Anda di halaman 1dari 5

ASKEP TAMPONADE JANTUNG

ASUHAN KEPERAWATANPADA PASIEN DENGAN TAMPONADE


JANTUNGA. KONSEP DASAR PENYAKIT1. PENDAHULUANJantung
merupakan organ yang berfungsi sebagai pompa muscular dengan fungsi ganda
danpengaturan diri secara otomatis dan bagian-bagiannya bekerja sama untuk
mengalirkan darahke berbagai bagian tubuh. Sisi kanan jantung menerima darah
yang miskin akan oksigen daritubuh melalui vena cava superior dan vena cava
inferior dan memompanya ke paru-parumelalui truncus pulmonalis untuk
oksigenisasi, sedangkan sisi kiri menerima darah yang kayaakan oksigen dari paru
dan memeompanya ke dalam aorta untuk disalurkan ke tubuh. Jantungberpetak 4 :
atrium dekstrum dan atrium sinistrum, serta ventrikulus dekster dan
venytrikulussinister. Dinding masing-masing ventrikulus jantung terdiri dari 3
lapisan :
Endokardium Merupakan lapisan dalam yang melapisi sentrikulus jantung dan
katupnya.Miokardium Merupakan lapisan tengah yang dibentuk oleh serabut otot
jantung.Epikardium Merupakan lapisan luar yang dibentuk oleh lamina visceralis
pericardium serosum.Perikardium adalah kantong fibroserosa berdinding ganda
yang meliputi jantung dan pangkalpembuluh besar jantung.(Moore, 2002. 58).

Gambar 1. Anatomi jantung.2. DEFINISITamponade jantung merupakan suatu

sindroma klinis akibat penumpukan cairan berlebihandi rongga perikard

yang menyebabkan penurunan pengisian ventrikel disertai

gangguanhemodinamik (Dharma, 2009 : 67)Tamponade jantung

merupakan kompresi akut pada jantung yang disebabkan olehpeningkatan

tekanan intraperikardial akibat pengumpulan darah atau cairan

dalampericardium dari rupture jantung, trauma tembus atau efusi yang

progresif (Dorland, 2002 :2174).Tamponade adalah perembesan darah dari

jantung ke dalam ruang pericardial sehingga


menimbulkan kompresi yang proggresif pada jantung dan obstruksi pada

vena-vena besar.(Mansjoer, dkk. 2000: 298).Tamponade jantung

merupakan salah satu komplikasi yang paling fatal dan

memerlukantindakan darurat. Terjadi penngumpulan cairan di pericardium

dalam jumlah yang cukupuntuk menghambat aliran darah ke ventrikel.

(Mansjoer, dkk. 2001: 458)Jumlah cairan yang cukup untuk menimbulkan

tamponade jantung adalah 250 cc bilapengumpulan cairan tersebut

berlangsung cepat, dan 100 cc bila pengumpulan cairan

tersebutberlangsung lambat, karena pericardium mempunyai kesempatan

untuk meregang danmenyesuaikan diri dengan volume cairan yang

bertambah tersebut (Muttaqin, 2009 : 137).Tamponade terjadi ketika ada

akumulasi cairan pada ruang pericardium. Ini mengakibatkanelevasi pada

tekanan intracardiac, penurunan diastole secara progresif dan

berkelanjutan,mengurangi volume sekuncup dan cardiac output. (ENA,

2000: 128).Tamponad terjadi bila jumlah efusi pericardial menyebabkan

hambatan serius aliran darah ke jantung (gangguan diastolic ventrikel)

(Panggabean, 2006 : 1604).Jadi tamponade jantung adalah kompresi pada

jantung yang disebabkan oleh peningkatantekanan intraperikardial akibat

pengumpulan darah atau cairan dalam pericardium (250 ccbila


pengumpulan cairan tersebut berlangsung cepat, dan 100 cc bila

pengumpulan cairantersebut berlangsung lambat) yang menyebabkan

penurunan pengisian ventrikel disertaigangguan hemodinamik, dimana ini

merupakan salah satu komplikasi yang paling fatal danmemerlukan

tindakan darurat

Gambar 2. Penumpukan cairan pada perikardium3. PENYEBABEtiologinya

bermacam-macam yang paling banyak maligna, perikarditis, uremia dan

trauma(ENA, 2000: 128).Tamponade jantung bisa disebabkan karena

neoplasma, perikarditis, uremia dan perdarahanke dalam ruang pericardial

akibat trauma, operasi, atau infeksi (Mansjoer, dkk. 2001 : 458).Penyebab

tersering adalah neoplasma, idiopatik dan uremia. Perdarahan

intraperikard jugadapat terjadi akibat katerisasi jantung intervensi koroner,

pemasangan pacu jantung,tuberculosis, dan penggunaan antikoagulan

(Panggabean, 2006 : 1604).4. TANDA DAN GEJALAGejala yang muncul

bergantung kecepatan akumulasi cairan perikardium. Bila terjadi

secaralambat dapat memberi kesempatan mekanisme kompensasi seperti

takikardi, peningkatanresistensi vascular perifer dan peningkatan volume

intravaskular. Bila cepat, maka dalambeberapa menit bisa fatal.Tamponade

jantung akut biasanya disertai gejala peningkatan tekanan vena jugularis,


pulsusparadoksus >10mmHg, tekanan nadi <30mmHg, tekanan sistolik

<100mmHg, dan bunyi jantung yang melemah. Sedangkan pada yang

kronis ditemukan peningkatan tekanan vena jugularis, takikardi, dan pulsus

paradoksus.Keluhan dan gejala yang mungkin ada yaitu adanya jejas

trauma tajam dan tumpul di daerahdada atau yang diperkirakan

menembus jantung, gelisah, pucat, keringat dingin, peninggian

vena jugularis, pekak jantung melebar, suara jantung redup dan pulsus paradoksus.
Triasclassic beck berupa distensis vena leher, bunyi jantung melemah dan
hipotensi didapat padasepertiga penderita dengan tamponade. (Mansjoer, dkk.
2000: 298).Gambaran klinis tamponade jantung meliputi takikardia, hipotensi,
suara jantung yang redupatau pelan, dan distensi vena leher (yang menunjukkan
peningkatan tekanan vena jugularis).Palsus paroduksus merupakan gambaran lain yang
menandai perubahan yang tidak terdugatekanan vena. Penurunan tekanan sistolik yang
semakin mencolok akan terjadi pada saatinspirasi. Suara jantung akan terdengar
redup karena adanya cairan yang membungkus jantung sehingga menurunkan
hantaran tonus jantung (Oman, 2008 : 269).Menurut ENA (2000 : 129) tanda dan
gejala yang muncul dapat berupa takipnea, tanda
kusmaul (peningkatan tekanan vena saat inspirasi ketika bernafas spontan), Beck’s
triad,
distensi vena jugularis dari elevasi tekanan vena, pulsus paradoksus : sistolik
menurun saatinspirasi 10 mm Hg atau lebih), tekanan nadi terbatas, takikardi, kulit
dingin, kulit lembab,bibir, jari tangan dan kaki sianosis, dan penurunan tingkat
kesadaran.5. PATOFISIOLOGITamponade jantung terjadi bila jumlah efusi
pericardium menyebabkan hambatan seriusaliran darah ke jantung ( gangguan
diastolik ventrikel ). Penyebab tersering adalahneoplasma, dan uremi.
(Penggabean, 2006 : 364 ). Neoplasma menyebabkan terjadinyapertumbuhan sel
secara abnorma pada otot jantung. Sehingga terjadi hiperplasia sel yangtidak
terkontrol, yang menyebabakan pembentukan massa (tumor). Hal ini yang
dapatmengakibatnya ruang pada kantong jantung (perikardium) terdesak sehingga
terjadipergesekan antara kantong jantung (perikardium) dengan lapisan paling luar
jantung(epikardium). Pergesekan ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan
pada perikarditissehingga terjadi penumpukan cairan pada pericardium yang dapat
menyebakan tamponade jantung. Uremia juga dapat menyebabkan tamponade
jantung (Price, 2005 : 954). Dimanaorang yang mengalami uremia, di dalam
darahnya terdapat toksik metabolik yang dapatmenyebabkan inflamasi (dalam hal
ini inflamasi terjadi pada perikardium).Selain itu , tamponade jantung juga dapat
disebabkan akibat trauma tumpul/ tembus. Jikatrauma ini mengenai ruang
perikardium akan terjadi perdarahan sehingga darah banyak terkumpul di ruang
perikardium. Hal ini mengakibatkan jantung terdesak oleh akumulasicairan
tersebut