Anda di halaman 1dari 3

Pemanfaatan Potensi Lokal (Pasar Tradisional dan Tumbuhan Rempah pada Bumbu Masakan

Banjar) sebagai Sumber Belajar

Pendidikan merupakan tempat mengembangkan individu dan masyarakat dalam bidang


ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Riefani (2016), pendidikan merupakan wadah untuk
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan individu dan masyarakat perlu
diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kurikulum sekolah. Commented [D1]: Cek kamus eyd

Kurikulum harus diimplementasikan terhadap kehidupan sehari-hari, sehingga peserta didik


dihadapkan pada objek nyata yang terkait materi pembelajaran. Konteks pembelajaran harus
disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang beranekaragam (sosial, budaya dalam
masyarakat, dan lingkungan). Terkait pembelajaran yang kontekstual, salah satu pembelajaran
dapat memanfataan lingkungan sebagai sumber belajar, yaitu peserta didik mengkaji potensi
lokal yang ada di lingkungan sekitar. Menurut Riefani (2016), potensi lokal pada pembelajaran Commented [D2]: Klo ad cari sumber lain

IPA memberikan efek dalam penyajian materi Biologi yang sesuai dengan kehidupan sehari-
hari. Konsep yang diperoleh peserta didik dalam pembelajaran di kelas perlu penguatan dengan
kegiatan yang dapat merangsang kemampuan berpikir peserta didik dan melatih mereka dalam
pemecahan masalah. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam pembelajaran baik itu dalam Commented [D3]: Ganti dg oleh krn itu

model pembelajaran, sumber belajar atau media pembelajaran. Berdasarkan pernyataan


sebelumnya yang akan dibahas yaitu mengenai inovasi sumber belajar yang berkaitan dengan
Potensi lokal yang ada di Banjarmasin.
Perlu kita ketahui bahwa di Banjarmasin provinsi Kalimantan Selatan banyak sekali
konteks lokal yang bisa diambil sebagai sumber pembelajaran. Pasar tradisional merupakan
wadah pertemuan penjual dan pembeli melalui transaksi jual-beli (terdiri dari kios atau gerai, Commented [D4]: Cek lagi

los, dan dasar terbuka yang terbuka). Berbagai macam bahan dan barang diperjualbelikan di
pasar tradisional, termasuk tumbuhan rempah yang digunakan untuk mengolah bumbu
masakan Banjar. Potensi lokal yang terdapat pada pasar tradisional, baik hewan maupun
tumbuhan yang diperjualbelikan pedagang dapat menjadi objek belajar bagi peserta didik.
Tempat ini menjadi sarana edukasi berbasis lingkungan yang dapat dijadikan sumber belajar Commented [D5]: Cek dkmus

bagi peserta didik dalam mengamati dan menemukan. Peserta didik dapat mengenal
lingkungan mereka dan potensi lokal yang dimiliki daerahnya, serta mengaitkannya dengan
materi pembelajaran. Berdasarkan hal itu, Peserta didik dapat menemukan konsep dari materi
yang diajarkan serta mampu merangsang kemampuan berpikir peserta didik dan melatih
mereka dalam pemecahan masalah.
Bumbu masakan banjar yang banyak mengandung rempah-rempah dapat menjadi objek
belajar bagi peserta didik. Dari hasil survei (Maulida, 2017) tumbuhan rempah pada bumbu
masakan Banjar teridentifikasi sebanyak 30 jenis tumbuhan rempah dari 19 famili tumbuhan
yang ditemukan pada berbagai jenis masakan khas Banjar dapat digunakan sebagai sumber
belajar. Pada pembelajaran tumbuhan rempah dalam bumbu masakan banjar, dapat
diidentifikasi oleh peserta didik. Pengidentifikasian ini akan menumbuhkan minat peserta didik
dalam belajar serta pembelajran yang bersifat kontekstual atau sesuai dengan kehidupan sehari-
hari lebih menarik minat peserta didik. Selain menarik minat belajar peserta didik, konsep yang
mereka dapatkan dari hasil identifikasi tumbuhan rempah akan lebih melekat pada daya ingat
peserta didik.
Penggunaan pasar tradisional dan tumbuhan rempah pada bumbu masakan Banjar ini
tidak hanya dapat serta merta begitu saja digunakan sebagai sumber belajar. Berdasarkan hasil
penelitian, pembelajaran harus diikuti dengan pendekatan, metode, teknik dan media
pembelajaran yang tepat agar pendidik dapat merangsang peserta didik dengan baik. Menurut
Riefani (2016), proses pembelajaran harus mampu memadukan faktor-faktor penunjang lain
dalam memberikan rangsangan dan respon peserta didik, serta menambah semangat peserta
didik. Pemanfaatan Penggunaan pasar tradisional dan tumbuhan rempah pada bumbu masakan
Banjar sebagai sumber belajar sangat cocok menggunakan model pembelajaran berbasis
kooperatif atau inquiry karena peserta didik dituntut untuk menemukan konsep melalui
rangkaian pembelajaran seperti praktikum, identifikasi dan sebagainya.
Tujuan menggunakan pasar tradisional dan tumbuhan rempah pada bumbu masakan
khas banjar bukan hanya untuk menarik minat siswa dalam belajar tapi juga untuk
mangenalkan budaya Kalimantan Selatan yang kini mulai tidak diketahui oleh anak-anak.
Sarana pengenalan budaya bisa melalui apa saja termasuk juga pada pembelajaran di sekolah.
Adanya perpaduan antara konteks lokal dengan pembeljaran maka kita sudah berkontribusi
untuk mengurangi lunturnya kebudayaan pada masyarakat tu sendiri.
Oleh karena itu, dari berbagai macam penjelasan memang perlu adanya inovasi untuk
pendidikan. Inovasi pada pembelajaran tidak hanya dilakukan pada model pembeljaran atau
media pembelajran tapi juga pada sumber dan objek belajar. Inovasi yang dilakukan pada
sumber belajar yaitu dengan menggunakan sumber belajar yang berkaitan dengan konteks
lokal, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pasar tradisional dan tumbuhan rempah
pada bumbu masakan banjar bisa dijadikan sebagai sumber belajar. Penggunaan sumber belajar
yang memanfaatkan potensi lokal tentu harus juga dengan menggunakan pendekatan.
Pemilihan media, model dan strategi yang tepat juga mendukung berjalannya pembelajaran
dengan baik. Pemanfaatan potensi lokal harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu,
pemanfaatan pasar tradisional dan tumbuhan rempah pada masakan banjar merupakan sarana
untuk mengenalkan budaya pada peserta didik untuk mengurangi lunturnya kebudayaan pada
masyarakat itu sendiri.