Anda di halaman 1dari 7

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI PROGRAM STUDI :

 SISTEM KOMPUTER
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
Jl. Let.Jend. S. Parman No.1, Blok R Lantai XI, Jakarta 11440
Telp : (021) 5676260 - 5677949 Fax : (021) 56941924
E-mail : informa@tarumanagara.ac.id

LAPORAN PRAKTIKUM
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

TAHAP : III

KELOMPOK : -

PROGRAM STUDI : SISTEM KOMPUTER

NAMA : KEYZA NOVIANTI

NPM : 835082001

ASISTEN : ANDELY

RUDYANTO SIAUW
1. Percobaan Praktikum
a. Percobaan I ( Set & Reset )
Using Ladder Using STL

LD I0.0
= Q0.0
S Q0.1, 1
R Q0.2, 2

Penjelasan :
Set dan Reset digunakan untuk mengaktifkan atau mendeaktifkan suatu output.
Percobaan ini mengeluarkan hasil
o Jika I0.0 Off maka Q0.1 nyala
o Jika I0.0 On maka Q0.0 & Q0.1 nyala
 Q0.1 selalu nyala, karena output Q0.1 dikunci oleh program S (set) yang mana
bertugas untuk mengaktifkan selalu outputnya.
 Q0.2 selalu mati, karena output Q0.2 dikunci oleh program R (reset) yang mana
bertugas untuk mendeaktifkan / mereset outputnya.

b. Percobaan II ( Counter Down )


Using Ladder Using STL

LD I0.0
LD I0.1
CTD C50, 3

Penjelasan :
Pada percobaan ini terdapat dua buah input yang mana satu digunakan untuk memberi
input counter dan input reset ke counter down.
o Input yang dihubungkan ke I0.0, digunakan untuk memberikan input countdown.
o Input yang dihubungkan ke I0.1, digunakan untuk memberikan input reset pada
counter down.
o PV menunjukkan nilai awal yang ditampung oleh counter.
Hasil percobaan menunjukkan, bahwa setiap kali I0.0 diaktifkan, counter akan mulai
mengurangi 1 nilai dari nilai PV yang telah ditentukan. Saat counter telah mencapai nol,
maka input I0.0 yang dimasukkan tidak membawakan perubahan pada counter. Untuk
mengembalikan nilai PV ke nilai awal yang ditentukan, digunakan input I0.1 untuk
meresetnya. Maka pada saat input I0.1 di aktifkan maka counter akan kembali ke nilai
awal yang ditentukan pada PV. Input untuk percobaan seperti ini biasanya
menggunakan push button.
c. Percobaan III ( Counter Up )
Using Ladder Using STL

Network1
LD I0.0
LD I0.1
CTU C50, 5

Network2
LD C50
= Q0.1

Penjelasan :
Pada percobaan ini terdapat dua buah input yang mana satu digunakan untuk memberi
input counter dan input reset ke counter up.
o Input yang dihubungkan ke I0.0, digunakan untuk memberikan input counter up.
o Input yang dihubungkan ke I0.1, digunakan untuk memberikan input reset pada
counter up.
o PV menunjukkan nilai maksimal (target) yang ditampung oleh counter.
Hasil percobaan menunjukkan, bahwa setiap kali I0.0 diaktifkan, counter akan mulai
menambah 1 nilai ke counter. Saat counter telah mencapai nilai PV yang di tentukan,
maka output counter C50 akan mengaktifkan output pada Q0.1. Untuk mengembalikan
isi nilai counter kembali ke nol, digunakan input I0.1 untuk meresetnya. Maka pada saat
input I0.1 diaktifkan maka counter akan kembali ke nilai 0 dan output pada Q0.1 akan
mati karena tidak mendapat input C50 dari counter up. Input untuk percobaan seperti ini
biasanya menggunakan push button.

d. Percobaan IV ( Latching I )
Using Ladder Using STL

LD I0.0
O Q0.0
AN I0.1
= Q0.0

Penjelasan :
Latching adalah rangkaian yang menggunakan output sebagai salah satu input, dengan
tujuan mempertahankan rangkaian agar tetap menyala walaupun input penghidup
dimatikan. Contohnya pada Starter Motor.
Hasil percobaan ini menunjukkan beberapa kondisi sebagai berikut :
o Saat input I0.0 diaktifkan, maka Q0.0 akan nyala
 Dalam kondisi ini, saat I0.0 dimatikan, Q0.0 akan tetap nyala karna Q0.0 yang
dijadikan input berfungsi untuk mempertahankan rangkaian agar tetap nyala
 Untuk mematikan Q0.0 digunakan input I0.1. Jadi pada saat I0.1 diaktifkan maka,
Q0.0 akan mati.
o Jika kedua input I0.0 dan I0.1 diaktifkan maka rangkaian akan tetap dalam keadaan
mati. Maka, asalkan input I0.1 aktif, maka rangkaian akan mati.
e. Percobaan V (Latching II )
Using Ladder Using STL

Network1
LD I0.0
O Q0.0
AN I0.1
= Q0.0

Network2
LDN Q0.0
= Q0.3

Network3
LD Q0.0
= Q0.5

Penjelasan :
Percobaan ini menggabungkan lancing untuk mengaktifkan atau mematikan lampu.
Hasil percobaan ini menunjukkan beberapa kondisi sebagai berikut :
o Saat input I0.1 mati, maka Q0.3 akan nyala
o Saat input I0.0 diaktifkan, maka Q0.0 akan nyala
Saat Q0.0 nyala, Q0.0 mengaktifkan Q0.5 dan mematikan Q0.3
 Dalam kondisi ini, saat I0.0 dimatikan, Q0.0 akan tetap nyala karna Q0.0 yang
dijadikan input berfungsi untuk mempertahankan rangkaian agar tetap nyala
 Untuk mematikan Q0.0 digunakan input I0.1. Jadi pada saat I0.1 diaktifkan maka,
Q0.0 dan Q0.5 akan mati, dan Q0.3 akan nyala kembali
o Jika kedua input I0.0 dan I0.1 diaktifkan maka rangkaian akan tetap dalam keadaan
mati. Maka, asalkan input I0.1 aktif, maka rangkaian akan mati.
f. Percobaan VI ( Simulasi Lampu Merah )
i. Kelompok Budi
Using Ladder Using STL

Network 1
LD I0.1
TON T37, +150
Network 2
LD T37
A T33
= Q0.1
Network 3
LD Q0.0
TOF T33, +50
Network 4
LD I0.1
O Q0.0
AN T37
= Q0.0
Network 5
LD Q0.1
TOF T38, +100
Network 6
LDN T33
A T38
= Q0.2

Penjelasan :
Membuat percobaan simulasi lampu merah dengan satu input dan 2 output dengan
menggunakan latching.
Konsep program :
o Saat input I0.1 diaktifkan, akan mengaktifkan Q0.0 (Network 4) dan Timer On
selamaT37 15 detik.
o Q0.0 pada saat ini memiliki 2 fungsi.
 Mengaktifkan Timer Off T33 pada Network 3 selama 5 detik
 T33 akan menjadi input pada rangkaian seri Network 2 dan Network 6.
 Pada Network 2 T33 digunakan untuk menyalakan Q0.1
 Pada Network 6 T33 digunakan untuk mematikan Q0.2
 Mempertahankan Network 4 agar tetap aktif
o T37 memberikan signal masuk ke Network 2 dan Network 4.
 Pada Network 2 T37 digunakan untuk menyalakan Q0.1
 Pada Network 4 T37 digunakan untuk mematikan Q0.0
o Q0.1 nyala dan akan mengkatifkan Timer Off T38 selama 10 detik
 Timer Off 38 akan menjadi input pada Network 6 untuk menyalakan Q0.2

Hasil percobaan :
Input I0.1 diaktifkan, maka Q0.0 nyala selama 15 detik kemudian mati.
Q0.0 mati maka Q0.1 akan nyala selama 10 detik, kemudian Q0.2 akan nyala
ii. Kelompok Keyza ( 3 Lampu )
Using Ladder Using STL

Network 1
LD I0.0
= Q0.0
Network 2
LD Q0.0
TON T37, 150
Network 3
LD T37
= Q0.3
R Q0.0, 1
Network 4
LD Q0.3
TON T38, 50
Network 5
LD T38
= Q0.5
R Q0.3, 1
Network 6
LD Q0.5
TON T39, 100
Network 7
LD T39
R Q0.5, 1

Penjelasan :
Membuat percobaan simulasi lampu merah dengan satu input dan 2 output dengan
menggunakan reset.
Konsep program :
o Saat input I0.0 diaktifkan, akan mengaktifkan Q0.0
o Q0.0 mengaktifkan Timer On selamaT37 15 detik.
o Output Timer On T37 dijadikan input untuk melakukan 2 fungsi :
 T37 mengaktifkan Q0.3 dan mereset Q0.0, maka Q0.0 akan mati
o Q0.3 mengaktifkan Timer On selamaT38 5 detik.
o Output Timer On T38 dijadikan input untuk melakukan 2 fungsi :
 T38 mengaktifkan Q0.5 dan mereset Q0.3, maka Q0.3 akan mati
o Q0.5 mengaktifkan Timer On selamaT39 10 detik.
o Output Timer On T38 dijadikan input untuk mereset Q0.5, maka Q0.5 akan mati.

Hasil percobaan :
Input I0.1 diaktifkan, maka Q0.0 nyala selama 15 detik kemudian mati.
Q0.0 mati maka Q0.3 akan nyala selama 5 detik, kemudian Q0.3 akan mati.
Q0.3 mati maka Q0.5 akan nyala selama 10 detik, kemudian Q0.5 akan mati.
iii. Kelompok Keyza ( 2 Lampu )
Using Ladder Using STL

Network 1
LD I0.0
= Q0.0

Network 2
LD Q0.0
TON T37, 150

Network3
LD T37
= Q0.3
R Q0.0, 1

Network 4
LD Q0.3
TON T38, 100

Network 5
LD T38
R Q0.3, 1

Penjelasan :
Membuat percobaan simulasi lampu merah dengan satu input dan 2 output dengan
menggunakan reset.
Konsep program :
o Saat input I0.0 diaktifkan, akan mengaktifkan Q0.0
o Q0.0 mengaktifkan Timer On selamaT37 15 detik.
o Output Timer On T37 dijadikan input untuk melakukan 2 fungsi :
 T37 mengaktifkan Q0.3 dan Q0.0, maka Q0.0 akan mati
o Q0.0 mengaktifkan Timer On selamaT38 10 detik.
o Output Timer On T38 dijadikan input untuk mereset Q0.3, maka Q0.3 akan mati.

Hasil percobaan:
Input I0.1 diaktifkan, maka Q0.0 nyala selama 15 detik kemudian mati.
Q0.0 mati maka Q0.3 akan nyala selama 10 detik, kemudian Q0.3 akan mati.

2. Kesimpulan
a. Menggunakan Set dan Reset dapat mengatur output untuk aktif atau tidak aktif
 Set  Aktif
 Reset  Tidak Aktif
b. Menggunakan rangkaian latching dapat mempertahankan rangkaian walaupun input
utamanya sudah tidak aktif
c. Counter Up dan Counter Down banyak dipergunakan pada aplikasi penggunaan Push
Button.
d. Penggunaan gabungan dari Timer, Set/Reset, dan lainnya dapat menghasilkan
berbagai program yang sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya
seperti lampu merah, starter motor dan lainnya.