Anda di halaman 1dari 62

ASI EKSKLUSIF

1. PENGERTIAN ASI EKSKLUSIF


Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-
garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi
bayinya. ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada
bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI
eksklusif ini.

ASI dalam jumlah cukup merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat memenuhi
kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama. ASI merupakan makanan alamiah yang pertama
dan utama bagi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. Pada tahun 2001
World Health Organization / Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif
selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian, ketentuan
sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi.

2. BAGAIMANA MENCAPAI ASI EKSKLUSIF

WHO dan UNICEF merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk memulai dan


mencapai ASI eksklusif yaitu dengan menyusui dalam satu jam setelah kelahiran Menyusui
secara ekslusif: hanya ASI. Artinya, tidak ditambah makanan atau minuman lain, bahkan air
putih sekalipun. Menyusui kapanpun bayi meminta (on-demand), sesering yang bayi mau, siang
dan malam. Tidak menggunakan botol susu maupun empeng.

Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memerah dengan tangan, disaat tidak bersama
anak serta mengendalikan emosi dan pikiran agar tenang.

3. KESALAHPAHAMAN MENGENAI ASI EKSKLUSIF

Setelah ASI ekslusif enam bulan tersebut, bukan berarti pemberian ASI dihentikan.
Seiiring dengan pengenalan makanan kepada bayi, pemberian ASI tetap dilakukan, sebaiknya
menyusui dua tahun menurut rekomendasi WHO

4. KEBAIKAN ASI DAN MENYUSUI.

ASI sebagai makanan bayi mempunyai kebaikan/sifat sebagai berikut:

 ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah dicerna
untuk memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
pencernaan bayi.
 ASI mengadung laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan. Didalam usus
laktosa akan dipermentasi menjadi asam laktat.
 ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan
pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4, Antistapiloccocus,
lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin.
 ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi.
 Proses pemberian ASI dapat menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayi.

Selain memberikan kebaikan bagi bayi, menyusui dengan bayi juga dapat memberikan
keuntungan bagi ibu, yaitu:

a. Suatu rasa kebanggaan dari ibu, bahwa ia dapat memberikan “kehidupan” kepada bayinya.
b. Hubungan yang lebih erat karena secara alamiah terjadi kontak kulit yang erat, bagi
perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak.
c. Dengan menyusui bagi rahim ibu akan berkontraksi yang dapat menyebabkan pengembalian
keukuran sebelum hamil
d. Mempercepat berhentinya pendarahan post partum.
e. Dengan menyusui maka kesuburan ibu menjadi berkurang untuk beberpa bulan
(menjarangkan kehamilan)
f. Mengurangi kemungkinan kanker payudara pada masa yang akan datang.
g. Menambah panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan, sehingga Memberi jarak antar
anak yang lebih panjang alias menunda kehamilan berikutnya
h. Karena kembalinya menstruasi tertunda, ibu menyusui tidak membutuhkan zat besisebanyak
ketika mengalami menstruasi

5. MANFAAT ASI

Untuk Bayi

Pemberian ASI merupakan metode pemberian makan bayi yang terbaik, terutama pada
bayi umur kurang dari 6 bulan, selain juga bermanfaat bagi ibu. ASI mengandung semua zat gizi
dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi pada 6 bulan pertama
kehidupannya.Pada umur 6 sampai 12 bulan, ASI masih merupakan makanan utama bayi, karena
mengandung lebih dari 60% kebutuhan bayi. Guna memenuhi semua kebutuhan bayi, perlu
ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).

Setelah umur 1 tahun, meskipun ASI hanya bisa memenuhi 30% dari kebutuhan bayi,
akan tetapi pemberian ASI tetap dianjurkan karena masih memberikan manfaat. ASI disesuaikan
secara unik bagi bayi manusia, seperti halnya susu sapi adalah yang terbaik untuk sapi.

6. PROSES TERBENTUKNYA ASI

Tahapan-tahapan yang terjadi dalam proses laktasi mencakup :

1. Mammogenesis : Terjadi pertumbuhan payudara baik dari ukuran maupun berat dari
payudara mengalami peningkatan.
2. Laktogenesis :

 Tahap 1 (kehamilan akhir) : Sel alveolar berubah menjadi sel sekretoris


 Tahap 2 (hari ke-3 hingga ke-8 kelahiran) : Mulai terjadi sekresi susu, payudara menjadi
penuh dan hangat. Kontrol endokrin beralih menjadi autokrin.
3. Galaktopoiesis
4. Involution

Komposisi ASI ideal untuk bayi

Dokter sepakat bahwa ASI mengurangi resiko infeksi lambung-usus, sembelit, dan
alergi.Bayi ASI memiliki kekebalan lebih tinggi terhadap penyakit. Contohnya, ketika si ibu
tertular penyakit (misalnya melalui makanan seperti gastroentretis atau polio), antibodi sang ibu
terhadap penyakit tersebut diteruskan kepada bayi melalui ASI. Bayi ASI lebih bisa menghadapi
efek kuning (jaundice). Level bilirubin dalam darah bayi banyak berkurang seiring dengan
diberikannya kolostrum dan mengatasi kekuningan, asalkan bayi tersebut disusui sesering
mungkin dan tanpa pengganti ASI.

ASI selalu siap sedia setiap saat bayi menginginkannya, selalu dalam keadaan steril dan suhu
susu yang pas.

Dengan adanya kontak mata dan badan, pemberian ASI juga memberikan kedekatan antara ibu
dan anak. Bayi merasa aman, nyaman dan terlindungi, dan ini mempengaruhi kemapanan emosi
si anak di masa depan. Apabila bayi sakit, ASI adalah makanan yang terbaik untuk diberikan
karena sangat mudah dicerna. Bayi akan lebih cepat sembuh. Bayi prematur lebih cepat tumbuh
apabila mereka diberikan ASI perah. Komposisi ASI akan teradaptasi sesuai dengan kebutuhan
bayi, dan ASI bermanfaat untuk menaikkan berat badan dan menumbuhkan sel otak pada bayi
prematur.

Untuk Ibu

o Hisapan bayi membantu rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa
pra-kehamilan dan mengurangi risiko perdarahan
o Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki resiko lebih rendah terhadap
kanker rahim dan kanker payudara.
o ASI lebih hemat waktu karena tidak usah menyiapkan dan mensterilkan botol susu, dot, dsb
o ASI lebih praktis karena ibu bisa jalan-jalan ke luar rumah tanpa harus membawa banyak
perlengkapan seperti botol, kaleng susu formula, air panas, dsb
o ASI lebih murah, karena tidak usah selalu membeli susu kaleng dan perlengkapannya
o ASI selalu bebas kuman, sementara campuran susu formula belum tentu steril
o ASI tak bakalan basi. ASI selalu diproduksi oleh pabriknya di wilayah payudara. Bila gudang
ASI telah kosong. ASI yang tidak dikeluarkan akan diserap kembali oleh tubuh ibu. Jadi, ASI
dalam payudara tak pernah basi dan ibu tak perlu memerah dan membuang ASI-nya sebelum
menyusui.
Untuk Keluarga

o Tidak perlu uang untuk membeli susu formula, botol susu kayu bakar atau minyak untuk
merebus air, susu atau peralatan.
o Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan
kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit.
o Penjarangan kelahiran karena efek kontrasepsi LAM dari ASI eksklusif.
o Menghemat waktu keluarga bila bayi lebih sehat.
o Memberikan ASI pada bayi (meneteki) berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu
siap tersedia.
o Lebih praktis saat akan bepergian, tidak perlu membawa botol, susu, air panas, dll.

PRODUKSI ASI

Proses terjadinya pengeluaran air susu dimulai atau dirangsang oleh isapan mulut bayi
pada putting susu ibu. Gerakan tersebut merangsang kelenjar Pictuitary Anterior untuk
memproduksi sejumlah prolaktin, hormon utama yang mengandalkan pengeluaran Air Susu.
Proses pengeluaran air susu juga tergantung pada Let Down Replex, dimana hisapan putting
dapat merangsang kelenjar Pictuitary Posterior untuk menghasilkan hormon oksitolesin, yang
dapat merangsang serabutotot halus di dalam dinding saluran susu agar membiarkan susu dapat
mengalir secara lancar.

Kegagalan dalam perkembangan payudara secara fisiologis untuk menampung air susu
sangat jarang terjadi. Payudara secara fisiologis merupakan tenunan aktif yang tersusun seperti
pohon tumbuh di dalam putting dengan cabang yang menjadi ranting semakin mengecil.

Berdasarkan waktu diproduksi, ASI dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Colostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar mamae yang
mengandung tissue debris dan redual material yang terdapat dalam alveoli dan ductus dari
kelenjar mamae sebelum dan segera sesudah melahirkan anak.
2. Disekresi dari hari ke 4 – hari ke 10 dari masa laktasi, tetapi ada pula yang berpendapat
bahwa ASI Mature baru akan terjadi pada minggu ke 3 – ke 5.
3. Kadar protein semakin rendah, sedangkan kadar lemak dan karbohidrat semakin tinggi.
4. Volume semakin meningkat.

Volume Produksi ASI

Pada minggu bulan terakhir kehamilan, kelenjar-kelenjar pembuat ASI mulai


menghasilkan ASI. Apabila tidak ada kelainan, pada hari pertama sejak bayi lahir akan dapat
menghasilkan 50-100 ml sehari dari jumlah ini akan terus bertambah sehingga mencapai sekitar
400-450 ml pada waktu bayi mencapai usia minggu kedua.(9) Jumlah tersebut dapat dicapai
dengan menysusui bayinya selama 4 – 6 bulan pertama. Karena itu selama kurun waktu tersebut
ASI mampu memenuhi lkebutuhan gizinya. Setelah 6 bulan volume pengeluaran air susu
menjadi menurun dan sejak saat itu kebutuhan gizi tidak lagi dapat dipenuhi oleh ASI saja dan
harus mendapat makanan tambahan.
Dalam keadaan produksi ASI telah normal, volume susu terbanyak yang dapat diperoleh adalah
5 menit pertama. Penyedotan/penghisapan oleh bayi biasanya berlangsung selama 15-25 menit.

Selama beberapa bulan berikutnya bayi yang sehat akan mengkonsumsi sekitar 700-800
ml ASI setiap hari.Akan tetapi penelitian yang dilakukan pada beberpa kelompok ibu dan bayi
menunjukkan terdapatnya variasi dimana seseorang bayi dapat mengkonsumsi sampai 1 liter
selama 24 jam, meskipun kedua anak tersebut tumbuh dengan kecepatan yang sama.

Konsumsi ASI selama satu kali menysui atau jumlahnya selama sehari penuh sangat
bervariasi. Ukuran payudara tidak ada hubungannya dengan volume air susu yang diproduksi,
meskipun umumnya payudara yang berukuran sangat kecil, terutama yang ukurannya tidak
berubah selama masa kehamilan hanya memproduksi sejumlah kecil ASI.

Komposisi ASI

Kandungan colostrum berbeda dengan air susu yang mature, karena colostrum
mengandung berbeda dengan air susu yang mature, karena colostrum dan hanya sekitar 1%
dalam air susu mature, lebih banyak mengandung imunoglobin A (Iga), laktoterin dan sel-sel
darah putih, terhadap, yang kesemuanya sangat penting untuk pertahanan tubuh bayi, terhadap
serangan penyakit (Infeksi) lebih sedikit mengandung lemak dan laktosa, lebih banyak,
mengandung vitamin dan lebih banyak mengandung mineral-mineral natrium (Na) dan seng
(Zn).

Dimana susu sapi mengandung sekitar tiga kali lebih banyak protein daripada ASI.
Sebagian besar dari protein tersebut adalah kasein, dan sisanya berupa protein whey yang larut.
Kandungan kasein yang tinggi akan membentuk gumpalan yang relatif keras dalam lambung
bayi. Bila bayi diberi susu sapi, sedangkan ASI walaupun mengandung lebih sedikit total protein,
namun bagian protein “whey”nya lebih banyak, sehingga akan membetuk gumpalan yang lunak
dan lebih mudah dicerna serta diserapoleh usus bayi.

Sekitar setengah dari energi yang terkandung dalam ASI berasal dari lemak, yang lebih
mudah dicerna dan diserap oleh bayi dibandingkan dengan lemak susu sapi, sebab ASI
mengandung lebih banyak enzim pemecah lemak (lipase). Kandungan total lemak sangat
bervariasi dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu fase lakatasi air susu yang pertama kali keluar
hanya mengandung sekitar 1 – 2% lemak dan terlihat encer. Air susu yang encer ini akan
membantu memuaskan rasa haus bayi waktu mulai menyusui. Air susu berikutnya disebut “Hand
milk”, mengandung sedikitnya tiga sampai empat kali lebih banyak lemak. Ini akan memberikan
sebagian besar energi yang dibutuhkan oleh bayi, sehingga penting diperhatikan agar bayi,
banyak memperoleh air susu ini.

Laktosa (gula susu) merupakan satu-satunya karbohidrat yang terdapat dalam air susu
murni. Jumlahnya dalam ASI tak terlalu bervariasi dan terdapat lebih banyak dibandingkan
dengan susu sapi.

Disamping fungsinya sebagai sumber energi, juga didalam usus sebagian laktosa akan
diubah menjadi asam laktat. Didalam usus asam laktat tersebut membantu mencegah
pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan juga membantu penyerapan kalsium serta
mineral-mineral lain.

ASI mengandung lebih sedikit kalsium daripada susu sapi tetapi lebih mudah diserap,
jumlah ini akan mencukupi kebutuhan untuk bahan-bahan pertama kehidupannya ASI juga
mengandung lebih sedikit natrium, kalium, fosfor dan chlor dibandingkan dengan susu sapi,
tetapi dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan bayi.

Apabila makanan yang dikonsumsi ibu memadai, semua vitamin yang diperlukan bayi
selama empat sampai enam bulan pertama kehidupannya dapat diperoleh dari ASI. Hanya sedikit
terdapat vitamin D dalam lemak susu, tetapi penyakit polio jarang terjadi pada aanak yang diberi
ASI, bila kulitnya sering terkena sinar matahari. Vitamin D yang terlarut dalam air telah
ditemukan terdapat dalam susu, meskipun fungsi vitamin ini merupakan tambahan terhadap
vitamin D yang terlarut lemak.

Manajemen Laktasi

Manajemen laktasi adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan


menyusui. Dalam pelaksanaannya terutama dimulai pada masa kehamilan, segera setelah
persalinan dan pada masa menyusui selanjutnya.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a) Pada masa Kehamilan (antenatal)


 Memberikan penerangan dan penyuluhan tentang manfaat dan keunggulan ASI, manfaat
menyusui baik bagi ibu maupun bayinya, disamping bahaya pemberian susu botol.
 Pemeriksaan kesehatan, kehamilan dan payudara/keadaan putting susu, apakah ada
kelainan atau tidak. Disamping itu perlu dipantau kenaikan berat badan ibu hamil.
 Perawatan payudara mulai kehamilan umur enam bulan agar ibu mampu memproduksi
dan memberikan ASI yang cukup.
 Memperhatikan gizi/makanan ditambah mulai dari kehamilan trisemester kedua sebanyak
1 1/3 kali dari makanan pada saat belum hamil.
 Menciptakan suasana keluarga yang menyenangkan. Dalam hal ini perlu diperhatikan
keluarga terutama suami kepada istri yang sedang hamil untuk memberikan dukungan
dan membesarkan hatinya.

b) Pada masa segera setelah persalinan (prenatal)


 Ibu dibantu menyusui 30 menit setelah kelahiran dan ditunjukkan cara menyusui yang
baik dan benar, yakni: tentang posisi dan cara melakatkan bayi pada payudara ibu.
 Membantu terjadinya kontak langsung antara bayi-ibu selama 24 jam sehari agar
menyusui dapat dilakukan tanpa jadwal.
 Ibu nifas diberikan kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000S1) dalam waktu dua minggu
setelah melahirkan.
c) Pada masa menyusui selanjutnya (post-natal)
 Menyusui dilanjutkan secara ekslusif selama 6 bulan pertama usia bayi, yaitu hanya
memberikan ASI saja tanpa makanan/minuman lainnya.
 Perhatikan gizi/makanan ibu menyusui, perlu makanan 1 ½ kali lebih banyak dari biasa
dan minum minimal 8 gelas sehari.
 Ibu menyusui harus cukup istirahat dan menjaga ketenangan pikiran dan menghindarkan
kelelahan yang berlebihan agar produksi ASI tidak terhambat.
 Pengertian dan dukungan keluarga terutama suami penting untuk menunjang
keberhasilan menyusui.
 Rujuk ke Posyandu atau Puskesmas atau petugas kesehatan apabila ada permasalahan
menysusui seperti payudara banyak disertai demam.
 Menghubungi kelompk pendukung ASI terdekat untuk meminta pengalaman dari ibu-ibu
lain yang sukses menyusui bagi mereka.
 Memperhatikan gizi/makanan anak, terutama mulai bayi 4 bulan, berikan MP ASDI yang
cukup baik kuantitas maupun kualitas.

Makanan Bayi Berusia 0-4 bulan

Ibu-ibu seharusnya bersyukur bila payudaranya, ternyata dapat memproduksi air susu
yang berlimpah, karena anugrah tuhan ini tidak dimiliki oleh semua ibu. Meskipun demikian,
diperkirakan 80% dari jumlah ibu yang melahirkan ternyata mampu menghasilkan air susu dalm
jumlah yang cukup untuk keperluan bayinya, secara penuh tanpa makanan tamabahan selama
enam bulan pertama. Bahkan ibu yang gizinya kurang baikpun sering dapat menghasilkan ASI
cukup tanpa makanan tambahan selama 3 bulan pertama (Warno FG, 1990 hal.175).

Dalam usia 0-4 bulan bayi sepenuhnya mendapat makanan berupa ASI dan tidak perlu di
beri makanan lain, kecuali jka ada tanda-tanda produksi ASI tidak mencukupi.

Keadaan gizi anak pada waktu lahir sangat dipengaruhi oleh keadaan gizi semasa hamil.
Ibu yang semasa hamilnya menderita gangguan gizi selain akan melahirkan anak yang gizinya
tidak baik, juga kemungkinan dapat melahirkan anak dengan berbagai kelainan dalam
pertumbuhannya, atau mungkin anak akan lahir mati. Sejak terjadinya pembuahan terhadap sel
telur dalam rahim ibu.

Hanya makanan yang memenuhi syarat gizi bagi anak dan bagi ibunya yang dapat
membantu syarat gizi bagi wanita hamil dan pengaturan makanan anak yang sesuai merupakan
masalah pokok yang perlu dihayati oleh para ibu. Menyusui adalah cara makan aanak-anak yang
tradisional dan ideal, yang biasanya sanggup memenuhi kebutuhan gizi seseorang bayi untuk
masa hidup empat sampai enam bulan pertama. Bahkan setelah diperkenankan bahan makanan
tambahan yang utama, ASI masih tetap merupakan sumber utama yang bisa mencukupi gizi.

Dalam tahap usia sejak lahir sampai 4 bulan, ASI merupakan makanan yang paling
utama. Pemberian ASI masa ini memberikan beberpa keuntungan.

Betapapun tingginya dan baiknya mutu ASI sebagai makanan bayi, manfaatnyabagi
pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat ditentukan oleh jumlah ASI yang dapat diberikan
oleh ibu. Kebaikan dan mutu ASI yang dapat dihasilkan oleh ibu tidak sesuai dengan kebutuhan
bayi, dan akibatnya bayi akan menderita gangguan gizi.

ASI sebagai makanan tunggal harus diberikan sampai bayi berumur 4bulan. Hal ini
sesuai dengan kebijaksanaan PP-ASI yaitu ASI diberikan selama 2 tahun dan baru pada usia 4
bulan bayi mulai di beri makanan pendamping ASI, paling lambat usia 6 bulan karena ASI dapat
memenuhi kebutuhan bayi pada 4 bulan pertama.

Adapun hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI antara lain adalah:

a. Makanan Ibu

Makanan yang dimakan seorang ibu yang sedang dalam masa menyusui tidak secara
langsung mempengaruhi mutu ataupun jumlah air susu yang dihasilkan. Dalam tubuh
terdapat cadangan berbagai zat gizi yang dapat digunakan bila sewaktu-waktu diperlukan.
Akan tetapi jika makanan ibu terus menerus tidak mengandung cukup zat gizi yang
diperlukan tentu pada akhirnya kelenjar-kelenjar pembuat air susu dalam buah dada ibu tidak
akan dapat bekerja dengan sempurna, dan akhirnya akan berpengaruh terhadap produksi ASI.

Unsur gizi dalam 1 liter ASI setara dengan unsur gizi yang terdapat dalam 2 piring nasi
ditambah 1 butir telur. Jadi diperlukan kalori yang setara dengan jumlah kalori yang
diberikan 1 piring nasi untuk membuat 1 liter ASI. Agar Ibu menghasilkan 1 liter ASI
diperlukan makanan tamabahan disamping untuk keperluan dirinya sendiri, yaitu setara
dengan 3 piring nasi dan 1 butir telur.

b. Ketentraman Jiwa dan Pikiran

Pembuahan air susu ibu sangat dipengaruhi oleh faktor kejiwaan. Ibu yang selalu dalam
keadaan gelisah, kurang percaya diri, rasa tertekan dan berbagai bentuk ketegangan
emosional, mungkin akan gagal dalam menyusui bayinya.

Pada ibu ada 2 macam, reflek yang menentukan keberhasilan dalam menyusui bayinya,
reflek tersebut adalah:

o Reflek Prolaktin
o Let-down Refleks (Refleks Milk Ejection)

c. Pengaruh persalinan dan klinik bersalin

Banyak ahli mengemukakan adanya pengaruh yang kurang baik terhadap kebiasaan
memberikan ASI pada ibu-ibu yang melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin lebih
menitik beratkan upaya agar persalinan dapat berlangsung dengan baik, ibu dan anak berada
dalam keadaan selamat dan sehat. Masalah pemebrian ASI kurang mendapat perhatian.
Sering makanan pertama yang diberikan justru susu buatan atau susu sapi. Hal ini
memberikan kesan yang tidak mendidik pada ibu, dan ibu selalu beranggapan bahwa susu
sapi lebih dari ASI. Pengaruh itu akan semakin buruk apabila disekeliling kamar bersalin
dipasang gambar-gambar atau poster yang memuji penggunaan susu buatan.

d. Penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progesteron.

Bagi ibu yang dalam masa menyusui tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi pil yang
mengandung hormon estrogen, karena hal ini dapat mengurangi jumlah produksi ASI bahkan
dapat menghentikan produksi ASI secara keseluruhan oleh karena itu alat kontrasepsi yang
paling tepat digunakan adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) yaitu IUD atau spiral.
Karena AKDR dapat merangsang uterus ibu sehingga secara tidak langsung dapat
meningkatkan kadar hormon oxitoksin, yaitu hormon yang dapat merangsang produksi ASI.

e. Perawatan Payudara

Perawatan fisik payudara menjelang masa laktasi perlu dilakukan, yaitu dengan mengurut
payudara selama 6 minggu terakhir masa kehamilan. Pengurutan tersebut diharapkan apablia
terdapat penyumbatan pada duktus laktiferus dapat dihindarkan sehingga pada waktunya ASI
akan keluar dengan lancar.
PERSONAL HYGIENE PADA IBU NIFAS

A. Pengertian Masa Nifas

Masa nifas atau puerperium adalah masa setelah plasenta lahir dan ketika alat-alat

kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama kira-kira 6

minggu.

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput

yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan

waktu kurang lebih 6 minggu atau 40 hari.

B. Pengertian Perawatan Diri (Personal Hygiene)

Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan

hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara

kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis.

C. Tujuan melakukan Personal Hygiene

1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang

2. Memelihara kebersihan diri seseorang

3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang

4. Mencegah penyakit

5. Menciptakan keindahan

6. Meningkatkan rasa percaya diri

D. Kebutuhan Personal Hygiene Pada Ibu Dalam Masa Nifas

Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur

pulih seperti ke keadaan sebelum hamil. Untuk membantu mempercepat proses


penyembuhan pada masa nifas, maka ibu nifas membutuhkan pendidikan kesehatan / health

education seperti personal hygiene, istirahat dan tidur. Kebutuhan-kebutuhan yang

dibutuhkan ibu nifas antara lain:

 Kebersihan diri atau personal hygiene.

Kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi dan meningkatkan

perasaan nyaman pada ibu. Anjurkan ibu unutuk menjaga kebersihan diri dengan cara

mandi yang teratur minimal 2 kali sehari, mengganti pakaian dan alas tempat tidur serta

lingkungan dimana ibu tinggal. Ibu harus tetap bersih, segar dan wangi. Merawat

perineum dengan baik dengan menggunakan antiseptik (PK / Dethol) dan selalu diingat

bahwa membersihkan perineum dari arah depan ke belakang. Jaga kebersihan diri secara

keseluruhan untuk menghindari infeksi, baik pada luka jahitan maupun kulit.

 Pakaian

Sebaiknya pakaian terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat karena

produksi keringat menjadi banyak. Produksi keringat yang tinggi berguna untuk

menghilangkan ekstra volume saat hamil. Sebaiknya, pakaian agak longgar di daerah

dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering. Demikian juga dengan pakaian dalam,

agar tidak terjadi iritasi (lecet) pada daerah sekitarnya akibat lochea.

 Kebersihan rambut

Setelah bayi lahir, ibu mungkin akan mengalami kerontokan rambut akibat

gangguan perubahan hormon sehingga keadaannya menjadi lebih tipis dibandingkan

keadaan normal. Jumlah dan lamanya kerontokan berbeda-beda antara satu wanita

dengan wanita yang lain. Meskipun demikian, kebanyakan akan pulih setelah beberapa
bulan. Cuci rambut dengan conditioner yang cukup, lalu menggunakan sisir yang lembut.

Hindari penggunaan pengering rambut.

 Kebersihan kulit

Setelah persalinan, ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan

dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan pembengkakan

pada wajah, kaki, betis, dan tangan ibu. oleh karena itu, dalam minggu-minggu pertama

setelah melahirkan, ibu akan merasakan jumlah keringat yang lebih banyak dari biasanya.

Usahakan mandi lebih sering dan jaga agar kulit tetap kering.

 Kebersihan vulva dan sekitarnya.

 Mengajarkan ibu membersihkan daerah kelamin dengan cara membersihkan daerah di

sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang, baru kemudian membersihkan

daerah sekitar anus. Bersihkan vulva setiap kali buang air kecil atau besar.

 Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali

sehari. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan di

bawah matahari atau disetrika.

 Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah

membersihkan daerah kelaminnya.

 Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk

menghindari menyentuh luka, cebok dengan air dingin atau cuci menggunakan sabun.

Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah infeksi, meningkatkan

rasa nyaman dan mempercepat penyembuhan. Perawatan luka perineum dapat dilakukan

dengan cara mencuci daerah genital dengan air dan sabun setiap kali habis BAK/BAB

yang dimulai dengan mencuci bagian depan, baru kenudian daerah anus. Sebelum dan
sesudahnya ibu dianjukan untuk mencuci tangan. Pembalut hendaknya diganti minimal 2

kali sehari. Bila pembalut yang dipakai ibu bukan pembalut habis pakai, pembalut dapat

dipakai kembali dengan dicuci, dijemur dibawah sinar matahari dan disetrika.

 Istirahat dan tidur

Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi oleh

semua orang. Dengan istirahat dan tidur yang cukup,tubuh baru dapat berfungsi secara

optimal. Istirahat dan tidur sendiri memiliki makna yang berbeda pada setiap individu.

Secara umum,istirahat berartisuatu keadaan tenang,relaks,tanpa tekanan emosional,dan

bebas dari perasaan gelisah. Jadi,beristirahat bukan berarti tidak melakukan aktivitas

sama sekali. Terkadang,berjalan-jalan di taman juga bisa dikatakan sebagai suatu bentuk

istirahat.

Sedangkan tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi

individu terhadap lingkungan menurun. Tidur dikarakteristikkan dengan aktifitas fisik

yang minimal,tingkat kesadaran yang bervariasi, perubahan proses fsiologis tubuh,dan

penurunan respons terhadap stimulus eksternal. Hampir sepertiga dari waktu kita,kita

gunakan untuk tidur. Hal tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa tidur dapat

memulihkan atau mengistirahatkan fisik setelah seharian beraktivitas,mengurangi stress

dan kecemasan,serta dapat meningkatkan kemampuan dan konsenterasi saat hendak

melakukan aktivitas sehari-hari.

Istirahat yang memuaskan bagi ibu yang baru melahirkan merupakan masalah

yang sangat penting sekalipun tidak mudah dicapai. Keharusan ibu untuk beristirahat

sesudah melahirkan memang tidak diragukan lagi, kehamilan dengan beban kandungan

yang berat dan banyak keadaan yang mengganggu lainnya, pekerjaan bersalin, bukan
persiapan yang baik dalam menghadapi kesibukan yang akan terjadi. Padahal hari-hari

postnatal akan dipenuhi oleh banyak hal, begitu banyak yang harus dipelajari, ASI yang

diproduksi dalam payudara, kegembiraan menerima kartu ucapan selamat, karangan

bunga, hadiah-hadiah serta menyambut tamu dan juga kekhawatiran serta keprihatinan

yang tidak ada kaitannya dengan situasi ini. Jadi, dengan tubuh yang letih dan mungkin

pula pikiran yang sangat aktif, ibu sering perlu diingatkan dan dibantu agar mendapatkan

istirahat yang cukup.

Kegunaan atau fungsi dari Tidur yang cukup :

1. Regenerasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi baru.

2. Memperlancar produksi hormon pertumbuhan tubuh.

3. Mengistirahatkan tubuh yang letih akibat aktivitas seharian.

4. Meningkatkan kekebalan tubuh kita dari serangan penyakit.

5. Menambah konsentrasi dan kemampuan fisik.

E. Akibat Kurangnya atau tidak Menjaga Personal Hygiene :

1. Ibu Mudah Sakit

2. Ibu terlihat kotor/ kurang bersih

3. Bayi ibu sakit

4. Ibu kurang percaya diri

5. Ibu mengalami infeksi


POST PARTUM BLUES
A. GAMBARAN UMUM

Masa nifas (puerperium) dimulai sejak kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-
alat kandungan kembali seperti keadaan saat sebelum hamil. Masa nifas berlangsung kira-
kira selama 6-8 minggu.Pengawasan dan asuhan post partum masa nifas sangat diperlukan
yang tujuannya adalah menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis,
melaksanakan sekrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk
bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. Memberikan pendidikan kesehatan
tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui, pemberian immunisasi pada saat
bayi sehat, memberikan pelayanan KB. Reaksi emosional yang biasanya muncul pada
perempuan di masa nifas pasca melahirkan yaitu:
 ‘maternity blues’ atau ‘post partum blues’ atau ‘blues’
 Psikois pasca persalinan
 Depresi pasca persalinan.

B. FASE-FASE PERUBAHAN PSIKOLOGI PADA IBU PASCA PARTUM


Seorang ibu yang berada pada periode pascapartum mengalami banyak perubahan
baik perubahan fisik maupun psikologi. Perubahan psikologi pascapartum pada seorang ibu
yang baru melahirkan terbagi dalam tiga fase:

 taking in dimana pada fase ini ibu ingin merawat dirinya sendiri, banyak bertanya dan
bercerita tentang pengalamannya selama persalinan yang berlangsung 1 sampai 2 hari.
 taking hold dimana pada fase ini ibu mulai fokus dengan bayinya yang berlangsung 4
sampai 5 minggu.
 fase letting-go dimana ibu mempunyai persepsi bahwa bayinya adalah perluasan dari
dirinya, mulai fokus kembali pada pasangannya dan kembali bekerja mengurus hal-hal
lain.
C. PENGERTIAN POST PARTUM BLUES

Perubahan tersebut merupakan perubahan psikologi yang normal terjadi pada


seorang ibu yang baru melahirkan. Namun, kadang-kadang terjadi perubahan psikologi
yang abnormal. Gangguan psikologi pascapartum dibagi menjadi tiga kategori yaitu
postpartum blues atau kesedihan pascapartum, depresi pascapartum nonpsikosis, dan
psikosis pascapartum.

Postpartum blues dapat terjadi sejak hari pertama pascapersalinan atau pada saat
fase taking in, cenderung akan memburuk pada hari ketiga sampai kelima dan berlangsung
dalam rentang waktu 14 hari atau dua minggu pasca persalinan. Postpartum blues
merupakan gangguan suasana hati pascapersalinan yang bisa berdampak pada
perkembangan anak karena stres dan sikap ibu yang tidak tulus terus-menerus bisa
membuat bayi tumbuh menjadi anak yang mudah menangis, cenderung rewel, pencemas,
pemurung dan mudah sakit. Keadaan ini sering disebut puerperium atau trimester keempat
kehamilan yang bila tidak segera diatasi bisa berlanjut pada depresi pascapartum yang
biasanya terjadi pada bulan pertama setelah persalinan. Saat ini postpartum blues yang
sering juga disebut maternity blues atau baby blues diketahui sebagai suatu sindrom
gangguan afek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan.

D. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB POST PARTUM BLUES

Etiologi atau penyebab pasti terjadinya postpartum blues sampai saat ini belum
diketahui. Namun, banyak faktor yang diduga berperan terhadap terjadinya postpartum
blues, antara lain:
1. Faktor hormonal yang berhubungan dengan perubahan kadar estrogen, progesteron,
prolaktin dan estradiol. Penurunan kadar estrogen setelah melahirkan sangat
berpengaruh pada gangguan emosional pascapartum karena estrogen memiliki efek
supresi aktifitas enzim monoamine oksidase yaitu suatu enzim otak yang bekerja
menginaktifasi noradrenalin dan serotonin yang berperan dalam perubahan mood dan
kejadian depresi.
2. Faktor demografi yaitu umur dan paritas.
3. Pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan.
4. Latar belakang psikososial ibu
5. Takut kehilangan bayinya atau kecewa dengan bayinya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan post partum blues, diantaranya :

1. Lingkungan melahirkan yang dirasakan kurang nyaman oleh si ibu.


2. Kurangnya dukungan dari keluarga maupun suami.
3. Sejarah keluarga atau pribadi yang mengalami gangguan psikologis.
4. Hubungan sex yang kurang menyenangkan setelah melahirkan
5. Tidak ada perhatian dari suami maupun keluarga
6. Tidak mempunyai pengalaman menjadi orang tua dimasa kanak-kanak atau remaja.
Misalnya tidak mempunyai saudara kandung untuk dirawat.
7. Takut tidak menarik lagi bagi suaminya
8. Kelelahan, kurang tidur
9. Cemas terhadap kemampuan merawat bayinya
10. Kekecewaan emosional (hamil,salin)
11. Rasa sakit pada masa nifas awal

E. GEJALA-GEJALA POST PARTUM BLUES

Gejala – gejala postpartum blues ini bisa terlihat dari perubahan sikap seorang ibu.
Gejala tersebut biasanya muncul pada hari ke-3 atau 6 hari setelah melahirkan. Beberapa
perubahan sikap tersebut diantaranya, yaitu :
 sering tiba-tiba menangis karena merasa tidak bahagia
 tidak sabar
 Penakut
 tidak mau makan
 tidak mau bicara
 sakit kepala sering berganti mood
 mudah tersinggung ( iritabilitas)
 merasa terlalu sensitif dan cemas berlebihan
 tidak bergairah
 tidak percaya diri
 khususnya terhadap hal yang semula sangat diminati
 tidak mampu berkonsentrasi dan sangat sulit membuat keputusan
 merasa tidak mempunyai ikatan batin dengan si kecil yang baru saja dilahirkan
 merasa tidak menyayangi bayinya
 insomnia yang berlebihan.
Gejala – gejala itu mulai muncul setelah persalinan dan pada umumnya akan
menghilang dalam waktu antara beberapa jam sampai beberapa hari. Namun jika masih
berlangsung beberapa minggu atau beberapa bulan itu dapat disebut postpartum depression.

F. PENATALAKSANAAN/CARA MENGATASI POST PARTUM BLUES


Secara garis besar dapat dikatakan bahwa dibutuhkan penanganan di tingkat
perilaku, emosional, intelektual, sosial dan psikologis secara bersama-sama, dengan
melibatkan lingkungannya, yaitu: suami, keluarga dan juga teman dekatnya. Cara
mengatasi gangguan psikologi pada nifas dengan postpartum blues ada dua cara yaitu :
Dengan cara pendekatan komunikasi terapeutik
Tujuan dari komunikasi terapeutik adalah menciptakan hubungan baik antara bidan
dengan pasien dalam rangka kesembuhannya dengan cara :
1. Mendorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi
2. Dapat memahami dirinya
3. Dapat mendukung tindakan konstruktif.
4. Dengan cara peningkatan support mental

Beberapa cara peningkatan support mental yang dapat dilakukan keluarga diantaranya :
 Sekali-kali ibu meminta suami untuk membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah
seperti : membantu mengurus bayinya, memasak, menyiapkan susu dll.
 Memanggil orangtua ibu bayi agar bisa menemani ibu dalam menghadapi kesibukan
merawat bayi
 Suami seharusnya tahu permasalahan yang dihadapi istrinya dan lebih perhatian
terhadap istrinya
 Menyiapkan mental dalam menghadapi anak pertama yang akan lahir
 Memperbanyak dukungan dari suami
 Suami menggantikan peran isteri ketika isteri kelelahan
 Ibu dianjurkan sering sharing dengan teman-temannya yang baru saja melahirkan
 Bayi menggunakan pampers untuk meringankan kerja ibu
 mengganti suasana, dengan bersosialisasi
 Suami sering menemani isteri dalam mengurus bayinya

Selain hal diatas, penanganan pada klien postpartum blues pun dapat dilakukan pada diri
klien sendiri, diantaranya dengan cara :

1. Belajar tenang dengan menarik nafas panjang dan meditasi


2. Tidurlah ketika bayi tidur
3. Berolahraga ringan
4. Ikhlas dan tulus dengan peran baru sebagai ibu
5. Tidak perfeksionis dalam hal mengurusi bayi
6. Bicarakan rasa cemas dan komunikasikan
7. Bersikap fleksibel
8. Kesempatan merawat bayi hanya datang 1 x
9. Bergabung dengan kelompok ibu

G. CARA MENCEGAH POST PARTUM BLUES

Berikut ini beberapa kiat yang mungkin dapat mengurangi resiko Postpartum Blues yaitu :
 Pelajari diri sendiri
Pelajari dan mencari informasi mengenai Postpartum Blues, sehingga Anda sadar
terhadap kondisi ini. Apabila terjadi, maka Anda akan segera mendapatkan bantuan
secepatnya.

 Tidur dan makan yang cukup


Diet nutrisi cukup penting untuk kesehatan, lakukan usaha yang terbaik dengan makan
dan tidur yang cukup. Keduanya penting selama periode postpartum dan kehamilan.
 Olahraga
Olahraga adalah kunci untuk mengurangi postpartum. Lakukan peregangan selama 15
menit dengan berjalan setiap hari, sehingga membuat Anda merasa lebih baik dan
menguasai emosi berlebihan dalam diri Anda.

 Hindari perubahan hidup sebelum atau sesudah melahirkan


Jika memungkinkan, hindari membuat keputusan besar seperti membeli rumah atau
pindah kerja, sebelum atau setelah melahirkan. Tetaplah hidup secara sederhana dan
menghindari stres, sehingga dapat segera dan lebih mudah menyembuhkan postpartum
yang diderita.

 Beritahukan perasaan
Jangan takut untuk berbicara dan mengekspresikan perasaan yang Anda inginkan dan
butuhkan demi kenyamanan Anda sendiri. Jika memiliki masalah dan merasa tidak
nyaman terhadap sesuatu, segera beritahukan pada pasangan atau orang terdekat.

 Dukungan keluarga dan orang lain diperlukan


Dukungan dari keluarga atau orang yang Anda cintai selama melahirkan, sangat
diperlukan. Ceritakan pada pasangan atau orangtua Anda, atau siapa saja yang bersedia
menjadi pendengar yang baik. Yakinkan diri Anda, bahwa mereka akan selalu berada di
sisi Anda setiap mengalami kesulitan.

 Persiapkan diri dengan baik


Persiapan sebelum melahirkan sangat diperlukan.

 Senam Hamil
senam hamil akan sangat membantu Anda dalam mengetahui berbagai informasi yang
diperlukan, sehingga nantinya Anda tak akan terkejut setelah keluar dari kamar bersalin.
Jika Anda tahu apa yang diinginkan, pengalaman traumatis saat melahirkan akan dapat
dihindari.

 Lakukan pekerjaan rumah tangga


 Dukungan emosional
Dukungan emosi dari lingkungan dan juga keluarga, akan membantu Anda dalam
mengatasi rasa frustasi yang menjalar. Ceritakan kepada mereka bagaimana perasaan
serta perubahan kehidupan Anda, hingga Anda merasa lebih baik setelahnya.
KB PASCA BERSALIN
A. Pengertian

Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997: Keluarga


Berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari
kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan,
mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan
dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga.

Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992 (tentang perkembangan


kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian
dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan
kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia
dan sejahtera. Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan jumlah dan jarak
kehamilan dengan memakai kontrasepsi.

Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatu usaha yang mengatur
banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta
keluarganya yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung
dari kehamilan tersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matang
kehamilan merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehingga akan terhindar
dari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi.

B. Tujuan Keluarga Berencana

Gerakan KB dan pelayanan kontrasepsi memiliki tujuan:

1. Mengatur kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak pertama


dan menjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta menghentikan
kehamilan bila dirasakan anak telah cukup.
2. Mengobati kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih dari satu
tahun tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan untuk tercapainya
keluarga bahagia.
3. Married Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan
menikah dengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan
pemahaman yang cukup tinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia dan berkualitas.
4. Tujuan akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan
Sejahtera) dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas artinya suatu
keluarga yang harmonis, sehat, tercukupi sandang, pangan, papan, pendidikan dan
produktif dari segi ekonomi.
5. Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
6. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
C. Manfaat Keluarga Berencana

1. Memungkinkan wanita untuk mengontrol kesuburan mereka sehingga dapat memutuskan


bila dan kapan mereka ingin hamil dan memiliki anak. Wanita dapat mengambil jeda
kehamilan selama sedikitnya dua tahun setelah melahirkan, yang memberikan banyak
manfaat bagi perempuan dan bayi mereka.

 Wanita yang hamil segera setelah melahirkan berisiko memiliki kehamilan yang
buruk. Mereka lebih mungkin menderita kondisi medis yang serius atau meninggal
selama kehamilan. Bayi mereka juga lebih cenderung memiliki masalah kesehatan
(misalnya lahir dengan berat badan rendah). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
memperkirakan bahwa secara global, 100.000 kematian ibu dapat dicegah setiap
tahun, jika semua wanita yang tidak ingin anak lagi mampu menghindari kehamilan.
Kematian ini terjadi sebagian besar di negara berkembang di mana cakupan
kontrasepsi rendah.
 Wanita lebih dapat berpartisipasi dalam kehidupan sosial, mencari pekerjaan dan
meraih pendidikan ketika mereka menggunakan alat kontrasepsi dan tidak berisiko
hamil. Karena kegiatan ini umumnya meningkatkan status perempuan dalam
masyarakat, kontrasepsi secara tidak langsung mempromosikan hak-hak dan status
perempuan.

2. Memberikan manfaat kesehatan non-reproduksi. Metode kontrasepsi hormonal gabungan


(yaitu estrogen dan progesteron) dapat menurunkan risiko kanker ovarium dan
endometrium. Injeksi progesteron juga melindungi terhadap kanker ini dan juga terhadap
fibroid rahim. Kontrasepsi implan dan sterilisasi wanita telah terbukti mengurangi risiko
penyakit radang panggul.
3. Mencegah efek kesehatan jiwa dari kehamilan yang tidak diinginkan dan mengurangi
aborsi.
4. Kemampuan untuk mengontrol kesuburan juga memungkinkan wanita untuk lebih
mengontrol aspek lain dari kehidupan mereka, misalnya memutuskan kapan dan mengapa
mereka menikah. Sejak kontrasepsi tersedia secara luas pada 1970-an, pola perkawinan
telah berubah. Wanita sekarang menikah dan memiliki anak di usia yang lebih matang
dan rata-rata memiliki anak lebih sedikit. Perubahan demografis cenderung telah
mengurangi beban emosional dan ekonomi untuk membesarkan anak, karena keluarga
sekarang biasanya memiliki lebih banyak waktu untuk mengumpulkan sumber daya
keuangan sebelum kelahiran anak. Ukuran keluarga yang lebih kecil juga berarti bahwa
orang tua memiliki lebih banyak waktu dan sumber daya yang diberikan per anak.

Jadi,adapun manfaat dari KB yaitu:

 Bagi ibu
 Mencegah kehamilan yang tidak di inginkan
 Mencegak setidaknya 1 dari 4 kematian ibu
 Menjaga keesehatan ibu
 Merencanakan kehamilan lebih terprogram
 Bagi anak

 Mengurangi resiko kematian bayi


 Meningkatkan kesehatan bayi
 Mencegah bayi kekurangan gizi
 Tumbuh kembang bayi lebih terjamin
 Kebutuhn ASI eksklusif selama 6 bulan relatif dapat terpenuhi
 Mendapatkan kualitas kasih sayang yang lebih maksimal

 Bagi keluarga

 Meningkatkan kesejahteraan keluarga


 Harmonisasi keluarga lebih terjaga

D. Metode Kontrasepsi KB

1. KB Suntik

Metode Keluarga Berencana ini dapat menghalangi ovulasi (masa subur), mengubah
lendir serviks (vagina) menjadi kental, menghambat sperma dan menimbulkan perubahan
pada rahim. Cara kerja KB suntik pun dapat mencegah terjadinya pertemuan sel telur
dengan sperma dan mengubah kecepatan transportasi sel telur.

Suntikan Keluarga Berencana terbagi menjadi suntik perbulan atau suntikan terpadu
dan suntikan per tiga bulan (suntikan progestin). Suntikan progestin (Depo Provera atau
Niisterat) atau suntikan yang diberikan tiap dua atau tiga bulan sekali ini aman untuk ibu
menyusui atau yang tidak boleh menggunakan tambahan estrogen. Suntikan progestin
lebih menyebabkan perubahan seputar haid dan berat badan bertambah.

Suntikan perbulan atau suntikan terpadu, mengandung hormon progestin dan estrogen.
Jika ingin siklus haid tetap teratur dapat menggunakan kontrasepsi ini. Sayangnya,
suntikan ini sulit diperolah dan biayanya mahal dibandingkan suntikan progestin.

Suntikan terpadu memiliki efek samping yang sama dengan pil KB terpadu, serta
dilarang dipakai oleh ibu menyusui. Ibu bisa menghentikan metode ini kapan saja, namun
baru bisa hamil satu tahun kemudian bahkan lebih, demikian pula haid akan kembali
normal setelah jangka waktu itu. Namun ada sebagian perempuan yang mendapat haid
serta hamil dalam waktu lebih cepat dari itu.Selain menjadi kontrasepsi sementara yang
paling baik, suntikan ini juga telah mengurangi angka kegagalan kurang dari 0,1% per
tahun.
2. Pil KB

Komposisi Pil KB Andalan berbentuk kemasan untuk dikonsumsi selama 28 hari.


Terdiri dari 21 tablet pil berwarna kuning yang setiap tabletnya mengandung 0.15 mg
Levonorgestrel (hormon Progestin) dan 0.03 mg Etinilestradiol (hormon Estrogen) dan 7
tablet salut gula berwarna putih yang tidak mengandung hormon.

Mekanisme Kerja Pil KB Andalan akan mencegah pelepasan sel telur yang telah
diproduksi oleh indung telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Hormon yang
terkandung dalam pil KB Andalan akan memperkental lendir leher rahim sehingga
mempersulit sel sperma masuk kedalam rahim. Hal ini berguna untuk mengurangi
kemungkinan terjadinya pembuahan dan kehamilan. Selain itu, Pil KB Andalan akan
menebalkan dinding rahim, sehingga tidak akan siap untuk kehamilan.

Setiap produk tentu saja memiliki keunikan. Pil KB Andalan juga memiliki keunikan, antara
lain:

 Efek samping rendah


 Nyaman
 Menjaga siklus haid agar lebih teratur
 Menjaga kestabilan berat badan
 Menjaga kesehatan kulit
 Kandungan hormon rendah
 Kembali subur dengan cepat

Efek Samping:

Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi bersifat individual dan sementara dan terjadi
di awal pemakaian seperti:

 Mual
 Sakit kepala ringan

Perhatian:

Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi bersifat individual dan sementara dan terjadi
di awal pemakaian seperti:

1. Pil KB Andalan diminum di hari pertama haid


2. Pil KB Andalan harus diminum satu tablet setiap hari pada waktu yang sama untuk
mengurangi kemungkinan efek samping
3. Pil KB Andalan tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit kelamin dan
HIV/AIDS
4. Bila lupa minum 1 butir pil hormonal (berwarna kuning) maka harus minum 2 butir pil
hormonal segera setelah Anda mengingatnya
5. Apabila lupa meminum 2 butir atau lebih pil hormonal (berwarna kuning), maka dalam 7
hari gunakan kondom apabila melakukan hubungan seksual atau hindari hubungan
seksual selama 7 hari
6. Apabila lupa meminum 1 butir pil pengingat (berwarna putih) maka buang pil pengingat
yang terlupakan

3. IUD / AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

Komposisi Batang plastik berbentuk T berukuran 3 cm dengan balutan tembaga seluas


kurang lebih 380 mm2. Mekanisme Kerja IUD Andalan akan mencegah pelepasan sel telur
sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Selain itu mengurangi mobilitas sperma agar tidak
dapat membuahi sel telur serta mencegah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding
Rahim . Kualitas IUD Andalan efektif mencegah kehamilan hingga 99,4% apabila dipasang
sesuai dengan prosedur oleh bidan atau dokter terlatih.

Keunikan:

1. Sangat murah dan efisien karena cukup sekali pemakaian yang dibantu oleh tenaga medis
2. Pilihan kontrasepsi non hormonal jangka panjang yang minim efek samping
3. Efektif mencegah kehamilan selama 10 tahun
4. Cepat mengembalikan kesuburan, sehingga dapat segera hamil jika diinginkan
5. Tidak mempengaruhi produksi dan kualitas ASI
6. Efektif mencegah kehamilan ektopik

Efek Samping:

Secara umum, efek samping yang timbul tidak akan bersifat permanen. Efek samping
hanya akan bersifat sementara tergantung dari penerimaan tubuh terhadap IUD. Efek
samping yang bersifat sementara tersebut antara lain:

 Perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama pemakaian


 Pembengkakan panggul bisa terjadi setelah terkena infeksi penyakit kelamin
 Tidak memberikan perlindungan terhadap IMS dan HIV dan AIDS

Perhatian:

1. Hanya perlu sekali dalam setahun untuk datang ke dokter atau bidan untuk memeriksakan
keberadaan IUD.
2. Pemasangan IUD harus dilakukan oleh tenaga medis yang telah dilatih
3. UD dapat dipasang segera setelah melahirkan, setelah plasenta keluar
4. Kapan saja bisa dipasang tidak harus sedang haid asalkan Anda tidak sedang hamil.
4. Implant

Implant adalah obat kontrasepsi yang berbentuk seperti tabung kecil, sebesar korek
api-lah kira-kira.Didalamnya terkandung hormon progesteron yang akan dikeluarkan sedikit
demi sedikit.

Dosis :

Norplant terdiri dari 6 kapsul silastik, dimana setiap kapsulnya berisi levornorgestrel
sebanyak 36 mg. Sedang Implanon terdiri 1 kapsul silastik yang berisi etonogestrel sebanyak
68 mg, yang dilepas tiap hari kurang lebih 30 microgram/hari

Cara kerja Implant:

Dengan disusupkannya 6 kapsul/1 kapsul silastik implant di bawah kulit, maka setiap
hari dilepaskan secara tetap sejumlah leveonorgestrel ke dalam darah melalui proses difusi
dari kapsul-kapsul yang terbuat dari bahan silastik. Besar kecilnya levonogestrel yang dilepas
tergantung besar kecilnya permukaan kapsul silastik dan ketebalan dari dinding kapsul
tersebut.

Satu set Implant yang terdiri dari 6 kapsul dapat bekerja secara efektip selama 5 tahun.
Sedang Implanon yang terdiri dari 1 kapsul dapat bekerja secara efektip selama 3 tahun.

Cara kerja dalam pencegahan kehamilan:

Dengan dilepaskannya hormon levonargestrel secara konstan dan kontinyu maka cara kerja
implant dalam mencegah kehamilan pada dasarnya terdiri atas 3 mekanisme dasar yaitu :

1. Menghambat terjadinya ovulasi.


2. Menyebabkan endometrium tidak siap untuk nidasi.
3. Mempertebal lendir serviks.
4. Menipiskan lapisan endometrium.

Efektifitas :

Sangat tinggi, kegagalannya teoritis 0,2%, dalam praktek 1 – 3%.

Keuntungan implant :

1. Tidak menekan produksi ASI


2. Praktis, efektif .
3. Tidak ada faktor lupa
4. Masa pakai panjang
5. Membantu mencegah anaemia
6. Khasiat kontrasepsi susuk berakhir segera setelah pengangkatan
7. Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon estrogen.
Kekurangan Implant :

1. Implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih
2. Petugas kesehatan harus dilatih khusus
3. Implant mahal
4. Implant sering mengubah pola haid. karena adanya hormon progesterone yang
terkandung di dalamnya, perdarahan ringan diantara masa haid, juga timbul sakit kepala
ringan. karena mengandung hormone maka tentu saja akan berpengaruh pada metabolism
tubuh. Sama seperti halnya pil atau suntik, tidak jarang pengguna implant yang tidak
cocok akan mengalami masa menstruasi yang berbeda-beda
5. Susuk mungkin dapat terlihat dibawah kulit.

Tahap Pasca tindakan:

1. Peserta KB Susuk sebaiknya menjaga agar daerah sayatan tetap kering minimal selama 3
hari untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi kemungkinan infeksi.
2. Lengan akseptor kadang-kadang terasa membengkak dan berwarna kebiru-biruan. Hal
tersebut biasanya akibat tindakan suntikan atau pemasangan implant dan akan
menghilang dalam 3 hari hingga 5 hari.
3. Setelah 5 tahun implant atau 3 tahun untuk Implanon pemakaian, implant dapat dilepas.

Kontraindikasi :

1. Hamil atau diduga hamil


2. Tumor
3. Penyakit jantung, kelainan haid, darah tinggi, kencing manis

Efek samping:

Pada dasarnya keluhannya sama dengan kontrasepsi suntik yaitu :

 Gangguan haid
 Jerawat
 Perubahan libido
 Keputihan
 Peubahan berat badan

Bila terjadi hal-hal tersebut diatas konsultasikan kepada dokter anda untuk memperoleh
konseling dan penanggulangan.

5. Kontrasepsi Mantap Tubektomi

Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan)


seorang perempuan secara permanen. Sterilisasi tuba bisa dilakukan 24-48 jam pasca
melahirkan pada persalinan tanpa komplikasi dan bayi diyakinkan sehat.
Kelebihan:

 Konseling mutlak diperlukan


 Tidak mempengaruhi proses menyusui
 Tidak mengganggu hubungan seks dan perubahan dalam fungsi seksual
 Sangat efektif dan permanen
 Tindakan pembedahan yang aman dan sederhana
 Tidak ada efek samping

Kelemahan:

 Dapat menyesal di kemudian hari saat ingin memiliki anak lagi


 Rasa sakit atau tidak nyaman dalam jangka pendek setelah tindakan
 Harus dilakukan dojter terlatih atau dokter spesialis
 Harus dipertimbangkan dengan baik karena bersifat permanen (tidak dapat dipulihkan
kembali) kecuali dengan operasi rekanalisasi

6. Kontrasepsi Mantap Vasektomi

Sterilisasi berencana bisa dilakukan pada 6-8 minggu postpartum pada pasangan yang
benar-benar yakin dan bayi dalam keadaan sehat. Vasektomi adalah prosedur klinik untuk
menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan okusi vasa deferensia
sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum)
tidak terjadi.

Kelebihan:

 Sangat efektif dan permanen


 Tidak ada efek samping jangka panjang
 Konseling dan persetujuan mutlak diperlukan

Kelemahan:

Komplikasi dapat terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa saat tindakan, akibat
reaksi anafilaksi yang disebabkan oleh penggunaan lidokain atau manipulasi berlebihan
terhadapa anyaman pembuluh darah di sekitar vasa deferensia.

7. Ligasi tuba

Ligasi tuba adalah pemotongan dan pengikatan atau penyumbatan tuba falopii (saluran
telur dari ovarium ke rahim). Pada ligasi tuba dibuat sayatan pada perut dan dilakukan
pembiusan total. Ligasi tuba bisa dilakukan segera setelah melahirkan atau dijadwalkan di
kemudian hari. Sterilisasi pada wanita seringkali dilakukan melalui laparoskopi. Selain
pemotongan dan pengikatan,bisa juga dilakukan kauterisasi (pemakaian arus listrik) untuk
menutup saluran tuba.Untuk menyumbat tuba bisa digunakan pita plastik dan klip berpegas.
Pada penyumbatan tuba,kesuburan akan lebih mudah kembali karena lebih sedikit terjadi
kerusakan jaringan.Teknik sterilisasi lainnya yang kadang digunakan pada wanita adalah
histerektomi (pengangkatan rahim) dan ooforektomi (pengangkatan ovarium/indung telur).
TANDA BAHAYA PADA IBU NIFAS
A. Definisi Masa Nifas

Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6
minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003).

Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan
kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu. (Abdul
Bari,2000:122).

Masa nifas merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang
meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali ke keadaan
tidak hamil yang normal. (F.Gary cunningham,Mac Donald,1995:281).

Masa nifas adalah masa setelah seorang ibu melahirkan bayi yang dipergunakan untuk
memulihkan kesehatannya kembali yang umumnya memerlukan waktu 6- 12 minggu. (
Ibrahim C, 1998).

B. Tujuan Asuhan Masa Nifas

Tujuan dari pemberian asuhan pada masa nifas untuk :

 Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.


 Melaksanakan skrinning secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau merujuk
bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.
 Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, cara
dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari-hari.
Memberikan pelayanan keluarga berencana.Mendapatkan kesehatan emosi.
Kunjungan Waktu Asuhan

Mencegah perdarahan masa nifas oleh karena atonia uteri.

Mendeteksi dan perawatan penyebab lain perdarahan serta melakukan


rujukan bila perdarahan berlanjut.

Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara


mencegahperdarahan yang disebabkan atonia uteri.

6-8 jampost
I Pemberian ASI awal.
partum

Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.

Menjaga bayi tetap sehat melalui pencegahan hipotermi.

Setelah bidan melakukan pertolongan persalinan, maka bidan harus menjaga


ibu dan bayi untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu
dan bayi baru lahir dalam keadaan baik.

Memastikan involusi uterus barjalan dengan normal, uterus berkontraksi


dengan baik, tinggi fundus uteri di bawah umbilikus, tidak
ada perdarahanabnormal.

Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi dan perdarahan.

6 haripost Memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup.


II
partum
Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi dan cukup cairan.

Memastikan ibu menyusui dengan baik dan benar serta tidak ada tanda-
tanda kesulitan menyusui.

Memberikan konseling tentang perawatan bayi baru lahir.

2 minggupost Asuhan pada 2 minggu post partum sama dengan asuhan yang diberikan
III
partum pada kunjungan 6 hari post partum.
Menanyakan penyulit-penyulit yang dialami ibu selama masa nifas.
6 minggupost
IV
partum
Memberikan konseling KB secara dini.

C. Komplikasi dan Penyulit pada Masa Nifas

1. Perdarahan Pervaginam

Perdarahan pervaginam yang melebihi 500ml setelah bersalin didefinisikan sebagai


perdarahan pasca persalinan, terdapat beberapa masalah mengenai definisi ini:

 Perkiraan kehilangan darah biasannya tidak sebanyak yang sebenarnya, kadang-


kadang hanya setengah dari biasanya. Darah tersebut bercampur dengan cairan amnion
atau dengan urine, darah juga tersebar pada spon, handuk dan kain di dalam ember dan
lantai.
 Volume darah yang hilang juga bervariasi akibatnya sesuai dengan kadar hemoglobin
ibu. Seorang ibu dengan kadar Hb normal akan dapat menyesuaikan diri terhadap
kehilangan darah yang akan berakibat fatal pada anemia. Seorang ibu yang sehat dan
tidak anemia pun dapat mengalami akibat fatal dari kehilangan darah.
 Perdarahan dapat terjadi dengan lambat untuk jangka waktu beberapa jam dan kondisi
ini dapat tidak dikenali sampai terjadi syok.

 Penyebab:
 Uterus atonik (terjadi karena misalnya: plasenta atau selaput ketuban tertahan).
 Trauma genetalia (meliputi penyebab spontan dan trauma akibat pelaksanaan atau
gangguan, misalnya kelahiran yang menggunakan peralatan termasuk sectio caesaria,
episiotomi).
 Koagulasi intravascular disetaminata.
 Inversi uterus.

Hemorargi post partum sekunder adalah mencakup semua kejadian PPH yang terjadi
antara 24 jam setelah kelahiran bayi dan 6 minggu masa post partum.
 Penatalaksanaan:

Hemorargi post partum primer dan Hemorargi post partum atonik.

 Pijat uterus agar berkontraksi dan keluarkan bekuan darah.


 Kaji kondisi pasien (denyut jantung, tekanan darah, warna kulit, kesadaran, kontraksi
uterus) dan perkirakan banyaknya darah yang sudah keluar. Jika pasien dalam kondisi
syok, pastikan jalan nafas dalam kondisi terbuka, palingkan wajah hilang.
 Berikan oksitosin (oksitosin untuk 10 iu IV dan ergometrin 0,5 IV. Berikan melalui
IM apabila tidak bisa melalui IV).
 Siapkan donor untuk tranfusi, ambil darah untuk cross cek, berikan NaCl 11/15 menit
apabila pasien mengalami syok), pada kasus syok yang parah gunakan plasma
ekspander.
 Kandung kemih selalu dalam kondisi kosong.
 Awasi agar uterus tetap berkontraksi dengan baik. Tambahkan 40 iu oksitosin dalam
1 liter cairan infus dengan tetesan 40 tetes/menit. Usahakan tetap menyusui bayinya.
 Jika perdarahan persisten dan uterus tetap relaks, lakukan kompresi bimanual.
 Jika perdarahan persisten dan uterus tetap berkontraksi dengan baik, pastikan laserasi
jalan lahir.
 Jika ada indikasi mungkin terjadi infeksi maka berikan antibiotik.
 Lakukan pencatatan yang akurat.

2. Infeksi Masa Nifas

Beberapa bakteri dapat menyebabkan infeksi setelah persalinan, Infeksi masa


nifasmasih merupakanpenyebab tertinggi AKI. Infeksi alat genital merupakan komplikasi
masa nifas. Infeksi yang meluas kesaluran urinary, payudara, dan pasca pembedahan
merupakan salah satu penyebab terjadinya AKI tinggi. Gejala umum infeksi berupa suhu
badan panas, malaise, denyut nadi cepat. Gejala lokal dapat berupa Uterus lembek,
kemerahan dan rasa nyeri pada payudara atau adanya disuria.

3. Sakit Kepala, Nyeri Epigastrik, Penglihatan Kabur

Gejala-gejala ini merupakan tanda-tanda terjadinya Eklampsia post partum, bila disertai
dengan tekanan darah yang tinggi.

4. Pembengkakan di Wajah atau Ekstrenitas.


5. Demam, Muntah, Rasa Sakit Waktu Berkemih
6. Payudara yang Berubah Menjadi Merah, Panas, dan Terasa Sakit.
7. Kehilangan Nafsu Makan Dalam Waktu Yang Lama
8. Rasa sakit,merah,lunak dan pembengkakan di kaki
9. Merasa sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya dan dirinya sendiri
D. Kelainan-Kelainan Dalam Masa Nifas
1. Kelainan pada rahim
 Sub involusi uteri

Involusi adalah keadaan uterus mengecil oleh kontraksi rahim dimana berat rahim
dari 1000 gram saat setelah bersalin, menjadi 40–60 gram 6 minggu kemudian. Pada
beberapa keadaan terjadinya proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana
mestinya, sehingga proses pengecilannya terlambat. Keadaan demikian disebut sub
involusi uteri. Penyebab terjadinya sub involusi uteri adalah terjadinya infeksi pada
endometrium, terdapat sisa plasenta dan selaputnya, terdapat bekuan darah atau mioma
uteri. Pada palpasi uterus teraba masih besar, fundus masih tinggi, lochea banyak,
dapat berbau dan terjadi perdarahan.

 Perdarahan masa nifas


Pengertian :
Perdarahan lebih dari 500 – 600 ml dalam masa 24 jam setelah anak lahir.
Pembagian :
Perdarahan postpartum primer (early postpartum hemorhage) yang terjadi pada 24 jam
pertama.
Perdarahan postpartum sekunder (late postpartum hemorrhage) yang terjadi setelah 24
jam.
Etiologi :

Penyebab perdarahan postpartum primer adalah atonia uteri, retensio plasenta, sisa
plasenta, laserasi jalan lahir dan inversio uteri. Sedangkan penyebab perdarahan
postpartum sekunder adalah sub involusi, retensi sisa plasenta, infeksi nifas.

Pencegahan :

Pencegahan perdarahan post partum dapat dilakukan dengan mengenali resiko


perdarahan post partum (uterus distensi, partus lama, partus dengan pacuan),
memberikan oksitoksin injeksi setelah bayi lahir, memastikan kontraksi uterus setelah
bayi lahir, memastikan plasenta lahir lengkap, menangani robekan jalan lahir.

 Flegmasia alba dolens

yaitu suatu tromboflebitis yang mengenai satu atau kedua vena vemoralis. Hal ini
disebabkan oleh adanya trombosis atau embolus yang disebabkan karena adanya
perubahan atau kerusakan pada intima pembuluh darah, perubahan pada susunan
darah, laju peredaran darah, atau karena pengaruh infeksi atau venaseksi.
 Nekrosis hipofisis lobus anterior post partum

Sindroma sheehan atau nekrosis lobus depan dari hipofisis karena syock akibat
perdarahan persalinan. Hipofisis ikut berinvolusi setelah persalinan karena syock
akibat perdarahan hebat pada hipofisis terjadilah nekrosis pada pars anterior. Mungkin
pula nekrosis ini terjadi karena pembekuan intravaskuler menyebabkan trombosis pada
sinusoid hipofisis. Gejala timbul agalaksia, amenore, dan insufisiensi hormon pars
anterior hipofisis.

 Endometritis

Uterus, tubavalopi, ovarium, pembuluh-pembuluh darah dan limfe, jaringan ikat


di sekitarnya dan peritoneum yang menutupi alat-alat tersebut iatas merupakan
kesatuan fungsional. Radang dapat menyebar dengan cepat dari kavum uteri ke
seluruh genetalia interna. Radang edometrium dinmakan endometritis, radang otot-otot
uterus, dinamakan miometritis atau metritis dan radang peritoneum disekitar uterus
dinamakan perimetritis.

 Bendungan ASI

Disebabkan oleh pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferi atau
oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada
putting susu. Keluhan mamae bengkak, keras, dan terasa panas sampai suhu badan
meningkat.

E. Tanda Bahaya Masa Nifas


 Infeksi Nifas

Setelah persalinan terjadi beberapa perubahan penting diantaranya makin


meningkatnya pembentukkan urin untuk mengurangi hemodilusi darah, terjadi penyerapan
beberapa bahan tertentu melalui pembuluh darah vena sehingga terjadi peningkatan suhu
badan sekitar 0,5 oC yang bukan merupakan keadaan patologis atau menyimpang pada
hari pertama. Perlukaan karena persalinan merupakan tempat masuknya kuman kedalam
tubuh, sehingga menimbulkan infeksi pada kala nifas. Infeksi kala nifas adalah infeksi
peradangan pada semua alat genitalia pada masa nifas oleh sebab apapun dengan
ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi 39 oC tanpa menghitung hari pertama dan
berturut-turut selama dua hari.
GIZI IBU NIFAS

A. Kebutuhan Dasar Ibu Nifas

Nutrisi dan Cairan

Nutrisi atau gizi adalah zat yang di perlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolismenya.
Kebutuhan gizi pada masa nifas terutama bila menyusui akan meningkat 25% karena berguna
proses kesembuhan karena sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup
untuk menyehatkan bayi. Semua itu akan meningkat tiga kali dari kebutuhan biasa makanan
yang di konsumsi berguna untuk melakukan aktivitas , metabolisme , cadangan dalam tubuh,
proses memproduksi ASI serta sebagai ASI itu sendiri yang akan di konsumsi bayi luntuk
pertumbuhan dan perkembangan.

Menunmakanan seimbang yang harus di konsumsi adalah porsi cukup dan teratur , tidak
terlalu asin, pedas atau ber lemak , tidak mengndung alkohol , nikotin serta bahan pengawet atau
pewarna. Di samping harus mengandung :

a. Sumber tenaga (energi )

Untuk pembakaran tubuh , pembentukan jaringan baru, penghematan pritein ( jika sumber tenaga
kurang, protein dapat di gunakan sebagai cadanagan untuk memenuhi kebutuhan energi). Zat gizi
sebagai sumber karbohidrat terdiri dari beras, sagu, jagung, tepung terigu, dan ubi. Sedangkan
zat lemak dapat di peroleh dari zat hewani ( lemak , mentega, keju) dan nabati ( kelapa sawit,
minyak sayur, minyak kelapa, dan margarin)

b. Sumber pembangun

Protein di perlukan untuk pertumbuhan dan penggantian sel – sel yang rusak atau mati. Protein
dari makanan harus di ubah menjadi asam amino sebelum di serap oleh sel mukosa usus dan di
bawa ke hati melalui pembulu darah vena portae. Sumber protein dapat di peroleh dari protein
hewani (ikan , udang, kerang, kepiting, daging ayam, hati, telur , susu, dan keju) dan protein
nabati ( kacang tananh, kacang merah , kacang hijau , kedelai , tahu dan tempe ). Sumber protein
terlengkap terdapat dalam susu telur dan keju ketiga makanan tersebut juga mengandung zat
kapur, zat besi dan vitamin B.

c. Sumber pengatur dan pelindung ( mineral vitamin dan air )


Unsur – unsur tersebut di gunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan pengatur
pelancaran metabolisme dalam tubuh. Ibu menyusui minum air sedikitnya 3 liter setiap hari ( di
ajnurkan ibu untuk minum setiap kali habis menyusui) . Sumber zat pengatur dan pelindung
biasa di peroleh dari semua jeni sayuran dan buah- buahan segar .

Cairan
Fungsi cairan sebagai pelarut zat gizi dalam proses metabolisme tubuh. Minumlah cairan cukup
untuk membuat tubuh ibu tidak dehidrasi. Asupan tablet tambah darah dan zat besi diberikan
seta= 40 hari post partum. Minum kapsul Vit A (200.000 unit)

Jenis – jenis Mineral Penting :

1. Zat kapur

Untuk pembentukan tulang , sumbernya : susu, keju, kacang – kacangan , sayuran bewarna hijau

2. Fosfor

Di butuhkan untuk pembentukan kerangka dan gigi anak , sumbernya: susu, keju, dan daging

3. Zat Besi

Tambahan zat besi sangat penting dalam masa menyusui karena di butuhkan untuk kenaikan
sirkulasi darah dan sel , serta menambah sel darah merah ( HB ) sehingga daya angkut oksigen
mencukupi kebutuhan . sumber zat besi antara lain : kuning telur , hati, daging, kerang , ikan,
kacang – kacangan dan sayuran hijau .

4. Yodium

Sangat penting untuk mencegah timbulnya kelemahan mental dan kekerdilan fisik yang serius.
Sumbernya : minyak ikan, ikan laut, dan garam /beryodium .

5. Kalsium

Ibu menyusui membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan gigi anak , sumbernya : susu dan keju.
Jenis – jenis vitamin antara lain :
1) Vitamin A
Digunakan untuk pertumbuhan sel, jaringan, gigi, dan tulang, perkembangan syaraf penglihatan,
meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Sumber : kuning telur, hati, mentega, sayuran
berwarna hijaudan buah berwarna kuning ( wortel, tomat, dan nangka). Selain itu ibu menyusui
juga mendapat tambahan berupa kapsul vitamin A (200.000 IU).
2) Vitamin B1 (Thiamin)
Di butuhkan agar kerja syaraf dan jantung normal, membantu metabolisme karbohidrat secara
tepat oleh tubuh, nafsu makan baik, membantu proses pencernaan makanan, meningkatkan
pertahanan tubuh terhadap infeksi dan mengurangi kelelahan. Sumbernya : hati, kuning telur,
susu, kacang-kacangan, tomat, jeruk, nanas, dan kentang bakar.
3) Vitamin B2 (Riboflavin)
Vitamin B2 dibutuhkan untuk pertumbahan, vitalitas, nafsu makan, pencernaan, system urat
syaraf, jaringan kulit, dan mata. Sumber : hati, kuning telur, susu, keju, kacang-kacangan, dan
sayuran berwarna hijau.
4) Vitamin B3 (Niacin)
Disebut juga Nitocine Acid, dibutuhkan dalam proses pencernaan, kesehatan kulit, jaringan
syaraf dan pertumbuhan. Sumber : susu, kuning telur, daging, kaldu daging, hati, daging ayam,
kacang-kacangan, beras merah, jamur, dan tomat.
5) Vitamin B6 (Pyridoksin)
Dibutuhkan untuk pembentukan sel drah merah serta kesehatan gigi dan gusi. Sumber : gandum,
jagung, hati, dan daging.
6) Vitamin B12 (Cyanocobalamin)
Dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan jaringan saraf. Sumber : telur,
daging, hati, keju, ikan laut, dan kerang laut.
7) Folic Acid
Vitamin ini dibutuhkan untuk pertumbuhan pembentukan sel darah merah dan produksi inti sel.
Sumber : hati, daging, ikan, jeroan, dan sayuran hijau.
8) Vitamin C
Untuk pembentukan jaringan ikat dan bahan semu jaringan ikat (untuk penyembuhan luka),
pertumbuhan tulang, gigi, dan gusi, daya tahan terhadap in feksi, serta memberikan kekuatan
pada pembuluh darah. Sumber : jeruk, tomat, melon, brokoli, jambu biji, manga, papaya, dan
sayuran.
9) Vitamin D
Dibutuhkan untuk pertumbuhan, pembentukan tulang dan gigi serta penyerapan kalsium, dan
fosfor. Sumbernya : antara lain : minyak ikan, susu, margarine, dan penyinaran kulit dengan
sinar matahari pagi (sebelum pukul 09.00).
10) Vitamin K
Dibutuhkan untuk mencegah perdarahan agar proses pembekuan darah normal. Sumber vitamin
K adalah kuning telur, hati, brokoli, asparagus dan bayam.
Kebutuhan energy ibu nifas atau menyusui pada enam bulan pertama kira-kira 700
kkal/hari dan enam bulan kedua 500 kkal/hari sedangkan ibu menyusui bayi yang berumur 2
tahun rata-rata sebesar 400 kkal/hari.
Penambahan makanan pada wanita dewasa, hamil, dan menyusui

Zat makanan Wanita dewasa tidak Wanita hamil 20 Wanita menyusui


hamil (BB 47 kg) minggu terakhir

Kalori 2000 kalori 3000 kalori 800 kalori

Protein 47 gram 20 gram 40 gram

Calcium 0,6 gram 0,6 gram 0,6 gram

Ferrum 12 mg 5 mg 5 mg

Vitamin A 4000 iu 1000 iu 2000 iu

Thamin 0,7 mg 0,2 mg 0,5 mg

Riboflavin 1,1 mg 0,2 mg 0,5 mg

Niacin 12,2 mg 2 mg 5 mg

Vitamin C 60 mg 30 mg 30 mg

Petunjuk untuk mengolah makanan sehat :


1. Pilihlah sayur-sayuran, buah-buahan, daging dan ikan yang segar.
2. Cuci tangan sanpai bersih sebelum dan sesudah mengolah makanan.
3. Cuci bahan makanan sampai bersih lalu potong-potong.
4. Masak sayuran sampai layu.
5. Olah makanan sampai matang.
6. Hindari pemakaian zat pewarna, pengawet (vetsin).
7. Jangan memakai minyak yang sudah berkali-kali di pakai.
8. Perhatikan kadaluwarsa dan komposisi zat gizi makanan. Jika di kemas dalam kaleng yang
telah penyok atau karatan.
9. Simpan peralatan dapur dalam keadaan bersih dan aman.
10. Jangan biarkan binatang berkeliaran di dapur.
TANDA-TANDA PERSALINAN

Melahirkan adalah sebuah proses keluarnya janin bayi dari rahim seorang ibu
hamil ke dunia luar. Tentunya persalinan ini adalah ujung dari proses kehamilan
pada ibu hamil dari awal proses pembuahan (bertemunya sel telur dengan sel
sperma) sampai dengan tiba masanya saat persalinan normal datang. Untuk itulah
para orang tua juga mengetahui akan pentingnya persiapan menjelang persalinan
sehingga ketika proses melahirkan berlangsung, segala hal yang terkait dengan
keperluan ibu hamil setelah melahirkan dan juga untuk keperluan alat-
alat perawatan bayi baru lahir juga sudah dipersiapkan dengan baik pula.

Hal-hal yang perlu dan penting untuk para ibu hamil terkait dengan proses
persalinan antara lain adalah sebagai berikut :

1. Kapan kehamilan ibu berakhir?


2. Bagaimana tanda ibu akan melahirkan?
3. Bagaimana tanda melahirkan?
4. Bagaimana ciri melahirkan?
5. Kapan harus ke rumah sakit bersalin? Kapan harus ke bidan?
Berikut cara mengenali tanda-tanda wanita akan melahirkan segera berlangsung
diantaranya yaitu :

 Sakit Pada Panggul atau Pinggul.

Hal ini karena adanya peningkatan pergerakan dan juga pergeseran janin
yang mulai menekan pada daerah tersebut. Rasa sakit ini juga harus bisa
dibedakan apakah sakit biasa atau karena akan melahirkan. Bila ibu hamil yang
pernah melahirkan akan bisa membedakannya, akan tetapi pada ibu hamil anak
pertama hal ini juga bisa cukup membingungkan untuk membedakannya.

 Keluarnya lendir yang bercampur darah.


Hal ini berarti juga merupakan ciri tanda segera melahirkan karena adanya
proses pembukaan. Dalam istilah kesehatan dan medisnya disebut dengan
bloody show. Pada waktu bersamaan dengan ini akan terjadi proses pelunakan,
pelebaran, serta penipisan mulut rahim.
 Adanya Kontraksi.
Kontraksi pada ibu hamil yang akan melahirkan berjalannya secara teratur dan
konsisten dan kontraksi akan bertambah banyak dalam 15 menit maka ini juga
tanda segera datangnya proses melahirkan. Kontraksi khas akan melahirkan ini
terasa makin sering, makin lama waktunya, dan makin kuat terasa, disertai
dengan mulas atau nyeri seperti halnya kram perut. Perut ibu hamil akan terasa
kencang.
Nyeri yang dirasakan terjadi pada bagian atas atau bagian tengah perut atas
atau puncak kehamilan (fundus), pinggang dan panggul serta perut bagian
bawah. Hal ini juga harus dibedakan dengan kontraksi palsu (his palsu) dalam
istilah medisnya dikenal dengan kontraksi Braxton Hicks. Ini pula yang beberapa
hari yang lalu membuat istri harus menginap di Rumah Sakit 1 hari karena
mengira ini adalah tanda kontraksi akan bersalin.

 Pecahnya Air Ketuban.


Ini juga dialami istri ketika menjalani proses kelahiran anak pertama. Ketika air
ketuban mulai pecah dan bocor maka hal ini kita kenali dengan tanda pecah
ketuban seperti merasakan semburan air atau hanya rembesan, namun peristiwa
pecahnya air ketuban tidak terasa, karena membran tidak memiliki syaraf. Pada
istri saya kejadiaannya hanya merembes saja sehingga waktu itu segera datang
ke Rumah Sakit Ini juga yang disebut dengan Pecah Ketuban Dini (KTD).
Cairan ketuban umumnya mempunyai warna yang bening, tidak berbau, dan
akan terus keluar sampai ibu akan melahirkan. Keluarnya cairan ketuban dari jalan
lahir ini bisa terjadi karena berbagai hal. Bisa karena mengalami trauma, infeksi,
atau bagian ketuban yang tipis (locus minoris) berlubang dan pecah. Bila pecah
ketuban berarti selaput ketuban sudah ada 'hubungan' dengan dunia luar dan hal
ini membuka potensi kuman untuk masuk. Karena itulah ibu hamil harus segera
mendapatkan penanganan dan dalam kurun waktu maksimal 24 jam diharapkan
bayi sudah bisa dilahirkan. Bersamaan pecahnya membran ini, ibu akan
mengalami kontraksi atau nyeri yang lebih intensif.
ANEMIA PADA IBU NIFAS

A. PENGERTIAN

Anemia pada wanita masa nifas (pasca persalinan) umum terjadi, sekitar 10% dan 22%
terjadi pada wanita post partum dari keluarga miskin (Departemen Gizi dan Kesehatan
Masyarakat, 2008). Pengaruh anemia pada masa nifas adalah terjadinya subvolusi uteri yang
dapat menimbulkan perdarahan post partum, memudahkan infeksi puerperium, pengeluaran
ASI berkurang dan mudah terjadi infeksi mamae (Prawirohardjo, 2005). Faktor - faktor yang
mempengaruhi anemia pada masa nifas adalah persalinan dengan perdarahan, ibu hamil
dengan anemia, nutrisi yang kurang, penyakit virus dan bakteri (Prawirohardjo, 2005).

Anemia pada wanita tidak hamil didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin yang
kurang dari 12 g/dl dan kurang dari 10 g/dl selama kehamilan atau masa nifas. Konsentrasi
hemoglobin lebih rendah pada pertengahan kehamilan, pada awal kehamilan dan kembali
menjelang aterm, kadar hemoglobin pada sebagian besar wanita sehat yang memiliki
cadangan besi adalah 11g/dl atau lebih. Atas alasan tersebut, Centers for disease control
mendefinisikan anemia sebagai kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dl pada trimester pertama
dan ketiga, dan kurang dari 10,5 g/dl pada trimester kedua (Suheimi, 2007).

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam
tubuh, sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk eritropoesis tidak cukup, yang ditandai dengan
gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer, kadar besi serum (Serum Iron = SI) dan
jenuh transferin menurun, kapasitas ikat besi total (Total Iron Binding Capacity/TIBC)
meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang serta ditempat yang lain sangat kurang
atau tidak ada sama sekali.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya anemia defisiensi besi, antara lain,
kurangnya asupan zat besi dan protein dari makanan, adanya gangguan absorbs, perdarahan
akut maupun kronis, dan meningkatnya kebutuhan zat besi seperti pada wanita hamil, masa
pertumbuhan, dan masa penyembuhan dari penyakit.

B. ETIOLOGI

Etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan, yaitu:

1. Hipervolemia, menyebabkan terjadinya pengenceran darah.


2. Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma.
3. Kurangnya zat besi dalam makanan.
4. Kebutuhan zat besi meningkat.
5. Gangguan pencernaan dan absorbsi.
C. TANDA DAN GEJALA
1. Tanda – tanda anemia
a. Memiliki rambut yang rapuh dan halus serta kuku tipis,rata, dan mudah patah
b. Lidah tampak pucat, licin dan mengkilat, berwarna merah daging, stomatitis angularis,
pecah-pecah disertai kemerahan dan nyeri sudut mulut

Ciri-ciri anemia defisiensi besi:

 Mikrositosis
 Hipokromasia
 Anemia ringan tidak selalu menimbulkan ciri khas bahkan banyak yang bersifat
normositer dan normokrom
 Kadar besi serum rendah
 Daya ikat besi serum meningkat
 Protoporfirin meningkat
 Tidak dtemukan hemosiderin dalam sumsum tulang.

2. Gejala-gejalanya:
 Malnutrisi
 Glositis berat(Lidah meradang, nyeri)
 Diare
 Kehilangan nafsu makan

D. PATOFISIOLOGI

Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sumsum tulang atau kehilangan


sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sumsum tulang dapat terjadi akibat
kekurangan nutrisi, makanan toksik, invasi tumor, atau akibat penyebab yang tidak diketahui.
Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis. Lisis sel darah merah terjadi
dalam sel fagositik atau dalam sistem retikulo endotelial, terutama dalam hati dan limpa.
Sebagai hasil sampingan dari proses tersebut, bilirubin yang terbentuk dalam fagosit akan
memasuki aliran darah. Apabila sel darah merah mengalami penghancuran dalam sirkulasi,
maka hemoglobin akan muneul dalam plasma. Apabila konsentrasi plasmanya melebihi
kapasitas hemoglobin plasma, hemoglobin akan berdifusi dalam glomerulus ginjal dan ke
dalam urine.

Pada dasarnya gejala anemia timbul karena dua hal berikut:

a. Anoksia organ target karena berkurangnya jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh darah
ke jaringan.
b. Mekanisme kompensasi tubuh terhadap anemia.
E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Secara umum prosedur diagnostik yang sering dilakukan bagi kliendengan Anemia yaitu:

1. Melakukan transfusi tukar


2. Dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin
3. Pemeriksaan laboratorium

F. PENATALAKSANAAN
1. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi cairan infus dan transfusi darah.
2. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi ringan setelah 2 jam postpartum seperti miring ke kiri
atau ke kanan dan setelah 6 jam post partum ibu diperbolehkan duduk untuk mencegah
tromboflebitis.

G. KOMPLIKASI
 Terjadi subinvolusi uteri yang menyebabkan perdarahan (atonia uteri)
 Infeksi puerperium
 Berkurangnya pengeluaran ASI
 Retensio Placenta
 Perlukaan sukar sembuh
 Mudah terjadi febris puerpuralis

H. DIAGNOSA

Pemeriksaan darah sederhana bisa menentukan adanya anemia. Persentase sel darah
merah dalam volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobin dalam suatu contoh
darah bisa ditentukan. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari hitung jenis darah
komplit.
PERAWATAN POST PARTUM

A. PEMANTAUAN INVOLUSI UTERI


1. Pengertian

Involusi atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke
kondisi sebelum hamil dengan berat sekitar 60 gram. Proses ini dimulai segera setelah
plasenta lahir akibat kontraksi otot-otot polos uterus. (Ambarwati dan Wulandari, 2008)

Menurut (Hincliff, 1999) Involusi uteri adalah pengecilan yang normal dari suatu
organ setelah organ tersebut memenuhi fungsinya, misalnya pengecilan uterus setelah
melahirkan.

2. Proses Involusi Uterus

Ischemi pada miometrium disebut juga lokal ischemia, yaitu kekurangan darah pada
uterus. Kekurangan darah ini bukan hanya karena kontraksi dan retraksi yang cukup lama
seperti tersebut diatas tetapi disebabkan oleh pengurangan aliran darah yang pergi ke
uterus di dalam masa hamil, karena uterus harus membesar menyesuaikan diri dengan
pertumbuhan janin. Untuk memenuhi kebutuhannya, darah banyak dialirkan ke uterus
dapat mengadakan hipertropi dan hiperplasi setelah bayi dilahirkan tidak diperlukan lagi,
maka pengaliran darah berkurang, kembali seperti biasa. Dan aliran darah dialirkan ke
buah dada sehingga peredaran darah ke buah dada menjadi lebih baik. Demikianlah
dengan adanya hal-hal diatas, uterus akan mengalami kekurangan darah sehingga
jaringan otot-otot uterus mengalami otropi kembali kepada ukuran semula.

3. Bekas Implantasi Uteri

Plasenta mengecil karena kontraksi dan menonjol. Otot-otot uterus berkontraksi


segera post partum. Pembuluh-pembuluh darah yang berada diantara anyaman-anyaman
otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan setelah plasenta lahir.
Bagian bekas plasenta merupakan suatu luka yang kasar dan menonjol ke dalam kavum
uteri segera setelah persalinan. Penonjolan tersebut dengan diameter 7,5 sering disangka
sebagai suatu bagian plasenta yang tertinggal, setelah 2 minggu diameternya menjadi 3,5
cm dan pada 6 minggu 2,4 cm dan akhirnya pulih.
4. Lokia

Adalah cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas.
Menurut Rustam Mochtar (1998) pengeluaran lochia dapat dibagi berdasarkan jumlah
dan warna sebagai berikut :

 Lokia rubra berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks
kaseosa. Lanugo dan mekoneum selama 2 hari pasca persalinan.
 Lokia sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, hari ke 3-7 pasca
persalinan.
 Lokia serosa berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, pada hari ke 7-14 pasca
persalinan.
 Lokia alba cairan putih, setelah 2 minggu
 Lokia purulenta terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk.
 Lokia astastis lokia tidak lancar keluarnya.

5. Teknik Pengukuran Involusi Uteri

Pengukuran involusi uteri dilakukan dengan cara palpasi, yaitu dengan


mengumpulkan uterus, setelah itu diraba dan diukur dengan jari seberapa jarak uterus
antara pusat sampai simpisis.

B. PERAWATAN VULVA MASA NIFAS


1. Pengertian

Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien wanita
yang sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri. Pasien yang harus istirahat di
tempat tidur (misalnya, karena hipertensi, pemberian infus, sectio caesarea) harus
dimandikan setiap hari dengan pencucian daerah perineum yang dilakukan dua kali sehari
dan pada waktu sesudah selesai membuang hajat. Meskipun ibu yang akan bersalin
biasanya masih muda dan sehat, daerah daerah yang tertekan tetap memerlukan perhatian
serta perawatan protektif.

Setelah ibu mampu mandi sendiri (idealnya, dua kali sehari), biasanya daerah
perineum dicuci sendiri dengan menggunakan air dalam botol atau wadah lain yang
disediakan khusus untuk keperluan tersebut. Penggantian tampon harus sering dilakukan,
sedikitnya sesudah pencucian perineum dan setiap kali sehabis ke belakang atau sehabis
menggunakan pispot. Payudara harus mendapatkan perhatian khusus pada saat mandi
yang bisa dilakukan dengan memakai spons atau shower dua kali sehari. Payudara
dibasuh dengan menggunakan alat pembasuh muka yang disediakan khusus untuk
keperluan ini. Kemudian masase payudara dilakukan dilakukan dengan perlahan – lahan
dan puting secara hati – hati ditarik keluar. Jangan menggunakan sabun untuk
membersihkan putting.

2. Tujuan
 Untuk mencegah infeksi
 Untuk penyembuhan luka jahitan perineum.
 Untuk kebersihan perineum, vulva juga memberikan rasa nyaman bagi klien.

3. Cara Ibu Nifas Melakukan Vulva Hygiene Sendiri.


Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan diri Ibu nifas
adalah sebagai berikut :
 Membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Langkah pertama ibu
membersihkan daerah sekitar vulva terlebih dahulu dari depan ke belakang, kemudian
membersihkan daerah anus. Dan sebaiknya ibu membersihkan daerah sekitar vulva
setiap kali selesai BAK atau BAB.
 Mengganti pembalut atau kain pembalut 2 kali sehari, kain dapat digunakan ulang
jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan di bawah matahari dan disetrika.
 Mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah
kelaminnya.
 Jika ibu mempunyai luka episotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk
menghindari menyentuh daerah tersebut (Saifuddin, 2002).

C. PERAWATAN LUKA PERINEUM


1. Pengertian

Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia (biologis, psikologis,


sosial dan spiritual) dalam rentang sakit sampai dengan sehat (Aziz, 2004). Perineum
adalah daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva dan anus (Danis,
2000). Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran placenta sampai dengan
kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil (Mochtar, 2002). Perawatan
perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang
dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran placenta sampai
dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil.
2. Tujuan Perawatan Perineum

Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton (2002), adalah mencegah terjadinya


infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan.

Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001), adalah pencegahan terjadinya infeksi
pada saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari setelah kelahiran anak atau aborsi.

3. Bentuk Luka Perineum


a. Rupture
b. Episotomi

Episiotomi, suatu tindakan yang disengaja pada perineum dan vagina yang sedang
dalam keadaan meregang. Tindakan ini dilakukan jika perineum diperkirakan akan
robek teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi perineum dengan anestasi
lokal, kecuali bila pasien sudah diberi anestasi epiderual. Insisi episiotomi dapat
dilakukan di garis tengah atau mediolateral. Insisi garis tengah mempunyai
keuntungan karena tidak banyak pembuluh darah besar dijumpai disini dan daerah ini

4. Dampak Dari Perawatan Luka Perinium

Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan hal berikut ini

a. Infeksi
b. Komplikasi
c. Kematian ibu post partum

5. Waktu Perawatan
a. Saat mandi
b. Setelah buang air kecil
c. Setelah buang air besar

D. PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU NIFAS ( BREAST CARE)


1. Pengertian perawatan payudara pada masa nifas

Perawatan payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada
masa nifas (masa menyusui) untuk memperlancarkan pengeluaran ASI
(prawirohardjo,2006).
Perawatan payudara adalah perawatan yang dilakukan pada payudara selama
kehamilan (terutama pada trimester 3) dan setelah persalinan dimulai sedini mungkin
yaitu 1-2 hari sesudah bayi dilahirkan. Dilakukan 2 x sehari (saleha, 2009).

2. Tujuan perawatan payudara

Perawatan Payudara pasca persalinan merupakan kelanjutan perawatan payudara semasa


hamil, yang mempunyai tujuan sebagai berikut :

 Untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi


 Untuk mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet
 Untuk menonjolkan puting susu
 Menjaga bentuk buah dada tetap bagus
 Untuk mencegah terjadinya penyumbatan
 Untuk memperbanyak produksi ASI
 Untuk mengetahui adanya kelainan

3. Cara perawatan payudara

Langkah-langkah pengurutan payudara :

a. Pengurutan pertama

Terdiri dari empat gerakan yang dilakukan pada kedua payudara selama lima menit.
Berikut tahap-tahap yang dilakukan pada pengurutan pertama:

 Licinkan kedua tangan dengan minyak


 Tempatkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara Lakukan pengurutan,
dimulai kearah atas, lalu telapak tangan kiri kearah sisi kiri dan telapak tangan
kanan ke arah sisi kanan
 Lakukan terus pengurutan ke bawah / ke samping. Selanjutnya, pengurutan
melintang. Telapak tangan mengurut ke depan, lalu kedua tangan dilepas dari
payudara
 Ulang gerakan 20-30 kali tiap satu payudara

Pengurutan kedua:

Sokong payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara
dengan sisi kelingking dari arah tepi ke arah puting susu. Lakukan gerakan ini sekitar
30 kali.
Pengurutan ketiga

Sokong payudara kiri dengan tangan kiri, kemudian dua atau tiga jari tangan kanan
membuat gerakan memutar sambil menekan mulai dari pangkal payudara dan berakhir
pada puting susu. Lakukan tahap yang sama pada payudara kanan. Lakukan dua kali
gerakan pada setiap payudara.

 Pengompresan
 Perawatan puting susu
4. Perawatan payudara dengan masalah
 Putting susu lecet
 Penyumbatan kelenjar payudara
 Pengerasan payudara
PERAWATAN BAYI BARU LAHIR

Sebelum bayi di bawa pulang ke rumah, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Perawatan Tali Pusat


Saat dilahirkan, bayi tidak lagi membutuhkan oksigen dari ibunya, karena ia sudah dapat
bernapas sendiri melalui hidung. Karena itulah, tali pusat tersebut harus dipotong meski tidak
semuanya.
Tali pusat yang melekat di perut bayi, akan disisakan beberapa cm. sisanya ini akan
dibiarkan hingga pelan-pelan menyusut dan mengering, lalu terlepas dengan sendirinya.
Cara membersihkannya bisa dilakukan sebagai berikut:
a. Cuci tangan
b. Gunakan kasa steril atau bersih
Bersihkan tali pusat secara perlahan dengan gerakan memutar menggunakan kasa yang
telah diberi air DTT (air yang telah direbus mendidih dan didinginkan). Lakukan hal
tersebut sampai benar-benar bersih.
c. Gunakan kasa kering untuk menutupi tali pusat.

2. Pemberian ASI
Inisiasi Menyusui Dini atau pemberian ASI sejak dini sangat dianjurkan untuk dilakukan
pada setiap ibu setelah melahirkan. Proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi
lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri untuk menyusu pada ibunya di 20 –
30 menit setelah ia lahir. Itupun jika ia tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun
anastesi yang diberikan ke ibu saat proses melahirkan pengalaman pertama bayi.
Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan bawaan
untuk melakukan proses latch-on (proses masuknya sebagian besar ke dalam mulut bayi
hingga ia dapat “mengunci” dan menyusu dengan baik dan menyusu dengan baik.
Riset menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang diletakkan di perut ibu sesaat setelah ia
lahir, akan mampu mencari payudara ibu dan menyusu dengan baik dalam kurun waktu
kurang dari 50 menit. Rooming-In (Rawat Gabung) Perawatan bayi dan ibu bayi dapat terus
bersama selama 24 jam dinamakan rawat gabung. Sejak dini harus dilakukan rawat gabung
dengan baik. Rawat gabung harus dilakukan perawatan ibu dan bayi sejak hari pertama di
rumah sakit harus dilakukan dalam satu tempat tidur atau satu ruangan. Jika tidak ada
masalah medis, tidak ada alasan untuk memisahkan ibu dari bayinya, meskipun sesaat.
Bahkan makin seringnya ibu melakukan kontak fisik langsung dengan bayi akan membantu
menstimulasi hormon prolaktin dalam memproduksi ASI.
 Refleks laktasi
Dimasa laktasi terdapat dua mekanisme reflek pada ibu yaitu reflek proklatin dan reflek
oksitosin yang berperan dalam produksi ASI dan involusi uterus.
Pada bayi terdapat 3 jenis reflex yaitu:
a. Refleks mencari punting susu (rooting reflex)
Bayi akan menoleh ke arah dimana terjadi sentuhan pada pipinya. Bayi akan
membuka mulutnya apabila bibirnya disentuh dan berusaha untuk meghisap benda
yang disentuhkan tersebut.
b. Refleks menghisap (suckling reflex)
Rangsangan putting susu pada langit-langit bayi menimbulkan reflex menghisap.
c. Refleks menelan (swallowing reflex)
 Memulai Pemberian ASI
Prinsip pemberian ASI adalah sedini mungkin dan ekslusif. Bayi baru lahir harus
mendapat ASI dalam waktu satu jam setelah lahir. Anjurkan ibu untuk memeluk bayinya
dan mencoba segera menyusukan bayi setelah tali pusat diklem dan dipotong. Beritahu
ibu bahwa penolong akan selalu membantu ibu untuk menyusukan bayi setelah plasenta
lahir dan memastikan ibu dalam kondisi baik (termasuk menjahit laserasi). Keluarga
dapat membantu ibu untuk memulai pemberian ASI lebih awal.
 Posisi Menyusui
Posisi bayi saat menyusui sangat menentukan keberhasilan pemberian ASI dan
mencegah lecet putting susu (Enkin, et al, 2000). Pastikan ibu memeluk bayinya dengan
benar. Berika bantuan dan dukungan jika ibu memerlukannya, terutama jika ibu pertama
kali menyusui atau ibu berusia sangat muda. Ibu berpengalaman sekalipun tetap
memerlukan bantuan untuk mulai menyusukan bayi barunya.
Posisi menyusui yang baik hendaknya ibu melakukan beberapa hal antara lain :
1) Lengan ibu menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi (kepala dan tubuh berada
pada satu garis lurus), muka bayi menghadap ke payudara ibu, hidung bayi di depan
putting susu ibu. Posisi bayi harus sedemikian rupa sehingga perut bayi menghadap
ke perut ibu.
2) Ibu mendekatkan bayinya ketubuhnya (muka bayi ke payudara ibu) dan mengamati
bayi siap menyusu, bergerak mencari, dan menoleh.
3) Ibu menyentuhkan putting susunya ke bibir bayi, menunggu hingga mulut bayi
terbuka lebar kemudian mengarahkan mulut bayi ke putting susu ibu sehingga bibir
bayi dapat menangkap putting susu tersebut.
4) Tanda-tanda posisi bayi menyusu dengan baik: dagu menyentuh payudara ibu, mulut
terbuka lebar, hidung bayi mendekati dan kadang-kadang menyentuh payudara ibu,
mulut bayi mencakup sebanyak mungkin aareola (tidak hanya putting susu saja),
lingkar areola atas terlihat lebih banyak disbanding lingkaar areola bawah, lidah bayi
menopang putting dan areola bagian bawah, bibir bayi melengkung keluar, bayi
menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang-kadang disertai dengan
berhenti sesaat.
5) Posisi menyusui yang diuraikan diatas adalah posisi dimana ibu telah memiliki
kemampuan unutk duduk dan melakukan mobilisasi secukupnya. Masih ada beberapa
posisi alternative yang disesuaikan dengan kemampuan ibu.

 Jaga Kehangatan Bayi


Bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya dan membutuhkan pengaturan
diluar untuk membuat bayi tetap hangat. Menjaga kehangatan bayi baru lahir merupakan
suatu hal yang sangat penting, dengan cara membungkus atau membedung bayi rapat-
rapat dan kepalanya ditutup agar membantunya merasa aman dan hangat. Hal ini
membuat bayi tidur lebih nyenyak dan lama jika mereka dibungkus. Bayi yang
mengalami kehilangan panas (hipotermia) berisiko tinggi untuk jatuh sakit atau
meninggal. Jika bayi dalam keadaan basah atau tidak diselimuti, mungkin akan
mengalami hipotermia, meskipun berada dalam ruangan hangat.
 Tujuan Menjaga Kehangatan :
a. Untuk mengurangi kehilangan panas tubuh
b. Membuat bayi merasa aman dan hangat
c. Membuat bayi tidur lebih nyenyak (Mueser, 2007)
 Cara Membungkus Bayi :
Cara membungkus bayi dengan aman dalam selimut persegi. Pertama-tama, lipat
salah satu ujung selimut hingga ke tengah, letakkan kepala bayi ke tengah dari selimut
yang dilipat, bungkus kepala bayi terlebih dahulu lalu lipat ujung yang bersebrangan
dengan yang dilipat sebelumnya ke kaki bayi. Kemudian tutupkan dua ujung lain ke
tubuh bayi satu per satu.
Kehilangan panas tubuh pada bayi baru lahir dapat terjadi melalui mekanisme berikut
a. Evaporasi adalah cara kehilangan panas yang utama pada tubuh bayi. Kehilangan
panas terjadi karena menguapnya cairan ketuban pada permukaan tubuh setelah bayi
lahir karena tubuh bayi tidak segera dikeringkan. Hal yang sama dapat terjadi
setelah bayi dimandikan
b. Konduksi adalah kehilangan panas melalui kontak langsung antara tubuh bayi
dengan permukaan yang dingin. Bayi yang diletakkan di atas meja, tempat tidur atau
bagian yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas tubuh akibat proses
konduksi.
c. Konveksi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapar dengan udara
sekitar yang lebih dingin. Bayi yang dilahirkan atau ditempatkan dalam ruang yang
dingin akan cepat mengalami kehilangan panas. Kehilangan panas juga dapat terjadi
jika ada tiupan angin, aliran udara atau penyejuk ruangan
d. Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi ditempatkan dekat benda
yang mempunyai temperatur tubuh lebih rendah dari temperatur tubuh bayi. Bayi
akan mengalami kehilangan panas melalui cara ini meskipun benda yang lebih
dingin tersebut tidak bersentuhan langsung dengan tubuh bayi.(Depkes RI, 2004,
Asuhan Persalinan Normal)

 Mencegah Kehilangan Panas


Kehilangan panas tubuh bayi dihindarkan melalui upaya-upaya berikut ini :
a. Keringkan bayi secara seksama
b. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih, kering dan hangat
c. Tutupi kepala bayi
d. Anjurkan ibu untuk memeluk dan memberikan ASI.
e. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir
f. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. (Depkes,RI. 2004)

 Tempatkan Bayi di Lingkungan Yang Hangat


Idealnya bayi ditempatkan ditempat tidur yang sama dengan ibunya.
Menempatkan bayi bersama ibunya adalah cara yang paling mudah untuk menjaga bayi
agar tetap hangat, mendorong ibu segera menyusukan bayinya dan mencegah paparan
infeksi pada bayi.

 Tanda – Tanda Bahaya


a. Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum. Ini tanda bayi terkena
infeksi berat.
b. Bayi kejang. Kejang pada bayi baru lahir kadang sulit dibedakan dengan gerakan
normal. Jika melihat gejala-gerakan yang tidak biasa dan terjadi secara berulang-ulang
(menguap, mengunyah, mengisap, mata berkedip-kedip, mata mendelik, bola mata
berputar-putar, kaki seperti mengayuh sepeda) yang tidak berhenti jika bayi disentuh
atau dielus-elus, kemungkinan bayi kejang
c. Bayi lemah, bergerak hanya jika dipegang
d. Sesak napas (60 kali permenit atau lebih) atau nafas 30 kali per menit atau kurang.
e. Bayi merintih
f. Pusar kemerahan sampai dinding perut. Jika kemerahan sudah sampai ke dinding
perut, tandanya sudah infeksi berat
g. Demam (suhu tubuh bayi lebih dari 37,5º C) atau tubuh teraba dingin (suhu tubuh bayi
kurang dari 36,5º C).
h. Mata bernanah banyak
i. Bayi diare, mata cekung, tidak sadar, jika kulit perut dicubit akan kembali lambat. Ini
tandanya bayi kekurangan cairan yang berat, bisa menyebabkan kematian.
j. Kulit bayi terlihat kuning. Kuning pada bayi berbahaya jika muncul pada :
Bila menemukan salah satu dari tanda - tanda bahaya tersebut di atas, ajarkan ibu untuk
melakukan : berikan pertolongan pertama sesuai kemampuan ibu dan sesuai kebutuhan
sampai bayi memperoleh perawatan medis lanjutan, bawa bayi ke RS atau klinik
terdekat untuk perawatan tindakan segera.

 Imunisasi
Setelah lahir, tubuh bayi belum punya daya tahan yang cukup untuk menangkal
berbagai penyakit, selain antibodi bawaan yang diberikan ibu sejak dalam kandungan.
Dengan imunisasi, tubuh bayi disiapkan mengenali beberapa penyakit tertentu yang
mungkin mengancamnya.
Imunisasi adalah suatu cara memproduksi imunitas aktif buatan untuk melindungi diri
melawan penyakit tetentu dengan memasukkan suatu zat ke dalam tubuh melalui
penyntikan atau secara oral.

 Perawatan Harian atau Rutin


1) Pencegahan infeksi dan kecelakaan
a. Infeksi
Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan
atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun
beberapa saat setelah lahir.
Infeksi yang terjadi pada bayi baru lahir ada dua yaitu: early infection (infeksi
dini) dan late infection (infeksi lambat). Disebut infeksi dini karena infeksi
diperoleh dari si ibu saat masih dalam kandungan sementara infeksi lambat adalah
infeksi yang diperoleh dari lingkungan luar, bisa lewat udara atau tertular dari
orang lain. Beragam infeksi bisa terjadi pada bayi baru lahir seperti herpes,
toksoplasma, rubella, hepatitis, infeksi saluran kemih, infeksi telinga, infeksi
kulit, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), HIV/AIDS, dll.
b. Kecelakaan
Sebagian upaya pencegahan kecelakaan di rumah sering dirasa mengada-
ada oleh para orang tua. Namun sesungguhnya, jumlah kecelakaan pada bayi
sudah cukup tinggi.
2) Perawatan
a) Ajarkan orang tua cara merawat bayi mereka dan perawatan harian untuk bayi
bayi baru lahir.
b) Beri ASI sesuai dengan kebutuhan setiap 2-3 jam (paling sedikit setiap 4 jam)
atau kapanpun bayi mau ( on demand)
c) Pertahankan agar bayi selalu dengan ibu
d) Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering, dengan mengganti popok
dan selimut sesuai dengan keperluan. Pastikan bayi tidak terlalu panas atau
terlalu dingin (dapat menyebabkan dehidrasi, ingat bahwa pengaturan suhu bayi
masih dalam perkembangan). Apa saja yang dimasukkan ke dalam mulut bayi
harus selalu bersih
e) Jaga tali pusat dalam keadaan bersih dan kering
f) Peganglah, sayangi dan nikmati kehidupan bersama bayi
g) Awasi masalah dan kesulitan pada bayi dan minta bantuan jika perlu
h) Jaga keamanan bayi terhadap trauma dan penyakit/infeksi
i) Ukur suhu tubuh bayi, jika bayi tampak sakit atau menyusu kurang
PERAWATAN PAYUDARA

A. ANATOMI PAYUDARA

Dalam istilah medik, payudara disebut glandulla mammae yang berasal dari bahasa latin
yaitu mammae. Payudara berkembang sejak usia 6 minggu kehamilan dan cepat emmbesar
karena pengaruh kadar hormon yang tinggi, yaitu estrogen dan progesteron. Estrogen
meningkatkan pertumbuhan duktus-duktus dan saluran penampung. Progesteron merangsang
pertumbuhan tunas-tunas alveoli. Hormon-hormon lain seperti prolaktin, growth hormone,
adenokortikosteroid dan tiroid juga diperlukan dalam kelenjar susu.

Payudara tersusun dari jaringan kelenjar, jaringan ikat dan jaringan lemak. Bila dilihat dari
luar, payudara terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu :

Korpus (badan), yaitu bagian yang besar

Areola, yaitu bagian tengah yang berwarna kehitaman

Papilla atau nipple atau puting susu, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara

Struktur payudara terdiri dari tiga bagian, yaitu kulit, sub kutan (jaringan dibawah kulit)
dan corpus mammae. Corpus mammae terdiri dari parenkim dan stroma. Parenkim
merupakan suatu struktur yang terdiri dari : duktus lactiferus (duktus), duktulus (duktuli),
lobus dan alveolus.

Puting susu dan areola adalah gudang susu yang mempunyai pengaruh terhadap
keberhasilan menyusui. Pada puting susu dan areola terdapat ujung-ujung syaraf peraba yang
penting pada proses refleks saat menyusui. Puting susu mengandung otot polos yang dapat
berkontraksi sewaktu ada rangsangan menyusui. Dengan akupan bibir bayi yang menyeluruh

B. PERAWATAN PAYUDARA
 Pengertian
Perawatan payudara adalah upaya untuk menjaga kebersihan payudara dan langkah
pemeliharaan payudara untuk menghindari terjadinya masalah-masalah yang
menghalangi atau menghambat kelancaran proses laktasi.Pada masa menyusui, payudara
harus dirawat agar tidak timbul masalah pada masa menyusui.
 Tujuan perawatan payudara adalah :

• Menjaga kebersihan payudara


 Mencegah terjadinya masalah pada payudara
 Menghindari terjadinya infeksi
 Untuk mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet
 Untuk menonjolkan puting susu
 Menjaga bentuk buah dada tetap bagus
 Untuk mencegah terjadinya penyumbatan
 Untuk memperbanyak produksi ASI
 Untuk mengetahui adanya kelainan

C. Beberapa tips perawatan payudara selama kehamilan:

Bila BH anda sudah mulai terasa sempit, sebaiknya mengantinya dengan bh yang pas dan
sesuai dengan ukuran anda untuk memberikan kenyamanan dan juga support yang baik untuk
payudara anda.

Bila anda berencana untuk menyusui anda dapat memulai menggunakan bh untuk
menyusui pada akhir kehamilan anda. Pilihlah bh yang ukurannya sesuai dengan payudara
anda, memakai bh yang mempunyai ukuran yang tidak sesuai dengan ukuran ayudara dapat
menyebabkan infeksi seperti mastitis ( suatu infeksi pada kelenjar susu di payudara).

Persiapkan putting susu anda. Dengan lembut putar putting antara telunjuk dan ibu jari
anda sekitar 10 detik sewaktu anda mandi. Jika anda mendapatkan kesulitan atau puting susu
anda rata atau masuk kedalam, konsultasikan ke dokter anda, sehingga hal ini dapat diatasi
dini untuk mencegah kesulitan nantinya.

Pada tahap akhir bulan kehamilan, cobalah untuk memijat lembut payudara didaerah
yang berwarna gelap (aerola) dan puting susu, anda mungkin akan mengeluarkan beberapa
tetes kolustrum (cairan kental bewarna kekuningan dari putting). Untuk membantu membuka
saluran susu.

Bersihkan payudara dan puting, jangan mengunakan sabun didaerah putting dapat
menyebabkan daerah tersebut kering. Gunakan air saja lalu keringkan dengan handuk.

D. Perawatan Payudara Normal


Pelaksanaan perawatan payudara pasca persalinan dimulai sedini mungkin yaitu 1 – 2 hari
sesudah bayi dilahirkan. Hal itu dilakukan 2 kali sehari. Pelaksanaan Perawatan Payudara
Persiapan Alat :
 Baby oil secukupnya.
 Kapas secukupnya
 Waslap 2 buah
 Handuk bersih 2 buah
 Bengkok
 2 baskom berisi air (hangat dan dingin)
Persiapan :
 Siapkan alat dan bahan
 Lakukan informed consent pada pasien
 Cuci tangan
 Berdiri dibelakang ibu

Pelaksanaan :
 Siapkan alat dan bahan Letakkan alat dan bahan secara ekonomis
 Lakukan informed consent
Jelaskan tindakan yang akan dilakukan sampai klien mengerti dan menyetujui
tindakan yang akan kita lakukan
 Cuci tangan Biasakan mencuci tangan sebelum tindakan dibawah air mengalir dengan
menerapkan 7 prinsip mencuci tangan
 Tempelkan kapas yang sudah diberi minyak kelapa selama ± 5 menit, kemudian
puting susu dibersihkan
 Licinkan ke-2 tangan dengan minyak
 Tempatkan ke-2 telapak tangan diantara ke-2 payudara
 Lakukan pengurutan, dimulai kearah atas, kesamping lalu kebawah. Dalam
pengurutan posisi tangan kanan kearah sisi kanan dan tangan kiri kearah sisi kiri
 Teruskan pengurutan kebawah, kesamping, melintang, lalu kedepan.Setelah
pengurutan kedepan dilepaskan dari payudara, ulangi gerakan 20-30 kali untuk tiap
payudara
 Sokong payudara dan urut dengan jari tangan.
Sokong payudara kiri dengan tangan kiri lalu 3 jari tangan kanan memutar sambil
menekan mulai dari pangkal payudara sampai pada putting susu. Lakukan tahap yang
sama pada payudara kanan, lakukan 2 kali gerakan pada tiap payudara
 Sokong payudara dan urut sisi kelingking.
Sokong payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain mengurut payudara
dengan sisi kelingking dari arah tepi kearah putting susu. Lakukan tahap yang sama
pada kedua payudara. Lakukan gerakan ini sekitar 30 kali.
 Bersihkan payudara dengan waslap
Membersihkan payudara dari bekas minyak dengan menggunakan waslap basah dan
hangat.
 Lap payudara ibu dengan handuk kecil dan gunakan handuk kering untuk mengelap
 Mencuci tangan
Biasakan mencuci tangan setelah tindakan dengan menggunakan 7 prinsip mencuci
tangan.