Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PRAKTIK KLINIS

SMF ORTHOPAEDI DAN TRAUMATOLOGI


PENYAKIT PERTHES

RSUP SANGLAH No. Dokumen No. Revisi Halaman


DENPASAR 00 1/2

Ditetapkan oleh:
Tanggal terbit: Direktur Utama
PPK
RAWAT INAP
SMF…………….
dr. I Wayan Sudana, M.Kes
NIP 19650409 199509 1 001
No.ICD 10 M91.11
Pengertian Merupakan penyakit pada anak-anak yang jarang terjadi
yang disertai rasa nyeri pada panggul dan ditandai dengan
avascular nekrosis kaput femoris. Idiopatik non inflammatory
AVN Femoral Head pada Growing Child.
Pathogenesis Terjadi hambatan aliran darah menuju capital femur epifisis,
sehingga menyebabkan osteonecrosis dan chondronecrosis
Anamnesis 1. Gerakan panggul yang terbatas disertai nyeri dan
pincang
2. Nyeri yang sangat hebat
Pemeriksaan 1. Kekakuan HIP joint
Fisik 2. Gangguan cara berjalan (Tredelenburg gait)
3. Antalgic Limp
4. Limb Length Discrepancy
5. Hip kontraktur
Kriteria 1. Anamnesis : gerakan panggul yang terbatas disertai
Diagnosis nyeri yang sangat hebat
2. Pemeriksaan klinis : pemeriksaan HIP joint
3. Radiologis : melebarnya jarak sendi medial, cresent sign,
dan ossifikasi kepala femoral yang tidak teratur
Diagnosis Penyakit morquio, kretinisme, multiple epiphyseal dysplasia,
Banding penyakit gaucher, penyakit sel sickle
Pemeriksaan Foto rontgen koksa AP dan aksial, pelvis AP
Penunjang
Konsultasi Dengan SMF terkait bila diperlukan
Perawatan Rawat inap
Rumah Sakit
Terapi/tindakan Usia <6th: bedrest dan traksi kulit
(ICD 9 CM) Usia 6-8th: tergantung kasifikasi catterall dan kematangan
usia tulang
Obat anti inflamasi
Konservatif:
Bed rest (10-14 hari)
Fisioterapi
Abduction Patric Cast
Proximal Femoral Osteotomy
Innominal Osteotomy

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


SMF ORTHOPAEDI DAN TRAUMATOLOGI
PENYAKIT PERTHES

RSUP SANGLAH No. Dokumen No. Revisi Halaman


DENPASAR 00 2/2

Tempat Instalasi Bedah Sentral, ruang rawat inap, poliklinik


Pelayanan
Penyulit -
Informed Lisan
Consent Tertulis
Tenaga Standar 1. Dokter Spesialis Konsultan Orthopaedi Pediatri
2. Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi (SpOT)
3. Dokter Residen Orthopaedi dengan pengawasan
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi atau mandiri
Lama Perawatan 10 hari
Masa Pemulihan 1-2 bulan
Hasil Sembuh tanpa gangguan berjalan
Patologi Tidak dilakukan
Otopsi Tidak dilakukan
Prognosis Ad vitam : dubius ad bonam
Ad functionam : dubius ad bonam
Ad sanationam : dubius ad bonam
Tindak Lanjut Perawatan Poliklinis
Rehabilitasi Medik
Tingkat Eviden & Tingkat Eviden : IA
Rekomendasi Rekomendasi : A
Indikator Medis Normal gait

Edukasi Ketaatan berobat


Rehabilitasi
Aktivitas fisik pasca operasi
Kepustakaan 1. Joseph B. Mangement of Perthes Disease. Indian J
Orthop. 2015; 49 (1): page 10-16
2. Solomon L., Warwick D., Nayagam S. Apley’s : System
of Orthopaedycs and Fractures Ninth Edition. Bristol, UK,
2011.
3. Salter, R.B. Texbook of Disorders and Injuries of the
Musculokletal System. Williams & Wilkins
Baltimore/London. 3rd Ed. 2000.
4. Bucholz R and Heckmann (2012). Rockwood and
Green’s Fractures in children edisi 6- US Lipincott,
Williams and Wilkins, Philadelphia.