Anda di halaman 1dari 5

anesmg

This WordPress.com site is the bee's knees

TABLET FE (ZAT BESI)

10 MEI 2014 ANESMG

    
(https://anesmg.files.wordpress.com/2014/05/1019491620x310.jpg)

ZAT BESI (FE)

1. Pengertian Zat Besi (FE)

Zat besi adalah suatu suplemen panambah darah yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil guna mencegah
terjadinya anemia selama kehamilan. Zat besi merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat di dalam
tubuh manusia dan hewan, yaitu sebanyak 3-5 gram di dalam tubuh manusia dewasa.

1. Fungsi tablet besi

Zat besi merupakan mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Selain itu,
mineral ini juga berperan sebagai komponen untuk membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke
otot), kolagen (protein yang terdapat di tulang, tulang rawan, dan jaringan penyambung), serta enzim. Zat besi
juga berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh.

1. Tablet yang mengandung zat besi

Dewasa ini banyak jenis obat yang mengandung zat besi yang ditawarkan oleh tenaga kesehatan beberapa
contoh seperti etabion, sangobion, feroplek, farmobion.  

 
1. Kebutuhan atau dosis zat besi perhari

Kebutuhan atau dosis zat besi dari setiap tingkat umur dan jenis kelamin berbeda-beda. Wanita membutuhkan
zat besi lebih tinggi dari laki-laki karena terjadi menstruasi dengan perdarahan sebanyak 50 – 80 cc setiap bulan
dan kehilangan zat besis sebanyak 30 – 40 mgr. Dosis yang dianjurkan untuk diminum adalah 1 x 1 tablet perhari
sesuai dosis yang dianjurkan. Tetapi apabila terjadi anemia berat dosis bisa dinaikkan menjadi 2 x 1 tablet yang
di minum. Angka kecukupan zat besi yang dianjurkan untuk Indonesi sebagai berikut:

Bayi                          : 3-5 mg
Balita                                    : 8-9 mg
Anak sekolah                        : 10 mg
Remaja laki-laki                    : 14-17 mg
Remaja perempuan   : 14-25 mg
Dewasa laki-laki                   : 13 mg
Dewasa perempuan   : 14-26 mg
Ibu hamil                               : + 20 mg
Ibu menyusui                        : + 2 mg

1. Kebutuhan atau dosis zat besi selama hamil

(https://anesmg.files.wordpress.com/2014/05/kehamilan.jpg)

Saat hamil kebutuhan zat besi sangat meningkat. Beberapa literatur mengatakan kebutuhan tersebut mencapai
dua kali lipat dari kebutuhan sebelum hamil. Dari jumlah zat besi yang perlu ditimbun oleh tubuh untuk
persediaan cadangan zat besi yaitu 1040 mg, ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi zat besi minimal 90
tablet selama hamil. Namun, bukan berarti selama hamil ibu hanya mengkonsumsi selama tiga bulan usia
kehamilan namun itu adalah nilai minimal. Hal ini terjadi karena selama hamil, volume darah meningkat
sampai 50%, sehingga perlu lebih banyak zat besi untuk membentuk hemoglobin. Selain itu, pertumbuhan janin
dan plasenta yang sangat pesat juga memerlukan banyak zat besi.

Kebutuhan zat besi pada wanita hamil rata-rata mendekati 800 mg. Kebutuhan ini terdorong dari sekitar 300 mg
diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi diperlukan untuk meningkatkan masa hemoglobin
maternal. Kurang lebih 200 mg akan diekskresikan lewat usus, urin, dan kulit. Makanan ibu hamil setiap 100
kalori akan menghasilkan sekitar 8 – 10 mg zat besi. Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan
menghasilkan sekitar 20 – 25 mg zat besi perhari. Selama hamil dengan perhitungan 288hari, ibu hamil akan
menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil.

Sumber lain mengatakan, kebutuhan ibu hamil akan meningkat (untuk pembentukan plasenta dan sel darh
merah) sebesar 200 – 300%. Perkiraan besar zat besi yang perlu ditimbun selama hamil ialah 1040 mg. Dari
jumlah ini, 200 mg Fe tertahan oleh tubuh ketika melahirkan dan 840 mg sisanya hilang. Sebanyak 300 mg Fe
ditransfer ke janin, dengan 50 – 75 mg untuk pembentukan plasenta, 450 mg untuk menambah jumlah darah
merah, dan 200 mg lenyap ketika melahirkan.

Besarnya angka kejadian anemia ibu hamil pada trimester I kehamilan adalah 20%, trimester II sebesar 70%, dan
trimester III 70%. Hal ini disebabkan karena pada trimester pertama kehamilan, zat besi yang dibutuhkan sedikit
karena tidak terjadi menstruasi dan perumbuhan janin masih lambat. Menginjak trimester II dan III, volume
darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35% ini sebanding dengan 450 mg zat besi untuk
memproduksi sel-sel darah merah. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak utnuk janin.
Sedangkan saat melahirkan perlu tambahan besi 300 – 350 mg akibat proses melahirkan yang mengeluarkan
darah banyak. Sampai saat melahirkan wanita, hamil butuh zat besi sekitar 40 mg perhari atau dua kali lipat
kebutuhan kondisi tidak hamil.
 

1. Waktu minum tablet zat besi

Waktu yang tepat untuk minum tablet zat besi adalah pada malam hari menjelang tidur, hal ini untuk
mengurangi rasa mual yang timbul setelah ibu meminumnya. Jika ibu meminum tablet besi pada pagi hari maka
ibu akan mual muntah karena salah satu efenya menimbulkan rasa eneg (rasa tidak enak pada perut).

1. Cara minum tablet zat besi

Tablet besi sebaiknya diminum dengan menggunakan air jeruk atau air putih, karena membentu proses
penyerapan zat besi. Dan hindari minum tablet zat besi dengan menggunakan air teh, susu dan kopi, karena
akan menghambat proses penyerapan absorpsi zat besi.

1. Efek samping tablet zat besi

Efek samping dari pil atau tablet tambah darah ini adalah kadang dapat terjadi mual, muntah, perut tidak enak,
susah buang besar, tinja berwarna hitam, namun hal ini tidak berbahaya.

1. Bahan makanan yang mengandung zat besi

Sumber zat besi baik adalah makanan hewani seperti daging, ayam, dan ikan. Sumber baik lainnya adalah telur,
sereal tumbuk, kacang-kacangan, sayuran hijau dan beberapa jenis buah. Pada umumnya zat besi di dalam
daging, ayam dan ikan mempunyai ketersediaan biologik tinggi, zat besi di dalam serealia dan kacang-kacangan
mempunyai ketersediaan biologik sedang, dan zat besi di dalam sebagian besar sayuran, terutama yang
mengandung asam oksalat tinggi, seperti bayam mempunyai ketersediaan biologik rendah. Sebaiknya
diperhatikan kombinasi makanan sehari-hari, yang terdiri atas campuran sumber besi dari hewani dan tumbuh-
tumbuhan serta sumber gizi lain yang dapat membantu absorpsi. Menu makanan sebaiknya terdiri ats nasi,
daging/ayam/ikan, kacang-kacangan, serta sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C. Kandungan besi
beberapa bahan makanan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Nilai besi berbagai bahan makanan (mg/100gram)

Bahan Makanan Nilai Fe Bahan Makanan Nilai


Fe

Tempe kacang kedelai 100 Biskuit 2,7


murni

Kacang kedelai kering 8,0 Jagung kuning, pipil 2,4


lama

Kacang hijau 6,7 Roti putih 1,5

Kacang merah 5,0 Beras setengah giling 1,2

Kelapa tua, daging 2,0 Kentang 0,7

Udang segar 8,0 Daun kacang panjang 6,2

Hati sapi 6,6 Bayam 3,9

Daging sapi 2,8 Sawi 2,9


Telur bebek 2,8 Daun katuk 2,7

Telur ayam 2,7 Kangkung 2,5

Ikan segar 2,0 Daun singkong 2,0

Ayam 1,5 Pisang ambon 0,5

Gula kelapa 2,8 Keju 1,5

1. Bahan makanan yang membantu penyerapan zat besi

Bahan makanan yang membantu penyerapan zat besi adalah jenis makanan atau minuman yang mengandung
vitamin C yang tinggi, sayuran yang berwarna hijau, kentang dan makanan yang mengandung B12 seperti hati,
telur, ikan, keju, dan daging.

1. Bahan makanan yang menghambat proses penyerapan zat besi

Sebaiknya menghindari minum yang mengandung cafein (kopi), theofilin (teh), susu, bromeni (coklat), kokain
(ganja), minuman bersoda pada saat mengkonsumsi zat besi karena akan menghambat penyerapan zat besi di
dalam tubuh, disarankan untuk tidak meminumnya setelah makan. Minum teh, kopi, susu, minuman bersoda
setelah makan dapat menghambat penyerapan zat besi sebanyak 80%. Padahal zat besi sangat dibutuhkan oleh
tubuh.

1. Cara mengolah makanan dengan benar

Cara memasak sayuran secara benar agar tetap mendapatkan manfaat kesehatan dari makanan yang dimasak
adalah sebagai berikut:

1. Mencuci sayur sebelum dipotong


2. Mencuci dengan air mengalir, hal ini agar bakteri atau kuman yang menempel tidak kembali lagi ke sayuran.
3. Mencuci sayur jangan terlalu lama, terlalu lama mencuci sayur atau meremas-remas sayur hingga layu bukan
berarti sayur tersebut menjadi bersih, namun justru kandungan yang terdapat dalam sayuran tersebut
hilang.
4. Mencuci sayur sama halnya dengan mencuci beras, mencuci beras sebaiknya dilakukan maksimal tiga kali
cuci agar kandungan gizinya tidak hilang.
5. Jangan terlalu lama memasak sayur, karena semakin lama dipanaskan maka nutrisi didalamnya akan
tebuang percuma.
6. Metode memasak yang paling dianjurkan adalah dengan mengukus. Tetapi kalau kita terpaksa harus
menumisnya, pastikan minyak yang digunakan tidak banyak dan jangan biarkan sayur dimasak dengan
wajan terlalu lama. Sebab minyak sangat cepat membuat wajan panas yang kemudian melumatkan nutrisi
dalam sayur.
7. Untuk sayuran dengan lapisan kulti yang dapat dimakan, sebaiknya tidak perlu dikupas. Sebab didalam kulit
itulah terdapat phytocemical paling banyak.
8. Sayur yang sudah dimasak, usahakan tidak dipanaskan berkali-kali. Jika memang terpaksa, satu kali
pemanasan adalah yang disarankan. Karena, semakin sering sayur bersentuhan dengan panas, enzim-enzim
dalam sayur akan hilang. Padahal enzim inilah yang diperlukan tubuh untuk memperlancar proses
pencernaan.
9. Jika kuah sayur yang kita masak masih tersisa kreasikan untuk diolah menjadi sup, agar nutrisi dan mineral
yang larut dalam air tersebut dapat kita manfaatkan.

Terakhir jangan lupa menutup masakan ketika memasak agar vitamin yang ada dalam sayuran yang dimasak
tidak hilang bersama uap sayur.
ADVERTISEMENT
Iklan

Report this ad

Report this ad

BUAT SITUS WEB ATAU BLOG GRATIS DI WORDPRESS.COM.