Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN PERTAMA

KORBAN TENGGELAM AIR LAUT TERHADAP PENINGKATAN


PENGETAHUAN MASYARAKAT NELAYAN DI DESA
BOLANG ITANG II KABUPATEN BOLAANG
MONGONDOW UTARA

Anggun Magfhira Gobel


Lucky T. Kumaat
Mulyadi

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi
Email : Angmagfhira19@yahoo.com

Abstract : Drowning is injured of immersion that can lead to death in less than 24 hours.
Purpose: To determine the effect of health education on the handling of First Instance against
the knowledge of fishermen drowning victim. Research Methods: The study was pre-
experimental design with one group pre-post test. The sampling technique used purposive
sampling with sample size 47. Data analysis using the Wilcoxon test with 95% significance level
(α): 0.05. Results of research: Statistical test results before and after showed that health
education greatly affects the level of public knowledge about the handling of the first fishermen
drowning victim, with a value of p = 0.000 is smaller than <0.05. Conclusion: There is an effect
of health education on handling Peratama Seawater Drowning Victims Against Increasing
Community Knowledge of Fishermen. Recommendation: The Department of Health is expected
education about handling sea water drowning victims first more intensively carried out in order
to add insight to the fishing communities and the evaluation to further increase awareness of
victims drowned.
Keywords: Sink, Health Education
Abstrak: Tenggelam (drowning) merupakan cedera oleh karena perendaman
(submersion/immersion) yang dapat mengakibatkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang penanganan petama korban
tenggelam terhadap pengetahuan nelayan. Metode penelitian: Jenis penelitian adalah Pra-
Eksperimental dengan Desain one group pre-post test. Teknik pengambilan sampel
menggunakan metode purposive sampling dengan besar sampel 47. Teknik analisa data
menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 95% (α): 0,05. Hasil penelitian: Hasil uji
statistik sebelum dan sesudah menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan sangat mempengaruhi
tingkat pengetahuan masyarakat nelayan tentang penanganan pertama korban tenggelam, dengan
nilai p = 0,000 lebih kecil dari < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan Tentang
Penanganan Peratama Korban Tenggelam Air Laut Terhadap Peningkatan Pengetahuan
Masyarakat Nelayan. Rekomendasi: Dinas Kesehatan diharapkan pendidikan tentang
penanganan pertama korban tenggelam air laut lebih intesif dilaksanakan agar dapat menambah
wawasan bagi masyarakat nelayan dan sebagai evaluasi untuk lebih meningkatkan kewaspadaan
korban tenggelam.
Kata Kunci : Tenggelam, Pendidikan Kesehatan
PENDAHULUAN wanita. Kita juga tidak banyak mendengar
Tenggelam (drowning) merupakan berita tentang anak yang tenggelam di
cedera oleh karena perendaman kolam renang sesuai dengan keadaan sosial
(submersion/immersion) yang dapat ekonomi di Indonesia tetapi mengingat
mengakibatkan kematian dalam waktu keadaan Indonesia yang dikelilingi air, baik
kurang dari 24 jam. Apabila korban mampu lautan, danau maupun sungai, tidak mustahil
selamat dalam waktu kurang dari 24 jam jika banyak terjadi kecelakaan dalam air
maka disebut dengan istilah near drowning. seperti hanyut dan tenggelam yang belum
Dalam sepuluh tahun terakhir, lebih dari diberitahukan dan ditanggulangi dengan
50.000 orang meninggal akibat tenggelam di sebaik-baiknya. Hampir setiap saat,
Amerika Serikat, dan merupakan penyebab terutama pada saat musim liburan, di objek
kematian terbanyak ke-4 akibat kecelakaan wisata laut. Banyak terjadi kasus wisatawan
secara umum (BMJ, 2004). yang tenggelam, karena akibat air pasang
Menurut World Health Organization atau kecerobohan diri wisatawan tersebut.
(WHO) 0,7% dari seluruh kematian didunia Selain itu, kasus tenggelam yang lainnya
atau lebih dari 500.000 kematian setiap adalah akibat buruknya transportasi laut di
tahun disebabkan karena tenggelam. Pada Indonesia (Adam, 2014).
tahun 2004 diseluruh dunia terdapat 388.000 Di Indonesia angka korban meninggal
orang meninggal karena tenggelam, angka tenggelam akibat bencana alam menurut
ini menempati urutan ke-3 kematian didunia Badan Nasional Penanggulangan Bencana
akibat cedera tidak disengaja dan menurut (BNPB) sebanyak 44 orang selama tahun
Global Burden of Disease (GBD) bahwa 2013, angka itu relatif sedikit dibandingkan
angka tersebut sebenarnya lebih kecil dengan korban meninggal tenggelam di laut
dibanding seluruh kematian akibat menurut Komite Nasional Keselamatan
tenggelam yang disebabkan oleh banjir, Transportasi (KNKT) pada tahun 2013
kecelakaan transportasi laut, dan bencana sebanyak 65 korban jiwa, sementara korban
lainnya (Rifino dkk, 2011). meninggal akibat tenggelam di kota
Kegawatdaruratan pada korban Manado, sesuai data Tim Badan Sar
tenggelam terkait erat dengan masalah Manado angka kematian korban tenggelam
pernapasan dan kardiovaskuler yang tahun 2013 sebanyak 12 orang.
penanganannya memerlukan penyokong Berdasarkan uraian diatas, mengenai
kehidupan jantung dasar dengan menunjang jumlah korban tenggelam serta pentingnya
respirasi dan sirkulasi korban dari luar penanganan pertama pada korban tenggelam
melalui resusitasi, dan mencegah maka penulis tertarik untuk melihat
insufisiensi. Penanganan kegawatdaruratan pengaruh pemberian pendidikan kesehatan
korban tenggelam sebaiknya memastikan tentang penanganan pertama korban
terlebih dahulu kesadaran, system tenggelam terhadap pengetahuan
pernapasan, denyut nadi, dan proses masyarakat di desa Bolang Itang kabupaten
observasi dan interaksi yang konstan dengan Bolaang Mongondow Utara mengingat
korban. Korban tenggelam merupakan salah bahwa daerah ini merupakan daerah pesisir
satu kegawatdaruratan yang perlu pantai, dengan mata pencaharian utama
penanganan segera (Novita, 2009). masyarakat sebanyak 90 orang adalah
Berdasarkan data statistik yang sebagai nelayan dan aktivitas masyarakat
diambil dari halaman website e-medicine yang kesehariannya berada disekitar laut
,golongan lelaki adalah tiga kali lebih sering serta belum pernah dilakukannya pendataan
mati akibat tenggelam berbanding golongan tentang korban tenggelam baik dari
kepolisian maupun Dinas Kesehatan dan dengan teknik pengambilan sampel
belum pernah dilakukannya penelitian menggunakan metode purposive sampling
maupun sosialisasi terhadap pengetahuan yaitu suatu teknik penetapan sampel dengan
masyarakat tentang penanganan pertama cara memilih sampel diantara populasi
korban tenggelam sehingga penelitian ini sesuai dengan tujuan atau masalah penelitian
dianggap perlu guna meningkatkan kualitas sehingga sampel tersebut dapat mewakili
pendidikan dan pemahaman masyarakat karakteristik populasi yang telah dikenal
tentang kasus kegawatdaruratan. sebelumnya. Sampel dalm penelitian ini
Manfaat Penelitian : Bagi Masyarakat Untuk adalah 47 sampel yang berada dan tinggal di
lebih meningkatkan pengetahuan tentang Desa Bolang Itang II Kabupaten Bolaang
penanganan pertama korban tenggelam air Mongondow Utara memenuhi kriteria
laut terlebih khusus masyarakat yang sampel. Penelitian ini dilaksanakan pada
berprofesi sebagai nelayan dan aktivitas tanggal 20 – 21 Juli 2014 bertempat di Desa
keseharianya berada di pesisir pantai. Bagi Bolang Itang II Kabupaten Bolaang
Institusi Dinas Kesehatan diharapkan Mongodow Utara. Pengumpulan data pada
pendidikan tentang kesehatan lebih intesif penelitian ini dilakukan dengan
dilaksanakan agar dapat menambah menggunakan lembar kuisioner sebelum
wawasan bagi masyarakat nelayan dan diberikan pendidikan keseshatan dan
sebagai evaluasi untuk lebih meningkatkan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.
kewaspadaan korban tenggelam. Bagi Lembar kuisioner terdiri dari 10 item
Peneliti / Pembaca Disarankan untuk pertanyaan dan setiap pertanyaan yang benar
membuat penelitian yang topik nya tentang mendapat skor 1. Dengan 3 kategori
penanganan pertama korban tenggelam air penilaian yaitu Baik (8-10), Cukup (8-6),
laut, dan tentang bantuan hidup dasar. Kurang (<5). Kusioner yang digunakan
Dengan demikian bisa menjadi kuisioner yang sudah di uji valid.
perbandingan hasil penelitiannya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
METEDOLOGI PENELITIAN
Kabupaten Bolaang Mongondow
Jenis penelitian adalah Pra- Utara berasal dari wilayah dari Kabupaten
Eksperimental dengan Desain one group Bolaang Mongondow yang terdiri dari
pre-post test yakni suatu rancangan cakupan wilayah : Kecamatan Bintauna,
penelitian dengan melibatkan dua Kecamatan Bolang Itang Barat, Kecamatan
pengukuran pada subjek yang sama terhadap Bolang Itang Timur, Kecamatan Kaidipang,
suatu pengaruh atau perlakuan tertentu. Kecamatan Pinogaluman, dan Kecamatan
Pengukuran pertama dilakukan sebelum Sangkub. Kabupaten Bolaang Mongondow
diberi perlakuan tertentu dan pengukuran Utara memiliki luas wilayah keseluruhan ±
kedua dilakukan setelah perlakuan. Dasar 856,86 KM2 dengan penduduk ± 70.762
pemikirannya sederhana, yaitu bahwa jiwa, yang terbagi menurut jenis kelamin
apabila suatu perlakuan tidak memberi Laki-laki 36.061 jiwa dan Perempuan
pengaruh maka perbedaan rata-ratanya 34.701 jiwa pada tahun 2010. Kecamatan
adalah nol (Trihendradi, 2009). Bolang Itang Barat merupakan kecamatan
Pada penelitian ini populasinya yaitu 90 yang awalnya yaitu Kecamatan Bolang
orang yang berprofesi sebagai nelayan yang Itang, Namun dengan adanya program
bertempat tinggal di Desa Bolang Itang II otonomi daerah yang dilaksanakan oleh
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara pemerintah maka pada tahun 2009
Kecamatan Bolang Itang dimekarkan korban tenggelam air laut pada nelayan
menjadi dua kecamatan yaitu Kecamatan didesa Bolang Itang II
Bolang Itang Timur dan Kecamatan Bolang
Itang Barat. Desa Bolang Itang II terletak di Pengetahuan f %
kecamatan BolangItang Barat yang luas
Baik 0 0,00
wilayahnya ± 1.75 Km² dengan jumlah
Cukup 2 4,3
penduduk ± 846 jiwa, dengan wilayah Desa Kurang 45 95,7
Bolang Itang II sebagian besarnya berada Jumlah 47 100,0
dipesisir pantai sebagian penduduk Sumber : Data Primer 2014
berprofesi sebagai nelayan serta aktivitas
penduduk desa berada ditepi pantai. Hasil Distribusi frekuensi tingkat
penelitian mencakup analisis univariat yaitu pengetahuan sebelum dilakukannya
umur, jenis kelamin, pengetahuan Pre-test, pendididkan kesehatan tentang penanganan
dan pengetahuan Post-test sedangkan pertama korban tenggelam seperti dilihat
analisis bivariat yaitu pengaruh pendidikan pada tabel di atas bahwa 95,7% responden
kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pengetahuannya kurang, 4,3 % pengetahuan
masyarakat, sebelum dilakukannya cukup dan 0 % pengetahuan baik .
pendidikan kesehatan dalam hal ini Pre-test
dan sesudah dilaksanakan pendidikan Tabel 5.3 Distribusi frekuensi pengetahuan
kesehatan dalam hal ini Post-test. responden sesudah diberikan pendidikan
kesehatan tentang penanganan pertama
Tabel 5.1 Distribsi frekuensi karakteristik korban tenggelam air laut pada nelayan
responden didesa Bolang Itang II didesa bolang Itang II
Karakteristik
Responden f % Pengetahuan f %
Usia Responden
26 – 30 tahun 28 59,6 Baik 44 93,6
Cukup 3 6,4
31 – 35 tahun 19 40,4
Kurang 0 0
Total 47 100,0 Jumlah 47 100,0
Sumber : Data Primer 2014
Jenis Kelamin
Laki – laki 47 100,0 Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan
Perempuan 0 0,00 sesudah dilakukannya pendididkan
Total 47 100,0 kesehatan tentang penanganan pertama
Sumber : Data Primer 2014 korban tenggelam seperti dilihat pada tabel
di atas bahwa 93,6 % responden
Distribusi frekuensi berdasarkan tabel pengetahuannya baik, 6,4 % pengetahuan
5.1 diatas menunjukkan bahwa responden cukup dan 0 % pengetahuan kurang.
yang diteliti berdasarkan kategori usia
dewasa awal 26 – 30 tahun sebanyak 28 Tabel 5.4. Pengaruh Pendidikan kesehatan
orang (59,6%) sedangkan usia 31 – 35 tentang penanganan pertama korban
sebanyak 19 orang (40,4%) tenggelam air laut didesa Bolang Itang II
Mean
Tabel 5.2 Distribusi frekuensi pengetahuan Variable P. Value N
Rank
responden sebelum diberikan pendidikan
kesehatan tentang penanganan pertama Sebelum 0 47
0,00
Sesudah 24 47
Sumber : Data Primer 2014 mempengaruhi pengetahuan seseorang.
Pengetahuan merupakan proses belajar
Dari tabel uji Wilcoxon diatas, didapati dengan menggunakan pancaindra yang
selisih antara sebelum dan sesudah dilakukan seseorang terhadap objek tertentu
pendidikan kesehatan, dalam artian nilai untuk dapat menghasilkan pengetahuan dan
yang sesudah pendidikan kesehatan lebih keterampilan. Pengetahuan sangat erat
besar dari sebelum pendidikan kesehatan kaitannya dengan pendidikan maka, orang
dengan nilai mean rank 24. Adapun selisih tersebut akan semakin luas pula
antara sebelum pendidikan kesehatan pengetahuannya, serta juga dikarenakan
dengan sesudah pendidikan dalam artian pendidikan adalah suatu usaha untuk
nilai yang sesudah pendidikan kesehatan mengembangkan kepribadian dan
lebih kecil dari pendidikan kesehatan adalah kemampuan di dalam dan di luar sekolah
0. dan berlangsung seumur hidup.
Berdasarkan nilai perbedaan yang Pengaruh pendidikan kesehatan
signifikan antara sebelum dan sesudah pengetahuan nelayan, dapat dilihat dari hasil
diberikan pendidikan kesehatan dapat analisis dengan menggunakan uji statistik
diketahui dari nilai P. Value 0,00 < 0,05. Wilcoxon, didapati selisih antara sebelum
artinya terdapat pengaruh yang signifikan dan sesudah pendidikan kesehatan, dalam
pendidikan kesehatan tentang penangnan artian nilai yang sesudah pendidikan
pertama korban tenggelam terhadap kesehatan lebih besar dari sebelum
peningkatan pengetahuan. pendidikan kesehatan dengan nilai mean
Pengetahuan sebelum diberikan rank 24. Adapun selisih antara sebelum
pendidikan kesehatan terdapat perbedaan pendidikan kesehatan dengan sesudah
yang signifikan dimana untuk pengetahuan pendidikan dalam artian nilai yang sesudah
sebelum di berikan pendidikan kesehatan pendidikan kesehatan lebih kecil dari
masih menunjukan bahwa sebagian besar pendidikan kesehatan adalah 0.
responden kurang pengetahuan dengan 45 Berdasarkan nilai perbedaan yang
responden dan setelah diberikan pendidikan signifikan antara sebelum dan sesudah
kesehatan tedapat penurunan yang sangat diberikan pendidikan kesehatan dapat
signifikan menjadi tidak ada atau 0 untuk diketahui dari nilai P. Value 0,00 < 0,05.
pengetahuan kurang, sedangkan untuk artinya terdapat pengaruh yang signifikan
pengetahuan baik terdapat juga perbedaan pendidikan kesehatan tentang penangnan
yang signifikan dimana sebelum diberikan pertama korban tenggelam terhadap
pedidikan kesehatan tidak ada responden peningkatan pengetahuan.
yang pengetahuannya baik dan sesudah Hal ini sesuai dengan pendapat dari
diberikan pendidikan kesehatan terdapat Menurut Wood, pendidikan kesehatan
peningkatan yang sangat signifikan dimana sebagai sekumpulan pengalaman yang
terdapat hamper seluruh respon mendukung kebiasaan, sikap, dan
pengetahuannya meningkat menjadi 44 pengetahuan yang berhubungan dengan
responden, dan untuk pengetahuan cukup kesehatan individu, masyarakat, dan ras
terdapat perbedaan yang dari 2 responden (Maulana, 2012). Menurut Taylor,
sebelum dilakukannya pendidikan kesehatan pendidikan kesehatan berusaha membantu
menjadi 3 responden. individu mengontrol kesehatannya sendiri
Hal ini sesuai dengan pendapat dengan memengaruhi dan menguatkan
Notoatmodjo (2007) menunjukan bahwa keputusan atau tindakan sesuai dengan nilai
usia, pendidikan, informasi dan fasilitas dan tujuan mereka sendiri (Suliha, 2002).
merupakan faktor – faktor yang dapat
Analisis menggunakan uji statistik Menurut Machfeod (2005) pendidikan
Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan bahwa kesehatan merupakan proses perubahan,
pendidikan kesehatan sangat mempengaruhi yang bertujuan untuk mengubah individu,
tingkat pengetahuan masyarakat nelayan kelompok dan masyarakat menuju hal – hal
tentang penanganan pertama korban yang positif secara terencana melalui proses
tenggelam, dengan nilai p = 0,000 lebih belajar.
kecil dari = 0,05 yang berarti pendidikan Untuk meningkatkan pengetahuan
kesehatan sangat mempengaruhi tingkat masyarakat diperlukan sosialisasi atau
pengetahuan masyarakat nelayan tentang pendidikan kesehatan terutama tentang
penanganan pertama korban tenggelam air penanganan pertama korban tenggelam air
laut. Dengan demikian, hipotesis yang laut yang dimana khusus untuk masyarakat
menyatakan bahwa pendidikan kesehatan yg berprofesi sebagai nelayan ataupun
berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan kesehariannya berada ditepi pantai. Hal ini
masyarakat nelayan tentang penanganan juga tidak luput dari perhatian pemerintah
pertama korban tenggelam air laut didesa setempat bahwa pentingnya
BolangItang II di terima. memperhatiakan pengetahuan masyarakat
Hasil ini didukung oleh hasil penelitian tentang penaganan pertama korban
sebelumnya yang mendekati penanganan tenggelam air laut karena penanganan ini
pertama korban tenggelam yaitu bantuan adalah penanganan yang bersifat darurat
hidup dasar oleh, Surhaty tahun 2014 yang bisa dimana saja dilakukan dan
dengan responden berjumlah 50 orang siapapun bisa melakukan jika memiliki
dengan hasil yang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan yang baik tentang
pengetahuan baik 92,0% dan cukup yaitu penaganan pertama korban tenggelam air
8,00%, maka disimpulkan bahwa pendidikan laut atau mengikuti pelatihan bantuan hidup
kesehatan tentang bantuan hidup dasar yang dasar.
ada didalam penangnan pertama korban
tenggelam air laut menunjukan adanya
pengaruh terhadap peningkatan KESIMPULAN
pengetahuan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
Masyarakat yang mendapatkan
dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan
pendidikan kesehatan tentang penanganan
bahwa : Tingkat pengetahuan masyarakat
pertama korban tenggelam air laut
nelayan tentang penanganan pertama korban
mengalami peningkatan pengetahuan
tenggelam air laut sebelum diberikan
tentang upaya penanganan pertama korban
pendidikan kesehatan di nyatakan sebagian
tenggelam air laut. Hal ini sesuai dengan
besar kurang pengetahuan. Tingkat
pendapat Notoatmodjo (2012) bahwa
pengetahuan masyarakat nelayan tentang
pendidikan kesehatan dapat mengubah
penanganan pertama korban tenggelam air
pengetahuan seseorang, masyarakat dalam
laut sesudah di berikan pendidikan
pengambilan tindakan yang berhubungan
kesehatan mengalami peningkatan yang
dengan kesehatan. Pendidikan kesehatan
signifikan yang sebagian besar menjadi baik.
secara umum merupakan segala upaya yang
Ada pengaruh pendidikan kesehatan
direncanakan untuk mempengaruhi orang
Tentang Penanganan Pertama Korban
lain baik individu, kelompok, atau
Tenggelam Air Laut Terhadap Peningkatan
masyarakat dan pendidik atau pelaku
Pengetahuan Masyarakat Nelayan.
pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA Medicine.Cambridge: Cambridge
University Press. 2005. Dalam Harry
Adid Tilong, 2014. Pertolongan Pertama dkk , 2011. Diaskes pada tanggal 25
pada Beragam Penyakit, Yogyakarta april 2014.
: FlashBook. Hal 150 -153.
Manado.basarnas.go.id/
Buku panduan mahasiswa Blok 4.2
Kegawatdaruratan dan Keselamatan Milton, 1999; Loiselle, Profetto-McGrath,
Pasien 2012 Universitas Andalas. Polit & Beck, 2004

Berg RA et. al. Part 5: Adult Basic Life Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan
Support : 2010 American Heart Perilaku Kesehatan, Jakarata :
Association Guidelines for Rineka Cipta.
Cardiopulmonary Rescucitation and
Emergency Cardiovascular Care Notoatmodjo, S.2010. Metedologi Penelitian
Circulation 2010. Dalam Harry dkk, Kesehatan Edisi Revisi, Jakarta :
2011. Diaskes tanggal 27 april 2014. Rineka Cipta.

BNPB.go.id/ Notoatmodjo, S (2005) Promosi Kesehatan :


Teori dan Aplikasi, Jakarta :
Colquhoun MC, Handley AJ and Evans TR. PT.Rineka Cipta.
ABC of Resuscitation. Fifth Edition
London: BMJ. 2004 dalam Harry Notoatmodjo, S (2012) Promosi Kesehatan
dkk , 2010. Diaskes tanggal 21 april dan Perilaku Kesehatan, Jakarta :
2014. PT.Rineka Cipta.

Dephub.go.id/knkt/ Onyekwelu, E. (2008). Drowning and Near


Drowning. Internet Journal of
Iskandar Djunaidi, 2011. Pedoman Health. Dalam Novita, 2009. Diaskes
Pertolongan Pertama yang harus tanggal 19 april 2014.
dilakukan saat Gawat Darurat Medis,
Yogyakarta : PT.Andi Offset. Hal 39 Psik UNSRAT, 2013. Panduan Penulisan
– 43. Akhir Proposal dan Skripsi, Manado

Kallas H. Drowning and near drowning. Rijal, S. 2001. Tinjauan Pustaka : Near
dalam Dzulfikar,2011. Diaskes Drowning (Hampir Tenggelam).
tanggal 10 april 2014.
Ronald, C. (2002). Drowning and near
Levin, D. L., F. C. Morriss, L. O. Toro, L. drowning. International Child Health Care:
W. Brink and G. R. Turner (1993). A
Drowning and near-drowning dalam practical manual for hospitals
Novita.A , 2009. Diaskes tanggal 7 worldwide: 541. Dalam Novita,
april 2014. 2009. Diaskes pada tanggal 20 april
2014.
Mahadevan SV, Garmel GM. An
Introduction to Clinical Emergency
Suharty D. (2014). Pengaruh Pendidikan http://www.emedicine.com/emerg/to
Kesehatan tentang Bantuan Hidup pic744 (13 dalam Bhetaria, 2010.
Dasar (BHD) Terhadap Tingkat
Pengetahuan Tenaga Kesehatan di Vanden Hoek TL et. al. Part 12: Cardiac
Puskesmas Wori Kecamatan Wori Arrest in Special Situations: 2010
Kabupaten Minahasa Utara. American Heart Association
Manado : Program Studi Ilmu Guidelines for Cardiopulmonary
Keperawatan Fakultas Kedokteran Rescucitation and Emergency
Universitas Sam Ratulangi Cardiovascular Care. Circulation
2010. Diaskes pada tanggal 28 april
Suyanto (2011) Metodolagi dan Aplikasi 2014.
Penelitian Keperawatan, Yogyakarta
: Nuha Medika. World Health Organization. Drowning. Fact
sheet N*347; 2012 [cited 2012 Oct].
Swann, H. G., Brucer, M., Moore, C. 1947. Available from:
Fresh Water and Sea Water http://www.who.int/mediacentre/fact
Drowning : A Study of The Terminal sheets/fs347/en/ dalam Rifino dkk,
Cardiac and Biochemical Events 2011.
dalam Bhetaria, 2010.
Zulkarnaen I. Hampir Tenggelam Dalam:
Shepherd, S.M. dan Martin, J. 2005, NN Rahajoe, B Supriyatno, DB
‘Submersion Injury, Near Setyanto, 2011. Diaskes tanggal 17
Drowning’. april 2014.