Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

PENGARUH ADAT ISTIADAT PERKAWINAN DI SUMBA


TIMUR TIDAK DI TERAPKAN DALAM PEMAHAMAN
PANCASILA

UNTUK MEMENUHI SEBAGAI PERSYARATAN

Dalam Menempuh Mata Kuliah Pancasila

Yang dibimbing Drs.Imam Sahroni,M.S.I

OLEH

RINI HELENA MALO

AKADEMI FARMASI PUTRA INDONESIA MALANG KELAS 1 C

SEPTEMBER 2017

TAHUN AJARAN 2017/2018


KATA PENGANTAR

Segalah puji syukur kepada Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan
makalah ini dengan penuh kemudahan.Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan
sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini di susun agar pembaca dapat memperluas
ilmu tentang pendidikan pancasila yang bertema PENGARUH ADAT ISTIADAT DI
SUMBA TIMUR TIDAK DI TERAPKAN DALAM PEMAHAMAN PANCASILA.
Yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber , namun dengan penuh
kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan.Makalah ini memuat tentang “Arti penting dalam menumbuhkan jiwa kesadaran
untuk menerapkan Pemahaman Pancasila”. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna
tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Penyusun juga mengucapkan
terimakasih kepada Bapak Drs.Imam Sahroni,M.S.I yang telah membimbing saya
agar dapat mengerti tentang bagaimana cara saya menyusun makalah ini. Semoga makalah
ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini
memiliki kekurangan.

Malang , 13 September 2017

PENULIS
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR :........................................................................ 1

DAFTAR ISI :........................................................................ 2

BAB 1 PENDAHULUAN :........................................................................ 3

1.1 Latar Belakang :....................................................................... 3

1.2 Rumusan Masalah :....................................................................... 3

1.3 Tujuan Penulisan :........................................................................ 3

1.4 Manfaat Penulisan :........................................................................ 3

BAB II SAJIAN TEORI :........................................................................ 4

2.1 Pengertian Adat Istiadat :........................................................................ 4

2.2 Tahap-Tahap Adat Istiadat :........................................................................ 4

2.3 Cara-Cara Adat Istiadat :........................................................................ 4

2.4 Bentuk-Bentuk Adat Istiadat :........................................................................ 5

2.5 Fungsi Belis :........................................................................ 5

2.6 Dampak Belis :........................................................................ 5

2.7 Menyederhanakan Budaya Belis :........................................................................ 6


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kebudayaan bangsa Indonesia merupakan hasil cipta dan rasa manusia yang
merupakan jawaban atas tantangan hidup yang dihadapi suatu bangsa. Indonesia mempunyai
keanekaragaman budaya yang masing-masing mempunyai ciri tersendiri yang tak dapat
dihilangkan dari keanekaragaman itu, terlihat bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai
suku yang berbeda, tetapi sebagai bangsa yang berbhineka tunggal ika hendaklah kita
menganggap perbedaan itu sebagai tolak ukur untuk saling mencegah membela persatuan dan
kesatuan bangsa.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang di atas ada beberapa kajian yang harus di bahas,
perumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut :
a. Apa saja yang harus dilalui sebelum terjadi proses adat istiadat perkawinan di
Sumba Timur ?
b. Bagaimana cara-cara upacara adat istiadat perkawinan dalam suku Sumba Timur ?
c. Apa fungsi dari belis yang menjadi salah satu syarat dari proses adat istiadat
perkawinan di Sumba Timur ?
d. Bagaimana dampak belis bagi kedua belah pihak dalam adat istiadat perkawinan
di Sumba Timur ?
e. Perlukah untuk menyederhanakan budaya belis di Sumba Timur ?

1.3 TUJUAN PENULISAN


a. Untuk mengetahui terjadi proses adat istiadat perkawinan di Sumba Timur.
b. Untuk mengetahui cara-cara upacara adat istiadat perkawinan di Sumba Timur.
c. Untuk mengetahui fungsi belis yang menjadi salah satu syarat dari proses adat
istiadat perkawinan di Sumba Timur.
d. Untuk mengetahui dampak belis bagi kedua belah pihak dalam adat istiadat
perkawinan di Sumba Timur.
e. Untuk menyederhanakan budaya belis di Sumba Timur.

1.4 MANFAAT PENULISAN


a. Mengetahui terjadinya proses adat istiadat perkawinan di Sumba Timur.
b. Mengetahui cara-cara upacara adat istiadat perkawinan di Sumba Timur.
c. Mengetahui fungsi belis yang menjadi salah satu syarat dari proses adat istiadat
perkawinan di sumba timur.
d. Mengetahui dampak belis bagi kedua belah pihak dalam adat istiadat perkawinan
di Sumba Timur.
e. Menyederhanakan budaya belis di Sumba Timur.
BAB 2
KAJIAN TEORI

2.1 PENGERTIAN ADAT ISTIADAT PERKAWINAN DI SUMBA TIMUR.

Adat istiadat adalah Kebiasaan (Tradisi) yang di lakukan di setiap berbagai


daerah atau budaya , adat istiadat juga sebagai bentuk yang di lakukan oleh
masyarakat di masing-masing daerah atau budaya tersebut . Perilaku budaya dan
aturan-aturan yang telah berusaha di terapkan dalam lingkungan masyarakat. Adat
istiadat suku sumba adalah seorang laki-laki atau perempuan tidak di perbolehkan
kawin dengan suku atau marganya sendiri, jika terjadi perkawinan dalam suku atau
marganya sendiri maka di nyatakan telah melanggar perjanjian yang sudah di
terapkan sejak dahulu kalah, akan membawa bencana bagi seluruh suku atau marga
yang telah melanggar perjanjian yang sudah di terapkan sejak dahulu kalah .

2.2 TAHAP – TAHAP UPACARA ADAT PERKAWINAN SUKU SUMBA TIMUR.

Dalam perkawinan adat sumba ada tahap – tahap yang harus dilalui oleh calon
mempelai laki –laki dan mempelai wanita sebelum menikah. Prosesi yang harus
dilalui ole kedua calon mempelai antara lain sebagai berikut:

 Pihak laki – laki mengajukan permohonan kepada keluarga wanita dengan


membawa mamuli, lulu amahu dan kuda sebagai alat meminta gadisnya.
 Pihak wanita mengajukan tawaran kepada pihak keluarga laki - laki dengan
membawa sehelai kain ( kombu ). Hal tersebut bukti bahwa mereka mau
memberikan anak gadisnya kepada pihak keluarga laki – laki .
 Jika pihak keluarga wanita dan laki – laki menyetujui hal tersebut, maka
kedua belah pihak akan mendapatkan balasan atau imbalan” bagi pihak laki –
laki diterima dengan kain dan seekor babi oleh pihak wanita, sedangkan bagi
pihak wanita diterima dengan kuda, mamuli dan lulu amah”. Selanjutnya akan
dilaksanakan musyawarah antara kedua belah pihak .
 Penyelesaian adat kawin – mawin secara tuntas dan sederhana. Tuntas artinya
mengadakan kegiatan adat secara besar - besaran sampai selesai.

2.3 CARA – CARA ADAT ISTIADAT PERKAWINAN SUKU SUMBA TIMUR.

 Mempekenalkan diri , cara ini yang di lakukan laki-laki sumba untuk


membuka surat atau melamar perempuan yang di wakili oleh juru bicara
(wunang) .
 Keputusan dari kedua keluarga baik itu mempelai laki-laki maupun mempelai
perempuan akan di sampaikan oleh juru bicara .
2.4 BENTUK BELIS ADAT ISTIADAT DI SUMBA TIMUR

Belis terdiri dari barang-barang yang bersifat benda mati dan hidup yang di
gunakan sebagai sarana alat di dalam adat istiadat perkawinan masyarakat suku Sumba
Timur. Dalam melakukan dan melaksanakan adat perkawinan ini di kenal 2 bentuk
belis yaitu :

a. Belis benda hidup berupa :


 Kerbau (kerambau)
 Kuda (njara)
b. Belis benda mati berupa :
 Emas , perak , perunggu ( lulu amahu )
 Kain ( sarung tenun )
 Anahida ( muti salak )

2.5 FUNGSI BELIS ADAT ISTIADAT DI SUMBA TIMUR


Fungsi dari Belis Adat Istiadat Sumba Timur merupakan bentuk bahwa
mempelai laki-laki telah menyepakati keinginan dari mempelai perempuan untuk
memenuhi hasil perjanjian kedua belah pihak yang telah di sepakati antara kedua
keluarga mempelai tersebut melalui juru bicara . dengan hal ini juga kedua keluarga
besar mempelai di nyatakan resmi atau sah dalam upacara adat istiadat di Sumba
Timur khususnya kedua mempelai .

2.6 DAMPAK BELIS ADAT ISTIADAT DI SUMBA TIMUR


Tidak dapat di pungkiri bahwa dengan adanya belis dalam budaya di Sumba
Timur dapat berpengaruh terhadap Pemahaman Pancasila yang di terapkan
masyarakat , yaitu kesejahteraan antara masyarakat tidaklah murni . Pengaruh
kesejahteraan terhadap kedua belah pihak pasangan mempelai yaitu :

 Kebutuhan

Bagi pasangan yang baru menikah akan sulit untuk membangun


rumah tangganya dengan baik karena faktor ekonomi atau kebutuhan ,
dimana kaum laki-laki telah melakukan pembayaran belis sehingga
secara materi pastinya kaum laki-laki akan kesulitan karena kaum laki-
laki telah mengeluarkan dana untuk memenuhi belis dalam upacara
adat istiadat, maka timbullah konflik sehingga dari hal ini lah
Pemahaman Pancasila tidak terapkan masyarakat di Sumba Timur .

 Kekeluargaan
Kekeluargaan juga akan terjadi ketidakharmonisan dalam hal
ini karena masalah belis yang telah di lakukan, dengan anggapan
bahwa kaum wanita seutuhnya telah menjadi hak milik dari keluarga
kaum laki-laki yaitu kaum perempuan tidak berhak untuk menginjak
atau berkunjung ke rumah orang tua kandungnya dan kaum wanita
juga tidak boleh bersalaman dengan saudara laki-laki dari kaum laki-
laki , maka dari hal itulah Pemahaman Pancasila tidak di Terapkan
dalam masyarakat di Sumba Timur .

2.7 MENYEDERHANAKAN BUDAYA BELIS DI SUMBA TIMUR

Banyak kalangan yang berpendapat bahwa budaya harus tetap di lestarikan, namun
tidak sedikit pula yang berdampak agar budaya belis bisa di sederhanakan . Tentu setiap
kalangan memiliki alasan tersendiri , namun menurut penulis budaya belis di Sumba Timur
perlu di sederhanakan karena berbagai pertimbangan sebagai berikut :

 Tidak adanya keadilan.


 Renta terhadap masalah perekonomian dan dapat berdampak bagi keluarga
itu sendiri.
 Budaya hanya di sederhanakan bukan di hapus.

Dengan hal-hal ini lah yang perlu di pertimbangkan untuk menyederhanakan budaya.