4. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi:
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan
aturan main dalam kelompok

VI. Kriteria Hasil


A. Evaluasi Struktur
1. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan ditempat tertutup dan
memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan
2. Posisi tempat dilantai menggunakan meja dan kursi plastik
3. Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan
4. Alat yang digunakan dalam kondisi baik
5. Leader, Co-leader, Fasilitator, observer berperan sebagaimana
mestinya.
B. Evaluasi Proses
1. Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.
2. Leader mampu memimpin acara.
3. Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
4. Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.
5. Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung
jawab dalam antisipasi masalah.
6. Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada
kelompok yang berfungsi sebagai evaluator kelompok
7. Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir

C. Evaluasi Hasil
Diharapkan 75% dari kelompok mampu:
1. Menjelaskan apa yang sudah digambarkan dan apa yang dilihat
2. Menyampaikan halusinasi yang dirasakan dengan jelas

VII. Antisipasi Masalah


A. Penanganan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitas
1. Memanggil klien
2. Memberi kesempatan pada klien untuk menjawab sapaan perawat atau
klien lain
B. Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izin
1. Panggil nama klien
2. Tanyakan alasan klien meninggalkan kegiatan
C. Bila klien lain ingin ikut
1. Berikan penjelasan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada klien yang
telah dipilih
2. Katakan pada klien bahwa ada kegiatan lain yang mungkin didikuti
oleh klien tersebut
3. Jika klien memaksa beri kesempatan untuk masuk dengan tidak
memberi pesan pada kegiatan ini

VIII. Pengorgnisasian
A. Sesi II Pelaksanaan
1. Hari/Tanggal : selasa, 2 Mei 2017
2. Waktu : Pkl. 15.20 – 15.40 (sesi II)
3. Alokasi waktu : Perkenalan dan pengarahan (5 menit)
Terapi kelompok (10 menit)
Penutup (5 menit)
4. Tempat : Ruang Belimbing RSKD Duren Sawit
5. Jumlah klien : 5 orang

B. Tim Terapi
1. Leader Sesi II : Putri Diah Kusuma
Uraian tugas :
a. Mengkoordinasi seluruh kegiatan
b. Memimpin jalannya terapi kelompok
c. Memimpin diskusi
2. Co-leader Sesi II : Nurhayati
Uraian tugas :
a. Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan
b. Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang
c. Membantu memimpin jalannya kegiatan
d. Menggantikan leader jika terhalang tugas
3. Observer Sesi II : Hansen
Uraian tugas :
a. Mengamati semua proses kegiatanyang berkaitan dengan waktu,
tempat dan jalannya acara
b. Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua angota
kelompok denga evaluasi kelompok
4. Fasilitator Sesi II : 1. Pardi, 2. Hikmah
Uraian tugas :
a. Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
b. Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
c. Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk
melaksanakan kegiatan
d. Membimbing kelompok selama permainan diskusi
e. Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
f. Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah
C. Metode dan Media
1. Metode
a. Diskusi dan tanya jawab
b. Bermain peran/stimulasi
2. Media
a. Papan nama
b. Whiteboard
c. Spidol
d. Jadwal kegiatan klien

D. Setting tempat
1. Terapis dan klien duduk bersama setengah lingkaran
2. Ruangan nyaman dan tenang

Keterangan:

: Leader : Co-Leader : Fasilitator

: Observer : Pasien
IX. Sesi II: Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
A. Tujuan
1. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk
mengatasi halusinasi
2. Klien dapat memahami cara menghardik halusinasi
3. Klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi
B. Langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak kepada klien yang telah mengikuti sesi
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
b. Klien dan terapis pakai papan nama
c. Leader menanyakan perasaan klien saat ini
d. Leader menanyakan pengalaman halusinasi yang terjadi: isi,
waktu, situasi dan perasaan
3. Kontrak
a. Menjelaskan tujuan kegiatan: latihan cara mengontrol halusinasi
dengan cara menghardik
b. Menjelaskan aturan main
1) Jika ada yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta
izin kepada leader
2) Lama kegiata 20 menit
3) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
4. Tahap keja
a. Leader meminta klien menceritakan apa yang dilakukan pada saat
mengalami halusinasi dan bagaimana hasilnya . Ulangi sampai
semua pasien mendapat giliran
b. Berikan pujian setiap klien selesai bercerita
c. Leader menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik
halusinasi pada saat halusinasi muncul
d. Co-Leader memperagakan cara menghardik halusinasi yaitu:
”Pergi, pergi jangan ganggu saya, kamu suara palsu...”
e. Leader meminta masing-masing klien memperagakan cara
menghardik halusinasi
f. Leader memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk
tangan setiap klien memperagakan menghardik halusinasi
5. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1) Leader menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Leader memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b. Tindak Lanjut
1) Leader mengajarkan klien untuk menerapkan cara yang telah
dipelajari jika halusinasi muncul
2) Memasukkan kegiatan menghardik ke dalam jadwal kegiatan
harian klien
3) Kontrak yang akan datang
a) Leader membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK
berikutnya yaitu cara mengontrol halusinasi dengan
melakukan bercakap-cakap dengan orang lain.
b) Leader membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK
berikutnya

X. Evaluasi dan Dokumentasi


A. Evaluasi
Sesi II: Stimulasi Persepsi Sensori (Halusinasi)
Kemampuan Menghardik Halusinasi
(terlampir)
B. Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan
proses keperawatan setiap klien. Contoh: klien mengikuti TAK
stimulasi persepsi sensori. Klien mampu memperagakan cara
menghardik halusinasi, anjurkan klien mengguanakannnya jika
halusinasi muncul.
Petunjuk:
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk setiap klien beri penilaian atas kemampuan menyebutkan 5
benar cara minum obat, manfaat dan akibat tidak minum obat beri
tanda √ jika klien mampu dan tanda X jika klien tidak mampu.
STRATEGI PELAKSANAAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

( SP TAK )

HALUSINASI

SESI II

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien :
2. Kriteria Anggota :
a. Klien dengan riwayat schizophrenia dengan disertai gagguan persepsi
sensori halusinasi.
b. Klien yang mengikuti TAK ini tidak mengaklami perilaku agresif atau
mengamuk, dalam keadaan tenang.
c. Klien dapat diajak kerjasama (cooperative)
d. Klien sudah mengikuti TAK Sesi I.
3. Nama Anggota :
Adapun nama-nama klien yang akan mengikuti TAK serta pasien
cadangan yaitu :
a. Klien peserta TAK :
1.
2.
3.
4.
5.
b. Klien peserta TAK cadangan:
1.
2.
4. Diagnosa Keperawatan : Halusinasi
5. Tujuan :
a. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk
mengatasi halusinasi
b. Klien dapat memahami cara menghardik halusinasi
c. Klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi
6. Tindakan Keperawatan :
a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak kepada klien yang telah mengikuti sesi 1.
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
b. Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari Terapis kepada klien.
b) Klien dan terapis pakai papan nama.
2) Evaluasi / Validasi.
a) Terapis menanyakan perasaan klien saat ini.
b) Terapis menanyakan pengalaman halusinasi yang terjadi : isi,
waktu, situasi, dan perasaan.
3) Kontrak
a) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu dengan latihan satu cara
mengontrol halusinasi (menghardik Halusinasi).
b) Menjelaskan aturan main, yaitu :
 Jika ada klien ang ingin meninggalkan kelompok, harus
minta ijin pada terapis.
 Lama kegiatan 45 menit.
 Setiap klien mengikuti kegiatan harus dari awal sampai
selesai.
c. Tahap Kerja
1) Terapis meminta klien menceritakan apa yang dilakukan pada saat
mengalami halusinasi, dan bagaimana hasilnya. Ulangi sampai
semua klien mendapat giliran.
2) Berikan pujian setiap klien selesai bercerita.
3) Terapis menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik
halusinasi saat halusinasi muncul.
4) Terapis memperagakan cara menghardik halusinasi, yaitu :
“Pergi,.jangan gangu saya”, “Saya mau bercakap-cakap
dengan…”.
5) Terapis meminta masing-masing klien memperagakan cara
menghardikhalusinasi dimulai dari klien disebelah kiri terapis
berurutan searah jarum jam sampai semua peserta mendapat
giliran.
6) Terapis memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk
tangan saat klien selesai menghardik halusinasi.
d. Tahap Terminasi.
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
b) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
2) Rencana Tindak Lanjut
a) Terapis menganjurkan klien utuk menerapkan cara yang telah
dipeljari jika halusinasi muncul.
b) Memasukkan kegiatan menghardik dalam jadwal kegiatan
harian klien.
3) Kontrak yang akan datang
a) Terapis membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK yang
berikutnya, yaitu belajar cara mengontrol halusinasi dengan
melakukan kegiatan.
b) Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK
berikutnya.
B. STRATEGI PELAKSANAAN
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Selamat pagi Bapak-bapak, masih ingat dengan saya bukan..?”
b. Validasi
“Bagaimana tidurnya semalam..? Nyenyak tidak..? Bagus…Oh
ya..masih ingat tidak hari ini kita akan melakukan kegiatan terapi
kelompok tentang apa..? Bagus,ternyata masih pada ingat semua ya..”
c. Kontrak
“Baiklah…hari ini kita akan melakukan salah satu kegiatan mengontrol
halusinasi yaitu dengan cara menghardik… Sudah siap semua Bapak,
Oke.. ingin berapa lama ini nanti kegiatan kita? Setuju...20 menit saja
seperti kemarin ya.. Mari kita mulai..”
2. Fase Kerja
“Sebelum kita mulai, ada yang ingin bertanya tidak? Baiklah, karena
tidak ada kita langsung mulai saja ya.. Jadi, ketika suara-suara itu
datang..Bapak, bisa mengatakan hal seperti ini..” Pergi,.jangan ganggu
saya”, “Saya tidak mau mendengar suara Anda dan saya mau bercakap-
cakap dengan…” Bagaimana..bisa kan? Coba tolong dipraktekkan satu
per satu tapi dengan undian bola ini ya, dimulai dari kiri terus berputar
searah jarum jam dan ketika musik berhenti yang terakhir memegang bola
ini nanti yang akan praktek dulu dan begitu seterusnya ya..jadi biar adil
dan merata semua mendapat giliran.. Oke..kita mulai sekarang..”
Wah..bagus sekali yang telah dilakukan bapak...beri tepuk tangan untuk
keberhasilan bapak.. karena telah sukses melakukannya.. Nah sekarang
kita mulai lagi undiannya…
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
“Bagaimana perasaan bapak - bapak setelah melakukan kegiatan ini?
Wah saya sangat bangga dengan bapak - bapak karena mampu
memperagakan cara mengontrol halusinasi dengan menghardik..
tepuk tangan untuk semua..”
b. Rencana Tindak lanjut
“Karena semua telah berhasil melakukan cara menghardik, misalkan
suara-suara itu datang lagi jangan lupa untuk menerapkannya jika
halusinasi suara itu muncul lagi.. sudah mengerti bapak - bapak?
Bagus…Oh ya, saya lupa bilang..jangan lupa juga untuk
memasukkannya ke dalam jadwal kegiatan harian seperti yang
kemarin ya…”
c. Kontrak yang akan datang
“Baiklah..karena waktu kesepakatan kita telah berakhir..bagaimana
kalu besok kita melakukan terapi lagi dengan cara yang lain yaitu
dengan melakukan kegiatan..? Setuju semua? Baiklah, besok mau
terapi kelompok lagi dimana dan jam berapa? Oke..seperti hari ini
lagi ya..baiklah..sekarang bapak - bapak bisa melanjutkan
kegiatannya lagi.. Selamat siang...”
FORMULIR EVALUASI
TAK STIMULASI PERSEPSI: HALUSINASI
SESI 2: MENGHARDIK HALUSINASI

Nama Klien
No. Aspek yang dinilai

Menyebutkan cara yang selama ini digunakan mengatasi


1
halusinasi
2. Menyebutkan efektivitas cara
Menyebutkan cara mengatasi halusinasi dengan
3.
menghardik.
4. Memperagakan menghardik halusinasi

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
2. Untuk tiap klien, beri penilaian kemampuan dengan ketentuan nilai 20 jika klien mampu melakukan dengan maksimal dan
beri nilai 15 jika klien melakukan sebagian, dan beri nilai 10 jika klien dibimbing, dan beri nilai 0 jika klien tidak dapat
melakukan sama sekali.
ASPEK NON VERBAL

Nama Klien
No. Aspek yang dinilai

1 Kontak mata

2 Duduk Tegak

3 Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai

4 Mengikuti kegiatan dari awal

5 Jumlah

Petunjuk :
3. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
4. Untuk tiap klien, beri penilaian kemampuan dengan ketentuan nilai 20 jika klien mampu melakukan dengan maksimal dan
beri nilai 15 jika klien melakukan sebagian, dan beri nilai 10 jika klien dibimbing, dan beri nilai 0 jika klien tidak dapat
melakukan sama sekali.
Referensi

Keliat, Dr. Budi Anna, S.Kp, M.App.Sc, & Akemat S.Kp, M.Kep.
(2004).Keperawatan

Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Stuar, Gail W.2007. Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 5 . Jakarta: EGC.

Yosep, Iyus.2007. Keperawatan Jiwa. Bandung: Refika Aditama