Anda di halaman 1dari 3

ISLAM DAN METODOLOGI PEMAHAMAN

A.) Pendahuluan

Problem utama yang kita hadapi adalah bagaimana menangkap pesan pesan islam yang suci, yang
mutlak dan universal, tidak sedikit upaya menangkap pesan pesan Tuhan di antara umat islam
berbenturan bahkan menafikkan yang lain, karena masiing masing pihak merasa apa yang ia pahami
dan peroleh sudah menjadi sesuatu yang final dan absolut, padahal islam bersifat inklusif (terbuka)
yg dinyatakan Al-Qur’an sebagai “Rahmatal Lilalamin”

B.) Pengertian Islam

Secara bahasa Islam diambil dari kata Aslama Yuslimu Islaman yang berarti menyerahkan diri,
tunduk, patuh, dan pasrah kepada Allah swt semata.

Secara Istilah islam berarti menampak ketundukan dan kepatuhan dalam melaksanakan syariah
serta iltizam kepada apa yg datang dari Rasulullah saw.

Allah swt memerintahkan kepada hambanya agar mereka masuk islam secara kaffah, sebagaimana
tercantum dalam kitab Nya,
“Wahai orang orang yang beriman masuklah kalian semua dalam Islam secara keseluruhannya, dan
jangan kamu turut langah langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”(QS.
2:208)

Islam mempunyai dua bentuk makna dan penggunaan yaitu :


1.) Makna secara umum

Secara umum Islam merupakan ketundukan seluruh makhluk hidup alam semesta ini kepada
ketentuan dan ketetapan Allah swt.
Sebagaimana firman Allah :

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya lah
berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya
kepada Allah lah mereka dikembalikan” (QS. 3:83)

“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanyadan
kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah Ku dengan suka hati atau terpaksa”.
Keduanya menjawab : “Kami datang sengan suka hati” (QS. 41:11)

Dalam hal ini agama para nabi dan rasul adalah sama yaitu Islam. Agama islam yang mereka terima
dari Allah swt mempunyai kesamaan di bidang akidah dan akhlak, perbedaannya hanyalah tata cara
ibadah dan muamalah saja, hal ini dijelaskan Allah dalam firmannya :

“Untuk masing masing di antara kalian (Yaitu umat Nabi Muhammad dan umat umat para nabi dan
rasul terdahulu) kami berikan aturan hidup dan jalan yang terang. (QS. 5:48)

2.) Makna secara khusus

Agama yang dibawa oleh Rasulullah yang bersumber kepada wahyu Al-Qur’an dan As-
Sunnah ini adalah agama tauhid yang terakhir bagi seluruh umat manusia dan jin.sejak zaman Nabi
Adam a.s sampai dengan Nabi Isa a.s bin Maryam, Allah telah mengambil perjanjian dari seluruh nabi
dan rasul bahwa apabila Nabi Muhammad yang diutus sebagai penutup para nabi dan rasul telah
muncul, niscaya seluruh nabi dan rasul tersebut akan beriman kepada beliau, Muhammad
Dengan adanya ketetapan Allah swt dan pengakuan seluruh nabi dan rasul atas kedudukan
Rasulullah saw sebagai penyempurna dan penutup, maka agama islam sah dan harus dianut dan
dilaksanakan oleh seluruh umat manusia dan jin hanyalah Islam yang dibawa oleh Rasulullah yang
bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, Adapun Islam yang diajarkan nabi dan rasul sebelumnya
dinyatakan tidak berlaku lagi dengan alasan:

a.) Sisi persamaan adalah dalam hal akidah dan akhlak dan hal itu telah dikuatkan dan
disempurnakan oleh Islam yang dibawa Rasulullah

b.) Sisi perbedaan adalah tata cara ibadah dan muamalah, maka untuk umat ini telah diajarkan
ketentuan dan aturan aturan baru yang berbeda dengan tata cara ibadah dan muamalah para nabi
dan rasul terdahulu.

Ketentuan yang mengikat dan wajib dilaksanakan oleh seluruh umat manusia dan jin yaitu:

a.) Nabi muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang menyempurnakan ajaran para nabi dan
rasul terdahulu.

b.) Karena Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul terakhir sehingga Allah tidak akan mengutus
nabi dan rasul lain sepeninggal beliau maka Allah menjadikan ajaran Islam yang dibawa Rasulullah
berlaku untuk semua umat manusia dan jin.

c.) Sebagai agama dan aturan hidup berlaku untuk seluruh umat manusia dan jin sampai hari kiamat
kelak, maka Allah akan menjadikan Islam sebagai satu satunya agama yang sempurna dan diridhai-
Nya.

d.) Siapapun manusia dan jin yang tidak beriman kepada Rasulullah, Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka
dihukumi sebagai orang kafir yang kekal di neraka, meskipun ia beriman kepada nabi dan kitab suci
terdahulu.

C.) Ruang Lingkup Ajaran Islam

Secara global, ajaran islam mencakup empat bidang yaitu:

1.) Akidah, merupakan ajaran islam yang bersifat keyakinan hati dan menjadi pondasi tegaknya
agama islam, bidang akidah meliputi rukun islam yang pertama dan rukun iman yang ke enam.

2.) Akhlak, merupakan ajaran islam yang bersifat pengamalan amal kebajikan dan meninggalkan
amal keburukan, baik dalam konteks hubungan Manusia dengan Allah, Manusia dengan Manusia
serta Manusia dengan makhluk selain manusia.

3.) Ibadah, merupakan ajaran islam yang bersifat amalan lisan dan amalan anggota badan sebagai
wujud ketundukan dan pengabdian kepada Allah yg terikat oleh syarat,rukun,kewajiban,sunnah, dan
pembatal.

4.) Muamalah, merupakan ajaran islam yang bersifat pengaturan terhadap kehidupan
bermasyarakat berbangsa dan bernegara, meliputi :

a.) Siyasah syar’iyah (hukum islam yang berkaitan dengan pengaturan roda politik dan
pemerintahan sesuai aturan Al-Qur’an dan As-Sunnah, contoh: syarat penguasa, tata cara
pemilihan penguasa, dll)

b.) Ekonomi (hukum islam yang berkaitan dengan pengaturan roda ekonomi masyarakat dan
negara, contoh: perdagangan, sewa menyewa, pegadaian, dll)
c.) Tatanan keluarga(hukum islam yang berkaitan dengan pembentukan keluarga muslim,
contoh: perkawinan, perceraian, pembagian warisan, dll)

d.) Aspek sosial(hukum yang mengatur kehidupan bermasyarakat yg aman dengan nilai nilai
islam, contoh: menjunjung tinggi hak asasi manusia, keadilan dan persamaan, menghormati
satu sama lain, dll)

e.) Militer(hukum islam yang mengatur masalah persiapan kekuatan mliter(I’dad),penjagaan


daerah perbatasan(ribath), dll)

f.) Kebudayaan, pendidikan dan aspek aspek kehidupan lainnya.