Anda di halaman 1dari 17

ANALISA JURNAL

“TINDAKAN SLOW STROKE BACK MASSAGE DALAM MENURUNKAN


TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI”

Anastasi Widyo Retno, Dian Prawesti.

Oleh

BAGUS MAULANA

152310101188

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

2018
ANALISA JURNAL

“TINDAKAN SLOW STROKE BACK MASSAGE DALAM MENURUNKAN


TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI”

Anastasi Widyo Retno, Dian Prawesti.

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Koplementer

dosen pembimbing Ns Mulia Hakam, M.Kep.,

Oleh

Nama : BAGUS MAULAN

NIM : 152310101188

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

2018

ii
HALAMAN PENGESAHAN

Tugas Analisa Keperawatan Koplementer dengan Judul

“TINDAKAN SLOW STROKE BACK MASSAGE DALAM MENURUNKAN


TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI”

Oleh

Nama : BAGUS MAULANA

NIM : 15230101188

Telah disetujui untuk dikumpulkan

Kamis, 05 April 2018

Makalah ini disusun dengan pemikiran sendiri, bukan hasil jiplakan atau
reproduksi ulang makalah yang ada.

Jember, 0 April 2018

Penyusun

(Bagus Maulana)

152310101188

Mengetahui
Penanggung Jawab Mata Kuliah

Ns Mulia Hakam, M.Kep


198107122006042001

iii
PRAKATA

Insyaf dan sadar bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa. Puji syukur selalu kita
panjatkan, karena berkat karunianya serta kelapangan berpikir dan waktu,
sehingga saya dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini. Sholawat dan
salam selalu kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan kepada
para sahabatnya, berkat beliau kita terhindar dari zaman penuh kebodohan.
Harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca. Kedepannya pembaca dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik.
“Tidak ada gading yang tak retak” begitu peribahasa mengatakan, karena
keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami. Kami menyadari dalam
menyelesaikan tugas ini banyak kekurangan dari teknik penulisan dan
kelengkapan materi yang jauh dari sempurna. Kami juga menerima kritik dan
saran yang membangun sebagai bentuk pembelajaran agar meminimalisir
kesalahan dalam tugas berikutnya. Semoga dengan terselesaikan tugas ini dapat
memberikan manfaat bagi kita semua.
Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, kami menyampaikan terimakasih kepada:
1. Ns. Mulia Hakam, M.Kep selaku dosen penanggung jawab mata kuliah
Keperawatan Koplementer dan sekaligus pengampu tugas ini.
2. Sahabat-sahabat seperjuangan (Ahmad Rofi’i, Setyo Bagus Hariyanto, Agung
Puji Cahyono, serta untuk angkatang 2015) terimakasih atas kebersamaannya.

Jember, 0 April 2018

Penulis

Bagus Mualana
152310101188

iv
DAFTAR ISI
Halaman Judul ................................................................................... ii
Halaman Pengesahan ........................................................................ iii
Prakata ................................................................................................iv
Daftar Isi .............................................................................................vi
Bab 1. Pendahuluan ............................................................................ 1
1.1. Latar Belakang .................................................................1
1.2. Tujuan Pembuatan.......................................................... 1
1.3. Manfaat Pembuatan ......................................................... 1
Bab 2. Pembahasan ............................................................................. 2
2.1. Definisi ..............................................................................2
2.2. PICO .................................................................................. 2
Bab 3. Penutup .................................................................................... 2
3.1. Kesimpula ......................................................................... 4
3.2. Saran .................................................................................. 5
Daftar Pustaka......................................................................................15
Lampiran...............................................................................................16

v
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Hipertensi merupkan penyakit tidak menular yang sering terjadi di dunia
termasuk di Indonesia. Hipertensi merupakan faktor resiko utama penyakit-
penyakit kardiovaskularyang dapat terjadi karena peningkatan kecepatan denyut
jantung dan volume sekuncup akibat aktivitas susunan saraf simpatis (Crowin,
2009). Hipertensi ditetapkan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik >140
mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmH pada dua kali pengukuran (Pusdatin
Kemenkes RI, 2014). Gejala yang mungkin timbul diantara sakit kepala disertai
mual muntah, penglihatan kabur, berkemih pada malam hari, sulit bernapas.
Semakin tinggi tekanan darah semakin besar resikonya (Prince, 2005).
Peningkatan penderita hipertensi dikaitkan dengan pertumbuhan
penduduk, penuaan dan faktor resiko perilaku tidak sehat seperti kosumsi alkohol,
kurang aktivitas fisik, kelebihan BB dan tingkat stres (WHO, 2013). Penderita
hipertensi di Indonesia yang terdiagnosa sebesar 9,4% dan 76,1% penderita tidak
mengetahui dirinya terkena hipertensi (Kemenkes RI, 2013). Prevalensi hipertensi
ini diperkirakan akan terus meningkat dan diprediksi pada tahun 2025 sebanyak
29% orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi, sedangkan di Indonesia
angkanya mencapai 31,7% (Kemenkes RI, 2013).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pendekatan nonfarmakologis
dapat dilakukan pada penderita hipertensi yaitu meliputi; teknik-teknik
mengurangi stres, penurunan berat badan, pembatasan alkohol, natrium, dan
tembakau, olahraga atau latihan yang berefek meningkatkan lipoprotein
berdensitas tinggi, dan relaksasi yang merupakan intervensi wajib yang harus
dilakukan pada setiap terapi hipertensi (Muttaqin, 2009). Salah satu terapi non
farkmakologi yang dapat digunakan adalah terapi Slow Stroke Back Massage
bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, frekuensi jantung dan suhu tubuh
(Smeltzer, 2004).

1
1.2.Tujuan
Tujuan dari analisa ini untuk memberikan pemahaman kepada pembaca
tentang tindakan slow stroke back massage dalam menurunkan tekanan darah
pada penderita hipertensi. Mengingat di Indonesia sering di jumpai penduduk
melakukan pijat pada seluruh badan atau hanya beberapa anggota badan.

1.3. Manfaat
Perawat dapat mengajarkan teknik pijat punggung dengan slow stroke
back massage kepada klien, keluarga dan masyarakat, sehingga lebih mandiri
dalam menjaga kesehatan dan membantu dalam menjaga tingkat kesehatan di
Indonesia.

2
BAB 2. PEMBAHASAN
2.1. Definisi
Hipertensi atau biasa disebut silent killer merupakan penyakit tidak
menular kerap terjadi di dunia termasuk di Indonesia, penderita hipertensi tidak
menyadari bahwadirinya terkena hipertensi pada beberapa kasus (Kowalski,
2010). Hipertensi merupakan faktor resiko penyakit-penyakit kardiovaskular
penyebab kematian (Riskesdas, 2007).
Hipertensi ditetapkan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik >140
mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmH pada dua kali pengukuran (Pusdatin
Kemenkes RI, 2014). Gejala yang mungkin timbul diantara sakit kepala disertai
mual muntah, penglihatan kabur, berkemih pada malam hari, sulit bernapas.
Semakin tinggi tekanan darah semakin besar resikonya (Prince, 2005). Beberapa
faktor resiko terjadinya hipertensi (Tri Ayu, 2016):
1. Umur
2. Jenis Kelamin
3. Riwayat keluarga mengalami hipertensi
4. Obesitas
5. Merokok
6. Konsumsi alkohol
7. Konsumsi garam berlebih
8. Stres
Pengobatan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi dan non
farmakologi. Pengobatan farmakologi dapat dilakukan dengan pemberian obat-
obatan untuk menurnkan tekanan darah atau menstabilkan tekanan darah
(Ardiansyah, 2012). Pengobatan secara farmakologi tentu juga memiliki efek
samping seperti terjadinya bronkospasme pada penggunaan obat bete blocker
(Udjianti, 2010).
Pengobatan secara non farmakologi yaitu pengobatan dengan
menggunakan alat, cara atau bahan yang dipergunakan sebagai alternatif atau
perlengkapan medis tertentu (Krozier, dkk, 2010). Pengobatan secara non

3
farmakologi pada pasien hipertensi salah satunya dengan terapi slow stroke back
massage.
Slow Stroke Back Massage merupakan terapi pijatan lembut pada jaringan
bertujuan untuk memberikan efek terhadap fisiologis terutama vaskular, muskular,
dan sistem saraf pada tubuh (Nopri Afria, dkk, 2015). Terapi slow stroke back
massage selain memberikan efek relaksasi juga bermanfaat dalam melancarkan
sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, menurunkan respon nyeri dan
meningkatkan kualitas tidur (Moraska, et al, 2010). Terap ini sangat mudah
diberikan, tidak membahayakan dan tidak dilakukan secara intes serta tidak
memerlukan biaya (Mok & Woo, 2004). Terapi ini dilakuakn 12-15 kali pijatan
dalam 1 menit dalam waktu 3-10 menit. Usapan yang panjang dan lembut dapat
memberikan efek kesenangan dan nyaman, sedangkan usapan yang pendek dan
sirkuler cendrung bersifat menstimulasi (Lindquis, et al, 2013).
Terapi ini baik dugunakan untuk mengurangi stres, kecemasan, insomnia,
menghilangkan nyeri otot atau sebagai sarana rileksasi. Tindakan slow stroke
back massage pada klien dengan penyakit terminal dapat menurunkan tekanan
darah sistolik dan diastolik (Potter & Perry, 2005). Terapi ini juga dapat dilakukan
pada wanita middle age dengan kondisi pre-hipertenssi.
Kontra indikasi dalam memberikan terapi ini adalah pasien dengan
masalah integritas kulit, terdapat luka terbuka, peradangan pada punggung, tidak
ada riwayat gangguan pada tulang belakang (Mok & Woo 2004).
Pelaksanaan slow stroke back massage dimulai dengan melakukan bebrapa
persiapan. Persapan-persiapan yang perlu di perhatikan antarlain: persiapan alat,
persiapan klien, dan persiapan lingkungan serta persiapan perawat (Potter &
Perry, 2005)
1. Persiapan Alat
Alat-alat yang dibutuhkan adalah selimut atau handuk
untuk menjaga privasi klien. Lotion, untuk mencegah terjadinya
friksi saat dilakukan massage (Potter & Perry, 2005; Lyyn, 2011).

4
2. Persiapan Lingkungan
Persiapan lingkungan yang perlu dilakukan yaitu: mengatur
cahaya, suhu dan suara di dalam ruangan untuk relaksasi klien
(Potter & Perry, 2005).
3. Persiapan klien
Persiapan klien yang dilakkan adalah mengatur posisi
(tengkurap) yang nyaman bagi klien dan membuka pakaian pada
daerah punggung serta tetap menjaga privasi klien. Sebelum
melakukan massage punggung, erawat perlu mengidentifikasi
terkait kondisi klien (Potter & Perry, 2005).
1) Mengkaji kondisi kulit, apakah ada kemerahan pada kulit
atau inflamasi, luka bakar, lukaterbuka, dan fraktur rusuk
(Poter & Perry, 2005; Lyyn, 2011)
2) Mengkaji tekanan darah pada pasien yang
memilikihipertensi (Potter & Perry, 2005).
4. Persiapan Perawat
Perawat perlu menjelaskan tujuan terapi kepada klien,
mangkaji kondisi klien dan mencuci tangan sebelum melakukan
tindakan agar mencegah perpindahan mikroorganisme (Potter &
Perry, 2005; Lyyn, 2011).
5. Langkah-langkah pelaksanaan slow stroke back massage
1) Tuangkan lotion pada bagian punggung atau bahu klien
(Lyyn, 2011)
2) Meletakan tangan pada bokong. Kemudian mulai massase
dengan gerakan melingkar (Potter & Perry, 2005)
3) Usapan dilakukan ke atas dari bokong ke bahu. Massase di
atas scapula dengan gerakan lembut dan tegas (Potter &
Perry, 2005)
4) Melanjutkan kea rah lengan atas dalam satu usapan lembut
dan secara lateral sepajang sisi punggug dan kembali ke
bawah puncak iliaka (Potter & Perry, 2005)

5
5) Mengulangi gerakan yang sama tanpa melepaskan tangan
dari kulit hingga massase selesai dilakukan (Potter & Perry,
2005)
6) Akhiri gerakan dengan massase memanjang ke bawah
(Potter & Perry, 2005)
Manfaat dari slow stroke back massage (SSBM) meliputi efek
biomekanik, fisiologis, neurologi, daan psikologis (Weerapong et al, 2005):
1. Efek Biomekanik
Tekanan yang diberikan pada jaringan ototdapat
mengurangi adhesi jaringan. Efek biomekanik pada jaringan otot
yaitu menurunkan kekakuan otot (Weerapong et al, 2005)
2. Efek Fisiologis
Tekanan dari massase dapat meningkatkan sirkulasi pada
pembuluh darah dan mempelancar aliran darah kapiler, aliran darah
beroksigen menujujaringan meningkat dan nutrisi serta sisa-sisa
metabolism (Beraun & Simonson, 2001)
Tekanan itu juga merangsang hipotalamus yang merespon
dengan mengeluarkan hormone endofrin yang dapat mengurangi
aktivitas system saraf simpatik (Harris & Richards, 2009). Hal ini
berdampak dapat memperlambat detak jantung, kekuatan kontraksi
berkurang dan penurunan tekanan darah (Braun & Simonson,
2001).
3. Efek Neurologis
Stimulasi yang diberikan oleh massase dapat mengurangi
Nyeri. Mekanisme tersebut dengan teori gate control yang
merupakan aktivasi mekanisme gerbang nutral pada sumsum
tulang belakng (Weerapong et al, 2005). Hal ini didukung oleh
penelitian Mok dan Woo 2004, bahwa intervensi slow stroke back
massage selama 10 menit dapat menurunkan nyeri bahu pada
lansia yang mengalami stroke dan hasil penelitian di lakukan oleh
Stritooma et al, 2013.

6
4. Efek Psikologis
Massase dapat menghasilkan relaksasi dari stimulasi pada
jaringan tubuh karena respon dari neurohormonal yang kompleks
di axis hipotalamus hipofisis (HPA) melalui jallur system saraf
pusat yang diinterpretasikan sebagi respon relaksasi (Haris &
Richards, 2010).

2.2. PICO
1. Problem
Slow Stroke Back Massage merupakan terapi pijatan lembut
pada jaringan bertujuan untuk memberikan efek terhadap fisiologis
terutama vaskular, muskular, dan sistem saraf pada tubuh (Nopri
Afria, dkk, 2015). Terapi slow stroke back massage selain
memberikan efek relaksasi juga bermanfaat dalam melancarkan
sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, menurunkan respon
nyeri dan meningkatkan kualitas tidur (Moraska, et al, 2010). Slow
Stroke Back Massage dimana massage ini berfungsi untuk
membuat keadaan pasien merasa nyaman sehingga dapat
menurunkan tingkat stres pasien serta menyebabkan vasodilatasi
pembulu darah yang berdampak pada penurunan tekanan darah.
2. Intervensi
Terapi ini sangat mudah diberikan, tidak membahayakan
dan tidak dilakukan secara intes serta tidak memerlukan biaya
(Mok & Woo, 2004). Terapi ini dilakuakn 12-15 kali pijatan pada
punggung dalam 1 menit dalam waktu 3-10 menit. Usapan yang
panjang dan lembut dapat memberikan efek kesenangan dan
nyaman, sedangkan usapan yang pendek dan sirkuler cendrung
bersifat menstimulasi (Lindquis, et al, 2013).
3. Comparativ
Terapi Slow Stroke Back Massage dapat dikombinasikan
dengan terapi akupresur untuk menurunkan hipertensi. Mekanisme

7
slow stroke back massage (pijat lembut pada punggung) dapat
meningkatkan relaksasi dengan menurunkan aktivitas saraf
simpatis dan meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis sehingga
terjadi vasodilatasi arteriol (Caesar, 2004). Sistem saraf
parasimpatis melepaskan neurotransmiter asetilkolin untuk
menghambat aktivitas saraf parasimpatis dengan menurunkan
kontraksi otot jantung, valume sekuncup, vasodilatsi arteriol dan
vena kemudian menurunkan tekanan darah (Muttaqin, 2009).
Akupresur bermanfaat dalam pengelolaan stres,
menenangkan ketegangan syaraf, dan meningkatkan relaksasi
tubuh. Teknik terapi ini menggunakan jari tangan yang dilakukan
pada titik yang berhubungan dengan penyakit hipertensi. Pijatan-
pijatan pada titik tertentu dalam akupresur dapat merangsang
gelombang saraf sehingga mampu melancarkan aliran darah,
merelaksasikan spasme dan menurunkan tekanan darah
(Hartono,2012).
4. Outcome
Terapi slow stroke back massage sangat efektif dan efisien
digunakan dalam intervensi non-farmakolgi yang digunakan oleh
pasien hipertensi. Pengaruh slow stroke back massage pada
penderita hipertensi terjadi penurunan tekanan darah yaitu
sebanyak 20 responden 83,3% dan 17 responden 70,8%. Terapi
slow stroke back massage dapat digunakan sebagai rekomendasi
intervensi fisioterapi sehingga dapat meningkatkan pelayanan
kesehatan pada penderita pre-hipertensi.

2.3. Payung Hukum Obat Tradisonal Dan Penggunannya


Dalam Permenkes No1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang
Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer Alternatif di Fasilitas Kesehatan
disebutkan bahwa dokter merupakan pelaksana utama untuk pengobatan
komplementer alternative, sedang tenaga kesehatan lainnya mempunyai fungsi

8
untuk membantu dokter dalam melaksanakan pengobatan komplementer
alternatif. Sebelumnya dokter tersebut wajib melakukan registrasi komplementer
alternative di Dinas Kesehatan Propinsi setempat untuk memperoleh surat bukti
registrasi tenaga pengobatan komplementer alternative (SBR_TPKA). Salah satu
syarat untuk memperoleh SBR _ TPKA adalah adanya ijasah pendidikan tenaga
pelayanan pengobatan.

9
BAB 3. PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Terapi ini sangat mudah diberikan, tidak membahayakan dan tidak
dilakukan secara intes serta tidak memerlukan biaya (Mok & Woo, 2004). Terapi
slow stroke back massage sangat efektif dan efisien digunakan dalam intervensi
non-farmakolgi yang digunakan oleh pasien hipertensi dan pre-hipertensi. Terapi
slow stroke back massage selain memberikan efek relaksasi juga bermanfaat
dalam melancarkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, menurunkan
respon nyeri dan meningkatkan kualitas tidur (Moraska, et al, 2010).

3.2. Saran

Tenaga kesehatan, mahasiswa atau masyarakat nantinya bisa mengerti


manfaat dan mempratekkan secara mandiri dari terapi slow stroke back massage
untuk mencegah semakin tingginya kematian dengan masalah kardiovaskuler
yang disebabkan oleh hipertensi.

10
DAFTAR PUSTAKA

A.A Arista Shinta, dkk. Pemberian Intervensi Slow Stroke Back Massage
Menurunkan Tekanan Darah pada Wanita Middle Age Kondisi Pre-Hypertension
di Banjar Batan Buah, Desa Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Bali.

11
LAMPIRAN
1. Jurnal utama (Terlampir)
2. Jurnal pendukung (Terlampir)
3. Kartu bimbingan (Terlampir)
4. Lembar pengesahan (Terlampir)

12