Anda di halaman 1dari 18

PEDOMAN UPAYA KESEHATAN KERJA(UKK)

PUKESMAS MEDOKAN AYU SURABAYA

PEMERINTAH KOTA SURABAYA


DINAS KESEHATAN
UPTD. PUSKESMAS MEDOKAN AYU
Jl. Medokan Asri Utara IV/31 Tlp. (031) 8720080 Surabaya
Kata Pengantar

Ucapan syukur kepada Allah WT yang telah memberikan berkah dan rahmat-Nya
atas tersusunnya pedoman UKK ( Upaya Kesehatan Kerja ) puskesmas Medokan Ayu
Surabaya tahun 2016.

Dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja, melalui upaya pemanfaatan sumber


daya manusia secara optimal,sejak tahun 1985 telah dikembangkan Upaya Kesehatan Kerja
yang merupakan salah satu wujud pelayanan kesehatan terhadap masyarakat pekerja yang
dilaksanakan oleh Puskesmas

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 75Tahun 2014


tetang Pusat Kesehatan Masyarakat dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 46 Tahun 2015 tetang Akreditasi Puskesmas. Menindaklanjuti surat keputusan
tersebut maka Program UKK Puskesmas Medokan Ayu Menyusun Pedoman Pelaksanaan
UKK ( Upaya Kesehatan Kerja ) di Puskesmas sebagai acuan dalam melaksanakan
kegiatan program secara teratur dan terencana.

Diharapkan dengan adanya panduan ini dapat memberikan informasi secara utuh
kepada petugas yang melaksanakan kegiatan sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan
dengan lancar dan benar. Saya mengharapkan kritik dan saran yang positif dari semua
pihak dalam rangka perbaikan pedoman UKK ini.

Akhir kata saya mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribuasi dalam terbentuknya Buku panduan UKK Puskesmas Medokan Ayu pada
tahun 2016.

Surabaya, April 2016


Daftar isi

Halaman Sampul Depan....................................................................................... i

SK Pengesahan Pedoman.................................................................................... ii

Kata Pengantar...................................................................................................... iii

Daftar isi................................................................................................................ iv

Panduan Pengumpulan Data Dasar.....................................................................

Panduan Pemetaan Jenis Usaha.jumlah pekerja ...............................................

Panduan Pertemuan Sosialisasi lintas sektor...................................................

Panduan Pertemuan Musyawarah Pekerja .......................................................

Panduan Pelatihan kader Pos UKK....................................................................

Panduan Pelayanan di Pos UKK..........................................................................

Panduan Posbindu PTM.......................................................................................


Pendahuluan

Di era globalisasi yang telah diawali dengan Pasar bebas Asean Free Trade
Agreement ( AFTA ) 2003 dan Word Trade Organization ( WTO ) 2020 mendatang,
kesehatan dan keselamatan kerja ( k3 ) merupakan salah satu persyaratan yang ditetapkan
dalam hubungan ekonomi antar negara yang harus dipenuhi seluruh negara anggota
termasuk indonesia. Untuk dapat mewujudkan dan melindungi masyarakat pekerja
indonesia, pembangunan di bidang kesehatan telah menjabarkan melalui visi indonesia
sehat 2010 dan misinya yang menitik beratkan pada pemeliharaan dan peningkatan
pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan
meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.(buku
pedoman pelaksanaan UKK di puskesmas )

Upaya kesehatan kerja (UKK) merupakan salah satu kegiatan pokok puskesmas
dalam rangka memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja kepada
masyarakat pekerja di wilayah kerja puskesmas. Bentuk upaya tersebut berupa pelayanan
kesehatan bagi pekerja yang meliputi upaya peningkatan kesehatan,pencegahan penyakit
akibat kerja,penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan yang merupakan hak-hak
dasar pekerja sesuai deklarasi ILO 1998.

Upaya Kesehatan Kerja ( UKK ) adalah penyerasian kapasitas kerja, beban kerja dan
lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan
dirinya, maupun masyarakat sekelilingnya, agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal

( undang –undang no 23 tahun 1992 tentang kesehatan ,pasal 23)

Latar Belakang

Sebagian besar anggota masyarakat menghabiskan sepertiga dari kehidupan masa


dewasa ditempat kerja untuk secara aktif berperan dalam perkembangan dan peningkatan
kesejahteraan mereka sendiri,keluarga dan bangsanya.Pekerjaan dapat mempunyai
dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan tenaga kerjanya. Pada keadaan optimal
,pekerjaan memberikan peluang untuk mendapatkan penghasilan untuk memenuhi
kebutuhan hidup dan juga mempunyai dampak positif terhadap kesejahteraan dan
kesehatan yag m eliputi aspek sosial ,psikologis dan fisik. Namun dilain pihak masih banyak
pekerjaan yang kondisi dan lingkungan kerjanya dapat mengganggu kesehatan ditempat
kerjanya, sehingga demikian menurunkan kesejahteraan ,kemampuan kerja , bahkan
harapan hidup.

Pada pekerja formal atau yang bekerja di industri besar , pada ummumnya sudah
mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan atau perlindungan terhadap kesehatan dari
pemilik perusahaan, namun para tenaga kerja di sektor informal atau perusahaan kecil
masih sering belum terlindungi.

Perkembangan disektor informal pada umumnya banyak usaha antara lain yang
telah dibina di wilayah Puskesmas Medokan Ayu yaitu Nelayan Harian di wilayah wonorejo
kecamatan Rungkut dan Pedagang Rengkean di wilayah Penjaringan Sari. , Akhir-akhir ini
mengalami pekembangan dan pertumbuhan yang luar biasa dikota besar, terutama akibat
krisis ekonomi, yang mengakibatkan jutaan tenaga kerja di PHK dan harus mencari usaha
sendiri

Tujuan Umum

meningkatkan kemampuan tenaga kerja untuk menolong dirinya sendiri sehingga


terjadi peningkatan status kesehatan yang akhirnya meningkatkan produktivitas kerja
Tujuan Khusus

1.Meningkatkan kemampuan masyarakat pekerja dalam upaya peningkatan


kesehatan,pencegahan penyakit akibat kerja,penyembuhan penyakit dan pemulihan
kesehatan.

2.Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi tenaga kerja informal dan keluarganya yang
belum terjangkau.

3.Meningkatkan keselamatan kerja dengan mencegah penggunaan bahan-bahan yang


membahayakan lingkungan kerja dan masyarakat serta menerapkan prinsip ergonomik
Panduan Pengumpulan Data Dasar

I. Definisi

Pengumpulan data dasar adalah Pengumpulan data primer dan data sekunder yang ada dikecamatan
/ kelurahan.

II. Ruang Lingkup

a) Melncari data primer melalui Survei Mawas diri (SMD)

b) Mencari data sekunder di kelurahan / kecamatan

b) Mengisi format data pekerja

III. Tata Laksanana


a) Petugas datang diwilayah setempat untuk mencari data primer dari sekelompok
pekerja melalui pertemuan tingkat desa untuk menentukan informasi kesehatan dan
keselamatan kerja (K3) dan mengolah informasi untuk dijadikan permasalahan dan
prioritas masalah di wilayah pekerja.
b) Petugas datang ke kelurahan mencari pegawai kelurahan yang bertugas mendata
pekerja diwilayah binaan dan petugas melakukan wawancara untuk menanyakan
data pekerja binaan seperti data demografi dan geografis meliputi jumlah
penduduk,jenis kelamin,usia kerja, tingkat pendidikan masyarakat,jenis
pekerjaan,organisasi masyarakat.
c) Setelah data didapatkan diisikan di format data pekerja sesuai dengan wilayah
kelurahan

IV. Dokumentasi
Data pekerja yang sudah didapatkan dilaporkan ke dinas kesehatan kota surabaya
Referensi

Departemen Kesehatan RI,. 2014. Pedoman Pelaksanaan Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas. Jakarta :
Pusat Kesehatan Kerja

Uma Sekaran. 2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

Departemen Kesehatan RI,. 2007. Pedoman Pelayanan kesehatan kerja pada puskesmas kawasan / sentra
industri ,Jakarta : Pusat Kesehatan Kerja
Panduan Pemetaan Jenis Usaha.jumlah pekerja

I. Definisi
Pemetaan Jenis Usaha.jumlah pekerja adalah Pengumpulan data dasar yang sudah
didapatkan di wilayah setempat dan dibagi berdasarkan jenis usaha,jumlah pekerja

II. Ruang Lingkup

a) Penentuan prioritas sasaran

b) Mengisi format jenis dan jumlah pekerja

III. Tata Laksana


a)Mengelompokkan jenis usaha dan jumlah pekerja berdasarkan pekerja terbanyak
diwilayah dan melihat besaran resiko dalam pekerjaan seperti pekerjaan yang banyak
meninbulkan gangguan kesehatan,penyakit umum dan penyakit akibat kerja
b)Setelah jenis usaha dan jumlah pekerja didapatkan seperti Nelayan Wonorejo dan
Pedagang Rengkean di wilayah Penjaringan Sari kemudian diisikan di format jenis
usaha dan jumlah pekerja sesuai dengan wilayah
IV. Dokumentasi
Data mengenai pekerja yang sudah didapatkan dilaporkan ke dinas kesehatan kota
surabaya
Referensi

Departemen Kesehatan RI,. 2014. Pedoman Pelaksanaan Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas. Jakarta :
Pusat Kesehatan Kerja

Departemen Kesehatan RI,. 2007. Pedoman Pelayanan keseahatan kerja pada puskesmas kawasan / sentra
industri ,Jakarta : Pusat Kesehatan Kerja

Panduan Pertemuan Sosialisasi lintas sektor


I. Defini
Pertemuan Sosialisasi lintas sektor adalah Pertemuan tribulan yang dihadiri oleh
camat, pegawai kelurahan / pak Lurah, Kepala Puskesmas beserta Staf Puskesmas, LSM, Tokoh
Masyarakat, Kader, dan lintas sektor lain yang terkait untuk membahas tentang rencana kerja beserta
masalah dan hambatan yang yang dihadapi

II. Ruang Lingkup

a) Sosialisasi Program UKK

b) Data pekerja yang sudah didapatkan

c) Cara Pelaksanaan UKK

III. Tata Laksana


a)Upaya Kesehatan Kerja Adalah penyerasian kapasitas kerja, beban kerja dan
lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa
membahayakan dirinya, maupun masyarakat sekelilingnya, agar diperoleh
produktivitas kerja yang optimal ( undang –undang no 23 tahun 1992 tentang
kesehatan ,pasal 23)
- Latar Belakang UKK adalah sebagian besar anggota masyarakat menghabiskan
sepertiga dari kehidupan masa dewasa ditempat kerja untuk secara aktif berperan
dalam perkembangan dan peningkatan kesejahteraan mereka sendiri,keluarga dan
bangsanya.Pekerjaan dapat mempunyai dampak positif maupun negatif terhadap
kesehatan tenaga kerjanya. Pada keadaan optimal ,pekerjaan memberikan peluang
untuk mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga
mempunyai dampak positif terhadap kesejahteraan dan kesehatan yag meliputi
aspek sosial ,psikologis dan fisik. Namun dilain pihak masih banyak pekerjaan yang
kondisi dan lingkungan kerjanya dapat mengganggu kesehatan ditempat kerjanya,
sehingga demikian menurunkan kesejahteraan ,kemampuan kerja , bahkan harapan
hidup.

Tujuan Umum

meningkatkan kemampuan tenaga kerja untuk menolong dirinya sendiri


sehingga terjadi peningkatan status kesehatan yang akhirnya meningkatkan
produktivitas kerja

Tujuan Khusus

1.Meningkatkan kemampuan masyarakat pekerja dalam upaya peningkatan


kesehatan,pencegahan penyakit akibat kerja,penyembuhan penyakit dan pemulihan
kesehatan.

2.Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi tenaga kerja informal dan keluarganya


yang belum terjangkau.

3.Meningkatkan keselamatan kerja dengan mencegah penggunaan bahan-bahan


yang membahayakan lingkungan kerja dan masyarakat serta menerapkan prinsip
ergonomik

b)Sasaran Pekerja
Pekerja yang diambil dari data survey petugas kelurahan Wonorejo dan
Penjaringan Sari adalah Nelayan Wonorejo dan Pedagang Rengkean di wilayah
Penjaringan Sari

d) Cara Pelaksanaan UKK

Pelaksanaan Ukk dilakukan didalam dan luar Gedung.,dimana pelayan di dalam


gedung berupa pelayanan Paripurna (Promotif,preventif,kuratif dan rehabilitatif ).
Setelah itu ada pancatatan dan pelaporan dari data pekerja yang sudah diperiksa oleh
dokter dan dikelompokkan berdasarkan Penyakit Umum, Penyakit akibat kerja,
penyakit akibat hubungan kerja dan kecelakaan kerja. Mengenai Ukk diluar gedung
berupa Pemeriksaan kesehatan pekerja ,penyuluhan K3, pembinaan Kader dan salah
satu inovasi dalam program Ukk dan bekerjasama dengan lintas program yaitu
kunjungan ke rumah pekerja atau keluarga pekerja yang sakit. Untuk tindak lanjut jika
ada perawatan luka bisa datang di puskesmas. Pelaksanaan kegiatan diluar gedung 1
bulan/x di Pos Ukk. Setelah kegiatan tersebut ada evaluasi untuk tindak lanjut berupa
Pencatatan dan peleporan pekerja diluar gedung mengenai kehadiran pekerja,
penyakit terbanyak di Pos Ukk. Pembinaan kader dilakukan 6 bulan sekali dimana
tujuan diberikan pembinaan agar kader Ukk dapat mengembangkan program Ukk
ditempat kerjanya meliputi penyuluhan K3, Mengenal masalah lingkungan kerja,
pengenalan Penyakit akibat kerja(PAK), penyakit akibat hubungan kerja
(PAHK),kecelakaan akibat kerja(KAK),pelayanan P3k secara sederhana bagi pekerja
dan keluarganya,mengadakan pertemuan dengan masyarakat pekerja untuk
membicarakan mengenai program Ukk,dan membina kerjasama lintas sektor.
Mengenai evaluasi dari pembinaan kader berupa pengetahuan akan kesehatan dan
keselamatan(K3) bagi pekerja berupa lembaran pertanyaan yang dijawab oleh kader
dan anggotanya.

IV. Dokumentasi
Sosialisasi mengenai Ukk dilintas sektor akan dijadikan evaluasi dan tindak lanjut
dilaporkan ke dinas kesehatan kota
Referensi

Departemen Kesehatan RI,. 2014. Pedoman Pelaksanaan Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas. Jakarta :
Pusat Kesehatan Kerja

Panduan Pertemuan Musyawarah Pekerja


I. Definisi
Pertemuan Musyawarah Pekerja adalah Pertemuan antara petugas kesehatan dengan
pekerja atau keluarganya dan lintas sektor terkait

II. Ruang Lingkup


a) Tujuan Musyawarah masyarakat K3
b) Cara pelaksanaan Musyawarah masyarakat pekerja

III.Tata Laksana

a) Tujuan Musyawarah masyarkat pekerja adalah

-Pekerja mengenal masalah P3k ditempat kerja

-Pekerja sepakat menanggulangi masalah tersebut

-pekerja menyusun rencana kerja untuk menanggulagi masalah tersebut

b) Cara pelaksanaan adalah

-Pembukaan dengan menguraikan maksud dan tujuan masyarakat pekerja tentang


K3

-Pengenalan masalah K3 oleh pekerja sendiri melalui curah pendapat

-pengkajian hasil survey oleh kelompok pelaksanan survey

-Perumusan dan penentuan prioritas masalah K3

-Penyusunan rencana penanggulangan maasalah K3

IV. Dokumentasi
Setelah mengikuti musyawarah pekerja dan terjadi kesepakatan pekerja akan
dilakukan pembinaan UKK dan hasil dari kesepatan akan dilaporkan ke dinas kesehatan
kota agar bisa dilakukakan pembinaan kader dan pembentukan Pos UKK
Referensi

Departemen Kesehatan RI,. 2014. Pedoman Pelaksanaan Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas.
Jakarta : Pusat Kesehatan Kerja

Kementrian Kesehatan RI,2011. Pedoman Penyelenggaraan Upaya kesehatan kerja untuk Kader Pos
Ukk Jakarta : Direktorat Bina Kesehatan Kerja Dan Olahraga

Panduan Pelatihan kader Pos UKK

I. Definisi
Pelatihan kader Pos Ukk adalah Pelatihan oleh petugas puskesmas dimana
bertujuan untuk mempersiapkan agar kader dapat menjalankan kegiatan Pos
Ukk dengan baik
Kader Pos Ukk adalah pekerja yang mempunyai kesadaran dan mau bekerja
secara sukarela untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan kesehatan diri
sendiri dan kelompoknya agar bekerja dengan aman,sehat dan produktif dalam
bekerja.

II. Ruang Lingkup

a) Melaksanakan penyuluhan K3

b) Mengenal masalah lingkungan kerja, pengenalan Penyakit akibat kerja(PAK),


penyakit akibat hubungan kerja (PAHK),kecelakaan akibat kerja(KAK),

c) Pelayanan P3k secara sederhana bagi pekerja dan keluarganya

d) Mempersiapkan dan melaksanakan pertemuan tingkat desa

e) menyajikan hasil Survey Mawas diri dalam kelompok pekerja didesa dalam
musyawarah masyarakat desa

f)Membentuk Pos Ukk

g)Penyusunan rencana kerja Pos Ukk

h)Pencatatan dan pelaporan Pos Ukk

i)Upaya rujukan

III. Tata Laksana


a) Melaksanakan penyuluhan K3
-Penyuluhan K3 dapat dilakukan pada waktu jam kerja,waktu istirahat maupun
diluar jam kerja
-Penyuluhan kesehatan kerja dapat dilakukan dengan :
1.Untuk perorangan sebaiknya dipake metode tanya jawab ,diskusi dan
konsultasi
2. Untuk massal sebaiknya dipake metode ceramah dan demonstrasi
-Untuk memudahkan penyuluhan ,sebaiknya menggunakan peralatan pendukung
seperti media gambar,poster,brosur dll
-Materi penyuluhan sesuai dengan pekerjaannya dapat berupa:
1.Gizi kerja, perilaku Hidup bersih dan sehat,berhenti merokok,cuci tangan dll
2.Potensi dan resiki bahaya ditempat kerja
3.Alat Pelindung diri (APD)
4.Kebersihan dan kesehatan lingkungan
5.Pengolahan Limbah
6.Cara kerja yang baik dan benar
7.Penyakit akibat kerja,Penyakit akibat hubungan kerja dan kecelakaan keja
b)Kader Pos Ukk harus membuat daftar penyakit akibat kerja sesuai dengan pekerja
yang didapat dari pemetaan jenis usaha yang meliputi:
-Nelayan
Persiapan Melaut
Potensi bahaya: -Luka karena menggunakan alat yang tajam
-Penyakit kulit karena bekerja dengan dempul dan kontak debu
kayu
-Ketidak sesuaian antara sikap dan alat kerja
Akibat :-Luka karena benda tumpul dan tajam,rudapaksa dan terkilir
-Gangguan saluran pernafasan
-Nyeri otot dan sakit pinggang
-Peradangan kulit(dermatitis )akibat iritasi dengan dempul dan
bersin
Operasi penangkapan ikan
Potensi bahaya:-Panas,karena sengatan sinar matahari
-Maslah ergonomi karena membungkuk ketika mengangkat jala
-Kecelakaan,seperti tenggelam dan kebakaraan
-Kebisingan karena suara mesin kapal
-Getaran karena mesin kapal dan ombak
-Iritasi kulit (kontak langsung antara air laut dengan tangan)
-Gigitan ular
Akibat :-Kelelahan dan dehidrasi
-Pterigium
-Nyeri otot dan pterigium
-Pingsang dan luka
-Peradangan kulit akibat teritasi dengan air laut
-Gangguan pendengaran
-Mual,muntah dan pusing kepala
-Nyeri otot,muntah,bengkak dan kematian jaringan pada tempat
gigitan ular,pingsan,gangguan menelan dan gangguan pernafasan
serta kejang, akibat keracunan bisa ular
-Luka bakar
Pengangkutan
Potensi bahaya:-Masalah ergonomi karena cara pengangkutan yang salah ataupun
karena beban yang diangkut terlau berat
Akibat :-Nyeri otot dan sakit pinggang serta punggung

Panen/penangkapan hasil tambak


Potensi bahaya: -Kontak dengan kapur
-Masalah ergonomi
Akibat :- Peradangan kulit
- Nyeri otot dan sakit pinggang

Matrik Upaya Kesehatan Kerja Pedagang Jalanan

Sumber Bahaya Akibat Pajanan Pencegahan Penanggulangan


Pajaanan Potensial

Lingkungan Debu Iritasi/peradangan Hindari tempat yang Simptomatis


kerja Jalanan saluran banyak untuk
pernafasan debu,berlindung batuk/pilek,jika
dekat pohon rimbun berat berobat ke
Panas -Heat stress puskesmas
matahari -Miliaria -Minum yang banyak -Infus bila
-Berlindung dibawah dehidrasi
-Keganasan pada pohon rindang -Simptomatis
kulit
Asap untuk biang
-Iritasi saluran -Gunakan topi keringat
kendaraan pernafasan pelindung,payung -Rujuk kebagian
-Hindari lokasi yang
-Anemia kulit RS
ramai kendaraan
bermotor
-Penurunan
-Pemantauan tab
fertilitas
-Vibrasi fe,folac
-Penurunan tajam -Rujuk ke RS
penglihatan -Hindari lokasi yang -Obati sesuai
-Gangguan bergetar untuk dengan penyakit
-lalat/vektor
keseimbangan waktu yang lama infeksi
-Penyakit infeksi
-strss -Jaga kebersihan -Simptomatis dan
Psiloogis tempat kerja yang konseling
-Penyakit kebersinan
Psikosotomatis perseorangan
-Kecelakaan -Ringan –P3K
lalu lintas -Usahakan bekerja
-Cedera ditempat yang telah Jika berat rujuk
disediakan oleh ke RS
pemda
rekreasi,olahraga
-Taati peraturan lalu
lintas,gunakan cara
aman untuk
berdagang

c)Pelayanan P3k secara sederhana bagi pekerja dan keluarganya


Untuk pemeriksaan kesehatan
-Kader membantu petugas kesehatan memeriksa kesehatan pekerja yang
bersifat umum(Mengukur tinggi badan,berat badan)
-Kader membantu pengadaan dan pengelolaan kartu kunjungan dan formulir
status kesehatan pekerja
-Kader harus mengikuti pelatihan P3K dari petugas puskesmas sebelum
melakukan P3K
-Kader diperkenankan memberikan obat kepada pekerja yang menderita sakit
ringan (batuk,pilek,deman) dengan obat yang dijual bebas
d) Mempersiapkan dan melaksanakan pertemuan tingkat desa
-Pertemuan ini bertujuan untuk mengenalkan upaya kesehatan kerja kepada
para pamong/pemuka desa dan masyarakat pekerja
-Yang diundang pada pertemuan ini adalah Lurah/Kades.pamong desa
lainnya,tokoh masyarakat,tokoh agama,lintas sektor terkait dan masyarakat pekerja
-Tempat pertemuan sebaiknya dibalai desa atau di Pos Ukk
-Pertemuan sebaiknya dibuka oleh Lurah /Kades yang kemudian dilanjutkan
oleh kader/Petugas puskesmas untuk membicarakan mengenai masalah kesehatan
kerja,perlunya Pos Ukk serta kerjasama berbagai pihak untuk mengatasi masalah
kesehatan kerja dan pendirian Pos Ukk
-Pada musyawarah tersebut dibahas mengenai langkah selanjutnya yaitu
pelaksanaan Survey Mawas Diri dan Musyawarah Massyrakat desa

e)Menyajikan hasil Survey Mawas Diri (SMD) dalam kelompok pekerja didesa dalam
musyawarah masyarakat desa
-Survey Mawas Diri adalah suatu kegiatan pengenalan,pengumpulan dan pengkajian
masalah kesehatan pekerja oleh kelompok pekerja itu sendiri dengan bimbingan dari
petugas Puskesmas /kesehatan
- Survey Mawas Diri bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan kerja yang ada
serta untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat pekerja akan kesehatan kerja
-Cara melakukan SMD sebagai berikut:
menentukan jumlah pekerja dan lokasi sasaran(contoh jumlah pekerja
terbanyak,lokasi pekerja terbanyak)
Menentukan jenis informasi yang akan dikumpulkan dalam rangka mengenal
masalah K3(contoh keluhan penyakit terbanyak,kecelakaan kerja tersering)
Menentukan cara mendapatkan informasi (cntoh pengamatan,wawancara dengan
pekerja,kunjungan ke tempat kerja)
Hasil SMD tersebut akan selanjutnya dikumpulkan dan diolah menjadi kesimpulan
mengenai masalah kesehatan kerja yang ada,yang selanjutnya akan disampaikan
pada musyawarah masyarakat pekerja
f) Membentuk Pos Ukk
-Terlebih dahulu harus dibentuk Pengurus pos Ukk minimal terdiri dari
ketua,bendahara dan anggota
-Pengurus diwajibkan untuk membuat jadwal rencana kerja tahunan,target yang ingin
dicapai dan pembiayaan
-Sebaiknya jumlah anggota Pos Ukk antara 10-50 orang pekerja dan diupayakan dari
jenis pekerjaan yang sama agar lebih efektif
-Lokasi Pos Ukk diharapkan dekat dengan tempat kerja atau dilokasi lain yang
memnungkinkan(rumah kader,balai desa dll)
-Sebaiknya dilokasi Pos Ukk terdapat ruangan khusus untuk pemeriksaan dan
penyimpanan peralatan kesehatan kerja
g) Penyusunan rencana kerja Pos Ukk
-Tentukan masalah dan kesehatan kerja yang ingin dikerjakan berdasarkan hasil
Survey Mawas Diri(SMD)
-Tentukan prioritas masalah
-Tentukan perkiraan biaya diperlukan
-Tentukan jadwal dan rencana serta target yang ingin dicapai
h) Pencatatan dan pelaporan Pos Ukk
-Setiap kegiatan yang diakukan di Pos Ukk sebaiknya dicatat dan dilaporkan ke
instansi terkait agar dapat dilakukan pembinaan
-Beberapa hal yang perlu dicatat di Pos Ukk adalah sebagai berikut:
Catatan susunan pengurusan
Catatan mengenai identitas/data dari anggotanya
Catatan tentang jadwal dan kegiatan yang dilakukan
Catatan tentang kesehatan setiap anggotanya
Catatan tentang hasil pertemuan pekerja dan usulan pekerja
Catatan tentang keuangan
Catatan tentang inventaris/daftar APD(Alat Pelindung Diri),peralatan kantor dll
Catatan tersebut akan dilaporkan kepada petugas kesehatan/instansi pemerintah lain
yang terkait pada saat:
-Petugas Puskesmas/kesehatan/instansi lain melakukan kunjungan rutin
-Ketika terdapat Kejadian Luar biasa/bencana(banyak pekerja yang mendadak
sakit,kebakaran)
h) Upaya rujukan
Kriteria penyakit yang harus dirujuk
-Penyakit yang sudah diobati selama 2 hari tidak sembuh
-Penyakit yang timbul berulang
-Penyakit yang tidak mampu diatasi di Pos Ukk
kriteria kecelakaan yang harus dirujuk
-kecelakaan yang berat langsung dirujuk
-kecelakaan ringan sesudah diberi P3K tetapi tidak ada perubahan atau semakin
memburuk dalam 2 hari
-Kecelakaan yang menimbulkan luka lebar,kotor dan dalam
cara merujuk
-Penderita diantar sendiri oleh kader
-Penderita diantar oleh keluarga ke puskesmas dengan membawa formulir rujukan
dari kader(formulir terlampir)
-Penderita pergi sendiri jika mampu
IV. Dokumentasi
Pembinaan kader Pos Ukk akan dilaporkan ke dinas kesehatan kota surabaya dan
akan dibuatkan Surat keputusan Kader Pos Ukk

Referensi
Departemen Kesehatan RI,. 2004. Pedoman Pelaksanaan Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas.
Jakarta : Pusat Kesehatan Kerja
Departemen Kesehatan RI,. 2000. Pedoman Teknis Upaya Kesehatan Kerja Bagi Pedagang Jalanan:
Penjual Makanan. Jakarta : Departemen Kesehatan
Departemen Kesehatan,1994. Pedoman Teknis Upaya Kesehatan Kerja Bagi Petani Dan
Nelayan(Panduan Untuk petugas) di Puskesmas. Jakarta : Direktorat Jenderal Binkesmas Direktorat Bina
Peran Serta Masyarakat
Departemen Kesehatan RI,. 2004. Pedoman Pelaksanaan Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas. Jakarta
: Pusat Kesehatan Kerja
Panduan Pelayanan di Pos UKK

I. Definisi
Pelayanan di Pos UKK adalah Pelayanan kesehatan meliputi pelayanan promotif,preventif
,kuratif dan rehabilitatif pada pekerja /keluarganya

II. Ruang Lingkup


a)Penyuluhan K3
b)Pelayanan promotif,preventif ,kuratif dan rehabilitatif
c)Pencatatan dan pelaporan

III. Tata Laksana


a)Penyuluhan K3 meliputi:
-Materi penyuluhan sesuai dengan pekerjaannya dapat berupa:
1.Gizi kerja, perilaku Hidup bersih dan sehat,berhenti merokok,cuci tangan dll
2.Potensi dan resiki bahaya ditempat kerja
3.Alat Pelindung diri (APD)
4.Kebersihan dan kesehatan lingkungan
5.Pengolahan Limbah
6.Cara kerja yang baik dan benar
7.Penyakit akibat kerja,Penyakit akibat hubungan kerja dan kecelakaan keja
b)Pelayanan Promotif promotif,preventif ,kuratif dan rehabilitatif
Promotif
-Perilaku Hidup bersih dan Sehat(PHBS)
-Konsultasi kesehatan kerja sederhana (seperti gizi,Alat Pelindung Diri, berhenti
merokok,kebugaran dll)
-Sarasehan untuk melakukan perubahan menuju norma sehat
Preventif
-Pengenalan risiko bahaya ditempat kerja
-Penyediaan contoh dan kepatuhan Alat Pelindung Diri(APD)
-Mendorong upaya perbaikan lingkungan kerja seperti perbaikan ergonomi
-Membantu peleksanaan pemeriksaan kesehatan awal dan berkala(oleh petugas
kesehatan)
Kuratif
-Pengobatan terhadap organ tubuh yang sakit(Simptomatik)
-Pengobatan kausal yang ditujukan terhadap pemajanan (ekposure) dilapangan baik
berupa sebab kimia,ergonomis maupu biologis
Rehabilitatif
-Kegiatan pemulihan ditujukan untuk menentukan yang perlu dilakukan rehabilitatif fungsi
alat tubuh pekerja.Pada kasus ini dirujuk ke pusat pemulihan(rehabilitatif) terdekat untuk
mendapatkan petunjuk teknis tentang apa yang dilakukannya.
c)Pencatatan dan pelaporan
-Pencatatan berupa absensi pekerja
-Pencatatan identitas pekerja untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan

IV. Dokumentasi
Kegiatan yang dilakukan di Pos Ukk akan dilaporkan ke dinas kesehatan kota sebagai
laporan bulanan
Referensi

Departemen Kesehatan RI,. 2014. Pedoman Pelaksanaan Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas.
Jakarta : Pusat Kesehatan Kerja

Departemen Kesehatan RI,2006 , Pedoman POS UKK Jakarta : Pusat Kesehatan Kerja
Posbindu PTM

I. Definisi
Posbindu PTM merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini,
monitoring dan tindak lanjut dini faktor risiko PTM secara mandiri dan
berkesinambungan. Kegiatan ini dikembangkan sebagai bentuk kewaspadaan dini
terhadap PTM mengingat hampIr semua faktor risiko PTM tidak memberikan gejala
pada yang mengalaminya.Posbindu (Kemenkes RI, 2014)
II. Ruang Lingkup
a) Peningkatan jejaring kerja PTM dengan melibatkan lintas program,lintas sektor dan
pemangku kepentingan (stakeholders) terkait di puskesmas.
b) Peningkatan peran masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan monitoring dan
evaluasi berbasis bukti ilmiah (evidence-based) dan sesuai kearifan lokal.
c) Pendekatan integratif pada kelompok masyarakat khusus dan pada berbagai
tatanan seperti disekolah, tempat kerja, lingkungan pemukiman.
III. Tatalaksana
a) Penyelenggaraan Posbindu PTM meliputi kegiatan wawancara, pengukuran,
pemeriksaan dan tindak lanjut. Wawancara dilakukan untuk menelusuri faktor risiko
perilaku seperti merokok, konsumsi sayur dan buah, aktivitas fisik, konsumsi
alkohol, dan stress. Pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh
(IMT), lingkar perut, dan tekanan darah. Pemeriksaan faktor risiko PTM seperti gula
darah sewaktu, kolesterol total, trigliserida, pemeriksaan klinik
payudara,aruspuncak ekspirasi, lesi pra kanker (Inspeksi Visual asam asetat /IVA
positif), kadar alkohol dalam darah, tes amfetamin urin.
b) Berdasarkan hasil wawancara, pengukuran dan pemeriksaan dilakukan tindak
lanjut berupa pembinaan secara terpadu dengan peningkatan pengetahuan dan
kemampuan masyarakat tentang cara mengendalikan faktor risiko PTM melalui
penyuluhan/ dialog interaktif secara massal dan atau konseling faktor risiko secara
terintegrasi pada individu dengan faktor risiko, sesuai dengan kebutuhan
masyarakat termasuk rujukan sistematis dalam sistem pelayanan kesehatan
paripurna.
c) Rujukan dilakukan dalam kerangka pelayanan kesehatan berkelanjutan (Continuum
of Care) dari masyarakat hingga ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar termasuk
rujuk balik ke masyarakat untuk pemantauannya.

IV. Dokumentasi
Pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan Posbindu PTM dilakukan secara manual
dan/atau menggunakan sistem informasi manajemen PTM oleh Petugas Pelaksana
Posbindu PTM maupun oleh Petugas Puskesmas. Petugas Puskesmas mengambil data
hasil pencatatan posbindu PTM atau menerima hasil pencatatan dari petugas
pelaksana posbindu PTM. Hasil pencatatan ini dianalisis untuk digunakan dalam
pembinaan, sekaligus melaporkan ke instansi terkait secara berjenjang.
Hasil pencatatan dan pelaporan kegiatan posbindu PTM merupakan sumber data
yang penting untuk pemantauan dan penilaian perkembangan kegiatan posbindu PTM..
Laporan hasil kegiatan bulanan/ triwulan/ tahunan yang berisi laporan tingkat
perkembangan Posbindu PTM, proporsi faktor risiko PTM, cakupan kegiatan Posbindu
di tingkat Puskesmas, kab /kota, provinsi dan nasional.
Melalui kegiatan surveilans faktor risiko PTM berbasis posbindu PTM, dilakukan
analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap faktor risiko PTM secara efektif
dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran informasi
epidemiologi kepada peserta, penyelengara program maupun pihak yang bertanggung
jawab terhadap kegiatan posbindu PTM untuk dilakukan intervensi dalam rangka
pengembangan kegiatan, pencegahan dan pengendalian faktor risiko PTM.
Referensi
Kemenkes RI. 2014.Buku Pintar Posbindu PTM Penyelenggaraan Posbindu PTM. Jakarta :
Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular