Anda di halaman 1dari 4

1. Pengertian craniofasial?

Craniofasial : bagaian tubuh manusia membahas kepala dan wajah meliputi muskulus,
vaskularisasi, serta innervasi
2. Anatomi dan fisiologi craniofasial
Fisiologi : membentuk wajah; melekatnya otot; melindungi bagian organ tubuh (otak)
Anatomi : os cranium dibagi 3 : os frontal; os ocipital;os parietal, os sphenoidea, os etmoidea
Pada muskulus facial : m.rectum oculi; m.obliqus oculi;m.nervartervertebra
3. Vaskularisasi dan innervasi cranio dan leher
Innervasi : n.facialis glossofaringeus, dan n.vagus : berperan dalam sensasi umum , seperti
nyeri, perabaan, dan suhu
n. trigeminus (n.V) : mempersarafi daerah rongga mulut dan sekitarnya termasuk gigi geligi
bercabang menjadi :
n.optalmicus, n.maxillaris, dan n.mandibularis
n.optalmicus dan n.maxillaris berperan dalam pergerakan muka
n.maxillaris dan n.mandibularis bermuara ke gigi geligi rahang atas dan rahang bawah
melalui akar. Nervus ini akan menyalurkan impuls apabila gigi terasa ngilu.
Vaskularisasi

4. Macam dan jenis tulang wajah


a. Maxilla : tersusun atas os zygomaticus; alveolaris sbg perlekatan gigi; palatinal maxilla,
naso frontalis;
b. Mandibula : simpisis, foramen mentalis, foramen mandibularis; externa obliq
c. Tulang hidung
d. Tulang pipi
e. Tulang air mata
f. Os Palatinal
g. Os fomer
h. Concha nasalis inferior
i. Os lacrimal

5. Macam dan jenis tulang tengkorak


Bag. Kepala (os cranium)
1 tulang dahi (os sphenoid)
2 tulang ubun (os parietal)
1 tulang kepala belakang (os ocipital)
2 tulang baji (os sphenoidal)
2 tulang pelipis (os temporal)
2 tulang tapis (os ethmoidal)
Bag. Wajah
Maxilla
Mandibula
Tulang hidung
Tulang pipi
Tulang air mata
os
6. Perkembangan craniofasial

7. Hubungan antara otot wajah dan otot cranial


m.ventarfrontalis untuk mengerutkan dahi
m.zygomaticus mayor dan minor
m.levator angulus (ekspresi wajah,seperti tertawa)
8. Peranan sistem saraf dalam menelan (saraf yang berperan)
Sensoris : makanan masuk ke orofaring langsung merespon menyampaikan perintah
Motorik : menjalankan perintah (berfungsi sebagai motorik dalam proses menelan)
9. Hubungan menelan dengan tersedak
Menelan : masuknya makanan melalui leher
Faring : masuknya makanan
Laring : masuknya udara
Ketika sesorang makan sambil berbicara, epiglotis akan bingung akan menutup faring atau
laring. Sehingga terjadi tersedak
10. Faktor yang mempengaruhi perkembangan craniofasial
1. Faktor gen : pertumbuhan wajah dipengaruhi orang tua; contohnya bibir sumbing
(sesorang tidak memiliki os palatinal sehingga orang tersebut mudah tersedak)
2. Erupsi gigi : mempengaruhi pertumbuhan maxilla dan mandibula
3. Faktor hormon pada sistem endokrin (hormon tiroid dan paratiroid)
4. Faktor nutrisi
11. Kelainan dari kraniofasial
Cleftpalate : celah yang terjadi pada langit langit mulut. Terbukanya saluran pernafasan.
Crozone syndrom : perkembangan tulang kepala yang tidak sempurna, seperti rahang bawah
lebih maju dari rahang atas
Crainosinostosis : terjadinya penutupan sutura yang terlalu cepat pada kepala bayi
Apert syndrom : perkembangan tulang kepala yang tidak sempurna; seperti bentuk kepala
yang tidak proporsional
Bibir sumbing : menurunnya fungsi bicara
Macroglossia : pembesaran lidah akibat hipertrofi di otot lidah
Microglossia : lidah lebih kecil karena cacat saraf hypoglossus
Ankiglossia : lidah melekat sebagian atau hampir keseluruhan pada dasar mulut
Lesi wajah : disebabkan oleh paparan udara bagian sebelah wajah yang secara terus
menerus
Macrogenesia : rahang yang besar
Microgenesia : pengecilan rahang (ukuran mandibula dan maxilla mengecil)
LEARNING ISSUE

1. Proses mastikasi
ADA 3 FASE :
Fase oral disebut juga stadium volunter: pembentukan bolus makanan oleh gigi geligi,
lidah, otot otot pipi dan saliva untuk menggiling dan membentuk bolus
Fase faringeal : bolus menyentuh arcus faring anterior dan reflek menelan segera timbul
Fase esophageal : proses menelan berlangsung tanpa di sadari, bolus turun lebih lambat
dari fase faringeal (Ayu, Dyanti)
Ada 2 tahap :
 Tahap membuka mandibula
Otot yang berperan adalah muskulus pretygoideus lateralis, pada saat bersamaan
muskulus temporalis, muskulus maseter dan muskulus pterygoideus medialis
menjadi relaksasi ketika mulut terbuka secar perlahan atau maksimal. Dipengaruhi
oleh nervus mandibularis
 Tahap menutup mandibula
Adanya kontraksi muskulus maseter, muskulus temporalis dan muskulus
pterygoideus medialis, dan terjadi relaksasi pada muskulus pterygoideus lateralis.
Kontraksi dari Muskulus maseter dan muskulus temporalis membantu gigi geligi
saling berkontak pada oklusi, dipengaruhi oleh nervus mandibularis dan nervus
pretygoideus lateral (Yusuf, Madya)

2. Bagian lidah (saraf)


Ada 3 bagian :
Radix, corpus, dan apex
Radix melekat di tulang hyoid dan mandibular, dan otot geneohyoid dan m.mylohyoid
Corpus di 2/3 anterior lidah
Apex ujung depan
Sarafnya ada 3 bagian :
Saraf sensoris : 2/3 anterior ada n.lingualis; 1/3 posterior ada n.lingualis dan n.vagus,
Saraf pengecap : 2/3 anterior oleh serabut n.facialis; 1/3 posterior oleh n.glossfaring
Saraf motoric : mempersarafi otot lidah : m.styloglossus, m.geneoglossus,
m.hypoglossus, dan m.palatoglossus (Pamela)
3. Otot mastikasi
m.masseter untuk menutup mulut
m.temporalis untuk menarik mandibula
m. pterygoideus lateralis dan medialis
m.geneoglossus
m.styloglossus untuk menggerakkan lidah ke atas belakang
m.palatoglossus untuk menyempitkan ismus fausium
saraf :
n.mandibularis
4. Proses menelan yang normal (dari proses pengunyahan hingga makanan sampai ke
lambung)
Tahap bucal : lidah akan memotong bolus ke arah fausium
Tahap faringeal : m. Palato faringeus berkontraksi sehingga menarik faring ke arah
cranial
Tahap esofageal : m. Konstiktorfaring berkontraksi bergantian dari atas ke bawah untuk
mendorong makanan
Ada 3 :
Tahap volunteer : organnya mandibular, sarafnya : n.vagus

5. Proses menelan melibatkan apa saja (organ, saraf, otot)


Nervus trigeminus merupakan saraf terbesar dari muka dan kepala, ada 3 cabang untuk
membawa rangsangan rasa sakit
Nervus facialis : saraf sensoris untuk merasakan pada anterior 2/3 lidah dan berisi serat
pembuangan pada kelenjar ludah
Nervus glossofaringeal berisi serat sensoris 2/3 anterior lidah, sebagai saraf untuk
mengontrol otot menelan
Nervus vagus : berisi serat motoric bagi kelenjar yang meghasilkan getah pencernaan
Dipengaruhi oleh peranan system saraf dalam tahap afferent atau sensoris, dimana
setiap ada makanan memasuki orofaring maka langsung direspon
Tahap eferen atau motoric : yang menjalankan perintah

6. Mengapa seseorang bisa tersedak


Ketika masuk proses degluitisi sambil berbicara maka ada udara yang masuk ke faring,
padahal pada proses menelan yang normal ada katup epiglottis untuk membuka faring
ketika makanan masuk, dan akan menutup laring
Untuk mengatasi seseorang yang tersedak :

7. Mengapa ketika seseorang tersedak maka harus diberikan minum


Makanan masuk ke saluran pernafasan harus dibantu dengan memberikan minum
supaya makanan dapat terangkat.
Pertama seseorang dapat bernafas terlebih dahulu sehingga bolus akan naik, setelah itu
dibrikan minuman agar dapat melarutkan bolus ke faring.

Dikumpulkan selasa malam (lengkapi dengan gambar, dan grand maping)

Konsep Maping

MASTIKASI

ORGAN (gigi,lidah, SARAF


OTOT
dibantu saliva)

PROSES MENELAN

ORAL FARINGEAL ESOFAGEAL