Anda di halaman 1dari 12

Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

PENGARUH PELATIHAN PERENCANAAN DIRI TERHADAP ORIENTASI


MASA DEPAN REMAJA DI PANTI ASUHAN KABUPATEN CIANJUR

Efri Widianti*Imas Rafiyah*Aat Sriati**

ABSTRAK
Pembentukan orientasi masa depan pada setiap individu berhubungan
dengan apa yang dialami individu dalam lingkungannya. Remaja yatim piatu
yang tidak memiliki orang tua (ayah dan ibu) dan tinggal di panti asuhan tidak
merasakan fungsi keluarga sebagai sense of cohesion, model kemampuan
adaptasi dan penyedia jaringan komunikasi karena fungsi itu tidak sepenuhnya
dapat digantikan oleh peergroup atau struktur social yang lain sepanjang
kehidupannya. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen.
Pengumpulan data penelitian dengan menggunaan kuesioner Orientasi Masa
Depan Bidang Pendidikan dan Pekerjaan. Sampel penelitian adalah remaja yang
tinggal di Panti Asuhan Aisyiyah Kabupaten Cianjur usia 13-18 tahun, berjumlah
30 orang. Hasil penelitian adalah, bidang pendidikan mengalami perubahan yang
signifikan dengan nilai z hitung (-2,272) lebih kecil daripada Z tabel 0,05 (1,64)
sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perubahan yang signifikan
setelah diberi perlakuan. Selain itu, besarnya p value = 0,023 yang nilainya lebih
kecil dari α = 0,05. Ini berarti penelitian ini adalah signifikan. Maka pelatihan
orientasi masa depan mempengaruhi perilaku, sikap, dan pengetahuan remaja
mengenai masa depan.

Kata kunci : orientasi masa depan, perencanaan diri, remaja

ABSTRACT
Individual future personal orientation development related to individual
life experience and the surrounding environtment. Orphan tennagers who live in
orphanage facilities do not experience the affection from parent compare if they
live with their parents due to the function of the family as model for adaptation
and support, for some extened can not be fullfill by the others including their
peers. This research used quasi experiment. Data were collected using
questionaire of the individual future personal orientation with consist of
educational and work domains. The respondents were teenagers who lived in
Aisyiah orphanage house Kabupaten Cianjur age between 13–18 tahun, the
sample size was 30. The study results showed that there was a significant
relation between educational domain after intervention with p = 0,023. It can be
concluded that future personal orientation training influence behavior and the
attitude of the teenager about their future.

Keywords : future orientation, self planning, teenagers

PENDAHULUAN masyarakat. Dalam tahapan


Remaja merupakan elemen perkembangan psikososial yang
penting dalam masyarakat, karena dikemukakan Erikson, dinyatakan
remaja adalah calon orang–orang bahwa tugas utama yang dihadapi
dewasa yang kelak memegang remaja adalah membentuk identitas
peranan penting dalam membangun personal yang stabil, kesadaran yang

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 27


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

meliputi perubahan dalam Dalam menentukan orientasi


pengalaman dan peran yang mereka masa depan, keluarga (orangtua)
miliki, dan memungkinkan mereka mempunyai peran yang sangat
untuk menjembatani masa kanak- besar. Menurut Gerald (1983),
kanak yang telah mereka lewati dan keluarga menyediakan 3 fungsi
masa dewasa yang akan mereka dasar sebelum, selama dan setelah
masuki (Stevens-Long & Cobb, masa remaja. 3 fungsi ini tidak
1983). Hal di atas sangat terkait erat sepenuhnya dapat digantikan oleh
dengan orientasi masa depan peergroups / struktur sosial yang
remaja. Dan di antara orientasi masa lain sepanjang hidup. 3 fungsi
depan yang mulai diperhatikan pada tersebut adalah:
usia remaja lebih terfokuskan dalam 1. Keluarga menyediakan ‘sense of
bidang pendidikan.Hal ini dinyatakan cohesion’
oleh Eccles (dalam Santrock, 2004), Kohesi ini atau ikatan emosi
dimana usia remaja merupakan usia membuat kondisi untuk
kritis karena remaja mulai identifikasi dengan kelompok
memikirkan tentang prestasi yang dasar yang utama dan
dihasilkannya, dan prestasi ini terkait meningkat secara emosional,
dengan bidang akademis mereka. intelektual dan kedekatan fisik
Suatu prestasi dalam bidang 2. Keluarga menyediakan model
akademis menjadi hal yang serius kemampuan adaptasi.
untuk diperhatikan, bahkan mereka Keluarga mengilustrasikan
sudah mampu membuat perkiraan melalui fungsi dasar bagaimana
kesuksesan dan kegagalan mereka sebuah struktur kekuatan dapat
ketika mereka memasuki usia berubah, bagaimana peran
dewasa (Santrock, 2001). hubungan dapat berkembang
Penelitian yang dilakukan dan bagaimana peraturan
Bandura (dalam Santrock, 2001) hubungan dapat terbentuk.
terkait dengan prestasi remaja, Remaja yang memiliki
diketahui kalau prestasi seorang pengalaman tipe keluarga yang
remaja akan meningkat bila mereka rigid (rendah tingkat
membuat suatu tujuan yang spesifik, adaptasinya) cenderung
baik tujuan jangka panjang maupun terinternalisasi gaya interaksi
jangka pendek. Selain itu, remaja yang rigid. Sebaliknya, terlalu
juga harus membuat perencanaan banyak kemampuan adaptasi
untuk mencapai tujuan yang telah dapat membuat gaya
dibuat. Dalam proses pencapaian ‘chaotic’.
tujuan, remaja juga harus Keseimbangan penting untuk
memperhatikan kemajuan yang fungsi ini, hal yang sama juga
mereka capai, dimana remaja dengan kohesi.
diharapkan melakukan evaluasi 3. Keluarga menyediakan sebuah
terhadap tujuan, rencana, serta jaringan komunikasi.
kemajuan yang telah mereka capai Melalui pengalaman dimana
(Santrock, 2001), sehingga dapat individu belajar seni dari
dikatakan kalau orientasi masa pembicaraan, interaksi,
depan yang dimiliki remaja akan mendengarkan dan negosiasi.
lebih terkait dengan bidang Berdasarkan hal-hal di atas, anak
pendidikan. remaja yatim piatu yang tidak
memiliki orang tua (ayah dan ibu)

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 28


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

dan tinggal di panti asuhan tidak di panti asuhan Aisyiyah dalam


merasakan ketiga fungsi keluarga di bidang pendidikan dan pekerjaan
atas karena fungsi itu tidak serta terdapat sub-sub variabel
sepenuhnya dapat digantikan oleh yaitu: motivasi, planning, dan
peergroup atau struktur sosial yang evaluasi.
lain sepanjang kehidupannya. H0 :Tidak ada pengaruh
Sistem asrama di panti pelatihan terhadap
asuhan pun dianggap kurang sesuai orientasi masa depan
untuk pertumbuhan/perkembangan remaja di bidang
anak-anak. Sehingga hal tersebut pendidikan dan pekerjaan.
dapat menimbulkan rasa minder H1 : Ada pengaruh pelatihan
terhadap keadaan dirinya yang tidak terhadap orientasi masa
seperti teman sebayanya, hal ini depan remaja di bidang
dapat mempengaruhi kemampuan pendidikan dan pekerjaan.
pemecahan masalah pada diri Populasi dalam penelitian yang akan
remaja dan kejelasan orientasi masa dilakukan ini adalah seluruh remaja
depan remaja. Tujuan umum dari (13-18 tahun) yang tinggal di panti
penelitian ini adalah mengetahui asuhan Aisyiyah yang berjumlah 30
pengaruh pelatihan perencanaan diri orang. Pengambilan sampel
remaja di bidang pendidikan dan dilakukan dengan cara total
pekerjaan di Panti Asuhan Yatim sampling. Sehingga jumlah sampel
Aisyiyah. adalah seluruh remaja (30 orang),
yaitu remaja yang berusia 13-18
METODE PENELITIAN tahun yang tinggal di panti asuhan
Dalam penelitian ini peneliti Aisyiyah yang bersedia untuk di
menggunakan jenis penelitian quasi jadikan responden. Kuesioner
experiment. Pengambilan data orientasi masa depan dalam bidang
dilakukan sebelum dan setelah pendidikan dirancang oleh Jary Erick
perlakuan tertentu tanpa Nurmi tahun 1991 dan
menggunakan variabel kontrol. Pada diterjemahkan ke bahasa Indonesia
penelitian ini desain quasi oleh Dr. Hanna Wijaya tahun 1992.
eksperiment yang dipakai adalah Kuesioner ini kemudian diadaptasi
one group pre and post test design oleh Meiliyani tahun 1996 dan
yaitu observasi dilakukan sebelum digunakan kembali oleh Erlina pada
eksperimen dan sesudah 30 orang siswa SMA Negeri 1 Banda
eksperimen. Pengukuran orientasi Aceh dengan tingkat reliabilitas
masa depan yang dilakukan sebelum dapat diandalkan sebesar 0,81,
tindakan pelatihan disebut O1 dan validitas dimensi motivasi 0,635,
pengukuran orientasi masa depan dimensi planning 0,874, dan
setelah diberikan pelatihan disebut dimensi evaluasi 0,679 (Erlina,
O2. Perbedaan antara O1 dan O2 2008). Kuesioner orientasi masa
yakni O2 – O1, diasumsikan sebagai depan bidang pendidikan juga telah
efek dari tindakan yang dilakukan dimodifikasi dalam bidang pekerjaan
(Arikunto, 2002). Dalam penelitian oleh Delima Eva Yanti pada 15 orang
ini variabel independen adalah remaja jalanan di Bandung dengan
pelaksanaan pelatihan orientasi tingkat reliabilitas dapat diandalkan
masa depan. Dalam penelitian ini 0,8553, validitas dimensi motivasi
yang menjadi variabel dependen 0,7384, planning 0,7471, dan
adalah orientasi masa depan remaja

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 29


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

dimensi evaluasi 0,6653 (Delima Eva harapan dan ketakutan remaja yang
Yanti, 2006). tinggal di panti asuhan, orientasi
masa depan bidang pendidikan dan
HASIL DAN PEMBAHASAN pekerjaan sebelum dan setelah
Uraian hasil penelitian akan pelatihan.
terbagi ke dalam tiga subbab, yaitu

Diagram 1 Harapan Subjek di Masa Depan dan Perkiraan Usia


Terwujudnya

40

35
s ebelum pelatihan
30
s et elah pelatihan
25

20

15

10

Harapan semua subjek terpusat keluarga dan bangsa sebelum


pada pekerjaan dan pendidikan. pelatihan 6 % dan setelah pelatihan
Remaja sebelum diberi pelatihan 12,12 %, membantu sesama
belum banyak yang bisa manusia dan negara sebelum
menentukan dan merencanakan pelatihan 0 % dan setelah pelatihan
cita-citanya di masa depan, setelah 6 %.
pelatihan remaja yang tinggal di Remaja lebih memikirkan
panti asuhan mulai bisa men masalah pendidikan dan pekerjaan
entukan dan mewujudkan cita- di masa depan dibandingkan dengan
citanya di masa depan. Harapan di masalah-masalah yang lainnya. Hal
bidang pendidikan sebelum pelatihan ini terlihat pada diagram yang
yaitu melanjutkan sekolah (24,24 %) menunjukkan data lebih signifikan
setelah pelatihan 45,45 %, kuliah di pada bidang pendidikan dan
jurusan yang sudah dipilih sebelum pekerjaan yang lebih difikirkan oleh
pelatihan 0 % dan setelah pelatihan remaja.
6 %, dan kuliah belum dapat Selain harapan, ketakutan di
memilih jurusan yang diminati masa depan juga membayangi
sebelum pelatihan 3 % dan setelah sebagian besar subjek. Munculnya
pelatihan 15,15 %. ketakutan sejak dini memberikan
Selain pendidikan dan gambaran hambatan di masa depan
pekerjaan, harapan remaja juga yang harus diantisipasi dan dicari
berkembang dalam hal pernikahan, penyelesaian masalahnya melalui
keyakinan, dan altruisasi diri. penyusunan rencana yang sesuai
Harapan menjadi orang sukses bagi untuk mencapai tujuannya di masa
depan mulai saat ini.

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 30


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

Diagram 2 Ketakutan Remaja di Masa Depan beserta Perkiraan Usia


Terjadinya

60

50

40 sebelum pelatihan

30 setelah pelatihan

20

10

Sebagian besar ketakutan semua tidak terlalu signifikan, peneliti


subjek berada pada pendidikan dan melihat adanya kecenderungan
pekerjaan. Di bidang pendidikan bahwa remaja lebih memikirkan
ketakutan banyak pada remaja harapan dan ketakutan dalam
setelah mengikuti pelatihan. Pada bidang pendidikan dan pekerjaan ,
bidang pekerjaan remaja banyak ini terlihat bahwa jumlah remaja
yang ketakutan sebelum pelatihan yang menuliskan harapan dan
dan berkurang jumlahnya setelah ketakutannya di bidang pendidikan
pelatihan. dan pekerjaan lebih banyak.
Sebelum pelatihan bidang
pendidikan walaupun jumlahnya

Orientasi Masa Depan Bidang Pendidikan dan Pekerjaan Sebelum dan


Sesudah Pelatihan

(1) Bidang Pendidikan


Diagram 3 Orientasi masa depan bidang pendidikan sebelum dan
setelah pelatihan

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 31


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

(2) Bidang Pekerjaan


Diagram 4 Orientasi masa depan bidang pekerjaan sebelum dan
setelah pelatihan

Motivasi
(1) Bidang Pendidikan
Diagram 5 Orientasi masa depan dimensi motivasi bidang pendidikan
sebelum dan setelah pelatihan

(2) Bidang Pekerjaan


Diagram 6 Orientasi masa depan dimensi motivasi bidang pekerjaan
sebelum dan setelah pelatihan

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 32


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

Planning
(1) Bidang Pendidikan
Diagram 7 Orientasi masa depan dimensi planning bidang pendidikan
sebelum dan setelah pelatihan

(2) Bidang Pekerjaan


Diagram 8 Orientasi masa depan dimensi planning bidang pekerjaan
sebelum dan setelah pelatihan

Evaluasi
(1) Bidang Pendidikan
Diagram 9 Orientasi masa depan dimensi evaluasi bidang pendidikan
sebelum dan setelah pelatihan

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 33


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

(2) Bidang Pekerjaan


Diagram 10 Orientasi masa depan dimensi evaluasi bidang pekerjaan
sebelum dan setelah pelatihan

Perubahan Orientasi Masa berdampak pada orientasi masa


Depan Bidang Pendidikan dan depan mereka. Kondisi orientasi
Pekerjaan Sebelum dan Setelah masa depan ini dapat dilihat dari tiga
Pelatihan aspek yang membentuknya, yaitu
Setelah melakukan input dan analisa motivasi, planning dan evaluasi
data pada program SPSS 13, z (Nurmi, 1989; 1991).
hitung (-2,272) lebih kecil daripada Z Orang tua memiliki peran
tabel 0,05 (1,64) sehingga dapat signifikan dalam pembentukan
ditarik kesimpulan bahwa terdapat orientasi masa depan anak. Dalam
perubahan yang signifikan setelah kasus anak yatim piatu di panti
diberi perlakuan. Selain itu, besarnya asuhan, mereka harus menghadapi
alfa hitung adalah 0,023 yang suatu kondisi tercerabut dari orang
nilainya lebih kecil dari α = 0,05. Ini yang mereka cintai dengan
berarti penelitian ini adalah kehilangan orang tuanya. Hal
signifikan. Maka, H1 diterima; tersebut sedikit banyak menjadikan
menunjukkan bahwa ada perubahan mereka kehilangan figur orang tua
orientasi masa depan remaja yang yang berperan dalam pembentukan
tinggal di panti asuhan sebelum dan orientasi masa depan mereka. Hal ini
setelah pelatihan. (Perhitungan berpotensi mengganggu proses
terlampir) pencapaian tugas perkembangan
Gambaran harapan dan mereka di masa yang akan datang.
ketakutan pada remaja Di bidang pendidikan,
menunjukkan bahwa perhatian sebelum dilakukan pelatihan
mereka lebih banyak tertuju pada Perencanaan Diri remaja memiliki
pendidikan dan pekerjaan di motivasi yang sedang, planning yang
bandingkan bidang lainnya, seperti cukup terarah, dan evaluasi yang
halnya hasil penelitian-penelitian ragu-ragu. Namun, setelah diberikan
sebelumnya pada remaja. Pada Pelatihan Diri remaja memiliki
remaja setelah pelatihan hambatan motivasi yang tinggi, planning yang
dan ketakutan lebih sedikit terarah, dan evaluasi yang positif.
dibandingkan dengan sebelum Hal diatas dapat dijelaskan
pelatihan. Hal ini berarti kondisi melalui interaksi self-schemata
remaja yang tinggal di panti asuhan dengan konteks sosial pada subjek.

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 34


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

Lingkungan rumah tahanan tidak Pada dimensi evaluasi remaja


mendukung interaksi yang optimal yang tinggal di panti asuhan
dengan orang tua, sedangkan secara sebelum diberikan pelatihan terlihat
konseptual individu yang mendapat ragu-ragu, hal ini dikarenakan
bantuan dan dukungan dari orang mereka masih memikirkan apakah
tuanya dalam pengambilan hal-hal yang mereka rencanakan
keputusan akan membuat individu dapat tercapai dengan kondisi
tersebut lebih percaya diri dengan mereka yang telah kehilangan orang
kemampuannya, lebih memiliki tua. Walaupun demikian, secara
harapan, lebih optimis memandang konseptual evaluasi terhadap
masa depan, dan memiliki orientasi keberhasilan di masa lalu dapat
masa depan yang lebih jelas diterapkan dalam pemikiran subjek
(Rosentral & Jacobsaon, 1968; terhadap masa depan (Weiner, 1985
Lewin & Wang, 1983). dalam Nurmi, 1991).
Pada dimensi motivasi, Di bidang pekerjaan, remaja
remaja yang tinggal di panti asuhan yang tinggal di panti asuhan
mengalami perubahan. Hal ini sebelum diberi pelatihan memiliki
dikarenakan remaja yang tinggal di orientasi masa depan yang cukup
panti asuhan memiliki motivasi ingin jelas, setelah pelatihan menjadi
memperbaiki kondisi ekonomi dan jelas. Kekurangjelasan orientasi
menjadi orang yang sukses, hal ini masa depan remaja yang tinggal di
juga didorong oleh kesadaran akan panti asuhan di bidang pekerjaan
pentingnya pendidikan dan terbentuk dari planning yang
pentingnya tujuan pendidikan sejak kurang terarah. Pada bidang
saat ini. Mereka menyadari tujuan pekerjaan, dimensi motivasi dan
pendidikan sebagai pedoman untuk evaluasi tidak mengalami
menyiapkan dan menjalankan perubahan. Pada dimensi motivasi
perencanaan. Kesadaran ini remaja yang tinggal di panti asuhan
merupakan antisipasi untuk memiliki motivasi yang tinggi.
pendidikan di masa depan sehingga Pada dimensi evaluasi remaja yang
mereka mulai sering memikirkan tinggal di panti asuhan memiliki
tujuan pendidikan dan terdorong evaluasi yang positif.
untuk mencapai tujuan pendidikan. Pekerjaan merupakan tugas
Pada dimensi planning perkembangan yang penting di masa
sebelum pelatihan remaja yang dewasa, sehingga semua subjek
tinggal di panti asuhan cukup sudah mengetahui jenis pekerjaan
terarah karena mereka memiliki yang diminati. Remaja yang tinggal
informasi yang terbatas terhadap di panti asuhan menyadari bahwa
pendidikan sehingga mereka pekerjaan menjamin terpenuhinya
bingung untuk merencanakan masa kebutuhan hidup di masa depan dan
depan mereka dibidang pendidikan. memungkinkan individu untuk
Terbatasnya informasi, mengembangkan potensi diri dan
pengetahuan, dan keterampilan memperoleh citra dari masyarakat.
tidak memungkinkan remaja dapat Tujuan yang masih jauh
menyusun dan melaksanakan menimbulkan dorongan dan
rencana untuk mencapai tujuan dan petunjuk yang kurang efektif
mengantisipasi masalah yang akan terhadap tingkah laku saat ini
terjadi. (Bandura, 1986) dan menurunkan
keterlibatan emosional untuk

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 35


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

kejadian di masa depan (Ekman & berarti penelitian ini adalah


Lunberg, 1971). Mereka jarang signifikan. Maka, H1 diterima;
mencari informasi yang memadai menunjukkan bahwa ada perubahan
sehingga tujuan pekerjaan yang orientasi masa depan remaja yang
dimiliki belum mendorong subjek tinggal di panti asuhan sebelum dan
untuk menyusun dan melaksanakan setelah pelatihan.
rencana yang tepat menuju
pencapaian tujuan. SARAN
Orientasi masa depan remaja Bagi profesi keperawatan
yang tinggal di panti asuhan khususnya perawat jiwa komunitas
sebelum dan setelah pelatihan yang menangani kelompok khusus
menunjukkan perubahan yang remaja di panti asuhan diharapkan
signifikan. Hal ini menunjukkan dapat memberikan pelayanan
bahwa pelatihan orientasi masa kesehatan dalam bentuk konseling
depan dapat mengubah sikap, atau penyuluhan mengenai orientasi
perilaku, dan pengetahuan remaja masa depan sehingga remaja di
yang tinggal di panti asuhan. panti asuhan tidak putus asa
Pelatihan merupakan suatu kegiatan menghadapi masa depan dan selalu
yang bermaksud untuk memperbaiki merencanakan serta melaksanakan
dan mempertimbangkan sikap, masa depan yang telah
tingkah laku, keterampilan, dan direncanakan dan tetap optimis
pengetahuan individu sesuai dengan menghadapi kehidupan.
keinginan yang bersangkutan Sebaiknya hasil penelitian ini
(Nitisemito, 1988: 86; dalam dijadikan sebagai evaluasi bahwa
Joseph). remaja di panti asuhan masih
Secara konseptual, masa memiliki masa depan yang harus
remaja merupakan masa bagi terus diarahkan agar mereka
individu untuk mempersiapkan diri memiliki masa depan yang lebih
menuju kehidupan dewasa (Hurlock, baik. Selain itu penelitian ini juga
1980). Dalam masa ini, penting bagi dapat dijadikan program bagi panti
remaja untuk memperoleh asuhan untuk program penyuluhan.
pendidikan dan bimbingan yang
memadai sebelum menjalankan DAFTAR PUSTAKA
masa bekerja. Dengan demikian, jika Arikunto, S. 2002. Prosedur
tidak menjalankan pendidikan yang Penelitian: Suatu Pendekatan
memadai, remaja hanya dapat Praktek. Edisi IV. Jakarta.
memperoleh pekerjaan yang Rineka Cipta.
terbatas. Hurlock, E. B. 1998. Psikologi
Perkembangan: Suatu Proses
SIMPULAN Pendekatan Sepanjang
Setelah melakukan input dan Rentang Kehidupan. Edisi 5.
analisis data pada program SPSS 13, Jakarta. Penerbit Erlangga.
z hitung (-2,272) lebih kecil daripada Joseph, W. 1997. Training Needs
Z tabel 0,05 (1,64) sehingga dapat Assesment.. educational
ditarik kesimpulan bahwa terdapat Technology Publications :
perubahan yang signifikan setelah Englewood Cliffs.
diberi perlakuan. Selain itu, besarnya Mass General Hospital for Children is
alfa hitung adalah 0,023 yang a primery pediatric teaching
nilainya lebih kecil dari α = 0,05. Ini site for the Harvard Medical

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 36


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

School. 2009. Future Steinberg. 2002. Adolescence. 8th


Orientation. Massachusetts edition. New York. Mc Graw
General Hospital : 55 Fruit Hill.
Street : Boston, MA 02114 : Stuart, Gail W. 2006. Buku Saku
888-MGHfC4U (888-644- Keperawatan Jiwa. Jakarta :
3248). (diakses pada tanggal EGC.
1 Mei 2009) Sugiyono, Prof., Dr. 2007. Metode
Nurmi, J.E. 1989. Adolescent’s Penelitian Kuantitatif,
Orientation to the Future: Kualitatif, dan R&D.
Development of Interest and Bandung. Cv Alfabeta.
Plans, and related Atributions S Willis, Sofyan. Prof. DR. M.PD.
and Effect in the Life-Span 2008. Remaja & Masalahnya.
Context. Helsinki. The Finish Bandung. Alfabeta.
Society of Science and Tulus, Winarsunu. 2006. Statistika
Letters. dalam Penelitian Psikologi
Nurmi, J.E. 1989. Planning, dan Pendidikan. Malang:
motivation, and evaluation in UMM Press.
orientation to the future: A
latent structure analysis. * Penulis adalah Staf Edukatif
Helsinki. The Finish Society Bagian Keperawatan
of Science and Letters. Komunitas Fakultas Ilmu
Santrock, John W. 1998. Keperawatan Universitas
Adolescence. 7 th edition. Padjadjaran
Washington, DC. Mc Graw
Hill. ** Penulis adalah Staf Bagian
Skripsi Delima Eva Yanti, 2006. Studi Keperawatan Klinik Fakultas
Komparatif Orientasi Masa Ilmu Keperawatan
Depan Bidang pekerjaan Universitas Padjadjaran
Pada Remaja Jalanan yang
Tinggal Bersama dan Tidak
Tinggal Bersama Orang Tua.
Fakultas Psikologi Universitas
Padjadjaran.
Skripsi Erlina, 2008. Orientasi Masa
Depan Remaja Usia SLTA di
Banda Aceh. Fakultas
Psikologi Universitas
Padjadjaran.

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 37


Pengaruh Pelatihan Perencanaan Diri terhadap Orientasi Masa Depan Remaja

Volume 10 No. XIX Oktober 2008 – Februari 2009 Hal 38