Anda di halaman 1dari 2

Kami selaku kelompok gabungan unit Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan

HAM dan Direktorat Jenderal HAM ingin lebih berfokus untuk menyoroti mengenai
“Penelitian yang kurang bermutu dan pemanfaatan hasil penelitian yang tidak maksimal”.
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun, diperoleh beberapa kenyataan bahwa (1)
SOP Balitbang yang telah ada pada kenyataannya tidak digunakan dengan baik dan tidak
maksimal; (2) Saran hasil penelitian seringkali tidak komprehensif dan tidak aplikatif sehingga
menunjukkan kurangnya mutu hasil penelitian; (3) kurang tepatnya sasaran hasil penelitian
dimana selama ini hanya disosialisasikan ke Kantor Wilayah padahal hasil penelitian juga
berguna untuk universitas atau akademisi yang lain sehingga tidak adanya tindak lanjut dari
hasil penelitian tersebut; (4) tidak adanya variasi metode dan bentuk penelitian dari tahun ke
tahun; (5) penggunaan diksi untuk mempresentasikan argumen masih belum fokus kepada
masalah yang diteliti; (6) alur penulisan hasil penelitian yang tidak kohesif dan tidak mengalir
dengan lancar sehingga argumennya tidak sampai kepada pembaca.
Hal yang dapat dilakukan (solusi) terkait dengan masalah ini adalah (1) diadakannya
evaluasi berjangka, baik dari internal ataupun eksternal untuk menjaga mutu dan kualitas hasil
penelitian dan kompentensi penelitiannya; (2) pembuatan standar penelitian dan penerbitan
hasil penelitian; (3) mengadakan workshop mengenai penelitian dengan instansi lain dan juga
universitas-universitas di Indonesia atau mungkin merambah ke dunia internasional; (4)
pemilihan tema penelitian yang lebih akurat dan melibatkan banyak bagian dari masyarakat.
Rancangan yang kami usulkan dalam kasus ini adalah perbaikan SOP penelitian dan
sosialisasi hasil penelitian sebagai hal utama yang harus dilakukan dalam penelitian;
pengawasan mutu yang dipantau oleh atasan internal di lingkungan Balitbang Hukum dan
HAM dan LIPI selaku pembina; perbaikan mutu dari pemanfaatan hasil dan isi penelitian untuk
lebih dimanfaatkan oleh banyak pihak utamanya pada akademisi; memperbaiki budaya kerja
yang dapat memperbaiki mutu dari hasil penelitian dengan mengadakan beberapa pelatihan
terkait.
Tahapan fishbone dari kasus ini:
1. Rencana Mutu : Identifikasi masalah, pembentukan tim yang kompeten
2. Pengawasan Mutu : mengadakan seminar proposal penelitian bersama tim dari
balitbang dan juga LIPI, mengadakan seminar hasil penelitian bersama tim dari
balitbang dan juga LIPI
3. Perbaikan Mutu : pemanfaatan hasil penelitian tidak hanya kepada Kantor
Wilayah tetapi juga kepada para akademisi atau lembaga dan komunitas terkait
dengan tema penelitian
4. Sosialisasi Mutu : workshop dengan para mahasiswa atau kalangan kampus, FGD
dengan Kantor Wilayah ataupun stakeholder terkait.
5. Implementasi dan Pengawalan Mutu: dilaksanakan review hasil penelitian oleh rekan
sejawat atau peneliti yang lebih tinggi tingkatannya dan berkompeten, pengawalan
tindak lanjut hasil penelitian secara berkelanjutan.
6. Output dan outcome: hasil penelitian yang tepat sasaran dengan kualitas yang
bermutu, terselenggaranya workshop dan FGD sehingga masyarakat luas semakin
paham mengenai tema penelitian yang dilaksanakan, hasil penelitian sebagai
pertimbangan/dasar pembuatan kebijakan