Anda di halaman 1dari 8

Contoh Soal

Balok menahan Beban mati gD = 10,6 Kn/m (sudah termasuk berat sendiri) dan beban hidup g L = 22
Kn/m = 2,2 t/m, mutu beton (fc’) = 20 Mpa, mutu baja tulangan (fy) = 400 Mpa. Karena pertimbangan
arsitektural, maka dimensi balok telah ditentukan sebesar (25x65)cm 2

Pertanyaan : hitung penulangan balok tersebut !

(Catatan : Besi tulangan yang tersedia dilapangan D19,D25, dan D29)

Jawab :

1. Hitung besarnya momen ultimate (Mu) akibat beban berfaktor

Md = 1/8 (qd) L2 = 1/8 (10.6) (7)2 = 65 KNm

Ml = 1/8 (ql) L2 = 1/8 (22) (7)2 = 135 KNm

Mu = 1.2 (Md) + 1.6 (Ml) = 1.2 (65) + 1.6 (135)

= 78 + 216 = 294 KNm = 294.106 Nmm

2. Hitung momen nominal yang dibutuhkan (Mn)

Mn = Mu / Ø = 294.106 / 0.8 = 367,5 . 106 Nmm

3. Hitung m, dimana m = fy / (0.85 fc’)

m = 400 / (0.85 x 20) = 23.53

4. Hitung Rn, dimana Rn = Mn / (b.d2)


- tebal selimut beton direncanakan = 30 mm

- diameter sengkang direncanakan = 12 mm

- tulangan utama direncanakan = 25 mm (D25)

a = tebal selimut beton

b = diameter sengkang/begel

c = setengah diameter tulangan utama

d=h–a–b–c

= 650 – 30 – 12 – 1/2(25)

= 595.5 mm diambil = 595 mm

Rn = 367,5 . 106 / (250 x 5952) = 4.15

5. Hitung rasio penulangan yang diperlukan

ρ min = 1.4 / fy = 1.4 / (400) = 0.0035 = 0.35%

ρ max = 0.75 ρb = 0.75 ( 0.85 fc’ β1 600)/(fy (600 + fy))


= 0.75 (0.85x20x0,85x600 )/(400(600+400))
= 0.0613 = 1.63 %

ρ min < ρ < ρ max

0.0035 < 0.0121 < 0.0163

6. Hitung luas tulangan yang diperlukan

As = ρ . b. d = 0.0121 x 250 x 595 = 1800 mm2

besi tulangan yang ada : D19, D25 dan D29

Luas penampang D19 = 1/4(3.14)(192) = 283.385 mm2

Luas penampang D25 = 1/4(3.14)(252) = 490.625 mm2

Luas penampang D29 = 1/4(3.14)(292) = 660.185 mm2

Jadi :

1. Kalau memakai D19 butuh = 7 buah = 7D19 = 7(283.385)

= 1983.695 mm2 > 1800 mm2 ( memenuhi)

2. Kalau memakai D25 butuh = 4 buah = 4D25 = 4(490.625)

= 1962.5 mm2 > 1800 mm2 ( memenuhi)

3. Kalau memakai D29 butuh = 3 buah = 3D29 = 7(660.185)

= 1980.55 mm2 > 1800 mm2 ( memenuhi)

nah… dari beberapa pilihan tersebut terserah anda mau pilih yang mana. tapi kalau saya pribadi lebih
suka memilih yang no.3 yaitu besi dengan ukuran 29 berjumlah 3 buah tulangan atau 3D29, karena biar
gak ribet dalam pembengkokan dan perakitan tulangan (biar ngirit kawat bendratnya he..he..he), selain
itu biar space ruangnya jadi lebar sehingga lebih mudah pada waktu pengecoran dan pemadatan beton.

Ok, sekarang saya pilih 3D29.

- Cek lebar perlu : 2(30) + 2(12) + 3(29) + 2(29) = 229 < 250…...(OK!)

- Cek d sebenarnya : 650 – 30 – 12 – (29/2) = 593 ≈ 595……(OK!)

Selesai.
Contoh Soal

Sebuah balok dengan bentang 6 m, menerima beban mati dan hidup, masing-masing sebesar :

gD = 13,1 KN/m (beban mati)

gL = 29,2 KN/m (beban hidup)

Belum termasuk berat sendiri balok

Mutu beton fc’ = 20 Mpa dan tegangan leleh baja fy = 300 Mpa

Tentukan dimensi balok beserta penulangannya !

Jawab :

MD = 1/8 x 13,1 x (6)2 = 58,95 KNm

ML = 1/8 (59,2) (6)2 = 131,4 KNm

MUD = 1,2 (58,95) = 70,74 KNm

MUL = 1,6 (131,4) = 210,24 KNm

MU = MUD + MUL = 70,74 + 210,24 = 281 KNm

Mn = Mu / Ф = 281 / 0.8 = 351,25 KNm = 351,25 . 106 Nmm

 Langkah 1

Ambil nilai :

ρ = ± 0.5 x 0.75 ρb = 0.375 ρb

Nilai ini dipakai untuk mengendalikan besarnya lendutan

ρ = 0,375 x ( (0,85 . 20 . 0,85 . 600) / 300 (600 + 300) ) = 0,012 = 1,2%

 Langkah 2

Tentukan b dan d yang diperlukan


m = fy / ( 0.85 fc’)

= 300 /( 0,85 . 20 ) = 17,65

Rn = ρ . fy ( 1 – 1/2 ρ . m )

Rn = 0,012 x 300 (1 – (1/2 x 0,012 x 17,65)) = 3,22

bd2 = Mn / Rn = 351,25 . 106 / 3,22 = 1,091 . 108

Balok yang ekonomis b = 1/2 d

b(d2) = 1.091 . 108

dengan cara coba-coba, maka didapat nilai

d = 603 mm ≈ 600 mm

b = 300 mm ≈ 300 mm

d = 0,9 h, sehingga didapat nilai h = d / (0.9) = 600 / 0.9 = 666,67 mm ≈ 700 mm

Sehingga dipakai balok = 300 x 700 mm

 Langkah 3

Pilih dimensi balok yang sesuai

Ukuran dimensi balok yang dipakai adalah b/h = 300/700 = 30/70 cm

 Langkah 4

Hitung Rn (koefisien kapasitas penampang) yang ada dengan memperhitungkan berat sendiri balok

Rn = Mn / b.d2

dimana :

Mn = Mu / 0.8

Berat sendiri balok (30/70) = 0,3 x 0,7 x 2400 kg/m3 = 504 kg/m = 5,04 KN/m

Note : Berat jenis beton = 2400 kg/cm3

Mberat sendiri = 1/8 (5.04) (6)2 = 22,68 KNm

Muberat sendiri = 1,2 (22,68) = 27,216 KNm


Mutotal = 281 + 27,216 = 308,22 KNm

Mn = 308,22 / 0.8 = 385,27 KNm = 385,27 . 106 Nmm

Rn = Mn / bd2 = 385,27 . 106 / ( 300 x d2 )

Balok yang kita rencanakan sesuai dengan perhitungan pada langkah 2 dan 3 adalah B 30/70

dimana lebar balok adalah 30 cm = 300 mm dan

Tinggi balok adalah 70 cm = 700 mm

Sekarang katakan saja saya akan mendesain balok tersebut dengan ketentuan seperti ini :

- Tulangan utama memakai besi ulir = D29

- Tulangan sengkang memakai besi polos = Ø10

- Selimut beton = 30 mm

(catatan : ketentuan ini sifatnya fleksible, tergantung yang merencanakannya)

Nah….. dari data yang sudah kita tentukan, ini kita bisa mencari tinggi efektif dari balok yang kita
rencanakan

- Tinggi efektif = tinggi balok - selimut beton - diameter sengkang – 1/2(diameter tulangan utama)

- d = 700 - 30 - 10 – 1/2 (29) = 645,5 mm

Rn = Mn / bd2 = 385,27 . 106 / ( 300 x 645,5 2 ) = 3,08

m = fy / (0,85 x fc) = 300 / (0,85 x 20) = 17,65

hitung ρ perlu :

ρ = (1 / 17,65) x ( 1 – ( (1 – 2 x 17,65 x 3,08 ) / 300 )1/2 )

= 0,011 = 1,1 %
Hitung ρmin :

ρmin = 1,4 / fy = 1,4 / 300 = 0,00466

Hitung ρmax :

ρmax = 0,75 x ( 0,85 x fc x B1 x 600 / (fy x (600 + fy) )

= 0,75 x ( 0,85 x 20 x 0,85 x 600 / (300 x (600 + 300) )

= 0,024

ρmin < ρ < ρmax ……. OK ( artinya : sudah memenuhi syarat sebagai tulangan lemah )

Hitung As perlu ( luas tulangan tarik yang dibutuhkan )

As = ρ x b x d

= 0,011 x 300 x 645,5 = 2130,15 mm2

Luas penampang besi D29 = 1/4 x 3,1415 x 292 = 660,5 mm2

Luas tulangan tarik yang dibutuhkan = 2130,5 mm2

Jadi jumlah besi tulangan yang dibutuhkan = 2130,5 / 660,5 = 3,225 buah ≈ dibulatkan 4 buah

Jadi dipasang besi tulangan = 4D29

Sekarang kita Cek lebar perlunya

L ebar perlu = (2 x selimut beton) + (2 x dia. tul sengkang) + (n x dia. tul utama ) + ( (n-1) x dia. tul
utama)

= (2 x 30) + (2 x 10) + (4 x 29) + (3 x 29)

= 283 mm < lebar balok = 300 mm …………………………OK