Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
dengan ini kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah manajemen
keuangan yang kami beri judul "Biaya Modal".
Adapun makalah manajemen keuangan tentang "Biaya Modal" ini telah kami
usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan dari banyak pihak,
sehingga dapat memperlancar proses pembuatan makalah ini. Oleh sebab itu, kami
juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah biologi ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah manajemen keuangan
tentang "Modal Kerja" ini dapat diambil manfaatnya sehingga dapat memberikan
inpirasi terhadap pembaca. Selain itu, kritik dan saran dari Anda kami tunggu untuk
perbaikan makalah ini nantinya.

Makassar, Maret 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................... 1
BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................... 3
Latar Belakang……………………………………………………………… 3
Rumusan Masalah…………………………………………………………... 3

BAB II PEMBAHASAN............................................................................................ 5
Pengertian Biaya Modal…………………………………………………….. 5
Fungsi Biaya Modal………………………………………………………… 5
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Besarnya Biaya Modal………………… 6
Asumsi-Asumsi Model Biaya Modal……………………………………….. 7
Jenis-jenis Model Biaya Modal……………………………………………… 8
Contoh Soal dan Praktikum………………………………………………….. 8

BAB III KESIMPULAN.............................................................................................15


DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................16

2
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ada tiga hal yang menjadikan biaya modal sebagai materi pembahasan
yang penting:
Pertama, keputusan penganggaran modal berakibat besar pada
perusahaan sedangkan penganggaran yang tepat memerlukan prkiraan biaya
modal.
Kedua, struktur keuangan mempengaruhi tingkat resiko dan besarnya
arus pendapatan Pengetahuan tentang biaya modal dan bagaimana biaya ini
diperngaruhi oleh leverage keuangan, akan berguna dalam pengambilan
keputusan dibidang struktur modal.
Ketiga, sejumlah keputusanseperti leasing, pendanaan kembali, obligasi
dan kebijaksanaan modal kerja, semuanya memerlukan perkiraan biaya modal.
Selain itu biaya modal merupakan konsep penting dalam analisis
investasi karena dapat menunjukkan tingkat minimum laba investasi yang harus
diperoleh dari investasi tersebut. Jika investasi itu tidak dapat menghasilkan laba
investasi sekurang-kurangnya sebesar biaya yang ditanggung maka investasi itu
tidak perlu dilakukan lebih mudahnya, biaya modal merupakan rata-rata biaya
dana yang akan dihimpun untuk melakukan suatu investasi. Dapat pula diartikan
bahwa biaya modal suatu perusahaan adalah bagian (suku rate" yang harus
dikeluarkan perusahaan untuk memberi kepuasan pada para investornya Pada
tingkat resiko tertentu.

B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa dasar tentang Biaya Modal,
yang akan dibahas diantaranya yaitu :
1. Konsep-konsep dasar biaya modal.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya biaya modal.

3
3. Asumsi-Asumsi Model Biaya Modal
4. Biaya modal individual.
5. Biaya modal keseluruhan

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Biaya Modal

Biaya Modal (cost of capital) adalah biaya yang harus dikeluarkan atau harus
dibayar untuk mendapatkan modal dalam membiayai investasi Perusahaan. Biaya
modal ini menjadi dasar perbandingan dengan tingkat keuntungan yang diharapkan.
Dalam hal ini, hanya modal (dana) jangka panjang saja yang diperhitungkan karena
konsep biaya modal hanya relevan untuk keputusan jangka panjang. Keputusan jangka
panjang itu, khususnya menyangkut masalah keputusan investasi pada aktiva tetap
atau secara luas masalah Penganggaran Modal (capital budgeting).

B. Fungsi Biaya Modal


1. Terkait dengan pajak yang dikenakan pada perusahaan.
Biaya modal yang dikenakan pada modal pinjaman berbeda dg biaya modal
dari modal sendiri.Konsep perhitungan biaya modal didasarkan pd perhitungan:
- Sebelum pajak (before tax basis) perlu disesuaikan dulu dengan pajak
sebelum dilakukan perhitungan biaya modal rata-ratanya seperti obligasi
- Setelah pajak (after tax basis).

2. Sebagai Discount Rate untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu


usulan investasi yaitu dengan membandingkan tingkat keuntungan (rate of
return) dari usulan investasi tersebut dengan biaya modalnya.

Biaya modal di sini adalah biaya modal yang menyeluruh (overall cost
of capital).Misalnya jika kita menggunakan metode Net Present Value atau
Profitability Index untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan
investai, maka biaya modal berfungsi sbg "discount rate" yang digunakan
untuk menghitung nilai sekarang dari proceeds dan pengeluaran investasi

5
Komponen biaya modal terdiri dari :
- Debt (Hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang)
- Preferred (Saham Preferen)
- Common Equity (Saham Biasa dan Laba ditahan)

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Besarnya Biaya Modal


Secara umum, yang mempengaruhi besarnya biaya modal adalah besarnya
required rate of return (tingkat keuntungan yang diisyaratkan) yang dilihat dari pihak
dari investor maupun perusahaan. Dari pihak investor, tinggi rendahnya tingkat
keuntungan yang diiisyaratkan merupakan pencerminan atau dipengaruhi oleh tingkat
risiko, aktiva yang dimiliki dan struktur modal serta faktor manajemen. Sedangkan
bagi perusahaan, tingkat keuntungan yang diminta oleh pemegang saham merupakan
biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan modal dari pemegang saham. Biaya
modal juga dapat diukur dengan Rate of Return Minimum dari investasi baru yang
dilakukan perusahaan, tentu dengan asumsi bahwa tingkat risiko investasi baru
tersebut sama dengan risiko aktiva yang dimiliki perusahaan saat ini.

Tinggi rendahnya tingkat keuntungan yang diminta dipengaruhi oleh tingkat


keuntungan bebas risiko (risk free rate) dan risk premium untuk mengkompensasikan
risiko yang melekat pada surat berharga (sekuritas). Dengan demikian, maka tingkat
keuntungan yang diminta (required rate of return =RRoR).

𝑹𝑹𝒐𝑹 = 𝑹𝒇 + 𝑹𝒑
Keterangan:

1. RRoR adalah tingkat keuntungan yang diminta


2. Rf adalah tingkat keuntungan bebas risiko (risk free rate)
3. Rp adalah premi risiko (risk premium)

Tingkat keuntungan bebas risiko (risk free rate) dipengaruhi oleh dua faktor,
yaitu:

1. Tingkat inflasi yang diharapkan

6
2. Permintaan dan Penawaran dana dalam ekonomi secara keseluruhan
Sedangkan risk premium dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu:

1) Risiko Usaha (Business risk)


Business risk ditunjukkan oleh variabilitas laba sebelum bunga dan pajak
(Earning Before Interest and Tax = EBIT) yang ditentukan oleh variabilitas
penerimaan penjualan dan biaya operasi serta operating leverage yang
digunakan perusahaan.

2) Risiko Keuangan (financial risk)


Financial risk ditunjukkan oleh tingkat variabilitasi laba per lembar saham
(earning per share = EPS) karena penggunaan dana dengan beban tetap
seperti utang dan saham preferen.

3) Marketability risk atas Surat Berharga


Marketability risk menunjukkan kemampuan investor untuk menjual dan
membeli surat berharga perusahaan dengan cepat dan mudah tanpa menderita
kerugian.

4) Risiko Tingkat Suku Bunga (interest rate risk)


Interest rate risk menunjukkan variabilitas tingkat keuntungan atas surat
berharga yang disebabkan oleh perubahan tingkat bunga.

D. Asumsi-Asumsi Model Biaya Modal


Asumsi-asumsi dalam model biaya modal diantaranya:
- Risiko bisnis bersifat konstan. Risiko bisnis merupakan potensi tingkat
perubahan return atas suatu investasi. Tingkat risiko bisnis dalam suatu
perusahaan ditentukan dengan kebijakan manajemen investasi.
- Biaya modal merupakan suatu kriteria investasi yang hanya tepat untuk
suatu investasi yang memiliki risiko bisnis setingkat dengan aktiva-aktiva
yang telah ada.
- Risiko keuangan bersifat konstan. Risiko keuangan didefinisikan sebagai
peningkatan variasi return atas saham umum karena bertambahnya

7
pemanfaatan sumber pemiayaan hutang dan saham istimewa. Biaya modal
dari sumber individual merupakan fungsi dari struktur keuangan berjalan.
- Kebijakan dividen bersifat konstan. Asumsi ini diperlukan dalam menaksir
biaya modal yang berkenaan dengan kebijakan dividen perusahaan. Asumsi
ini menyatakan bahwa rasio pembayaran dividen (dividen/laba bersih) juga
konstan

D. Jenis-jenis Model Biaya Modal


Jenis-jenis biaya modal berdasarkan sumber modal yang tersedia bagi
perusahaan meliputi:

1. Biaya Modal Sendiri/Individual (Cost of Equity = ke)


Biaya modal sendiri adalah beban yang ditanggung oleh perusahaan atas
penggunaan modal sendiri (ekuitas), seperti saham biasa, saham preferen,
maupun laba ditahan. Perhitungan biaya modal ketiga jenis pendanaan ekuitas
tersebut menggunakan pendekatan yang berbeda sebagaimana diuraikan
sebagai berikut:

1) Biaya Modal Saham Biasa (ks)

Biaya modal saham biasa pada dasarnya merupakan dividend yield yang
dibayar oleh emiten kepada investor. Oleh karena itu, besarnya biaya modal
saham biasa sangat ditentukan oleh besarnya tingkat keuntungan yang
diharapkan oleh investor. Untuk menghitung besarnya biaya modal saham
biasa dapat digunakan beberapa pendekatan sebagai berikut:

a) Pendekatan Dividend Discount Model


Pendekatan ini didasarkan pada kondisi bahwa saham biasa jatuh tempo
tidak terbatas sehingga estimasi dividend yield didasarkan pada dividend
yield tahun 1 kemudian ditambahkan estimasi dividen pada masa yang akan
datang

8
D1
ks  g
P0

g  (Re tention Rate)(Re turn on Equity)


 EAT 
g  1  payout rate 
 Equity 
 DPS  EAT 
g  1   
 EPS  Equity 

b) Pendekatan Capital Asset Pricing Model

Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa biaya modal saham biasa
adalah identik dengan tingkat keuntungan saham biasa, dengan
menggunakan rumus:

 
Ri  R f  E ( RM )  R f i

Keterangan:

Ri adalah tingkat keuntungan yang diharapkan atas suatu saham

Rf adalah tingkat keuntungan investasi bebas risiko

E(RM) adalah ekspektasi tingkat keuntungan pasar

βi adalah risiko fundamental saham

2) Biaya Modal Saham Preferen (kp)

Pada dasarnya, perhitungan biaya modal saham preferen sama dengan


perhitungan biaya modal saham biasa yang didasarkan pada dividend yield.
Oleh karena saham preferen tidak perdagangkan.

DP
kP 
P0

Keterangan:

kp = Biaya saham preferen

9
Dp = Deviden saham preferen
P0 = Harga saham preren saat ini (harga proses)

3) Biaya Utang (Cost of Debt = kd)

Biaya Utang Perusahaan adalah beban yang dikeluarkan oleh perusahaan


sehubungan dengan penggunaan modal pinjaman yang besarnya adalah sebesar
tingkat keuntungan yang diminta (required rate of return) oleh debitur/investor
(pemilik modal). Besarnya tingkat keuntungan yang diminta debitur/investor
adalah sama dengan tingkat bunga yang menyamakan present value
penerimaan pada masa yang akan datang berupa bunga (I) dan pembayaran
pokok pinjaman (P) dengan dana yang diberikan saat ini (harga surat berharga
= Po).

Untuk menghitung besarnya biaya modal utang sangat bergantung pada jenis
pendanaan utang yang digunakan oleh perusahaan. Salah satu jenis pendanaan
utang yang menjadi pilihan bagi perusahaan adalah Obligasi dengan batas jatuh
tempo. Rumus yang digunakan

n
I t  Pt
P0  
t 1 (1  k d )
t

I1 I2 In Pn
P0    ........  
(1  kd ) (1  kd )
t 2
(1  kd ) n
(1  kd ) n
ki  kd (1  T )

Jika obligasi baru dijual dengan harga sama dengan nilai nominal dan tidak
floation cost, maka biaya utang (cost of debt) adalah sama dengan tingkat
bunga yang menyamakan present value penerimaan bunga dan pelunasan
pokok pinjaman (tingkat = kd). Karena pembayaran bunga merupakan
pengurangan pajak (tax deductible), maka biaya utang setelah pajak (k1)
harus disesuaikan dengan cara mengalikan (1- pajak).

10
2. Biaya Modal Rata-rata Tertimbang / Keseluruhan (Weighted Average Cost
of Capital = WACC = ko)

Biaya Modal Rata-rata Tertimbang merupakan biaya modal keseluruhan (overall


cost of capital) adalah perimbangan setiap komponen sumber dana dalam struktur
modal secara keseluruhan. Dari ketiga sumber dana tersebut, maka dapat dihitung
besarnya biaya modal keseluruhan dengan rumus:

WACC = [Wd x Kd (1- tax)] + [Wp x Kp] + [Ws x (Ks atau Ksb)]

Keterangan:

WACC = biaya modal rata-rata tertimbang

Wd = proporsi hutang dari modal

Wp = proporsi saham preferen dari modal

Ws = proporsi saham biasa atau laba ditahan dari modal

Kd = biaya hutang

Kp = biaya saham preferen

Ks = biaya laba ditahan

Ksb = biaya saham biasa baru

E. Contoh Soal Dan Praktikum


1. Contoh Soal

Pt Muara Karang Dalam Memenuhi Sumber Dana Investasinya Yang Menghabiskan


Dana Rp. 800.000.000,- dari beberapa sumber. Jumlah masing-masing sumber
pendanaan dan karakteristiknya adalah:

a. Obligasi Rp . 200.000.000,-
Obligasi yang dikeluarkan dengan nilai nominal sebesar Rp. 200.000,- per
lembar, dengan bunga 20% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun. Obligasi
dijual dengan harga Rp. 185.000,- per lembar. Pajak 30%.
b. Saham Preferen Rp. 160.000.000,-

11
Saham preferen dijual dengan harga Rp. 12.500,- per lembar dengan
memberikan dividen secara tetap sebesar Rp. 1.800,- per lembar. Biaya emisi
Rp. 250,- per lembar.
c. Saham Biasa Rp. 440.000.000,-
Saham ini dijual dengan harga pasar Rp. 9.000,- per lembar, dan dividen akan
dibayarkan sebesar Rp. 1.250,- per lembar dengan pertumbuhan 4%.
Diminta :
1. Menghitung biaya modal individual
2. Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang
Jawab:

1. Menghitung biaya modal individual


a. Cost of debt / Biaya hutang
N = Rp. 200.000,-
Nb = Rp. 185.000,-
N = 5 tahun
T = 30%
I = 20% x Rp. 200.000,- = Rp. 40.000

𝑁−𝑁𝑏
𝐼+
𝑛
Kd = 𝑁𝑏+𝑁 x 100%
2
200.000−185.000
40.000+
5
Kd = 185.000+200.000 x 100% = 22,34%
2
Kdt = Kd (1 – t)
Kdt = 22,34%(1-0,3) = 15,64%

b. Cost of preferred stock/ pendekatan dividend capital asset pricing


Pn = Rp. 12.500,- - Rp. 250,- = Rp. 12.250,-
D = Rp. 1.800,-
𝐷
Kp = 𝑥 100%
𝑃𝑛
1.800
Kp = 𝑥 100% = 14,69%
12.250

c. Cost of common stock / pendekatan dividend discount


P = Rp. 9000,-
D1 = Rp. 1.250,-
g = 4%
𝐷1
Kc = +𝑔
𝑃
1250
Kc = + 4% = 17,89%
9000

12
2. Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang
Sumber Dana Jumlah (Rp) Komposisi Cost of Rata-rata
(1) (2) (3) capital (5) = (3) x (4)
(4)
Obligasi 200.000.000 25% 15,64% 3,91%
Saham 160.000.000 20% 14,69% 2,938%
Preferen
Saham Biasa 440.000.000 55% 17,89% 9,8395%
TOTAL 800.000.000 16,6875%
Jadi besarnya biaya modal rata-rata tertimbang adalah 16,69%

2. Praktikum

PT SOOMAN merencanakan sebuah proyek investasi yang diperkirakan akan


menghabiskan dana sebesar Rp 900.000.000,-. Dana tersebut Rp 100.000.000
merupakan modal kerja, dan sisanya modal tetap dengan nilai residu diperkirakan
sebesar Rp 200.000.000,- dan mempunyai umur ekonomis 5 tahun. Jumlah masing-
masing sumber pendanaan dan karakteristiknya adalah:

a. Obligasi Rp 270.000.000,-
Obligasi yang dikeluarkan dengan nilai nominal sebesar Rp. 250.000,- per
lembar, dengan bunga 20% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun. Obligasi
dijual dengan harga Rp. 225.000,- per lembar. Pajak 30%.
b. Saham Preferen Rp. 180.000.000,-
Saham preferen dijual dengan harga Rp. 10.000,- per lembar dengan
memberikan dividen secara tetap sebesar Rp. 1.500,- per lembar. Biaya emisi
Rp. 150,- per lembar.
c. Saham Biasa Rp. 450.000.000,-
Saham ini dijual dengan harga pasar Rp. 7.500,- per lembar, dan dividen akan
dibayarkan sebesar Rp. 900,- per lembar dengan pertumbuhan 5%.
Diminta :
1. Menghitung biaya modal individual
2. Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang

1. Menghitung biaya modal individual


d. Cost of debt / Biaya hutang
N = Rp. 250.000,-
Nb = Rp. 225.000,-
N = 5 tahun
T = 30%
I = 20% x Rp. 250.000,- = Rp. 50.000

13
𝑁−𝑁𝑏
𝐼+
𝑛
Kd = 𝑁𝑏+𝑁
2
250.000−225.000
50.000+
5
Kd = 225.000+250.000 x 100% = 23,16%
2
Kdt = Kd (1 – t)
Kdt = 23,16% (1-0,3) = 16,21%

e. Cost of preferred stock/ pendekatan dividend capital asset pricing


Pn = Rp. 10.000,- - Rp. 150,- = Rp. 9.850,-
D = + Rp. 1.500,-
𝐷
Kp = 𝑥 100%
𝑃𝑛
1.500
Kp = 𝑥 100% = Rp. 9. 850
9.850

f. Cost of common stock / pendekatan dividend discount


P = Rp. 7.500,-
D1 = Rp. 900,-
g = 5%
𝐷1
Kc = +𝑔
𝑃
900
Kc = + 5% = 17%
7.500

2. Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang


Sumber Dana Jumlah (Rp) Komposisi Cost of Rata-rata
(1) (2) (3) capital (5) = (3) x (4)
(4)
Obligasi 270.000.000 30% 16,21% 4,863%
Saham 180.000.000 20% 15,23% 3,046%
Preferen
Saham Biasa 450.000.000 50% 17,00% 8,500%
TOTAL 900.000.000 16,409%
Jadi besarnya biaya modal rata-rata tertimbang adalah 16,69%

14
BAB III
KESIMPULAN

Biaya Modal (Cost Of Capital) Biaya Modal adalah biaya riil yang harus
dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yang berasal dari hutang,
saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan untuk mendanani suatu investasi
atau operasi perusahaan.
Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya
biaya riil yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang
diperlukan.Perhitungan biaya penggunaan modal sangatlah penting, dengan alasan:

a. Memaksimalkan nilai perusahaan mengharuskan biaya-biaya (termasuk


biaya modal) diminimalkan.
b. Keputusan penganggaran modal (capital budgetting) memerlukan suatu
estimasi tentang biaya modal.
c. Keputusan-keputusan lain seperti leasing, modal kerja juga memerlukan
estimasi biaya modal.

15
DAFTAR PUSTAKA
 http://aniselviani.blogspot.co.id/2013/06/makalah-manajemen-keuangan.html
(22 Maret 2018 pukul 16:00 WITA)
 http://mursyidharahman09.blogspot.co.id/2016/03/makalah-cost-of-capital-
capital-and.html (22 Maret 2018 pukul 17:00 WITA)
 Modul
 MM, Dr. Sutrisno.2013.Manajemen Keuangan.Yokyakarta:Ekonosia.

16