Anda di halaman 1dari 37

KATA PENGANTAR

Asalamualaikum warahmatulahi wabarokatuh...


Segala puji bagi Allah dan sholawat salam kami
haturkan pada Rasul Nabi Muhammad SAW
Disusunnya buku ini pada dasarnya hanya rangkuman
sederhana yang di ambil dari data data yang kami miliki
pada Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam, dengan
harapan dapat sedikit membantu kita untuk melihat
kondisi BUMD yang di miliki oleh Pemerintah Provinsi
Riau.

Pekanbaru, Agustus 2017

Kepala Biro Ekonomi dan SDA


Visi dan Misi Biro Ekonomi Dan Sumber Daya Alam

Visi

“Terwujudnya Provinsi Riau yang maju, Masyarakat


sejahtera dan berdaya saing tinggi, menurunnya
kemiskinan, tersedianya lapangan kerja serta
pemantapan aparatur”

Misi

Misi Kesatu:

Meningkatkan pemantauan, pelaporan dan


telahan pelaksanaan kebijakan pengembangan ekonomi
sehingga terciptanya perekonomian yang tertata dan
terbina dengan baik.

Misi Kedua :

Meningkatkan pelayanan/pasilitas administrasi


perekonomian berdasarkan data dan informasi yang
berkualitas, lengkap, akurat, relevan, muktahir dan
berkesinambungan
Misi Ketiga

Meningkatkan Pelayanan/fasilitas
pengembangan perekonomian melalui pembentukan
komisi percepatan dan perluasan pembangunan.

DASAR HUKUM YANG MENJADI ACUAN


PEMERINTAH PROVINSI RIAU DALAM
PENGELOLAAN BUMD

1.Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang


Perseroan Terbatas;

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang


Pemerintahan Daerah;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang


Pengelolaan Keuangan Daerah;

4. Peraturan Daerah Mengenai Pendirian BUMD;

5. Peraturan Gubernur Riau Nomor 31 Tahun 2011


Tentang Pedoman Penghasilan Direksi dan Dewan
komisaris BUMD dilingkungan Pemprov. Riau;

6. Peraturan Gubernur Riau Nomor 32 Tahun 2011


Tentang kepengurusan, Tata cara pengangkatan dan
pemberhentian Direksi dan Dewan Komisaris BUMD
dilingkungan Pemprov. Riau;

SKPD YANG MENANGANI BUMD

1. BIRO ADM.PEREKONOMIAN DAN SDA

(Berdasarkan Peraturan Gubernur Riau Nomor 10


Tahun 2015 )

a. Melaksanakan rapat evaluasi BUMD Provinsi


Riau setiap akhir tahun,

b. Melaksanakan Pembinaan BUMD.

2. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah


(BPKAD)

-.Bendahara Umum Daerah (BUD)


BUMD Provinsi Riau

1. PT. PENGEMBANGAN INVESTASI RIAU

Riau Invesmen Corporation (RIC) adalah nama lain dari


PT. Pengembangan Investasi Riau (PIR), BUMD provinsi
Riau. Didirikan berdasarkan Perda No. 11 tahun 2002,
dan sudah di sesuaikan dengan UU No 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas

Mulai beroperasi Mei 2003. Tahun 206 beroperasi penuh


sebagai Holding Company dengan melakukan
konsolidasi dengan anak anak perusahaan.

Ketika perusahaan didirikan pemegang saham 90%


Pemerintah Provinsi Daerah Riau dan 10% Pemerintah
Kabupaten di Riau. Saat ini Pemerintah Provinsi Riau
memegang sahan 63% saham, dan Pemerintah
Kabupaten 37%

Tujuan dan Sasaran

Tujuan dibentuknya PT. Pengembangan Investasi Riau


adalah:
1. Untuk meningkatkan keikutsertaan swasta
Nasional/internasional dan lembaga keuangan
Nasional/internasional dalam penyertaan modal
guna membiyayai proyek-proyek kemersial dan
strategis bersekala besar dan menguntungkan
Daerah Riau.

2. Membantu terlaksanannya proyek-proyek


infrastruktur, industry dasar yang komersial
berprorioritas tinggi berjangka panjang yang
melibatkan lebih dari satu Kabupaten/Kota

3. Memotifasi terlaksanya proyek-proyek


infrastruktur, industry di Riau sehingga dapat
mempercepat pemenuhan/penyediaan dan
peningkatan kualitas akses infastruktur dan
industri dasar bagi Pemerintah, masyarakat dan
swasta.

4. Memeberikan image positif kepada calon


investor dan lembaga keungan
Nasional/Internasional terhadap komitmen
persatuan/kesatuan seluruh komponen di Riau
baik Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah
Kabupaten/kota, Swasta/dunia usaha yang
mahu-membahu dalam melaksanakan
pembangunan Riau.

Keuangan

No. Pemegang Lembar % Penyertaan


Saham Saham Saham

1. Pemrov Riau 12.990.60 63%

2. Pemkab 5.000.00 3%
Rokan Hilir

3. Pemkab Siak 67.662.28 34%

STRUKTUR ORGANISASI

1. Dewan Komisaris
No. Nama Jabatan Pengangkatan
Komisaris Akta RUPS LB No. 44
1 Syahruddin AS
Utama Tanggal 27 April 2015
Muhammad Akta RUPS LB No. 17
2 Komisaris
Arifin Tanggal 9 Juni 2015
Akta RUPS LB No. 44
3 Syahminan Komisaris
Tanggal 27 April 2015
Syafaruddin Akta RUPS LB No. 53
4 Komisaris
Poti Tanggal 30 Juni 2016
2. Direksi
No. Nama Jabatan Pengangkatan
Zulbakri Direktur Akta RUPS LB No. 21
1
Bakar Utama Tanggal 19 Januari 2016
Adel Akta RUPS LB No. 20
2 Direktur
Gunawan Tanggal 24 Mei 2017
3. Pegawai
Jumlah Pegawai : 35
Komposisi Pegawai :
Pegawa
No Keterangan
Pegawai
i Tidak Outsource Jumlah
. Tetap
Tetap

1 Doktor 0 0 0 0
2 Pasca Sarjana 2 0 0 2
3 Sarjana 8 12 0 20
4 Sarjana Muda 0 1 0 1
5 SLTA 3 2 5 10
6 SLTP 0 2 0 2
7 SD 0 0 0 0
Jumlah 13 17
Penyertaan Modal : 124.990.600.000,00

Jumlah Aset : 322.909.612.967

Deviden Tahun 2016 : 2.622.894.441 (dibayar thn


2017)
2. JAMKRIDA RIAU

VISI dan MISI

VISI

“Menjadi Perusahaan penjamin yang terkemuka dan


terpecaya dalam mendukung pengembangan UMKM
dan Perekonomian di Provinsi Riau”

MISI

1. Memberikan Pelayanan unggul dalam penjaminan


UMKM dan koperasi dengan menjadi mitra Koperasi
dengan mitra strategis perbankan dan lembaga
keunggulan lainnya.

2. Meningkatkan keunggulan kempetitip melalui


inovasi pengembangan produk, jasa dan jaringan
strategis.

PT. Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Riau atau yang


disingkat dengan PT. Jamkrida Riau ini merupakan
kelanjutan dari PT. Sarana Penjaminan Riau, adalah
perusahaan penjaminan kredit yang sahamnya dimiliki
oleh Pemerintah Provinsi Riau, PT. Pengembangan
Investasi Riau dan PT. Sarana Riau Ventura, yang
didirikan dengan tujuan melaksanakan dan menunjang
kebijakan Pemerintah Provinsi Riau di bidang
pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan
Koperasi (UMKMK) dengan jalan melakukan kegiatan
usaha penjaminan serta bantuan manajemen dan
konsultasi.
Awal berdirinya didasari oleh Surat Keputusan Bersama
(SKB) Menteri Negara Koperasi & UKM dan Menteri
Dalam Negeri & Otonomi Daerah Nomor
04/Kep/M/V/2001 dan Nomor 518-162 tahun 2001
tentang Pembentukan Lembaga Penjaminan Kredit
Daerah (LPKD) bagi Koperasi, Lembaga Keuangan
Mikro non Bank dan UKM
Pemerintah Provinsi Riau melalui Keputusan Gubernur
Riau nomor Kpts.338.VII/2003 tanggal 25 Juli 2003
membentuk Tim Perintis Persiapan Pembentukan LPKD
Riau dengan Ketua Tim ditunjuk Direktur Utama Bank
Riau dengan anggota 17 orang dari berbagai kalangan,
tim ini bertugas membentuk LPKD di Provinsi Riau.
Tim ini berhasil membentuk LPKD Provinsi Riau dengan
nama PT. Sarana Penjaminan Riau dengan akte
pendirian dibuat oleh Notaris M. Dahad Umar, SH nomor
50 tanggal 31 Oktober 2003, dengan pemegang saham
terdiri dari Pemerintah Provinsi Riau, PT.
Pengembangan Investasi Riau dan PT. Sarana Riau
Ventura, dengan modal awal sebesar Rp 3.300.000.000
(tiga miliar tiga ratus juta rupiah) dan mendapat
pengesahan Menteri Hukum dan HAM RI dengan nomor
C-28824 HT.01.01.TH.2004 tanggal 26 November 2004.

Ternyata pada 23 Oktober 2003, telah keluar Keputusan


Menteri Keuangan nomor 476/KMK.06/2003 tentang
Penghentian Pemberian Izin Usaha Perusahaan
Penjaminan, dengan demikian Keputusan Menteri
Keuangan nomor 486/KMK.017/1996 tentang
Perusahaan Penjaminan tidak berlaku lagi, sehingga
perseroan tidak bisa memproses pengurusan izin
operasional sebagai perusahhaan penjaminan.

Sekali layar terkembang pantang surut ke belakang,


usaha untuk tetap operasional tidak berhenti sampai di
situ, dengan difasilitasi oleh Bank Indonesia dan
Pemerintah Provinsi Riau, pada tanggal 11 Oktober
2004 di kantor pusat Bank Indonesia dilakukan
penandatanganan perjanjian kerjasama penjaminan
antara beberapa Pemerintah Daerah (3 Provinsi dan 9
Kabupaten/Kota) dengan PT. Askrindo (Persero), salah
satu BUMN yang berpengalaman bergerak di bidang
penjaminan sejak tahun 1971. Penandatanganan
kerjasama tersebut dari Riau diwakili oleh PT. Sarana
Penjaminan Riau, dan merupakan satu-satunya
perusahaan yang mewakili Pemerintah Daerah Riau di
hadapan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta,
sedangkan daerah lainnya diwakili oleh Kepala Daerah
bersangkutan.
Atas dasar itulah, mulai 1 Januari 2005 sampai dengan
Desember 2012, PT. Sarana Penjaminan Riau resmi
beroperasi bersama PT. Askrindo (Persero). Jenis usaha
yang dijalankan yaitu penjaminan kredit dan penjaminan
bank garansi.

Sampai dengan 4 tahun pertama beroperasi, PT. Sarana


Penjaminan Riau selalu mendapat kunjungan studi
banding dan undangan sebagai narasumber dari
berbagai daerah baik tingkat provinsi maupun tingkat
kabupaten/kota yang berminat untuk mendirikan LPKD,
seperti Provinsi NAD, Sumatera Utara, Sumatera
Selatan, Bangka Belitung, Jawa Barat, Banten, DKI,
Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,
Gorontalo, Balikpapan, Kutai Kertanegara dan lain-lain.

Pada tahun 2008, melalui Peraturan Presiden Nomor 2


Tahun 2008 tentang Lembaga Penjaminan, yang
ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 222/PMK.010/2008 tentang Perusahaan
Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang
Kredit sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 99/PMK.010/2011, maka
terbukalah peluang untuk mendapatkan izin usaha
perusahaan penjaminan di Indonesia.

Selanjutnya pada 16 Mei 2012, Dalam Rapat Umum


Pemegang Saham Luar Biasa telah diputuskan untuk
melakukan perubahan nama PT Sarana Penjaminan
Riau menjadi PT Jamkrida Riau sebagaimana tercantum
dalam Akta Risalah RUPSLB Perseroan Nomor 11 yang
dibuat oleh Notaris Ikhwan Wahyudhi, SH,MKn, yang
berkedudukan di Pekanbaru dan telah disahkan oleh
Menteri Hukum HAM, Nomor AHU-
36490.AH.01.02Tahun 2012.
Atas regulasi tersebut, PT. Jamkrida Riau wajib memiliki
izin usaha sebagai Perusahaan Penjaminan Kredit,
maka pada 1 Agustus 2012 Menteri Keuangan telah
mengeluarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor :
KEP-375/KM.10/2012 yang menetapkan izin usaha PT.
Jamkrida Riau sebagai Perusahaan Penjaminan Kredit

TUJUAN DAN SASARAN


Tujuan dan Sasaran :

Mendukung program Pemerintah Provinsi Riau dalam


peningkatan daya saing UMKM
 memberikan jaminan kepada UMKM untuk
mendapatkan akses permodalan dalam rangka
tidak dapat terpenuhinya agunan yang
dipersyaratkan oleh perbankan dan lembaga
keuangan non bank
 melakukan penutupan sementara kepada
perbankan dan lembaga keuangan non bank
atas terjadinya kemacetan pembayaran kredit
atau pembiayaan

KEUANGAN
Pemegang Saham :
 Pemerintah Provinsi Riau  
 PT Pengembangan Investasi Riau
 PT. Sarana Riau Ventura

DEVIDEN TAHUN 2016 : 1.133.758.241 (dibayar 2017)

STRUKTUR ORGANISASI
. Dewan Komisaris
No Nama Jabatan Pengangkatan

1 M. Husni Hasan Komisaris 01 Agustus 2012


2. Direksi
No Nama Jabatan Pengangkatan

1 Herman Boedoyo Direktur 01 Agustus 2012


3. Pegawai
 Jumlah Pegawai : 17 Orang
 Komposisi Pegawai
Pegawai Pegawai Tidak
No Keterangan Outsource Jumlah
tetap tetap

1 Doktor - - - -

2 Pasca Sarjana 1 - - 1

3 Sarjana 3 8 - 11

4 Sarjana Muda - 1 - 1

5 SLTA 2 2 - 4

6 SLTP - - - -
7 SD - - - -

Jumlah 6 11 - 17
3. PT. PERMODALAN EKONOMI RAKYAT

Pembentukan PT. Permodalan Ekonomi Rakyat


merupakan perwujudan komitmen politik dan suatu
kebijakan daerah yang bertitik tolak dari kondisi sosial
ekonomi nasional umumnya dan Riau khususnya,
sekaligus sebagai terobosan pemberdayaan UMKM di
Provinsi Riau yang merupakan salah satu upaya untuk
mengurangi jumlah penduduk miskin.
Selain itu, pembentukan PT. PER juga dilatarbelakangi
oleh pengalaman yang cukup panjang dari upaya-upaya
pemerintah dalam memberdayakan UMKM melalui
proyek-proyek pemberdayaan masyarakat dengan
hibah, grant dan dana bergulir. Pemberdayaan UMKM
melalui proyek-proyek tersebut boleh dikatakan tidak
memperlihatkan hasilnya, bahkan telah membentuk
sikap mental masyarakat menunggu kapan lagi
datangnya bantuan pemerintah. Program dana bergulir
pembeliannya macet total, hanya sekitar 10% yang
dapat dikembalikan kepada pemerintah daerah.
Kondisi demikian menyebabkan Pemerintah Provinsi
Riau mencari bentuk, pola, sistem dan prosedur
pengelolaan dana kepada UMKM yang dapat dilakukan
secara terus menerus, tidak terikat kepada tahun
anggaran pemerintah, tidak dilakukan tergesa-gesa
serta melalui analisis yang komprehenship, sehingga
tepat guna dan tepat sasaran. Agar supaya maksud
tersebut terwujud, maka pengelolaan dana tersebut
harus dilakukan oleh suatu institusi/lembaga yang
bersifat otonom dan berbadan hukum sendiri yang
bertugas khusus memberdayakan UMKM.
Atas dasar pemikiran tersebut, Pemerintah Provinsi Riau
mempersiapkan pembetukan suatu institusi dalam
bentuk Lembaga Keuangan bukan Bank milik daerah
(BUMD) dalam bentuk Perseoran Terbatas. Pada tahun
2002 Pemerintah Provinsi Riau berdasarkan Peraturan
Daerah No. 19 tahun 2002 membentuk Badan Usaha
Milik Daerah (BUMD) PT. Permodalan Ekonomi Raktar
(PT. PER) yang pada hakekatnya dimaksudkan untuk
mengatasi masalah permodalan usaha mikro, kecil dan
menengah (UMKM), bahkan juga koperasi dalam rangka
mengembangkan dan memberdayakan ekonomi rakyat
Riau secara profesional sebagai salah satu upaya untuk
mengurangi jumlah penduduk miskin.

TUJUAN DAN SASARAN


Maksud dan Tujuan :
Maksud dan Tujuan Perusahaan adalah turut serta
melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan
program Pemerintah umumnya dan Pemerintah Provinsi
Riau khususnya dalam membina, mengembangkan dan
memberdayakan ekonomi rakyat, khususnya dibidang
pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil,
menengah dan koperasi (UMKMK) serta Lembaga
Keuangan Mikro dengan menerapkan prinsip-prinsip
Perseroan Terbatas.
Untuk mencapai maksud dan tujuan di atas perusahaan
dalat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemampuan permodalan usaha
mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK)
serta Lembaga Keuangan Mikro.
2. Melakukan kegiatan pendidikan dan latihan
manajemen usaha.
3. Pengelolaan dana-dana pengembangan usaha
mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK) baik
yang berasal dari pemerintah maupun swasta.
4. Pelaksanaan program redistribusi aset produktif
Provinsi Riau.
5. Kegitan usaha lainnya guna menunjang
pelaksanaan kegiatan huruf a sampai dengan huruf
d di atas.

Sasaran :
1. Menjadikan PT. Permodalan Ekonomi Rakyat
sebagai perusahaan kebanggaan daerah dengan
layanan terbaik dan berdaya saing tinggi
2. Menyediakan produk yang dibutuhkan dan
pelayanan prima kepada masyarakat.
3. Menjadikan PT. Permodalan Ekonomi Rakyat
sebagai Supermarket di Provinsi Riau
KEUANGAN
Pemegang Saham :
1. Pemerintah Provinsi Riau
2. PT. Pengembangan Investasi Riau

Deviden tahun 2016 :1.747.258.091 (dibayar 2017)

STRUKTUR ORGANISASI
Komisaris : H. Khaidir Akmalmas
Direktur Utama : H. Syamsul Bakri, S.E, M.M
Direktur : Rudi Alfian Umar, S.Sos
4. PT. SARANA PEMBANGUNAN RIAU

1. Visi
Berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat baik dalam lingkup ekonomi, sosial dan
kebudayaan yang berkeadilan melalui persaingan usaha
yang sehat dan konstruktif dalam membangun
perekonomian Riau yang maju, kuat, dinamis dan
mandiri sesuai dengan falsafah dan budaya melayu.
2. Misi
Menjadi Perusahaan yang tanggung dan terkemuka
dalam membangun perekonomian daerah riau,
berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan asli
daerah serta percepatan pembangunan dan stabilitas
perekonomian daerah melalui usaha produktif di sektor
ril yang mendukung program unggulan daerah, serta
mendorong dan menggairahkan sektor usaha kecil
menengah melalui kerjasama yang sehat dan dinamis.

PT. Sarana Pembangunan Riau (PT.SPR) adalah Badan


Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau yang berdiri
berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau
NO. 8 Tahun 1990. Pada awalnya Perusahaan ini terdiri
dari 4 Perubahaan Daerah terdiri dari PD Angkutan &
Jasa, PD. Perhotelan dan PD.Pariwisata & Hiburan
Umum. Atas inisiatif Pemerintah Provinsi Riau, pada
tahun 1990 ke empat Perusahaan Daerah tersebut
demerger menjadi satu nama Perusahaan Daerah
Sarana Pembangungan Riau (PD.SPR).
Seja Tahun 2008 status BUMD ini berubah menjadi
Perseroan Terbatas (PT) Sarana Pembangunan Riau
yang tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Riau
Nomor : 1 tahun 2008 da telah memperoleh pengesahan
dari menteri Kehakiman & HAM No : AHU-
92340.AH.01.01 tahun 2008, tanggal 1 Desember 2008.

TUJUAN DAN SASARAN


Tujuan
1. Meningkatkan Fungsi an perenanan perseroan
dalam menciptakan iklim usaha yang kompetitif
dengan memperluas jangkauan operasional
perseroan.
2. Meningkatkan permodalan perseroan dengan
memberikan kesempatan kepada pihak ketiga untuk
turut serta menanamkan modalnya, namun tidak
sama atau tidak melebihi dari saham Pemerintah
Provinsi.
3. Meningktkan daya saing perseroan untuk
menantisipasi perkembangan ekonomi nasional,
regional, dan global.
4. Turut membantudan mendorong pertumbuhan
perekonomian terutama ekonomi kerakyatan dalam
pelaksanaan pemerataan pembangunan daerah.

KEUANGAN
1. Pemprov. Riau
STRUKTUR ORGANISASI
1. Dewan Komisaris
No. Nama Jabatan

1 - Komisaris Utama

2 AZHAR SYAKBAN Komisaris

1. Dewan Direksi
No. Nama Jabatan

1 MAHUMMAD NASIR DAY Direktur Utama

2 AHMIYUL RAUF Direktur Operasional

1. Pegawai :
 Jumlah Pegawai :
 Komposisi Pegawai :

No Keterangan Pegawai Pegawai Outsource Jumlah Komposisi


Tetap Tidak Tetap

1 Doktor

2 Pasca Sarjana

3 Sarjana

4 Sarjana Muda

5 SLTA

6 SLTP

7 SD

Jumlah
5. PT. BANK RIAU KEPRI
Visi

“Sebagai perusahaan perbankan yang mampu


berkembang dan terkemuka di daerah, memiliki
manajemen yang profesional dan mendorong
pertumbuhan perekonomian daerah sehingga dapat
memberdayakan perekonomian rakyat”

Misi

1. Sebagai bank “sehat”, elit dan merakyat


2. Sebagai Pendorong pertumbuhan ekonomi daerah
3. Sebagai pengelola dana pemerintah Daerah
4. Sebagai Sumber Pendapatan daerah
5. Membina dan mengembangkan Usaha Kecil dan
Menengah

Dengan spirit baru untuk berkompetisi, Bank


Riau Kepri akan menjadi mitra usaha untuk mendorong
pertumbuhan daerah sebagai bank kebanggaan
masyarakat Riau dan Kepulauan Riau. Mandat yang
diamanatkan shareholders kepada Bank Riau Kepri,
dikristalisasikan pada Visi dan Misi Perusahaan,
terutama sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi
daerah, menjadikan peran strategis Bank Riau Kepri
teramat penting dalam pengejawantahannya. Proses
revitalisasi pun dilakukan guna mendorong tercapainya
misi dan peranan utama bank sebagai lembaga
intermediasi disamping juga fungsi pelayanan kepada
masyarakat. Proses pembangunan jaringan distribusi,
rekombinasi komposisi dana pihak ketiga, perluasan
derivatif produk dan jasa serta peran teknologi informasi
yang mutakhir sebagai back bone bisnis Bank Riau
Kepri terus menjadi perhatian.

Untuk itu perubahan menjadi kunci mendasar


yang dilakukan pada seluruh aspek dengan itu
perubahan dan perkembangan kegiatan bank, sejak
tahun 1975 status pendirian bank pembangunan daerah
riau disesuaikan dengan peraturan daerah Provinsi
Daerah Tingkat I Riau No 10 Tahun 1975, yang
kemudian di atur kembali dengan peraturan daerah
Tingkat I No 18 Tahun 1986 berdasarkan Undang-
undang No 13 Tahun 1962.
Status pendirian Bank Pembangunan Daerah
Riau diatur dan disesuaikan dengan Peraturan Daerah
No. 14 tahun 1992 tentang Bank Pembangunan
Daerah Riau berdasarkan Undang-Undang Nomor 7
Tahun 1992 tentang Perbankan. Terakhir dengan
Peraturan Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Riau
Nomor 5 Tahun 1998 Tentang Perubahan Pertama
Peraturan Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Riau
Nomor 14 Tahun 1992 Tentang Bank Pembangunan
Daerah Riau.

Selanjutnya Bank Pembangunan Daerah Riau disetujui


berubah status dari Perubahan Daerah (PD) menjadi
Perseroan Terbatas (PT) sesuai hasil Keputusan RUPS
tanggal 26 Juni 2002 yang dibuat oleh notaris Ferry
Bakti, SH dengan Akta Nomor 33, tang kemudian
ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun
2002 tanggal 26 Agustus 2002 dan telah diundangkan
dalam lembaran daerah Provinsi Riau Tahun 2002
Nomor 50
Perubahan Bentuk Hukum tersebut telah dibuat
dengan Akta Notaris Muhammad Dahad Umar, SH
Notaris di Pekanbaru nomor 36 tanggal 18 Januari 2003
yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan
HAM dengan Surat Keputusan Nomor: C-
09851.HT.01.01.TH.2003 tanggal 5 Mei 2003.
Perubahan badan hukum tersebut telah disahkan dalam
RUPS tanggal 13 Juni 2003 yang dituangkan di dalam
Akta Notaris No. 209 tanggal 13 Juni 2003 Notaris
Yondri Darto, SH, Notaris di Batam, dan telah pula
mendapat persetujuan Deputi Gubernur Senior Bank
Indonesia nomor 5/30/KEP.DGS/2003 tanggal 22 Juli
2003.

Sesuai keputusan RUPSLB tanggal 26 April 2010, telah


dilakukan perubahan nama PT. Bank Pembangunan
Daerah Riau menjadi PT. Bank Pembangunan
Daerah Riau Kepri yang mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum dan HAM RI melalui keputusan No.AHU-
36484.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 22 Juli 2010 dan
Surat Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum
Direktur Perdata No.AHU.2-AH.01.01-6849 tanggal 25
Agustus 2010, serta persetujuan dari Bank
Indonesia melalui Surat Keputusan Gubernur Bank
Indonesia No.12/59/KEP.GBI/2010 tanggal 23
September 2010. Perubahan nama ini diresmikan
secara bersama oleh Gubernur Riau dan Gubernur
Kepulauan Riau pada tanggal 13 Oktober 2010 di
Batam.

Deviden tahun 2016 :108.552.413.884 (dibayar 2017)

KEUANGAN
Saham Bank Riau Kepri 100% dimiliki oleh Pemerintah
Provinsi dan Kabupaten/Kota se Provinsi Riau dan
Kepulauan Riau.
1. Provinsi Riau
2. Kota Pekanbaru
3. Kabupaten Kampar
4. Kabupaten Bengkalis
5. Kabupaten Indragiri Hulu
6. Kabupaten Indragiri Hilir
7. Kabupaten Siak Sri Indrapura
8. Kota Dumai
9. Kabupaten Pelalawan
10.Kabupaten Rokan Hulu
11.Kabupaten Rokan Hilir
12.Kabupaten Kuantan Singingi
13.Kabupaten Kep. Meranti
14.Kabupaten Bintan
15.Kota Batam
16.Kabupaten Karimun
17.Kabupaten Nautan
18.Kota Tanjung Pinang
19.Kabupaten Lingga
20.Provinsi Kepulauan Riau
21.Kabupaten Anambas

Dewan Direksi
: DR. Irvandi
Direktur Utama
Gustari
Direktur Operasional : Denny M Akbar
Direktur Kepatuhan dan Manajemen
: Eka Afriadi
Risiko

Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Mambang Mit
Komisaris Independen : A. Rivaie Rachman
6. PT. RIAU PETROLEUM

Visi
Menjadi Perusahaan minyak dan gas bumi yang
berdedikasi tinggi terhadap profesionalisme dan peduli
terhadap lingkungan dan sosial.

Misi
Mengelola bisnis minyak dan gas bumi baik di upsteam
maupun downstream untuk mendapatkan keuntungan
yang maksimum dan meningkatkan kualitas sumber
daya manusia di Provinsi Riau.

Pendirian PT. Riau Petroleum dipercepat, mengingat


bahwa waktu itu CPP Blok akan berakhir masa kontrak
antara Pemerintah dan PT. CPI. Pemerintah Provinsi
Riau melalui Perusahaan Daerahnya mempunyai
peluang besar untuk mengambil kontrak kerjasama
tersebut menggantikan PT. CPI. Mengingat bahwa
lapangan minyak CPP berada di beberapa Kabupaten di
Riau, maka lahirlah PERDA No. 09 tahun 2002, tanggal
11 Juli 2002.
Akta notaris No. 8 yang diterbitkan tanggal 9 september
2002 oleh H. Asma Yunus, SH. Legalisasi dari Menteri
Hukum dan HAM No. C – 21612 HT.01.01TH.2002 yang
diterbitkan 6 November 2002 dengan lembar
persetujuan No. AHU – 02995.AH.01.02 Tahun 2009
yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2009.
TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan
Untuk mengeola pertimbangan minyak dan gas secara
Profesional dalam rangka Pembangunan daerah Riau;

Tujuan di bentuknya PT. Riau Petroleum adalah :


1) Memfaatkan sumber daya alam, khususnya minyak
dan gas bumi serta mengembangankan industri
hulu dan hilir terkait untuk kesejahteraan masyarakat
Riau;
2) Meningkatkan pendapatan asli Daerah;
3) Membuka lapangan kerja;
4) Menguasai teknologi, manajerial dan finasial yang
berkaitan dengan sumber daya alam, khususnya
minyak dan gas bumi.

KEUANGAN
Pemegang Saham

Prov. Riau

PT. SPR

STRUKTUR ORGANISASI
7. PT. RIAU AIRLINES

Visi
Menjadi Perusahaan Airlines yang berhasil di Indonesia
dengan membangun infrastruktur udara dan jaringan di
Sumatera.
Terwujudnya suatu perusahaan angkutan udara niaga
berjadwal yang efektif dan efisien yang akan
mensinergikan moda transportasi darat, laut, sungai dan
udara.

Misi
1. Menjadikan PT. Riau Airlines sebagai perusahaan
Airlines yang bekualitas, yang berorientasikan pada
pelanggan dan komitmen pada keselamatan, dan
perlindungan lingkungan dengan
mengimplementasikan standar ISO dan regulasi
penerbangan udara.
2. Membangun PT. Riau Airlines menjadi kebanggaan
bagi masyarakat Sumatera dan mendukung
kepentingan pemegang saham dengan
penerbangan sebagai lingkungan kerja yang
nyaman dan memberikan para pekerja kehidupan
yang layak.
3. Memberikan pelayanan jasa angkutan udara niaga
berjadwal dengan memperioritaskan keselamatan
dan kepuasan pengguna jasa angkutan udara pada
setiap rute yang dilayani dengan berpedoman pada
standar keselamatan penerbangan sipil.
4. Menyediakan kapasitas angkutan udara yang
bertujuan sebagai pelayanan bagi para investor baik
domestik maupun asing yang akan melakukan
investasi pada sektor, serta mendukung upaya-
upaya Pemerintah Daerah dalam melaksanakan
Otonomi daerah untuk menuju visi Riau 2020.

PT. Riau Airlines (RAL) merupakan satu-satunya


Perusahaan penerbangan di Indonesia yang merupakan
milik Pemerintah Daerah Provinsi Riau. Awal
terbentuknya RAL ditandai dengan disahkannya
Peraturan Daerah (PERDA) No. 5 Lembaran Daerah
No. 7 Tahun 2002 tentang Pembentukan PT. Riau
Airlines oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi
Riau.
Dalam Perkembangannya, saat ini Riau Airlines tidak
hanya melayani penerbagan berjadwal melainkan juga
melayani penerbangan tidak berjadwal. Ini karena
ditunjang dengan izin Niaga berjadwal No.AU/3496/2005
dan izin Niaga tidak berjadwal No. AU/3125/DAU-
1065/2007.
Pada tanggal 12 Maret 2002, Riau Airlines resmi berdiri
dengan ditanda tanganinya akta pendirian No. 14 oleh
Gubernur Riau. Sebagai Operator penerbangan yang
profesional, Riau Airlines juga telah memiliki izin AOC
(Air Operator Certificate) No. AOC/121-017 pada tanggal
20 Desember 2002, dari Direktorat Perhubungan Udara
Departemen Perhubungan.

Regulasi :
 UU Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan
Terbatas
 Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 5 Tahun
2002 Tentang Pembentukan Badan Usaha Milik
Daerah (BUMD) Angkutan Udara Perseroan
Terbatas (PT) Riau Airlines.

TUJUAN DAN SASARAN


Tujuan
1. Maksud didirikannya PT. RAL adalah untuk
mewujudkan sebuah perusahaan Angkutan Udara
Niaga berjadwal dan tidak berjadwal yang mampu
beroperasi secara propeional;
2. Untuk mempelancarkan angkutan udara domestic
regional dan internasional, sekaligus memberikan
dukungan terhadap percepatan laju pertumbuhan
perekonomian daerah dalam rangka mewujudkan
Visi Riau Tahun 2020.

Organisasi & Manajemen


A. Dewan Komisaris

No. Nama Jabatan Pengangkatan


1 H. WAN SYAMSIR Komisaris Utama 11 Maret 2009
YUS
2 THAMRIN Komisaris 11 Maret 2009
NASUTION

B. Direksi

No. Nama Jabatan Pengangkatan

1 TEGUH Direktur Utama 02 Desember 2009


TRIYANTO
2 R. REVAN Direktur 21 April 2009
MENSANO, SE Komersial
3 Capt .MAMAN Direktur Produksi 21 April 2009
SYAIFUROHMA
N
4 FIZAN NOOR Direktur 21 April 2009
DJAELANI Keuangan & Adm

KEUANGAN
Pemegang Saham

Prov. Riau

Kab. Kampar

Kab. Bengkalis

Kab. Inhil
Kab. Rohil

Kab. Pelalawan

Kab. Bintan

Kab. Natuna

Kab. Kuansing

Kab. Bangka Belitung

Kota Pekanbaru

Kab. Rohul

Prov. Lampung

Kab. Inhu

Kota Tj. Pinang

Kota Batam

Kota Dumai

Kab. Lingga

Kab. Nias

Kab. Kerinci

Prov. Bengkulu
NAMA KEPALA BIRO EKONOMI DAN SDA

1. H. Katijo Sempono, M. Kes

2. Drs. H Iqaruddin, M,Si

3. Drs, Husni Hassan

4. Adizar, SE. M.Si

5. Irhas Irfan, SH, M,Si

6. DR, Kasmianto

7. Burhanuddin, SH, MSi


8. Syahrial Abdi, AP, M,Si

9. Drs, H Syafru