Anda di halaman 1dari 5

JADILAH PRIBADI RABBANI, BUKAN RAMADHANI

Oleh: Drs. Mokh Fathoni, M.Pd

‫ الحمد هلل الواحد األحد الفرد الصمد الذي لم يلد ولم يولد‬...‫ هللا اكبر وهلل الحمد‬, ‫ ال اله اال هللا وهللا أكبر‬. ‫ مرات‬9‫هللا اكبر‬
‫ وأشهد أن محمدا عبده‬,‫ أ شهد ان ال اله اال هللا له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير‬.. ‫ولم يكن له كفوا أحد‬
‫ وال تطع الكافرين والمنافقين ودع أذاهم‬,‫ وداعيا الى هللا بإذنه سراجا منيرا‬, ‫ورسوله المبعوث شاهدا ومبشرا ونذيرا‬
‫ وأخرجنا من بينهن‬, ‫ اللهم صل وسلم على نبينا محمد وأشغل الظالمسن بالظالمسن‬..‫وتوكل على هللا وكفى باهلل وكيال‬
‫ أما بعد فياايها المؤمنون أوصى نفسى وإياكم بتقوى هللا حق تقاته وال تموتن اال‬.‫سالمسن غانمين وعلى اله وصحبه أجمعين‬
..‫وأنتم مسلمون‬

Allahu Akbar 3 x walillahilhamd.

Jama’ah shalat idil fithri rahimakumullah

Alhamdulillah, dengan taufiq Allah kita telah dapat menunaikan firman Nya dalam
mengakhiri bulan suci ramadhan:

‫ولتكملوا العدة ولتكبروهللا على ما هداكم ولعلكم تشكرون‬

Alhamdulillahm bersama kaum muslimin muslimat sejagat kita mengkhatamkan shiyamu


ramadhan dengan alunan takbir nan gemuruh, sebagai ekspresi syukur atas taufiq yang
Allah karuniakan dalam menuntaskan ibadat ramadhan. DifasilitasNya kitadengan ada
kemudahan rejeki dalam suasana aman bahagia bersama keluarga dengan keberkahan
syahrun mubarak. Pertanyaannya: nikmat mana lagi yang akan kalian dustakan ?

‫فبأى االء ربكما تكذبان‬

Allahu Akbar walillahilhamd

Dengan semangat syukur kita merasakan ada kelezatan taat kepada Allah, menunaikan
perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sehingga menjadi pribadi “shawwam” setelah
ramadhan senantiasa berpuasa dari muharramat dan ma’siat, bahkan dari syubuhat yang grey
area sehngga membersihkan agama dan kehormatan dirinya. Pasca ramadhan akan tetap jadi
pribadi yang “qawwam” . Senantiasa menegakkan shalat , rawatib dan mandubatnya
menyempurnakan nilai shalat-shalat fardhu.Sehingga baju taqwanya dari aspek shalat tidak
ada yang bolong atau rusak. Ketaqwaan dan kesalehannya usai ramadhan bukan sekedar
tipe “ramadhaniyyin” , kesalehan musiman hanya saat ramadhan tiba,melainkan seperti yang
Allah titahkan “ walakin kunu Rabbaniyyin”. Menghiasi diri dengan khlaq rabbani, seuai
perintah Nabi saw “takhallaqu bakhlaqillah”. Nama dan sifat-sifat Allah yang indah membuat
hidup kita dalam suasana hayatan thayyibah.
Allahu Akbar 3 x walillahilhamd.

Di tengah2 masyarakat, pribadi rabbani hasil ramadhan bersosialisasi dengan “ruhamau


bainahum” sosok penyantun terhadap lingkunagannya, baik lingkungan sosial maupun
lingkungan alam dan budaya.

Penyantun lantaran dirinya muslim, yang menjamin keselamatan saudaranya dari gangguan
mulut dan tangannya.Lantaran dirinya mukmin, yang mampu menjamin rasa aman bagi
manusia sekitarnya. Dirinya sanggup memantapkan dua hal, bersama usainya ramadhan,
yaitu meraih ampunan dari semua dosanya, baik dosa vertical maupun dosa sosial.
Teristimewa terhadap kedua orang tuanya yang diposisikan sebgai factor penguat bagi
puteranya yang soleh untuk memasuki syurga Allah atas rahmatNya. Ada do’a Rasulullah
saw yang diaminkan oleh Malaikat Jibril a.s, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu
Khuzaiman dan Ibnu Hibban, yang harus menggelitik kita....Bahwa orang yang belum
diampuni dosa-dosanya dan tidak menjadikan orang tuanya sebagai juru kunci syurga,
“aba’dahullah” dijauhkan dari rahmat Allah. .

Dan lebih mengesankan lagi dari pribadi rabbani adalah tampilan sosok muhsin yang selalu
ingin memberi, berusaha membalas kebaikan orang nlain dengan yang lebih, bahkan
membalas kejelekan dengan kebaikan yang mampu merubah suasana “ adawah” permusuhan
menjadi” waliyyun hamim” persahabatan yang kental.

Allahu Akbar walillahilhamd

Tampilan pribadai rabban iberiktnya ialah sebagai pembawa syahadah ‘alannas, pribadi
rujukan bagi lingkungan masyarakatnya. Tarbiyah ramadhaniyah yang paripurna mampu
menghasilkan syakhshiyah wasathiyah , yang hadir ketengah-2 masyarakat “ litakunu
syuhadaa ‘alannas” . sebagai rujukan bagi anggauta masyarakat yang lain,terutama dalam
hal outcome : shiyaman wa qiyaman wa quranan . Sebagaimana Rasulullah saw menjadi
rujukan dan ‘rule mode’l bagi para alumnus ramadhan. Wa yakunarrasulu ‘alaikum syahida.

Missi dan fungsi “syahadah ‘alannas” menempatkan pribadi rabbani alumnus ramadhan
sebagai pemimpin (imam) secara ruhiah dan khukuqiah. secera teks, di antara makna”
rabban” menurut Imam al Thabari adalah pendidik dan pemimpin social. Sebagai imam
masyarakat maka ucapan serta gerak-geriknya untuk ditiru” liyuktamma bihi”. ,
diteladani.Sehingga ada keselarasan antara imam dalam shalat dengan imam dalam
masyarakat. Bahkan dalam perespektif tujuan ibadah shiyam dan visi kemasyarakatan
pemeluk al Quran, adalah sebagaimana dipanjatkan dalam do’a mereka“

)74 ‫ األية‬,‫ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين اماما >الفرقان‬

Allahu Akbar walllahilhamd

Visi dan misi yang digariskan dalam ayat ini mengeksplisitkn dua program besar yaitu,
pertama “ishlahul mujtama” dan kedua “ ikhtiyarul imam al rasyid”. Keduanya salng
bertautan (taazum) sebab perbaikan masyarakat supaya adil, sejahtera dan berkecerdasan
umum (tujuan negara) meniscayakan dipilihnya pemimpin yang “rasyid”. Yang
mengidolakan sosok para imam dan amirul mukminin Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali
serta Umar bin Abdul Aziz. Dan merealaisasikan dua tiga tugas utama pemimpin dalam
konsepsi Islam yaitu: yaitu hifzhuddin, wa inshahul ibad wa ‘imaratul bilad.

Sosok pemimpinyang kita cari

Indahnya model kepemimpinan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali r.a tidaklah cukup
diulang-ulang narasinya, tetapi perlu direstorasi , dihadirkan kembali setidaknya dalam
format kepemimpinan kolektif ummat kita atau bangsa dan negara kita ke depan.
Sebagaimana mereka dan kita selaku umat saling memuji dan mendoakan seperti umumnya
doa diakhir khutbah jumat para khatib mazhab ahlul sunnah. Memang begitulah seperti
disabdakan Rasulullah SAW saat membandingkan pemimpin yang terbaik dan terburuk:

‫ وشرار ائمتكم الذين تبغضونهم ويبغضونكم‬,‫خيارائمتكم الذين تحبونهم ويحبونكم وتصلون عليهم ويصلون عليكم‬
)‫وتلعنونهم ويلعنونكم (رواه مسلم‬

. “Sebaik-baik pemimpin umat umatku adalah yang saling mncintai dan mendoakan antara
mereka dengan kalian, sedang pemimpin yang terburuk adalah yang saling mencela dan
menyumpahi antara mereka dengan kalian”.

Saling mendo’akan dengan rakyatnya, bukan saling menyumpah atau membully dan
melempar hoax alias fitnah.

Yang mampu melindungi masyarakatnya di dunia ini hingga ke akhirat nanti

Yang mempunyai kelengkapan syarat untuk dikabulkan do’anya

Sebab do’a pemimpin yang adil/rasyid lebih diprioritskan daripada do’a orang yang puasa
dan do’a orang teraniaya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

) ‫ االمام العادل والصائم حين يفطر ودعوة المظلوم (رواه الترمذى وصححه األلبانى‬: ‫ثالثة ال ترد دعوتهم‬

Ada tiga orang yang do’anya tidak tertolak, pertama pemimpin yang adil, kedua orang yang
puasa saat berbuka, ketiga do’a orang teraniaya.

Allahu Abar walillahilhamd

Ma’asyiral ‘aidin wal ‘aidat rahimakumullah

Baik dalam persfektif Al-Quran maupun tuntutan kemasyarakatan. Dewasa ini kita harus
mengikhtiarkan hadirnya pemimpin publik yang mempunyai persfektif ideal tersebut, dengan
menghidari munculnya pemimpin yg tidak dikehendaki. Dalam konteks ini para ulama
menegaskan bahwa hukum memilih pemimpin publik yang adil serta cerdas dan bijak
(rashid) adalah fardhu kifayah atau sebagai kewajiban sosial politik kaum muslimin karena
dampaknya jauh lebih besar dan luas, baik di dunia mupun di akhirat, sehingga kewajiban
sosial politik memilih pemimpin menempati derajat yg lebih tinggi dari fardhu kifayahnya
mengurusi jenazah seorang muslim.
Demikian itu karena kecukupan (kifayah) jumlah orang untuk mengurusi jenazah tidak
memerlukan puluhan orang, sedang untuk kecukupan menghasilkan seorang pemimpin yang
rasyid dalam sistem pemilihan yang ada haruslah dalam jumlah persentase suara terbanyak.
Demikian juga dari aspek kualitas sumber daya insani yang mumpuni memerlukan jumlah
yang memadai untuk mengisi pos-pos jabatan poltis dan birokratis yang mendukung
sehingga dapat memuluskan program-program mewujudkan keadilan-kesejahteraan
masyarakat sesuai visi,misi islami dalam hirasatul din wa siyasatul dunya,. Yakni berbasis
ketaqwaan mewujudkan kesejahteraan yang berkeberkatan.

Sementara itu bahwa realita secara jumlah cacah jiwa kaum muslimin memang mayoritas,
tetapi, yang mempunyai semangat keislaman dalam kehidupan bermasyarakat dan
berbangsa masih saja ada gap yang besar antara kuantitas dengan kualitas. Sebagai contoh
betapa beratnya perjuangan memilih pemimpin muslim di DKI jakarta begitupula di
Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu, meski mayoritas rakyatnya beragama Islam
menurut KTP. Demi Allah, mereka yang kTPnya Islam akan ditanya di alam kubur “wa ma
dinuka” berdasarkan agama apa kamu hidup di dunia. Kamu memilh pasangan hidup, mitra
bisnis, juga pemimpin rakyat dan masyarakat. Bukan sekedar Islam di KTP , tapi keislaman
yang memenuhi syarat diterimanya do’a seorang pemimpin. Tauhidnya harus lurus jangan
berbau klenik atau perdukunan. Kepatuhan dan komitmen hidup bersyari’atnya harus beres,
mengharamkan apa yang Allah haramkan dan menghalalkan apa yang Allah halalkan. Dalam
hal ini khamar, maisir, al anshab dan al azlam adalah keji dan perbuatan syetan. Begitu pula
perbuatan mendekati zina, pornografi porni aksi sampai LGBT adalah keji tidak boleh ada
yang mentoleransi. Sama halnya badan jasmani dan keormatan seorang manusia apalagi
muslim haram untuk disakiti. Wajib memilih pemimpin yang mukmin, yaitu “man aminahu
annasu” (hadits) orang yang sanggup menjamin keamanan manusia semuanya dari hal-hal
tercela di atas.

Allahu Akbar walillahilhamd.

Sebagaimana pentingnya mengikhtiarkan keterpilihan pemimpin yang menacukupi


prasyarat do’anya didengar oleh Allah, sama niscayanya bahkan lebih, untuk
memperjuangkan dominannya kekuatan amar makruf nahi munkar di masyarakat. Sebab jika
seandainya proporsinya terbalik dimana arus yang memperjuangkan kemakrufan kalah kuat
dari yang menebar kemunkaran, maka do’a orang-orang salehnya tidak lagi cukup untuk
membuka pintu langit. Sebagaimana diperinggatkan dalam hadits sahih Imam Tirmidzi:

.‫ أو ليوشكن هللا أن يبعث عليكم عذابا ثم تدعونه فال يستجاب الكم‬,‫لتأمرن بالمعروف ولتننهون عن المنكر‬

‫ اذا كثر الخبث‬: ‫وفى رواية‬

“Sungguh-sungguh kalian melakukan amar makruf nahi munkar, atau tidak lama lagi Allah
akan mengirimkan adzab kepadamu< lalu kamu berdo’a tetapi tidak di dengar”. Dalam
riwayat lain “ketika banyak keburukan”.
Untuk leadingnya kemakrufan di masyarakat sesuai tingkatannya dari desa hinggga negara
mensyaratkan unggulnya orang-orang saleh dan berislam kaffah baik kuantitas maupun
kualitasnya. Sebagaimana diperintahkan dalam al Quran:

)104 /‫ولتكن منكم أمة يدعون الى الخير ويأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر واولسك هم المفلحون (ال عمران‬

Untuk menghasilkan proporsi yang unggul bagi kebaikan maka peranan pemegang
pemerintahan (shahibul sulthoh) adalah dominan. Hukum sosial ini dinyatakan oleh Amrul
mukminin Utsman bin Affan bahwa

‫إن هللا ليزع بالسلطان ماال يزع بالقران‬

“Allah mencegah dengan kekuasaan apa yang tudak dapat dicagah dengan ayat al Quran”.

Kita wajib bahu membahu jangan ada yang ketinggalan, dalam menghadirkan sinerjitas yang
kita harapkan dimana keindahan al Quran di beck up dengan otoritas sulthan, dan kekuatan
otoritas sulthan di hiasi dengan keindahan al Quran. Ya llah, inilah do’a kami seperti Enkau
perintahkan, maka kabulkanlah sebagaimana yang Engkau janjikan...

‫إن هللا ومالئمته يصلون على النبى يا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما‬

‫ إنك سميع قريب مجيب الدعوات‬,‫ األحياء منهم واألموات‬, ‫اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات‬

‫سيد االستغفار‬

‫اللهم أصلح لنا ديننا‬

‫اللهم اهدنا فيمن هديت‬

‫اللهم ول علنا خيارنا وال تول علينا شرارنا وال تول علينا من ال يخافك وال يرحمنا‬

‫ وبارك لنا فى أهلينا ودرياتناوتالمذتنا و أموالنا وتجارتنا وحرفنا وكل ما اعطيتنا‬, ‫اللم تقبل منا صالتنا وصيامنا وصدقاتنا‬

.‫اللهم وفقنا بغد رمضان ربانيين وارحما بالقران ةاجغله لنا شافيا وحجة وشفسعا يا رب العالمين‬

‫وأخر دعوانا أن الحمد هلل رب العالمين‬

...