Anda di halaman 1dari 36

KOM

PET
ENS
I SIK
AP
SPI
RIT
UAL

METODE BELAJAR 5M

Atlit
Penyelarasan Dokumen

Sekedar
Ruang Kreativitas Guru
Dimensi Faktual, Konseptual, Prosedural, dan Kognitif

Kurikulum Tersembunyi (Hidden Curriculum)

Atlet
Perbaikan Evaluatif-Formatif

Sekadar
GURU SEBAGAI FASILITATOR PEMBELAJAR
Empat Perbaikan
Kecakapan Berpikir Tingkat Tinggi

Kompetensi Inti-Kompetensi Dasar

Hlm. 32
Kurikulum 2013

Penulisan
Kom
pe tens
i Sik

Kata yang Tepat


ap S
osia
l

SILABUS INSPIRATIF

Hlm. 6-21
III / Juni - 2016
Media Komunikasi dan Inspirasi

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
DAFTAR ISI
Dari Mas Menteri
Sapa
Redaksi
Hal: 03 Hal: 04

Tahun Pelajaran 2016/2017


25 Persen Sekolah Perbaikan
Terapkan Kurikulum 2013 Kurikulum 2013
Hal: 16 Hal: 06

Kisah Sukses Efek Penggunaan Kurikulum 2013


Ujian Nasional 2016 dalam Kisi-kisi Ujian Nasional 2015/2016
Hal: 18 Hal:10
Hal: 20

Kekayaan
Cagar Budaya
Bawah Air Hal: 26
Kurikulum, Pendidikan,
dan Peradaban
Hal: 22 Resensi Kata
Buku Serapan
Senarai Padanan Kata
Hal: 33
Hal: 34 Hal: 30
Sapa Redaksi
Sepanjang 2015, Kurikulum 2013 mengalami karakter. Kurikulum 2013 mengarahkan
perbaikan. Perbaikan itu dilakukan karena peserta didik pada kompetensi-kompetensi
dalam pelaksanaannya sejak pertama kali tersebut.
diterapkan pada tahun pelajaran 2013/2014 di
beberapa sekolah percontohan masih terdapat Pembahasan mengenai kurikulum kami
sejumlah masalah yang memberatkan guru. perlengkap pula dengan rubrik Kajian,
Misalnya dalam hal penilaian, model berjudul “Kurikulum, Pendidikan, dan
pembelajaran, dan pembatasan taksonomi Peradaban”. Dalam artikel ringan ini, tersaji
proses berpikir siswa. opini tentang perlunya kurikulum berubah
mengikuti perkembangan zaman.
Perbaikan tidak hanya berasal dari dalam
Kementerian, tetapi juga melibatkan masukan Pada rubrik Kebudayaan, kami mengangkat
dari publik, utamanya para guru, pegiat Kekayaan Cagar Budaya Bawah Air (CBBA)
pendidikan, praktisi pendidikan dan yang sangat menarik untuk disimak, bahkan
masyarakat umum yang dilakukan melalui uji perlu diketahui. Itu karena kekayaan cagar
publik beberapa bulan yang lalu. Bahkan juga budaya bawah air menggambarkan ramainya
mempertimbangkan kajian-kajian lalu lintas laut pada masa silam sepanjang
perbandingan dengan kurikulum yang dipakai perairan nusantara, melalui penemuan
oleh negara lain. benda-benda bersejarah bawah air.

Perbaikan Kurikulum 2013 itulah yang kami Hal lain yang juga dihadirkan pada edisi 3 ini
03
sajikan sebagai fokus utama edisi ketiga ini. adalah Resensi Buku berjudul Inscribing
Hasil perbaikan itu akan diterapkan pada Identity yang menuturkan sejarah
tahun pelajaran 2016/2017 ini pada 25 persen perkembangan bentuk tulisan di Indonesia.
sekolah atau sekitar 52 ribu sekolah di Buku tersebut merupakan salah satu koleksi
Indonesia. Jumlah sekolah yang menerapkan Perpustakaan Kemendikbud terbaru yang
Kurikulum 2013 hasil perbaikan tersebut akan dapat dipinjam oleh para anggota. Semoga
terus ditambah pada tahun pelajaran semua yang kami sajikan bermanfaat.
berikutnya. Hal ini penting mengingat
kompetensi abad 21 yang dibutuhkan untuk Selamat membaca. Salam.
anak didik kita meliputi kecakapan belajar dan
berinovasi, literasi, kecakapan hidup, dan
Redaksi

REDAKSI Sekretariat Redaksi:


Pelindung:
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM),
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan
Kemendikbud, Gedung C Lantai 4,
Penasihat: Sekretaris Jenderal, Didik Suhardi
Jln. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta,
Pengarah Kreatif: Abdul Rahman Ma'mun, Ahmad Aditya,
Telp. 021-5711144 Pes. 2413
Adi Cahyadi
Penanggung Jawab: Asianto Sinambela
Pemimpin Redaksi: Eka Nugrahini kemdikbud.go.id
Redaktur Pelaksana: Emi Salpiati Kemdikbud.RI
Staf Redaksi: Ratih Anbarini, Aline Rogeleonick, Desliana @kemdikbud_RI
Maulipaksi, Agi Bahari, Gloria Gracia, Seno Hartono
Fotografi, Desain & Artistik: BKLM KEMENDIKBUD RI
DARI
Alhamdulillah, perbaikan Kurikulum 2013 hampir
selesai. Prosesnya memang panjang, namun
memang layak dilakoni. Ini demi anak-anak kita.

MAS
Membicarakan kurikulum itu tak ubahnya membahas
arah generasi masa depan. Kesalahan sedikit saja
akan sangat memengaruhi perjalanan pendidikan

MENTERI
Indonesia.

Sekarang kita bisa sedikit menghela napas lega.


Bukan berarti selesai, tapi kita tinggal melangkah ke
proses selanjutnya. Memang, sudah menjadi
komitmen Kemendikbud untuk mengawal dan
menghadirkan Kurikulum 2013 mendekati sempurna.
Memang, sudah menjadi Karena itu, kami tak hendak terburu-buru dalam
komitmen Kemendikbud proses perbaikannya. Di mana pun, menyusun
kurikulum itu memerlukan waktu dan presisi yang
untuk mengawal dan
luar biasa. Prosesnya pun mesti benar.
menghadirkan
Kurikulum 2013 Jika prosesnya tak dilakukan dengan benar,
mendekati sempurna. akibatnya bisa fatal. Kita berkaca pada penerapan
Karena itu, kami tak sebelumnya. Ketika pertama kali diterapkan secara
hendak terburu-buru nasional pada 2014 Kurikulum 2013 menimbulkan
dalam proses banyak masalah. Yang paling kentara adalah
perbaikannya. Di mana ketergesaan. Karena ketergesaan itu akhirnya buku
pun, menyusun pegangan Kurikulum 2013 tak dikerjakan dengan
kurikulum itu benar. Banyak sekali yang terlewat.
memerlukan waktu dan
presisi yang luar biasa.
Prosesnya pun mesti
04 benar.
Pada periode sekarang ini semua ditata ulang. pembaruan kurikulum, meskipun tetap mengalami
Penerapannya pun dilakukan secara bertahap, tidak perubahan yang disesuaikan dengan konteks.
sekaligus. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 32
Tahun 2013, Kurikulum 2013 diterapkan secara Dan, demi menghindari kembali masalah yang akan
bertahap selama 7 tahun sejak aturan itu disahkan. terjadi, Kemendikbud memulai proses perbaikan ini
dengan melibatkan publik. Publik di sini adalah para
Namun, ini bukan berarti mengganti kurikulum. pemangku kepentingan pendidikan. Mereka diberikan
Namanya masih tetap Kurikulum 2013. Bagaimana kesempatan untuk memberikan masukan berharga
pun, harus diakui bahwa ide tentang Kurikulum 2013 bagi perbaikan kurikulum. Caranya melalui
itu sangat bagus. Namun, sebagus apa pun ide mesti pembukaan kanal partisipasi publik melalui laman
diuji di lapangan, sampai sejauh mana ia bisa dan juga berdiskusi tatap muka dengan mereka.
dipraktikkan dan di manakah titik lemahnya—jika pun Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak
ada. yang telah turut memperbaiki dan memberikan
masukan berharga kepada kami.
Namun, ada kesan sementara ini bahwa ganti
pemerintahan ganti kurikulum. Sebenarnya, Ini semua kami lakukan demi agar perkembangan
perubahan kurikulum adalah hal yang lumrah. anak-anak menuju arah lebih baik. Karena itu, kami
Bagaimanapun, kita tak ingin anak-anak kita yang ingin menjadikan ini sebagai proses yang lebih baik.
hidup pada abad ini belajar menggunakan kurikulum Ke depan, jika dirasa perbaikan ini masih ada yang
yang dulu digunakan orangtua dan kakek-neneknya kurang, kami mengundang publik untuk kembali
ketika bersekolah. Anak-anak kita akan hidup di memberikan masukan kepada kami. Ini persoalan
dunia dan generasi mereka, bukan orangtua mereka. bangsa, dan ini masalah kita semua. Karena ini
Untuk itu, kurikulum juga mesti mengalami masalah kita semua, maka mari kita selesaikan
pembaruan. Tapi, pembaruan itu dilakukan secara bersama-sama. (*)
terencana dan matang. Penamaan kurikulum di
Indonesia sering dikunci dengan angka tahun
pencanangan, sehingga dalam beberapa tahun
selanjutnya menimbulkan kesan kedaluwarsa.
Sebuah pendekatan penamaan yang perlu kita
pikirkan kembali. Seperti halnya Kurikulum 05
Cambridge. Walaupun mengalami berbagai
pembaruan, namanya tetap tetap Kurikulum
Cambridge. Dan, tak ada pencantuman tahun.

Dalam evaluasi dan revisi kurikulum ini akan


dipertimbangkan sejumlah langkah agar ke depan
anak-anak kita tak lagi disibukkan dengan goncangan
Perbaikan Kurikulum 2013:
Perbaikan untuk Kebaikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan perbaikan
terhadap Kurikulum 2013. Setiap perbaikan dan pengembangan yang
dilakukan pemerintah terhadap kurikulum dari waktu ke waktu bertujuan
untuk menghasilkan generasi yang memiliki tiga kompetensi, yaitu sikap,
keterampilan, dan pengetahuan.
Dari perbaikan yang telah dilakukan sepanjang 2015, terdapat empat poin perbaikan
dalam dokumen kurikulum:

PERMASALAHAN

Ketidakselarasan
Kompleksitas antara KI-KD
pembelajaran dengan silabus
dan penilaian dan buku.
pada Sikap
Spiritual dan
Sikap Sosial.
Pembatasan
kemampuan
Penerapan proses siswa melalui
06 berpikir 5M pemenggalan
sebagai metode taksonomi
pembelajaran proses berpikir
yang bersifat antar jenjang.
prosedural dan
mekanistik.

HASIL PERBAIKAN

Penataan
kompetensi Koherensi
Sikap Spiritual KI-KD dan
dan Sikap Sosial penyelarasan
pada semua dokumen.
mata pelajaran.

Penataan
Pemberian ruang
kompetensi yang
kreatif kepada
tidak dibatasi oleh
guru dalam
pemenggalan
mengimplementasi
taksonomi proses
kan kurikulum.
berpikir.

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Perbaikan Kurikulum 2013
Penataan Kompetensi Sikap 07

Spiritual dan Sikap Sosial


Hanya Guru Dua Mata Pelajaran yang Menilai Sikap Spiritual dan Sikap Sosial Siswa
secara Langsung

Sebelum adanya perbaikan kurikulum, guru setiap mata pelajaran diberi beban formal
untuk melakukan pembelajaran dan penilaian terhadap kompetensi sikap spiritual dan
sikap sosial siswa. Kini, kompetensi sikap sosial dan spiritual tidak lagi diberikan
secara intrakurikuler pada semua mata pelajaran.
Kepala Badan Penelitian dan Bagaimana guru melakukan laporan hasil belajar siswa.
Pengembangan Kemendikbud pembelajaran dan penilaian “Belajar berdoa itu tidak salah.
Totok Suprayitno mengatakan, tidak langsung? Tapi, kegiatan berdoa pada mata
hanya dua guru yang bisa pelajaran matematika ini tidak
Guru matematika atau guru fisika,
memberikan penilaian sikap siswa lagi jadi kewajiban guru di dalam
misalnya, dulunya diwajibkan
secara langsung, yaitu guru penilaian,” ujar Totok.
untuk mengajarkan dan menilai
Pendidikan Agama-Budi Pekerti
kemampuan siswa dalam
dan guru PPKn. Sedangkan guru Meskipun tak lagi dinilai
kegiatan berdoa. Hasil
lain di luar kedua mata pelajaran langsung, guru setiap mata
pembelajaran berdoa ini
ini, dapat mengajarkan dan pelajaran tetap memiliki
kemudian dimasukkan dalam
memberi nilai secara tidak kewajiban moral untuk mendidik
penilaian rapor. Kini, dengan
langsung. siswa dalam bersikap, baik sosial
penataan ulang terhadap
maupun spiritual. Peran guru
pembelajaran dan penilaian sikap
untuk menjadi panutan ini disebut
sosial sikap dan spiritual, guru
sebagai kurikulum yang
matematika tetap dapat
tersembunyi (hidden curriculum).
mengajarkan siswanya berdoa,
tapi tidak lagi memasukkan
penilaian tersebut di dalam

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Ketentuan pembelajaran sikap spiritual dan
sikap sosial setelah perbaikan kurikulum.

Pada mata pelajaran Pada mata pelajaran


Pendidikan Agama-Budi selain mata pelajaran
Pekerti dan mata pelajaran Pendidikan Agama-Budi
PPKn, pembelajaran sikap Pekerti dan mata pelajaran
spiritual dan sosial PPKn, pembelajaran sikap
dilaksanakan melalui spiritual dan sosial
pembelajaran langsung dilaksanakan melalui
dan tidak langsung. pembelajaran tidak
langsung.

Kurikulum tersembunyi, kata Besarnya peran guru dalam buku teks pelajaran. Dalam
Totok, menuntut guru untuk keberhasilan pendidikan juga rumah tangga, ibu digambarkan
memiliki sikap sosial dan spiritual dapat dilihat dari kejadian dengan setumpuk aktivitas seperti
yang baik. Ditinjau dari sisi filosofi, sehari-hari. Ketika guru mencuci, memasak, menyapu,
guru adalah sosok yang digugu menasehati siswa untuk dan lain sebagainya, sedangkan
dan ditiru. Sikap dan perilaku berperilaku baik, tapi di sisi lain sosok ayah digambarkan dengan
guru menjadi salah satu bentuk guru tidak memberi contoh yang aktivitas santai seperti minum
dari pembelajaran tidak langsung. baik, sudah hampir pasti siswa kopi dan membaca koran.
Siswa dididik untuk bersih, rapi, akan mengikuti perilaku daripada Gambar-gambar tersebut
08
sopan, santun, dengan melihat kata-kata sang guru. Demikian akhirnya membentuk persepsi
contoh dari guru. Apalagi di pula dengan budaya bersih, mulai bahwa perempuan derajatnya
jenjang PAUD, yang dalam proses dari pribadi yang bersih, lebih rendah daripada pria.
pembelajarannya kebanyakan kebersihan ruangan, pakaian,
tidak menggunakan buku teks. toilet, dan lingkungan juga Akan lain ceritanya jika kehidupan
Perilaku dan watak guru adalah termasuk pembelajaran tidak sebuah rumah tangga
pembelajaran. Untuk itu dokumen langsung. digambarkan ayah ikut membantu
kurikulum di jenjang PAUD tidak menjemur pakaian yang dijemur
dipentingkan, justru empat Untuk itu, kata Totok, dengan oleh ibu. Gambar semacam ini
kompetensi guru: profesional, tidak dimasukkannya akan membentuk persepsi positif
pedagogik, kepribadian, dan pembelajaran sikap dalam bagi anak. Bahwa ayah yang
sosial, yang harus ditingkatkan. muatan wajib, bukan berarti membantu ibu mencuci pakaian
tuntutan untuk guru menjadi tidak merendahkan martabatnya.
Contoh lain, jika ada guru yang profesional dan berkepribadian
menemukan siswa melakukan ditiadakan, justru semakin besar Demikian pula di sekolah. Sering
hal-hal yang bertentangan dengan tuntutannya. Karena guru adalah ditemui gambar yang
norma kejujuran dan karakter kurikulum. memperlihatkan kegiatan
baik seperti nyontek, berkelahi, menyapu kelas adalah pekerjaan
dan lain sebagainya, guru wajib Pembelajaran tidak langsung juga siswa perempuan. Sedangkan
menegur. Meskipun tidak dapat dapat dilakukan dengan siswa laki-laki bermain bola. “Itu
memberi penilaian langsung membangun persepsi positif stereotyping. Hidden Curriculum.
terhadap perilaku siswa yang siswa. Totok mengatakan, siswa Kita seringkali tidak sadar, yang
melanggar, guru dapat kerap dikenalkan dengan stigma tidak dikatakan tidak dituliskan
melaporkan perbuatan siswa atau stereotype yang ditemui di membentuk persepsi anak. Itu
tersebut kepada guru yang sekolah maupun lingkungan, dan juga yang kita tata,” ujar Totok. (*)
berwenang untuk memberi melekat di otaknya hingga
penilaian, yaitu guru Pendidikan dewasa. Misalnya, gambar dalam
Agama-Budi Pekerti dan guru
PPKn.

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Perbandingan Sebelum dan Sesudah Penataan Kompetensi Sikap
Penilaian hasil belajar siswa mengacu kepada pencapaian kompetensi dasar dan
kompetensi inti yang ditetapkan. Dokumen acuan ini dianggap kiblat bagi guru dalam
melakukan penilaian. Sebelum revisi, kompetensi dasar mata pelajaran dipaksakan
untuk mengakomodir kompetensi sikap sosial dan spiritual.

Dengan adanya perbaikan, kompetensi dasar pada sikap sosial betul-betul dilakukan
sebagai pembelajaran tidak langsung dan tidak dinilai secara langsung oleh guru
mata pelajaran. Penataan tersebut dapat dilihat pada contoh berikut.

Contoh Penataan Kompetensi Inti (KI) 2: Sikap Sosial


Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD

LAMA BARU
KI-2 KI-2
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung
santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam
dengan keluarga, teman, dan guru. berinteraksi dengan keluarga, teman, dan
guru.
KD
2.1 Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu KD
terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui (KI-2 dicapai melalui pembelajaran tidak
pemanfaatan Bahasa Indonesia dan/atau bahasa langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan,
daerah. pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan
2.2 Memiliki rasa percaya diri terhadap keberadaan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
tubuh melalui pemanfaatan Bahasa Indonesia serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.) 09
dan/atau bahasa daerah.

Contoh Penataan Kompetensi Inti (KI) 1: Sikap Spiritual


Mata Pelajaran Kimia SMA/MA Kelas XI

LAMA BARU
KI-1 KI-1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran 1. Menghayati dan mengalamkan ajaran yang
agama yang dianutnya. dianutnya.

KD KD
1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat (KI-2 dicapai melalui pembelajaran tidak
hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan,
kesetimbangan kimia, larutan dan koloid pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan
sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
pengetahuan tentang adanya keteraturan serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.)
tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Perbaikan Kurikulum 2013
Koherensi KI-KD dan Penyelarasan Dokumen
Penyelarasan untuk Ruang Kreativitas Guru

Perbaikan Kurikulum 2013 dilakukan dengan bersifat evaluatif formatif, salah


satunya dengan melakukan perbaikan pada dokumen Kompetensi Inti (KI) dan
Kompetensi Dasar (KD), silabus, serta buku teks pelajaran. Perbaikan tersebut
dilakukan berdasarkan masukan-masukan yang diberikan masyarakat, seperti
guru, pegiat pendidikan, praktisi, pemerhati pendidikan, serta masyarakat umum).

Kepala Badan Penelitian dan


Pengembangan (Balitbang) Satuan Pendidikan: SMA/MA
Kemendikbud, Totok Suprayitno Kelas: X (sepuluh)
mengatakan, perbaikan
Kurikulum 2013 akan dilakukan Kompetensi Inti (KI) :
secara terus menerus, seiring KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
dengan implementasi yang KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
berlangsung di lapangan. peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai, santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
Perubahan dokumen Kurikulum
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
2013 yang telah dilakukan juga
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
berdampak pada paradigma, yaitu pergaulan dunia.
kerangka berpikir dalam proses KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
pembelajaran. procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
Keselarasan KI dan KD kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
10 Berdasarkan hasil evaluasi,
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
ditemukan adanya pemahaman KI : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
yang kurang tepat oleh terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
masyarakat yang disebabkan oleh mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
format penyajian dan nomenklatur Kompetensi Materi Kegiatan Alokasi Sumber
dalam Kurikulum 2013, di Dasar Pembelajaran Pembelajaran Penilaian Waktu Belajar
antaranya Kompetensi Dasar (KD) Mengagumi Pembelajaran Penilaian KI 1
pada Kompetensi Inti (KI) yang keteraturan KI 1 dan KI 2 dan KI 2
dan dilakukan dilakukan
dianggap kurang logis dikaitkan kompleksitas secara tidak melalui
dengan karakteristik mata ciptaan Tuhan langsung pengamatan,
tentang (terintegrasi) penilaian diri,
pelajaran. Selain itu juga keanekaraga dalam penilaian
ditemukan indikasi adanya man hayati, pembelajaran teman
ekosistem, KI 3 dan KI 4. sejawat oleh
inkonsistensi antara Kompetensi dan peserta didik,
Dasar (KD) dengan silabus dan lingkungan dan jurnal.
hidup.
buku teks.

Pada konsep lama ini, terdapat masalah:


1. Guru Biologi harus mengajarkan dan menilai Sikap Spiritual dan Sikap Sosial
Contoh dapat ditemukan melalui 2. Guru Biologi harus membuat indikator pengukuran penilaian Sikap Spiritual dan
Sikap Sosial
ilustrasi pada pelajaran Biologi di
Kelas X berikut:

Kredibilitas Penulis Buku Teks


Perbaikan Kurikulum 2013 juga berdampak pada perbaikan buku teks pelajaran meski buku lama Kurikulum 2013
tetap dapat dipergunakan sebagai sumber belajar. Perbaikan buku teks pelajaran antara lain meliputi penyelarasan isi
buku terhadap perubahan KI-KD dan pembelajaran, dan memastikan kredibilitas penulis, penelaah, penilai dan
pereviu secara terbuka dan dapat dihubungi oleh pengguna atau pembaca. Hal tersebut juga menjadi salah satu poin
yang diatur dalam Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan.
Dengan demikian, buku lama Kurikulum 2013 tetap dapat dipergunakan sebagai sumber belajar dan buku teks
pelajaran Pemerintah bukan satu-satunya sumber belajar utama.

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Silabus Inspiratif halaman menjadi rata-rata 20 memberikan inspirasi kepada
Salah satu prinsip perbaikan halaman per mata pelajaran), guru. Silabus bersifat inspiratif,
silabus untuk memudahkan guru tanpa mengurangi substansi dan sehingga guru masih dapat
memahaminya sehingga mudah tetap konsisten memerhatikan melakukan pengembangan atau
diimplementasikan. Perbaikan lingkup serta urutan tatanan improvisasi dalam memberikan
silabus dilakukan antara lain pengetahuannya; serta pemberian pembelajaran kepada siswa.
dengan melakukan penataan eksplanasi yang lebih jelas
penulisan dan format sehingga terhadap karakteristik mata “Jadi ada pemberian ruang kreatif
mudah dipahami oleh guru; pelajaran, lingkup kompetensi dan kepada guru. Silabus tidak
penyajian yang efisien (dari materi pembelajaran. bersifat mutlak. Sifatnya inspiratif,
sebelumnya yang lebih dari 100 tidak wajib digunakan guru. Yang
Silabus yang disiapkan merupa- wajib dipenuhi adalah kompetensi
kan salah satu model untuk dasar (KD) yang harus dicapai
siswa. Sedangkan silabus itu
menyangkut cara bagaimana
Kemudian diselaraskan menjadi seperti di bawah ini:
siswa mencapai kompetensi itu,”
ujar Kepala Balitbang Kemendik-
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran bud, Totok Suprayitno.

3.1 Siswa mampu: Ruang Lingkup • Melakukan pengamatan


terhadap permasalahan
Sebelumnya, berdasarkan hasil
memahami tentang Biologi:
ruang lingkup • Permasalahan biologi pada objek biologi evaluasi Kurikulum 2013, silabus
biologi biologi pada dan tingkat organisasi yang telah disiapkan dikeluhkan
(permasalahan pada berbagai objek kehidupan di alam dan
membuat laporannya.
guru karena dianggap cukup
berbagai objek biologi, dan tingkat
biologi dan tingkat organisasi membelenggu kreativitas dalam
organisasi kehidupan. • Melakukan studi literatur mengelola dan mengembangkan
kehidupan), metode tentang cabang-cabang
biologi, objek biologi,
pembelajaran. “Padahal guru
ilmiah dan prinsip • Cabang-cabang
keselamatan kerja ilmu dalam biologi permasalahan biologi dan tidak boleh statis. Setiap saat
berdasarkan dan kaitannya profesi yang berbasis harus merefleksikan diri
pengamatan dalam dengan biologi (distimulir dengan
contoh-contoh dan
bagaimana memperbaiki diri
kehidupan pengembangan karir
diperdalam dengan dalam pembelajaran. Guru harus 11
sehari-hari. di masa depan,
penugasan/PR). menjadi inspirator. Menginspirasi
• Diskusi tentang kerja
anak-anak untuk mencapai,
seorang peneliti biologi bahkan melampaui cita-cita,” ujar
dengan menggunakan Totok.
metode ilmiah dalam
mengamati bioproses dan
melakukan percobaan Salah satu yang dianggap
dengan menentukan membelenggu adalah pencantu-
permasalahan, membuat
hipotesis.
man 5M, yaitu Mengamati,
Menanya, Mengumpulkan
informasi/Mencoba, Mengasosia-
Melalui penyelarasan ini, beberapa perbaikan dapat dicapai, seperti: si, dan Mengomunikasikan) dalam
• Ada penjelasan mengenai karakteristik mata pelajaran yang berisi tentang kolom pembelajaran pada silabus.
ruang lingkup materi (scope), tata urutan penyajian pembelajaran
Akibat pencantuman itu, guru
(sequence), dan pentahapan per jenjang (stages)
menganggap bahwa 5M adalah
• Konsep baru bersifat inspiratif. Guru diberi ruang kreatif untuk
prosedur pembelajaran yang baku
melaksanakan pembelajaran sesuai dengan konteks dan kebutuhan.
• Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak dan harus diikuti secara persis.
langsung (indirect teaching) oleh Guru Biologi. Perbaikan metode pembelajaran
dengan proses berpikir 5M ini
lebih jauh dilakukan dalam bentuk
pemberian ruang kreatif kepada
guru.(*)

Penerbitan buku teks pelajaran dapat dilakukan oleh Kemendikbud atau swasta, sesuai dengan ketentuan dalam Permendikbud No. 8
Tahun 2016, sebagai berikut:

Buku teks pelajaran harus Pelaku penerbitan terdiri atas Satuan pendidikan wajib memilih Penilaian kelayakan buku diajukan
memuat aktivitas untuk peserta Penulis, Editor, Ilustrator, dan menyediakan buku teks oleh Penerbit kepada Kemdikbud
didik yang digunakan dalam proses Penelaah, Konsultan, Reviewer, pelajaran yang dinyatakan layak atau BSNP.
pembelajaran. Penilai, dan/atau penerbit. dan wajib mengevaluasi seluruh
Informasi pelaku penerbitan wajib buku yang digunakan oleh satuan
dimuat pada bagian akhir buku. pendidikan.
Fokus/Edisi III/Juni 2016
Perbaikan Kurikulum 2013
Pemberian Ruang Kreatif pada Guru
Metode pembelajaran
menjadi salah satu hal
yang menjadi perhatian
dalam perbaikan Silabus yang disiapkan Pemerintah
Kurikulum 2013. Sebagian merupakan salah satu model untuk
guru menganggap metode memberi inspirasi. Guru dapat
pembelajaran dengan mengembangkan sesuai dengan
proses berpikir 5M konteks yang relevan.
(mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi
atau mencoba,
mengasosiasi,
mengomunikasikan)
bersifat prosedural dan Pemberian ruang kreatif itu
mekanistik sehingga membuat guru memiliki otonomi
membelenggu ruang dalam proses pembelajaran
kreatif. Selama ini mereka sehingga mendorong
memandang metode pembelajaran yang aktif.
tersebut sebagai Perbaikan itu juga menekankan
satu-satunya pendekatan bahwa pendekatan saintifik bukan
12 dalam pembelajaran di satu-satunya pendekatan dalam
semua mata pelajaran. pembelajaran.
akan belajar secara aktif. “Kita
Ke depan, proses berpikir 5M ingin semua guru-guru kita
harus dipandang sebagai adalah guru-guru yang
kemampuan atau proses berpikir mencerahkan dan membuat
yang perlu ditumbuhkan dan anak-anaknya cinta belajar,”
dibiasakan bagi persera didik agar ujarnya.
mereka terbiasa berpikir ilmiah.
Menumbuhkan kemampuan itu Salah satu upaya mendapatkan
harus terus menerus dilatih dan hasil pembelajaran yang
dibiasakan sehingga mendorong berkualitas, guru harus diberikan
para peserta didik untuk menjadi ruang seluas-luasnya untuk
pembelajar sepanjang hayat dan berkreasi dan mengembangkan
bersikap ilmiah dalam kehidupan. proses pembelajarannya. Kali ini
Kondisi ini tentunya dapat pemerintah berperan dalam
dibangun oleh ekosistem menyiapkan silabus sebagai salah
pendidikan di sekolah melalui satu model untuk memberikan
pembelajaran aktif dan tetap inspirasi pada guru. Nantinya,
mengedepankan pendekatan guru dapat mengembangkan dan
keilmuan. menyusun silabus sendiri sesuai
dengan kebutuhan dan konteks
Menteri Pendidikan dan yang relevan bagi proses
Kebudayaan (Mendikbud), Anies pembelajaran peserta didik.
Baswedan menyampaikan, salah
satu perbaikan kurikulum saat ini Guru memiliki keleluasaan dalam
adalah mengubah peran guru mengembangkan pengalaman
sebagai fasilitator bagi peserta belajarnya bagi peserta didik.
didiknya. Melalui peran guru Tidak hanya itu, guru juga dapat
sebagai fasilitator pembelajar, menggunakan
kata dia, para peserta didik juga pendekatan-pendekatan

Fokus/Edisi III/Juni 2016


pembelajaran yang sesuai dengan dibelajarkan adalah simakan
karateristik mata pelajaran, berupa pembacaan berita.
kompetensi, dan materi pelajaran,
serta kondisi daerah Guru juga memiliki otonomi untuk
masing-masing sekolah. menerapkan berbagai model
Misalnya, pembelajaran pada pembelajaran seperti model
mata pelajaran bahasa yang pembelajaran kooperatif, model
menggunakan pendekatan pembelajaran tematik terpadu,
pembelajaran berbasis teks atau model pembelajaran berbasis
genre baik teks tulis maupun teks proyek, dan model pembelajaran
lisan. Dalam pendekatan itu, berbasis masalah. Model-model
target peserta didik adalah pembelajaran lainnya pun tetap
memiliki keterampilan menyimak dapat digunakan sesuai dengan
berita maka teks atau genre yang karakteristik kompetensi dasar
dan materi pelajaran yang akan
dicapai oleh peserta didik. Pada
intinya, guru tidak disibukkan
pendekatan dan model
pembelajaran yang digunakan
Dalam pembelajaran tematik tetapi lebih menekankan pada
(khusus jenjang SD), guru dapat variasi pengalaman-pengalaman
mengembangkan tema dan sub belajar yang akan dilakukan oleh
tema sesuai dengan konteks yang peserta didik. (*)
relevan.

13

5M merupakan kemampuan proses berpikir yang


perlu dilatih secara terus menerus melalui
pembelajaran agar siswa terbiasa berpikir secara
saintifik.

5M bukanlah prosedur atau langkah-langkah atau


pendekatan pembelajaran.

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Perbaikan Kurikulum 2013
Kemampuan Siswa Tidak Dibatasi
Taksonomi Proses Berpikir
Sejak Dini Siswa Diajak Kembangkan Kemampuan Berpikir Kritis

Revisi Kurikulum 2013 menuntut kecakapan berpikir tingkat tinggi yang


ingin dibangun sejak dini pada siswa jenjang pendidikan dasar. Sebelumnya
pada Kurikulum 2013 sebelum revisi, kecakapan berpikir tingkat tinggi
atau High Order Thinking Skill (HOTS) diberikan mulai pada jenjang
pendidikan menengah (SMA dan SMK).

Dalam Kurikulum 2013 yang lalu, kompetensi dasar Ia mencontohkan, tingkat mencipta pada siswa SD
untuk siswa di tiap jenjang pendidikan berbeda, yaitu bisa berupa membuat pantun atau puisi,
SD hanya sampai pada tingkat memahami, SMP menciptakan karangan tentang cita-cita, atau
menerapkan dan menganalisis, sedangkan SMA membuat layang-layang dan alat peraga sederhana.
sampai tingkat mencipta. Pembatasan kompetensi Sedangkan untuk SMA misalnya bisa menciptakan
dasar ini berdampak pada proses pembelajaran, robot, eksperimen membuat obat atau minuman
seolah-olah siswa cukup sampai pada berpikir kesehatan, atau alat peraga yang lebih rumit.
tingkat rendah, yaitu memahami, sedangkan berpikir
tingkat tinggi baru dimulai pada level SMA/SMK. “Yang jelas harus dilatih kritis. Diawali dengan
14 berpikir kritis, misalnya dengan banyak
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan mempertanyakan, sampai pada tahap membuktikan,
(Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno baru percaya,” kata Totok.
mengatakan, sebelum Kurikulum 2013 direvisi,
desain pembelajaran berpikir tingkat tinggi mulai Karena itulah Kompetensi Dasar (KD) pada
diberikan saat siswa duduk di bangku SMA/SMK. Kurikulum 2013 yang telah direvisi tidak dibatasi oleh
tingkatan taksonomi pada jenjang pendidikan dasar
Namun, setelah desain pembelajaran Kurikulum dan menengah. Penyusunan Kompetensi Dasar yang
2013 diubah, siswa SD yang sebelumnya hanya tidak dibatasi tingkatan taksonomi tersebut terlihat
didesain untuk sampai pada tingkat memahami bahwa pada jenjang SD siswa juga dapat membangun
(tingkat berpikir paling rendah), sekarang dibebaskan kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order
berpikir sampai tahap penciptaan. “Tentunya dengan Thinking Skill) dengan berbagai kategori
kadar penciptaan yang sesuai dengan usianya,” pengetahuan. (*)
tambah Totok.

Rumusan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013


sebelumnya dibatasi oleh taksonomi. Berdasarkan
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), taksonomi
adalah kaidah dan prinsip yang meliputi
pengklasifikasian objek, dalam hal ini klasifikasi
siswa berdasarkan jenjang pendidikan.

Totok menuturkan, kompetensi pengetahuan yang


diajarkan kepada siswa dibagi menjadi empat
dimensi, yaitu dimensi faktual, konseptual,
prosedural, dan kognitif. “Dulu siswa SD hanya
berhenti sampai memahami, yaitu pengetahuan yang
sifatnya konseptual. Sekarang di tingkat SD, semua
dimensi pengetahuan diajarkan, yang berbeda hanya
tingkat kompleksitasnya,” tuturnya.

Fokus/Edisi III/Juni 2016


15

Dua siswa SD Negeri


Rawamangun, Jakarta
mempresentasikan hasil
karyanya di depan kelas.
Melalui Kurikulum 2013,
siswa sejak dini diajak
berpikir tingkat tinggi yang
disesuaikan dengan usianya.

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Tahun Pelajaran 2016/2017
25 Persen Sekolah Terapkan Kurikulum 2013
Berdasarkan grand design yang dirancang oleh Badan Penelitian dan
Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, tahun pelajaran 2016/2017
sekolah pelaksana Kurikulum 2013 bertambah sebanyak 19 persen, dari
enam persen menjadi 25 persen atau 38.472 sekolah. Namun demikian,
dari seluruh sekolah target tersebut, penerapannya tidak untuk semua
kelas. Di jenjang sekolah dasar, baru kelas 1 dan kelas 4 yang akan
menerapkan. Begitu pula dengan jenjang SMP dan SMA/SMK, kelas yang
menerapkan adalah kelas 7 dan kelas 10 untuk semua mata pelajaran.

Persiapan penerapan untuk 25 oleh guru untuk mengikuti Disampaikan Sekretaris


persen sekolah ini telah masuk pelatihan adalah adanya Direktorat Jenderal Pendidikan
pada tahap pelatihan instruktur, rekomendasi dari salah satu Dasar dan Menengah, Thamrin
baik tingkat nasional, provinsi, unsur ini: kepala dinas Kasman, sekolah yang dipilih
maupun kabupaten/kota. pendidikan, pengawas sekolah, untuk menerapkan Kurikulum
perguruan tinggi, LPMP, maupun 2013 adalah sekolah yang siap.
Bagi guru yang ingin menjadi lembaga-lembaga keagamaan Kesiapan tersebut antara lain,
Instruktur Kurikulum 2013 seperti Ma’arif, Muhammadiyah, sekolah yang telah terakreditasi
tentunya harus mengikuti Konghucu, dan lain sebagainya. minimal B, memiliki guru yang
pelatihan terlebih dahulu. Salah pernah mendapatkan pelatihan
satu syarat yang harus dipenuhi K13 pada tahun 2014/2015, atau
sekolah-sekolah yang dibina oleh
direktorat.

16
JENJANG DAN JADWAL PELATIHAN

IN
Minggu 20-24 Maret
Peserta Tim Pengembang
Tempat Jakarta
Instruktur Anggaran Direktorat
Nasional

775 Org

IP
Minggu II-IV Maret
Peserta TPK Provinsi
Tempat 7 Region
Instruktur Anggaran Direktorat
Provinsi

3.661 Org

IK
Minggu I Mei - IV Mei
Peserta TPK Kab/kota
Tempat LPMP
Instruktur Anggaran LPMP
Kabupaten/Kota

66.564 Org

SS
Minggu III April - IV Juni
Peserta TPK Kab/kota
Tempat LPMP/Sekolah Induk
Sekolah Anggaran LPMP
Sasaran

285.698 Org

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Sasaran Pelatihan
Sasaran Pelatihan
Sekolah Instruktur Instruktur Instruktur Nara
No Sekolah sasaran Kepala Kab/Kota Provinsi Nasional sumber
Guru Jumlah
Sekolah

1 SD 27.480 70.216 27.480 98.061 12.187 340 99 22

2 SMP 5.320 80.016 5.320 85.017 18.504 1.840 125 40

3 SMA 2.049 45.078 2.049 47.127 16.815 1.121 209 47

4 SMK 1.606 44.968 1.606 46.574 19.058 360 165 31

5 PKLK 2.017 6.921 2.017 8.919 - - 177 15

Jumlah 38.472 247.199 38.472 285.698 66.564 3.661 775 155

Tidak ada perbedaan kriteria bagi Bagi sekolah yang belum masuk Berdasarkan peta jalan yang telah
sekolah negeri atau swasta. Tidak dalam target 25 persen di tahun disusun oleh Balitbang,
ada pula sistem kuota bagi setiap pelajaran 2016/2017 ini tapi ingin implementasi K13 di seluruh
kabupaten/kota dalam melaksanakan K13, dapat sekolah akan terlaksana pada
menentukan sekolah mana saja menyelenggarakan secara tahun 2019/2020. Semua sekolah
yang menerapkan K13. Prinsip mandiri. Tapi tentu ada baik negeri atau swasta akan
pemilihan sekolah adalah konsekuensi biaya yang harus melaksanakan K13 yang terpadu
keterwakilan untuk setiap ditanggung, baik anggaran untuk dengan data pokok pendidikan
kabupaten/kota, dan juga pelatihan guru, manajemen (dapodik).(*)
mengacu pada grand design yang sekolah, maupun pendampingan. 17
telah ditetapkan. “Jadi di satu
kabupaten/kota itu ada SD, SMP, “Pelaksanaan K13 secara mandiri
dan SMA yang menerapkan,” kementerian tidak pernah
katanya. melarang. Tapi implikasinya itu
biaya,” kata Thamrin.

Guru dan dua siswanya


tengah mempersiapkan alat
bantu pembelajaran di
kelasnya. Model
pembelajaran Kurikulum
2013 memberikan ruang
seluas-luasnya bagi guru
untuk berkreativitas.

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Kisah Sukses
Ujian Nasional 2016
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2015/2016 telah selesai
diselenggarakan. Ada sejumlah berita baik dari pelaksanaan UN tahun ini.
Misalnya soal jumlah pengaduan masalah yang turun drastis dibandingkan
2015 yang lalu, serta semakin banyak sekolah yang mengikuti ujian
berbasis komputer.

PENGADUAN MASALAH UN SMA/SMK


2013-2016

TU
RU
622 ND
18
RA
ST
IS
587
365

187

2013 2014 2015 2016

Fokus/Edisi III/Juni 2016


UJIAN NASIONAL 2016

800
7,6 RIBU
JUTA 97 RIBU Teknisi,
Peserta UN Proktor UNBK
SMP & SMA, Satuan serta Para
Sederajat Pendidikan Pengawas

UN KERTAS DAN PENSIL

SMP/Sederajat * SMA/Sederajat * SMK/Sederajat

4.216.552 siswa 1.701.358 siswa 778.068 siswa


59.083 sekolah 24.669 sekolah 9.819 sekolah

Jumlah Peserta UNKP: 6.695.978 19


Jumlah Sekolah/Lembaga UNKP: 93.571

UN
BERBASIS
KOMPUTER

SMP/Sederajat * SMA/Sederajat * SMK/Sederajat

156.320 siswa 267.365 siswa 498.177 siswa


984 sekolah 1.297 sekolah 2.100 sekolah

Jumlah Peserta UNBK: 921.862


Jumlah Sekolah/Lembaga UNBK: 4.381

DI Yogyakarta sebagai provinsi Kota Surabaya merupakan kota yang


penyelenggara UNBK terbanyak melaksanakan UNBK 100%

Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Papua Jenjang SMK memiliki peserta UNBK
juga berpartisipasi tinggi dalam UNBK tertinggi

* SMP/Sederajat termasuk MTs, SMPLB, dan Paket B


SMA/Sederajat termasuk MA, SMALB, dan Paket C

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Efek Penggunaan Kurikulum 2013
dalam Kisi-kisi Ujian Nasional 2015/2016
Kisi-kisi ujian nasional (UN) UN tahun ini memuat cakupan (10 persen) dan sudah diajarkan
disusun berdasarkan kriteria materi dan level kognitif untuk pada kedua kurikulum akan dinilai
kompetensi lulusan, standar setiap mata pelajaran, jenjang, dan diujikan melalui ujian satuan
isi, dan kurikulum yang dan jenis pendidikan berdasarkan pendidikan.
irisan kedua kurikulum tersebut.
berlaku pada lingkup materi
Peserta didik hanya akan belajar
yang sama. Sejak
Irisan materi pada Kurikulum di sekolah menggunakan satu
diterapkannya Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kurikulum saja. Jika di sebuah
2013 sekitar tiga tahun lalu, 2006 dan Kurikulum 2013 pada sekolah diterapkan dua kurikulum
penyusunan kisi-kisi UN kisi-kisi UN tahun pelajaran (KTSP 2006 dan Kurikulum 2013)
tahun pelajaran 2015/2016 2015/2016 adalah lingkup materi dikarenakan sekolah tersebut
mengalami perbedaan dari yang sama dari kedua kurikulum baru menerapkan Kurikulum 2013
tahun-tahun sebelumnya. tersebut. Sebagai contoh, pada bagi sebagian peserta didiknya
mata pelajaran tertentu, Fisika dan sebagian lainnya
Kisi-kisi UN kali ini memuat misalnya, terdapat 90 persen menggunakan KTSP 2006.
materi yang diujikan dalam UN materi yang sama dari kedua Namun, dalam UN baik siswa
adalah materi yang diajarkan pada kurikulum tersebut dan 10 persen yang menggunakan Kurikulum
kurikulum yang berlaku yang berbeda. Maka, materi yang 2013 maupun KTSP 2006 akan
berdasarkan Permendikbud dujikan dalam UN adalah materi mendapatkan materi ujian yang
Nomor 22 Tahun 2006 dan yang sama (90 persen), sama diantara kedua kurikulum
Permendikbud Nomor 64 Tahun sedangkan materi yang berbeda tersebut.(*)
2013. Dengan kata lain, kisi-kisi

20
INFORMASI YANG HARUS
INFORMASI PELAKU PENERBITAN

daftar kegiatan pameran dan/atau


Nama Lengkap, pertunjukan seni dalam kurun waktu 10
gelar akademis (jika ada); (sepuluh) tahun terakhir (khusus Illustrator);

riwayat pendidikan pada lembaga pas foto (khusus penulis);


pendidikan tinggi, yang meliputi nama
lembaga, fakultas dan jurusan/program
studi/bagian, serta tahun masuk dan bidang keahlian;
tahun kelulusan;
pekerjaan tetap/profesi dan jabatan
buku yang ditulis dalam kurun waktu 10 dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun
(sepuluh) tahun terakhir (khusus Penulis, terakhir, yang meliputi kurun waktu
Editor, Penelaah, Konsultan, Reviewer, dan pekerjaan/profesi dan institusi/lembaga
Penilai); tempat bekerja;

penelitian yang dilakukan dan/atau alamat kantor atau alamat rumah;


dipublikasikan dalam kurun waktu 10
(sepuluh) tahun terakhir (khusus Penulis, nomor telepon kantor dan/atau telepon
Editor, Penelaah, Konsultan, Reviewer, genggam
dan Penilai);
buku yang pernah ditelaah, direviu, dibuat akun facebook;
ilustrasi, dan/atau dinilai dalam kurun
waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir (khusus alamat e-mail
Penelaah, Reviewer, Illustrator, dan/atau
Penilai);
informasi lain yang ingin dicantumkan.

Fokus/Edisi III/Juni 2016


Ini Ketentuan Buku Penunjang Kurikulum 2013
Buku yang digunakan oleh Kriteria penilaian buku teks
satuan pendidikan wajib pelajaran maupun buku non teks
memenuhi nilai dan norma pelajaran diatur lengkap dalam
positif yang berlaku di Peraturan Menteri Pendidikan dan
masyarakat, antara lain tidak Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2016
mengandung unsur tentang Buku yang Digunakan
pornografi, paham oleh Satuan Pendidikan.
ektrimisme, radikalisme, Dalam peraturan itu, pelaku
kekerasan, SARA, bias penerbitan baik untuk buku teks
gender, dan tidak pelajaran maupun buku non teks
mengandung nilai pelajaran wajib memuat informasi
penyimpangan lainnya. tentang penulis, editor, illustrator,
penelaah, konsultan, reviewer, dan
Selain itu, buku teks pelajaran penilai. Buku asing yang
maupun buku non teks pelajaran diterjemahkan untuk digunakan
wajib memenuhi kriteria penilaian oleh satuan pendidikan pun wajib
sebagai buku yang layak mencantumkan informasi tentang
digunakan oleh satuan pendidikan penerjemah. Tidak hanya itu,
mulai dari unsur kulit buku, informasi tentang penerbit pun
bagian awal, bagian isi, hingga harus dicantumkan dalam buku
bagian akhir. tersebut.(*)

21
DICANTUMKAN SEBAGAI IDENTITAS BUKU

INFORMASI PENERBIT

a. nama perusahaan atau badan usaha;

b. tahun berdiri;

c. tahun penerbitan buku pertama;

d. tanda daftar perusahaan (TDP);

e. alamat, nomor telepon, dan nomor


faksimile kantor;

f. nomor pelayanan pelanggan;

g. akun facebook; dan

h. alamat email.

Fokus/Edisi III/Juni 2016


22

Kurikulum, Pendidikan, dan Peradaban


Oleh
Zulfikri Anas
Pusat Kurikulum dan Perbukuan

Kajian/Edisi III/Juni 2016


Pendidikan adalah jalan terindah untuk membangun peradaban.
Sehubungan dengan hal itu, kurikulum menjadi rambu-rambu yang akan
membantu dan memudahkan kita mencapai tujuan. Sejatinya kurikulum
itu sederhana. Ia memuat apa yang akan kita lakukan agar peserta didik
yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa, malas
menjadi rajin, sembrono menjadi disiplin, egois menjadi peduli,
destruktif menjadi konstruktif, tidak literat menjadi literat, dan
seterusnya. Oleh karena itu, kurikulum yang dirancang harus siap
mengantisipasi kebutuhan mereka, baik kebutuhan saat ia belajar
maupun kebutuhan di masa datang.
Sebagai rambu-rambu, kehadiran kurikulum membuat materi society”. Dalam konteks ini,
pelajaran yang tadinya sulit menjadi mudah diajarkan, mudah kurikulum merupakan sebuah
dipelajari oleh siswa, dan terukur pencapaianya oleh setiap perjalanan manusia menuju
siswa. Itulah sejatinya kurikulum. Dalam konteks itu pula, kedewasaan, yaitu manusia yang
kurikulum bukanlah sekadar daftar materi pelajaran yang akan mampu berperan aktif
dipindahkan ke dalam diri anak, melainkan sebuah rancangan menyelamatkan kehidupan dirinya
atau skenario yang memberikan ruang yang seluas-luasnya dan masyarakat. Kritik terhadap
kepada setiap anak untuk mengembangkan potensi yang sudah pandangan Bobbit datang ketika
ada dalam diri mereka. Potensi itu bawaan sejak lahir, dan dalam pelaksanaanya kurikulum
semua orang (tanpa kecuali) memilikinya. Jika demikian, dimaknai sebagai “lintasan pacu”
mengapa masyarakat seringkali mengeluhkan bahwa kurikulum (race-course), hakikat lintasan pacu
justru memberatkan bagi anak, apanya yang membuat berat? adalah menyediakan satu jalur untuk
semua peserta pacuan, pertandingan
Barangkali kita perlu mengkaji lebih mendalam. Yang jelas akan berlanjut bagi yang menang dan
selama ini pendidikan di negeri kita sudah lama terperangkap berhenti bagi yang kalah. Kondisi ini
dalam paradigma transfer of knowledge. Ciri-cirinya, siswa terjadi di dunia pendidikan sampai
diposisikan sebagai konsumen, sekalipun sekolah menerapkan sekarang. Kurikulum dan pendidikan
23
belajar aktif (active learning) tapi posisi seolah hanya berpihak
anak tetap sebagai pelaksana perintah, kepada anak yang sukses
bukan penggagas. Di sekolah belajar dari Kurikulum dipandang dan ramah hanya kepada
pagi sampai siang, bahkan sampai sore, sebagai jantung mereka yang "menang"
di rumah mengerjakan tugas atau PR pendidikan, (baca: juara), bagi yang
sampai larut malam. Semua mata sebagaimana halnya kalah atau gagal, harus
pelajaran berlomba-lomba memberikan jantung pada diri membayarnya dengan
tugas. Cara-cara ini telah merampas manusia, ketika jantung tinggal di kelas yang
dunia anak, dan itu termasuk bagian dari bermasalah, maka hidup sama, atau pindah ke
impelemented curriculum atau taught kita akan bermasalah. sekolah yang mutunya
curriculum. lebih rendah. Pendidikan
menjadi tidak ramah dan
Jika kita kembali ke akar kata pendidikan “educare” yang berarti tidak bersahabat kepada mereka yang
mengeluarkan dan menuntun, maka pendidikan pada intinya gagal. Kita sepertinya sangat maklum
adalah upaya menuntun agar potensi yang bersemayam dalam bahwa perlakuan itulah yang dianggap
diri peserta didik keluar dan berkembang menjadi kompetensi. pantas untuk mereka. Pemikiran ini
Dengan demikian, makna pendidikan adalah memberikan dianggap wajar walaupun
pelayanan kepada setiap anak (tanpa syarat apapun) agar sesungguhnya ini mengingkari
kekuatan-kekuatan yang tersembunyi dalam diri setiap anak makna pendidikan itu sendiri.
dapat “dikeluarkan”, dikembangkan, dan diberdayakan sehingga Kurikulum seyogyanya membebaskan
anak menjadi semakin siap, tangguh, dan matang dalam anak dari belenggu lintasan pacu ini.
menghadapi persoalan kehidupan. Proses pematangan itu
berlangsung tanpa jeda, ia berkembang sejalan dengan Kondisi seperti itu terus berlangsung
pengalaman yang dilalui. Setiap fase berjalan seiring dengan seolah tidak terpengaruh oleh
nafas dan keberadaannya sebagai manusia, setiap pesatnya perkembangan ilmu
perkembangan langsung dimanfaatkan dalam kehidupan. pengetahuan tentang kurikulum yang
pada intinya adalah bagaimana kita
Menengok ke belakang, istilah “kurikulum” digunakan di dunia memberikan pelayanan terbaik
pendidikan setelah diperkenalkan oleh John Franklin Bobbit kepada setiap warga negara.
(1876-1956). Bobbit mengistilahkan kurikulum sebagai “a way to Kurikulum dipandang sebagai jantung
prepare students for their future roles in the new industrial pendidikan, sebagaimana halnya

Kajian/Edisi III/Juni 2016


jantung pada diri manusia, ketika jantung tidaklah begitu penting, dan perubahan atau perbaikan
bermasalah, maka hidup kita akan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena kurikulum
bermasalah. Jika pelaksanaan kurikulum melekat pada kehidupan manusia yang sangat dinamis,
masih seperti pengertian “lintasan pacu”, yang terpenting adalah kolaborasi semua pihak dalam
maka pendidikan akan mengalami sesak memberikan pelayanan terbaik bagi setiap peserta didik.
nafas, dan mati pelan-pelan. Apalagi jika
kurikulum itu terus “digoyang” sehingga Mari kita jalankan apa yang bisa kita jalankan, dan
terjadi gonjang-ganjing tanpa kita tahu di tinggalkan apa yang seharusnya ditinggalkan. Apapun
mana sumber atau akar permasalahannya. kondisinya, kurikulum itu tidak akan pernah tuntas dan
kekuatan kurikulum bukan terletak pada
Pengalaman kita, sepanjang sejarah “kesempurnaannya”, melainkan pada keampuhan
pembaharuan kurikulum di negeri ini, selalu tangan-tangan dingin para pendidik dan orang-orang yang
diwarnai oleh gejolak, dan yang ada di belakangnya. Jika para pendidik menemukan
memprihatinkan adalah gejolak yang muncul kekeliruan dalam dokumen kurikulum, langsung saja
justru mengalahkan ide kurikulum itu diperbaiki, jangan mengajarkan sesuatu yang salah, bila
sendiri. Apa sesungguhnya yang terjadi? Jika itu dianggap salah. Perlu kita sadari bahwa sebuah
kurikulum itu dipandang keliru, mari kita dokumen kurikulum akan segera usang begitu ia
perbaiki mana yang keliru itu. Jika semuanya ditetapkan karena ia segera “ditinggalkan” oleh kemajuan
dianggap keliru, mari kita ganti dengan yang yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan yang terus
baru, tidak ada yang perlu diresahkan karena berlangsung. Perubahan dalam setiap aspek kehidupan
mengganti sesuatu yang salah dengan yang tidak pernah mau menunggu sampai kurikulum selesai
benar, atau kurang baik menjadi lebih baik ditetapkan.
tidak akan menimbulkan keresahan, tinggal
bagaimana kita menjelaskan ke masyarakat,
terutama guru, orang tua, dan siswa.
Jika kurikulum itu dipandang keliru, mari
Lalu mengapa perubahan kurikulum sering kita perbaiki mana yang keliru itu. Jika
menimbulkan gejolak? Ternyata kurikulum
semuanya dianggap keliru, mari kita ganti
itu tidak sesederhana seperti yang dinyatakan
24 dengan yang baru. Mengganti sesuatu yang
pada kalimat pembuka tulisan ini. Dalam
lingkup nasional, kurikulum tidak hanya
salah dengan yang benar, atau kurang baik
menyangkut persoalan konten atau substansi menjadi lebih baik tidak akan menimbulkan
pada level mikro. Kurikulum sangat keresahan, tinggal bagaimana kita
mewarnai konstruksi suatu masyarakat yang menjelaskan ke masyarakat.
melibatkan banyak kepentingan. “Kurikulum
berkaitan dengan relasi–relasi sosial
berbagai agen yang terlibat dan
berkepentingan di belakangnya. Kurikulum
Literasi Penuh
berkaitan dengan kepentingan politik
penguasa, kurikulum juga berkepentingan Berkaca pada kelompok Paedia di Amerika Serikat yang
dengan relasi antara negara dengan sekolah terkenal dengan Silabus Pendidikan Humanistiknya. Mereka
(melalui representasi guru dan murid), mengembangkan kurikulum berorientasi pada pembentukan
maupun relasi sosial antara sekolah dengan sifat-sifat kemanusiaan. Kurikulum yang demikian akan abadi
masyarakat. Bahkan relasi dengan pasar sepanjang masa. Dasar pemikiran dalam pengembangan
atau modal sangat berpengaruh” (Hidayat, kurikulumnya adalah pandangan bahwa semua mata
2011:85). Dan yang membuat kondisi semakin pelajaran penyumbang pembentukan sifat-sifat kemanusiaan.
rumit adalah ketika kurikulum juga terkait Sebagai contoh, mata pelajaran Matematika memberikan
dengan kepentingan bisnis, terutama bisnis nutrisi pada pemikiran manusia terkait dengan keteraturan,
perbukuan dan sarana lainnya. ketegasan, perkembangan logika dari sederhana hingga
kompleks, kepastian, universalitas, abstraksi, ekonomis, dan
Berkaitan dengan semua itu, saat ini adalah keanggunan (kesejajaran, keragaman, ritme, dan
masa-masa yang paling tepat bagi kita untuk kesinambungan). Perangkat-perangkat pemikiran lain yang
melakukan tindakan nyata sebagai hasil disumbangkan oleh matematika, antara lain: ide-ide simbol,
refleksi yang mendalam tentang hal ini agar fungsi, transformasi, dan pembuktian. Matematika memberi
perubahan-perubahan kebijakan kurikulum kepuasan estetik atas keberhasilan penggunaan pikiran untuk
tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. menyingkirkan ketidakjelasan, ketidakpastian, subjektivitas,
Mari kita hentikan berbagai polemik, dan emosi. Di balik ide pembuktian matematis terdapat
siapapun yang menjadi pemeran utama aksioma yang diturunkan dari premis-premis yang tidak
dalam perancangan dan perbaikan kurikulum

Kajian/Edisi III/Juni 2016


terbantahkan. Ilmu ini sangat bermanfaat dalam penyelesaian Ilmu sosial atau IPS berperan dalam
berbagai persoalan kehidupan sehari-hari, termasuk untuk mempersiapkan para murid untuk
mengungkap kebenaran dalam kasus-kasus pelik sehingga menjadi anggota masyarakat. Setiap kita
sangat membantu kita untuk menemukan kebenaran dan harus memiliki pemahaman dasar
keadilan sejati (Adler, 2009:61-131). tentang fungsi-fungsi masyarakat,
bagaimana menjalin hubungan sosial di
Pelajaran bahasa melatih dan mengkondisikan agar kita antara kita, hubungan negara kita
benar-benar literat terhadap berbagai hal penting dalam dengan negara lain, dan bagaimana
kehidupan. Bahasa menjadi alat yang tidak tergantikan untuk manusia mempengaruhi dunia atau
mencapai kehidupan yang seutuhnya, kehidupan yang tidak alam yang mereka huni, bagaimana
berhenti belajar. Lewat pembelajaran bahasa kita melatih mengelola sumber daya untuk
kepekaan dalam mendengar, berbicara, membaca, dan kesejahteraan jangka panjang,
menulis untuk mencapai literasi penuh. Bahasa bagaimana menciptakan kerukunan
merupakan alat untuk membentuk, hidup dalam keberagaman. Dalam hal ini
menyusun, mengevaluasi, dan pembelajaran IPS harus dikaitkan
mengapresiasi pemikiran serta Perubahan atau dengan ilmu alam dan ilmu-ilmu
perasaan kita. Kemampuan perbaikan kurikulum humaniora lainnya.
bahasa juga bisa menata, adalah sesuatu yang
menjernihkan, Sebagai penutup, dapat ditegaskan
wajar karena kurikulum
menghubungkan, bahwa penyelamatan masa depan
melekat pada kehidupan
memilah hubungan, anak didik jauh lebih utama
serta menghubungkan
manusia yang sangat daripada berbagai kepentingan
kembali pemikiran dan dinamis, yang terpenting yang ada dibalik sebuah kebijakan
perasaan. adalah kolaborasi semua kurikulum. Kurikulum, apapun
pihak dalam memberikan kondisinya tidak akan berpengaruh
Membaca dengan literasi pelayanan terbaik bagi apa-apa tanpa ada keseriusan,
penuh akan menggiring kita setiap peserta didik. ketulusan, dan komitmen para pendidik
untuk memahami pesan-pesan dalam mengimplementasikannya. Untuk
moral dari apa yang kita baca. Sebagai itu, mari kita bersama-sama
guru dan orang tua, kita harus jeli membaca mengutamakan pelayanan kepada anak 25
ketika murid berbicara. Sebelum kita merespons didik, jangan biarkan mereka kelelahan
ucapan dan perilaku mereka, kita harus membaca dengan menunggu uluran tangan dan ketulusan
cermat apa yang mereka ungkapkan atau lakukan. hati kita. Semoga!(*)

Ilmu Alam atau IPA membantu kita untuk melakukan


penjelajahan mencari penjelasan rasional atas fenomena
alam. Proses ini terus berlangsung di sepanjang kehidupan.
Melalui IPA kita kenal dengan istilah ilmu murni dan ilmu
terapan. Ilmu murni menyumbangkan kemampuan untuk
mendapatkan pengetahuan tentang struktur dan operasi
elemen-elemen alam semesta. Pencarian ini diarahkan untuk
memperoleh kebenaran yang bisa dibuktikan kepada semua
orang. Ini akan mengukuhkan bahwa ilmu pengetahuan
bermanfaat bagi kehidupan. Ilmu terapan menggunakan ilmu
murni dan mengatur pemanfaatanya, menyesuaikannya
secara teknis dan ekonomis, dalam situasi ini kita terbantu
oleh kehadiran berbagai teknologi sehingga terasa sekali
bahwa ilmu pengetahuan yang kita peroleh untuk
memudahkan kehidupan. Di awal usia sekolah, terutama di
tiga tahun pertama belajar IPA, ceramah harus minimal,
sejumlah keajaiban bisa ditampilkan kepada anak agar
mereka takjub dan “larut” dalam belajar mengasah dan
membesarkan potensi diri.
Kekayaan Cagar Budaya
Bawah Air
Proses pendataan cagar budaya bawah air di Pulau
Natuna, Kepulauan Riau yang dilakukan pada 2015
yang lalu. Di wilayah perairan ini banyak tersebar
keramik dari peninggalan kapal yang karam.

26

Foto-foto: Ditjen Kebudayaan

Sebagai negara bahari, aktivitas perdagangan melalui jalur laut


menjadi kekuatan perekonomian Indonesia di masa lalu. Padatnya
jalur pelayaran memungkinkan terjadinya kapal tenggelam
dengan berbagai macam faktor, seperti badai, perang, kelalaian
awak kapal. Peninggalan kapal karam itu menjadi bentuk
peninggalan cagar budaya di Indonesia.

Kebudayaan/Edisi III/Juni 2016


Cagar budaya adalah warisan bercirikan budaya, historis,
budaya bersifat kebendaan berupa ataupun arkeologis yang
benda cagar budaya, bangunan sebagian atau keseluruhan telah
cagar budaya, struktur cagar berada di bawah air secara
budaya, situs cagar budaya, dan periodis ataupun terus menerus
kawasan cagar budaya di darat minimal selama 100 tahun.
dan/atau di air yang perlu Sehingga, terdapat tiga jenis
dilestarikan keberadaaanya peninggalan bawah air, yaitu
karena memiliki nilai penting bagi pertama situs, struktur, artefak,
sejarah, ilmu pengetahuan, dan sisa-sisa manusia bersama
pendidikan agama, dan/atau dengan konteks arkeologis dan
kebudayaan melalui proses lingkungannya. Kedua, kapal,
penetapan. pesawat terbang, atau kendaraan
lainnya bersama dengan
Berdasarkan wilayahnya, muatannya dalam konteks
kapal-kapal karam dikategorikan arkeologis dan lingkungannya.
ke dalam Cagar Budaya Bawah Air Ketiga, benda-benda prasejarah.
(CBBA). Konvensi The United Sehingga, pipa, kabel, dan
Nations Educational, Scientific instansi lainnya yang diletakkan
and Cultural Organization di dasar laut tidak termasuk ke
(UNESCO) mendefinisikan Cagar dalam jenis peninggalan bawah
Budaya Bawah Air sebagai air.
jejak-jejak manusia yang

Mengapa Perairan Indonesia Menarik?


27
Negara kepulauan Lokasinya
terbesar di dunia yang strategis

luas daratan sebesar diapit dua benua, yaitu Benua


1.922.570 km², Asia dan Australia, serta dua
luas perairan sebesar samudera, mencakup
3.257.483 km², Samudera India dan
17.508 pulau, dan Samudera Pasifik.
81.000 km garis pantai.

Kapal perang Tosimaru yang


ditemukan di Halmahera
Utara, Maluku Utara pada
2009 yang lalu.

Kebudayaan/Edisi III/Juni 2016


Hasil Survei dan Pemetaan Situs CBBA
Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM), Direktorat Jenderal Kebudayaan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mendata dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2015,
sebanyak 47 lokasi situs CBBA.
28
2006 2009 2010
• Kapal Cina di Selayar, • Kapal besi di Perairan Pulau • Persebaran keramik di Perairan
Sulawesi Selatan, 21 m. Nangka, Bangka Belitung, 28 m Pulau Genting, Karimunjawa, 2 m
• Kapal Jepang (perang) di • Kapal kargo “Aquila” di • Kapal besi di Perairan Seruni,
Barang Lompo, Sulawesi Wayame, Teluk Ambon, Ambon, Karimunjawa, 10 m.
Selatan, 32 m. 17-35 m • Kapal kargo “Indonor” di
• Kapal perang “Mawali” di Selat Perairan Kemojan, Karimunjawa,
Lembe, Bitung, Sulawesi Utara, 10 m
2007 20-28 m • Kapal kayu (kargo) di Perairan
• Kapal besi (perang) di Pesisir • Kapal perang “Tosimaru” di Pulau Parang, Karimunjawa,
Selatan, Sumatera Barat, Halmahera Utara, Maluku 34-38 m
22-28 m. Utara, 3 - 7 m • Kapal besi (kargo) di Perairan
• Kapal besi di Tidore, Maluku Kumbang, Karimunjawa, 2-13 m
Utara, 50 m • Kapal besi di Per. Taka
2008 Menyawakan, Karimunjawa,
• Kapal VOC (kargo) di Sagori, 3-9 m
Buton, Sulawesi Tenggara, 7 m. • Kapal kayu (kargo) di Perairan
Geleang, Karimunjawa, 48 m
• Kapal kayu (kargo) di Perairan
Menjangan Kecil, Karimunjawa,
28-30 m

Sumber: Cagar Budaya dan Museum dalam Angka 2015

Kebudayaan/Edisi III/Juni 2016


CBBA MENJADI KOLEKSI NEGARA
Sebanyak 2.214 Cagar Budaya Bawah Air (CBBA) telah ditetapkan sebagai koleksi negara. Cagar budaya
itu disimpan di dua tempat, yaitu Kantor Kemendikbud, Senayan dan di Museum Galeri Nasional, Jakarta.
Untuk pengembangan CBBA, Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal
Kebudayaan memiliki Pusat Pengembangan CBBA di Makassar, Sulawesi Selatan. Pusat ini merupakan
rintisan pengembangan cagar budaya bawah air di kawasan Asia Tenggara.

No ASAL JUMLAH TEMPAT

1 Cirebon, Laut Jawa 976 Kantor Kemendikbud

2 Pulau Buaya, Kepulauan Seribu 52 Kantor Kemendikbud

3 Teluk Sumpat 149 Kantor Kemendikbud

4 Karang Heliputan 373 Kantor Kemendikbud

5 Intan Cargo, Kepulauan Seribu 664 Museum Galeri Nasional

Jumlah 2.214

29
2011 2012
• Pesawat tempur di Pulau Meti, Halmehara Utara, • Mobil jeep di Pulau Kapa-kapa, Morotai, 4 meter
Maluku, 34 meter • Pesawat terbang di Pulau Sumsum, Morotai,
• Kapal besi “Hawaimaru” di Teluk Kao, Halmehara 1 – 6 meter
Utara, Maluku, 6-10 meter • Kapal besi di Boho-boho, Morotai, 30 – 48 meter
• Kapal besi “Kawaimaru” di Teluk Kao, Halmehara • Kendaraan perang, Boho-boho, Morotai,
Utara, Maluku, 6-12 meter 6 – 10 meter
• Komponen kapal besi di Pulau Solsol, Halmehara • Pesawat tempur, Wawama, Morotai, 25 – 48 meter
Utara, Maluku, 5 meter • Kapal barang di Karang Batu, Kep. Bintan, Riau,
• Kapal besi “Barnabas” di Pulau Wangeotak, 15 – 38 meter
Halmehara Utara, 6 – 12 meter • Pesawat tempur B 24 di Togean, Sulawesi Tengah,
• Kapal besi di Pulau Sebira, Kep. Seribu, DKI 14 – 22 meter
Jakarta, 37 meter
• Kapal besi di Pulau Tidung, Kep. Seribu, DKI
Jakarta, 43 meter 2014
• Kapal kayu di Pulau Belanda, Kep. Seribu, DKI • Sebaran keramik di Natuna, Kep. Riau, 17 meter
Jakarta, 40 meter • Kapal perang “Perth” di Serang, Banten,
• Kapal besi di Gosong Congkak, Kep. Seribu, DKI 17 – 22 meter
Jakarta, 30 meter • Sebaran keramik di Bintan, Kep. Riau, 23 meter
• Kapal besi “Tabularasa” di Pulau Pramuka, Kep.
Seribu, DKI Jakarta, 38 meter
• Kapal besi di Pulau Papatheo, Kep. Seribu, DKI 2015
Jakarta, 15 – 30 meter • Sebaran keramik di Natuna, Kep Riau (2), 18 meter
• Kapal besi di Pulau Kumbang, Kep. Karimunjawa, • Sebaran keramik, di Bintan, Kep. Riau (2), 23 meter
12.5 meter • Sebaran keramik, di Belitung, 3-17 meter
• Kapal kayu “mati 1” di Batu Lawang, Kep. Karimun • Pesawat tempur B 24, Togean, Sulawesi Tengah (2),
Jawa, 53 meter 14-22 meter
• Kapal kayu “mati 2” di Batu Lawang, Kep.
Karimunjawa, 53 meter
• Fragmen besi di Pulau Nyamuk, Kep.
Karimunjawa, 3 – 4 meter
• Kapal kayu di Pulau Parang, Kep. Karimunjawa,
28 meter

Kebudayaan/Edisi III/Juni 2016


Resensi Buku
Incribing Identity:
The Development of Indonesian Writing Systems

Judul:
Inscribing Identity: The
Development of
Indonesian Writing
Systems

Editor:
Dr. Ninie Susanti, Prof. Dr.
Titik Pujiastuti and Drs.
Trigangga

Penerbit:
Museum Nasional
Indonesia

Tahun: 2015

ISBN: 9789798353086

Jumlah halaman:
282 hlm

Bentuk sampul:
30 Sampul Keras (Hard
Cover)

Bahasa:
Inggris

Buku Inscribing Identity: The Development of Indonesian Writing Systems


menyajikan subjek yang sederhana tentang gambaran sejarah perkembangan
bentuk tulisan di Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai mengenal tulisan
pada saat berkembangnya pengaruh Hindu–Budha di Indonesia. Hal ini
dibuktikan hampir semua aksara di Indonesia merupakan turunan aksara
Pallawa atau Pallava yang berasal dari daerah India Selatan yang pada
umumnya digunakan untuk menuliskan bahasa Sanskerta atau bahasa daerah.
Dengan keanekaragaman budaya Kementerian Pendidikan dan Buku ini telah tersedia di
Indonesia aksara pallawa Kebudayaan pada tahun 2015, ini Perpustakaan Kemendikbud. Anda
mengilhami masyarakat Indonesia dikemas dengan sangat menarik dapat meminjamnya dengan
tempo dulu untuk mau karena di dalamnya disertai sebelumnya telah terdaftar
menciptakan kreasi-kreasi gambar beserta penjelasannya sebagai anggota. Perpustakaan
beragam dalam tradisi tulisan. dan membahas dari awal Kemendikbud buka setiap
lalu dikembangkan untuk masuknya tulisan yang ditulis di Senin-Jumat 09.00 - 17.00 dan
membangun identitas lokal yang batu hingga penulisan di kertas. Sabtu pukul 09.00 - 14.00 WIB.
mencerminkan banyak bahasa, Setiap bagian di dalam buku ini
budaya dan kelompok. mencantumkan referensi,
sehingga pembaca dapat mencari
Buku yang diterbitkan oleh tahu informasi lebih dalam lagi
Museum Nasional Indonesia, dari referensi yang diberikan.(*)

Resensi Buku/Edisi III/Juni 2016


Dapatkan Aplikasi SLiMS
SENAYAN LIBRARY
MANAGEMENT SYSTEM

31

http://perpustakaan.kemdikbud.go.id/slims

Perpustakaan Kemendikbud
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung A Lantai 1 dan Mezanin
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Indonesia, 10270

Tep.+6221 5707870
Fax.+6221 5731228
Email: perpustakaan@kemdikbud.go.id

Hubungi Kami
Perpustakaan Kemdikbud
@perpusdikbud
0812 8604 1100
Penulisan
Kata yang Arti kata

Tepat
a 1 teliti; cermat: surat-surat itu diperiksanya dng --;
semuanya dikerjakan dng --; 2 tepat benar; jitu:
segala pertanyaan dijawab dng --; kita harus mendidik
anak-anak agar biasa mengerjakan hitungan dng --;
Penulisan
kata yang adv 1 sesuai atau seimbang dng; menurut keadaan
benar (kemungkinan, keperluan, dsb); sepadan (dng): ia
berbicara ~ perlu dan pentingnya; 2 hanya untuk: ~
memperoleh ketepatan ejaan; semua itu ~ olok-olok;

Saksama
Penulisan /apoték/ n toko tempat meramu dan menjual obat
berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan
yang sering
dipakai Sekadar barang medis; rumah obat;

Seksama n 1 pelaksanaan secara nyata apa yg disebut dl teori:


Apotek teorinya mudah, tetapi -- nya sukar; 2 pelaksanaan
pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb): -- dokter dibuka
Sekedar mulai pukul 15.00;

Apotik Praktik a 1 miskin; sengsara; 2 Hin terbelenggu oleh indria dan


tidak lagi ingat akan hakikatnya sbg manusia; berdosa:
orang -- adalah manusia yg terbelenggu oleh indrianya
dan tidak lagi ingat pd hakikatnya; n cak 1 ayah; bapak;
Praktek 2 sapaan (panggilan) kpd orang tua laki-laki
Papa
Papah /atlét/ n olahragawan, terutama yg mengikuti
perlombaan atau pertandingan (kekuatan,

Atlit Atlet ketangkasan, dan kecepatan)

Nopember
November /Novémber/ n nama bulan ke-11 dl tahun
Masehi (30 hari)
Aktifitas
Aktivitas
Genteng n 1 keaktifan; kegiatan; 2 kerja atau salah satu
kegiatan kerja yg dilaksanakan dl tiap bagian di dl
perusahaan;
Supir Genting
Ijin n tutup atap rumah yg terbuat dr tanah liat yg dicetak
dan dibakar, bermacam-macam bentuknya;
Sopir n pengemudi mobil (bemo dsb);
Sholat, Shalat
-- becak pengemudi becak; tembak sopir pengganti apabila
Izin sopir tetap berhalangan; sopir sementara: sopir metromini yg
berstatus -- tembak itu cedera dikeroyok belasan orang;
me·nyo·pir v mengemudikan mobil; me·nyo·piri v menjadi sopir
pd (mobil dsb); mengendarai; mengemudikan; menjalankan
Salat
n pernyataan mengabulkan (tidak melarang dsb);
per-setujuan membolehkan: ia telah mendapat --
untuk mendiri-kan perusahaan mebel;

n Isl 1 rukun Islam kedua, berupa ibadah kpd Allah Swt.,


wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dng syarat,
rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dng takbir dan
diakhiri dng salam; 2 doa kpd Allah;

Bangga Berbahasa Indonesia/Edisi III/Juni 2016


Senarai Kata Serapan

BUNDUK kelepat NAYAKA


bentuk asal: bundūq bentuk asal: nāyaka
asal bahasa: Arab bentuk asal: calafêto
asal bahasa: Portugis asal bahasa: Sanskerta
arti: Ar n keturunan yg arti: kl n menteri
tidak asli (tidak murni, arti: v, me·nge·le·pat v
tidak sejati); bastar menutup celah-celah
papan kapal dng
gala-gala (campuran

GALIB
damar), pukal GONI
bentuk asal: gonī
bentuk asal: gālib asal bahasa: Hindi
asal bahasa: Arab
arti: 1 umum; lazim: pd PAUHI arti: n 1 serat dr
bentuk asal: pau hî tumbuh-tumbuhan yg
-- nya; 2 jaya; menang; dibuat karung dsb;
beruntung; asal bahasa: Cina
arti: n kerang laut; Corchorus capsularis; 2
meng·ga·lib·kan v karung (dr serat goni)
membiasakan; tiram
melazimkan;
ke·ga·lib·an n kebiasaan;
kelaziman
kupe TEMBOSA
bentuk asal: coupe bentuk asal: sembosa 33
asal bahasa: Inggris asal bahasa: Parsi
GURNADUR arti: /kupé/ Pr n bagian arti: n kue dr tepung
bentuk asal: governador (tempat duduk) di berisi daging, udang
asal bahasa: Portugis gerbong kereta api kering, dsb
arti: ark n gubernur

PAGAN cuku
hopbiro bentuk asal: pagan bentuk asal: sukku
bentuk asal: asal bahasa: Inggris asal bahasa: Tamil
hoofdbureau arti: a kukuh; kuat; arti: n akar gambir yg
asal bahasa: Belanda teguh dikeringkan
arti: Bld n kantor
utama

Bangga Berbahasa Indonesia/Edisi III/Juni 2016


Padanan
Kata
greeneries
indonesia:
tetumbuhan hijau
jenis kata:
arsitektur: interior

bolsterless
indonesia:
nirbantalan
decking jenis kata:
indonesia: teknik mesin
outsourcing lantai kayu luar
indonesia: jenis kata:
mancadaya properti
jenis kata: hagiography
manajemen indonesia:
hagiografi
jenis kata:
keyboardist sastra
34 indonesia:
powerbank kibordis
micropayment indonesia: jenis kata:
indonesia: bank daya seni musik
mikrobayar jenis kata:
roadrailer
jenis kata: indonesia:
teknologi informasi gerbong trailer
perbankan
jenis kata:
transportasi

outbound crowdsourcing
indonesia:
indonesia: urun daya
mancakrida jenis kata:
jenis kata: teknologi informasi
olahraga
bassoon
indonesia:
basun
jenis kata:
aberration seni musik
indonesia:
aberasi
jenis kata:
kimia

Bangga Berbahasa Indonesia/Edisi III/Juni 2016


layanan & informasi
Kontak Kurikulum :

Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemendikbud


Jalan Gunung Sahari Raya No.4, Kecamatan Kemayoran,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Laman: www.litbang.kemdikbud.go.id

Telepon: 021-3453440, 3804248


Faks: 021-3806229

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud


Unit Layanan Terpadu
Gedung C Lantai 1 Sekretariat Jenderal Kemendikbud,
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
Laman: www.kemdikbud.go.id

Call Center: 177


Telepon Alternatif: 021-5703303/5711144 pesawat 2115
SMS: 0811976929
Surel: pengaduan@kemdikbud.go.id
Terima Kasih
Kepada Semua Pihak
Atas Kontribusinya Menyukseskan
Bulan Pendidikan dan Kebudayaan
Mei 2016