Anda di halaman 1dari 6

NAMA : ADIFA MUTMAINNAH

NIM :17TIA350
KELAS :1D
TUGAS MATA KULIAH ETIKA PROFESI

1. Jelaskan definisi etika Profesi!

Jawab: Etika berasal dari bahasa Yunani kuno “ethos” (jamak: ta etha), yang berarti adat
kebiasaan, cara berkipikir, akhlak, sikap, watak, cara bertindak. Kemudian diturunkan
kata ethics (Inggris), etika (indonesia). Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988,
menjelaskan pengertian etika dengan membedakan tiga arti, yakni: Ilmu tentang apa yang
baik dan buruk, kumpulan azas atau nilai, dan nilai mengenai benar dan salah. Sedangkan
profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan pelatihan maupun penguasaan terhadap
ilmu pengetahuan tertentu. Atau profesi juga sering di artikan sebagai pekerjaan yang
memerlukan pelatihan dan keahlian khusus. Umumnya setiap profesi memiliki asosiasi,
memiliki kode etik, memiliki sertifikasi, dan memiliki lisensi khusus untuk bidang
profesi tertentu. Orang yang memiliki profesi dalam bidang tertentu biasanya sering di
sebut dengan profesional. Profesional juga sering sekali di artikan sebagai keahlian teknis
yang dimiliki oleh seseorang. Misalnya desainer yang memiliki keahlian yang berkualitas
dalam merancang sesuatu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Etika profesi adalah
aturan-aturan atau norma standar perilaku serta tanggung jawab yang ditetapkan pada
profesi tersebut agar tidak terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan oleh orang-orang
di bidang profesi tersebut.
Sumber :
https://ikamaullydiana.wordpress.com/2013/12/09/etika-profesi-akuntansi
http://www.pengertianku.net/2015/02/pengertian-kode-etik-dan-tujuannya-lengkap.html
http://m-roiful.blogspot.com/2014/10/tugas-3-pengertian-etika-profesi.html
2. Jelaskan prinsip-prinsip Etika!
Jawab: Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para
pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman
hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan
macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas
menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan,
persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

1) Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap
keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan
ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian,
penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
2) Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga
muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras,
serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak
diskrminatif atas dasar apapun.
3) Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam
berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai
kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan
sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat
baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan
pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk
menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
4) Prinsip Keadilan
kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang
semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk
bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang
lain.
5) Prinsip Kebebasan
sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan
pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia
mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang
tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan
harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang
semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:

 kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan.


 kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya
tersebut.
 kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
6) Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran
yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran
itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima
sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.Semua prinsip yang telah
diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode
etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan
sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan
manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar
dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan
kebenaran bagi setiap orang.
Sumber : https://ikamaullydiana.wordpress.com/2013/12/09/etika-profesi-akuntansi-2/

3. Apa tujuan dari dibuatkan kode etik pada berbagai profesi!


Jawab : Kode etik adalah suatu sistem norma, nilai & juga aturan profesional tertulis
yang secara tegas menyatakan apa yang benar & baik & apa yang tidak benar & tidak
baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa saja yang benar / salah,
perbuatan apa yang harus dilakukan & perbuatan apa yang harus dihindari.
Tujuan Kode Etik Profesi :

1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.

2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.

3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.

4. Untuk meningkatkan mutu profesi.

5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.

6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.

7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

8. Menentukan baku standarnya sendiri.

Sumber : http://cariuangterus.blogspot.com/2017/04/tujuan-dan-fungsi-kode-etik-
profesi.html

4. Apa saja pelanggaran-pelanggaran kode etik yang terjadi!


Jawab:
1) Kasus LIPPO

Beberapa kasus yang hampir serupa juga terjadi di Indonesia, salah satunya adalah
laporan keuangan ganda Bank Lippo pada tahun 2002. Kasus Lippo bermula dari
adanya tiga versi laporan keuangan yang ditemukan oleh Bapepam untuk periode 30
September 2002, yang masing-masing berbeda. dapat kita tarik kesimpulan bahwa
dalam profesi akuntan terdapat masalah yang cukup pelik di mana di satu sisi para
akuntan harus menunjukkan independensinya sebagai auditor dengan menyampaikan
hasil audit ke masyarakat secara obyektif, tetapi di sisi lain mereka dipekerjakan dan
dibayar oleh perusahaan yang tentunya memiliki kepentingan tersendiri.
Sumber : http://rizkiadiputra08.blogspot.com/2012/10/contoh-kasus-pelanggaran-
kode- etik.html
2) Kasus Mulyana W.Kusuma

Dalam kasus ini terdapat pelanggaran kode etik dimana auditor telah melakukan hal
yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang auditor dalam mengungkapkan
kecurangan. Auditor telah melanggar prinsip keempat etika profesi yaitu objektivitas,
karena telah memihak salah satu pihak dengan dugaan adanya kecurangan. Auditor
juga melanggar prinsip kelima etika profesi akuntansi yaitu kompetensi dan kehati-
hatian professional, disini auditor dianggap tidak mampu mempertahankan
pengetahuan dan keterampilan professionalnya sampai dia harus melakukan
penjebakan untuk membuktikan kecurangan yang terjadi.

Sumber : www.iaiglobal.or.id/tentang_iai.php?id=18

3) Kasus KAP Andersen dan Enron

Pelanggaran etika dan prinsip profesi akuntansi telah dilanggar dalam kasus ini,
yaitu pada prinsip pertama berupa pelanggaran tanggung jawab profesi untuk
memelihara kepercayaan masyarakat pada jasa professional seorang akuntan. Prinsip
kedua yaitu kepentingan publik juga telah dilanggar dalam kasus ini. Seorang
akuntan seharusnya tidak hanya mementingkan kepentingan klien saja, tapi juga
kepentingan publik.

Sumber : http://keluarmaenmaen.blogspot.com/2010/11/beberapa-contoh-kasus-
pelanggaran-etika.html

4) Kasus Sembilan KAP yang diduga melakukan kolusi dengan kliennya


Analisa : Dalam kasus ini terdapat banyak pelanggaran kode etik profesi akuntan.
Prinsip pertama yaitu tanggung jawab profesi telah dilanggar. Karena auditor telah
menerbitkan laporan palsu, maka kepercayaan masyarakat terhadapnya yang
dianggap dapat menyajikan laporan keuangan telah disalahi. Prinsip kedua yaitu
kepentingan publik juga telah dilanggar, karena dianggap telah menyesatkan public
dengan disajikannya laporan keuangan yang telah direkayasa. Bahkan prinsip
keempat yaitu obyektivitas juga dilanggar, yaitu mereka tidak memikirkan
kepentingan public melainkan hanya mementingkan kepentingan klien.

Sumber : http://lhiyagemini.blogspot.com/2012/01/contoh-kasus-pelanggaran-
etika-profesi.html

5) Praktik Mafia Anggaran


Analisis : Dalam artikel Penyelewengan Anggaran yang tertulis pada harian
kompas, rabu, 14 September 2011 terdapat beberapa pelanggaran prinsip etika
profesi akuntansi yaitu Prinsip pertama : Tanggung Jawab Profesi, Prinsip
Kedua : Kepentingan Publik, Prinsip Ketiga : Integritas, Prinsip Keempat :
Obyektivitas, Prinsip Kelima : Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional,
Prinsip Ketujuh : Perilaku Profesional, Prinsip kedelapan : Standar Teknis.
Seharusnya seorang akuntan harus menaati prinsip-prinsip etika profensi
akuntansi tersebut.