Anda di halaman 1dari 43

RANCANGAN AKTUALISASI HABITUASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN II CALON PENJAGA TAHANAN

OPTIMALISASI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI


DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B LANGSA

Oleh :

Riza Nofa Pratama


NIP. 199607262017121002

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Penjaga Tahanan


Angkatan IX (Sembilan)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI ACEH
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN IX
TAHUN 2018

i
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI (HABITUASI)

OPTIMALISASI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) DI


LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B LANGSA

Disusun Oleh :

Nama : Riza Nofa Pratama


NDH : 04

Telah diseminarkan dan disetujui


Hari/ Tanggal : Kamis/ 23 Juli 2017
Tempat : Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi
Aceh

COACH, MENTOR,

( ) ( )
NIP. NIP.
Disetujui,
KALAPAS.............................

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama ii


KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji dan syukur tidak terhingga penulis
persembahkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang
telah memberikan kekuatan jasmani, rohani, kesabaran serta ketaqwaan
kepada penulis untuk menyelesaikan Laporan Aktualisasi (Habituasi) yang
berjudul “Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dalam Penyebaran
Informasi di Lapas II B langsa”.
Terwujudnya rancangan aktualisasi ini tidak terlepas dari pihak-
pihak yang banyak berjasa sehingga penulis dapat menyelesaikan seluruh
rangkaian pelatihan dasar dan penulisan rancangan aktualisasi dengan
baik. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan
ucapan terima kasih kepada :

1. Sofyan Effendi, S.IP, M.Si Selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan,


Kepegawaian, dan Umum yang bertindak sebagai mentor dan telah
dan akan membimbing penulis dalam proses aktualiasasi
(habituasi) ketika kembali ke institusi.
2. Ibu Dra. Srisnawati, M.Si selaku coach penulis yang telah
menyediakan waktu dan tenaga untuk memberi saran dan motivasi
dengan cara yang menyenangkan kepada penulis dalam proses
penyelesaian rancangan aktualisasi ini.
3. Ibu Dr. Ir. Hj. Eva Novaria, M.Si. selaku Kaprodi Angkatan II yang
telah dengan sabar membimbing kami selama melaksanakan masa
on campus pada pelatihan dasar CPNS. 

4. Suami, Anak, dan Keluarga tercinta yang selalu mendukung dan
menyemangati penulis. 


Akhir kata, Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi


ini jauh dari kata sempurna, semoga kiranya karya yang sederhana
ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca
pada umumnya.

Aceh, Juni 2018


Penulis

Riza Nofa Pratama

iii
DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL ………………………………………………
LEMBAR PERSETUJUAN……........................………….……………..
DAFTAR ISI ..............…………………………………………………..
DAFTAR TABEL…...............……………………………..……………
DAFTAR GAMBAR......……………………………………..……………
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………………………………...
B. Tujuan dan Manfaat …………………….……………...
C. Ruang Lingkup ……………….………………......
Bab II RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI) ………….
A. Deskripsi Organisasi .....……………………….……….
1. Profil Organisasi .....………………………………….
2. Visi, Misi, Nilai-nilai Organisasi .....…………….……
B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik ………………….……
C. Analisis Isu .....……………………….…………………….
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih ………………
E. Nilai-nilai Dasar Profesi PNS .....…………………………
F. Matrik Rancangan …………………….…………………
G. Jadwal Rancangan akttualiasi (Habituasi)…….........……..
H. Kendala dan Antisipasi …………………….………..
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................
DAFTAR REFERENSI………………….
LAMPIRAN ............................................................................................
BIODATA ..................................................................

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama iv


DAFTAR TABEL

1. Tabel Deskripsi Isu/Kondisi Unit Kerja Saat Ini ........................................... 18


2. Tabel Bobot Penetapan Kriteria Kualitas Isu AKPK dan USG .................... 20
3. Tabel Analisis Isi Menggunakan AKPK ...................................................... 21
4. Tabel Analisis Isu Menggunakan USG ...................................................... 22
5. Tabel Rancangan Aktualisasi (Habituasi) .................................................. 24

v
DAFTAR GAMBAR

1. Struktur Organisasi Lapas II B Langsa ....................................................... 18

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama vi


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peranan strategis dalam kehidupan
bernegara, yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta
perekat dan pemersatu bangsa. Oleh karena itulah penting bagi ASN untuk
memahami dan menjalankan fungsi-fungsi ini dalam melaksanakan tugas
maupun dalam kehidupan kesehariannya. Hal ini sejalan dengan UU No.5
tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam UU ini dijelaskan
bahwa ASN memiliki tugas melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh
Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas; dan mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Sosok Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mampu
melaksanakan peran tersebut adalah PNS yang memiliki kompetensi yang
diindikasikan dari sikap dan perilakunya, penuh kesetiaan dan ketaatan pada
negara, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan tanggung
jawabnya sebagai pelayan publik serta mampu menjadi pemersatu bangsa.
Dalam upayamengimplementasikan pelaksanaan tugas sebagai ASN,
maka sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai dasar kepada ASN agar
tugas dan jabatan tersebut dapat dijalankan secara profesional, adapun nilai-
nilai dasar tersebut meliputi kemampuan untuk berakuntabilitas,
mengedepankan kepentingan nasional, menjunjung tinggi standar etika publik,
berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas dan jabatannya, serta
tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan
instansinya.

Keberhasilan pembangunan nasional dan di daerah, tidak terlepas dari


peran birokrasi yang menjadi motor penggerak pada setiap agenda
pembangunan. Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai salah satu
aktor birokrasi, berperan penting dalam memastikan berjalannya
seluruh agenda dan program pembangunan yang telah

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 7


direncanakan. Menurut UU No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
(ASN), ASN memiliki tugas melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh
Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas; dan mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Sosok Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mampu
melaksanakan peran tersebut adalah PNS yang memiliki kompetensi yang
diindikasikan dari sikap dan perilakunya, penuh kesetiaan dan ketaatan pada
negara, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan tanggung
jawabnya sebagai pelayan publik serta mampu menjadi pemersatu bangsa.
Dalam membentuk sosok PNS seperti yang disebut di atas maka perlu
dilaksanakan pembinaan melalui jalur pendidikan dan pelatihan (Diklat),
Berdasarkan Peraturan Kepala LAN Nomor 21 Tahun 2016 Tentang
penyelenggaraan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
Golongan II dan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)
dan merujuk pasal 63 ayat 3 dan 4; calon PNS wajib menjalani massa
percobaan yang dilaksanakan untuk melalui proses pendidikan dan pelatihan
(Diklat).
Melalui mata pelatihan dasar CPNS agenda tiga, peserta pelatihan dasar
diharapkan untuk merancang kegiatan aktualisasi yang dilatarbelakangi
dengan isu-isu mengenai manajemen ASN, pelayanan publik, dan Whole of
Government (WOG). Selanjutnya agar nilai-nilai dasar tersebut dapat terpatri
kuat dalam diri PNS maka dilakukan internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS
melalui aktualisasi (habituasi) pada tempat tugas masing-masing dengan
menerapkan inovasi dan prinsip-prinsip lainnya sehingga kehadiran PNS dapat
memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah di instansi atau unit kerja.
Melalui pelatihan dasar ini diharapkan dapat menghasilkan PNS yang
profesional, yang dewasa ini sangat dibutuhkan dalam mengelola sumber daya
pembangunan yang ada sehingga dapat mempercepat peningkatan daya saing
bangsa.

B. Tujuan Dan Manfaat

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 8


1. Tujuan Aktualisasi

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dalam bentuk nilai-nilai ANEKA ini


memiliki tujuan:
1) Menanamkan niai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA) dalam kondisi kerja yang
nyata.
2) Mampu menganalisis dampak penerapan nilai akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi
(ANEKA) dalam setiap kegiatan.
2. Manfaat Aktualisasi
Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dalam bentuk nilai-nilai ANEKA ini
memiliki manfaat:
1) PNS diharapkan mampu mengimplementasikan nilai – nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi (ANEKA) dalam kondisi kerja yang nyata.
2) PNS mampu menjadi penggerak implementasi nilai – nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi (ANEKA) dalam kondisi kerja masing – masing.
C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup laporan aktualisasi ini peserta di minta mampu


mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil, yang
terdiri dari lima nilai dasar, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi serta Peran dan Kedudukan PNS dalam
NKRI dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di instansi masing-
masing.
Aktualisasi nilai-niai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan
pada saat off campus selama 29 Juni 2018 sampai dengan 18 September
2018. Aktualisasi dilakukan di tempat kerja Pada Lembaga
Pemasyarakatan Kelas II B Langsa. Dalam ruang lingkup ini kegiatan
dibatasi di lingkungan lembaga pemasyarakatan Kelas II B Langsa,
inovasi kegiatan dan tugas tambahan dari atasan.

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 9


Aktualisasi dilakukan selama 113 hari kerja dengan menerapkan nilai-
nilai dasar PNS yakni nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik,
Komitmen mutu, dan Anti korupsi (ANEKA) dalam kegiatan sesuai dengan
Sasaran Kerja Pegawai (SKP) maupun penugasan tambahan lainnya.
Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dilakukan pada 7 (Tujuh) kegiatan yang
dianggap merupakan solusi dari isu yang ada di unit kerja, yaitu:
1. Membuat draft desain, template website lapas
2. Membuat dan mengajukan Proposal Pendanaan pembuatan website
Lembaga Permasyarakatan kelas II B Langsa
3. Melengkapi kelengkapan syarat pengajuan nama domain Pemerintah
sesuai dengan peraturan kominfo
4. Membeli Hosting dan Mengajuan Nama Website pemerintah ke
Perusahan Penyedia layanan hosting dan Kominfo
5. Menulis dan Mengupload artikel tentang profil lapas
6. Membuat akun media sosial Lembaga Permasyarakatan kelas II B
Langsa
7. Mensosialisasikan mengenai adanya website Lembaga
Permasyarakatan II B Langsa
8. Membuat Fasilitas Internet terbatas untuk Pengunjung Website
Lembaga Permasyarakatan kelas II B Langsa

BAB II
Rancangan aktualisasi (Habituasi)

A. DESKRIPSI ORGANISASI
1. PROFIL ORGANISASI

Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Langsa yang dipimpin oleh


Kepala Lapas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 10


bawah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Lembaga
Pemasyarakatan Kelas II B Langsa
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Langsa terletak di jantung
Kota Langsa, Aceh yang beralamat di Jl. Panglima Polem No.39
Gampong Jawa Kecamatan Langsa Kota, Langsa. Kota Langsa yang
sejatinya berada di pulau Sumatera yang budaya masyarakatnya relatif
“keras” berpengaruh pada tingkat kriminalitas yang terjadi di kota
Langsa.
Sejalan dengan perkembangan kota Langsa yang semakin maju
yang dibuktikan dengan pembangunan beberapa ruas jalan baru, maka
berdampak pula pada perilaku dan budaya masyarakat yang ada di kota
Langsa sehingga tingkat kriminal yang terjadi sekarang ini cenderung
meningkat.

TABEL I
JUMLAH SELURUH WARGA BINAAN

No. Kasus Jumlah


1. Kriminal 57 Orang
2. Narkoba 170 Orang
3. Teroris 3 Orang
4. Korupsi 13 Orang
Total 474 Orang
Sumber Data: Dokumentasi Lembaga Permasyarakatan Kelas II.B
Langsa 2018

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 11


Sedangkan luas bangunan :
 Bangunan Kantor (225 M²)

 Kamar Hunian (41.658 M²)

Jumlah (1.883 M²)

Terdiri dari :
 Ruang Perkantoran (Ruang Tata Usaha, Umum, Kepegawaian & Keuangan,
Pertemuan, Kalapas, Adm. Kamtib, Keamanan, Portatib Kegiatan Kerja,
Bimker, Ruang Besukan, KPLP, P2U, Binadik, Register, Bimaswat,
Komandan dan Dapur).
 Blok Hunian terdiri dari 2 sektor, Sektor A untuk warga binaan laki-laki
dan sektor B khusus warga binaan perempuan
 Ruang Ibadah, Ruang Pertemuan, Koperasi, Bimker, Perpustakaan, Ruang
Poliklinik dan Gudang.

2. VISI, MISI, NILAI-NILAI ORGANISASI


a. Visi :

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 12


Menjadi lembaga yang Akuntabel, Transparan dan Profesional
dan di dukung oleh petugas yang memiliki kopetensi tinggi yang mampu
mewujudkan tertib Permasyarakatan.
b. Misi :
1. Mewujudkan tertib pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
permasyarakatan secara konsisten dengan mengedepankan terhadap
hukum dan hak asasi manusia,
2. Membangun kelembagaan yang profesional dengan berlandaskan pada
akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan tugas poko dan
fungsi permasyarakatan,
3. Mengembangkan kopetensi dan potensi sumber daya petugas secara
konsisten dan berkesinambungan,
4. Mengembangkan kerjasama dengan mengoptimalkan stakeholder
c. Tugas dan Fungsi Organisasi
1. Melaksanakan Apel WBP
2. Membantu Melaksanakan Apel Timbang Terima Tugas Pengamanan
3. Menjaga dan Mengecek sarana keamanan dan Inventaris yang diserah
terimakan
4. Menjaga dan mengawasi keamanan dan ketertiban di dalam LAPAS
5. Mempersiapkan Tahanan/Napi yang dikunjungi,sidang,pelimpahan
6. Melaporkan situasi kepada atasan
7. Memeriksa dan meneliti keabsahan surat tahanan baru, Pelimpahan,
Sidang tahanan, Pembebasan Bersyarat dan Cuti Bebas Narapidana
8. Memeriksa setiap barang masuk yang dibawa petugas atau tamu yang
akan keluar atau masuk LAPAS
9. Meneliti dan memeriksa secara cermat identitas tamu, menanyakan
keperluannya, serta mencatat dalam Buku tamu
d. Nilai-Nilai Organisasi
a. Profesional : Aparatur Kementrian Hukum dan Ham adalah aparat
yang bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui
penguasaan bidang tugasnya, menjunjung tinggi etika dan integritas
profesi.
b. Akuntabel : Setiap kegiatan dalam rangka penyeleggaraan pemerintah
dapat di pertanggungajawabkan kepada masyaraat sesuai dengan
ketentuan atau peraturan yang berlaku.
c. Sinergi : Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan
kerjasama yang produtif secara kemitraan yang harmonis dengan para
pemangku kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi
yang terbai, bermanfaat dan berkualitas.

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 13


d. Transparan : Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atau
kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang
penyelenggaraan pemerintah, yakni informasi tentang kebijakan, proses
pembuatan dan pelaksaaannya, serta hasil-hasil yang dicapai.
e. Inovatif : Kementeriam Hukum dan HAM mendukung kreatifitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsinya
3. Struktur Organisasi

B. DESKRIPSI ISU/SITUASI PROBLEMATIK

Munculnya isu dalam sebuah organisasi akan selalu dihadapi oleh


organisasi tersebut demi perubahan kearah yang lebih baik, oleh sebab itu
organisasi diminta untuk selalu siap mengatasi isu-isu yang memungkinkan
dapat membuat organisasi tersebut menjadi krisis. Penanganan isu
organisasi ini beragam, hal ini sangat berkaitan seberapa besar potensi isu
yang muncul tersebut mempengaruhi organisasi tersebut.
Isu adalah sebuah masalah yang belum terpecahkan yang siap diambil
keputusannya. Isu dapat mempresentasikan suatu kesenjangan antara
praktik organisasi tersebut dengan harapan-harapan para stakeholder.
Berdasarkan definisi tersebut, isu merupakan suatu hal yang terjadi baik di
dalam maupun di luar organisasi yang apabila tidak ditangani secara baik
dan tepat maka akan memberikan efek negatif terhadap organisasi
tersebut, bahkan dapat berlanjut pada tahap krisis. Berkaitan dengan
rancangan aktualisasi ini, isu dianggap sebagai kejadian-kejadian nyata
atau tersamar di lingkungan kerja yang merupakan masalah yang sedang
diperdebatkan, dibahas, dan atau fenomena yang tidak sesuai harapan
sehingga perlu untuk diselesaikan.
Terdapat tiga faktor penting yang harus diperhatikan dalam
menunjukkan kemampuan menetapkan isu yaitu:
a. Environmental Scanning yaitu peduli terhadap masalah dalam suatu
organisasi dan mampu memetakan hubungan kausalitas.
b. Problem Solving yaitu mampu mengembangkan dan memilih alternatif
dan mampu memetakan aktor terkait dan perannya masing-masing.
Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 14
c. Analysis yaitu mampu berfikir konseptual, mampu mengidentifikasi
implikasi / dampak / manfaat / dari sebuah pilihan kebijakan / program /
kegiatan / dan tahapan kegiatan.
Dalam kaitannya terhadap isu aktual yang terjadi di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas II B Langsa khususnya Penjaga Tahanan,
rancangan aktualisasi ini akan didasarkan pada beberapa identifikasi isu
atau masalah yang penulis temukan pada instansi tempat penulis
ditugaskan yaitu Pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Langsa
khusus Penjaga Tahanan.
Penulis mengidentifikasi beberapa isu terkait di Penjaga Tahanan
di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Langsa sebagai berikut:

1. Rendahnya minat pegawai untuk meningkatkan kompetensi


karena pada saat ini penjaga tahanan sudah berada dalam posisi
nyaman sehingga tidak mau mengembangkan diri dan kondisi yang
diharapkan adalah para penjaga tahanan mengikuti pendidikan dan
meningkatkan kompetensinya sehingga menambah wawasan dan
ilmu untuk diterapkan ditempat kerja sesuai disiplin ilmunya.
2. Kurang optimalnya kinerja pegawai karena belum sesuai dengan
SOP
Pekerjaan seorang petugas menjadi bergantung pada pribadi masing-
masing karena tidak adanya peraturan yang mengaturnya dan
diharapkan dengan tersedianya Standar Operasional Prosedur yang
jelas. Jadi petugas dapat mengetahui alur proses pelayanan
kunjungan dan menerapkannya dalam salah satu dari tugas dan
fungsinya sebagai penjaga tahanan.
3. Kurangnya rasa peduli dan tanggung jawab pada barang
inventaris
Seorang pegawai diberikan sebuah tanggung jawab dalam perawatan
barang inventaris yang nantinya dipergunakan dalam menjalankan
pekerjaannya. Kadang ditemukan barang inventaris tersebut malah
rusak tanpa ada perduli ataupun melaporkan kepada atasannya untuk
tindak lanjutnya.
4. Penggunaan transaksi elektronik untuk penyimpanan uang

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 15


Pada hakikatnya salah satu tugas pokok dan fungsi dari sub bagian
Registrasi pada suatu lapas yakni menyimpan uang narapidana pada
suatu buku yang dinamakan dengan Buku Presiosa. Terkadang napi
sering menyimpan uang nya kedalam blok tanpa tahu bahwa
sewaktu-waktu uang tersebut terkadang hilang. Dengan penggunaan
uang elektronik diharapkan dapat menertibkan sekaligus
mempermudah narapidana dalam bertransaksi di dalam lapas.

5. Masih rendahnya minat membaca buku


Minat membaca buku dikalangan narapidana masih sangat rendah
sekali dikarenakan faktor kurang updatenya buku-buku yang ada di
dalam perpustakaan serta mungkin kurangnya kesadaran dari
narapidana bahwa buku merupakan sumber dari segala ilmu yang
ada dan bisa mereka pergunakan dalam mengisi waktu luang dan
jikalau tidak ada kegiatan lain.
6. Peningkatan sarana dan prasarana pendukung pelayanan.
Salah satu penyebab terjadinya keluhan yang kadang dialami
pengunjung narapidana maupun tamu yang akan mengunjungi Lapas
yakni kurang ketersediaan lahan parkir yang bisa menampung
kendaraan. Terkadang disaat padatnya kunjungan, banyak
kendaraan yang masuk halaman Lapas. Hal ini menyebabkan
terjadinya penumpukan kendaraan yang dan terkadang kendaraan
pengunjung diparkiran di depan Lapas yang sewaktu waktu malah
diberikan tilang oleh petugas Dishub.

Berdasarkan identifikasi isu yang telah dipaparkan, perlu dilakukan


proses identifikasi isu untuk menentukan isu mana yang merupakan
prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses identifikasi isu
tersebut menggunakan dua alat bantu penetapan kriteria kualitas isu.
Kriteria pertama adalah AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Probematik, dan
Kelayakan). Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan dalam masyarakat. Kekhalayakan artinya isu yang
menyangkut hajat hidup orang banyak. Problematik artinya isu yang
memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan
Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 16
solusinya. Sedangkan Kelayakan artinya isu yang masuk akal dan
realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan
masalahnya.
Adapun keenam permasalahan tersebut secara ringkas dijelaskan
pada tabel di bawah ini :

Keterkaitan
Identifikasi Isu/ dengan Identifikasi Akar
No Kondisi Ideal
Kondisi Sekarang Materi Permasalah

1. Keluarnya uang Penyelesaian Manajemen 1. Lambatnya


remunerasi yang tidak surat menyurat ASN& pengumpulan laporan
konsisten dilakukan secara WoG kinerja dari dosen
efektif dan efisien, 2. Lamanya proses
sehingga ada input data oleh admin
konsistensi remunerasi
penerimaan 3. Metode
remunerasi penghitungan jumlah
remunerasi belum
jelas
2. Minimnya Pelatihan Diadakan / Manajemen 1. Banyaknya beban
Peningkatan diikutsertakan ASN tugas karyawan dan
Kompetensi bagi Dosen pada pelatihan dosen sehingga tidak
dan Karyawan dan peningkatan memiliki waktu untuk
kompetensi melakukan
secara berkala peningkatan
kompetensi
2. kurangnya motivasi
karyawan dan dosen
mengikuti pelatihan
karena merasa
nyaman dengan posisi
saat ini
3. Kurangnya alokasi
anggaran untuk
kegiatan pelatihan

3. Lambatnya Waktu Universitas harus Whole of 1. Karyawan kurang


Penyelesaian Surat memiliki SOP Government& kreatif dan berinisiatif
Menyurat di Fakultas yang jelas Pelayanan dalam menyelesaikan
Publik tugas
2. Pejabat yang
berwenang tidak
berada ditempat
dikarenakan
kesibukan
4. Minimnya Keterlibatan Mahasiswa Whole of 1. Tingkat
Mahasiswa dalam terlibat dalam Government kepercayaan dosen
Kegiatan Penelitian dan kegiatan yang rendah kepada
Pengabdian penelitian dan mahasiswa
pengabdian 2. Adanya gap antara
dosen dosen dan mahasiswa
dalam proses
komunikasi
3. Terjadi benturan

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 17


jadwal antara dosen
dan mahasiswa dalam
pelaksanaan kegiatan

5. Kurang Optimalnya Pemanfaatan Pelayanan 1. Kurangnya sumber


Pemanfaatan Teknologi teknologi secara Publik daya manusia di
dalam Penyebaran optimal di segala bidang teknologi
Informasi bidang informasi
2. Belum adanya
kesadaran untuk
melek teknologi dari
civitas akademika
3. Kurangnya alokasi
dana untuk
pengembangan
teknologi

6. Kurangnya Sarana Sarana Pelayanan 1. Tidak


Transportasi bagi Dosen Transportasi Publik terpeliharanya sarana
dan Mahasiswa menuju kampus transportasi yang
yang memadai sudah ada
dan nyaman 2. Birokrasi yang
berbelit-belit untuk
pengadaan kendaraan
dinas
7. Kurang Optimalnya Laboratorium Ilmu Pelayanan 1. Tidak adanya SOP
Pelayanan Laboratorium Komunikasi Publik& Penggunaan
di Bidang Akademik memiliki layanan WoG Laboratorium
kepada Mahasiswa Prima sehingga mahasiswa
sulit menikmati
pelayanan
2. Minimnya peranan
laboratorium dalam
proses pembelajaran
3. Kurangnya sumber
daya manusia
pengelola
laboratorium

Tabel 1. Deskripsi Isu/ Kondisi Unit Kerja Saat Ini

C. ANALISIS ISU

Setelah dideskripsikan pada bagian sebelumnya, maka diperlukan


analisis lanjutan dari isu-isu tersebut. Analisis isu dilakukan bertujuan untuk
menetapkan kriteria kualitas isu. Penetapan kriteria isu tulisan ini dilakukan
dengan menggunakan beberapa dua metode/ alat bantu penetapan kriteri
kualitas isu, yaitu;
1. Metode AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Probelmatika, Kelayakan).
2. Metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 18


Analisis isu yang dilakukan akan menghasilkan penetapan isu yang
memiliki kualitas isu tertinggi untuk dilakukan dalam proses habituasi peserta di
tempat kerja, dimana penetapan isu tersebut didukung berdasarkan data dan
fakta relevan.
Pada tahapan analisis isu, penulis menggunakan metode/ alat bantu
AKPK dan USG dalam proses penetapan kriteria kualitas isu. Dalam
pembelajaran isu aktual sesuai tema ini, tidak semua isudapat dikategorikan
sebagai isu aktual. Isu aktual yang dibahas adalah isu yang memenuhi kriteria
berdasarkan metode AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematika,
Kekhalayakan), yaitu isu yang mengandung kriteria sebagai berikut:
1. Aktual (Terjadi/akan Terjadi). Isu yang sedang terjadi atau dalam proses
kejadian, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat, atau isu
yang diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat. Bukan isu yang sudah
lepas dari perhatian masyarakat atau isu yang sudah basi.
2. Kekhalayakan. Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang
banyak banyak, masyarakat pelanggan pada umumnya, dan bukan hanya
untuk kepentingan seseorang atau sekelompok kecil orang tertentu saja.
3. Problematik. Isu yang menyimpang dari harapan standar, ketentutan yang
menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan
pemecahannya.
4. Kelayakan. Isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis, dan dapat
dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang, dan tanggung jawab.
Disamping pemenuhan kriteria, penggalian isu juga dapat diperoleh
melalui berbagai aspek antara lain: aspek manajemen ASN, pelayanan publik,
dan Whole of Governement (WOG). Namun tidak semua isu yang
berhubungan dengan ketiga aspek tersebut di atas perlu dibicarakan dan
dipecahkan melainkan harus disesuaikan dengan organisasi atau unit kerja.
Penentuan kualiatas kriteria isu dengan metode AKPK dilakukan dengan
pembobotan 1 sampai dengan 5 untuk setiap kriterianya, adapun keterangan
dari setiap bobot, yaitu pada Tabel 2:
Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 19


3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya
Tabel 2. Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU AKPK dan USG

Penilaian secara USG dilakukan dengan menggunakan nilai dengan


rentang nilai 1 sampai dengan 5. Semakin tinggi nilai menunjukkan bahwa isu
tersebut sangat urgen dan sangat serius untuk segera ditangani. Variabel
penetapan kriteria kualiatas isu pada USG, yaitu;

1. Urgency artinya seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis,


dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness merujuk pada seberapa serius suatu isu harus dibahas
dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.
3. Growth menekankan pada seberapa besar kemungkinan memburuknya isu
tersebut jika tidak ditangani segera.

Penetapan kriteria isu dilakukan dengan dua tahapan. Tahapan pertama


dilakukan dengan perhitungan penilaian kriteria dari core issue yang ada
dengan menggunakan metode AKPK, yang kemudian akan diranking untuk
mendapatkan 3 (tiga) core issue tertinggi untuk dilakukan analisis isu kembali
menggunakan metode USG.

Isu yang ada di unit kerja ini kemudian dianalisis dengan menggunakan
metode AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematik, dan Kelayakan), maka
analisis dari isu tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

No ISU A K P K Jml Peringkat


(1-5) (1-5) (1-5) (1-5)
1. Minimnya Kegiatan kemandiri 4 3 3 3 13 2
Bagi Para WBP di Lapas IIB
Langsa
2. Belum Optimalnya Kinerja 2 3 3 3 11 4
Pegawai Lapas IIB Langsa
yang Berlaku seuai dengan
SOP

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 20


3. Kurangnya Rasa Peduli dan 3 3 3 3 12 3
Tanggung Jawab Pegawai
terhadap Barang Inventaris
Kantor
4. Kurang Optimalnya 3 3 5 4 15 1
Pemanfaatan Teknologi
dalam Penyebaran Informasi
di Lapas IIB Langsa
5. Kurangnya Pengawasan 3 2 3 2 10 5
Keamanan terhadap Pintu 3
Tabel 3. Tabel Analisis Isu Menggunakan AKPK

Berdasarkan analisis penetuan kriteria kualitas isu dengan menggunakan


metode AKPK, maka dari enam core issue yang ditemukan di lingkungan kerja
penulis, maka yang menjadi tiga core issue dengan prioritas tinggi, yaitu;
1. Kurang Optimalnya Pemanfaatan Teknologi dalam Penyebaran Informasi
di Lapas IIB Langsa (Total=15).
2. Minimnya Kegiatan kemandiri Bagi Para WBP di Lapas IIB (Total=13).
3. Kurangnya Rasa Peduli dan Tanggung Jawab Pegawai Terhadap Barang
Inventaris kantor (Total=12).

Dari ketiga core issue tersebut di atas selanjutnya dilakukan analisis


penentuan kriteria kualitas isu dengan metode USG. Analisis dengan metode
USG ditunjukkan pada Tabel 4, sebagai berikut:
No Penilaian Kriteria Jml Peringkat
Masalah U S G
(1-5) (1-5) (1-5)
1. Kurangnya Rasa Peduli dan 3 4 4 11 3
Tanggung Jawab Pegawai
Terhadap Barang Inventaris
kantor
2. Minimnya Kegiatan kemandiri 4 3 5 12 2
Bagi Para WBP di Lapas IIB
3. Kurang Optimalnya 5 4 4 13 1
Pemanfaatan Teknologi
dalam Penyebaran Informasi
di Lapas IIB Langsa
Tabel 4. Tabel Analisis Isu Menggunakan USG

Analisis Isu dengan menggunakan pisau ukur USG, merupakan analisis


final dari Isu yang ditentukan. Berdasarkan analisis si atas maka ditemukan isu
yang paling tinggi urgensinya untuk dicarikan solusi yaitu “Kurang

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 21


Optimalnya Pemanfaatan Teknologi dalam Penyebaran Informasi di
Lapas IIB Langsa”.

D. ARGUMENTASI TERHADAP CORE ISSUE TERPILIH

Berdasarkan hasil penetapan kriteria kualitas dan urgensi isu dengan


metode AKPK dan USG, maka Core issue yang telah terpilih untuk dicarikan
solusi pemecahan masalahnya secara kreatif, dan direncakan aktivitas dalam
memberikan kontribusinya dalam pencapaian visi, misi, dan tujuan organisasi,
serta memberikan manfaat terhadap penguatan nilai-nilai organisisasi adalah:

“Kurang Optimalnya Pemanfaatan Teknologi dalam Penyebaran Informasi


di Lapas IIB Langsa”.

Isu memiliki prioritas tertinggi karena; pengalaman yang pernah terjadi


pada lapas IIB langsa, dan bahkan pernah terjadi pada beberapa UPTD
lainnya, yaitu pemberitaan HOAX mengenai UPTD yang terlampir pada media-
media external yang tersebar di dunia maya.
Dengan diangkatnya isu ini diharapkan menjadi sebuah media internal
yang bertujuan sebagai defending bagi UPT dalam menyerang berita-berita
HOAX yang terlampir pada media-media external.

E. NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS


ANEKA, yaitu akronim dari :
 Akuntabilitas => kewajiban setiap invidu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
 Nasionalisme => pandangan tentang rasa cinta terhadap bangsa
dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain
 Etika Publik => sistem penilaian perilaku serta keyakinan untuk
menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin adanya
perlindungan hak-hak individu , mencakup cara-cara
pengambilan keputusan untuk membantu membedakan hal-hal

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 22


yang baik dan buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya
dilakukan sesuai nilai-nilai yang dianut.
 Komitmen Mutu => janji pada diri kita sendiri atau orang lain
yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja
pegawai.
 Anti Korupsi => tidak sewenang-wenang dalam menggunakan
wewenang yang dimiliki.

Yang didasari pada penyelenggaraan :

 Manajemen ASN => Pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai


ASN yang profesional, memiliki nlai dasar, etika profesi, bebas dari
intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
 Pelayanan publik => Segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk
barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi
tanggung jawab dan dilaksanakan oleh instansi pemerinahan di Pusat,
di Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD, dalam rangka upaya
pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
 Whole of government => sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan
dari seluruh sektor dalam ruang lingkup koordinasi yanglebih luas guna
mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program
dan pelayanan publik.

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 23


F. MATRIK RANCANGAN

FORMULIR 1. TABEL RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)

Unit Kerja :
Identifikasi Isu :
Gagasan Pemecahan Isu :
Tabel 5. Tabel Rancangan Aktualisasi (Habituasi)
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai-Nilai Dasar Kontribusi Penguatan Nilai-
Kegiatan Kegiatan ANEKA terhadap Visi-Misi Nilai Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Membuat Draft, Desin Input : Kalender Output : Akuntabilitas : Aktualisasi nilai dasar Aktualisasi nilai
dan Templet Website akademik, Surat Terselenggaranya 1. Partisipatif ANEKA dalam dasar ANEKA saat
Lapas keputusan dekan rapat koordinasi melaksanakan dan kegiatan melaksanakan rapat
tentang dosen dosen pengampu mengikuti rapat koordinasi melaksanakan rapat koordinasi dosen
pengampu mata kuliah mata kuliah yang ini menunjukkan koordinasi dosen mata kuliah praktek
kondusif dan keterlibatan dalam mata kuliah praktek ini memberikan
Tahapan Kegiatan : solutif persiapan proses ini memberikan penguatan terhadap
1. Membuat undangan pembelajaran agar proses kontribusi terhadap nilai organisasi
untuk dosen pembelajaran khususnya pencapaian misi unsri Universitas
pengampu mata yang menggunakan poin ke-1 dan ke-6, Sriwijaya poin ke-4,
kuliah praktek Bukti (evidence) : fasilitas laboratorium dapat yaitu: ke-6, ke-8, dan ke-9
2. Mempersiapkan 1. Undangan berjalan dengan baik 1.“Menyelenggarakan yaitu :
ruangan rapat Rapat dan mengembangkan 4. “Kesadaran yang
3. Membuat daftar 2. Daftar Hadir Nasionalisme : pendidikan tinggi tinggi akan
hadir rapat Rapat 1. Menjaga ketertiban dalam upaya pentingnya
4. Membuka rapat 3. Notulensi Rapat Rapat dilaksanakan dalam menghasilkan pencapaian visi,
dengan 4. Foto suasana yang tertib dan manusia terdidik yang misi, dan tujuan”
mengucapkan Dokumentasi kondusif sehingga proses dapat menerapkan,
salam dan berdoa pencapaian tujuan dapat mengembangkan, 6. “Kesadaran yang
5. Melaksanakan dilakukan dengan lebih dan/atau menciptakan tinggi akan arti
rapat koordinasi cepat. Selain itu rapat ini ilmu pengetahuan, dalam pentingnya

24
6. Menutup rapat dilaksanakan guna teknologi, dan/atau penerapan kinerja
koordinasi kelangsungan perkuliahan seni” yang bermutu,
dan penggunaan 6. “Mewujudkan sistem berkualitas, dan
laboratorium yang tertib manajemen yang berkelanjutan
2. Musyawarah mufakat profesional, efektif, 8.”Kesadaran untuk
Proses pelaksanaan rapat efisien, dan akuntabel” terus berupaya
dilakukan dengan meningkatkan
mengakomodir ide serta kemampuan diri
pendapat peserta rapat dan beradaptasi
agar tercapainya dengan dinamika
keputusan dan kesamaan perubahan dan
persepsi yang mufakat modernisasi untuk
dalam proses kemajuan”
pembelajaran yang 9.
menggunakan sarana dan “Bertanggungjawab
prasarana laboratorium dalam
mengembangkan
Etika Publik : IPTEK, Informasi
1. Disiplin dan seni, serta
Pelaksanaan rapat menyampaikan dan
dilakukan dengan tepat mempertukaran ide
waktu sesuai dengan serta informasi
jadwal yang telah
ditentukan dan penulis
datang tapat waktu
Komitmen Mutu :
1. Berorientasi Mutu
Rapat ini dilakukan
sebagai wadah koordinasi
dosen pengampu mata
kuliah agar dapat
memberikan pelayanan
pengajaran dan
peminjaman alat
laboratorium yang
maksimal kepada

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 25


mahasiswa

Anti Korupsi :
1. Berani
Dalam proses
pelaksanaan rapat, setiap
peserta rapat dapat
menyampaikan pendapat
dengan terbuka dan berani
dalam rangka mencapai
tujuan bersama
2 Membuat dan Input : Output : Video Akuntabilitas : Aktualisasi nilai dasar Aktualisasi nilai
Mengajukan Proposal Materi Pembelajaran pembelajaran 1. Tanggung Jawab ANEKA dalam dasar ANEKA saat
Pendanaan (Penuisan dan Produksi yang interaktif dan Proses pembuatan video kegiatan membuat membuat video
Pembuatan Website Iklan Radio dan kreatif dan dilakukan dengan penuh video pembelajaran pembelajaran mata
Televisi), bahan pemanfaatan tanggungjawab sehingga mata kuliah Penulisan kuliah Penulisan
Lapas
referensi (sumber ruang dapat menghasilkan video dan Produksi Iklan dan Produksi Iklan
pustaka minimal 5 tahun laboratorium yang pembelajaran yang baik Radio dan TV ini Radio dan TV ini
terakhir), Program i- maksimal dan bermanfaat, serta memberikan memberikan
movie dan adobe pemanfaatan peralatan kontribusi terhadap penguatan terhadap
premiere, Kamera Bukti (Evidence) : laboratorium yang pencapaian misi unsri nilai organisasi
DSLR 1. Surat bertanggung jawab. poin ke-1 dan ke-4, Universitas
Keputusan 2. Kejelasan Target yaitu: Sriwijaya poin ke-4,
Pengampu Pembuatan video 1.“Menyelenggarakan ke-8, dan ke-9 yaitu
Mata Kuliah mengacu pada tujuan dan mengembangkan :
2. Materi tayang pembelajaran yang ingin pendidikan tinggi 4. Kesadaran yang
Tahapan Kegiatan : 3. Foto dicapai mlalui video dalam upaya tinggi akan
1. mempersiapkan Dokumentasi pembelajaran tersebut. menghasilkan pentingnya
bahan materi yang kegiatan manusia terdidik yang pencapaian visi,
telah direncanakan Nasionalisme : dapat menerapkan, misi, dan tujuan
dengan disesuaikan 1. Etos kerja mengembangkan,
pada capaian Pembuatan video dan/atau menciptakan 8.”Kesadaran untuk
pembelajaran kuliah pembelajaran ini ilmu pengetahuan, terus berupaya
penulisan dan menunjukkan etos kerja teknologi, dan/atau meningkatkan
produksi iklan radio dan komitmen penulis seni” kemampuan diri
dan tv untuk mencapai tujuan 4. dan beradaptasi
Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 26
2. Mengisi buku yaitu perbaikan kualitas “Menyelenggarakan dengan dinamika
peminjaman alat mutu pengajaran pembinaan dan perubahan dan
laboratorium di 1. Cinta tanah air pengembangan modernisasi untuk
Prodi Dalam proses pembuatan bakat, minat, kemajuan”
3. Mempersiapkan video ini digunakan penalaran, dan 9.
seluruh peralatan bahasa indonesia yang kesejahteraan “Bertanggungjawab
teknis yang akan baik dan benar mahasiswa” dalam
digunakan dalam mengembangkan
proses shooting Etika Publik : IPTEK, Informasi
atau pembuatan 1. Cermat dan seni, serta
video membaca secara seksama menyampaikan dan
4. Melibatkan dan cermat bahan tayang mempertukaran ide
mahasiswa dalam yang akan dimasukkan serta informasi
proses take atau dalam video dan mencari
pengambilan bahan yang relevan
gambar dengan materi
5. Melakukan shooting perkuliahan.
(pengambilan 2. Sopan
gambar) Dalam proses pembuatan
6. Memeriksa hasil video menggunakan
rekaman yang telah bahasa yang sopan, dan
diambil tidak menyebutkan topik
7. Mengedit dan yang mengandung unsur
menyatukan SARA. Selain itu pakaian
gambar-gambar yang digunakan dalam
yang telah diambil video adalah pakaian yang
dengan sopan serta sesuai dengan
menggunakan kultur Indonesia.
program i-movie
dan adobe premiere Komitmen Mutu :
8. Menyimpan hasil 1. Efektifitas
rekaman Dengan menggunakan
9. Mengembalikan alat metode pembelajaran
laboratorium yang daring dengan
digunakan menggunakan video yang
menarik maka proses

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 27


pembelajaran akan lebih
efektif karena materi
tersebut disampaikan
secara menyenangkan
namun tetap dilengkapi
materi pembelajaran di
kelas.
2. Inovasi
Pembelajaran dengan
menggunakan video
pembelajaran dan
dilakukan dengan peng-
unggahan secara online
merupakan bentuk dari
penciptaan inovasi dalam
metode pembelajaran
yang biasa menggunakan
metode konvensional
(ceramah).

Anti Korupsi :
1. Kerja Keras
Proses perekaman video
dilakukan dengan serius
dan bersungguh-sungguh
walaupun akan
memputuhkan waktu yang
tidak sebentar, dalam
rangka menciptakan video
pembelajaran yang
berkualitas
3 Melengkapi Input : Bahan ajar, buku Output: Akuntabilitas : Aktualisasi nilai dasar Aktualisasi nilai
Kelengkapan Syarat referensi, SAP, Laptop, Terselenggaranya 1. Tanggung Jawab ANEKA dalam dasar ANEKA saat
Pengajuan Nama infocus, Kamera pengajaran mata Materi disampaikan kegiatan melaksanakan
Domain Pemerintah Profesional, Studio kuliah Produksi secara ber- melaksanakan kuliah kuliah praktikum
Laboratorium Iklan Radio dan tanggungjawab sesuai praktikum mata kuliah mata kuliah
Sesuai dengan
Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 28
Peraturan KOMINFO Televisi dengan SAP serta Penulisan dan Penulisan dan
Tahapan Kegiatan : bertanggungjawab Produksi Iklan Radio Produksi Iklan
1. Menyiapkan bahan Bukti (evidence) : terhadap peralatan dan TV ini Radio dan TV ini
ajar 1. SK Mengajar memberikan memberikan
yang digunakan untuk
2. Mempersiapkan Mata Kuliah kontribusi terhadap penguatan terhadap
Produksi Iklan praktikum pencapaian misi unsri nilai organisasi
studio
Radio dan 2. Transparan poin ke-1 dan ke-4, Universitas
laboratoriumuntuk
praktek Televisi Pemberian tugas dan yaitu: Sriwijaya poin ke-4,
3. Datang tepat waktu 2. RPS/SAP nilai tugas dilakukan 1.“Menyelenggarakan ke-5, ke-6, dan ke-
4. Memberi Senyum, 3. Absensi secara transparan dan mengembangkan 8, yaitu :
Salam, Sapa (3S) Mahasiswa tanpa memandang pendidikan tinggi 4. “Kesadaran yang
sebelum dan 4. Absensi Dosen dalam upaya tinggi akan
status/kekerabatan
sesudah materi 5. Foto menghasilkan pentingnya
Dokumentasi dengan mahasiswa. manusia terdidik yang pencapaian visi,
5. Membuka
perkuliahan dengan Kegiatan Tugas mendorong dapat menerapkan, misi, dan tujuan”
berdoa mahasiswa untuk mengembangkan, 5. “Kesadaran akan
6. Memeriksa berpikir kreatif dan/atau menciptakan pentingnnya
kehadiran sekaligus mandiri ilmu pengetahuan, penerapan
mahasiswa melalui mencari pengetahuan teknologi, dan/atau paradigma baru
presensi seni” pendidikan tinggi”
sendiri.
7. Menyiapkan 4. 6. “Kesadaran yang
peralatan “Menyelenggarakan tinggi akan arti
Nasionalisme (N) :
laboratorium yang pembinaan dan dalam pentingnya
1. Religius
akan digunakan pengembangan penerapan kinerja
Kegiatan perkuliahan bakat, minat, yang bermutu,
dalam praktek
dimulai dengan penalaran, dan berkualitas, dan
8. Menyimpulkan hasil
perkuliahan berdoa sebagai kesejahteraan berkelanjutan
9. Menutup bentuk keyakinan mahasiswa” 8.”Kesadaran untuk
perkuliahan dengan terhdap Tuhan YME terus berupaya
salam 2. Saling menghormati meningkatkan
10. Merapikan dan kemampuan diri
Sebagai seorang
mengunci kembali dan beradaptasi
pelayan publik, dalam dengan dinamika
studio laboratorium
hal ini publik adalah perubahan dan
mahasiswa, seorang modernisasi untuk
dosen sebaiknya kemajuan”

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 29


memulai perkuliahan
dengan 3S yaitu
Senyum, Salam, dan
Sapa. Senyum
menunjukkan sikap
saling menghormati

Etika Publik :
1. Jujur
Memeriksa kehadiran
dilakukan untuk melihat
mahasiswa yang hadir
atau tidak hadir. Hal ini
berhubungan dengan
nilai jujur.
2. Adil
Jika ada mahasiwa
yang bertanya maka
diberikan kesempatan
secara adil kepada
semua mahasiswa

3. Cermat
Dalam menyiapkan
bahan ajar, bahan
materi dipilih secara
cermat , sehingga tidak
terjadi kesalahan
materi.

Komitmen Mutu :
1. Efektif
Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 30
Dapat memanfaatkan
waktu secara efektif
selain itu metoe
mengajar yang variatif
dengan menggunakan
video juga membuat
proses memberikan
pemahaman kepada
mahasiswa menjadi
lebih efektif
2. Efisien
Metode pembelajaran
dengan menggunakan
bahan peraga berbasis
teknologi membuat
proses pembelajaran
menjadi efisien karena
menghemat pemakaian
kertas dan bahan habis
pakai lainnya.

3. Berorientasi Mutu
Selalu beruaha
meningkatkan materi
yang berorientasi mutu
sehingga mahasiswa
bisa mendapatkan
pengetahuan lebih
banyak dari pokok
bahasan tersebut

4. Inovasi

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 31


Metode pembelajaran
yang beragam
merupakan wujud
inovasi dalam proses
pembelajaran

Anti Korupsi :
1. Disiplin
Dengan datang di kelas
tepat waktu berarti
mengajarkan disiplin
baik terhadap diri
sendiri maupun orang
lain (mahasiwa)
2. Adil
Memperlakukan
mahasiswa secara adil
dan tidak membeda-
bedakan secara
subjektif

4 Membeli Hosting dan Input : Output : Laporan Akuntabilitas: Aktualisasi nilai dasar Aktualisasi nilai
Mengajukan Nama Surat tugas, bahan penelitian 1. Tanggung jawab ANEKA dalam dasar ANEKA saat
Website ke referensi Tanggung jawab kegiatan menyusun menyusun laporan
Perusahaan Bukti (evidence) : dalam pengerjaan laporan penelitian penelitian
Tahapan Kegiatan : 1. Laporan penelitian dalam kerjasama dengan kerjasama dengan
Pelayanan Hosting
1. Melakukan briefing Penelitian bentuk mengerjakan mahasiswa ini mahasiswa ini
dan KOMINFO dengan tim dosen 2. Surat tugas laporan memberikan memberikan
dan mahasiswa 3. Absensi kontribusi terhadap penguatan terhadap
yang dilibatkan briefing Nasionalisme: pencapaian misi unsri nilai organisasi
dalam penelitian 4. Foto 1. Amanah poin ke-2 dan ke-4, Universitas
2. Membuat daftar dokumentasi Penyerahan laporan yaitu: Sriwijaya poin ke-4,
peralatan kegiatan ke LPPM merupakan 2. ke-8, dan ke-10,
Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 32
laborarium yang bentuk penyampaian “Menyelenggarakan yaitu:
akan dipakai untuk amanah dari penulis dan mengembangkan 4. “Kesadaran yang
proses penelitian 2. Gotong Royong penelitian dalam tinggi akan
3. Persiapan Nilai gotong royong rangka meningkatkan pentingnya
pembagian tugas tercermin dalam kualitas pencapaian visi,
dengan tim dosen penyelesaian laporan pembelajaran, ilmu misi, dan tujuan”
dan mahasiswa tugas yang pengetahuan, 8.”Kesadaran untuk
yang dilibatkan diselenggarakan teknologi, dan/atau terus berupaya
dalam peneltIn bersama-sama seni serta memiliki meningkatkan
4. Melakukan proses dengan pembagian nilai aplikasi dalam kemampuan diri
review dan tugas yang jelas pembangunan” dan beradaptasi
merangkum bahan 3. Mengutamakan dengan dinamika
referensi yang 4. perubahan dan
kepentingan Publik
sesuai dengan “Menyelenggarakan modernisasi untuk
Pada laporan pembinaan dan
dengan topik/tema kemajuan”
penelitian pengabdian pada pengembangan 10. “Kesadaran
5. Diskusi dan bagian manfaat bakat, minat, akan
penyusunan terdapat poin bahwa penalaran, dan tanggungjawab
laporan penelitian, penelitian ini dapat kesejahteraan sosial terhadap
diskusi untuk digunakan selanjutnya mahasiswa” masyarakat sekitar
menggabungkan untuk keperluan publik maupun
hasil review dan masyarakat luas”
rangkuman yang
telah diselesaikan
oleh masing-masing Etika Publik:
anggota tim serta 1. Taat pada peraturan
bersama-sama Pengumpulan laporan
menyusun laporan merupakan bentuk
penelitian ketaatan terhadap
6. Memeriksa ulang peraturan universitas
jika mungkin ada yang meajibkan setiap
kesalahan dalam penelitian harus
penyusunan disertai output berupa
laporan sekaligus laporan penelitian
sebagai yang harus dilaporkan
penyempurnaan

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 33


laporan Komitmen Mutu:
7. Mencetak laporan 1. Berorientasi pada
penelitian mutu
8. Meminta Penelitian dilakukan
persetujuan pejabat dengan sungguh-
yang terkait sungguh sehingga
hasilnya diharapkan
memiliki kualitas yang
tinggi
2. Kejelasan target
Dalam batang tubuh
laporan terdapat
tujuan, rumusan
masalah, dan manfaat
yang berhasil dicapai
pada laporan
penelitian

Anti Korupsi:
1. Jujur
Pelaporan penelitian
dilakukan dengan jujur
dan sesuai dengan
fakta lapangan

5 Membuat Akun Media Input : Output : Laporan Akuntabilitas : Aktualisasi nilai dasar Aktualisasi nilai
Sosial Lapas Surat tugas, surat Kegiatan 1. Tanggung jawab ANEKA dalam dasar ANEKA saat
permintaan Pengabdian Pelaksanaan kegiatan pengabdian mengadakan
pelaksanaan Masyarakat pengabdian adalah kepada masyarakat kegiatan
pengabdian, bahan bentuk pelaksaan dengan malibatkan pengabdian kepada
sosialisasi Bukti (evidence) : tanggungjawab mahasiswa ini masyarakat ini
1. Surat dosen dalam memberikan memberikan
Tahapan Kegiatan : permohonan berkontribusi kepada kontribusi terhadap penguatan terhadap
1. Berkoordinasi pelaksanaan masyarakat pencapaian misi unsri nilai organisasi
Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 34
dengan pihak pengabdian 2. Cermat poin ke-3 dan ke-4, Universitas
Sekolah untuk 2. Surat tugas Proses pelaksanaan yaitu: Sriwijaya poin ke-4,
pelaksanaan 3. Absen kegiatan kegiatan dan 3. dan ke-10, yaitu:
pengabdian pelaporan dilakukan “Menyelenggarakan 4. “Kesadaran yang
kegiatan pengabdian
4. Laporan dengan cermat dan dan mengembangkan tinggi akan
2. Melakukanbriefing Pengabdian teliti pengabdian kepada pentingnya
dengan tim 5. Foto masyarakat dengan pencapaian visi,
pelaksana dokumentasi Nasionalisme : menerapkan ilmu misi, dan tujuan”
pengabdian kegiatan 1.Religius pengetahuan, 10. “Kesadaran
termasuk Memulai kegiatan teknologi, dan/atau akan
mahasiswa yang dengan berdoa seni untuk tanggungjawab
dilibatkan menunjukkan mewujudkan sosial terhadap
3. Membuat daftar kepercayaan dan kesejahteraan dan masyarakat sekitar
peralatan laborarium keyakinan kepada kemajuan maupun
yang akan dipakai Tuhan YME masyarakat” masyarakat luas”
untuk proses 2. Gotong Royong
penelitian Pengabdian 4.
4. Menyiapkan bahan dilakukan dalam tim “Menyelenggarakan
yang diperlukan dosen dan pembinaan dan
dalam kegiatan mahasiswa, terlibat pengembangan
pengabdian pembagian tugas bakat, minat,
5. Melakukan kegiatan yang merata dalam penalaran, dan
pengabdian prosesnya kesejahteraan
6. Membuka kegiatan mahasiswa”
dengan berdoa 3. Menjaga ketertiban
7. Memberikan Pelaksanaan
kesempatan kepada kegiatan pengabdian
masyarakat/siswa dilakukan dengan
untuk bertanya dan mengikuti norma dan
mengemukakan aturan di tempat yang
pendapat. didatangi
8. Menutup sosialisasi
dan menanyakan Etika Publik :
sejauh mana 1. Sopan
pemahaman Proses penyampaian
masyarakat/siswa materi pengabdian
terhadap informasi

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 35


yang disampaikan. dilakukan dengan
9. Membuat laporan menggunakan
Pengabdian pda bahasa yang baik
Masyarakat dan dan pakaian yang
meminta persetujuan sopan
Dekan
Komitmen Mutu:
1. Inovatif
Kegiatan ini
dilakukan dengan
menyenangkan dan
menggunakan variasi
metode penyampaian
merupakan inovasi
dari kegiatan
pengabdian
2. Berorientasi mutu
Kegiatan ini
diharapkan dapat
meningkatkan
kualitas hidup
masyarakat menjadi
lebih baik

Anti Korupsi :
1. Mandiri
Kegiatan ini dilakukan
dengan mandiri
bersama tim dosen
dan mahasiswa
dengan tidak
membebani
masyarakat yang
didatangi
6 Menulis dan Input : Surat tugas, Output : Akuntabilitas : Aktualisasi nilai dasar Aktualisasi nilai
Mengupload Artikel Permenpan 35 tahun DokumenStandard 1. Tanggung Jawab ANEKA dalam dasar ANEKA saat
Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 36
Profil Lapas 2012 Operational Pembuatan Buku kegiatan Buku membuat Buku
Procedure (SOP) Standard Operational Standard Operational Standard
Tahapan Kegiatan : Peminjaman Alat Procedure (SOP) Procedure (SOP) Operational
1. Mengumpulkan Laboratorium Peminjaman Alat Peminjaman Alat Procedure (SOP)
referensi dan data Laboratorium Laboratorium ini Peminjaman Alat
pembanding tentang Bukti (Evidence) : merupakan bentuk memberikan Laboratorium ini
penulisan Standard 1. Surat tugas tanggung jawab dari kontribusi terhadap memberikan
Operational 2. Dokumen SOP pihak jurusan kepada pencapaian misi unsri penguatan terhadap
Procedure (SOP) 3. Absensi Rapat mahasiswa poin ke-1 dan ke-6, nilai organisasi
Peminjaman Alat khususnya yaitu: Universitas
4. Foto
Laboratorium mahasiswa semester 1.“Menyelenggarakan Sriwijaya poin ke-4,
2. Membagi tugas dokumentasi akhir dalam dan mengembangkan ke-6, dan ke-9 yaitu
pembuatan Standard kegiatan membantu pendidikan tinggi :
Operational penyelesaian skripsi dalam upaya 4. “Kesadaran yang
Procedure (SOP) menghasilkan tinggi akan
Peminjaman Alat Nasionalisme : manusia terdidik yang pentingnya
Laboratorium kepada 1. Tidak Diskriminatif dapat menerapkan, pencapaian visi,
teman sejawat untuk Buku Buku Standard mengembangkan, misi, dan tujuan”
penyelesaian SOP Operational Procedure dan/atau menciptakan 6. “Kesadaran yang
tersebut (SOP) Peminjaman Alat ilmu pengetahuan, tinggi akan arti
3. Mengerjakan SOP Laboratorium teknologi, dan/atau dalam pentingnya
4. Setelah draft selesai, ini dibuat untuk seluruh seni” penerapan kinerja
meminta persetujuan mahasiswa prodi ilmu 6. “Mewujudkan sistem yang bermutu,
kaprodi dan tanda komunikasi tanpa manajemen yang berkualitas, dan
tangan terkecuali profesional, efektif, berkelanjutan
5. Melakukan cek 2.Mengutamakan efisien, dan akuntabel” 9.
terakhir terhadap kepentingan publik “Bertanggungjawab
SOP Buku pedoman ini dalam
6. Mencetak SOP menyangkut hajat hidup mengembangkan
publik prodi ilmu IPTEK, Informasi
komunikasi karena dan seni, serta
merupakan panduan menyampaikan dan
bagi dosen dan mempertukaran ide
mahasiswa dalam serta informasi
peminjaman alat
laboratorium

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 37


Etika Publik :
1. Cermat
Penulisan Buku
Standard Operational
Procedure (SOP)
Peminjaman Alat
Laboratorium dilakukan
secara cermat, teliti,
dan hati-hati agar tidak
terjadi kesalahan yang
bisa berakibat
kesalahan alur
peminjaman alat.

Komitmen Mutu :
1. Efektifitas
Penulisan Buku
Standard Operational
Procedure (SOP)
Peminjaman Alat
Laboratorium
ini akan berdampak
pada teraturnya alur
peminjaman alat
laboratoriium
2. Berorientasi Mutu
Adapun tujuan dari
penulisan buku ini
adalah peningkatan
mutu pelayanan
laboratorium Ilmu
Komunikasi

Anti Korupsi :
1. Kerja Keras
Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 38
Penulisan Buku
Standard Operational
Procedure (SOP)
Peminjaman Alat
Laboratorium
ini dilakukan secara
bersungguh-sungguh
dan diseusaikan engan
aturan yang ada.
7 Mensosialisasikan Input : Surat Tugas, Output : Proposal Akuntabilitas: Aktualisasi nilai dasar Aktualisasi nilai
Mengenai adanya Template website Pembuatan 1. Tanggung jawab ANEKA dalam dasar ANEKA saat
Website lapas laboratorium Ilmu Website Tanggung jawab dalam kegiatan pembuatan membuat Buku
Komunikasi Peminjaman Alat pengerjaan layout buku proposal pembuatan Standard
Laboratorium pedoman skripsi website peminjaman Operational
Tahapan Kegiatan : alat laboratorium ini Procedure (SOP)
1. Membuat daftar tim Bukti (evidence) : Nasionalisme: memberikan Peminjaman Alat
pembuatan 1. Surat Tugas 1. Amanah kontribusi terhadap Laboratorium ini
proposal 2. Absensi Penyerahan laporan ke pencapaian misi unsri memberikan
pembuatan website Briefing kaprodi ilmu komunikasi poin ke-1, ke-2, dan penguatan terhadap
peminjaman alat 3. Foto merupakan bentuk ke-6, yaitu: nilai organisasi
laboratorium Dokumentasi pertanggungjawaban 1.“Menyelenggarakan Universitas
2. Melakukan briefing 2.Mengutamakan dan mengembangkan Sriwijaya poin ke-4,
dengan tim dosen kepentingan Publik pendidikan tinggi ke-6, dan ke-9 yaitu
dan mahasiswa Pada pembuatan draft dalam upaya :
yang terlibat buku pedoman skripsi menghasilkan 4. “Kesadaran yang
3. Membuat proposal merupakan bagian manusia terdidik yang tinggi akan
pembuatan website manfaat terdapat poin dapat menerapkan, pentingnya
dan merancang bahwa penelitian ini mengembangkan, pencapaian visi,
bentuk website dapat digunakan dan/atau menciptakan misi, dan tujuan”
4. Melakukan proses selanjutnya untuk ilmu pengetahuan, 6. “Kesadaran yang
review keperluan publik teknologi, dan/atau tinggi akan arti
5. Memeriksa ulang seni” dalam pentingnya
jika mungkin ada Etika Publik: 2. penerapan kinerja
kesalahan dalam 1. Cermat “Menyelenggarakan yang bermutu,
penyusunan Pembuatan Layout dan mengembangkan berkualitas, dan
proposal dilakukan secara penelitian dalam berkelanjutan

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 39


pembuatan website cermat agar tidak rangka meningkatkan 9.
6. Mencetak proposal terjadi kesalahan kualitas “Bertanggungjawab
pengajuan dalam pembuatan pembelajaran, ilmu dalam
pembuatan website layout buku pedoman pengetahuan, mengembangkan
peminjaman alat skripsi teknologi, dan/atau IPTEK, Informasi
laboratorium seni serta memiliki dan seni, serta
7. Meminta Komitmen Mutu : nilai aplikasi dalam menyampaikan dan
persetujuan pejabat 1. Efektifitas pembangunan” mempertukaran ide
yang terkait Pembuatan layout Buku serta informasi
8. Penyerahan Pedoman skripsi
proposal kepada ini akan berdampak 6. “Mewujudkan sistem
Dekan FISIP manajemen yang
pada berkualitasnya
profesional, efektif,
skripsi mahasiswa efisien, dan akuntabel”
2. Berorientasi Mutu
Adapun tujuan dari
penulisan buku ini
adalah peningkatan
kualitas tugas akhir
atau skripsi mahasiswa

Anti Korupsi :
1. Kerja Keras
Penulisan Buku
Standard Operational
Procedure (SOP)
Peminjaman Alat
Laboratorium ini
dilakukan secara
bersungguh-sungguh
dan diseusaikan

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 40


engan aturan yang
ada.

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 41


G. Jadwal Rancangan Aktuliasasi (Habituasi)

Tabel 6. Jadwal Rancangan Aktualisasi (Habituasi)


Minggu Pelaksanaan
No Kegiatan Juli Agustus September Oktober
4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2
1 Membuat Draft, Desin dan Templet Website Lapas
2 Membuat dan Mengajukan Proposal Pendanaan
Pembuatan Website Lapas
3 Melengkapi Kelengkapan Syarat Pengajuan Nama
Domain Pemerintah Sesuai dengan Peraturan KOMINFO
4 Membeli Hosting dan Mengajukan Nama Website ke
Perusahaan Pelayanan Hosting dan KOMINFO
5 Membuat Akun Media Sosial Lapas
6 Menulis dan Mengupload Artikel Profil Lapas
7 Mensosialisasikan Mengenai adanya Website lapas

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 42


Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Riza Nofa Pratama 43

Anda mungkin juga menyukai