1. Bayi perempuan usia 12 hari, anus sempit, perut tegang, mekonium keluar sedikit dari
anusnya. Berdasarkan foto RO Dokter mendiagnosa anus imperforata. Berdasarkan
pengkajian . Apakah jenis anus umperforata bayi tersebut ?
A. Anal Stenosis D. Rectal agenesis
B. Imperforata membran E. Atresia ani letak rendah
C. Anal Genesis
2. Bayi perempuan usia 12 hari , anus sempit, perut tegang, mekonium keluar sedikit
dari anusnya. Muntah dan belum minum. Dokter merencanakan pembedahan. Apakah
diagnosa keperawatan utama yg terjadi pada bayi tersebut?
A. Gangguan eliminasi (obstipasi) / bd penyumbatan pada anus
B. Volume cairan kurang bd intake kurang, muntah
C. Kebutuhan nutrisi kurang bd intake kurang, muntah
D. Resiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan bd proses penyakitnya
E. Kurangnya pengetahuan keluarga bd kurangnya informasi tentang pelaksanaan
penyakitnya
3. Bayi laki-laki usia 2 bulan MRS karena BABnya tidak lancar, pada colok dubur
keluar sedikit sedikit, sering kembung, mual-muntah, anus tidak mengalami kelainan.
Apakah pengkajian selanjutnya untuk menegakkan diagnose bayi tersebut adalah
A. Pemeriksaan fisik sistem pencernaan D. Pemeriksaan foto abdomen
B. Pemeriksaan rectal E. Pemeriksaan biopsi
C. Pemeriksaan colok dubur
4. Bayi laki laki usia 2 bulan , diagnose medis hisprung, BAB nya tidak lancar, keluar
sedikit-sedikit, sering kembung, mual-muntah, anus tidak mengalami kelainan pada
anusnya, diberikan ASI. Tindakan utama apakah yg akan dilakukan untuk mengatasi
masalah sebelum dilakukan pembedahan?
A. Pasien dipuasakan
B. Lakukan irigasi kolon dengan normal salin
C. Informasikan dengan jelas tentang penyakitnya
D. Informasikan dengan jelas tentang penatalaksanaanya
E. Barikan cairan infus intravena untuk mempertahankan kebutuhan cairan
5. Bayi perempuan usia 1 bulan dibawa ibunya masuk RS dengan keluhan sesak karena
tersedak. Keadaan bayi : ada celah sumbing yg terjadi pada salah satu sisi bibir dan
celahtersebut melebar/memanjang hingga ke hidung. Berdasarkan pengkajian, jenis
bibir sumbing apakah yg dialami bayi ?
A. Bilateral complete
B. Unilateral incomplete
C. Unilateral complete
D. Unilateral
E. Bilateral
6. Bayi perempuan usia 1 bulan dibawa ibunya masuk RS. Keadaan bayi : ada celah
sumbing yg terjadi pada salah satu sisi bibir dan celah tersebut melebar/memanjang
hingga ke hidung. Tindakan apakah yg dilakukan di rumah sakit untuk mencegah
aspirasi saat minum pada bayi tersebut ?
A. Beri makan dengan bentuk lunak
B. Posisikan dan stabilkan puting susu dengan baik di dalam rongga mulut
C. Bantu menstimulasi reflek ejeksi ASI secara manual/dengan pompa payudara
sebelum menyusui
D. Gunakan alat makan khusus, bila menggunakan alat tanpa puting
(dot,spuit,asepto) letakkan formula di belakang lidah
E. Melatih ibu untuk memberikan Asi yg baik bagi bayinya
7. Bayi laki-laki usia 6 bulan dibawa ibunya ke RS dengan keluhan panas, dirumah
pernah mengalami kejang dan menurut pengamatannya kepala anaknya semakin
membesar. Pada pengkajian, pemeriksaan apakah untuk menegakkan diagnosa secara
pasti pada bayi tersebut ?
A. CT scan/MRI D. Pemeriksaan LP
B. X-Foto kepala E. Pemeriksaan biopsi
C. USG kepala
8. Bayi laki laki usia 6 bulan dibawa ibunya ke RS dengan diagnosa Hidrocepalus
dicurigasi sejak lahir. Pada pengkajian apakah kemungkinan penyebab bayi
mengalami kondisi tersebut ?
A. Infeksi D. Obat-Obatan
B. Kongenital E. Neuoplasma
C. Trauma
9. Bayi laki laki usia 6 bulan dibawa ibunya ke RS dengan diagnosa Hidrocepalus
dicurigasi sejak lahir. Selama di RS sudah dilakukan terapi konservatif dan alternatif.
Dokter merencanakan pemasangan shunt. Pemasangan shunt apakah yg kemungkinan
dilakukan oleh dokter pada bayi tersebut?
A. Pemasangan V-Sub arachnoid shunt D. Pemasangan V-pleura shunt
B. Pemasangan V-peritonial shunt E. Pemasangan V-Lumbo peritonial
shunt
C. Pemasangan V-Arterial shunt
10. Bayi perempuan usia 2 bulan, sejak lahir terdapat benjolan pada perut dengan lapisan
tipis sebesar buah jeruk . dibawa ke RS karena takut benjolan tersebut pecah .
Riwayat persalinan, Lahir spontan dengan BB 2500 gram, Riwayat kehamilan ibu :
mengalami hyperemesis dan malas makan dan minum, berdasarkan pengkajian,
apakah kemungkinan yg dialami bayi tersebut?
A. Omphalokel D. Makrosepal
B. Meningokel E. Hidrosepal
C. Mikrosepal
11. Bayi perempuan usia 1 bulan dirawat di RS, sejak lahir terdapat benjolan pada perut
dengan lapisan tipis sebesar buah jeruk. Riwayat persalinan, Lahir spontan dengan BB
2500 gram. Apakah diagnose keperawatan utama yg terjadi pada pasien tersebut?
A. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penekanan rongga abdomen (paru-
paru)
B. Termoregulasi tidak efektif berhubungan dengan imaturitas
C. Resiko kurang volume cairan berhubungan dengan dehidrasi
D. Resiko tinggi berhubungan dengan isi abdomen yg keluar
E. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yg menderita
penyakit serius
12. Maya umur 25 bulan pada saat datang di puskesmas tidak menunjukkan tanda-tanda
bahaya umum, batuk, tidak ada kesukaran bernafas, frekuensi nafas 24x/mnt. Apkah
klasifikasi yg dialami Maya tersebut ?
A. Pneumonia berat/penyakit yg sangat berat D. Batuk bukan
pneumonia
B. Pneumonia sedang E. Batuk pneumonia
C. Pneumonia
13. Maya umur 25 bulan dibawa ibunya berkunjung ke puskesmas dengan keadaan
badannya panas. Apa yg ditanyaakan pertama kali kepada ibu saat berkunjung
tersebut?
A. Memeriksa apakah ada tanda bahaya umum
B. Menanyakan masalah anaknya
C. Menanyakan kunujungan pertama atau ulang
D. Menanyakan keluhan utama
E. Memeriksa status gizi
14. Maya umur 25 bulan pada saat datang di puskesmas tidak menunjukkan tanda-tanda
bahaya umum, tidak batuk atau sukar bernafas. Maya diare tapi tanpa darah dalam
tinjanya . Petugas kesehatan memeriksa tanda-tanda dehidrasi. Maya sadar dan tidak
letargis, tidak gelisah atau rewel. Matanya tidak cekung. Maya minum dengan lahap
ketika diberi minum. Kulit perutnya segera kembali ketika di cubit. Pada langkah
strategi MTBS. Apakah hasil data tentang Maya tersebut ?
A. Pemeriksaan tanda bahaya umum D. Klasifikasi
B. Pengumpulan data E. Tindakan pengobatan
C. Penilaian
15. Maya umur 25 bulan pada saat datang di puskesmas, maya diare sudah 4 hari tetapi
tanpa darah dalam tinjanya. Petugas kesehatan memeriksa tanda-tandadehidrasi. Maya
sadar dan tidak letargis, tidak gelisah atau rewel. Matanya cekung, Maya minum
dengan lahap ketika diberi minum. Kulit perutnya segera kembali ketika dicubit.
Apakah klasifikasi yg dialami Maya tersebut?
A. Diare dehidrasi berat D. Diare persisten berat
B. Diae dehidrasi ringan-sedang E. Diare persisten
C. Diare tanpa dehidrasi
16. Hasil pemeriksaan status gizi didapatkan maya umur 25 bulan, BB 9 kg. 90 cm. Ada
bebrapa langkah untuk menentukan status gizi dengan kurva (1. Menentukan
pemilihan kurva berdasarkan jenis kelamin dan usia, 2. Menentukan titik BB/TB, 3.
Menarik garis horizontal dan vertikal dari titik BB dan PB, 4. Menentukan
nilaistandar deviasi/SD dengan menelurusi kurva sesuai titik pertemuan BB dan PB,
5. Menentukan klasifikasi bagaimana cara pengisian data Maya dalam menentukan
status gizi anak pada kurva dibawah ini? (Lihat gambar di soal)
A. 1,2,3,4,5 D. 1,5,4,3,2
B. 1,2,4,3,5 E. 1,3,2,4,5
C. 1,3,4,2,5
17. Hasil pemerikasaan status gizi didapatkan Maya umur 25 bulan, BB 9kg, PB 90 cm,
bagaimana hasil penilaian status gizi anak maya tersebut ?
A. Kurus, BB/Pb < -3 Sd D. Kurus, BB/PB >- -3 SD
B. Sangat kurus, BB/PB <-3 SD E. Sangat kurus BB/PB <_ -3SD
C. Kurus BB/PB >-3 SD
18. Maya umur 25 bulan pada saat datang di puskesmas, maya diare sudah 4 hari tetapi
tanpa darah dalam tinjanya, petugas kesehatan memeriksa tanda-tanda dehidrasi,
maya sadar dan tidak letargis, tidak gelisah atau rewel. Matanya tidak cekung. Maya
minum dengan lahap ketika diberi minum. Kulit perutnya segera kembali ketika
dicubit, Penanganan anak Diare pemberian tambahan cairan dngan terapi A, terapi B,
dan terapi C, Pemberian Zinc, dan pemberian makan. Bagaimana penanganan anak
maya?
A. Terapi A, Pemberian Zinc, dan pemberian makan
B. Terapi B, Pemberian Zinc, dan pemberian makan
C. Terapi C, Pemberian Zinc, dan pemberian makan
D. Terapi A+B, pemberian Zinc dan pemberian makan
E. Terapi B+C, pemberian Zinc, dan pemberian makan
19. Maya umur 25 bulan pada saat datang di puskesmas, maya diare sudah 4 hari tetapi
tanpa darah dalam tinjanya, petugas kesehatan memeriksa tanda-tanda dehidrasi.
Apakah rencana pemberian cairan pada maya tersebut?
A. Penanganan dehidrasi dengan syok
B. Penanganan diare dirumah
C. Penanganan dehidrasi ringan-sedang dengan oralit
D. Penangan dehidrasi berat dengan cepat
E. Pemberian cairan Pra rujuakn
20. Maya umur 25 bulan pada saat datang di puskesmas tidak menunjukkan tanda-tanda
bahaya umum, batuk sudah 4 hari, tidak ada kesukaran bernafas, frekuensi nafas
24x/mnt. Bagaimana cara mengatasi batuk maya ?
A. Pemberian antibiotik dan obat batuk
B. Pemebrian obat batuk yg mengandung codein
C. Pemberian pereda batuk atau pelega tenggorokan dengan bahan yg aman
D. Pemberian pelega tenggorokan dan pereda batuk
E. Pemebrian kecap manis dan jeruk manis
21. Penyakit ini berupa ensephalopati statis, salah satu penyebabnya adalah lesi otak yg
sedang berkembang. Apakah penyakit tersebut ?
A. Syndrome nefrotik D. Syndrome Down
B. Bell’s palsy E. Dunchene Muscular Dystrophy
C. Cerebral Palsy
22. Penyebab cerebral palsy secara langsung belum diketahui namun sebagian besar kasus
ini karena malformasi kongenital otak. Apkah yg kemungkinan menjadi penyebab
kelainan tersebut ?
A. Hipoksia ibu saat melahirkan D. Keracunan logam berat
B. Anoksia janin E. Infeksi poliovirus
C. Kelainan uterus ibu
23. Bayi akan mengalami penurunan gerakan spontan pada belahan tubuh yg terkenan
dan menunjukkan prefensi tangan pada usia dini, terlambat berjalan dan gerakan jalan
melingkar, refleks babinski kemungkinan positif. Berdasarkan ilustrasi tersebut
merupakan manifestasi klinik cerebral palsy tipe apakah ?
A. Diplegia ataksik D. Hemiplegia spastik
B. Monoplegia spastis E. Hemiplegia atetoid
C. Hemiplegia ataksik
24. Berdasarkan kalsifikasi tipe berdasarkan bagian tubuh yg terserang dan tipe ini
merupakan keadaan cerebral palsy yg paling berat. Apakah tipe cerebral palsy
tersebut ?
A. Diplegia ataksik D. Cerebral athetoid
B. Kuadriplegia atetoid E. Diplegia spastik berat
C. Kuadriplegia spastik
25. Anak dengan cerebral palsy akan mempunyai banyak permasalahan baik fisik maupun
intelektual. Apakah permasalahan yg muncul pada kasus tersebut?
A. Kejang, kerusakan audio-visual dan gangguan belajar
B. Adanya peningkatan kadar CPK dalam darah
C. Paralysis atau paresis otot leher
D. Kesadaran menurun, delirium
E. Kontraktur fleksi pada siku lengan kanan dan kiri
26. Pada kasus cerebral palsy anak akan mengalami beberapa masalah keperawatan.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
A. Kerusakan mobilitas fisik D. Gangguan eliminasi alvi, konstipasi
B. Kerusakan integritas kulit E. Resiko tinggi kelebihan volume cairan
C. Gangguan rasa nyaman gatal
27. Dibawah ini yang benar tentang karakterisitik penyandang autisme adalah
A. Selektif berlebihan terhadap rangsangan
B. Motivasi untuk menjelajahi hal baru sangat besar
C. Rasa keingintahuan sangat besar
D. Anak susah menelan makanan
E. Anak tampak wajah mengoloid
30. Jenis terapi yang harus diberikan pada anak autis adalah
A. Terapi wicara D. Terapi medis
B. Terapi biomedik E. Semua jawaban benar
C. Terapi okupasi
33. Masalah keperawatan yang muncul pada anak dengan sindrom down dengan .......
hisprung adalah
A. Nafsu makan menurun D. Resiko tinggi cidera
B. Resiko tinggi konstipasi E. Gangguan komunikasi verbal
C. Resiko tinggi infeksi
35. Intervensi keperawatan pada diagnosis keperawatan resiko tinggi cidera adalah
A. Anjurkan agar anak hiperaktivitas
B. Anjurkan aktivitas bermain dan olahraga yg sesuai dengan maturasi fisik anak
C. Ajari keluarga atau guru atau pelatih tentang tanda-tanda shock
D. Jawaban b dan c benar
E. Semua jawaban diatas benar
36. Penyakit jalan nafas obstruktif intermitten , reversibel dimana trakea dan bronchi
berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu, apakah penyakit dari ilustrasi
tersebut ?
A. Tuberkulosis D. Pneumonia akut
B. Ashma bronchiale E. Bronchopneumonia
C. Broncjiale akut
37. Penderita mengalami keluhan sesak nafas, batuk atau nafas berbunyi, adanya
kontraksi otot bantu pernafasan, sianosis, silent chest, gangguan kesadaran. Ilustrasi
tersebut menggambarkan serangan asma tingkat ...
A. Asma tingkat 1 D. Asma tingkat IV
B. Asma tingkat II E. Asma tingkat V
C. Asma tingkat III
39. Berbagai komplikasi yg mungkin timbul pada penyakit ashma bronchiale . apakah
komplikasi dari penyakit ashma bronchiale?
A. Atelekstasis D. Efusi pleura
B. Enchelopati E. pertusis
C. Tuberkulosis militer
40. Serangan ashma dengan ancaman henti nafas, tampak kebingungan, sudah tidak
terdengar mengi dan timbul bradikardi, ada pembatasan aktivitas fisik, FEV ! atau
PEV=60%, atau FEV variabelitas >30%. Berdasarkan ilustrasi tersebut berdasarkan
serangan ashma (Global Initiative for Ashma?GINA) masuk dalam kategori
A. Ashma intermitten D. Ashma mild persisten
B. Ashma severe persisten E. Ashma modrate persisten
C. Ashma persisten
41. Pada infeksi faucial yg berat pada anak dengan diphtheria sering disertai dengn
adanya
A. Hyperapnea D. Stirdor inspiratory
B. Ashma severe persisten E. Lymphadenitis Subamndibular dan Bullneck
C. Ashma persisten
42. Dibawah ini merupakan ciri dari strain kuman corybacterium Diphteria “Mitis”
A. Strain mitis bersifat hemolitik
B. Memiliki waktu ....... 60 menit
C. Berbentuk convex , kasar dan berwarna putih
D. Memiliki ukuran yg kecil
E. Tingkat pertumbuhan sangat cepat
43. Gejala klinis yg terjadi pada anak dengan diptheria pharing dan tonsil adalah
A. Malaise, nyeri menelan. Anoreksia, dan subfebris
B. Suara parau dan batuk menggonggong
C. Hyperapnea , dyspnea , cyanosis
D. Atelektasis dan pneumonia
E. Konjungtivitis , impetigo, dan lesi sebothoic
44. Komplikasi utama dan paling sering dijumpai pada anak dengan diphteria adalah
A. Pneumonia D. Neuritis/polineuritis
B. Myocarditis E. Meningitis
C. Atelektasis
45. Gambaran klinis stadium prodromal pada anak dengan morbili (campak) adalah
A. Konjungtivitis, fotofobia, panas dan malaise
B. Masa inkubasi 6-10 hari
C. Deskuamasi , ruam dan hiperpigmentasi
D. Ruam makulopapular pada seluruh tubuh
E. Petechie, perdarahan gusi dan epistaksis
46. Batuk dan bersin yg diikuti dengan hidung tersumbat dan sekret mukopurulen pada
anak morbili tersebut
A. Coryza D. Rash Eritematous
B. Koplik’s spot E. Makulopapular
C. Malaise
48. Toksin yg dibentuk oleh clostridium tetani yg merupakan toksin kuat adalah
A. Tetanolysin D. Tetaspasmin
B. Tetanomisin E. tetalysin
C. Tetanospasmin
49. Gambaran spasme otot muka pada pasien tetanus seperti alis tertarik keatas, sudut
mulut tertarik keluar dan kebawah dan bibir tertekan kuat pada gigi disebut dengan :
A. Opisthotonus D. Karper-mond
B. Trismus E. Risus sardonikus
C. Kejang tonik
50. Diagnosa keperawatan utama yg muncul pada bayi dengan tetanus neonatorum adalah
:
A. Tidak efektifnya bersihan jalan nafas dan resiko aspirasi
B. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
C. Gangguan psikologis pada anak
D. Hospitalisasi dan ketidaktahuan orang tua
E. Gangguan eliminasi alvi dan eliminasi uri
51. Gejala sepsis neonatorum sangat bervariasi disebabkan faktor kuman yg berbeda
sehingga diagnosis sepsis ditegakkan berdasarkan :
A. Prognosis D. patofisiologi
B. Gejala klinik E. Penatalaksanaan
C. Etiologi
52. Salah satu pemeriksaan laboratorium untuk menunjang sepsis neonatorum adalah
dengan pemeriksaan CRP (Cell Reaktif Protein) yaitu :
A. Melihat adanya kelainan darah
B. Melihat adanya kelainan pada sistem perkemihan
C. Melihat adanya proses inflamasi
D. Gangguan sistem pencernaan
E. Tendensi perdarahan
54. Diagnosa pasti untuk menegakkan bahwa seorang anak menderita leukimia adalah
A. Lumbal pungsi (LP) D. Pungsi sumsum tulang (BMP)
B. Foto toraks AP dan lateral E. Retikulositopenia
C. Ditemukan sel normoblas pada sirkulasi darah
55. Pengobatan spesifik pada anak dengan leukimia adalah pemberian obat
sitostatika/kemoterapi. Syarat kemoterapi adalah :
A. Leukosit <2000/uL
B. Absolut neutrofil count (ANC) <1000/ uL
C. Trombosit >100.000/ uL
D. Jika ada infeksi tetap diberikan obat sitostatika
E. Leukimia serebrispinal-meningeal
58. Penyakit hemofilia disebabkan karena kurangnya faktor pembekuan darah. Hemofilia
“A” (hemofilia klasik) disebabkan karena kurangnya :
A. Faktor pembekuan VII
B. Faktor pembekuan XI
C. Faktor pembekuan X
D. Faktor pembekuan IX
E. Faktor pembekuan VIII
KASUS 2
Bayi Dina lahir dengan BB 2750 gram. PB 49 cm dengan usia kehamilan 38 minggu.
Sehari kemudia bayi Dina dikirim ke R Neonathology karena bayi malas minum,
banyak tidur, reflek menghisap dan menelan lemah, kulit tampak kuning, sklera
kuningan , warna kuning muncul 24 jam pertama setelah lahir, hasil pemeriksaan
dengan kremer menunjukkan kremer 3.
61. Dari data diatas bayi Dina mengalami ikterus neonatorum yg patologis , data lain yg
mendukung ikterus yg patologis adalah :
A. Dalam 24 jam pertama kadar bilirubin meningkat 5mg/dl atau lebih
B. Bilirubin serum pada bayi cukup bulan <12 md/dl
C. Bayi tampak biasa , minum baik dan BB normal
D. Ikterus ug disertai dengan proses hemolisis
E. Tampak jelas pada hari ke 5-6 dan akan menghilangkan pada hari ke 10 s/d ke 14
62. Setelah bayi Dina diperiksa oleh dokter , advisnya adalah dilakukan fototerapi ,
indikasi dilakukan fototerapi (terapi sinar ) adalah :
A. Dilakukan pada ikterus yg disebabkan proses hemilisis karena Rhesus atau Gol
ABO yg antagonis
B. Kadar bilirubin indirek >20 mg/dl
C. Kadar Hb <10 g/dl
D. Kadar bilirubin darah indirek >10 md/dl
E. Adanya gangguan obstruksi usus
63. Dalam sistem sirkulasi darah tepi yaitu dalam plasma, bilirubin yg tak terkonyugasi
(indirek) akan berikatan dengan suatu protein bebas, protein tersebut adalah :
A. Enzim Glukoronil Transferase (G-6-PD) D. Lipase
B. Enzim disakaridase E. Albumin
C. Protein Y dan Z
64. Salah satu penyebab ikterus neonatorum / hiperbilirubinemia adalah adanya gangguan
konyugasi di sistem retikuloendoplasmik hepar, gangguan tersebut disebabkan karena
:
A. Ketidakcocokan golongan darah/Rh
B. ABO yg antagonis
C. Albumin rendah
D. Obstruksi usus
E. Imaturitas hepar dan kurangnya enzim glukoronil tranferase (G-6-PD)
67. Pergeseran utama hemoglobin (Hb) dari Hb janin ke Hb dewasa terjadi pada :
A. Segera setelah lahir D. 3-6 bulan setelah lahir
B. 1-3 bulan setelah lahir E. Mulai usia 3-6 bulan intra uteri
C. 9 bulan setelah lahir
68. Pada anak dengan thalasemia jika produksi rantai alpa (a) yg terganggu maka
penyakit ini disebut :
A. Thalasemia mayor D. Thalasemia minor
B. Thalasemia Alpha (a) E.Thalasemia anemia Coley
C. Thalasemia beta
69. Salah satu penatalaksanaan dari thalasemia yaitu pemberianFe Chelating agen
(Desferioxamin : Disferal) dengan tujuan :
A. Agar tidak terjadi pembekuan darah saat tranfusi
B. Splenektomi
C. Merangsang hipofisis jika pubertas terlambat
D. Mencegah/menghambat proses hemosiderosis proses ekskresi
E. Pada anak dengan diet buruk
70. Salah satu therapy dari penyakit diptheria adalah pemberian ADS . Berapa jumlah
dosis ADS yg diberikan pada diptheri tonsil dan laring primer :
A. 10.000 U D. 40.000 U
B. 20.000 U E. 100.000 U
C. 60.000 U