Anda di halaman 1dari 3

PENGOLAHAN IPAL

No.Dokumen : SOP/02- /
SOP Kesling/01/PKM-JTR
No.Revisi : 00
Tanggal Terbit : 30 Januari 2018
Jumlah halaman : 1

PUSKESMAS
Jatirahayu dr. Riris. R.H.V. Aruan
NIP. 19651203 200012 2
001

1.Pengertian Sebagai Acuan untuk melakukan proses pengolahan limbah cair puskesmas yang
diterapkan dengan menggunakan Tehnologi uang di rekomendasikan oleh
Kementrian Kesehatan RI dengan tehnologi Biofilter an aerob dan aerob.
2.Tujuan Untuuk mengetahui kualitas air out let IPAL apakah sudah memenuhi syarat
kesehatan atau tidak secara fisik kimia , COD , BOD sehingga aman untuk
lingkungan.
3.Kebijakan
4.Referensi - Peraturan Mentri Lingkungan Hidup RI NO.5 Tahun 2014 Tentang Baku mutu air
Buangan limbah pelayanan kesehatan.
5.Prosedur/Langk Prosedur dalam penanganan IPAL :
ah-langkah 1. Pengolahan fisika
2. Pengolahan kimia
3. Filter batu koral dan karbon ( Bio filter I )
4. Pengolahan Biologi pada kolam aerasi
5. Pengolahan pada secundary Sedimentation Tank
6. Filter Batu koral dan kaporit ( Bio Filter II )
7. Proses karbon filter
8. Proses Ultra Filtrasi
9. Uji Hayati ( TEST TANK )
10. Pengolahan lumpur

Langkah-langkah :

A. Operasional IPAL :
1. Pada bagian valve (Kran )
- Kran / Valve buka sedikit(1/4)nya sajan untuk menjalankan udara dilakukan
setiap hari /pada saat operasional.
- Kran Blower pada bak aerasi selalu dibuka untukoperasional harian
- Kran Blower pada bio filter I di buka bila terlihat laju aliran air limbah tersendat
dilakukan seminggu sekali, buka kran udara bio filter I baru tutup kran yang
lainnya setelah 10-20 menit buka kran pembuangan lumpur bio filter I Setelah
PENGOLAHAN IPAL
No.Dokumen : SOP/02- /
SOP Kesling/01/PKM-JTR
No.Revisi : 00
Tanggal Terbit : 30 Januari 2018
Jumlah halaman : 1

PUSKESMAS
Jatirahayu dr. Riris. R.H.V. Aruan
NIP. 19651203 200012 2
001

selesai semua kotoran mengalir ke Bak penampungan lumpur, setelah selesai


kembalikan seperti semula.
- Kran Blower pada bio filter II di buka bila terlihat laju aliran air limbah
tersendat dilakukan seminggu sekali, buka kran udara bio filter I baru tutup
kran yang lainnya setelah 10-20 menit buka kran pembuangan lumpur bio filter
II Setelah selesai semua kotoran mengalir ke Bak penampungan lumpur,
setelah selesai kembalikan seperti semula.

2. Bahan kimia Bakteri dan Bakteri pengurai.


---- - Siapkan Tanki Kimia NaOH dengan ukuran 0,5 kg untuk 50 lt air
---- - Siapkan Tanki Kimia HCL dengan ukuran 0,5 lt yang 36% tehnis untuk 50 lt air
- Siapkan Tanki Bakteri AEROB dengan ukuran 1 kg untuk 50 lt air
- Siapkan Bakteri ANAEROB dengan 1 kg untuk 50 lt air
- Buka kran /Valve sesuai dosis awal
- Dalam operasional valve akan terbuka secara otomatic
- Lakukan pemeriksaan pada tanki dan lakuakn pengisian bila tela
habis/berkurang.

3. Filter pada IPAL


- Lakukan pengontrolan pompa pada unit filter dan isi dengan air
- Tahap awal lakuakn back wash dengan memutar katup filter pada posisi back
wash (arah panah pada posisi back wash) , lakukan sampai air autlet filter bening/
tidak keruh pompa tidak perlu dimatika.
- Tahap selanjutnya putar katup filter pada posisi rinse lakukan sampai air outlet
bening/jernih.
- Kemudian putar klatup filter pada posisi filter, pompa akan bekerja secara
automatic bila air pada bak penampungan akhir IPAL habis pompa akan mati
dengan sendirinya dan bila terisi kembali pompa akan hidup kembali.
PENGOLAHAN IPAL
No.Dokumen : SOP/02- /
SOP Kesling/01/PKM-JTR
No.Revisi : 00
Tanggal Terbit : 30 Januari 2018
Jumlah halaman : 1

PUSKESMAS
Jatirahayu dr. Riris. R.H.V. Aruan
NIP. 19651203 200012 2
001

4. Pemeliharaan Filter
- Lakukan penggantian filter karbon bila kualitas air sudah tidak memenuhi
standar baku mutu atau secara visual air terlihat keruh dan bau.
- Lakukan penggantian filter Resin dan karbon 1 tahun sekali bila
memungkinkan 2x 2 kali lebih baik lihat dulu hasil autlet nya.
-Lakukan penggantian mikro filter 1 um bila micro filter terlihat kotor.

1.
6.Unit terkait Sanitarian

Anda mungkin juga menyukai