Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PENDAHULUAN

PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN ANSIETAS

A. KONSEP DASAR TEORI


1. Definisi
Ansietas merupakan perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang
samar yang disertai respons otonom (sumber sering kali tidak spesifik atau
tidak diketahui oleh individu) perasaan takut yang disebabkan oleh
antisipasi terhadap bahaya. Hal ini merupakan isyarat kewaspadaan yang
memperingatkan individu akan adanya bahaya dan memampukan individu
untuk bertindak menghadapi ancaman. (Diagnosis Keperawatan, Nanda
tahun 2015-2017:343)
Kondisi emosi dan pengalaman subjektif individu terhadap objek yang
tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan
individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman. (PPNI, 2016)
Menurut Asmadi (2008) ada beberapa teori yang menjelaskan asal
ansietas, teori tersebut antara lain :
a. Teori Psikoanalisis
Dalam pandangan psikoanalisis adalah konflik emosional yang
terjadi antara dua elemen kepribadian yaitu ide dan super ego.Ide
mewakili dorongan insting dan inplus primitive seseorang, sedangkan
seper ego mencerminkan hati nurani seseorang dan di kendalikan oleh
norma-norma budaya seseorang.Ego berfungsi menengahi tuntutan
dari dua elemen tersebut dan fungsi ansietas adalah meningkatkan ego
bahwa ada bahaya.
b. Teori Interpersonal
Dalam pandangan interpersonal ansietas timbul dari perasaan
takut terhadap penolakan saat berhubungan dengan orang lain hal ini
juga di hubungkan dengan trauma pada masa pertumbuhan, seperti
kehilanagn dan perpisahan dengan orang yang di cintai. Penolakan
terhadap eksistensi diri oleh orang lain ataupun masyarakat akan
menyebabkan individu yang bersangkutan menjadi cemas. Namun
bila keberadaannya di terima oleh orang lain, maka ia akan merasa
tenang dan tidak cemas. Dengan demikian ansietas berkaitan dengan
hubungan antara manusia
c. Teori Prilaku
Menurut pandangan prilaku, ansietas merupakan hasil frustasi
ketidak mampuan atau kegagalan dalam mencapai suatu tujuan yang di
inginkan menimbulkan keputusan, keputusan yang menyebabkan
seseorang menjadi ansietas.

2. Patofisiologi
a. Etiologi
1) Faktor Fredisposisi
Berbagai teori telah di kembangkan untuk menjelaskan asal
ansietas
a) Menurut pandangan prilaku, ansietas merupakan produk frustasi,
yaitu segala sesuatu yang mengganggu kemampuan seseorang
untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Daftar tentang
pembelajaran meyakini bahwa individu yang terbiasa dalam
kehidupan dirinya di hadapkan pada kekuatan yang berlebihan
lebih sering menunjukkan ansietas pada kehidupan selanjutnya
b) Kajian keluarga menunjukkan bahwa gangguan ansietas
merupakan hal yang biasa di temui dalam suatu keluarga ada
tumpang tindih dalan gangguan ansietas dan antara gangguan
ansietas dengan depresi
c) Kaji biologis menunjukkan bahwa otak mengandung reseptor
khusus benzodiazepine. Reseptor ini mungkin membantu mengatur
ansietas penghambat dalam aminobutirik. Gamma neuro regulator
( GABA) juga mungkin memainkan peran utama dalam
mekanisme biologis berhubungan dengan ansietas sebagaimana
halnya endorphin. Selain itu telah di buktikan kesehatan umum
seseorang mempunyai akibat nyata sebagai predisposisi terhadap
ansietas. Ansietas mungkin di sertai dengan gangguan fisik dan
selanjutnya menurunkan kapasitas seseorang untukn mengatasi
steressor
2) Faktor Presipitasi
Stressor pencetus mungkin berasal dari sumber internal atau eksternal.
Stressor pencetus dapat di kelompokkan menjadi dua kategori
a) Ancaman terhadap integritas seseorang meliputi ketidak mampuan
fisikologis yang akan datang atau menurunnya kapasitas untuk
melakukan aktivitas hidup sehari-hari
b) Ancaman terhadap sistem diri seseorang dapat membahayakan
identitas, harga diri dan fungsi sosial yang terintegrasi seseorang.

b. Proses terjadi
Anxiety disorder (ansietas) pada umumnya ditandai oleh perasaan
cemas dan khawatir, ketegangan (gelisah, sakit kepala, gemetar, sulit
santai) dan adanya gejala otonom yang hiperaktif seperti kepala terasa
ringan, berkeringat, berdebar, sesak, keluhan lambung, mulut kering)
yang terjadi hampir setiap hari selama setidaknya beberapa minggu
dan terjadi pada hampir semua situasi/tidak hanya muncul pada
kondisi tertentu yang jelas dan wajar menimbulkan kecemasan. Pada
dasarnya gangguan ini terjadi akibat ketidakmampuan menghadapi
stressor sehingga timbul ketidakseimbangan otonom (sistem otomatis
tubuh yang mengatur organ-organ dalam) yang sebagian besar akibat
faktor psikis seperti stress emosional, frustasi, dsb. Sehingga gejala
yang muncul juga berhubungan dengan gejala-gejala organ dalam
seperti sesak, berdebar dan gangguan lambung. Selain itu, stressor
tersebut juga menggangu keseimbangan komunikasi sel saraf di otak
sehingga seakan orang tersebut terus “terstimulasi”. Sering menjadi
masalah karena pada kebanyakan kasus pasien tidak menyadari bahwa
faktor psikislah yang menjadi penyebab keluhan-keluhan tersebut.

c. Klasifikasi
Ansietas memiliki dua aspek yakni aspek yang sehat dan aspek
yang membahayakan, yang bergantung pada tingkat ansietas, lama
ansietas yang di alami, dan seberapa baik individu melakukan koping
terhadap ansietas. Menurut Peplau (dalam Videbeck, 2008) ada empat
tingkat kecemasan yang di alami oleh individu yaitu ringan,
sedang,berat dan panik.
1) Ansietas ringan adalah perasaan bahwa ada sesuatu yang berbeda
dan membutuhkan perhatian khusus. Stimulasi sensori meningkat
dan menyelesaikan masalah, berfikir, bertindak, merasakan, dan
melindungi diri sendiri. Menurut Videbeck (2008), respon dari
ansietas ringan adalah sebagai berikut :
a) Respon fisik
(1) Ketegangan otot
(2) Sadar akan lingkungan
(3) Rileks atau sedikit gelisah
(4) Penuh perhatian
(5) Rajin
b) Respon kognitif
(1) Lapangan persepsi luas
(2) Terlihat tenang, percaya diri
(3) Perasaan gagal sedikit
(4) Waspada dan memperhatikan banyak hal
(5) Mempertimbangkan informasi
(6) Tingkat pembelajaran optimal
c) Respon emosional
(1) Prilaku otomatis
(2) Sedikit tidak sadar
(3) Aktivitas menyendiri
(4) Terstimulasi
(5) Tenang

2) Ansietas sedang merupakan perasaan yang mengganggu bahwa


ada sesuatu yang benar-benar berbeda ;individu menjadi gugup
atau agitasi. Menurut Videbeck (2008) respon dari ansietas sedang
adalah sebagai berikut :
a) Respon fisik :
(1) Ketegangan otot sedang
(2) Tanda-tanda vital meningkat
(3) Pupil dilatasi, mulai berkeringat
(4) Sering mundar mandir, memukul tangan
(5) Suara berubah : bergetar, nada suara tinggi
(6) Kewaspadaan dan ketergantungan meningkat
(7) Sering berkemih, sakit kepala, pola tidur berubah, nyeri
punggung
b) Respon kognitif
(1) Lapangan persepsi menurun
(2) Tidak perhatian secara selektif
(3) Fokus terhadap stimulus meningkat
(4) Rentang perhatian menurun
(5) Penyelesaian masalah menurun
(6) Pembelajaran terjadi dengan mempokuskan
c) Respon emosional
(1) Tidak nyaman
(2) Mudah tersinggung
(3) Kepercayaan diri goyah
(4) Tidak sabar
(5) Gembira

3) Ansietas berat, yakni ada sesuatu yang berbeda da nada ancaman


memperlihatkan respon takut dan distress. Menurut Videbeck
(2008), respon dari ansietas berat adalah sebagai berikut :
a) Respon fisik
(1) Ketegangan otot berat
(2) Hiperventilasi
(3) Kontak mata buruk
(4) Pengluaran keringat meningkat
(5) Bicara cepat, nada suara tinggi
(6) Tindakan tanpa tujuan dan serampangan
(7) Rahang menegang mengertakan gigi
(8) Mondar mandir, berteriak
(9) Meremas tangan, gemetar
b) Respon kognitif
(1) Lapang persepsi terbatas
(2) Proses berfikir terpecah-pecah
(3) Sulit berfikir
(4) Penyelesaian masalah buruk
(5) Tidak mampu mempertimbangkan informasi
(6) Hanya memperhatikan ancaman
(7) Preokupasi dengan fikiran sendiri
(8) Ego sentris
c) Respon emosional
(1) Sangat cemas
(2) Agitasi
(3) Takut
(4) Bingung
(5) Merasa tidak adekuat
(6) Menarik diri
(7) Penyangkalan
(8) Ingin bebas

4) Panik, individu kehilangan kendali dan detail perhatian hilang,


karena hilangnya kontrol, maka tidak mampu melakukan apapun
meskipun dengan perintah. Menurut Videbeck (2008), respon dari
panik adalah sebagai berikut :
a) Respon fisik
(1) Flight, fight, atau freeze
(2) Ketegangan otot sangat berat
(3) Agitasi motorik kasar
(4) Pupil dilatasi
(5) Tanda-tanda vital kemudian menurun
(6) Tidak dapat tidur
(7) Hormone stress dan neurotransmitter berkurang
(8) Wajah menyeringai, mulut ternganga
b) Respon kognitif
(1) Persepsi sangat sempit
(2) Pikiran tidak logis, terganggu
(3) Kepribadian kacau
(4) Tidak dapat menyelesaikan masalah
(5) Fokus pada fikiran sendiri
(6) Tidak rasional
(7) Sulit memahami stimulus eksternal
(8) Halusinasi, waham, ilusi mungkin terjadi
c) Respon emosional
(1) Merasa terbebani
(2) Merasa tidak mampu, tidak berdaya
(3) Lepas kendali
(4) Mengamuk, putus asa
(5) Marah,sangat takut
(6) Mengharapkan hasil yang buruk
(7) Kaget, takut
(8) Lelah

d. Manifestasi klinis
Keluhan (keluhan yang sering di temukan oleh orang yang
mengalami ansietas). Antara lain sebagai berikut :
1. Cemas, khawatir, firasat, buruk, takut akan fikirannya sendiri,
mudah tersinggung.
2. Merasa tegang, tidak tenang,gelisah mudah terkejut
3. Takut sendirian, takut pada keramaian dan banyak orang
4. Gangguan pola tidur, mimpi (mimpi yang menegangkan).
5. Gangguan konsentrasi dan daya ingat.
6. Keluhan sumatik, misalnya rasa sakit pada otot dan tulang,
pendengaran mendenging (tinnitus), berdebar-debar, sesak nafas,
gangguan pencernaan, gangguan perkemihan, sakit kepala dan
sebagainya

e. Pemeriksaan diagnostik atau penunjang


Pemeriksaan diagnostik atau penunjang ansietas yaitu :
1. Pemeriksaan laboratorium, pada pemeriksaan laboratorium di
dapatkan peningkatan fungsi adrenal, peningkatan glukosa dan
menurunnya fungsi paratiroid, tingkat oksigen dan kalsium.
2. Uji psikologis
f. Penatalaksanaan medis
Menurut Hawari (2008) penatalaksanaan ansietas pada tahap
pencegahan dan terapi memerlukan suatu metode pendekatan yang
bersifat holistik, yaitu mencangkup fisik (sumatik). Psikologik atau
psikiatrik, psikososial dan psikoreligius. Selengkapnya seperti uraian
berikut :
1. Upaya meningkatkan kekebalan terhadap stress, dengan cara :
a) Makan makanan yang bergizi dan seimbang
b) Tidur yang cukup
c) Cukup olahraga
d) Tidak merokok
e) Tidak minum-minuman keras

2. Terapi psikofarmaka
Terapi psikofarmaka adalah pengobatan untuk cemas dengan
memakai obat-obatan yang berkhasiat memulihkan fungsi
gangguan neuro-transmitter (sinyal penghantar saraf) di susunan
saraf pusat otak (limbic sistem). Terapi psikofarmaka yang sering
di pakai adalah obat anti cemas (anxiolytic). Yaitu seperti
diazepam, clobazam, bromazepam, lorazepam, buspirone HCL,
meprobamate dam alprazolam.

3. Terapi somatik
Gejala atau keluhan fisik (somatik) sering dijumpai sebagai
gejala ikutan atau akibat dari kecemasan yang
berkepanjangan.Untuk menghilangkan keluhan-keluhan somatik
(fisik) itu dapat di berikan obat-obatan yang di tunjukkan pada
organ tubuh yang besangkutan.
4. Psikoterapi
Psikoterapi di berikan tergantung dari kebutuhan individu
antara lain :
a) Psikoterapi suportif, untuk memberikan motivasi, semangat
dan dorongan agar pasien yang bersangkutan tidak merasa
putus asa dan diberi keyakinan dan percaya diri.
b) Psikoterapi re-edukatif , memberikan pendidikan ulang dan
koreksi bila di nilai bahwa tidak mampuan mengatasi
kecemasan.
c) Psikoterapi re-konstruktif, untuk di maksudkan memperbaiki
kembali (re-kontruksi) kepribadian yang telah mengalami
goncangan akibat stressor
d) Psikoterapi kognitif, untuk memulihkan fungsi kognitif pasien,
yaitu kemampuan untuk berfikir secara rasional, konsentrasi
dan daya ingat.
e) Psikoterapi psiko-dinamik, untuk menganalisa dan
menguraikan proses dinamika kejiwaan yang dapat
menjelaskan kenapa seseorang tidak mampu menghadapi
stressor psikososial sehingga mengalami kecemasan.
f) Psikoterapi keluarga, untuk memperbaiki hubungan
kekeluargaan, agar factor keluarga tidak lagi menjadi factor
penyebab dan factor keluarga dapat di jadikan sebagai factor
pendukung.

5. Terapi psikoreligius
Untuk meningkatkan keimanan seseorang yang erat
hubungannya dengan kekebalan dan daya tahan dalam menghadapi
berbagai problem kehidupan yang merupakan steressor
psikososial.
g. Komplikasi
1) Depresi
2) Somatoform
3) Skizofrenia hibufrenik
4) Skizofrenia simplek

B. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN


1. Pengkajian keperawatan
a) Pengkajian keperawatan pada pasien dengan ansietas menurut
(Stuart,2007) yaitu:
Identitas klien
1) Inisial : ansietas lebih rentan terjadi pada wanita dari pada laki-
laki, karena wanita lebih mudah stres di bandingkan pria
2) Umur : toddler-lansia
3) Pekerjaan : pekerjaan yang mempunyai tingkat stressor yang besar.
4) Pendidikan : orang yang mempunyai tingkat pendidikan yang
rendah lebih rentan mengalami ansietas

b) Alasan masuk
Sesuai diagnose awal klien ketika pertama kali masuk rumah sakit.

c) Faktor predisposisi
1) Dalam pandangan psikoanalitis, ansietas adalah konplik emosional
yang terjadi antara dua elemen kepribadian : ide dan super ego.
2) Menurut pandangan interpersonal, ansietas timbul dari perasaan
takut terhadap ketidaksetujuan dan penolakan interpersonal.
Ansietas juga berhubungan dengan perkembangan trauma, seperti
perpisahan dan kehilangan, yang menimbulkan ketentanan tertentu
3) Menurut pandangan prilaku, ansietas merupakan produk prustasi
yaitu segala sesuatu yang mengganggu kemampuan individu untuk
mencapai tujuan yang di inginkan.
4) Pengkajian keluarga menunjukkan bahwa gangguan ansietas
biasanya terjadi dalam keluarga. Gangguan ansietas juga tumpang
tindih antara gangguan ansietas dengan depresi

d) Fisik
Tanda vital :
TD : Meningkat, palpitasi,berdebar-debar bahkan sampai pingsan
Nadi : menurun
Suhu : normal (36-37 derajat celcius), ada juga yang mengalami
hipotermi tergantung respon individu dalam menangani ansietasnya
pernafasan : pernafasan, nafas pendek, dada sesak, nafas dangkal, rasa
tercekik terengah-engah
1) Ukur : TB dan BB : normal (tergantung pada klien).
2) Keluhan fisik : reflex, terkejut, mata berkedip-kedip, insomnia,
tremor, kaku, gelisah, wajah tegang, kelemahan umum, gerak
lambat, kaki goyah.
Selain itu juga dapat di kasi tentang respon psikologis terhadap
ansietas (Stuart,2007).

B1 : Nafas cepat, sesak nafas, tekanan pada dada,nafas dangkal,


pembengkakan pada tenggorokan, ter engah-engah.
B2 : Palpitasi, jantung berdebar, tekanan darah meningkat, terasa
ingin pingsan, pingsan, TD menurun , denyut nadi menurun
B3 : reflek meningkat, reaksi terkejut, mata berkedip-kedip,
insomnia, tremor, regiditas, gelisah,wajah tegang.
B4 : Tidak dapat menahan kencing, sering berkemih.
B5 : kehilangan nafsu makan, menolak makan, rasa tidak nyaman
pada abdomen, nyeri abdomen, mual, nyeri ulu hati.
B6: lemah.

e) Psikososial :
Konsep diri :
1) Gambaran diri : wajah tegang, mata berkedip-kedip, tremor,
gelisah, keringat berlebihan
2) Identitas : gangguan ini menyerang wanita dari pada
wanita serta terjadi pada seseorang yang bekerja dengan stressor
yang berat
3) Peran : menarik diri dan menghindar dalam keluarga,
kelompok, masyarakat.
4) Ideal diri : berkurangnya toleransi terhadap steres dan
kecendrungan kearah lokos eksternal dari keyakinan kontrol.
5) Harga diri : klien merasa harga dirinya rendah akibat
ketakutan yang tidak rasional terhadap obyek, aktivitas atau
kejadian tertentu

Hubungan sosial :
1) Orang yang berarti : keluarga
2) Peran serta dalam kegiatan kelompok atau masyarakat : kurang
berperan dalam kegiatan kelompok atau masyarakat serta menarik
diri dan menghindar dalam keluarga, kelompok, masyarakat.
3) Hambatan dalam berhubungan dengan orangt lain

Spiritual :
1) Nilai dan keyakinan
2) Kegiatan ibadah
f) Status mental :
1) Penampilan : pada orang yang mengalami ansietas berat dan
panik biasanya penampilannya tidak rapi
2) Pembicaraan : pembicaraan cepat dan banyak, gagap dan
kadang-kadang keras
3) Aktivitas motorik : lesu, tegang, gelisah,agitasi,dan tremor
4) Alam perasaan : sedih, putus asa, ketakutan dan khawatir
5) Afek : labil
6) Intraksi selama wawancara : tidak kooferatif, mudah tersinggung
dan mudah curiga, kontak mata kurang
7) Persepsi : berhalusinasi, lapang persepsi sangat sempit
dan tidak mampu menyelesaikan masalah
8) Proses fikir persevasi
9) Isi fikir : obsesi, pobiya dan depersonalisasi
10) Tingkat kesadaran : bingung dan tidak bisa berorientasi terhadap
waktu, tempat dan orang ( ansietas berat)
11) Memori : pada klien yang mengalami OCD (obsessive
compulsive disorder) akan terjadi gangguan daya ingat saat ini
bahkan sampai gangguan daya ingat jangka pendek
12) Tingkat konsentrasi dan berhitung : tidak mampu berkonsentrasi
13) Kemampuan penilaian : gangguan penilaian ringan
14) Daya titik diri : menyerahkan hal-hal di luar dirinya :
menyalahkan orang lain atau lingkungan yang menyebabkan
kondisi saat ini.

g) Kebutuhan persiapan pulang


1) Kemampuan klien memenuhi atau menyediakan kebutuhan
makanan, keamanaan, tempat tinggal, dan perawatan.
2) Kegiatan hidup sehari-hari
3) Kurang mandiri tergantung tingkat ansietas
4) Perawatan diri
5) Nutrisi
6) Tidur

h) Mekanisme koping
Adaptif (Ansietas ringan) dan maladaptif (ansietas sedang, berat
dan panik). Menurut Stuart (2007), individu menggunakan berbagai
mekanisme koping untuk mencoba mengatasinya, ketidakmampuan
mengatasi ansietas secara konstruktif merupakan penyebab utama
terjadinya prilaku patologis. Ansietas ringan sering di tanggulangi
tanpa pemikiran yang sadar, sedangkan ansietas berat dan sedang
menimbulkan dua jenis mekanisme koping :
1) Reaksi yang berorientasi pada tugas yaitu upaya yan g di sadari
dan berorientasi pada tindakan untuk memenuhi tuntunan situasi
stress secara realistis
2) Mekanisme pertahanan ego membantu mengatasi ansieetas ringan
dan sedang. Tetapi karena mekanisme tersebut berlangsung secara
relatif pada tingkat tidak sadar dan mencangkup penipuan diri dan
distorsi realitas, mekanisme ini dapat menjadi respon maladaktif
terhadap stres
i) Masalah psikososial dan lingkungan
1) Salah dengan lingkungan kelompok : klien kurang berperan dalam
kgiatan kelompok atau masyarakat serta menarik diri dan
menghindar dalam keluarga atau kelompok atau masyarakat
2) Masalah berhubungan dengan lingkungan : lingkungan dengan
tingkat stressor yang tinggi akan memicu timbulnya ansietas
3) Masalah dengan pendidikan : seseorang yang pernah gagal dalam
menempuhb pendidikan, tidak ada bianya untuk melanjutkan ke
jenjang pendidikan berikutnya.
4) Masalah dengan pekerjaan : mengalami PHK , target tidak tecapai
5) Masalah dalam perumahan : pasien kehilangan tempat tinggalnya
karena bencana alam, penggusuran dan kebakaran
6) Masalah ekonomi : pasien tidak mempunyai kemampuan pinan sial
dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari dan keluarganya
7) Masalah dalam pelayanan kesehatan : kurang percaya dengan
petugas kesehatan

j) Pengetahuan kurang
Pasien kurang mempunyai pengetahuan tentang factor presifitasi
koping, obat-obatan, dan masalah lain tentang ansietas

k) Aspek medik
Diagnosa medik :
1) Adanya perasaan cemas atau khawatir yang tidak realistis terhadap
dua atau lebih hal yang di persepsi sebagai ancaman perasaan ini
menyebabkan individu tidak mampu istirahat dengan tenang (
inability tu rileks)
2) Terdapat paling sedikit 6 dari 18 gejala-gejala berikut ketegangan
motoric :
a) Kedutan otot atau rasa gemetar
b) Otot tegang, kaku, pegelinu.
c) Tidak bisa diam
d) Mudah menjadi lelah
Hiperaktifitas otonomik :
a) Nafas pendek atau rasa berat
b) Jantung berdebar-debar
c) Telapak tangan terasa dingin
d) Mulut kering
e) Kepala pusing atau rasa melayang
f) Mual, diare, perut tidak enak
g) Muka panas atau badan menggigil
h) Buang air kecil lebih sering
i) Sukar menelan atau rasa tersumbat
Kewaspadaan berlebihan dan penangkapan berkurang
a) Perasaan jadi peka atau mudah ngilu
b) Mudah terkejut atau kaget
c) Sulit konsentrasi fikiran
d) Susah tidur
e) Mudah tersinggung
3) Hendaknya dalam fungsi kehidupan sehari-hari, bermanifestasi
dalam gejala : penurunan kemampuan bekerja,hubungan sosial dan
melakukan kegiatan rutin

2. Masaalah keperawatan
a. Ansietas
Masalah dan data yang perlu di kaji
Masalah keperawatan Data yang perlu di kaji
Ansietas Ds:
1. pasien menganggap dirinya
mudah gelisah dan tidak berdaya
2. pasien mengatakan takut dan
cemas
3. pasien mengatakan susah tidur
Do :
1. pasien terlihat sering melamun
dan murung
2. pasien cendrung menyalahkan
orang lain
3. Diagnosa keperawatan
Ansietas
1. Diagnosa keperawatan 1
A. Rencana tujuan
1) Anxiety selt-control
2) Anxiety level
3) Coping
B. Kriteria hasil
1) Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala
cemas.
2) Mengidentifikasi mengungkapkandan menunjukan teknik untuk
mengotrol cemas
3) Vital sign dalam batas normal.
4) Postur tubuh dan tinkat aktivitas menunjukan berkurangnya
kecemasan

4. Implementasi
Implementasi merupakan pengelolaan dan perwujudan dari rencana
keperawatan yang telah di susun pada tahap perencanaan. Fokus intervensi
pada pasien dengan respons ansietas menurut tingkatnya yaitu :
a. Intervensi dalam ansietas tingkat berat dan panic
b. Prioritas tertinggi dari tujuan keperawatan haru di tunjukkan untuk
menurunkan ansietas tingkat berat atau panic pasien dan intervensi
keperawatan yang berhubungan harus suportif dan protektif
c. Intervensi dalam ansietas tingkat sedang
d. Saat ansietas pasien menurun sampai tingkat ringan atau sedang perawat
dapat meng ngimformasikan intervensi keperawatan edukatif atau
berorientasi pada pasien
e. Intervensi ini melibatkan pasien dalam proses pemecahan masalah
5. Evaluasi
Evaluasi adalah proses berkelanjutan untuk menilai efek dari tindakan
keperawatan pada pasien. Evaluasi ini harus dilakukan terus menerus pada
respons ansietas pada pasien terhadap tindakan keperawatan yang telah di
laksanakan. Hal-hal yang perlu di evaluasi meliputi :
a. Apakah ancaman pada integritas fisik atau system dari pasien berkurang
dalam sifat,jumlah asal atau waktunya?
b. Apakah prilaku pasien mencerminkan ansientas tingkat ringan atau tingkat
yg lebih berat?
c. Apakah sumber koping pasien telah di kaji dan di kerahkan dengan
adekuat?
d. Apakah pasiennya mengenali ansietasnya sendiri dan mempunyai
pandangan terhadap perasaan tersebut?
e. Apakah pasien menggunakan respon koping adaptif?
f. Sudahkah pasien belajar strstegi adaptif baru untuk mengurangi
kecemasannya?
g. Apakah pasien menggunakan ansietas ringan untuk meningkatkan
pertumbuhan dan perubahan personal?
WOC
DAFTAR PUSTAKA

Carpenito. Lynda Juall. 1998. Diagnosa Keperawatan edisi 6. Jakarta.


Jakarta. EGC

Asmadi.(2008).Konsep dasar keperawatan.Jakarta:EGC

Direja surya, herman ade. 2011.buku Ajar Asuhan Keperawatan Jiwa


Yogyakarta:Nuhu Medika

Erna cahyani.2016.Laporan Pendahuluan dan Strategi Pelaksanaan


Ansietas.(online.Available) From:

Hawari,Dadang.(2008).menajement Stres Cemas dan Depresi.jakarta :FK


Universitas Indonesia

Nanda Internasional 2015.Diagnosis keperawatan 2012-2014.ECG : Jakarta

Nuriinaya Mumammad Toba 2012 Laporan Pendahuluan Ansietas


Jiwa.(online.available).From : https://www.scribd.com/doc/148768349/L-
Ansietas-Jiwa. Diakses pada Kamis, 27 November 2017 pukul 15.00

Stuart,G.W.2007.Buku Saku Keperawatan Jiwa.Edisi 5.jakarta.EGC

Videbeck,Sheila I.(2008) Buku Ajar Keperawatan Jiwa,Jakarta:EGC