Anda di halaman 1dari 1

PROSES HIDROMETALURGI PADA EKSTRAKSI EMAS

Irwin Marlundu Banjarnahor 1406603996

Prinsip dasar hidrometalurgi yaitu mengambil lindian yang mengalir di dasar tumpukkan yang
logam yang kita inginkan dari bijih, dengan kedap kemudian dikumpulkan untuk kemudian
melarutkannya ke dalam suatu pelarut/cairan. dilakukan proses berikutnya. Efektivitas ektraksi
Kemudian, larutan yang terbentuk kemudian antara 35%-65%.
dimurnikan untuk mendapatkan logam yang kita
inginkan. Pelarut/cairan yang digunakan pada proses ini b. VAT Leaching: proses pemisahan emas dengan
bergantung kepada jenis logam yang ingin diperoleh. cara merendam bijih emas (diameter <5cm) yang
Untuk mengekstrak emas dari bijih, dapat digunakan air sudah dicampur dengan batu kapur dengan
raksa (Hg) sebagai pelarut, dikarenakan proses larutan sianida pada bak kedap, air lindian yang
perolehan emas (Au) dari bijihnya sangat mudah, emas dihasilkan kemudian dikumpulkan untuk proses
akan langsung bereaksi dengan Hg. Namun, berikutnya. Proses perlindian berlangsung antara
dikarenakan sangat berbahaya terhadap lingkungan dan 3-7 hari dan setelah itu tangki dikosongkan untuk
kesehatan, metode ini sudah lama ditinggalkan. pengolahan bijih yang baru. Efektivitas ekstraksi
berkisar 40%-70%.
Zaman sekarang pada umumnya, reagen untuk c. Agitated tank leached: proses pemisahan emas
proses ekstraksi emas adalah Sianida (CN-) yang dengan cara mengaduk bijih emas yang sudah
merupakan bahan berbahaya dan beracun. Tetapi hal dicampur dengan batu kapur dengan larutan
tersebut terkompensasi karena tingkat recovery (>95%), sianida pada suatu tangki dan diaerasi dengan
proses yang singkat dan lebih ekonomis. Namun pada gelembung udara. Lamanya pengadukan biasanya
saat ini telah ditemukan reagen yang lebih ramah selama 24 jam untuk menghasilkan pelindian
lingkungan dengan tingkat recovery yang tetap tinggi yang optimal. Air lindian yang dihasilkan
yaitu Thiosulfat. Thiosulfat memberikan tingkat kemudian dikumpulkan untuk kemudian proses
recovery yang tinggi untuk mineral emas oksida dan berikutnya. Efektivitas ekstraksi mencapai 90%.
sulfida tetapi konsumsi dari reagen ini lebih tinggi
daripada sianida. Tetapi thiosulfat belum stabil Teori Elsner adalah teori yang umum digunakan untuk
sehingga memerlukan kontrol pemrosesan yang baik. leaching emas dan perak, yaitu:

2Au + 8NaCN +O2 + 2H2O  4NaAu(CN)2 + 4NaOH


2Ag + 8NaCN +O2 + 2H2 O 4NaAg(CN)2 + 4NaOH

Metode pelarutan emas dengan sianida antara lain: Kemudian untuk memisahkan logam emas berharga dari
larutan dapat dilakukan cara-cara seperti pengendapan
a. Metode heap leaching: proses pemisahan emas dengan serbuk Zn maupun penyerapan menggunakan
dengan cara menyiramkan larutan sianida pada karbon aktif. Metode penyerapan menggunakan karbon
tumpukan bijih emas (diameter bijih <10cm) aktif ini banyak digunakan di industri-industri
yang sudah dicampur dengan batu kapur. Air pertambangan besar di Indonesia.

Referensi

Kurnia, Ayis. Peningkatan Kualitas Bijih Emas Kadar Rendah dengan Metode Hidrometalurgi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Syaifuddin, M., Suprapto. 2010. Pengaruh Aerasi pada Sianidasi Emas dari Batuan Mineral. Prosiding Tugas Akhir Semester Genap 2010/2011
Institut Teknologi Sepuluh November.

Zanbak, Caner. 2012. Heap Leaching Technique in Mining. Euromines – The European Association of Mining Industries, Metal Ores &
Industrial Minerals.

Jinshan Li, et al. Thiocyanate hydrometallurgy for the recovery of gold. Part V: Process . Hydrometallurgy 113–114 (2012) 31–38