Anda di halaman 1dari 5

Contoh Teks Berita Tentang Banjir

Sungai Ciliwung Meluap,

2 Desa Terendam Banjir Setinggi 3 Meter Terjadi banjir bandang disekitar sungai
ciliwung, banjir tersebut diduga karena hujan yang turun sangat deras dari jam 19.00 WIB
hingga pagi jam 09.00 WIB. 2 Desa terendam dan banyak keluarga yang mengungsi di
kampung sebelah. Sekitar 137 kepala keluarga kehilangan tempat tinggalnya karena banjir.
Pemerintah segera memberikan bantuan berupa tempat pengungsian air bersih, makanan,
minuman, obat-obatan dan pakaian. Sebelumnya juga pernah terjadi banjir di desa ini
sekitar dua tahun yang lalu, tetapi banjir tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun
kemarin. Salah satu penyebabnya juga diduga karena kebiasaan masyarakat sekitar yang
membuang sampah sembarangan di sungai ciliwung sehingga terjadi banjir ketika musim
hujan datang.
Read more : https://www.pintarsekolah.com/2017/07/contoh-teks-berita.html

Contoh Artikel Berita

Renovasi Laboratorium Parangtritis

Pasca gempa Yogyakarta, Laboratorium Geospasial dan Ekosistem Pesisir Parangtritis kini mulai
direnovasi. Gempa berkekuatan 5,8 skala richter pada 27 Mei 2006 itu menyebabkan banyak
tembok, terutama di Kabupaten Bantul, rusak hingga roboh. Namun, tidak demikian dengan
gedung di laboratorium milik Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal)
yang hanya retak-retak. Dijelaskan Ari Dartoyo, dari Pusat Survei Sumber Daya Alam Laut
Bakosurtanal, di Jakarta, Rabu (18/4), dengan dana sekitar Rp 800 juta, renovasi dilakukan pada
gedung utama yang berbentuk kerucut, bangunan laboratorium, dan ruang pameran.

Fasilitas yang dibangun tahun 2005 ini berfungsi sebagai museum dan ajang pameran yang
berkaitan dengan kelautan dan pesisir. Di lokasi itu juga terdapat laboratorium penelitian
ekosistem pesisir dan geospasial yang digunakan tidak hanya oleh peneliti Bakosurtanal, tetapi
juga mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Di Parangtritis, munculnya gumuk pasir yang berasal
dari Gunung Merapi merupakan fenomena langka yang menjadi objek penelitian yang menarik.
Wabah DBD Terus Diantisipasi
Ribuan Rumah Jadi Target Jumantik

Ribuan rumah warga di 14 kelurahan yang ada di Kecamatan Sukoharjo menjadi target tim juru
pemantau jentik (jumantik) Kecamatan Sukoharjo dalam mengintesifkan pemantauan
perkembangan jentik-jentik nyamuk di wilayah itu.

Demikian dikemukakan Camat Sukoharjo, Winarno, ketika ditemui Espos di sela-sela kegiatan
pemantauan jentik nyamuk di Kelurahan Dukuh. Camat mengemukakan pelaksanaan kegiatan
jumantik digerakkan oleh Tim Penggerak (TP) PKK tingkat kecamatan dan kelurahan serta
sejumlah petugas puskesmas di kecamatan setempat. Langkah itu salah satu cara untuk
mengantisipasi serangan penyakit demam berdarah. Pemantauan tersebut dilakukan di rumah
warga dengan mengamati secara langsung jentik-jentik nyamuk di beberapa tempat yang
berpotensi menampung air, misalnya bak mandi, sumur, termasuk tempat-tempat tertentu yang
mungkin tidak terpikirkan oleh warga bisa menjadi tempat strategis berkembangnya nyamuk
tersebut. Camat juga menuturkan, sebagai tindak lanjut dari pengamatan jentik nyamuk, petugas
memberikan abate secara gratis kepada warga agar digunakan di tempat yang sulit dijangkau pada
saat pengurasan atau pembersihan. Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Sukoharjo, Ny
Winarno, menambahkan seusai pemantauan, petugas akan melakukan peninjauan ulang terhadap
rumah warga yang telah dipantau setiap sekali dalam dua atau tiga hari. Sebagaimana diberitakan,
desa endemis DBD di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 37 desa.

Festival Musik
Solo Merayakan Keragaman Etnis

Bagaimanakah tradisi menghadapi modernitas global? Pertanyaan itu terjawab secara konkret
dalam festival musik etnis di Benteng Vasternburg, Solo, Jawa Tengah. Perhelatan yang
berlangsung 1-5 September itu resminya bernama Solo International Ethnic Music Festival and
Conference (SIEM). Benteng Vastenburg, yang letaknya tak jauh dari Keraton Surakarta
Hadiningrat, pekan lalu benar-benar menjadi arena pesta rakyat. Sekitar 8.000 warga selama lima
malam berturutturut tumplek blek memadati arena benteng yang dibangun pada era 1700-an itu.
Mereka menikmati gurihya sega (nasi) liwet dan hangatnya wedang jahe yang dijajakan di luar
benteng.Semalam tampil grup dari Bengali, disusul sejumlah nomor dari Grand Gamelan Event
dari ISI Surakarta dan bintang tamu Waldjinah. Minggu pagi ini kegiatan akan dimulai pukul 06.00
dengan sejumlah workshop dan pertunjukan hingga pukul 23.00.Sebelumnya, para peserta SIEM
menggelar kirab budaya di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo, pukul 15.00-17.00. Para peserta
SIEM dari delapan negara dan 10 daerah di tanah air diarak dengan sejumlah gerobak sapi. Mereka
mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Solo yang memadati Jalan Slamet Riyadi sejak
pukul 13.00.Saat diarak dengan gerobak sapi, peserta dari luar negeri, seperti Belanda, Yunani,
Australia, Filipina, dan dalam negeri disambut hangat oleh penonton di sepanjang jalan Slamet
Riyadi.

Pasien Flu Burung Dijauhi Warga

Keluarga pasien flu burung mengeluhkan perlakuan yang mereka terima dari lingkungan sekitar
tempat mereka tinggal. Meski dokter menyatakan mereka negatif flu burung, warga sekitar tetap
enggan berdekatan atau mengajak bicara. Salah satu korban perlakuan tersebut adalah keluarga
almarhum Ny. Riah. Pekan lalu, Ny. Riah meninggal akibat flu burung. Saat ini, Arif, anak Ny.
Riah, masih dirawat karena positif flu burung. ”Sedih sekali. Waktu tahlilan meninggalnya kakak
saya, yang datang cuma empat orang. Yang lain takut ketularan, katanya,” ujar Supriyanto, adik
Ny. Riah, Kamis (18/1). Supriyanto juga mengatakan, sekarang tetangga enggan lewat di depan
rumah keluarga itu. Ia juga mengkhawatirkan kondisi Yusuf, suami Ny. Riah, yang sudah
diperbolehkan pulang. ”Mereka tidak berpikir, bagaimana rasanya istri meninggal dan anak sedang
sakit,” jelasnya. Ia hanya dapat berharap dinas kesehatanlebih sering menjelaskan pada masyarakat
bahwa pasien yang sudah negatif flu burung tidak berbahaya untuk didekati.

Kondisi yang sama juga dituturkan Ahmad, ayah dari Nurjamal (11), yang bersama keempat
saudaranya pernah dirawat di RS Persahabatan karena diduga tertular flu burung. ”Sekarang,
mereka selalu tutup hidung setiap lewat di depan rumah,” ujarnya. Lebih jauh, ia juga menuturkan
bahwa Nurjamal sering mengeluh dijauhi teman-teman sekolahnya. ”Saya jadi mikir bagaimana
nanti dengan Karmila,” katanya membicarakan kakak Nurjamal yang saat ini masih dirawat
dengan status suspect flu burung itu.
Imunisasi Paling Efektif Cegah Penyakit Japanese Enchepalistis
Maret 6, 2018 05:09

Jakarta, Aktual.com – Kementerian Kesehatan menyatakan imunisasi masih menjadi


cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit Japanese Enchepalitis (JE) atau radang otak
karena belum ada obat khusus untuk penyembuhannya. Berdasarkan siaran pers di laman
Kementerian Kesehatan yang dikutip di Jakarta, Senin (5/3), pencegahan paling efektif pada
penyakit JE ialah imunisasi dan menghindari gigitan nyamuk culex sebagai penyebar virus.
Kabupaten Tabanan Bali menjadi wilayah pencanangan imunisasi JE untuk mencegah penyakit
radang otak yang bisa menyebabkan kematian tersebut.
Manusia dapat tertular dan terinfeksi virus JE dikarenakan penyebaran oleh nyamuk culex
yang juga menggigit hewan. Namun nyamuk culex yang mengigit manusia yang sudah terinfeksi
JE tidak bisa menularkan kepada manusia lain. Hewan yang menjadi sumber ialah babi, kuda, dan
beberapa jenis burung. Nyamuk culex biasa ditemukan di daerah persawahan, kolam, genangan,
dan daerah yang biasa tergenang air.
Tanda klinis dari JE tidak dapat dibedakan dengan penyebab lain dari penyakit Sindrom
Ensepalitis Akut (AES), sehingga pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengonfirmasi
penyakit JE. Kasus JE adalah kasus AES yang telah dikonfirmasi positif dengan pemeriksaan
laboratorium positif.
Laporan dari Kementerian Kesehatan tahun 2016 menunjukkan di 11 provinsi terdapat 326
kasus AES dengan 43 kasus atau 13 persennya di antaranya positif JE. Sebanyak 85 persen kasus
JE di Indonesia terdapat pada kelompok usia di bawah 15 tahun dan 15 persen pada kelompok usia
di atas 15 tahun. Kasus JE terbanyak terdapat di Provinsi Bali.
Imunisasi JE dikampanyekan dan dicanangkan di Kabupaten Tabanan pada awal Maret
dan akan menyeluruh ke semua kabupaten di Provinsi Bali hingga April 2018.Imunisasi JE
diberikan pada seluruh anak usia sembilan bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Untuk
selanjutnya, imunisasi JE akan masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin di Bali dan diberikan pada
anak usia 10 bulan.
Pelayanan imunisasi dilakukan di pos pelayanan imunisasi yang telah ditentukan antara
lain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, SD sederajat dan SMP sederajat
serta Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, rumah sakit dan fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya.

Ant.

(Zaenal Arifin)