Anda di halaman 1dari 18

Biology

XII-IA8 | FINAL EXAM

I Menentukan peristiwa pertumbuhan


S Pertumbuhan adalah penambahan biomassa bersifat tidak dapat balik (irreversible)
S Terjadi penambahan komponen bersifat padat, meningkatnya berat kering, dan jumlah sitoplasma sehingga bersifat kuantitatif  dapat dinyatakan dengan
satuan bilangan [volume, masa, tinggi, panjang]
S Contoh:
b Proses perkecambahan pada tumbuhan (pertumbuhan pada biji);
b Pertambahan ukuran pada organisme bersel satu;
b Pertambahan ukuran dan jumlah sel pada organisme bersel banyak;
b Peningkatan jumlah protein, selulosa, dan asam nukleat pada embrio tumbuhan;
I Faktor penentu pertumbuhan
S Faktor Intern
b Gen mempengaruhi struktur dan morfologi
b Hormon mempengaruhi arah&kecepatan tumbuh
S Faktor Ekstern
b Air mempengaruhi proses perkecambahan
b Cahaya mempengaruhi arah pertumbuhan tanaman [fototropisme] dan periode kritis tumbuhan [fotoperiodisme]
b Kelembapan  mempengaruhi pemanjangan sel & stabilitas bentuk sel
b Suhu mempengaruhi kerja enzim [suhu optimum enzim]
b Derajat keasaman [tanah] mempengaruhi pertumbuhan tanaman
b Makanan mempengaruhi pertambahan massa dan energi yang dipakai; [makroelemendibutuhkan dlm jumlah banyak; mikroelemendibutuhkan
dlm jumlah sedikit]
b Gravitasi mempengaruhi pertumbuhan akar menuju pusat bumi [geotropisme]
I Peranan hormon tumbuhan

Hormon Tempat produksi Fungsi

Auksin Meristem apikal tunas batang, daun Pemanjangan batang, dominasi apikal; pembentukan akar, perkembangan buah
muda dan biji

Giberelin Daun muda & meristem apikal [tunas Perkecambahan biji, pemanjangan batang, pembentukan bunga, perkembangan buah
batang], embrio [biji]

Sitokinin Akar Pembelahan sel, penundaan perontokan daun, penghambatan dominansi apikal, perkembangan bunga,
perkembangan embrio, perkecambahan biji

Etilen Nodus pada batang, buah yang Pematangan buah, respons terhadap stres lingkungan, perkecambahan biji menjaga kait apikal pada
matang, jaringan rusak benih, memulai pertumbuhan akar, perontokan daun dan bunga

Asam abisat Hampir seluruh sel ber-plastid [daun, Dormansi biji, respons terhadap stres lingkungan
batang, akar]

Brassinosteroid Tunas [daun, bunga], biji, buah Ekspresi gen [dikendalikan cahaya], pembelahan sel, pemanjangan sel, perkecambahan biji,
perkembangan saluran vaskular

Jasmonate Daun Memicu pertahanan tubuh untuk menghadapi predator dan penyakit

Asam salisilik Tempat terjadi luka Resistensi terhadap penyakit

Sistemin Lokasi seragan herbivora/ patogen Memicu pertahanan tubuh untuk menghadapi predator [herbivora] dan penyakit
[luka]

Oligosakarin - Menjaga pertumbuhan& perkembangan normal sel, respons imun

Kalin - Merangsang pembentukan organ tubuh


[Kaulokalinbatang; rizokalinakar; filokalindaun; antokalinbunga]
*rizokalin memiliki struktur kim identik dengan vitamin B1/ tiamin

Asam Luka pada tumbuhan dikotil Restitusi/ regenerasi merangsang pembelahan sel di daerah luka shg bekas luka tertutup membentuk
traumalin suatu benjolan [kalus]

I Pertumbuhan primer
S Terjadi sebagai hasil pembelahan sel meristem primer  embrio, ujung akar, ujung batang

S Perkecambahan pada embrio

By:JuventiaLimantoO
b Kumpulan sel  jaringan embrional/ jaringan meristem
b Tunas embrionik calon batang dan daun akan menghasilkan bunga dan buah [modifikasi batang&daun]
b Akar embrionik bakal akar radikula [akar pertama/ akar primer berasal dari akar embrionik]
b Kotiledon keping cadangan makanan embrio hingga terbentuk daun
S Pertumbuhan Organ [organogenesis] meristem apikal
b Pertumbuhan akar
O Daerah pembelahan pada bagian ujung akar, dilindungi tudung akar dari kerusakan dan gesekan dalam tanah; sel sangat aktif bermitosis
sehingga cepat berlipat ganda
O Daerah perpanjangan sel di belakang daerah pembelahan, volume sel bertambah sehingga cepat memanjang
O Daerah diferensiasi sel berdiferensiasi membentuk protoderm [epidermis], meristem dasar [jaringan dasar mengisi daerah lapisan korteks
antara stele&epidermis], prokambium [stelexilem&floem]
b Pertumbuhan batang pemanjangan&diferensiasi
O Primordium daun [bakal daun tumbuh di sisi meristem apikal]
O Tunas aksilar/ samping tumbuh dari sel meristem di sekitar meristem apikal di dasar primordium daun berpotensi membentuk cabang batang,
ruas batang dan primordium berdesakkan karena internodus [jarak antar ruas] pendek pertumbuhan, pembelahan& pemanjangan terjadi dalam
internodus
I Faktor eksternal pertumbuhan
I Mendeskripsikan variabel dalam eksperimen
S Variabel bebas [independent; stimulus; prediktor; antecedent] variabel yang diberi berbagai perlakuan tertentu diberi air dan pupuk 5%, 10%, dst.

S Variabel terikat [despendent; output; kriteria; konsekuen] variabel hasil yang dipradugakan berasal dari variabel bebas, merupakan kondisi yang hendak
kita jelaskan hasil pertumbuhan biji
S Variabel kontrol variabel yang dikendalikan [dibuat konstan/ tidak diberi perlakuan] untuk membandingkan dengan variabel bebas, sehingga variabel terikat
tidak dipengaruhi oleh perlakuan tertentu hanya diberi air
I Proses perkecambahan
S Perkecambahan proses terhentinya dormansi biji yang dapat terjadi apabila syarat2 terpenuhi [air yang cukup, suhu optimum, oksigen untuk respirasi
aerobik, cahaya matahari]
S Imbibisi kulit biji pecah  potensi air pada biji rendah [perbedaan potensial air pada biji dan lingkungan] air masuk melalui mikrofil&testa perubahan
metabolisme [pengaktifan enzim oleh air] respirasi aerobik [enzim dan O2 mengubah cadangan makanan bijipada kotiledon&endosperma menjadi ATP]
b Air yg masuk mengaktifkan enzim untuk mencerna cadangan makanan pada endosperma&kotiledon; dan hidrolisis cadangan mamkanan untuk
diangkut pada daerah pertumbuhan embrio
S Perkecambahan epigeal
b Terjadi pembentangan ruas batang dibawah daun lembaha (hipokotil) sehingga daun lembaga dan kotiledon terangkat keatas tanah [biasanya
tanaman dikotil]; oleh rangsangan cahaya, hipokotil tumbuh tegak mengangkat kotiledon dan epikotil. Dari epikotil akan muncul kuncup daun pertama
(plumula). Kotiledon habis kisut dan jatuh ke tanah. Contoh: Kacang Hijau (Phaseolus radiatus)
S Perkecambahan hipogeal
b Terjadi pembentangan ruas batang keatas (epikotil) sehingga daun lembaga terangkat keatas tanah, tetapi kotiledon tetap berada di dalam tanah
[biasanya tanaman monokotil]; Contoh: kacang kapri (Pisum sativum) dan jagung (Zea Mays)
I Kinerja Enzim
S Molekul substrat bergerak menumbuk enzim yang tepat substrat menempel pada sisi aktif enzim mengakibatkan reaksi yang membentuk suatu
molekul produk.

S Energi aktivasi reaksi kimia antarmolekul melibatkan pembentukan/ pemutusan ikatan antarmolekul
S Fungsi utama enzim menurunkan EA suatu reaksi shg dibutuhkan energi bebas yg sedikit utk memulai suatu reaksi [penempelan substrat pada sisi aktif
enzim] yg menyebabkan reaksi berlangsung lebih cepat
S Teori kunci gembok sisi aktif enzim memiliki bentuk tertentu yg hanya sesuai dengan satu jenis substrat.
b Enzimgembok; substratkunci; enzim bekerja spesifik [rusaksubstrat tidak cocok]
S Teori induksi pas sisi aktif enzim fleksibel dalam menyesuaikan struktur substrat
b Sisi aktif dpt berubah sesuai bentuk substrat
I Metabolisme umum
S Metabolisme keseluruhan reaksi kimia yang terjadi pada tubuh organisme
S Anabolisme [endorgenik endoterm] proses penyusunan senyawa kimia sederhana menjadi senyawa kimia kompleks
b Diperlukan energi cahaya [fotosintesis]/ kimia [kemosintesis] untuk mengikat senyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih kompleks [senyawa
hidrokarbon]

S Katabolisme [eksogenik eksoterm] pemecahan senyawa kompleks menjadi sederhana dengan menghasilkan energi
b Respirasi aerob & fermentasi [respirasi anaerob]
I Enzim katalase
S Merupakan enzim desmolase [dapat memecah ikatan C-C dan C-N] berperan dalam mengkatalisis 2 molekul hidrogen peroksida (H2O2) menjadi 2 molekul
air dan 1 molekul oksigen [hidrogen peroksida senyawa toksik yang dapat membuat sel bermutasi]
S Cara kerja hidrogen peroksida masuk ke sisi aktif enzim dan berinteraksi dengan asam amino Asn147 (asparagine-147) dan His74 (histidine-74)
menyebabkan pembentukan oksigen yang berikatan dengan besi, sisa reaksi dilepas sebagai air hidrogen peroksida kedua bereaksi dengan besi(IV)
oksida membentuk Fe(III)-e dan melepas air dan oksigen. Enzim ini mampu menggunakan satu molekul H2O2 sbg donor elektron dan satu lainnya sebagai
oksidan/ akseptor elektron.

By:JuventiaLimantoO
S Enzim katalase dapat memiliki fungsi ganda (katalase dan peroksidase) bahan organik dapat jadi donor hidrogen

S pH optimal : 7 pada manusia; suhu optimum : 25oC; struktur kaku dan stabil; diproduksi selama fase stationer [jumlah protein tinggi dan terjadi keseimbangan
antara sintesis dan degradasi protein]; mengandung 4 gugus heme [pada tulang, membran mukosa, ginjal dan hati]; memiliki 4 rantai polypeptide; aktivitas
enzim ditemukan dalam mitokondria; diproduksi di dalam peroksisome [organel sel]
I Tahap glikolisis [didalam sitoplasma] 2 asam piruvat + 2NADH + 2ATP + 2H2O
S Fosforilasi Glukosa [penambahan gugus fosfat]
b Glukosa + ATP + [enzim heksokinase] glukosa 6 fosfat + ADP
S Produksi Fruktosa-6 fosfat
b Glukosa 6 fosfat + [enzim phosphoglucoisomerase] fruktosa 6 fosfat
S Produksi fruktosa 1,6 difosfat
b Fruktosa 6 fosfat + [enzim fosfofruktokinase] + ATP fruktosa 1,6 difosfat
S Pemecahan enzimatik fruktosa 1,6 bifosfat
b Fruktosa 1,6 difosfat + [enzim aldolase]  3 fosfogliseraldehid [PGAL] +dihidroksi aseton fosfat
S Interkonversi dua glukosa
b Dihidroksiaseton fosfat + triose fosfat  gliseraldehida fosfat
S Pembentukan NADH& 1,3 diphoshoglyceric
b NAD+ + [enzim dehidrogenase fosfat triose]  NADH
b [enzim triose fosfat dehidrogenase] + 2 gliseraldehida fosfat +2P [dari sitosol]  2 asam 1,3 diphoshoglyceric
S Produksi ATP& 3 fosfogliserat asam
b 2 asam 1,3 diphoshoglyceric+ + 2ADP + [phosphoglycerokinase]  2 3-fosfogliserat acid + 2ATP
S Relokasi atom fosfor
b 2 3-fosfogliserat acid + [phosphoglyceromutase]  2 asam fosfogliserat
S Penghapusan air
b 2 asam 2-fosfogliserat+ + [anolase]  2 asam phosphoenolpyruvic [PEP] + 2H2O
S Pembentukan asam piruvat& ATP
b 2 asam phosphoenolpyruvic [PEP] + 2ADP + [kinase piruvat]  2ATP + 2 asam piruvat

S Glukosa + 2NAD+ + 2ADP + 2P  2 asam piruvat + 2NADH + 2H+ + 2ATP + 2H2O


I Siklus krebs [dalam Matriks mitokondria] [terdapat O2 piruvat masuk ke matriks]
S Dekarboksilasi Oksidatif [mengubah piruvat – asetil KoA]  2asetil KoA + 2NADH
+ 2CO2
b Gugus karboksilat lepas dari asam piruvat  CO2
b Sisa 2 atom C piruvat [CH3COO-] mentransfer kelebihan elektron pada NAD+
 NADH + Asetat
b KoA diikatkan pada asetat  asetil koA
S Daur krebs  ATP + NADH + FADH2 + CO2
b Asetil co-A + oksaloasetat + [enzim sitrat sintase]  sitrat
b Sitrat + [enzim akonitase] isositrat
b Isositrat + [enzim isositrat dehidrogenase]  alfa-ketoglutarat + CO2 + NADH
b Alfa-ketoglutarat + [alfa ketoglutarat dehidrogenase]  suksinil koA + CO2 +
NADH
b Suksinil koA + [enzim suksinil koA sintetase]  suksinat + GTP [dpt berubah
menjadi ATP]
b Suksinat + [enzim suksinat dehidrogenase]  fumarat + FADH2
b Fumarat + [enzim fumarase]  malat
b Malat + [enzim malat dehidrogenase]  oksaloasetat + NADH
b 2 mol asetil koA  4ATP + 6NADH + 2FADH2 + 4CO2 [NADH& FADH2 masuk
ke transfer elektron]
I Transfer elektron [dalam krista mitokondria]

By:JuventiaLimantoO
b NADH dan FADH2 mengalami oksidasi elektron berenergi tinggi; elektron ditransfer ke ubiquinon [koenzim Q]
b Energi yang dihasilkan ketika melepas elektron menyatukan ADP dan P menjadi ATP
b Koenzim Q dioksidasi sitokrom B melepas 2ion H+
b Sitokrom b dioksidasi sitrokrom c energi dari oksidasi membentuk ATP
b Sitokrom c mereduksi sitokrom a
b Sitokrom a dioksidasi atom oksigen [akseptor terakhir elektron]
b Oksigen + H+ [dihasilkan dari oksidasi koenzim Q] H2O +energi [ATP]
S NADH akan melepas (e-) kepada kompleks protein I membebaskan energi yang memicu dipompanya H+ dari matriks mitokondria menuju ruang antar
membran
b NADH  NAD+ + e-
b Elektron diteruskan ubiquinon kompleks protein III memicu dipompanya H+ keluar menuju ruang antar membran
b Elektron diteruskan sitokrom c kompleks protein IV memicu dipompanya H+ keluar menuju ruang antar membran
b Elektron diterima oksigen + 2H+  H2O
b Transfer elektron bermacam-macam protein memicu dipompanya 3H+ keluar menuju ruang antar membran kembali menuju matriks mitokondria
melalui [enzim ATP sintase]
b Lewatnya 3H+ pada [ATP sintase] memicu enzim membentuk 3ATP (proses kemiosmosis)
S FADH2 mentransfer elektron pada kompleks protein II tidak memicu dipompanya H+ keluar menuju ruang antar membran elektron ditangkap ubiquinon
proses sama dengan NADH [hanya terjadi 2 kali pemompaan H+ 2ATP]
S 1 NADH 3ATP; 1 FADH2 2ATP

Tahapan Reaksi Tidak langsung transfer elektron Langsung

I Glikolisis 2NADH 6 ATP 2ATP (-2ATP)

I Dekarboksilasi Oksidatif 2NADH 6 ATP -

I Daur Krebs 6NADH 18 ATP


2ATP
2FADH2 4 ATP

34 ATP 4ATP
Jumlah
38 ATP -2 ATP 36 ATP

I Fermentasi alkohol
S asam piruvat [dari glikolisis] asam asetat + CO2

S asam asetat alkohol [dibantu jamur Saccharomyces sp.]; NADH  NAD+ [untuk glikolisis]
S C5H12O6 + [jamur Saccharomyces sp.] 2C2H5OH + 2CO2 + 2ATP
I Reaksi terang
S Membutuhkan cahaya [energi foton]; berlangsung dalam membran tilakoid
S 2H20 + 2NADP+ 2NADPH +2H+ + O2
b Pigmen fotosintesis menyerap energi foton dan melepas elektron yang akan masuk ke sistem transpor elektron molekul air pecah, ATP&NADPH
terbentuk, oksigen dilepas pigmen fotosintesis menerima kembali elektron
b Siklik elektron yang dilepaskan akan kembali lagi ke p700; menghasilkan ATP
O Klorofil + cahaya matahari melepas 1e- mengandung energi tinggi diterima oleh FMN [flavin mononukleotida] pindah ke sistem enzim
sitokrom keluar sistem enzim sitokrom diterima klorofil yang terionisasi
O Setiap perpindahan e- terjadi pelepasan energi ditangkap ADP membentuk ATP [fotofosforilasi] sebagai sumber energi pembentukan
glukosa
b Nonsiklik elektron yang dilepaskan oleh klorofil tidak kembali lagi ke p680; menghasilkan ATP& NADPH

By:JuventiaLimantoO
O Fotolisis menghasilkan ionisasi air [H+] + [OH-];
O 2(H+) + NADP + e- [dari klorofil] NADPH2 [digunakan untuk reaksi gelap]
1
O 2(OH-) H2O + O2 + e-
2

I Perbedaan fotosintesis dan kemosintesis

Pembeda Fotosintesis Kemosintesis

Senyawa yang terlibat CO2 dan H20 Senyawa Organik [O2, CO2, dan H2O]

Tempat berlangsung Kloroplas Pigmen semacam klorofil

Suber energi Cahaya/cahaya matahari Senyawa organik yag dioksidasi

Pelaku Tumbuhan Mikroorganisme kemosintetik/bakteri

Hasil Karbohidrat sederhana Karbohidrat sederhana

I Bagan reaksi terang

I Deskripsi morfologi kromosom


S Sentromer/ kinetochore kepala kromosom daerah yang mengerut dari kromosom saat proses mitosis atau meiosis dan merupakan tempat melekatnya
benang-benang gelendong sebagai tempat berpegangan benang plasma gelendong inti (Splindle) pada stadium anafase.
b Metasenstris sentromer terletak di median (tengah2 kromosom) sehingga kromosom menjadi sama panjang dan bentuk seperti hufut V
b Submetrasentris sentromer terletak pada submedian [kromosom terbagi menjadi 2 tidak sama panjang]
b Akrosentris sentromer terletak di dekat ujung kromosom [kromosom yang satu sangat pendek]
b Telosentris sentromer terletak diujung kromosom sehingga hanya terdiri sebuah lengan
S Lengan badan kromosom yang mengandung kromonema, selaput dan matriks
b Selaput lapisan tipis yang menyelimuti badan kromosom
b Matriks cairan bening; mengisi seluruh lengan
b Kromonema benang halus berpilin [dalam matriks; asal: kromonema kromatin], didalamnya terdapat kromomer
S Bagian lengan kromatin berdasar penghisap zat warna
b Heterokromatin daerah kromatin yang relatif banyak menghisap zat warna
b Eurokromatin daerah kromatin yang terang dan mengandung gen aktif
b Daerah hetero tersebar diantara eurokromatin [biasanya dekat sentromer]
I Alola ganda pada kelinci
S Alel gen yang terletak pada lokus yang sama dalam kromosom homolog dan memiliki pekerjaan yang hampir sama

By:JuventiaLimantoO
S Terdapat lebih dari satu pasang alel dalam satu lokus

S Pada kelinci, ada 4 alel yang sama-sama mempengaruhi warna bulu


b Contoh W [kelabu]; W k [kelabu muda]; W h [himalaya, putih dengan sedikit kelabu]; W[albino]
b Kelabu dominan terhadap 3 warna lain; kelabu muda dominan terhadap himalaya dan albino; himalaya dominan terhadap albino; albino adalah gen
resesif
b Kemungkinan fenotip
O Kelabu  WW, WW k, WW h, WW
O Kelabu muda  W kW k, W kW h, W kW
O Himalaya  W hW h, W hW
O Albino  WW

I Mendeskripsikan ARN
S ARN genetik
b Materi genetik berupa rantai tunggal polinukleotida [tersusun gula (ribosa), fosfat, basa nitrogen (urasil)]
b Terdiri atas:
O Sebuah gula pentosaribosa
O Struktur cincin basa nitrogen purin [guanin (G); adenin (A)], pirimidin [sitosin (C); urasil (U)] [A-G; C-U]
O Satu, dua/ tiga gugus fosfat pada atom karbon C1 ribosa
S ARN nongenetik
b mRNA RNA terpanjang, pita tunggal; sebagai pola cetakan pembentuk polinukleotida/ protein, pembawa kode genetik DNA ke ribosom [sebagai
kodon]
b tRNA RNA terpendek; penerjemah kodon, membawa asam amino ke ribosom untuk disusun menjadi protein [bagian tRNA yang berhubungan
dengan kodon antikodon]
b rRNA terbanyak (80%), pita tunggal tidak bercabang, fleksibel; menyusun subunit ribosom yang berperan dalam sintesis protein
I Mendeskripsikan ADN
S Materi genetik yang tersusun atas gula deoksiribosa, fosfat dan basa nitrogen; merupakan pasangan polinukleotida yang berbentuk tangga tali berpilin/ spiral
ganda [Watson-Crick]
S Tersusun atas:
b Gula dan fosfat induk/ibu tangga
b Basa nitrogen anak tangga
S Terdiri atas:
b Sebuah gula pentosa deoksiribosa
b Struktur cincin basa nitrogen purin [guanin (G); adenin (A)], pirimidin [sitosin (C); timin (T)] [G-C; A-T]
b Satu, dua/ tiga gugus fosfat terikat pada karbon C1 deoksiribosa
I ARN duta
S Disebut mRNA  dibentuk oleh DNA dalam intisel
S Berfungsi membawa kode genetika [menyampaikan informasi dari DNA ke ribosom]
I Sintesis protein [berlangsung dalam intisel dan ribosom]

By:JuventiaLimantoO
S Protein polimer yang berfungsi sebagai penyusun penyusun protoplasma dan struktur tubuh lainnya

S Bahan dasar asam amino; melibatkan DNA, RNA, mitokondria


b Transkripsi pembentukan RNA yang spesifik (m-RNA) oleh DNA yang spesifik dengan bantuan enzim RNA polimerase
O Sebagian DNA terbuka, satu bagian yang terbuka membentuk rantai yang melakukan transkripsi [DNA sense]; satu bagian yang terbuka lain
membentuk rantai yang tidak melakukan transkripsi [DNA nonsense]
O Enzim RNA polimerase melekatkan diri pada bagian khusus molekul DNA dan memutus ikatan, sehingga terbentuk satu untaian DNA yang
berperan sebagai cetakan (DNA sense) basa salah satu rantai bebas, sehingga basa pasangannya menyusun mRNA m-RNA melepaskan
diri dari rantai DNA cetakannya (DNA sense) menuju sitoplasma melekat pada ribosom bagian DNA tertutup kembali
b Translasi terjadi dalam ribosom
O Pembentukan kompleks awal (initiation complex) yg mengandung t-RNA dan subunit molekul ringan ribosom
O Inisiasi
C Subunit molekul ringan melekat pada m-RNA [pembentukan protein]; t-RNA mengandung asam amino pertama [metionin] mengikat
kodon m-RNA
O Pemanjangan
C Subunit molekul berat ribosom bergabung pada kompleks bergerak sepanjang m-RNA, t-RNA pembawa asam amino melekat pada m-
RNA sesuai kodon
O Terminasi
C Pemanjangan polipeptida hingga diberi informasi akhir [berakhirnya proses] kodon UAA, UAG, UGA ribosom meninggalkan m-RNA;
t-RNA lepas dari m-RNA t-RNA kembali ke gudang RNA terbentuk protein
O Ringkasan  DNA sense membentuk m-RNA untuk membawa kode genetik sesuai basa nitrogen  m-RNA meninggalkan inti sel menuju
ribosom t-RNA datang membawa asam amino yang sesuai dengan kode yang dibawa oleh m-RNA (kodon)  t-RNA bergabung dgn m-RNA di
ribosom asam amino berderet sesuai kodon protein terbentuk
I Perbedaan ADN dan ARN

DNA RNA

Ditemukan dalam nukleus kromosom, mitokondria, kloroplas Ditemukan dalam sitosol ribosom; dan nukleus

Berupa rantai panjang, ganda (double helix) Berupa rantai pendek, tunggal

Fungsi penurunan sifat& sintesis protein Fungsi sintesis protein

Kadar tidak dipengaruhi aktivitas sintesis protein Kadar dipengaruhi aktivitas sintesis protein

Basa nitrogen terdiri atas purin [adenin,guanin]; pirimidin [timin, sitosin] Basa nitrogen terdiri atas purin [adenin, guanin]; pirimidin [urasil, sitosin]

Komponen gula deoksiribosa [kehilangan 1 atom oksigen pada atom C nomor 2] Komponen gula d-ribosa [pentosa]

I Tahap pembelahan
S Amitosis [pembelahan biner] tidak melibatkan kromosom DNA dalam jumlah besaran kecil (biasanya pada prokariotik)
b Kromosom bakteri menempel pada membran plasma DNA kromosom bereplikasi sel membelah terbentuk membran plasma sitoplasma
terpisah terbentuk 2sel anak

By:JuventiaLimantoO
S Mitosis

b Pembelahan menghasilkan 2 sel anak dgn sifat sama dengan induk(2n);


b Biasanya terjadi pada sel somatik [sel tubuh] dan sel nutfah
b Berlangsung dengan tahapan terstruktur bersiklus
O Interfase fase istirahat sel melakukan berbagai persiapan untuk melakukan pembelahan selanjutnya [lebih lama daripada fase mitotik
/pembelahan]
C Fase G1 (Growth 1) [9jam] mengadakan pertumbuhan &perkembangan volume +ukuran sel bertambah
C Fase S (Sinesis) [10jam] membentuk DNA/ penggandaan kromosom
C Fase G2 (Growth 2) terjadi sintesis protein sel siap melakukan pembelahan
O Mitosis fase pembelahan
C Berlangsung pada sel somatik
C Menghasilkan dua sel anakan identik induknya (2n)
C 1x pembelahan terjadi dengan 4 fase antar pembelahan terdapat interfase
N Kariokinesis pembagian materi inti profase metafase telofase
# Profase
O Hilangnya nukleus dan nukleolus
O Benang kromatin kromosom membelah kromatid satu sentromer
O Sentriol pada sentrosom berpisah &bergerak ke kutub berlawanan
O Benang spindel terbentuk antara 2 kutub
# Metafase
O Kromosom [sepasang kromatid] menuju ke tengah [bidang ekuator] menggantung pada benang spindle melalui
sntromer/ kinetokor
# Anafase
O Sentromer dari setiap kromosom membelah dua bagian dengan masing-masing satu kromatida
O Kromatida berpisah dengan pasangannya bergerak ke kutub berlawanan
O Kromatida ampai pada kutub

By:JuventiaLimantoO
# Telofase
O Kromatida benang kromatin
O Dinding inti terbentuk kembali nukleolus membentuk dua inti baru
O Benang spindle menghiang
O Terjadi sitokinesi pembelahan sitoplasma menjadi 2 bagian &terbentuk membran plasma pemisah di tengah bidang
ekuator terbentuk 2 sel anak dengan kromosom identik induknya.
N Sitokinesis sitoplasma dibagi menjadi 2 melalui terbentuknya cincin kontraktil [dibentuk aktin &miosin] pada bagian tengah sel
cincin kontraktil membentuk alur pembelahan 2 sel anak yang mengandung organel sel dalam inti sel.

S Meiosis

b Pembelahan menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom setengah induknya (n)
b Terjadi pada gametogonium gametogenesis
b Tujuan meiosis
O Mereduksi kromosom membentuk hasil zigot dari pertemuan sel gonad yang sama dengan individu
O Membentuk gonad/ gametogenesis
b Ciri pembelahan
O Berlangsung pada organ genitalia mulai terjadi pada masa pubertas
O Menghasilkan 4 anakan
O Terjadi 2 kali pembelahan berturut-turut [meiosis I-meiosis II] tanpa diselingi interfase
O Sel anak separuh jumlah kromosom induk tidak memiliki kemampuan membelah
b Tahapan meiosis I
O Profase I
C Leptonema benang kromatin menebal menjadi kromosom
C Zigonema kromosom homolog bergandengan bivalen
C Pakinema kromosom homolog mengganda; masih ada ikatan 1 sentromer tetrad
C Diplonema kromatid memendek dan membesar; tetap terikat bersama oleh kiasmata [terjadi crossover]
C Diakinesis kromatid melanjutkan gerakan saling menjauhi; kiasmata bergerak kearah ujung kromosom sentrosom membentuk 2 sentrol
masing-masing membentuk benang spindle/ gelendong pembelahan satu sentriol bergerak kearah kutub berlawanan; satu tetap pada
posisi semula nukleoplasma [membran inti] dan nukleolus menghilang
O Metafase I setiap tetrad berada pada bidang metafase
O Anafase I tetrad memisahkan diri bergerak ke kutub berlawanan; sentromel belum membelah
O Telofase I tetrad mendekati kutub, nukleoplasma dan nukleolus muncul, terbentuk bidang pembelahan pada bagian tengah sel kromatid
merenggang benang kromatin terbentuk 2 sel anak yang jumlah kromosom sama dengan induk
b Tahapan meiosis II
O Profase II
C Sentrosom membentuk 2 sentriol berlawanan kutub [dihubungkan dengan benang spindle]
C Nukleoplasma dan nukleolus hilang

By:JuventiaLimantoO
C Kromatin kromosom yang dijerat benang spindle
O Metafase II
C Kromosom ada pada bidang equator
C Kromatid bergandengan [berpasangan]
C Sentromer belum membelah
O Anafase II
C Tiap tetrad memisahkan diri dari pasangan bergerak ke kutub berlawanan
O Telofase II
C Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan menjadi kromatin
C Nukleoplasma dan nukleus terbentuk lagi
C Terbentuk 4 sel haploid
I Ciri mitosis

No. Kriteria Perbedaan Mitosis Meiosis

1. Lokasi pembelahan Sel-sel tubuh dan sel gonad Sel gonad/ sel kelamin

2. Jumlah pembelahan Satu kali Dua kali

3. Jumlah sel anak hasil pembelahan Satu sel induk menghasilkan dua sel anak Satu sel induk menghasilkan 4 sel
anak

4. Jumlah kromosom anak Diploid (2n) diploid (2n) Diploid (2n) haploid (n)

5. Pindah silang Tidak terjadi Terjadi pada profase I

6. Komponen genetik Sama dengan induk Berbeda dengan induk

7. Tujuan Pertumbuhan dan regenerasi Reduksi kromosom yaitu


pembentukan gamet

I Menterjemahkan gambar pembelahan sel


I Tahap telofase
S Telofase adalah tahap akhir mitosis selama reformasi nukleus berlangsung
S Telofase dimulai saat benang spindel hilang membran inti terbentuk di sekeliling daerah kromosom membungkus kromosom kromosom terurai
menjadi kromatin kromosom menghilang dan inti sel jernih
S Diikuti tahap sitokinesis; kebalikan dari proses profase membawa sel kembali ke interfase
I Memprediksi genotip induk
S Cara manual
b Misal : P = AaBb 2 tanda beda heterozigot, jumlah gamet = 22 = 4
O Mula-mula kita pecah menjadi masing-masing sifat menjadi A/a dengan B/b; lalu kita gabungkan sifat-sifat itu dengan pecahannya yang berbeda.
Hasil :
C A gabung dengan B menjadi AB
C A gabung dengan b menjadi Ab
C a gabung dengan B menjadi aB
C a gabung dengan b menjadi ab
O Gamet : AB, Ab, aB dan ab = 4
b Misal : P = MmPpKk 3 tanda beda heterozigot, jumlah gamet = 23 = 8
O Hasil :
C M dg P dg K menjadi MPK m dg P dg K menjadi mPK
C M dg P dg k menjadi MPk m dg P dg k menjadi mPk
C M dg p dg K menjadi MpK m dg p dg K menjadi mpK
C M dg p dg k menjadi Mpk m dg p dg k menjadi mpk
O Gamet : MPK, MPk, MpK, Mpk, mPK, mPk, mpK, mpk = 8
b Untuk menentukan jumlah macam gamet yang diperhatikan cukup yang heterozigot
O AABbCCDd = macam gamet ada 22 = 4
O XxYyZZ = macam gamet ada 22 = 4
O PPQQRRSs = macam gamet ada 21 = 2
S Cara Kurawal [anak garpu]

By:JuventiaLimantoO
b Huruf besar (sifat dominan) bernilai 3
b Huruf kecil (sifat resesif ) bernilai 1
b Persilangan 2 sifat beda dipeoleh hasil RF :
O AB = 3 x 3 = 9 aB = 1 x 3 = 3
O Ab = 3 x 1 = 3 ab = 1 x 1 = 1
O 9:3:3:1
b Persilangan 3 sifat beda dipeoleh hasil RF :
O MPK = 3 x 3 x 3 = 27 mPK = 1 x 3 x 3 = 9
O MPk = 3 x 3 x 1 = 9 mPk = 1 x 3 x 1 = 3
O MpK = 3 x 1 x 3 = 9 mpK = 1 x 1 x 3 = 3
O Mpk = 3 x 1 x 1 = 3 mpk = 1 x 1 x 1 = 1
b 27 : 9 : 9 : 3 : 9 : 3 : 3 : 1 atau 27 : 9 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 1

By:JuventiaLimantoO
S Segitiga pascal

I Menghitung persilangan trihybrid


S Menghasilkan 8 macam gamet – 64 buah kombinasi baru

S Keterangan:
b T-K-B- batang tinggi, biji bulat, warna kuning 27
b T-K-bb batang tinggi, biji bulat, warna hijau 9
b T-kkB- batang tinggi biji keriput, warna kuning 9
b ttK-B-batang pendek, biji bulat, warna kuning 9
b T-kkbb batang tinggi, biji keriput, warna hijau 3
b ttK-bb batang pendek, biji bulat, warna hijau 3
b ttkkB-batang pendek, biji keriput, warna kuning 3
b ttkkbb batang pendek, biji keriput, warna hijau 1
S perbandingan fenotipe F2  (a+b)n a=3, b=1, n=berapa pasang gen yang dipakai
b Untuk Monohybrid Ratio Fenotipe F2 = (3+1)1 = 3 : 1
b Untuk Dihybrid Ratio Fenotipe F2 = (3+1)2 = (3)2 + 2(3)1(1) + (1)2 = 9:3:3:1
b Untuk Trihybrid Ratio Fenotipe F2 = (3+1)3 = (3)3 + 3(3)2(1) + 3((3)1(1)+(1)3 = 27 : 9 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 1

I Atavisme pada ayam

By:JuventiaLimantoO
S Terjadi pada jengger/pial ayam dengan bentuk yang berbeda-beda [rose, pea, walnut, dan single] disebabkan oleh dua pasang gen yang saling berinteraksi
satu sama lain membentuk sifat yang berbeda
b Jengger rose memiliki genotip RRpp/Rrpp
b Jengger pea memiliki genotip rrPP/rrPp
b Jengger walnut memiliki genotip RrPp/RRPP/RrPP/RRPp
b Jengger single atau tunggal memiliki genotip rrpp
S Pada hukum mendel satu gen akan mempengaruhi satu fenotip; pada atavisme dua gen saling berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam membentuk
satu fenotip yaitu jengger ayam
S Penyimpangan munculnya sifat baru pada jengger ayam [walnut dan single]

I Epistasis dan hipostasis


S Epistasis adalah gen yang menutupi aktivitas gen lain yang bukan sealel. Sedangkan gen yang tertutupi tersebut dinamakan hipostasis. Epistasis dapat
dibedakan menjadi epistasis dominan, epistasis resesif, dan epistasis dominan resesif.
S Epistasis dominan gen dominan yang menutupi pengaruh gen lain yang bukan satu alel. Misalnya terdapat pada warna umbi lapis bawah merah. Gen A
akan membuat umbi bawang berwarna merah, sedangkan gen B akan membuat umbi bawang berwarna kuning.
b Gen A epistasis terhadap gen B, sedangkan gen B hipostasis terhadap gen A
b Genotip AAbb umbi berwarna merah.
b Genotip aaBB umbi berwarna kuning.
b Genotip AABB umbi berwarna merah gen A yang menutupi pengaruh gen B
b F2 = merah : kuning : putih = 12 : 3 : 1.
S Epistasis resesif gen resesif yang menutupi pengaruh gen dominan dan resesif lain yang bukan satu alel. Gen resesif ini dapat menutupi pengaruh gen lain
apabila hadir dalam keadaan homozigot.
b Warna bulu anjing yang dipengaruhi oleh 2 macam gen. Gen B hitam; gen b coklat; gen E memicu keluarnya warna; gen e menghambat
keluarnya warna
b Gen e homozigot (ee) maka warna tidak akan muncul, muncul warna emas sifat tertutup
b Gen ee epistasis terhadap gen B dan b.
b F2 = hitam : emas : coklat = 9 : 4 : 3.
S Epistasis dominan resesif gen dominan yang akan menutupi pengaruh gen lain; serta adanya gen resesif homozigot yang dapat menutupi pengaruh gen
dominan tadi
b Gen P lalat bermata merah; gen p mata berwarna ungu; gen S pemicu munculnya warna tersebut; gen s penghambat munculnya warna mata
b Gen P menutupi pengaruh gen S dan s; gen s homozigot (ss) menutupi pengaruh dari gen P dan p
b Gen P epistasis terhadap gen S dan s, namun pasangan gen ss epistasis terhadap P dan p.
b warna merah : warna ungu = 13 : 3.
I Menentukan jenis kelamin drosophila

By:JuventiaLimantoO
I Peristiwa non disjunction
S Peristiwa gagal berpisah dimana kromosom tidak memisah pada saat meiosis. Setelah meiosis selesai, terdapat sel anak yang kelebihan kromosom dan sel
anak yang tidak mendapat kromosom.
S Terjadi pada peristiwa meiosis anafase I atau anafase II pasangan kromatid tidak dapat memisahkan diri

S Dapat mengakibatkan perubahan jumlah kromosom individu keturunannya [berkurang/ bertambah pd autosom/ genosom]
S Diakibatkan oleh
b Adanya virus atau kerusakan akibat radiasi mudah terlihat pada wanita tua
b Kandungan antibodi tiroid tinggi
b Sel telur tidak segera dibuahi mengalami kemunduran [resiko melahirkan anak cacat pada wanita>25th]

By:JuventiaLimantoO
I Gen lethal
S Merupakan gen yang menyebabkan kematian individu jika alel gen tersebut dalam keadaan homozigot
S Efek gen lethal dapat memperkecil natalitas populasi; mengubah perbandingan fenotip Mendel
S Contoh gen lethal pada manusia hemofilia, sickle cel, braehydactyly
I Menghitung peluang hemofilia
S Genotip wanita hemofilia
b HH = XHXH = homozigot dominan normal
b Hh = XHXh = heterozigot normal carrier
b hh = XhXh = homozigot resesif penderita hemofilia [gen lethal]
S Genotip laki-laki hemofilia
b XHY = laki-laki normal
b XhY = laki-laki hemofilia
I Ciri penyakit menurun
S Pada umumnya tidak dapat disembuhkan

S Dikendalikan oleh gen, sehingga tidak menular


S Biasanya akan muncul dalam keadaan homozigot resesif
S Individu dalam keadaan heterozigot pada umumnya tidak mengalami kelainan tetapi bersifat carrier
S Dapat diusahakan agar terhindar.
I Menghitung peluang polidaktill

S Merupakan kelainan genetika


ditandai banyaknya jari tangan/
kaki melebihi normal

S Penderita polidaktili  PP atau Pp

S Orang normal  pp

I Menuliskan kariotipe kromosom

Syndrom Kariotipe

Syndrome Turner (2n-1) (22AA+XO)

Syndrome Klinefelter (2n+1) (22AA+XXY)

Syndrome Jacob (2n+1) (22AA+XYY)

Syndrome Edwards (2n+1) (45A+XX) / (45A+XY)

Syndrome Patau (2n+1) (45A+XX) / (45A+XY)

Syndrome Down (2n+1) (45A+XX) / (45A+XY)

I Eritoblastosisfetalis
S Kelainan berupa hemolisis (pecahnya sel darah merah) pada janin yang terjadi pada bayi yang baru lahir karena perbedaan golongan darah rhesus dengan
ibunya. Perbedaan faktor golongan darah rhesus akan mengakibatkan terbentuknya sistem imun (antirhesus) ibu sebagai respon terhadap sel darah bayi
yang mengandung antigen (Rh+).

S Hanya terjadi apabila bayi Rh positif sedangkan ibu Rh negatif terjadi kompilasi yang menyebabkan rusaknya eritrosit
S Anti Rh ibu akan hilang selama 5tahun

By:JuventiaLimantoO
I Kemungkinan keturunan buta warna

Pewarisan pada ♂ ♂ Normal ♂ cb


dan ♀ Keterangan :
cb
X Y X Y
Genotif XX : menunjukkan wanita normal
♀ Normal X XX XY XcbX XY
Genotif XcbX : menunjukkan wanita carrier buta warna
X XX XY XcbX XY
Genotif XcbXcb : menunjukkan wanita buta warna
♀ Carrier Xcb cb
X X cb
X Y cb
X X cb cb
X Y Genotif XY : menunjukkan laki-laki normal

X XX XY XcbX XY Genotif XcbY : menunjukkan laki-laki buta warna.

♀ cb Xcb XcbX XcbY XcbXcb XcbY

Xcb XcbX XcbY XcbXcb XcbY

I Mutasi gen [155]


S Mutasi adalah berubahnya sifat makhluk hidup yang bersifat menurun
S Dapat disebabkan kesalahan replikasi materi genetika selama pembelahan sel oleh radiasi, bahan kimia (mutagen), atau virus atau dapat terjadi selama
proses meiosis.
S Jenis mutasi
b Mutasi gen [point mutation] perubahan kimiawi pada satu/ beberapa pasangan basa dalam satu gen tunggal yang menyebabkan perubahan sifat
individu tanpa perubahan jumlah dan susunan kromosomnya.

O Faktor mutasi gen sulit diamati


C Gen yang mengalami mutasi dalam satu individu tidak menonjolkan diri karena jumlah gen yang terdapat dalam satu individu banyak
C Gen yang mengalami mutasi bersifat letal tidak dapat diamati karena mati sebelum dewasa
C Gen yang mengalami mutasi resesif heterozigot tidak terlihat
b Mutasi kromosom [gross mutation] dengan perubahan jumlah kromosom dan perubahan struktur atau urutan susunan DNA
O Perubahan jumlah kromosom
C Aneuploidi (hal 156)

Tipe ploidi Formula kromosom Perangkat kromosom didasakan atas Set kromosom Haploid PQR

Monoploid n PQR

Diploid 2n PP QQ RR

Poliploid

Triploid 3n PPP QQQ RRR

Tetraploid 4n PPPP QQQQ RRRR

N Monoploid reduksi kromosom dari diploid


N Autopoliploidi penggandaan ploidi
N Allopoliploidi terjadi karena hibrid antara spesies yang set kromosomnya berbeda
C Aneusomi
N Terjadi karena anafase lag [tidak melekatnya kromatid di gelendong pada anafase meiosis I] atau nondisjungsi [gagal berpisahnya
kromosom homolog pada proses anafase dari meiosis]

Tipe Jumlah kromosom Contoh

Disomi 2n AA BB CC

Monosomi 2n-1 A BB CC

By:JuventiaLimantoO
Nulisomi 2n-2 BB CC

Trisomi 2n+1 AAA BB CC

Trisomi Ganda 2n+1+1 AAA BBB CC

Tetrasomi 2n+2 AAAA BB CC

Pentasomi 2n+3 AAAAA BB CC

Heksasomi 2n+4 AAAAAA BB CC

O Perubahan struktur kromosom


C Delesi dan Duplikasi
Delesi dapat terjadi jika ada suatu alel yang hilang dari kromosomnya. Jika alel yang hilang tersebut berpindah ke kromosom homolognya,
disebut duplikasi. Prosesnya sebagai berikut.

Peristiwa delesi dan duplikasi dapat mengakibatkan perubahan gen. Oleh karena itu, peristiwa ini dapat mengakibatkan kelainan genetis.
Contoh: sindrom Turner, yaitu hilangnya satu kromosom X sehingga hanya mempunyai 45 kromosom 22AAXO.
C Inversi
Inversi yaitu peristiwa terputusnya kromosom di dua tempat dan patahan tersebut dapat bergabung kembali dengan urutan terbalik. Inversi
dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut.
N Inversi parasenstris, yaitu inversi yang terjadi pada satu lengan kromosom.

N Inversi perisentris, yaitu inversi yang terjadi pada dua lengan kromosom.

C Translokasi
Translokasi terjadi jika bagian dari satu kromosom menempel pada kromosom yang bukan homolognya. Dari peristiwa translokasi ini akan
terbentuk kromosom baru. Jika translokasi terjadi saat meiosis, beberapa gamet akan kekurangan gen. Peristiwa ini kadang dapat
menimbulkan bahaya terkadang juga tidak.

Contoh: seorang penderita sindrom Down. Penderita ini mempunyai kromosom nomor 21 hanya sepertiga kromosom aslinya. Sementara
itu, bagian kromosom yang lain menempel pada kromosom yang bukan homolognya. Selain itu, kanker dan kemandulan juga bisa
disebabkan oleh peristiwa translokasi ini.

By:JuventiaLimantoO
I Mutasi buatan
S Mutasi buatan, yaitu mutasi yang ditimbulkan akibat campur tangan manusia (telah direncancanakan). Dengan memperlakukan sel menggunakan zat-zat
kimia, sinar-X, sinar gamma, sinar alfa, dan beberapa jenis radiasi hasil sampingan tenaga nuklir
b Penempatan Organisme terhadap Bahan-bahan Penyebab Mutasi

O Penempatan organisme terhadap bahan-bahan penyebab mutasi seperti radiasi sinar pengion (sinar α, sinar β, dan sinar γ), serta zat-zat kimia
yang dapat bereaksi dengan DNA. Mutasi induksi banyak dimanfaatkan, di antaranya untuk memperoleh bibit unggul dalam meningkatkan
produksi pangan. Contoh bibit unggul hasil mutasi radiasi sinar-γ, antara lain padi varietas Atomita I, Atomita II; kedelai varietas Muria; tomat
varietas Bouset dan Money maker; kentang varietas Patronas, Donata, dan Radosa. Mutasi induksi dengan senyawa kimia seperti yang
dilakukan pada tumbuhan umumnya menghasilkan keturunan poliploid, yang memberikan hasil lebih besar dan tidak berbiji, seperti pada
semangka, anggur, jambu, dan tomat.
b Penyisipan DNA

O Dengan berkembangnya biologi molekuler, para ahli biologi dewasa ini mampu mengindentifikasi struktur kimia gen. Kemajuan teknik
labolatorium memungkinkan mereka dapat mengisolasi gen dari satu organisme dan menyisipkannya ke dalam organisme lain. Pemindahan ini
dilakukan pada tingkat DNA. Teknik tersebut dinamakan rekayasa genetika, yang meliputi rekayasa tingkat sel dan rekayasa tingkat DNA atau
teknik rekombinasi DNA. Rekombinasi DNA merupakan suatu teknik laboratorium untuk menyusun DNA asing ke dalam molekul DNA suatu
organisme. Tujuan penyisipan ini agar organisme yang disisipi dapat memiliki kemampuan mengekspresikan gen baru.Dengan teknik penyisipan
gen, pembuatan hormon insulin manusia oleh bakteri berlangsung sebagai berikut.

S Suksesnya teknik ini didukung oleh penemuan enzim


endonuklease restruksi pada bakteri dan enzim DNA ligase yang dapat
memotong dan menyambungkan pada situs-situs tertentu dengan tepat.
Jauh sebelumnya telah ditemukan adanya plasmid (DNA di luar
kromosom yang berbentuk lingkaran) yang dapat digunakan untuk teknik
rekombinasi sebagai vektor atau pembawa ruas DNA asing.

I Contoh mutasi kromosom

By:JuventiaLimantoO