Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

SISTEM INFORMASI KESEHATAN

diajukan oleh:

Nama : APENUS YOLEMAL


NIM : 20160721014051

Kelas : Tugas Belajar

Semester : II (DUA)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS CENDRAWASI
JAYAPURA – PAPUA
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan tuntunannya
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah “Sistem Informasi Kesehatan di Provisi Papua”.
Selama pembuatan makalah pun kami juga mendapat banyak dukungan dan juga bantuan dari berbagai
pihak, maka dari itu penulis haturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membatu
penulis dalam menyelesaikan tugas makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik
yang membangun dari para pembaca yang budiman sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini
kedepannya. Terima kasih.

Abepura, 18 Februari 2017

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang ........................................................................................................................... 1


1.2. Rumusan masalah ...................................................................................................................... 2
1.3. Tujuan Penulisan ....................................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN................................................................................................................................ 3

2.1. Pengertian Sistem Kesehatan di Indonesia ................................................................................ 3


2.2. Tujuan Sistem Informasi Kesehatan ........................................................................................ 4
2.3. Manfaat Sistem Informasi Kesehatan ...................................................................................... 4
2.4. Perkembangan Sistem Informasi Kesehatan ........................................................................... 4
2.5. Perbedaaan Sistem Informasi Kesehatan dengan Negara PNG ............................................. 6

BAB III PENUTUP ...................................................................................................................................... 7

3.1. Kesimpulan ................................................................................................................................... 7


3.2. Saran ............................................................................................................................................ 7

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Upaya kesehatan merupakan suatu komponen Sistem Kesehatan Nasional. Untuk
penyelenggaraan system kesehatan yang terarah diperlakukan pengembangan manajemen upaya
kesehatan dimana informasi merupakan sarana penunjang yang perlu selalu ditingkatkan. Untuk
menampung banyaknya dan luasnya area cakupan data dan informasi yang dibutuhkan maka
dibutuhkan suatu system informasi kesehatan nasional (SIKNAS) yang dapat menjangkau seluruh
data dari setiap institusi kesehatan. Salah satu alasan yang mendorong pembuatan SIKNAS ini
adalah pencatatan dan pelaporan sering kali over laps sehingga dirasakan menjadi beban bagi
masyarakat daerah. Namun, system yang ada selama ini tidak berjalan sebagaimana mestinya
dikarenakan pengelolaannya tidak dilakukan dengan serius atau non professional diantaranya
informasi yang ada jarang di update, bahasanya kurang komunikatif (kurang menarik untuk dibaca),
lambat untuk mengakesnya dan jaringan diaktifkan ketika ada proyek saja (Bambang Hartono, 2008).
Rumah sakit merupakan organisasi yang padat karya/profesi, padat modal dan padat teknologi
serta informasi yang dihasilkan sangat beragam. Dengan beragamnya informasi yang dihasilkan
dibutuhkan pengelolaan yang serius mulai dari data yang diperoleh, diproses hingga informasi yang
dihasilkan. Bagi suatu organisasi, informasi merupakan sumber daya yang berharga. Berbagai
kegiatan operasional dan pengambilan keputusan tergantung dari informasi yang tersedia. Dukungan
informasi yang memadai dapat mengurangi ketidakpastian dan resiko pengambilan keputusan yang
salah arah (dr. Yawestri Pudjiati, MARS, 2001).
Keberhasilan upaya kesehatan ditentukan oleh berbagai variable, antara lain angka kesakitan dan
kematian, berat badan bayi waktu lahir, jangkauan pelayanan, penggunaan dari tempat tidur rumah
sakit, ketenagaan, sarana (obat-obatan dan peralatan kesehatan juga dana yang tersedia) serta social
budaya dari masyarakat. Informasi tersebut dapat bersumber dari institusi kesehatan diantaranya
rumah sakit. Sedangkan informasi yang diperoleh dari rumah sakit bersumber dari data hasil
pencatatan medic rumah sakit (Horry Fanggidae, SKM, 1982).
Sedangkan hal mengenai teknologi informasi untuk Provinsi Papua sendiri masih jauh dari
harapan pemerintah, mengingat letak geografis Provinsi Papua sangatlah sulit sehingga pada wilayah
pedalaman Papua tidak bisa diakses. Sehingga untuk pemerintah papua khususnya dinas kesehatan
belum bisa mendapatkan data kesehatan yang akurat.
Oleh karena itu, perlu adanya perkembangan system informasi kesehatan untuk mencapai system
manajemen informasi yang optimal.

1.2 Rumusan Masalah


a. Apakah yang dimaksud dengan sistem informasi kesehatan ?
b. Apakah tujuan dari sistem informasi kesehatan ?
c. Bagaimana manfaat sistem informasi kesehatan ?
d. Bagaimanakah perkembangan sistem informasi kesehatan di Indonesia

1.3 Tujuan Penulisan


a. Untuk mengetahui pengertian sistem informasi kesehatan
b. Untuk mengetahui tujuan sistem informasi kesehatan
c. Untuk mengetahui manfaat sistem informasi kesehatan
d. Untuk mengetahui perkembangan sistem informasi kesehatan di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Sistem Informasi Kesehatan


Sistem informasi kesehatan adalah gabungan perangkat dan prosedur yang digunakan untuk
mengelola siklus informasi (mulai dari pengumpulan data sampai pemberian umpan balik informasi)
untuk mendukung pelaksanaan tindakan tepat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan
kinerja sistem kesehatan.
Sistem informasi kesehatan adalah integrasi antara perangkat, prosedur, dan kebijakan yang
digunakan untuk mengelola siklus informasi secara sistematis untuk mendukung pelaksanaan
manajemen kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam kerangka pelayanan kesehatan kepada
masyarakat.
Dalam literatur lain menyebutkan SIK adalah suatu sistem pengelolaan data dan informasi kesehatan
disemua tingkat pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung manajemen
kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurut WHO, sistem informasi kesehatan merupakan salah satu dari “building block” atau komponen
utama dalam sistem kesehatan di suatu negara. Keenam komponen (building block) sistem kesehatan
tersebut adalah :
1. Service delivery (pelaksanaan pelayanan kesehatan)
2. Medical product, vaccine, and technologies (produk medis, vaksin, dan teknologi kesehatan)
3. Health worksforce (tenaga medis)
4. Health system financing (sistem pembiayaan kesehatan)
5. Health information system (sistem informasi kesehatan)
6. Leadership and governance (kepemimpinan dan pemerintah)
Sedangkan didalam tatanan sistem kesehatan nasional SIK merupakan bagian dari sub
sistem keenam yaitu pada sub sistem manajemen, informasi dan regulasi kesehatan. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi kesehatan merupakan sebuah sarana sebagai
penunjang pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Sistem informasi kesehatan
yang efektif memberikan dukungan informasi bagi proses pemgambilan keputusan disemua jenjang,
bahkan di puskesmas atau rumah sakit kecil sekalipun. Bukan hanya data, namun juga informasi yang
lengkap, tepat, akurat, dan cepat yang dapat disajikan dengan adanya sistem informasi kesehatan
yang tertata dan terlaksana dengan baik.

2.2. Tujuan Sistem Informasi Kesehatan


Tujuan dari dikembangkannya sistem informasi kesehatan adalah :
1. SIK merupakan sub sistem dari sistem kesehatan nasional (SKN) yang berperan dalam
memberikan informasi untuk pengambilan keputusan disetiap jenjang administratif kesehatan
baik ditingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, atau bahkan pada tingkat pelaksana teknis seperti
rumah sakit ataupun puskesmas.
2. Dalam bidang kesehatan telah banyak dikembangkan bentuk-bentuk sistem infomasi kesehatan
(SIK), dengan tujuan dikembangkannya berbagai bentuk SIK tersebut adalah agar dapat
mentransformasi data yang tersedia melalui sistem pencatatan rutin maupun non rutin menjadi
sebuah informasi.

2.3. Manfaat Sistem Informasi Kesehatan


WHO menilai bahwa investasi sistem informasi kesehatan mempunyai beberapa manfaat antara
lain :
1. Membantu pengambil keputusan untuk mendeteksi dan mengendalikan masalah kesehatan,
memantau perkembangan dan meningkatkannya.
2. Pemberdayaan individu dan komunitas dengan cepat dan mudah dipahami, serta melakukan
berbagai perbaikan kualitas pelayanan kesehatan.
Adapun manfaat adanya sistem informasi kesehatan dalam suatu fasilitas kesehatan diantaranya :
1. Memudahkan setiap pasien untuk melakukan pengobatan dan mendapatkan pelayanan
kesehatan
2. Memudahkan fasilitas kesehatan untuk mendaftar setiap pasien yang berobat
3. Semua kegiatan di fasilitas kesehatan terkontrol dengan baik (bekerja secara terstruktur)

2.4. Perkembangan Sistem Informasi Kesehatan


Perkembangan informasi kesehatan di Indonesia telah mengalami tiga pembagian masa sebagai
berikut :
1. Era manual (sebelum tahun 2005)
2. Era transisi (tahun 2005-2011)
3. Era komputerisasi (mulai tahun 2012)
Masing-masing era sistem informasi kesehatan memiliki karakteristik yang berbeda sebagai bentuk
adaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Pada saat inipun perkembangan teknologi untuk provinsi papua masih rendah pengoperasiannya,
hanya beberapa tempat untuk kabupaten dan kota saja yang sudah memiliki fasilitas tersebut.
Dalam upaya mengatasi fragmentasi data, pemerintah sedang mengembangkan aplikasi yang disebut
dengan sistem aplikasi daerah (Sikda) generik. Sistem informasi kesehatan berbasis generik
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Input pencatatan dan pelaporan berbasis elektronik (computerized)
2. Input data hanya dilakukan ditempat adanya pelayanan kesehatan
3. Tidak ada duplikasi (hanya dilakukan 1 kali)
4. Akurat, tepat, hemat sumber daya (efisien) dan transparan. Terjadi pengurangan beban kerja
sehingga petugas memiliki waktu tambahan untuk melayani pasien atau masyarakat.
Dalam perkembangannya sistem informasi kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 2 (berdasarkan
pada karakteristik integrasi sistem informasi), yaitu :
 Sistem informasi yang mempunyai derajat integritas internal yang tinggi
1. Sistem informasi rekam medis elektronik
2. Sistem informasi manajemen dokumen
3. Sistem informasi farmasi
4. Sistem informasi geografis
5. Sistem pendukung pengambilan keputusan kesehatan.
6. Sistem informasi eksekutif
7. Data warahouse dan datamining
 Sistem informasi yang mempunyai derajat integrasi eksternal yang tinggi.
1. Telemedicine
2. Internet, intranet, ekstranet
3. Sistem informasi kesehatan publik
2.5. Perbedaaan Sistem Informasi Kesehatan dengan Negara PNG
Pada prinsipnya Perkembangan informasi kesehatan di Provinsi Papua dan Negara Tetangga
PNG belum mengalami kemajuan.
Hal ini dapat dilihat pada:

 Kualitas Fisik Manusia dan Penduduk Papua Nugini


1. Komposisi Penduduk
2. Beban Ketergantungan
3. Tingkat Kelahiran dan Tingkat Kematian
4. Angka Kesakitan
5. Angka Harapan Hidup

 Kualitas Non Fisik Penduduk Papua Nugini


1. Produktifitas
2. Kemandirian
3. Solidaritas
4. Kecerdasan/Pendidikan
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Sistem informasi kesehatan merupakan sarana untuk menunjang pelayanan kesehatan yang
diberikan kepada masyarakat. Sistem informasi kesehatan yang efektif memberikan dukungan
informasi bagi proses pengambilan keputusan di semua jenjang, bahkan di puskesmas atau di rumah
sakit kecil sekalipun. Bukan hanya data, bahkan juga informasi yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat
yang dapat disajikan dengan adanya sistem informasi kesehatan yang tertata dan terlaksana dengan
baik. Sehingga pada akhirnya provinsi papuapun boleh memiliki akses sistem informasi kesehatan
yang memadai.

3.1. Saran
 Kepada Pemerintah Pusat agar lebih memperhatikan hal mengenai teknologi informasi pada
Provinsi Papua sehingga provinsi papuapun boleh mendapatkan sistem informasi kesehatan yang
tertata dan terlaksana dengan baik.
 Kepada Pemerintah provinsi Papua agar lebih proaktif menyelesaikan masalah teknologi informasi
yang dimaksud.
DAFTAR PUSTAKA

Inggarputri. 2009. Thesis: Evaluasi Penerapan SIMPUS berbasis komputer dengan metode PIECES di
Puskesmas Wilayah Kabupaten Blora. Universitas Diponogoro, Semarang
Kepmenkes RI. 2002. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 511 tahun 20002 tentang Kebijakan dan
Strategi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS)
Kemenkes RI. 2009. UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. http://www.kemenkes.or.id
Kusumadewi. Sri. 2009. Informasi Kesehatan. Graha Ilmu. Yogyakarta
Katalog Geografi. informasi dan materi geografi