Anda di halaman 1dari 1

Menjadikan Sekolah Santa Maria Pekanbaru Menjadi Sekolah Hebat yang nyaman bagi anak

“Sekolah Hebat ialah sekolah yang memiliki visi dan orientasinya pada peserta didik sebagai subyek
pendidikan. Titik pusatnya adalah anak-anak yang mempunyai beragam kebutuhan untuk didengarkan
dan dipahami oleh pihak sekolah.” Pernyataan ini disampaikan oleh Romo Anton Konseng, Pr, M.Sc
dalam diskusi bersama yang diadakan sekolah-sekolah Santa Maria yang ada di Pekanbaru. Romo
Anton sendiri merupakan Ketua Yayasan Prayoga Riau (YPR) yang membawahi 35 sekolah yang ada di
Provinsi Riau dan salah satu sekolahnya ialah TK – SMA Santa Maria yang ada di kota Pekanbaru.
Diskusi ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan dalam rangka rangkaian peringatan Dies
Natalia Sekolah Santa Maria. Tema utama yang diangkat dalam rangkaian diskusi tahun ini ialah
“Prayoga : Sekolah Hebat Berdasarkan Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara”

Tampil sebagai pembicara ialah para pendidik yang ada di Sekolah Santa Maria. Pada diskusi bulan
Mei ini yang menjadi tema bahasa ialah “Sekolah Istimewa Vs Sekolah Hebat. Para pembicara berasal
dari para pendidik SMA Santa Maria Pekanbaru. Bapak Ferdinandus Nipa selaku Koordinator SDM
menyampaikan dalam sambutan pembuka bahwa salah satu tujuan diselenggarakan acara ini ialah
untuk memperbarui dan menambah wawasan para pendidik dan tenaga kependidikan di Yayasan
Prayoga Riau khususnya yang ada di Pekanbaru. Lebih lanjut Pak Ferdi menganalogikan dengan servis
rutin kendaraan bermotor yang dilakukan secara periodik untuk menjaga performa kendaraan
tersebut. Hal ini juga berlaku untuk para pendidik agar kinerja dalam mendidik selalu baik perlu
menambah ilmu secara terus menerus.

Diskusi ini diikuti sekitar 230 pendidik dan tenaga kependidikan yang berasal dari TK, SD Santa Maria
1 dan 2, serta SMP dan SMA Santa Maria Pekanbaru. Para pendidik dan tenaga kependidikan sangat
antusias mengikuti rangkaian acara diskusi yang dilaksanakan di Aula SMA Santa Maria Pekanbaru.
Mereka merasa mendapat pemahaman baru dalam mendidik para peserta didik. Romo Anton sendiri
selalu menekankan bahwa para pendidik mesti memiliki rasa cinta kepada anak-anak didiknya. Para
pendidik ibarat orang tua yang selalu berpikir untuk memberikan hal terbaik bagi anaknya. (Antonius
Handoko, M.A)