Anda di halaman 1dari 4

Rakha Zahra Raihan

240310150034
Tugas Tanaman Anti-Kanker

1. Buah Mengkudu (Morinda Citrlfolia)

Tanaman mengkudu atau pace atau yang di Jawa Barat dikenal dengan
nama cengkudu merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan mudah di daerah
tropis seperti Indonesia, Malaysia dan kepulauan Pasifik (HEYNE, 1987).
Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dipercaya mengandung tiga
senyawa penting yang berperan dalam pengatasan kanker, yakni damnachantal,
proxeronine dan alzarin yang mampu menghambat perkembangan sel kanker.
Damnachantal memiliki efek antitoksik, dalam hal ini sebagai antikanker dan juga
sebagai antibiotik alami sehingga mampu menjaga organ tubuh yang belum
terserang kanker untuk menolak kanker, sedangkan proxeronine berfungsi untuk
meregenerasi sel yang rusak pada organ yang hancur karena kanker sehingga
pulih kembali dan alizarin berfungsi sebagai pemutus hubungan pembuluh darah
dan nutrisi ke sel kanker atau tumor dan menyebabkan jaringan kanker akan
kering / luruh kemudian mati (Febriansyah, 2012)
Mengkudu dikenal juga dengan nama pace, lengkudu, noni, bangkudu,
cangkudu dan magic plant. Khasiat mengkudu sebagai obat maupun tanaman
kesehatan tidak lepas dari berbagai kandungan senyawa aktif dalam tanaman
tersebut. Kandungan kimia pada mengkudu yaitu alizarin, asperulosid, xeronin,
asid askorbik, morindin, skolopetin, karatenoid, niasin, sitosterol, alkaloid dan
flavon glikosida (Surya 2005).
Mengkudu memiliki senyawa kimia yang dapat mengubah fungsi sel
abnormal kembali normal. Senyawa kimia tersebut adalah proxeronine yang dapat
menyuplai xeronine yang dibutuhkan tubuh saat ada aktivitas sel prakanker yang
abnormal. Ketika kondisi tubuh normal, xeronine sebenarnya sudah tertampung di
dalam hati, tetapi ketika ada aktivitas tertentu, xeronine dalam hati tidak akan
cukup untuk disuplai ke seluruh tubuh melalui darah, dengan adanya L-arginin
yang terkandung dalam daun mengkudu oleh tubuh akan diubah menjadi nitric
oxide (NO). Nitric oxide merupakan gas biologi yang berperan penting bagi
tubuh. Gas NO ini dapat membantu meningkatkan kerja enzim DNAPKcs untuk
melindungi sel-sel dari agen perusak DNA penyebab kanker seperti sinarX,
adriamycin, bleomycin, dan cisplantin. Nitric oxide juga sangat efektif membantu
mekanisme perbaikan DNA, dengan demikian NO mampu menghambat
pertumbuhan kanker dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap sel kanker
ganas. Hasil penelitian menunjukan bahwa sel-sel darah putih menggunakan gas
NO untuk membunuh serangan infeksi bakteri, parasit dan virus. Mengkudu juga
memiliki senyawa lainnya yang bermanfaat seperti serotin, scopletin, vitamin, anti
oksidan, mineral, protein, karbohidrat, enzim, alkaloid kofaktor tanaman,dan
fitonutrien lainnya yang sangat aktif dalam memperbaiki fungsi sel, menguatkan
sistem tubuh dan mempercepat regenerasi sel yang rusak (Mangan 2010).

2. Brokoli (Brassica oleracea Var italica)


Brokoli banyak mengandung Sulforapan (SFN). Selain itu dari proses
biosintesis di dalam brokoli juga dihasilkan 3,3-diindolilmetana (DIM). Juga
terdapat kandungan lemak, protein, karbohidrat, serat, air, zat besi, kalsium,
mineral, dan bermacam vitamin (A, C, E, Vitamin, ribofalvin, nikotinamide).
Brokoli berkhasiat mempercepat penyembuhan penyakit serta mencegah dan
menghambat perkembangan sel-sel kanker di dalam tubuh. Terutama penyakit
kanker yang berkaitan dengan hormon, seperti kanker payudara pada wanita, dan
kenker prostat yang mengancam pria.(Dalimartha, 2000)
Brokoli sangat digemari karena kaya zat gizi, diantaranya vitamin A,
vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin C, vitamin brokoli sedikit
mengandung lemak jenuh, dan kolesterol. Selain itu, brokoli juga mengandung
senyawa isotiosianat yang memiliki aktivitas antikanker, sebagaimana sulforafana
(Dalmadi, 2010).
REFERENSI
Dalimartha, S., Buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Trubus Agriwidya.
Jakarta
Febriansah, Rifki., Hanik Chafidhoturrofiah, Miftah Rizkiani. Analisis
Kandungan Senyawa Kimia dan Uji Antikanker Ekstrak Etanolik Buah
Mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada Sel Kanker Serviks HeLa. Program
Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah. Yogyakarta
HEYNE, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Terjemahan Badan Penelitian
dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta: 390.391
Mangan Y. 2010. Cara Bijak Menaklukan Kanker. AgroMedia Pustaka. Depok
Surya J. 2005. Rahasia Herbal Penyembuh Diabetes. Mizan Publika. Jakarta