Anda di halaman 1dari 28

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah Swt karena berkat rahmat dan hidayah- Nya
kami dapat menyelesaikan laporan praktikum dengan judul “Pemetaan Medan Listrik”.
Dalam penyusunannya, kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang
telah memberikan dukungan, bimbingan, nasihat dan kepercayaan yang besar. Sehingga
laporan praktikum ini dapat terselesaikan. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada
teman-teman yang telah memberikan kontribusi dalam penyelesaian laporan ini..
Kami menyadari bahwa laporan praktikum ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga
segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah diharapkan.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih, semoga hasil laporan praktikum ini dapat bermanfaat.

Depok, Mei 2018

Penyusun

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 1


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR 3
BAB I. PENDAHULUAN 4
1.1. Tujuan 4
1.2. Dasar Teori 4
1.2.1 Penentuan Medan Cara Grafis 5
1.2.2. Hubungan Analogi Antara Medan Elektrostatis Dengan Medan Arus Listrik 6
1.2.3. Meniru Medan Listrik dengan Kertas Konduktif 6
BAB II. PELAKSANAAN 7
2.1. Alat dan Bahan 7
2.2. Prosedur Percobaan 8
2.2.1. Percobaan Secara Manual 8
2.2.2. Percobaan Secara Quick Field 8
BAB III. DATA PERCOBAAN 14
3.1. Data Hasil Percobaan 14
3.1.1. Data Hasil Percobaan Secara Manual 14
3.1.2. Data Hasil Percobaan Secara Quick Field 17
BAB IV. ANALISIS DATA 20
4.1. Perbandingan Dengan Bentuk Percobaan Lainnya 20
4.1.1. Perbandingan Dengan Hasil Percobaan Menggunakan QuickField 20
4.1.2. Perbandingan Dengan Hasil Percobaan Lain 21
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 26
5.1. Kesimpulan 26
5.2. Saran 26

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 2


DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Tabel Alat dan Bahan Yang Digunakan 7
Tabel 3.1. Data Pengukuran Pada kondisi Segitiga (+) dan Kotak (-) 14

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1.1. Rangkaian Percobaan Pemetaan Medan Listrik 8
Gambar 3.1.1. Pemetaan Medan Listrik Menggunakan Kertas Konduktivitas 15
Pada Kondisi Segitiga (+) dan Kotak (-)
Gambar 3.1.1a Grafik Tegangan Terhadap Jarak 15
Gambar 3.1.1b Grafik Arus Terhadap Jarak 15
Gambar 3.1.1c Grafik Medan Listrik Terhadap Jarak 16
Gambar 3.1.1d Grafik Hambatan Terhadap Jarak 17
Gambar 3.1.2. Pemetaan Medan Listrik Menggunakan Quick Field 17
Gambar 3.1.2a Garis-Garis Medan Dalam Pemetaan Medan Listrik Menggunakan QuickField 18
Gambar 3.1.2b Parameter Nilai Current Density 18
Gambar 3.1.2c Grafik Tegangan Terhadap Jarak Menggunakan QuickField 19
Gambar 3.1.2d Grafik Arus Terhadap Jarak Menggunakan QuickField 19
Gambar 3.1.2d Grafik Medan Listrik Terhadap Jarak Menggunakan QuickField 19
Gambar 3.1.2e Grafik Konduktivitas Terhadap Jarak Menggunakan QuickField 19
Gambar 3.2.1 Pemetaan Medan Hasil Percobaan Tiap Kelompok 21
Gambar 3.2.2. Perbandingan Grafik Tegangan Terhadap Jarak Tiap Kelompok 22
Gambar 3.2.3. Perbandingan Grafik Arus Terhadap Jarak Tiap Kelompok 23
Gambar 3.2.4. Perbandingan Grafik Medan Listrik Terhadap Jarak Tiap Kelompok 24
Gambar 3.2.4. Perbandingan Grafik Medan Listrik Terhadap Jarak Tiap Kelompok 25

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 3


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Tujuan
Kuat medan listrik merupakan suatu pembebanan listrik pada suatu bahan dielektrik, oleh karena itu
penentuan kuat medan listrik merupakan suatu hal yang penting didalam teknik tegangan tinggi. Penentuan
kuat medan listrik dapat dilakukan dengan cara:
1. Penentuan medan secara grafis
2. Pengukuran pada suatu model dalam medan arus
3. Pengukuran pada tegangan tinggi
4. Perhitungan secara numeris dan analitis.

Dalam praktikum berikut ini hanya akan dilakukan pengukuran pada suatu model dalam medan arus atau
disebut ” pemetaan medan listrik”, yang dilakukan dengan mempergunakan kertas konduktif.

1.2. Dasar Teori


Magnet berasal dari kata magnesia, yaitu sebuah nama kota kuno yang sekarang bernama Manisa di
wilayah barat Turki, dimana sekitar 2500 tahun lalu kota ini telah ditemukan batu-batuan yang dapat menarik
partikel-partikel besi. Sekarang kita mengenal berbagai magnet buatan, baik yang bersifat permanen
maupun yang bersifat sementara.
Seperti halnya listrik, magnet juga dapat menimbulkan suatu medan yang disebut medan magnetic, yaitu
suatu ruang disekitar magnet yang masih terpengaruh gaya magnetic. Pada tahun 1269, berdasarkan hasil
eksperimen, Pierre de Maricourt menyimpulkan bahwa semua magnet bagaimanapun bentuknya terdiri dari
dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub magnet ini memiliki efek kemagnetan paling
kuat di bandingkan bgian magnet lainnya. Bentuk medan magnet dapat diamati dengan menabuurkan
serbuk besi secara merata di atas karton yang bagian bawahnya diberi sebuah magnet batang. Sedangkan
arah medan magnet didefinisikan sebagai arah yang ditunjukkan oleh kutub utara megnet jarum ketika
ditempatkan di sekitar magnet. Dengan demikian, secara sederhana medan magnetic dapat dinyatakan
dengan garis-garis khayal yang keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan yang disebut garis-garis
medan magnetic atau garis-garis gaya magnetic. Medan magnetic selain ditimbulkan oleh arus listrik dalam
suatu penghantar baik pada penghantar lurus, penghantar melingkar, maupun pada kumparan.
Pengertian kekuatan listrik suatu bahan isolasi ialah besar kuat medan listrik yang masih diperkenankan
pada keadaan tertentu, keadaan yang dimaksud adalah jenis tegangan, lamanya pembebenan, temperatur
dan bentuk elektroda.
Batas-batas kekuatan listrik suatu isolasi akan tercapai bila pada suatu tempat sembarang kuat medan
tembusnya dilewati. Oleh karena itu penentuan kuat medan maksimum mempunyai arti praktis yang besar.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 4


1.2.1. Penentuan Medan Secara Grafis
Jalannya garis medan listrik ditentukan oleh arah kuat medan listrik S. Pada setiap tempat garis ini
berjalan tegak lurus pada garis ekipotensial, jadi tegak lurus pada permukaaan elektroda, dengan asumsi
ada muatan permukaan pada bidang batas dua dielektrik, maka komponen normal dari kuat medan listrik
akan berbanding terbalik dengan konstanta dielektrik bahan isolasi. Sedangkan komponen tangensial
dari kuat medan listrik pada bidang batas akan tetap.

Umumnya pada medan dua dimensi pemetaan medan secara grafis mencapai ketelitian yang khusus.
Pada cara ini mula-mula digambarkan garis-garis ekipotensial dan garis-garis medan menurut
penaksiran, kemudian gambar medan dikoreksi selangkah demi selangkah dengan bantuan hukum-
hukun Dasar Medan Elektrostatis.

Daerah disepanjang yang dibatasi garis medan yang berdekatan, terdapat fluksi pergeseran yang
besarnya sama, sebagai Q = n Ei,, dimana l = lebar susunan yang tegak lurus pada bidang gambar,
ε = konstanta dielektrika. Bila Δφ dianggap sebagai selisih potensial tetap antara dua garis ekipotensial
berdekatan, maka Δφ = E a dan hubung berikut akan dipenuhi:

(a)

Konstanta K dipilh sembarang. diambil b/a = 1, bila jarak dari dua garis ekipotensial ditempat sembarang
sama dengan ai, maka kuat medan dihitung dari :
(b)

Bila jumlah garis ekipotensial yang digambarkan (tanpa bidang elektroda) = m, maka tegangan terpasang
total adalah :
U = (m+1) (c)
Bila jumlah garis medan yang digambar antara elektroda sama dengan n, maka pergeseran fluksi total
adalah :

Q=n 𝐛𝐢 Ei (d)

Kapasitansi susunan :

C = (e)

Cara ini dapat digunakan pada medan tiga dimensi yang memiliki rotasi simetris. Dengan pengukuran yang
analog dengan pemetaan medan didapat hubungan :

(f)

Dimana r = jarak dari unsur volume diukur dari sumbu rotasi. Penentuan medan secara grafis pada dasarnya
dapat dipermudah, jika telah diketahui beberapa harga.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 5


1.2.2. Hubungan Analogi Antara Medan Elektrostatis Dengan Medan Arus Listrik
Pengukuran medan pada model-model memanfaatkan analogi antara medan elektrosatatis dengan
medan arus listrik. Seperti :
a. Medan elektrostatis b. Medan arus listrik

Distribusi garis medan dan ekiptensial membentuk rumus matematik yang sama dalam kedua hal dan
hanya bergantung pada geometrid an material. Di dalam hal ini pergeseran listrik, analog dengan
kerapatan arus dan konstanta dielektrik ε dapat disimulasi oleh konduktivitas jenis dari medan arus.
Kapasitansi susunan dapat diketahui dari tahanan Ohm R, sebagai :

Hubung analogi ini menjadi dasar bagi simulasi medan listrik dengan kertas konduktif.

1.2.3. Meniru Medan Listrik dengan Kertas Konduktif


Medan dua dimensi dapat diukur dengan sederhana dan cukup teliti dengan menggunakan kertas
konduktif, dimana konstanta dieektrik sebanding dengan jumlah lapisan kertas konduktif. Sebagai kertas
konduktif dikenal kertas grafik dengan suatu tahanan permukaan (tahanan dari dua sisi yang berhadapan
/ junction) sebesar kira-kira 10 k Ohm, seperti kertas yang digunakan sebagai lapisan konduktif dari kabel
tegangan tinggi.

Permukaan elektroda disimulasi dengan lapisan cat perak konduktif, dengan pengokoh foli logam, dengan
paku atau jarum yang dihubungkan satu sama lain tang dipakukan pada selembar papan kayu atau dengan
bahan logam yang ditekan. Pada batas antara elektroda dan dielektrik, antara dua dielektrik yang berlainan
kertas konduktif itu harus dihubungkan konduktif satu sama lain dengan baik. Untuk ini cocok digunakan
jarum yang dipakukan pada papan dasar.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 6


BAB II
PELAKSANAAN
2.1. Alat dan Bahan
Tabel 2.1. Tabel Alat dan Bahan Yang Digunakan
Nama Alat dan
No. Gambar Fungsi
Bahan

Untuk menggunting kertas


1 Gunting
Konduktif

2 Cairan Perak

Sebagai bahan yang diuji


3 Kertas Konduktif
coba

Untuk mewarnai kertas


4 Kuas konduktifitas dengan
cairan perak

5 Penggaris Untuk membuat garis lurus

Sebagai penyambung
Kabel Positif dan
6 yang memberikan tanda
Negatif
positif dan negatif

Sebagai penjepit di sisi


bagian positif dan negative
7 Jarum Pelacak
agar nilai Medan tidak
berubah rubah

8 Pemotong Kabel Untuk memotong kabel

Mengukur kuat arus dan


9 Galvanometer beda potensial listrik yang
relatif kecil.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 7


2.2. Prosedur Percobaan
2.2.1. Percobaan Secara Manual
Rangkaian percobaan.

_
G
DC

R
+

Gambar 2.1.1 Rangkaian Percobaan Pemetaan Medan Listrik


Keterangan:
1.Simulasi elektroda
2.Kertas konduktif
3.Simulasi isolator / dielektrik
4.Jarum pelacak

Untuk melakukan prosedur percobaan pemetaan medan listrik adalah sebagai berikut :
1. Buat rangkaian percobaan seperti Gb. 2.1. Buat pola kotak (-) segitiga (+) dikertas berwarna hitam
dengan ukuran 1cm. Letakkan pada papan.
2. Lalu, cat bentuk kotak-segitiga pada kertas dengan cairan perak memakai kuas dengan merata.
Lalu, isolasikan kertas pada meja agar menempel
3. Hidupkan sumber tegangan DC, dan atur tegangannya pada 30 volt
4. Atur tahanan geser sehingga voltmeter (V) menunjukan harga 5 volt, kemudian cari tempat
kedudukan titik-titik sedemikian sehingga galvanometer (G) menunjukan harga 0, catat
koordinatnya, lakukan 6 kali titik pengamatan.
5. Lakukan hal yang sama

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 8


2.2.2. Percobaan Secara Quick Field
Untuk melakukan prosedur percobaan pemetaan medan listrik menggunakan Software “Quickfield” adalah sebagai
berikut :
Quick field merupakan aplikasi pada windows dan memiliki langkah kerja sebagai berikut
1. Buka aplikasi Quick Field.
2. Klik ikon New Problem, lalu ketikan nama file yang akan dibuat, klik Next.

3. Pilih problem type “DC Conduction”.


4. Pilih Length Units dalam satuan centimeters, klik Finish.

5. Klik View, lalu pilih Grid Setting untuk menentukan ukuran per bidang kotaknya.

6. Buat gambar seperti yang dibawah ini pada kertas konduktif

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 9


7. Tandai garis pada masing-masing bentuk (Kertas, Kotak - dan Segitiga +). Klik kanan pada garis
yang telah di tandai lalu pilih properties, namakan masing-masing bentuk (Kertas, Kotak - dan
Segitiga +).

8. Pada saat ditandai, di sebelah kanan kertas bidang terdapat suatu bar dimana terdapat tulisan
“Block Labels” lalu klik nama bentuk, contoh adalah “Kertas” yang berada dibawah tulisan “Block
Labels” tersebut dan masukan nilai konduktivitas sebesar 9 S/m. Lakukan hal yang sama pada
“Kotak –“ dan “Segitiga +”, masukan nilai konduktivitas sebesar 1 S/m untuk keduanya.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 10


9. Lalu klik pada masing-masing bidang kosong di setiap bentuknya, dan berikan nama sesuai
dengan bentuknya, yaitu Kertas, Kotak - dan Segitiga +. Di sebelah kanan kertas bidang terdapat
suatu bar dimana terdapat tulisan “Edge Labels” lalu klik nama bentuk, contoh adalah “Kertas”
yang berada dibawah tulisan “Edge Labels” tersebut dan masukan nilai tegangan sebesar 0 V.
Lakukan hal yang sama pada “Kotak –“ dan “Segitiga +”, masukan nilai tegangan sebesar 10 V
untuk “Segitiga +” dan sebesar 0 V untuk “Kotak –“.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 11


10. Klik icon Mesh, pastikan semua bidang terMesh.

11. Lalu klik icon Solve.

12. Mucul gambar pemetaan. Setelah itu klik icon add contour, lalu buatlah garis dari positif ke negatif,
lalu klik export picture untuk menyimpan gambar pemetaan yang terbentuk.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 12


13. Lalu klik X-Y plot

14. Pilih grafik Strength, Potensial, Current Density, dan Conductivity. Lalu klik export picture untuk
menyimpan grafik (lakukan per grafik).

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 13


BAB III
DATA PERCOBAAN DAN ANALISIS DATA

3.1. Data Hasil Percobaan


Data yang didapatkan dari hasil pengukuran pada praktikum Pemetaan Medan Listrik sebagai berikut :
3.1.1. Data Hasil Percobaan Secara Manual
 Pada Segitiga (+) , Kotak (-)
Tabel 3.1. Data Pengukuran Pada kondisi Segitiga(+) dan Kotak (-)
Medan
Tegangan Hambatan Jarak
No Arus (μA) Jarak (m2) Magnet
(Volt) (Ω) (m)
(V/m)
1 9 90 0,000009 100000 0,003 3000
2 8 80 0,000064 100000 0,008 1000
3 7 70 0,000289 100000 0,017 411,76
4 6 60 0,000784 100000 0,028 214,28
5 5 50 0,001369 100000 0,037 135,14
6 4 40 0,002601 100000 0,051 78,43
7 3 30 0,003969 100000 0,063 47,61
8 2 20 0,005184 100000 0,072 27,78
9 1 10 0,0064 100000 0,08 12,5

Note : titik acuan awal (0 cm) kami dimulai dari bentuk segitiga (+), kotak (-)
- Nilai arus didapat dari pembacaan alat ukur.
- Nilai tegangan didapat dari pemisalan tegangan di setiap garis medan
- Untuk mengetahui kuat medan litriknya dapat menggunakan persamaan 𝐸 = 𝑉⁄𝑟. Misalnya pada
titik yang berjarak 0,003m nilai E = 9/0,003 = 3000 V/m , dan untuk mengetahui titik kuat medan
listrik dititik yang berjarak tertentu selanjutnya dapat menggunakan seperti cara pengerjaan diatas.
- Untuk mengetahui nilai hambatan di titik tertentu, kami menggunakan persamaan 𝑅 = 𝑉⁄𝐼 ,
misalkan untuk mengetahui nilai hambatan pada titik yang berjarak 0.000009 m2 , nilai R
=9𝑉⁄90µA = 10000 ohm, begitu pula dengan titik-titik selanjutnya.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 14


Gambar 3.1.1. Pemetaan Medan Listrik Menggunakan Kertas Konduktivitas
Pada Kondisi Segitiga (+) dan Kotak (-)

Berdasarkan hasil rangkaian percobaan ini telihat bahwa rangkaian segitiga (+) yang mempunyai medan
terbesar pada jarak yang mendekati daerah positif, terlihat nilai v nya semakin besar. Sedangkan pada kotak
(-) ini terlihat semakin mendekati daerah negatif, nilai v nya semakin kecil.

Tegangan terhadap Jarak


14

12

10
Tegangan (V)

8
Tegangan terhadap Jarak
6
Power (Tegangan terhadap
4
Jarak)
2

0
0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007
Jarak (m2 )

Gambar 3.1.1a Grafik Tegangan Terhadap Jarak

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 15


Arus Terhadap Jarak
140

120

100

80
Arus (uA)

Arus Terhadap Jarak


60
Power (Arus Terhadap Jarak)
40

20

0
0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007
Jarak (m2 )

Gambar 3.1.1b Grafik Arus Terhadap Jarak

Medan Listrik terhadap Jarak


5000
4500
4000
Medan Listrik (V/m )

3500
3000
2500 Medan Magnet terhadap Jarak
2000
1500 Power (Medan Magnet terhadap
Jarak)
1000
500
0
0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1
Jarak (m)

Gambar 3.1.1c Grafik Medan Listrik Terhadap Jarak

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 16


Grafik Hambatan Terhadap Jarak
100000
100000
100000
100000 Grafik

Hambatan (ohm)
100000 Hambatan
Terhadap Jarak
100000
100000
Power (Grafik
100000 Hambatan
100000 Terhadap
100000 Jarak)
100000
0 0.002 0.004 0.006 0.008
Jarak (m2)

Gambar 3.1.1d Grafik Hambatan Terhadap Jarak

3.1.2. Data Hasil Percobaan Secara Quick Field


 Pada Segitiga (+) , Kotak (-)

Gambar 3.1.2. Pemetaan Medan Listrik Menggunakan Quick Field

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 17


Gambar 3.1.2a Garis-Garis Medan Dalam Pemetaan Medan Listrik Menggunakan QuickField

Gambar 3.1.2b Parameter Nilai Current Density

Berdasarkan pada Gambar 3.1.2 dapat dijelaskan bahwa ketika pada daerah yang berwarna hijau adalah
daerah positif, daerah yang kita buat dalam langkah kerja dan menunjukkan bahwa Tegangan pada daerah
hijau bernilai 10 V, lalu saat pada daerah positif terlihat nilai Current Density yang besar. Ini dikarenakan
pada Gambar 3.1.2b terlihat di parameter nilai Current Density dan kita dapat mengetahui pada daerah
positif nilai Current Density nya lebih besar atau bisa dikatakan bahwa pada Tegangan yang besar nilai
Current Density nya juga akan besar.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 18


Gambar 3.1.2c Grafik Tegangan Terhadap Jarak
Menggunakan QuickField
Gambar 3.1.2d Grafik Arus Terhadap Jarak
Menggunakan QuickField

Gambar 3.1.2d Grafik Medan Listrik Terhadap Jarak


Menggunakan QuickField

Gambar 3.1.2e Grafik Konduktivitas Terhadap Jarak


Menggunakan QuickField

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 19


Analisa Grafik :
Berdasarkan grafik yang telah diberikan di sub bab sebelumnya, dapat diketahui bahwa :
Lihat Gambar 3.1.2, jarak yang dimaksud adalah jarak dari daerah positif ke arah negatif lihat tanda panah
yang ada.
- Berdasarkan Gambar 3.1.2c dapat diketahui bahwa pada tegangan yang besar berada pada titik 0
atau daerah (+) sedangkan ketika nilai tegangan yang kecil maka ditunjukkan pada daerah (-).
- Untuk Gambar 3.1.2d ditunjukkan pada gambar 3.1.2b terdapat kenaikkan yang cukup jauh yaitu
dari jarak 0 dengan warna hijau (1988 A/m2) dan pada jarak 1 cm berwarna kuning gelap (antara
2485-2982 A/m2), lalu setelah jarak 1 cm – 10 cm, ketika daerah positif menuju kearah negatif dapat
diketahui bahwa nilai current density akan semakin mengecil.
- Berdasarkan formula V = I.R , kita dapat mengetahui bahwa tegangan dan arus paling tinggi terletak
pada pada jarak r = 0 cm, Hal ini terjadi karena titik yang jauh dari polaritas positif arus/tegangan
yang diterima titik tersebut akan tertahan oleh hambatan kertas konduktifitas, dan hambatan ini
terus meningkat seiring bertambahnya jarak titik tersebut dari polaritas positif. Dapat dikatakan
bahwa tegangan akan sebanding dengan arus.
- Berdasarkan Gambar 3.1.2d, dapat diketahui bahwa semakin besar nilai potensial pada suatu titik
tertentu semakin besar pula medan listriknya. Hal ini sesuai dengan persamaan 𝐸 = V/r, dimana
potensial di titik tertentu berbanding lurus dengan kuat medan listriknya, demikian juga semakin
dekat jarak titik tersebut dengan potensial yang tinggi semakin tinggi pula medan listriknya dan
sebaliknya. Grafik medan listrik terhadap jarak antara data yang kami dapat dengan aplikasi
QuickField mempunyai bentuk yang sama.
- Berdasarkan Gambar 3.1.2e, dapat diketahui bahwa hambatan disetiap titik kertas konduktor itu
memiliki nilai yang sama. Kita dapat menghitung nilai hambatan dengan persamaan V = I.R, karena
dalam hal ini kita sudah mengetahui arus dan tegangan. Grafik hambatan / konduktivitas terhadap
jarak antara data yang kami dapat dengan aplikasi QuickField mempunyai bentuk yang sama.

Keempat perbandingan grafik di atas mempunyai bentuk yang sama dengan data yang kami ambil
dalam praktikum, hal ini menunjukkan bahwa data yang kami ambil sesuai dengan Quickfield dan teori
yang ada.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 20


BAB IV
ANALISA DATA

4.1. Perbandingan Dengan Percobaan Lainnya


4.1.1. Perbandingan Dengan Hasil Percobaan Menggunakan QuickField

Analisa Gambar :
- Pada kedua gambar yang telah diberikan di sub bab sebelumnya, titik positif didaerah segitiga
merupakan daerah dengan memiliki medan listrik terbesar, dan sebaliknya untuk daerah di titik
negatif terdapat didaerah persegi merupakan daerah dengan medan listrik terkecil.
- Pada daerah di sekitar titik negatif dalam gambar quickfield tidak memiliki tingkatan medan listrik
lagi dibanding dengan gambar Praktikum. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi Quickfield memiliki
batasan untuk membaca suatu medan listrik dengan jumlah tertentu dibandingkan dengan
membaca melalui multimeter (hasil praktikum)

4.1.2. Perbandingan Dengan Hasil Percobaan Kelompok Lain

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 21


Gambar 3.2.1 Pemetaan Medan Hasil Percobaan Tiap Kelompok

Analisa Gambar:
Distribusi medan listrik dipengaruhi oleh bentuk geometris elektroda. Hal ini dapat dijelaskan bahwa
berdasarkan salah satu sifat konduktor pada konduktor yang bentuknya tidak teratur, muatan konduktor
akan terkonsentrasi pada luas permukaan yang lebih sempit (lebih runcing). Sedangkan kuat medan listrik
tepat di luar konduktor bermuatan sebanding dengan kerapatan muatan banyaknya muatan persatuan luas,
yang selanjutnya akan menentukan bentuk distribusi medan listrik di sekitarnya.

- Berdasarkan perbandingan dengan Pemetaan Medan Listrik Hasil Percobaan Kelompok 2,


terdapat dari grafik diatas dapat dilihat perbedaan distribusi medan listrik antara kedua elektroda
dengan bentuk yang berbeda, dimana distribusi medan listrik di segitiga sebagai polaritas
positif lebih besar ketimbang di kotak sebagai polaritas positif. Terlihat warna merah yang
melambangkan distribusi medan listrik paling besar memiliki wilayah yang lebih luas pada elektroda
segitiga sebagai titik positif ketimbang elektroda kotak. Ini disebabkan elektroda segitiga memiliki
bentuk yang lebih runcing ketimbang elektroda kotak.
- Berdasarkan perbandingan dengan Pemetaan Medan Listrik Hasil Percobaan Kelompok 3,
terdapat perbedaan antara bentuk segitiga sebagai titik positif dan kotak sebagai titik positif,

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 22


dimana segitiga (+) memiliki medan magnet terbesar dibandingkan kondisi bentuk kotak (+)
yang daerah medannya lebih kecil. Hal ini dikarenakan besarnya medan listrik dipengaruhi faktor
keruncingan bentuk geometris elektroda. Bidang elektroda yang lancip menghasilkan garis
ekipotensial yang rapat sehingga medan besar.
- Berdasarkan perbandingan dengan Pemetaan Medan Hasil Percobaan Kelompok 4, jika bentuk
polaritas positif sama maka dapat diberikan penjelasan bahwa bentuk suatu elektroda polaritas
negative tidak terlalu mempengaruhi distribusi medan listriknya.

Faktor keruncingan menentukan bagaimana distribusi suatu medan listrik. Hal ini dapat dijelaskan
berdasarkan salah satu sifat konduktor, yaitu suatu muatan/arus di suatu konduktor yang tidak memliki
bentuk teratur akan terkonsentrasi ke pada luas permukaan yang lebih sempit (lebih runcing). Sedangkan
kuat medan listrik suatu konduktor sebanding dengan kerapatan muatan/arusnya, dimana kerapatan
muatan/arus ini yang akan menentukan bentuk distribusi medan listrik disekitar eletroda tersebut.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 23


Analisa Grafik Tegangan Terhadap Jarak Tiap Kelompok :

Tegangan terhadap Jarak


16

14

12
Tegangan (V)

10

0
0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009 0.01
Jarak (m2 )

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3


Kelompok 4 Power (Kelompok 1) Power (Kelompok 2)
Power (Kelompok 3) Power (Kelompok 4)

Gambar 3.2.2. Perbandingan Grafik Tegangan Terhadap Jarak Tiap Kelompok

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa:


- Muatan konduktor akan terkonsentrasi pada luas permukaan yang lebih sempit (lebih runcing).
Sedangkan kuat medan listrik tepat di luar konduktor bermuatan sebanding dengan kerapatan
muatan banyaknya muatan persatuan luas, yang selanjutnya akan menentukan bentuk distribusi
medan listrik di sekitarnya.
- Penurunan tegangan drastis terjadi pada kelompok 1 (segitiga + & kotak -) dan kelompok 2 (segitiga
- & kotak +) dikarenakan memliki perbedaan bentuk di tiap daerah positif maupun negatifnya. Hal
ini menyebabkan kegagalan terjadi sangat cepat.
- Penurunan tegangan yang terjadi pada kelompok 3 tidak terlalu drastis karena elektroda negatif
dan positifnya berbentuk kotak sehingga elektron mudah berpindah dengan cepat dan perbedaan
nilai tiap titik tidak terlalu jauh, dibanding keadaan kelompok 1 (segitiga + & kotak -), kelompok 2
(segitiga - & kotak +), dan kelompok 4 (segitiga - & kotak +).
- Karena bentuk yang sama pada elektroda polaritas (+) (kelompok 1 dengan kelompok 4 & kelompok
2 dengan kelompok 3) maka bentuk grafik bahkan nilai tegangan pada setiap titik dengan jarak
tertentu mempunyai nilai tegangan yang hampir sama.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 24


Analisa Grafik Arus Terhadap Jarak Tiap Kelompok :

Arus terhadap Jarak


160

140

120

100
Arus (uA)

80

60

40

20

0
0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009 0.01
Jarak (m2 )

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3


Kelompok 4 Power (Kelompok 1) Power (Kelompok 2)
Power (Kelompok 3) Power (Kelompok 4)

Gambar 3.2.3. Perbandingan Grafik Arus Terhadap Jarak Tiap Kelompok

- Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui bahwa arus sebanding dengan arus. Hal ini dapat
dilihat dari grafik antara grafik tegangan dan grafik arus terhadap jarak yang hampir sama.
Penurunan arus drastis hampir sama dengan penurunan yang terjadi pada kelompok 1 (segitiga
+ & kotak -) dan kelompok 2 (segitiga - & kotak +) dikarenakan memliki perbedaan bentuk di tiap
daerah positif maupun negatifnya. Hal ini menyebabkan kegagalan terjadi sangat cepat.
- Penurunan arus yang terjadi pada kelompok 3 pun hampir sama tidak terlalu drastis karena
elektroda negatif dan positifnya berbentuk kotak sehingga elektron mudah berpindah dengan
cepat dan perbedaan nilai tiap titik tidak terlalu jauh, dibanding keadaan kelompok 1 (segitiga +
& kotak -), kelompok 2 (segitiga - & kotak +), dan kelompok 4 (segitiga - & kotak +).
- Interval jarak pada kelompok 1 dan 2 lebih kecil dikarenakan sebagian elektron bebas masih
mengisi di bagian daerah positif yang memiliki perbedaan bentuk dengan daerah negatif.

Berdasarkan dari kedua grafik diatas dapat disimpulkan bahwa:


Bentuk daerah medan sangat mempengaruhi cepat lambat terjadinya kegagalan, contohnya bentuk
segitiga ini akan lebih cepat mengalami kegagalan dibandingkan bentuk kotak.
Akan tetapi, jika antara daerah positif dan daerah negatif memiliki bentuk yang sama, kegagalan akan
terjadi lebih lambat. Hal ini dikarenakan daerah positif dan daerah negatif yang memiliki bentuk sama
akan saling mengisi elektron satu sama lain.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 25


Analisa Grafik Medan Listrik Terhadap Jarak Tiap Kelompok :

Medan Listrik terhadap Jarak


5000
4500
4000
Medan Listrik (V/m)

3500
3000
2500
2000
1500
1000
500
0
0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1
Jarak (m)

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3


Kelompok 4 Power (Kelompok 1) Power (Kelompok 2)
Power (Kelompok 3) Power (Kelompok 4)

Gambar 3.2.4. Perbandingan Grafik Medan Listrik Terhadap Jarak Tiap Kelompok

- Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui bahawa pada hasil praktikum kelompok 2 dan 3 (kotak
positif) terlihat intensitas medan listrik yang terus menurun secara drastis menuju titik 2 dan titik
3. Sama halnya dengan kondisi pada elektroda segitiga sebagai bentuk positif. Hal ini terjadi
akibat intensitas medan listrik yang menuju ke titik negatif. Perbedaannya kekuatan dielektrik
pada elektroda segitiga lebih besar ketimbang elektroda kotak akibat bentuk distribusi medan
listrik yang berbeda.
- Pada grafik ini diketahui bahwa medan listrik berbanding terbalik dengan jarak. Karena medan listrik
berbanding dengan current density. Di grafik ini ada perbedaan sedikit dari tiap kelompok, hal ini
dibuktikan dari rumus “medan listrik = V/r”. V adalah tegangan dan r adalah jarak.
- Dimana semakin jauh jarak antar elektroda maka semakin kecil medan listrik yang dihasilkan.
Medan listrik pada kondisi kelompok 1 (segitiga + & kotak -) lebih besar dari kondisi
kelompok 2 (segitiga - & kotak +), kelompok 3 (kotak - & kotak +) dan kelompok 4 (segitiga +
& segitiga -)

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 26


Analisa Grafik Hambatan Terhadap Jarak Tiap Kelompok :

Hambatan terhadap Jarak


100000
100000
100000
100000
Hambatan (Ω)

100000
100000
100000
100000
100000
100000
100000
0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009 0.01
Jarak (m2 )

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3


Kelompok 4 Power (Kelompok 1) Power (Kelompok 2)
Power (Kelompok 3) Power (Kelompok 4)

Gambar 3.2.4. Perbandingan Grafik Medan Listrik Terhadap Jarak Tiap Kelompok

- Berdasarkan keempat perbandingan diatas dapat diketahui bahwa Grafik ini memiliki kesamaan
dalam hambatan, karena media medan listrik yang digunakan untuk mengetahui posisi tingkatan-
tingkatan medan listriknya menggunakan kertas konduktivitas dengan ukuran yang sama. Media
yang sama menyebabkan tidak adanya perbedaan dalam grafik hambatan. Yang membedakan
hanyalah jarak dari setiap medan. Hal ini dikarenakan perbedaan bentuk didaerah positif dan
negatif. Tiiap titik memiliki hambatan konstan dikarenakan tidak adanya tegangan maupun arus
yang mengalir di sekitar sistem (kertas konduktivitas).

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 27


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilaksanakan dan analisa yang diperoleh, di dapat bahwa
1. Garis ekipotensial dapat digambar setelah dilakukan pemetaan medan listrik dan dilakukan
penghitungan jarak terhadap tegangan. Model medan arus dan model medan secara grafis dapat
dibaca setelah kertas konduktif di beri tegangan yang mencapai titik temu suatu tegangan antara
bidang batas anoda dan katoda.
2. Garis ekiponensial, beda potensial, nilai arus (current density) akan berpengaruh pada daerah yang
digunakan saat percobaan, jika dilukis dengan baik maka hasil yang terlihat akan baik juga.
3. Garis-garis ekipotensial dapat digambarkan setelah dilakukan pemetaan dan perhitungan jarak
terhadap tegangan
4. Medan listrik tebesar terletak pada kondisi positif dimana tegangan terbesar terletak pada kondisi
positif pula dan memiliki jarak yang dekat.
5. Arus (current density) terbesar didapatkan pada kondisi bidang positif.
6. Setiap percobaan mempunyai beberapa grafik namun untuk beberapa hal ini, dalam percobaan ini
nilai Konduktivitas dan juga temperatur setiap percobaan sama.
7. Semakin besar tegangan yang dimasukan, maka akan semakin besar nilai medan listrik. Semakin
kecil nilai arus yang diberikan, maka semakin besar nilai medan listrik.
8. Percobaan yang menggunakan Quick Field itu lebih mudah dan presisi, namun harus dimengerti
terlebih dahulu
9. Bagian berwarna merah dari hasil pemetaan quickfield adalah bagian yang memiliki nilai potensial
lebih besar.
10. Di beberapa titik jarak tertentu pada grafik tegangan dengan jarak percobaan tersebut memiliki
perbedaan kuat medan yang terlihat walupun pada akhirnya menunjukan kesamaan.

4.2. SARAN
1. Harus menggunakan saftey clothes, safety rules diperhatikan. Membaca SOP alat atau percobaan
tersebut.
2. Dalam langkah demi langkah maka harus hati – hati dalam praktek, melakukan prosedur pekerjaan
dengan benar, teliti dalam melakukan sesuatu.

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI 28