Anda di halaman 1dari 9

Nama : Budi Suhendra

Nomor Peserta : 18076018010161


Prodi PPG : [180] Matematika

TUGAS AKHIR M3: Teori Belajar dan Pembelajaran


Cobalah buat suatu makalah singkat berisi 5-8 halaman yang dapat memberikan penjelasan tentang
pengorganisasian informasi/pengetahuan dalam ingatan manusia! Bila perlu, lengkapi dengan contoh!
A. PENDAHULUAN
Memori atau ingatan adalah retensi informasi dari waktu ke waktu yang melibatkan encoding,
penyimpanan dan pengambilan kembali. Para psikolog pendidikan mempelajari bagaimana informasi
diletakan atau disimpan dalam memori, bagaimana ia dipertahankan atau disimpan setelah
disandikan (encoded), dan bagaimana ia ditemukan atau diungkapkan kembali untuk tujuan tertentu
dikemudian hari. Memori membuat diri kita terasa berkesinambungan. Tanpa adanya memori, kita
tidak mampu menghubungkan apa yang terjadi kemarin dengan apa yang sedang kita alami
sekarang.
Otak merupakan perangkat yang paling komleks di dunia. Trilyunan sel otak memiliki fungsi
spesifik tetapi saling berhubungan. Mengendalikan seluruh aspek fisik dan psikis manusia. Baik
secara sadar maupun tak sadar. Kapasitas penyimpanan memori di dalam otak jauh melebihi
kapasitas hardisk computer terbesar sekalipun. Otak memiliki kemampuan menangani algoritma rumit
secara bersamaan dalam jumlah tak terbatas, jauh melebihi kemampuan prosesor komputer
tercanggih sekalipun. Tapi sayangnya manusia tidak mampu mengoptimalkan seluruh potensi otak
tersebut, sehingga otak tidak memungkinkan semua jejak ingatan itu tersimpan terus dengan
sempurna, melainkan berangsur-angsur akan menghilang. Tetapi ketika orang yang bersangkutan
diminta untuk mengingat kembali hal yang sudah diingatnya, terkadang mulai terlupakan
sebagiannya.
Segala macam belajar melibatkan ingatan. Jika kita tidak dapat mengingat apa pun mengenai
pengalaman kita, kita tidak akan dapat belajar apa-apa. Kehidupan hanya sebuah pengalaman
sementara yang sangat berkaitan antara satu dengan yang lain. Kita tidak dapat melakukan apapun
walaupun percakapan yang sederhana sekalipun, karena untuk berkomunikasi kita harus mengingat
pikiran yang kita ungkapkan dan pikiran yang baru disampaikan kepada kita. Tanpa ingatan kita tidak
dapat merefleksikan diri kita sendiri, karena pemahaman diri tergantung pada suatu kesadaran yang
berkesinambungan yang hanya dapat terlaksana dengan adanya ingatan.
Pada umumnya para ahli psikologi khususnya mereka yang tergolong cognitivist(ahli sains
kognitif) sepakat bahwa hubungan antara belajar, memori, dan pengetahuan itu sangat erat dan tak
mungkin dipisahkan. Memori yang biasanya kita artikan sebagai ingatan itu sesungguhnya adalah
fungsi mental yang menangkap informasi dari stimulus, dan ia merupakan storage system, yakni
sistem penyimpanan informasi dan pengetahuan yang terdapat di dalam otak manusia.
Dalam makalah ini akan dibahas hal-hal yang berhubungan dengan memori seperti
pengorganisasian, lupa, model memori serta kebiasaan belajar dan ingatan.

B. PEMBAHASAN
1. Organisasi
Pengorganisasian atau penataan informasi di dalam memori kita, maka kita akan terbantu
dalam mengingat dan menghadirkannya kembali. Strategi penataan memori yang baik, yakni
dengan mengelompokkan atau “mengepak” informasi menjadi unit-unit “higher order” yang dapat
diingat sebagai satu unit tunggal disebut juga dengan chunking. Chunking dilakukan dengan
membuat sejumlah besar informasi menjadi lebih mudah dikelola dan lebih bermakna.Pada
bagian ini akan dibahas tentang tentang proses organisasi.
a) Konteks
Jalan lain yang dilakukan dalam pengorganisasian proses yang terlihat untuk
mengoperasikan memori adalah bagaimana pengaruh konteks dalam memori. Cara informasi
dikode dan disimpan dalam memori dapat dengan mudah dipengaruhi oleh konteks.
Contohnya kontek verbal dalam kata kemacetan dicodekan seperti strawberi versus
kemacetan lalu lintas akan menentukan jenis vitur yang dikodekan dalam memori. Aturan
konteks bisa menseleksi fitur tertentu yang ditujukan untuk pengkodean dan penyimpanan.
Singkatnya konteks berfungsi untuk membantu mengatur fitur tertentu dalam penempatannya
di memori.
Apabila kata-kata itu diproses pada tingkat yang dangkal, lebih sedikit kata-kata yang bisa
di ingat, ketika kata-kata itu diproses pada tingkat yang lebih dalam maka secara substansial
lebih banyak kata-kata yang bisa di ingat.
b) Proses Konstruktif
Secara umum, proses konstruktif merujuk pada tindakan bagaimana kita dapat
mengintegrasikan atau mengatur informasi dalam memori sebuah pola yang lebih kurang
koheren disebut skema. Dapat dipahami, sebuah skema dapat mempengaruhi bagaimana
informasi. informasi baru dapat diintegrasikan ke dalam memori jangka panjang.
Dalam sebuah penelitian, John Bransford dan Jeffrey Frank mengemukakan bahwa
manusia mengenal informasi meskipun itu tidak eksplisit di presentasikan untuk belajar.
Mereka disajikan dengan subjek daftar kalimat sederhana yang jika digabungkan akan
mewakili sebuah kalimat kompleks yang mengandung beberapa ide. Perhatikan kalimat
berikut yang merupakan ide kompleks: kucing takut berlari dari gonggongan anjing dan
melompat di atas meja. Ide kompleks ini dapat dibagi menjadi empat ide sederhana sebagai
berikut:
a. Kucing itu takut
b. Kucing itu berlari
c. Anjing itu menggonggong
d. Kucing itu melompat di atas meja
c) Memori Semantik
Memori semantik adalah pengetahuan umum siswa tentang dunia. Memori ini mencakup:
1. Pengetahuan tentang pelajaran di sekolah (seperti pengetahuan geometri).
2. Pengetahuan tentang bidang keahlian yang berbeda (seperti pengetahuan catur).
3. Pengetahuan “sehari-hari” tentang makna kata, orang terkenal,tempat-tempat penting,
dan hal-hal umum (seperti apa arti kata gaul atau siapa itu SBY atau Jokowi).
Studi memori semantik menitik beratkan pada memori alami, yaitu memori yang
menyimpan apa-apa saja yang didapatkan dari pengalaman berbahasa. pandangan yang
populer tentang memori semantik yaitu beragam makna dari kata-kata yang saling
berhubungan di dalam memori dengan berbagai persetujuan dalam memori. Tidak semua link
diantara kata- kata yang terkait sama-sama penting. Kata-kata yang lebih kritis atau penting
terkait dengan makna konsep dianggap lebih dekat disbanding kata-kata lain. Sebagai contoh
“konsep manusia” mungkin memiliki link ke “orang, tangan , hati, dan orang”. Tetapi mereka
mungkin berbeda dalam mendefenisikan properti dari manusia.
Salah satu tes model jaringan seperti subjek di minta untuk menjawab pertanyaan tentang
apakah burung kenari berwarna kuning? Apakah burung kenari terbang?. Lama waktu yang
dibutuhkan seseorang untuk menjawab “ya” atau “tidak”. Hal ini berteori bahwa pencarian di
memori untuk pertanyaan ini memerlukan pengaktifan kode yang terlibat, seperti, kinari dan
kuning, kinari dan terbang, dan aktifitas kemudian menyebar keseluruh jaringan kompleks link
terkait. Versi kasus ini disebut teori penyebaran aktifitas memori semantic yang dikembangkan
oleh Allan Collins dan Elizabeth Loftus. Jika diansumsikan bahwa antara kuning dan kenari
lebih dekat dari pada hubungan antara terbang dan burung kenari. Singkatnya waktu reaksi
terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini dianggap sebagai ukuran kekuatan sambungan
atau waktu antara dua kode.
d) Pengelompokan persepsi dan memori
Ide penting yang berasal dari teori Gelstalt memori adalah bahwa hal-hal yang
dikelompokkan perceptual akan menentukan cara mereka akhirnya diselenggarakan di
memori. Informasi di lingkungan kita terkadang special atau temporal terorganisasi sehingga
kita menggunakan organisasi ini untuk mengkodekan dan menyimpan informasi. Misalnya
nomor telepon dikelompokkan menjadi dalam urutan tiga dijit dan empat digit.
Singkatnya manusia harus memilki konsistensi dalam pengelompokan atau mereka tidak
akan mampu untuk mengkodekan dan menyimpan urutan. Generalisasi ini berlaku dimana
urutan yang harus dipelajari tidak memilki struktur tingkat tinggi yang jelas yaitu dimana orang
tidak mampu mendeteksi urutan tersembunyi dari angka atau huruf yang akan lebih mudah
untuk menyandikan bahwa urutan yang disajikan dalam studi.
2. Ingatan (Memori)
Ingatan (memori) yaitu suatu daya yang dapat menerima, menyimpan, dan mereproduksi
kembali sebuah pengetahuan. Memori/ingatan dipengaruhi oleh:
1. Sifat seseorang.
2. Alam sekitar.
3. Keadaan jasmani.
4. Keadaan rohani (kemauan, perasaan, dan lain-lain).
5. Umur manusia.
Ingatan digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Daya ingatan yang mekanis, artinya kekuatan ingatan itu hanya untukpengetahuan yang
diperoleh dari pengindraan.
2. Daya ingatan logis, artinya daya ingatan itu hanya untuk pengetahuan-pengetahuan yang
mengandung pengertian.
Pengetahuan yang kita dapat melalui indera maupun melalui akal (pikiran), kemudian masuk
ke dalam kesadaran jiwa dan tersimpan oleh jiwa. Jiwa kita mempunyai kesanggupan untuk
menyimpan pengetahuan untuk beberapa lama, bahkan sampai seumur hidup; dan mengeluarkan
kembali pengetahuan tadi sewaktu-waktu dibutuhkan. Fungsi jiwa yang demikian ini disebut
ingatan atau memori. Dan ternyata ingatan itu tidak pasif saja, tidak hanya menerima dan
menyimpan saja, tetapi juga aktif, yakni mencari kembali pengetahuan-pengetahuan yang telah
masuk dalam ingatan, bahkan sudah masuk dalam ketidaksadaran, menimbulkan kembali dalam
kesadaran, maka fungsi pokok adalah sebagai berikut:
1. Encoding (Memasukkan pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar).
2. Storage (Menyimpan pengetahuan-pengetahuannya).
3. Recall (Mengingat kembali, jika diperlukan).
Menurut Bruno (1987), memori (ingatan) ialah proses mental yang meliputi pengkodean,
penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi dan pengetahuan yang semuanya terpusat di
dalam otak. Apabila menerima sebuah informasi melalui indera mata dengan cara melihat
simbol/tulisan atau telinga mendengar informasi, maka mula-mula informasi tersebut akan masuk
ke dalam short term memory atau working memory/memori jangka pendek. Kemudian, informasi
tersebut diberi kode-kode khusus. Setelah selesai proses pengkodean (encoding), informasi itu
masuk dan tersimpan di dalam long term memory atau permanent memory (memori jangka
panjang atau permanen).
Suatu saat apabila memerlukan informasi tersebut, maka memori akan kembali berkerja atau
berproses mencari respon dari kumpulan item-item informasi dan pengetahuan yang terdapat
dalam salah satu skema yang relevan tersebut. Skema (skema kognitif) adalah semacam file yang
berisi informasi dan pengetahuan sejenis seperti linguistic schema untuk memahami kalimat
dan cultural schema untuk menafsirkan mitos dan kepercayaan adat dan lain-lain. Skema-skema
tersebut berada di dalam sebuah kumpulan yang disebut schemata yang tersimpan dalam
subsistem akal permanen manusia. Jadi, jika dianalogikan dengan komputer, schemata itu kurang
lebih ibarat folder atau directory yang berisi file-file yang masing-masing memiliki tipe, nama, dan
kandungan yang berada antara satu dengan yang lainnya. Kalau memerlukan informasi mengenai
sesuatu, dicarilah nama file yang relevan daridirectory/folder, lalu folder tersebut diklik untuk
membuka file atau memunculkan fileyang berisi informasi tersebut pada layar monitornya.
Setelah proses pencarian sukses dilakukan, maka terjadilah peristiwa kognitif yang
disebut recall atau retrieval, yaitu pemanggilan kembali informasi yang terstruktur
dalam schemata yang terdapat di dalam memori tersebut.Pemanggilan kembali informasi yang
sudah disimpan dapat menggunakan cara:
1. Recall, yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk
yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran
orang yang dimaksud.
2. Recognize, yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu
petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama
seseorang pada saat ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan.
3. Redintegrative, yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi
suatu konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses
mengingatreintegrative terjadi bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya nama
artis pemainsinetron, maka akan teringat banyak hal dari artis tersebut karena orang
tersebut telah menontonnya berkali-kali.
Sedangkan menurut Best (1990) setiap informasi yang diterima sebelum masuk dan diproses
oleh subsistem akal pendek (short term memory) terlebih dahulu disimpan sesaat atau tepatnya
lewat (karena hanya dalam waktu sepersekian detik saja) dalam penyimpanan sementara yang
disebut sensory memory/sensory register, ini adalah subsistem penyimpanan pada syaraf indera
penerima informasi. Dalam dunia kedokteran subsistem ini lazim disebut syaraf sensori yang
berfungsi mengirimkan implus-implus ke otak.
Sehubungan dengan fungsi-fungsi ingatan tersebut di atas, maka terdapatlah sifat-sifat dari
ingatan tersebut, yaitu:
1. Ingatan disebut luas dan cepat (immediate memory span), apabila dalam waktu yang
singkat sanggup memasukkan banyak item (pengetahuan-pengetahuan) dari luar dan
lengkap serta cepat tersimpan dalam jiwa sebagai bahan-bahan ingatan. Cepat dan luas
ingatan pada manusia semakin bertambah sehubungan dengan bertambahnya umur dan
latihan/praktik.
2. Ingatan disebut lama dan teguh, yaitu fungsi menyimpan atau retesi yang lama waktunya
dan tidak mengalami perubahan-perubahan ter-hadap pengetahuan yang disimpannya.
Retensi pengetahuan di dalam otak manusia dipikirkan sebagai memory traces, semacam
engram/ tusukan-tusukan pada plat hitam. Semakin kuat tusukan maka semakin kuat
retensinya. Hal ini apat terjadi apabila pengetahuan yang diperoleh dengan stimulus yang
kuat atau jelas, persepsinya jelas sehingga mengesankan.
3. Ingatan disebut setia dan siap, yaitu fungsi mengingat kembali pengetahuan-pengetahuan
dari retesi dengan siap siaga (sewaktu-waktu) dan tidak mengalami perubahan-perubahan
(setia).
3. Teori Ingatan
Kemampuan mengingat itu bukanlah suatu reproduksi yang pasif saja mengenai pengalaman-
pengalaman yang lampau. Tetapi sebaliknya, bahwa mengingat itu merupakan suatu proses kreatif
yang kompleks. Dari berbagai hasil riset yang dilakukan oleh sarjana-sarjana psikologi Amerika
Serikat dapat di-pelajari hasilnya yang antara lain dikemukakan, bahwa tidak semua bahan yang
pernah dipelajari dapat diingat kembali. Ingatan terhadap bahan-bahan yang telah pernah dipelajari
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Williams dan Knoks antara lain mengetengahkan faktor-faktor
dinamis yang mempengaruhi ingatan, mereka mencatat bahwa reproduksi ingatan dipengaruhi
oleh nama-nama objek; ingatan mengarah kepada simetrisasi, kesederhanaan, dan
kesempurnaan; dan gambaran-gambarannya dipengaruhi oleh proses-proses yang terorganisir,
oleh interaksi dengan gambaran-gambaran lain, dan oleh sikap-sikap subjek.
Sedangkan Barlett mengatakan bahwa mengingat itu banyak ditentukan oleh masa yang
lampau. Dari pengalaman-pengalaman masa lampau individu mengem-bangkan organisasi yang
aktif dari gambaran-gambaran ingatan untuk menyusun skemata atau bagan. Dalam mengingat
individu kembali ke masa yang lampau dengan struktur kognisi sekarang dengan memakai
hipotesis, asumsi, interest, dan sikap.
Jadi, Teori ingatan menurut Barllet adalah daya jiwa untuk menyusun secara bayangan,
membentuk relasi sikap ke arah pengorganisasian gambaran-gambaran ingatan masa lampau dan
sering kali dengan disertai bentuk-bentuk detail yang menonjol yang biasanya tampak pada
gambaran atau bentuk bahasa. Secara singkat mengingat ialah merekonstruksikan gambaran-
gambaran ingatan dari pengalaman-pengalaman yang lampau.
Menurut Atkinson-Shiffrin, mengajarkan tentang ingatan ganda yang mengasumsikan bahwa
informasi yang kita miliki memasuki ingatan jangka pendek, dimana informasi tersebut dapat
dipertahankan dengan pengulangan/ dapat hilang dengan adanya peralihan. Ingatan jangka
panjang dianggap mempunyai kapasitas yang tidak terbatas tetapi mudah mengalami kegagalan
pengingatan kembali. Agar kode informasi dapat disusun menjadi ingatan jangka panjang,
informasi tersebut haruslah ditransfer kedalam ingatan jangka pendek. Hal ini merupakan asumsi
yang sangat penting yang menghubungkan ingatan tersebut. Tetapi kita juga bias memproses
materi hanya dengan ingatan jangka panjang.
4. Ragam Ingatan (Memori)
Ditinjau dari sudut jenis informasi dan pengetahuan yang disimpan, memori manusia itu terdiri
atas dua macam yaitu:
1. Semantic memory (memori khusus yang menyimpan arti-arti atau pengertian-pengertian).
2. Episodic memory (memori khusus yang menyimpan informasi tentang peristiwa-peristiwa
atau kejadian-kejadian).
Menurut Reber (1988), dalam memori semantik informasi yang diterima ditransformasikan dan
diberi kode arti, lalu disimpan atas dasar arti itu. Jadi, informasi yang kita simpan tidak dalam
bentuk aslinya, tetapi dalam bentuk kode yang memiliki arti.
Sesuai dengan namanya, banyak ahli yang percaya bahwa memori semantik itu berfungsi
menyimpan konsep-konsep yang signifikan dan bertalian antara satu dengan yang lainnya.
Misalnya, seseorang berkata: “Saya tahu gelatik adalah burung dan memiliki sayap.” Dalam
kalimat deklaratif ini, gelatik selalu mengacu pada burung, adapun sayap adalah karakteristik bagi
burung-burung atau hewan unggas pada umumnya.
Selanjutnya, memori episodik (Daehler dan Bukatko, 1985) adalah memori yang menerima
dan menyimpan peristiwa-peristiwa yang terjadi atau dialami individu pada waktu dan tempat
tertentu, yang berfungsi sebagai referensi otobiografi. Apa yang anda makan tadi pagi, ke mana
anda pergi kemarin, dan peristiwa apa yang anda alami pada hari pertama menjadi mahasiswa
dan sebagainya adalah beberapa contoh informasi yang tersimpan dalam memori episodik anda.[
5. Memori dan IQ (Intelligence Quotient)
Memori dan IQ, antara keduanya terdapat hubungan yang sangat erat dan tak mungkin
dipisahkan. Oleh karenanya sebagian orang menganggap bahwa IQ itu adalah memori itu sendiri
atau sebaliknya. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, tetapi juga tidak bisa dipandang keliru
sama sekali karena tinggi rendahnya IQ itu memang berhubungan dengan kuat atau lemahnya
memori seseorang.
IQ (Intelligence Quotient) pada dasarnya merupakan sebuah ukuran tingkat kecerdasan.
Dalam pandangan seorang ahli psikologi kognitif, kecerdasan manusia itu dari hasil interaksi antara
himpunan pengetahuan dengan kemampuan khusus dalam mengolah sejumlah informasi tertentu.
Oleh karenanya, kecerdasan seseorang tidak hanya ditentukan oleh potensi dasar/pembawaannya
saja, tetapi juga oleh seberapa banyak pengetahuan yang ia miliki sebagai hasil pengalaman
belajarnya.
6. Gangguan Ingatan Manusia
1. Lupa
Suatu peristiwa seseorang tidak dapat mereproduksi tanggapan meskipun ingatan kita
dalam keadaan sehat.
2. Amnesia
Peristiwa seseorang tidak mereproduksi tanggapan, karena ingatan dalam keadaan
tidak sehat. Misalnya gegar otak.
a. Paramnesi (Amnesia yang tidak begitu jauh dari ingatannya, apa-apa yang masih berada
di samping ingatan masih bisa diingat).
b. Auterograde (Amnesia yang peristiwa yang telah terjadi itu terlupakan).
c. Retrograde (Amnesia yang mundur, amnesia ini tidak hanya lupa kepada apa yang baru
terjadi, tetapi juga hal-hal yang jauh sebelum peristiwa itu terjadi, terlupakan juga).
3. Deya vu
Peristiwa seakan-akan belum kenal sesuatu yang sebenarnya belum.
4. Jamais vu
Peristiwa seakan-akan belum kenal kepada sesuatu yang sebenarnya sudah.
5. Depersonalis
Suatu peristiwa seseorang yang tidak mengenal dirinya sendiri.
6. Derealis
Suatu peristiwa seseorang merasa asing di dalam alam yang riil, yang sebenarnya.
7. Meningkatkan Daya Ingat
Hal-hal yang mudah teringat ialah:
1. Suatu hal yang sesuai dengan perasaannya.
2. Hal-hal yang kita alami sebaik-baiknya.
3. Hal-hal yang menimbulkan minat dan perhatian.
4. Hal-hal yang mengandung arti bagi seseorang.
Daya ingat adalah kemampuan seseorang menyimpan memori dan memanggil kembali
ingatan itu pada saat tepat ketika sedang dibutuhkan. Bahasa menjadi alat definisi ketika
indera mata atau indera telinga menangkap sebuah pengetahuan. Bahasa pula yang menjadi
“kunci pembuka” ingatan dan kunci pembuka ingatan adalah yang akan membantu mengingat
hal-hal vital di saat-saat penting atau mengingat sesuatu, tepatnya ketika sedang dibutuhkan.
Perlu disadari bahwa ingatan juga berkaitan erat dengan kondisi “hati”, pada saat tertekan,
kekuatan ingatan bisa menurun, misalnya saja saat ujian, presentasi yang genting, atau saat
tertentu yang memiliki daya tekan yang luar biasa pada emosi kita.
Modal utama untuk melatih daya ingat, kunci yang pertama adalah keyakinan (belief).
Keyakinan ialah keyakinan seseorang akan sesuatu yang bernilai baik, benar, atau nyata,
yang sering kali didasari oleh perasaan pasti yang bersifat emosional dan spiritual.
Yang kedua adalah hasrat (desire). Kalau anda yakin tapi tidak berhasrat mewujudkan
keyakinan itu, maka jadi tidak ada artinya. Adapun kunci ketiga adalah kesungguhan. Banyak
orang yang meyakini dirinya bisa sukses dan memiliki hasrat tinggi untuk meraih keberhasilan,
tapi akhirnya terpuruk karena tidak memiliki kesungguhan.

C. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Pengorganisasian adalah cara lain untuk
melihat proses berlangsungnya pengorganisasian informasi di dalam memori adalah dengan
melihat pengaruh kontek di dalam memori. Bentuk lain dari proses kerja memori adalah
constrative process yaitu mengacu kepada tindakan yang dilakukan oleh manusia untuk mampu
mengintegrasikan atau mengorganisasikan informasi di dalam memori sehingga informasi tersebut
menjadi lebih koheren.
Di dalam otak terdapat sistem memori atau sistem akal manusia tersimpan yang disebut
dengan ingatan. Dengan ingatan yang dimiliki, manusia dapat menyerap, mengolah, menyimpan
dan memproduksi pengetahuan yang ada di dalam memori yang berada di dalam otak. Dengan itu
struktur sistem akal manusia terdiri atas tiga subsistem, yakni: sensory register, short term
memory, dan long term memory.
Ingatan (Memori) manusia terbagi kepada dua macam, tergantung jenis informasi atau
pengetahuan yang masuk ke dalam ingatannya. Memori manusia itu ada yang hanya menyimpan
tentang arti-arti atau pengertian-pengertian dari informasi yang ia dapat. Ada juga yang hanya
menyimpan peristiwa-peristiwa yang pernah ia alami atau ia lihat, tergantung informasi apa yang
masuk kedalam ingatannya
Ingatan tidak selamanya berkerja dengan baik ada beberapa hal yang dapat menggangu
ingatan, seperti lupa, amnesia, deya vu, jamais vu, depersonalis, derealis. Untuk meminimalisir
adanya ganguan ingatan kita dapat melatih ingatan dengan adanya keyakinan, hasrat, dan
kesungguhan yang harus kita miliki.