Anda di halaman 1dari 8

Asisten : Rizki Lutfiani

Tanggal Pratikum : 31 Mei 2018


Tanggal Pengumpulan : 12 Juni 2018

PRAKTIKUM VISKOSITAS
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN

HENDI KUSWENDI (240210160049)

Departemen Teknologi Industri Pangan Universitas Padjadjaran, Jatinangor Jalan Raya


Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor, Sumedang 40600 Telp. 22) 7798844, 779570
Fax. (022) 7795780 Email: hendikuswendi@gmail.com

ABSTRACT
Food products have specific rheological properties or products which are at the
stage of processing. Rheological related to viscosity. Viscosity is the reluctance of a fluid
to move. The method used to analyz is capillary tube viscometer and a rotational
viscometer. The results obtained in capillary viscometer tube duplo viscosity values on
fresh milk amounted to 1.355 x 103, pasteurized milk amounted to 1,674 x 103 and the tap
water of 0,853 x 103. In rotational viscometer viscosity samples that have the greatest
value, namely yoghurt samples with average values viscosity of 2,792 x 10-5 Pa.s, while the
value of its low viscosity samples of fresh milk with an average value of 3.33 x 10-6 Pa.s
Viskositas suatu fluida merupakan sebuah parameter keengganan fluida untuk
mengalir. Semakin tinggi viskositas suatu fluida, akan semakin sulit fluida tersebut untuk
mengalir. Fluida sendiri dapat ditentukan menjadi newtonian dan non-newtonian dimana
fluida non-newtonian memiliki nilai viskositas yang tergantung kepada shear rate. Untuk
mengukur nilai viskositas dari bahan dapat digunakan dua metode, yaitu rotational
viscometer analyzer dan tube viscometer. Hasil analisis yang didapat adalah sampel air,
susu, dan susu pasteurisasi adalah fluida newtonian, sementara yoghurt adalah fluida non-
newtonian.

Keywords: rheology, viscosity, capillary tube viscometer, rotational viscometer

dapat dinyatakan sebagai indikator tingkat


PENDAHULUAN kekentalannya. Nilai kuantitatif dari
viskositas dapat dihitung dengan
Setiap makanan atau produk membandingkan gaya tekan per satuan luas
pangan pasti memiliki warna, bau dan rasa. terhadap gradien kecepatan aliran dari
Demikian pula mereka masing-masing fluida. Prinsip dasar ini yang dipergunakan
memiliki sifat mekanis yang unik, bisa untuk menghitung viskositas secara
keras atau lunak, liat atau empuk, lembut eksperimen menggunakan metode putar,
atau kasar, rapuh, renyah, mudah dan tidak yaitu dengan memasukkan penghambat ke
mudah mengalir, dan seterusnya. dalam fluida dan kemudian diputar.
Kemampuan suatu untuk mudah atau Semakin lambat putaran penghambat
tidaknya mengalir ini berhubungan dengan tersebut maka semakin tinggi nilai
viskositas. viskositasnya (Warsito et al, 2012)
Viskositas suatu fluida merupakan Viskositas menentukan kemudahan
daya hambat yang disebabkan oleh gesekan suatu molekul bergerak karena adanya
antara molekul-molekul cairan, yang gesekan antar lapisan material. Oleh karena
mampu menahan aliran fluida sehingga itu viskositas menunjukkan tingkat
Asisten : Rizki Lutfiani
Tanggal Pratikum : 31 Mei 2018
Tanggal Pengumpulan : 12 Juni 2018

ketahanan suatu cairan untuk mengalir. akan diuji. Spindle dan silinder dipasang,
Semakin besar viskositas maka aliran akan tetapi terlebih dahulu diukur panjang dan
semakin lambat. Besarnya viskositas diameternya menggunakan jangka sorong.
dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Sampel dimasukkan ke dalam wadah,
temperatur, gaya tarik antar molekul dan kemudian spindle dimasukkan ke dalam
ukuran serta jumlah molekul terlarut. wadah yang berisi sampel hingga spindle
Fluida, baik zat cair maupun gas yang terendam seluruhnya tetapi jangan sampai
jenisnya berbeda memiliki tingkat mengenai dasar wadah. Ditentukan
kekentalan yang berbeda. Pada zat cair, beberapa rpm yang akan digunakan.
viskositas disebabkan karena adanya gaya Selanjutnya ketika alat digunakan, dibaca
kohesi atau gaya tarik menarik antara nilai hasil pengukuran viskositas pada
molekul sejenis), sedangkan dalam gas, display viscometer dan catat nilai tersebut.
viskositas disebabkan oleh tumbukan antar Perlakuan tersebut diulang sebanyak 4 kali
molekul. Viskositas dapat dinyatakan pengulangan dengan mengubah kecepatan
sebagai tahanan aliran fluida yang rpm nya dan dicatat kembali hasilnya.
merupakan gesekan antar molekul-molekul Selanjutnya ditentukan nilai n, k, dan µapp
cairan satu dengan yang lain. suatu jenis (Viscositas Apparent.
cairan yang mudah mengalir, dapat
dikatakan memiliki viskositas yang rendah, Pengukuran Time Dependent Behaviour
dan sebaliknya bahan-bahan yang sulit Pengukuran time dependent
mengalir dikatakan memiliki viskositas behaviour menggunakan Rotational
yang tinggi (Sarojo, 2009). Viscometer Digital dilakukan dengan
Fluida diklasifikasikan sebagai fluida menentukan spindle yang sesuai dengan
Newtonian dan non-Newtonian. Dalam sampel yang akan diuji. Spindle dan
fluida Newtonian terdapat hubungan linear silinder dipasang, tetapi terlebih dahulu
antara besarnya tegangan geser yang diukur panjang dan diameternya
diterapkan dan laju perubahan bentuk yang menggunakan jangka sorong. Sampel
diakibatkan. Namun, apabila hubungannya dimasukkan ke dalam wadah, kemudian
tak linear maka disebut non-Newtonian. spindle dimasukkan ke dalam wadah yang
Gas dan cairan encer cenderung bersifat berisi sampel hingga spindle terendam
fluida Newtonian sedangkan hidrokarbon seluruhnya tetapi jangan sampai mengenai
berantai panjang yang kental mungkin dasar wadah. Diatur kecepatan perputaran
bersifat non-Newtonian. spindle sebesar 60 rpm. Selanjutnya ketika
Tujuan dari praktikum kali ini alat digunakan, dibaca nilai hasil
adalah untuk mengetahui jenis fluida dari pengukuran viskositas pada display
sampel-sampel yang diuji, dan juga untuk viscometer dan catat nilai tersebut.
mengetahui nilai viskositas dari sampel. Perlakuan tersebut diulang pada waktu
yang berbeda yaitu menit ke-0, ke-15, ke-
METODOLOGI 30 dan ke-45. Selanjutnya ditentukan nilai
Alat dan Bahan n, k, dan µapp (Viscositas Apparent), time
Alat yang digunakan dalam dependent behavior yang digunakan, dari
praktikum kali ini adalah jangka sorong, rendah ke tinggi dan dari tinggi ke rendah.
Rotational Viscometer Digital, spindle dan Ditentukan pula wide gap atau narrow gap.
wadah. Adapun bahan yang digunakan
dalam praktikum kali ini adalah minyak, HASIL DAN PEMBAHASAN
madu, susu UHT dan yoghurt.
Pengukuran Viskometer
Prosedur Tabel 1. Hasil Pengamatan nilai k dan n
Pengukuran Viskometer Sampel Kel. k n
Pengukuran viskositas Minyak 9A 1937.76 0.8515
menggunakan Rotational Viscometer 5A 81.88 1.0484
Digital dilakukan dengan menentukan 3A 46.45 1.1118
spindle yang sesuai dengan sampel yang
Asisten : Rizki Lutfiani
Tanggal Pratikum : 31 Mei 2018
Tanggal Pengumpulan : 12 Juni 2018

Susu 7A 1109.18 -0.938 30 10.83


UHT 45 15.22
Madu 2A 5500.47 0.3533 (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018)
6A 118.60 0.7058
Yoghurt 4A 31.40 1.0604 Gambar 1. Grafik Perbandingan
8A 0.12 0.977 Viskoitas app terhadap Waktu pada
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018) Susu

Time Dependent Behaviour


Beberapa fluida memiliki nilai Grafik Perbandingan Viskoitas
viskositas yang bergantung terhadap waktu app terhadap Waktu pada Susu
dimana nilai viskositas akan berubah 20
seiring dengan berjalannya waktu, baik 15

visko app
menjadi lebih kental atau lebih encer. Pada
10
umumnya fluida yang termasuk ke dalam
klasifikasi ini adalah fluida non-Newtonian. 5 y = 0.2451x + 3.827
R² = 0.9921
Jenis fluida yang viskositasnya dipengaruhi 0
oleh waktu dibedakan menjadi dua yaitu 0 20 40 60
thixotropic dan rheopectic. Thixotropic waktu
(shear thining) yaitu fluida dimana
viskositasnya berubah tergantung pada
waku dimana seolah-olah semakin lama (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018)
semakin berkurang meskipun laju gesernya
tetap. Apabila terdapat gaya yang bekerja Gambar 2. Grafik Perbandingan Viskoitas
pada fluida ini maka viskositasnya akan app terhadap Waktu pada Yoghurt
menurun. Rheopectic (shear thickening)
Grafik Perbandingan Viskoitas
yaitu fluida dimana viskositasnya berubah
app terhadap Waktu pada
tergantung pada waktu dimana seolah-olah Yoghurt
semakin lama semakin besar (Hariyadi,
100
2011).
Praktikum time dependent 80
Visko app

behaviour kali ini dilakukan pada 60 rpm 60


dan menit ke-0, ke-15, ke-30 dan ke-45 40
yang kemudian didapatkan data µapp y = 0.3659x + 37.429
20
(Viscositas Apparent). Berikut ini R² = 0.1012
merupakan tabel hasil pengamatan dan 0
grafik perbandingan µapp (Viscositas 0 20 40 60
Apparent) terhadap waktu dari masing- waktu
masing sampel.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018)
Tabel 2. Hasil Pengamatan Time Berdasarkan tabel dan kedua grafik
Dependent Behaviour di atas, baik sampel susu maupun yoghurt
Sampel t (menit) Visko app sama-sama menunjukkan bahwa keduanya
Susu 0 26.99 termasuk ke dalam jenis time dependent
15 44.08 behaviour, dimana nilai viskositas akan
30 77.38 berubah seiring dengan berjalannya waktu.
45 34.19 Hal tersebut dikatakan sesuai dengan
Yoghurt 0 4.2 literatur untuk sampel yoghurt karena
15 7.12 merupakan fluida non-Newtonian, tetapi
Asisten : Rizki Lutfiani
Tanggal Pratikum : 31 Mei 2018
Tanggal Pengumpulan : 12 Juni 2018

dikatakan tidak sesuai literatur untuk diujikan memiliki karakteristik seperti air
sampel susu yang merupakan fluida maka digunakan spindle dengan diameter
Newtonian. Dimana fluida Newtonian yang besar yaitu spindle L1. Semakin
seharusnya termasuk ke dalam jenis time kental fluida yang akan diuji maka ukuran
indepent behaviour yang viskositasnya spindle yang akan digunakan akan semakin
tidak berubah seiring berjalannya waktu. kecil.
Berdasarkan hasil pengamatan,
Tabel 3. Hasil Pengamatan Nilai N dan
menunjukkan bahwa sampel susu
K pada Setiap Sampel
merupakan fluida dengan jenis rheopectic
yang viskositasnya akan meningkat jika
diberikan gaya yang konstan selama Sampel rpm N k
beberapa waktu, sehingga parameter yang
akan ikut berubah dengan adanya 50
perbedaan waktu antara lain adalah shear Minyak 60
stress dan shear rate (Tiu dan Boger, Goreng 1.05 81.88
(5A) 100
1974). Sementara sampel yoghurt
200
menunjukkan grafik yang fluktuatif,
50
dimana pada menit ke-0, ke-15 dan ke-30 Minyak 60
menunjukkan adanya peningkatan Goreng
100 0.85 1937.76
viskositas dan pada menit ke-45 terjadi (9A)
penurunan viskositas. 200
30
Analisis Viskositas Metode Rotational Susu UHT 50
1.11 46.45
Viscometer Digital (3A) 60
Dasar pengukuran menggunakan 100
metode ini yaitu dengan cara menyelupkan 30
sebuah spindle kedalam cairan yang akan Susu UHT 50
diukur viskositasnya. Gaya gesek antara -0.938 1109.18
(7A) 60
permukaan spindle dengan cairan akan 100
menentukan tingkat viskositas cairan. 30
Spindle tersebut akan diputar dengan 59
Madu
kecepatan tertentu. Bentuk dari spindle dan (2A)
0.35 5500.47
60
kecepatan putarnya inilah yang
100
menentukan shear rate, dimana shear rate
30
ini akan mempengaruhi nilai viskositas dari
Madu 50
cairan non-Newtonian. Hal yang harus 0.7058 118.60
(6A) 60
diperhatikan dalam metode ini adalah jenis
spindle, kecepatan putar spindle, suhu 100
sampel, shear rate dan lama waktu 50
pengukuran jika sampelnya dari jenis time Yoghurt 60
1.0604 31.40
dependent behavior. (4A) 100
Prinsip dari alat Rotational Viskometer 200
yaitu sebuah spindel dicelupkan ke dalam Yoghurt
50 0.977 0.12
cairan yang akan diukur viskositasnya. (8A)
Gaya gesek antarapermukaan spindle (Dokumentasi Pribadi, 2018)
dengan cairan akan menentukan tingkat
viskositas cairan. Bentuk dari spindle dan Berdasarkan data diatas, sampel susu
kecepatan putarnya inilah yang UHT yang diuji oleh kelompok 3A
menentukan Shear Rate. mempunuai nilai N sebesar 1.11,
Jenis spindle yang dipakai harus sedangkan hasil yang peroleh kelompok 7A
sesuai dengan karakteristik fluida yang sebesar -0,938. Hasil ini menunjukan
akan diujikan. Jika fluida yang akan adanya ketidaksesuain dengan pendapat
Asisten : Rizki Lutfiani
Tanggal Pratikum : 31 Mei 2018
Tanggal Pengumpulan : 12 Juni 2018

Karyono (2008) yang menyatakan bahwa sedangkan hasil dari kelompok 5A sesuai
susu termasuk fluida newtonian dengan dengan literatur.
nilai n sebesar 1. Sementara itu, sampel Disamping harus mengetahui nilai n,
madu yang diuji oleh kelompok 6A diperlukan pula informasi mengenai nilai k,
memiliki nilai N sebesar 0.7058, sedangkan berdasarkan data dari hadil pengamatan,
oleh kelompok 2A sebesar 0.35 artinya dikathui bahwa sampel minyak goreng
tergolong non newtonian (pseudoplastic) yang diuji oleh kelompok 5A dan 9A
Hasil ini berbeda dengan pendapat Hariyadi memiliki nilai k yang berbeda, dimana hasil
(2011) bahwa madu termasuk fluida non yang diperoleh kelompok 5 yaitu sebesar
newtonian dengan nilai n > 1 (dillatan) 81.88, sedangkan oleh kelompok 9A yaitu
Sampel yoghurt yang diuji sebesar 1937.76. Sampel susu UHT yang
viskositasnya oleh kelompok 4A memiliki diuji oleh kelompok 3A memiliki nilai k
nilai n sebesar 1,0604, sedangkan oleh sebesar 46.45, sedangkan oleh kelompok
kelompok 8A sebesar 0,977. Hasil 7A sebesar 1109.18. Sampel madu yang
kelompok 8A ini sesuai dengan pernyataan diuji oleh kelompok 2A memiliki nilai k
Hariyadi (2011) bahwa yoghurt termasuk sebesar 5500.47, sedangkan oleh kelompok
fluida non newtonian dengan nilai n < 1 6A sebesar 118.60. Sampel yoghurt yang
(Pseudoplastic) diuji oleh kelompok 4A memiliki nilai k
Berdasarkan data diatas, terdapat sebesar 31.40, sedangkan oleh kelompok
perbedaan hasil nilai n dari sampel minyak 8A sebesar 0.12. Semakin besar nilai k
goreng yang diuji kelompok 5A dan maka kekentalan atau viskositas makin
kelompok 9A. Dimana hasil yang diperoleh tinggi, berdasarkan hasil pengamantan
kelompok 5A sebesar 1,05, sedangkan diatas diketahui bahwa sampel yang
kelompok 9A sebesar 0.85. Hasil kelompok mempunyai kekentalan atau nilai K yang
9A ini tidak sesuai dengan pendapat tinggi adalah sampel madu dan minyak
Sudarmanto (2014) bahwa minyak goreng goreng serta susu UHT.
termasuk dillatan dengan nilai n > 1,

Tabel 4 . Hasil Pengamatan Pengukuran Viskositas


Sampel rpm Shear Shear µ app 1 µ app 2
Rate Stress (δ) (k*(γ^(n- (δ/γ) Viskositas
Viskositas
(γ) 1)) rata-rata
rata-rata
persampel

Minyak 50 17.96 688.85 29.77 38.36


Goreng 60 21.55 548.92 27.92 25.48
(5A) 100 35.91 591.98 23.35 16.48 25.22
200 71.82 1584.35 18.31 22.06
Minyak 50 13.40 43052.87 2765.25 3213.03 1515
Goreng 60 16.08 40469.70 2835.20 2516.87
(9A) 100 26.80 74266.20 3040.75 2771.24 3005.56
200 53.60 190724.20 3343.71 3558.43
Susu 30 11.31 365.44 28.97 32.31
UHT 50 18.85 458.31 26.23 24.31
(3A) 60 22.62 490.62 25.31 21.69 25.95
100 37.70 975.18 22.92 25.87
Susu 30 7.48 398.75 43.57 53.33 24
UHT 50 12.46 210.48 19.15 16.89
(7A) 60 14.95 156.47 14.28 10.46 21.48
100 24.92 196.85 6.28 7.90
Madu 30 6.30 11132.85 1672.59 1766.64
(2A) 59 12.39 12532.79 1080.03 1011.25
60 12.60 12666.11 1068.35 1004.98 1149.60
100 21.01 17332.58 767.79 825.14 583
Madu 30 533.86 11340.03 18.69 21.24
(6A) 50 889.77 13130.56 16.09 14.76 15.87
Asisten : Rizki Lutfiani
Tanggal Pratikum : 31 Mei 2018
Tanggal Pengumpulan : 12 Juni 2018

Sampel rpm Shear Shear µ app 1 µ app 2


Rate Stress (δ) (k*(γ^(n- (δ/γ) Viskositas
Viskositas
(γ) 1)) rata-rata
rata-rata
persampel

60 1067.72 13528.45 15.24 12.67


100 1779.54 26924.27 13.12 15.13
Yoghurt 50 9.87 386.24 36.06 39.13
(4A) 60 11.84 437.90 36.46 36.97
100 19.74 615.03 37.60 31.16 37.45
200 39.48 1697.47 39.21 43.00
19
Yoghurt 50 10.78 5.98 1.08 0.56
(8A) 60 12.94 6.60 1.31 0.51
1.39
100 21.56 8.80 2.23 0.41
200 43.12 23.39 4.49 0.54
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018)
50 rpm, 60 rpm, dan 100 rpm sampai 200
Berdasarkan data diatas, dikatehui rpm. Berdasarkan analisis teradap data
bahwa sampel dengan viskositas paling yang diperoleh, didapatkan persamaan
besar yaitu sampel minyak goreng dengan linear dari data kel 9A yaitu y = 1,137 x +
nilai rata-rata viskositasnya 1515 Pa.s, 3,2873 sehingga diperoleh nilai n = 1,137
sedangkan sampel yoghurt memiliki nilai dimana nilai n tersebut lebih dari 1.
rata-rata viskositas terendah yaitu 19,
sedangkan sampel madu mempunyai rata-
Gambar 5. Grafik Hubungan Shear
rata viskositas sebesar 583 Pa.s dan sampel
Stress terhadap Shear Rate Yoghurt
susu UHT sebesar 24 Pa.s
Hubungan Shear Stress
Sampel minyak goreng yang diuji oleh 6 terhadap Shear Rate Yoghurt
kelompok 9A termasuk ke dalam tipe
5
Log Shear Stress

narrow gap yang antara diameter spindle


hampir sama dengan diameter container 4
(Rb/Rc = 0,46). Hubungan antara log N 3
terhadap log Torsi pada sampel minyak
2
goreng dapat dilihat pada bambar 4. Gambar
1
Gambar 4. Grafik Hubungan log N 0
terhadap log Torsi Sampel Minyak 1.1 1.6 2.1
Goreng Log Shear Rate

Hubungan log N terhadap log (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018)


Torsi Sampel Minyak Goreng
Berdasarkan gambar diatas,
Log Torque

-0.3 1.7 2.2


diketahui ketika penambahan shear rate
Grafik Log
N maka akan menyebabkan kenaikan pada
-0.8 terhadap shear stress, yang berarti pengadukan akan
Log menyebabkan viskositas dari sampel
-1.3 Torque semakin meningkat.
5a Sampel yoghurt kelompok 4A
-1.8 termasuk ke dalam tipe very narrow gap
Log N (RPM)
yang antara diameter spindle hampir sama
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018) dengan diameter container dengan nilai
Rb/Rc sebesar 0,062, sedangkan sampel
yoghurt kelompok 9A mempunyai nilai
Sampel minyak gorang diuji pada
Rb/Rc sebanyak 0,79, dan termasuk large
alat viskometer dengan kecepatan yang gap.
berbeda-beda, mulai dari kecepatan putar
Asisten : Rizki Lutfiani
Tanggal Pratikum : 31 Mei 2018
Tanggal Pengumpulan : 12 Juni 2018

Gambar 6. Grafik Hubungan log N Gambar 8. Grafik Hubungan antara Log


terhadap log Torsi Sampel Minyak N terhadap Log Torsi Sampel Susu UHT
Goreng
Hubungan log N terhadap log
Hubungan log N terhadap log Torsi Sampel Minyak Goreng
Torsi Sampel Minyak Goreng -1
1 1.5 2 Serie
-3 s1
1.5 2 2.5
-1.5
Log Torsi

y = 1.0605x - 5.7848
R² = 0.9625 y = 0.8053x - 3.1228
-2

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018)


Berdasarkan grafik diatas, didapat
persamaan y = 0,8053x - 3,1228 dengan
-4
nilai n= 1.0033, dimana nilai n tersebut
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018) kurang dari 1. Jika n kurang dari 1 maka
sampel susu UHT kel 3A termasuk jenis
Dari data diatas, didapat persamaan
fluida pseudoplastik atau shear thickening
y = 1,0605x - 5,7848 dan nilai n= 1,0605,
dan termasuk fluida non-newtonian.
dimana nilai n tersebut lebih dari 1 yang
berarti sampel yoghurt termasuk jenis
Gambar 7. Grafik Hubungan Shear Rate
fluida pseudoplastik atau shear thickening
terhadap Shear Stress Sampel Madu
dan termasuk fluida non-newtonian.
Hubungan Shear Stress
Gambar 7. Grafik Hubungan Shear terhadap Shear Rate Madu
4.25
Stress terhadap Shear Rate Susu UHT
Log Shear Stress

4.2
y = 0.8053x + 1.667 4.15
3
2.95 4.1
2.9
2.85 4.05
2.8
2.75 4
2.7 0 0.5 1 1.5
2.65 Log Shear Rate
2.6 (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018)
2.55
2.5
Berdasarkan data diatas, diketahui
0.8 1.3 1.8
bahwa grafik shear rate terhadap shear
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018) stress pada sampel madu pasteurisasi
mengalami kenaikan, hal ini berarti
Berdasarkan data diatas, grafik pengadukan dapat membuat viskositas
shear rate terhadap shear stress pada sampel madu pasteurisasi semakin meningkat.
susu UHT mengalami kenaikan, hal ini Didapatkan persamaan y = 0,3533x -
berarti pengadukan dapat membuat 2,4663, dengan nilai n kurang dari 1.
viskositas susu segar semakin meningkat. Sampel madu kel 2A termasuk ke dalam
Sampel Susu UHT kel 3A tipe very narrow gap yang antara diameter
termasuk ke dalam tipe narrow gap yang spindle hampir sama dengan diameter
antara diameter spindle hampir sama container dengan nilai Rb/Rc sebesar
dengan diameter container dengan nilai 0,0586.
Rb/Rc sebesar 0 0,6669032
Asisten : Rizki Lutfiani
Tanggal Pratikum : 31 Mei 2018
Tanggal Pengumpulan : 12 Juni 2018

Gambar 8. Grafik Hubungan antara Log Hariyadi, Purwiyanto. 2011. Aliran Fluida.
Torsi terhadap Log N Madu Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Karyono, Iwan Yudi. 2008. Aliran Fluida.


Hubungan antara Log Torsi UI Press. Jakarta
terhadap Log N Madu
-1.7
Moechtar. 1990. Farmasi Fisik.
1.3 1.8 Log N
Log Torque

y = 0.3533x - 2.4663 Yogyakarta. UGM-press.


terhada
-1.8
p Log
Torque Sarojo, Ganijanti Aby. 2006. Seri Fisika
Dasar Mekanika. Jakarta. Salemba
-1.9
Teknika.

-2 Log N Sukardjo. 1997. Kimia Fisika I. Jakarta.


(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2018) Rineka Cipta.
Berdasarkan data diatas,
didapatkan persamaan y = 0,3533x - 2,4663 Sudarmanto, A. 2014. Pembuatan Alat Uji
dengan nilai n= 0,3533, dimana nilai n Kekentalan Minyak Goreng dengan
tersebut kurang dari 1. Jika n kurang dari 1 Menggunakan Metode Viskositas
maka termasuk jenis fluida pseudoplastic stokes untuk prsktikum fisika dasar 1
atau shear thickening dan termasuk fluida Jurusan Tadris Fisika Dasar 1
non-newtonian. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan IAIN Walisongo. Jurnal
KESIMPULAN Phenomenon, 4 (2) : 51 - 62

Sampel susu maupun yoghurt sama- Tiu, C., and Boger, D.V. 1974. Complete
sama menunjukkan bahwa keduanya Rheological Characterization of
termasuk ke dalam jenis time dependent Time-Dependent Food Products.
behaviour. Susu merupakan fluida dengan Journal of Texture Studies. Vol 5,
jenis rheopectic Sementara sampel yoghurt Issue 3, hal 329 - 338.
menunjukkan grafik yang fluktuatif
Sampel yang mempunyai kekentalan Warsito., Suciyati, S.W., Isworo, D. 2012.
atau nilai K yang tinggi adalah sampel Desain dan Analisis Pengukuran
madu dan minyak goreng serta susu UHT. Viskositas dengan Metode Bola
Sampel susu berdasarkan hasil Jatuh Berbasis Sensor Optocoupler
praktikum termasuk non newtonian, hal ini dan Sistem Akuisisinya pada
tidak sesuai dengan literatur. Sampel madu Komputer. Jurnal Natur Indonesia.
yang diuji termasuk pseudoplastic. Hal 230-235.
Menurut litaretur madu termasuk fluida non
newtonian dengan nilai n > 1 (dillatan)
Sampel yoghurt yang diuji kelompok 8A
sesuai dengan literatur dimana termasuk
fluida non newtonian dengan nilai n < 1
(Pseudoplastic). Sampel minyak goreng
yang diuji oleh kelompok 5Asesuai dengan
pendapat Sudarmanto (2014) bahwa
minyak goreng termasuk dillatan dengan
nilai n > 1,

DAFTAR PUSTAKA