Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan teknologi memberikan pengaruh terhadap peningkatan
kebutuhan tenaga listrik, baik di bidang industri maupun kebutuhan listrik rumah
tangga. Hingga saat ini, energi listrik merupakan salah satu sumber energi yang
utama untuk mendukung aktivitas tersebut. Pemanfaatan energi listrik yang ada
harus diimbangi dengan menjaga kualitas energi listrik itu sendiri (Zakki, M.,
2015).
Memberikan konsumen tenaga listrik dalam jangkauan distribusi jaringan
listrik yang berkualitas, pelayanan dan keandalan yang tinggi, dan pentingnya
keandalan jaringan distribusi listrik, sebagai faktor perkembangan dan
pertumbuhan ekonomi, sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian yang
mengkonfirmasi bahwa 80% gangguan pasokan tenaga listrik akibat masalah dan
kerusakan pada jaringan distribusi listrik. Sebagai satu-satunya perusahaan
penyedia energi listrik bagi masyarakat, PT. PLN tentunya akan selalu berusaha
meningkatkan keandalan sistemnya sehingga kontinuitas dan kualitas pelayanan
energi listrik dapat tercapai. Keandalan merupakan indikator atau tolak ukur unjuk
kerja dari suatu sistem pembangkit sekaligus sebagai tingkat jaminan pasokan
energi listrik (Sunanda, W., 2013).
Keandalan merupakan peluang dari suatu peralatan untuk beroperasi seperti
yang direncanakan dengan baik dalam suatu selang waktu tertentu dan berada
dalam suatu kondisi operasi tertentu. Keandalan sistem tenaga listrik merupakan
suatu ukuran tingkat pelayanan sistem terhadap pemenuhan kebutuhan energi
listrik konsumen. Ada empat faktor yang berhubungan dengan keandalan, yaitu
probabilitas, bekerja sesuai dengan fungsinya, periode waktu, dan kondisi operasi
(Syahrial dkk., 2017).
Frekuensi pemadaman dan lama pemadaman akan menentukan tingkat
keandalan sisteem distribusi yang dinyatakan sebagai indeks keandalan. Indeks

1
2

keandalan terdiri dari indeks keandalan dasar dan indeks keandalan berbasis
sistem, indeks keandalan dasar yaitu laju kegagalan (failure rate = λ), laju
pemulihan (repair rate = r) digunakan dalam perencanaan jaringan distribusi.
Sedangkan indeks keandalan berbasis sistem dapat memberikan informasi
seberapa sering sistem mengalami pemadaman (SAIFI), lama pemadaman terjadi
(SAIDI) (Pulungan, A. B. dkk., 2012).
Dilihat dari beberapa kasus pemadaman yang dimuat dalam berita Solopos
bahwa pemadaman listrik mendera sebagian besar dusun di Kabupaten Klaten.
Pada berita yang dimuat di Solopos (Saputra, G., 2017a) mengatakan
“Pemadaman listrik di Kabupaten Klaten mendera Dusun Jerukmanis, Dusun
Banyumalang, Dusun Manisrejo, Dusun Soco, Dusun Ripto Rejo, Dusun
Karangturi, Dusun Soco Kulon, Dusun Etan, Dusun Temuireng, Dusun Bengking,
dan sebagian Desa Socokangsi di Kecamatan Jatinom”.
Pemadaman listrik yang disebabkan pemeliharaan jaringan listrik PLN kembali
mendera sebagian kawasan di Jawa Tengah (Jateng), Jumat (3/11/2017). Dikutip
dari akun Twitter milik PLN Distribusi Jateng dan DIY, @infolistrikdjty, wilayah
di Jateng yang terkena penghentian pelayanan PLN berupa pemutusan arus listrik
itu adalah sebagian Kabupaten Jepara, dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00
WIB, dan sebagian Kabupaten Klaten dari pukul 13.30 WIB sampai pukul 16.00
WIB. Di Kabupaten Jepara, pemadaman listrik mendera Jl. H.O.S. Cokroaminoto,
Desa Demaan, Desa Bulu, dan Desa Karangkebagusan di Kecamatan Jepara.
Sedangkan penghentian pelayanan PLN di Kabupaten Klaten menyasar sebagian
Kecamatan Polanharjo dan Kecamatan Karang Anom (Saputra, G., 2017b).
Untuk mengetahui keandalan suatu jaringan maka ditetapkan suatu indeks
keandalan yaitu besaran untuk membandingkan penampilan suatu sistem
distribusi. Indeks keandalan yang sering dipakai dalam suatu sistem distribusi
adalah SAIFI (System Average Interruption Frequency Index), SAIDI (System
Average Interruption Duration Index), CAIDI (Customer Average Interruption
Duration Index), CAIFI (Costume Average Interruption Frequency Index),
ASAI(Average Service Availability Index), ASUI (Average Service Unavailability
Index) (Wicaksono, H. P. dkk., 2012).
3

Salah satu cara mengetahui indeks keandalan yaitu dengan metode Failure
Modes and Effects Analysis (FMEA). Failure modes sendiri mengarah pada suatu
langkah ataupun mode yang mengalami kegagalan, sedangkan effect analysis
mengarah pada suatu studi yang membahas tentang konsekuensi dari kegagalan
tersebut (Fatoni, A. dkk., 2016). Untuk meningkatkan keandalan suatu sistem
distribusi tersebut maka dibutuhkan alat pengaman, salah satunya sectionalizer
atau saklar seksi otomatis (SSO) yang gunanya melokalisir seksi penyulang yang
mengalami gangguan sehingga penyulang lain dapat mensuplai energi listrik ke
seksi jaringan lain yang tidak mengalami gangguan tersebut. Sebagai acuan
penentuan indeks yaitu berdasarkan Standar PLN yang nantinya digunakan
sebagai tolak ukur tingkat keandalan sistem distribusi. Berdasarkan uraian diatas,
penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Studi Penempatan
Sectionalizer Pada Jaringan Distribusi 20 Kv Di PT. PLN UPJ Klaten Kota
Untuk Meningkatkan Keandalan”.

1.2 Rumusan Masalah


Dilihat dari latar belakang diatas, masalah yang akan dibahas pada Laporan
Tugas Akhir dapat dirumuskan :
a. Bagaimana indeks keandalan pada jaringan distribusi 20 KV PT. PLN
(Persero) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Klaten Kota?
b. Dimana lokasi penempatan Sectionalizer yang tepat pada jaringan distribusi
20KV PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Klaten Kota untuk
meningkatkan keandalan?

1.3 Batasan Masalah


Batasan masalah menjelaskan tentang batasan-batasan permasalahan dalam
penelitian, agar lebih terarah pada sasaran yang akan dicapai maka masalah yang
dihadapi perlu adanya pembatasan. Adapun batasan-batasan masalah yang
digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Indeks keandalan sistem yang dihitung hanya SAIFI dan SAIDI.
4

b. Menggunakan metode FMEA yang hanya mengidentifikasi mode kegagalan


penyulang.
c. Data keandalan peralatan untuk simulasi ETAP 12.6.0 mengikuti dari standar
SPLN 59: 1985 dan IEEE untuk pengaturan otomatis pada simulasi ETAP
12.6.0 yang tidak ada pada SPLN 59: 1985.
d. Penelitian dilaksanakan pada jaringan distribusi 20 KV PT. PLN (Persero)
Area Pelayanan Jaingan (APJ) Klaten, data yang diambil data Unit Pelayanan
Jaringan (UPJ) Klaten Kota.
e. Data gangguan yang diambil adalah data gangguan selama satu tahun terakhir
yaitu tahun 2017.
f. Single Line Diagram (SLD) menggunakan SLD jalur utama 3 fasa saja dan
tidak sampai titik beban.
g. Penyulang dipilih berdasarkan keandalan yang paling buruk (kurang baik).

1.4 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah:
a. Mengetahui nilai indeks keandalan pada jaringan distribusi 20 KV PT. PLN
(Persero) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Klaten Kota satu tahun terakhir.
b. Menentukan titik lokasi penempatan sectionalizer yang tepat sehingga dapat
meningkatkan keandalan pada jaringan distribusi 20 KV PT. PLN (Persero)
Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Klaten Kota.

1.5 Manfaat Penelitian


Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah penelitian ini diharapkan
dapat menjadi referensi PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Klaten
Kota, dalam meningkatkan keandalan pada jaringan distribusi 20 KV PT. PLN
(Persero) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Klaten Kota.
5

1.6 Sistematika Penulisan


Sistematika yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah:
BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitan, serta sistematika penulisan.
BAB II: KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
Bab ini membahas tentang kajian pustaka, landasan teori dan konsep dasar
keandalan, indeks keandalan sistem distribusi 20 KV, dasar teori yang digunakan
dan menjadi ilmu penunjang dalam penelitian tugas akhir.
BAB III: METODE PENELITIAN
Bab ini menguraikan tentang alat dan bahan yang digunakan unuk penelitian,
jalan penelitian, serta kesulitan dalam penelitian tugas akhir.
BAB IV: ANALISA DAN HASIL PEMBAHASAN
Bab ini berisi mengenai analisa dan pembahasan penelitian, serta pengolahan
data yang diperoleh dari bab tiga.
BAB V: PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari seluruh hasil peneliian dan juga berisi saran-
saran yang berhubungan dengan penelitian tugas akhir.